Showing posts with label Ikan Air Laut. Show all posts
Showing posts with label Ikan Air Laut. Show all posts

20 November 2014

Si Penambah Nafsu Makan - Sambal Teri Cabai Hijau


Kalau merenung, menimbang, melihat dan memikirkan berat badan yang merangkak semakin naik, maka sebenarnya saya termasuk kategori orang yang tidak perlu doping untuk menambah nafsu makan. Nafsu saya akan makanan, sejak dari lahir (menurut laporan Ibu saya) hingga saya sejumbo sekarang tidak pernah mengalami masalah yang namanya hilang nafsu. Justru saya perlu belajar banyak untuk mengerem keinginan mengunyah yang sepertinya susah sekali dikontrol. Namun beberapa hari belakangan ini karena kondisi badan yang kurang fit, panas demam dan perut yang terasa tidak nyaman akhirnya saya pun mengalami kehilangan nafsu makan. 

Setiap hari saat jam makan siang maka saya pun dibuat kebingungan untuk memutuskan menu apa yang akan saya santap hari itu. Setelah bosan menyantap cap cay, 'eneg' jika teringat kani roll dan ngeri jika harus membakar lambung saya dengan seporsi besar tom yam maka tadi pagi walau didera rasa malas saya pun memaksakan diri berkutat di dapur untuk mempersiapkan lauk makan siang. Kalau sudah seperti ini maka masakan simple a la kampung seperti sambal teri dengan cabai hijau dan aneka sayuran ini biasanya terbukti sukses untuk mendobrak semangat makan!  ^_^


29 September 2014

Keripik Ikan & Udang Ekstra Pedas


Anda pernah mencicipi snack super pedas dalam kemasan yang terbuat dari singkong? Makanan ringan ini luar biasa terkenal di Bandung yang kemudian menyebar ke beberapa kota lainnya. Awalnya pr0duknya hanya terbatas pada keripik singkong namun sering dengan perkembangan kini muncul juga jenis lainnya seperti seblak dan gurilem. Dua keripik yang saya sebutkan terakhir  hampir mirip seperti kerupuk ikan berukuran kecil, tebal, sedikit keras dengan rasa gurih. Keunikan keripik-keripik ini adalah pada rasanya yang pedas dengan tingkat level pedas yang beragam. Rasa pedas ini disebabkan karena keripik diguyur dengan serbuk cabai kering bercampur garam yang takarannya disesuaikan dengan level pedas yang tertera di kemasan.  

Nah satu hal yang membuat saya agak mengerem untuk mengudapnya karena rasanya yang sangat asin bagi selera saya. Jadi minggu lalu saya pun iseng membuatnya sendiri di rumah, kali ini tingkat rasa asin dan pedasnya sesuai dengan yang saya inginkan plus rasanya lebih renyah, tidak keras dengan rasa gurih ikan dan udang yang kuat. 



08 September 2014

Selar Garing dengan Sambal Matah a la Bali


Saya bisa mengerti jika anda sering mengabaikan ikan selar kecil yang banyak tergolek di meja tukang ikan di pasar tradisional ataupun supermarket. Membayangkan ukurannya yang imut dengan duri yang super banyak tentu saja membuat minat anda untuk membelinya menjadi menciut. Terus terang memang ikan gendut dengan daging yang tebal seperti kembung, tongkol atau bandeng lebih sedap menjadi pilihan. Namun ada satu cara mengolah ikan berukuran kecil ini agar menjadi lauk atau camilan yang lezat. Menggorengnya hingga kering dalam minyak yang banyak! Si selar ini akan terasa gurih, garing dan renyah kala disantap sehingga saya sering kali mengudapnya begitu saja sebagai camilan kala sedang bersantai menonton film seru di DVD. Percayalah sepiring besar pun akan tandas dengan cepat bahkan hingga bagian kepala dan seluruh durinya. Nah supaya rasanya semakin laziz  maka anda harus mencoba bumbu ikan yang saya hadirkan kali ini. Bumbu ini selalu saya gunakan disetiap ikan goreng yang saya buat di rumah. Rasanya sama sekali tidak mengecewakan! ^_^


15 July 2014

Tekwan a la JTT - Super duper yummy!


Entah sudah berapa lama seonggok besar ikan tengiri yang terbuntal di dalam kantung plastik mendekam di freezer rumah Pete. Mungkin sejak enam bulan yang lalu. Enam bulan?! Anda pasti menjerit mendengarnya. Tetapi yep begitulah kondisi yang sering terjadi pada saya akibat lapar mata dan seringkali membeli sesuatu bukan karena kebutuhan tetapi karena emosi dan greedy. Seingat saya, waktu itu saya membelinya karena harganya yang murah. Tidak tanggung-tanggung satu ekor ikan berpindah ke dalam kantung plastik dengan harapan aneka makanan khas Palembang bisa saya buat darinya. Tapi seperti yang sudah terjadi sebelum-sebelumnya, rasa malas mendera dan bad mood yang melanda akhir-akhir ini membuat sang ikan pun hanya tergolek pasrah di lemari pendingin.

Nah libur weekend kemarin saya bersama aneka bahan dan peralatan membuat aneka kue kering yang ter-packing di dalam koper, meluncur ke rumah adik saya, Wiwin, di Mampang Prapatan. Kami memang telah berencana untuk membuat kue kering bersama sebagai oleh-oleh Lebaran yang akan diadakan di rumah kakak saya, Wulan, di Batam. Tidak mau melewatkan kesempatan untuk berbuka bersama keluarga adik saya, maka saya pun mengosongkan isi freezer termasuk si ikan tengiri untuk saya bawa serta. Kali ini sepertinya nasib ikan beku ini akan berakhir di perut kami semua. ^_^



20 June 2014

Salmon Tumis Cabai Rawit


Setiap keluarga biasanya memiliki menu favorit yang jika disajikan tidak pernah membuat anggota keluarga kecewa. Nah kalau di keluarga saya, setiap Ibu saya menyajikan tumis ikan cabai rawit maka begitu masakan matang kami semua pasti langsung menyerbu ke dapur sambil membawa piring berisikan nasi panas mengebul segunung. Tidak memakan waktu lama maka sewajan tumis ikan langsung tandas tak bersisa. Maklum saja, dengan lima orang anak yang semuanya adalah jago makan maka tidak heran masakan apapun yang dimasak Ibu selalu ludes dengan cepat. Tapi tumis ini memang spesial, rasanya yang gurih dan super pedas membuat makan pun menjadi laju. Ibu saya biasanya menggunakan ikan bandeng yang digoreng kering plus rajangan cabai rawit merah yang dipotong kasar dan banyak irisan bawang putih, bawang merah dan tomat hijau. Bumbu yang banyak ini memang disengaja karena biasanya kami tidak menggunakan sayuran apapun lagi kala menyantapnya. Ah menetes air liur saya membayangkannya! ^_^

Nah bagaimana dengan keluarga anda? Mungkin anda berkenan untuk sharing satu atau dua menu favorit yang selalu mendapatkan dua jempol dari anggota keluarga di rumah. 


06 June 2014

Tongkol Panggang dengan Air Asam


Tongkol merupakan salah satu jenis ikan kegemaran saya, walau kalau mau jujur hampir semua ikan saya sukai. Kecuali ikan hiu, ini karena otak saya telah sukses tercuci dengan film Jaws yang memang melegenda sehingga sulit rasanya membayangkan harus mengkonsumsi ikan predator ini. Ikan lainnya yang tidak saya sukai adalah ikan patin dan ikan lele. Alasannya bukan karena rasanya yang kurang lezat, namun karena saya tidak pernah sukses memasaknya dengan benar sehingga sering kali bau amis ikan masih kuat terasa membuat perut langsung bergolak. 

Nah salah satu masakan ikan tongkol yang saya gemari dan dapat dimasak dalam sekejap adalah tongkol yang direbus di dalam bumbu yang terdiri atas cabai, bawang merah dan bawang putih yang dihaluskan. Bersama air asam, daun salam dan potongan lengkuas, maka tongkol rebus ini terasa luar biasa sedap dan mampu membuat anda menyantap nasi panas berpiring-piring. Selain direbus maka ikan ini juga sedap jika dipanggang sebentar di atas pan dengan balutan sambal dan terbungkus dalam belitan daun pisang seperti yang kali ini saya sajikan. Bersama guyuran sambal air asam yang pedas dan segar saya jamin tidak ada seorang pun yang berani menolaknya! ^_^


15 April 2014

Ikan Layang Sumbat Belakang


Jika anda sering berselancar di aneka blog atau website masakan dari negeri jiran Malaysia, maka anda pasti pernah melihat resep yang satu ini. Ikan goreng punggung terbelah dengan jejalan sambal merah di dalamnya ini memang menarik hati dan membuat mata lapar untuk segera mencicipinya dengan nasi panas segunung. Setidaknya itulah yang saya rasakan setiap kali mata ini bertemu dengan masakan tersebut di internet. Walau saya tahu untuk rasanya saya yakin tidak akan jauh berbeda dengan ikan goreng yang dimasak dengan sambal balado, namun tampilannya yang unik membuat saya penasaran untuk mencoba membuatnya. 

Waktu itu saya berpikir, apa sih yang sulit dalam masakan ini? Toh ikan hanya dibelah punggungnya dan dijejalkan bumbu yang telah dihaluskan dan digoreng hingga permukaannya kering. Simple! Hingga kemudian saya mencoba membuatnya sendiri saat weekend kemarin. Ternyata oh ternyata untuk membuatnya memerlukan tips jitu, dan bagi yang baru pertama kali mencobanya seperti saya pengalaman ini menjadi pengingat jika next saya ingin mencobanya kembali. Nah tips  inilah yang akan saya sharing ke anda jika ingin menghadirkan masakan ini di rumah.


03 April 2014

Balado Ikan Asin dan Petai: Nampol enaknya!


Ikan asin dan petai dalam gelimangan sambal balado yang merah membara ini memang luar biasa sedapnya. Tips agar sambal tahan lama dan terasa sedap adalah menumis bumbunya hingga benar-benar matang dalam minyak yang banyak.

 
Memilih petai bukanlah salah satu keahlian saya, ini karena sayuran beraroma unik ini jarang saya konsumsi. Nah Sabtu kemarin kala kantor saya mengadakan acara jalan-jalan bersama ke Anyer kami pun terdampar di Pantai Carita yang penuh sesak dengan pedagang makanan. Sebenarnya kondisi ini sedikit mengesalkan dan mengganggu privasi. Bagaimana tidak? Mulai sejak kaki ini menginjakkan diri di pasir yang berwarna hitam hingga kembali ke dalam bis untuk pulang, ibu-ibu penjual ikan asin, petai atau jasa pijat sibuk menawarkan dagangannya. Bahkan saat kami menggelar tikar di hamparan pasir dan mulai membuka ransum makan siang, para pedagang ini dengan santainya berdiri mengelilingi tikar yang kami duduki, tak peduli saat itu kami sedang sibuk membagikan nasi dan aneka lauk serta bersiap hendak bersantap siang. Awalnya memang terasa risi namun lama-lama akhirnya kami kebal juga. ^_^


06 December 2013

Sup Tuna dengan Wortel, Buncis dan Kentang


Beberapa minggu yang lalu saat kaki saya hampir memasuki gerbang rumah, tiba-tiba sebuah Pajero berhenti tepat di samping saya. Pemiliknya yang masih duduk di belakang kemudi kemudian menyapa saya dari jendela yang terbuka, "Baru pulang ya Mba"? Ah saya mengenalinya sebagai tetangga sebelah yang baru saja menempati rumah tersebut sekitar tiga bulan yang lalu. Tidak ingin berbasa-basi lebih lanjut saya hanya mengangguk, menebar sedikit senyum dan langsung masuk ke dalam rumah. Di lingkungan ini para tetangga jarang sekali saling mengenal, apalagi para pendatang seperti saya yang sehari-harinya bekerja di kantor.  Baru saja sekitar lima menit saya di dalam rumah terdengar gerbang di depan digedor dan suara teriakan memanggil, "Mba! Mba"! tatkala saya longok dari jendela, saya melihat samar bayangan tetangga sebelah berdiri di depan gerbang. Aduh! Mau apalagi sih cowok ini! Gerutu saya sedikit kesal. Terus terang tetangga sebelah ini terlalu ramah untuk ukuran orang asing bagi saya, beberapa kali ketika saya sedang menyapu halaman, pria ini sering kali menongolkan kepalanya dari pagar di samping rumah dan menyapa lebay membuat saya merasa tidak nyaman. 



10 September 2013

Asam Keueng Aceh


Asam keueng, masakan ini sudah lama sekali saya idam-idamkan sejak melihat tampilannya di salah satu website. Anda pasti tahu kan kalau sudah berurusan dengan masakan ikan atau seafood yang berkuah dengan rasa pedas dan asam segar, saya pasti tidak bisa lagi membendung keinginan untuk mencobanya. Entah sudah berapa banyak resep masakan dengan karakter seperti ini yang saya posting, dan semakin banyak saya menemukan varian barunya maka kekaguman saya dengan kayanya kuliner tanah air pun semakin menjadi. Seandainya saja kita bisa seperti Thailand atau Korea yang makanannya banyak melegenda di mancanegara maka tak terhitung banyaknya jenis masakan Indonesia yang bisa bersaing dengan kedua negara tersebut

Walau sudah lama saya idamkan namun kesempatan untuk mencobanya baru terlaksana saat weekend kemarin. Ini karena salah satu bumbu khasnya yaitu asam sunti baru saja selesai saya buat minggu lalu. Jika anda penasaran dengan asam sunti, anda bisa membaca informasi dan proses pembuatannya diposting-an saya sebelumnya di sini. Bumbu unik ini merupakan rempah wajib pada masakan Aceh dan sejak saya menampilkannya di blog, saya menerima beberapa komentar yang sangat membantu untuk memanfaatkan si asam sunti menjadi lebih maksimal. Ah, inilah indahnya berbagi! ^_^

Daun kari, asam sunti dan belimbing wuluh segar

26 August 2013

Pisang Goreng Kipas & Sambal Ikan Roa


Pisang goreng pasir sempat booming beberapa waktu yang lalu, walaupun kemudian sekarang sinarnya seperti meredup, namun kala itu hampir di setiap jangkal tepi jalan selalu ada kios penjual makanan ini. Kalau berbicara mengenai pisang goreng maka sudah bisa ditebak, makanan ini juga merupakan salah satu gorengan favorit saya, tapi saya lebih menyukai versi yang digoreng dengan adonan tepung biasa. Nah jika anda menyempatkan diri berkunjung ke Mall Ambasador, maka di lantai empat area food court di sekitar jajaran restoran Manado, ada satu penjual pisang goreng yang mantap. Pisangnya padat, tidak terlalu lembek namun terasa manis, dengan balutan tepung yang renyah. Ketika kita membelinya maka si penjual akan menggorengnya saat itu juga sehingga kita bisa menyantapnya panas-panas ditemani dengan mangkuk kecil berisi sambal ikan roa yang super pedas dan gurih. Unik, namun seperti inilah biasanya pisang goreng a la Manado disajikan. 


12 July 2013

Salad Pasta, Sayuran dan Tuna


Tidak semua orang suka dengan makanan ini, contohnya adik saya Wiwin, ketika minggu lalu saya berkunjung ke rumahnya dan membuatkan semangkuk besar salad yang terbuat dari rajangan halus sayur, pasta dan tuna kalengan. Saat  makanan telah jadi dan saya memberikan aba-aba silahkan diserbu, adik saya dan asistennya Yuk Kati hanya saling berpandangan dan berkata, "Yakin bisa dimakan Ndang?". Saya hampir ngakak dengan raut mukanya yang memperlihatkan mimik antara stress, tak tega untuk menjamah dan tidak enak hati menolak tawaran saya yang sudah bersusah payah menghidangkannya. Akhirnya dengan langkah berat dan gontai, mereka berdua mengambil mangkuk kecil dan mulai mengisinya.

Awalnya, Wiwin berkelit dan memanggil suaminya sebagai tester pertama si salad, "Biar Azy jadi korban pertama dulu yang mencoba", dan kembali lima menit kemudian dengan mangkuk salad masih penuh di tangan. Ternyata adik ipar saya sedang keluar rumah membeli lampu rumah yang mati, dengan terpaksa dia pun menyendokkan gunungan sayuran itu ke mulutnya sendiri. "Hmm, wah ternyata enak juga rasanya ya", jawabnya dengan tidak rela. ^_^

07 May 2013

Pizza Tuna


Ada ribuan cara untuk mengolah ikan menjadi aneka makanan, sama banyaknya juga seperti membuat aneka topping pizza menjadi bervariasi. Nah bagaimana jika kedua hal tersebut kita kombinasikan menjadi satu? Hmm, ternyata rasanya sangat lezat! Bermula dari tuna goreng sisa bekal ke kantor di hari Jumat lalu, saya pun kemudian menggunakannya sebagai topping pizza. Bersama parutan keju, irisan tomat dan daun bawang, seloyang pizza dengan crust (roti) yang tipis pun menjadi santap siang saya di weekend kemarin. Lama tidak menyantapnya, beberapa iris langsung ludes masuk ke perut hanya dalam sepuluh menit pertama. Yummy!


26 April 2013

Sup Ikan Tongkol


Bagi anda yang mengikuti perjalanan Just Try & Taste pasti akan mengerti betapa maniaknya saya dengan ikan dan segala macam olahan darinya. Tak terhitung banyaknya resep ikan yang saya tampilkan dan memang dari sekian banyaknya resep tersebut maka hidangan berkuah lebih banyak mendominasi, contohnya seperti sup ikan yang kali ini saya posting. Nah untuk resep kali ini saya menggunakan ikan tongkol sebagai bahan utamanya. Berbeda dengan jenis ikan laut lainnya dan bahkan tuna maka ikan tongkol memiliki daging yang lebih keras dan akan semakin keras jika diolah dengan cara digoreng. Karena itu resep favorit saya untuk mengolah hasil laut yang satu ini adalah dengan cara membuatnya menjadi abon seperti resep di sini, atau pampis, anda bisa klik resepnya di sini

Terus terang saya belum pernah tertarik untuk menceburkan potongan daging ikan tongkol ke dalam kuah yang asam dan pedas. Hingga beberapa minggu lalu, ketika keinginan untuk menyantap semangkuk sup ikan kumat sementara isi freezer menipis, maka ikan tongkol pun akhirnya menjadi sasaran. Namun ternyata keputusan saya tidak terlalu salah, sup ikan tongkol ini lezat rasanya. ^_^ 


20 March 2013

Garang Asem Ikan Salmon


Garang asem ikan salmon, hmm terdengar keren dan mahal. Ikan salmon yang sekilonya dihargai lebih dari dua ratus ribu rupiah memang membuat saya harus berpikir keras jika akan membelinya. Tapi untungnya ada bagian-bagian ikan ini yang dijual cukup murah di supermarket, yaitu bagian kepala dan 'tetelan' ikan yang berisikan tulang tengah dan bagian perut yang berlemak. Jadi bukan hanya daging sapi saja yang ada tetelannya. Satu pack potongan ikan seperti yang saya tampilkan di gambar cukup ditebus dengan harga dua puluh ribu rupiah saja, tentu saja jauh lebih nyaman bagi kantong saya. Jadi jika demam makan salmon tiba maka biasanya bagian-bagian inilah yang akan saya buru untuk dimasak menjadi sup ikan yang laziz. Nah untuk resep sup ikan salmon, saya pernah posting sebelumnya, silahkan klik disini ya. Jadi jika anda bertanya-tanya mengapa gambar potongan-potongan daging ikan salmon yang saya tampilkan nyaris tidak berbentuk seperti ikan salmon, percayalah ini benar-benar salmon namun hanya 'tetelannya' saja. ^_^


13 March 2013

Pampis Ikan Tongkol Super Pedas


Jika anda pemalas seperti saya yang mengaku-ngaku gemar memasak namun kerap kali ogah-ogahan jika harus berhadapan dengan dapur dan peralatan perangnya, maka resep kali ini bisa menjadi pilihan. Mudah, cepat dan awet disimpan di kulkas untuk anda santap keesokan dan keesokan harinya. Jadi anda cukup meluangkan waktu sekali saja untuk membuatnya, tentu saja jika anda tidak keberatan menyantap lauk yang sama berhari-hari lamanya. Untuk hidangan ini, saya sama sekali tidak akan mengeluarkan bunyi protes sedikitpun jika harus menikmatinya setiap hari. Selain lezat juga terbuat dari ikan, makanan favorit saya. 

Anda bisa menyebut hidangan ini dengan tongkol suwir rica-rica atau abon ikan (kalau abon tentunya teksturnya lebih kering dan daging ikan dihaluskan menjadi serpihan kecil), namun umumnya masakan ini dikenal dengan nama pampis, asalnya dari Manado. Dan sebagaimana masakan Manado yang saya sukai lainnya, bumbunya sangat sederhana namun cita rasanya luar biasa. Yuk lanjut.... ^_^

20 October 2012

Ikan Kembung Panggang Rica-Rica Siram Sambal Dabu-Dabu


Ingin merasakan masakan super pedas? Mungkin resep yang saya posting ini bisa menjadi salah satu alternatif ide bagi anda. Ikan kembung yang dipanggang dan dibumbui dengan sambal rica-rica nan pedas beradu dengan siraman sambal dabu-dabu yang segar. Benar-benar lauk yang memerlukan nasi segunung untuk bisa dinikmati dengan nyaman. Bagi anda yang tidak terbiasa dengan masakan pedas maka sedikit adaptasi perlu dilakukan seperti mengganti cabai rawit dan cabai merah keriting dengan cabai merah. Namun bagi penggila cabai seperti saya, jumlah takaran cabai yang saya sertakan mungkin terasa tak berarti. ^_^



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...