23 Desember 2019

Resep Beef Chili


Resep Beef Chili JTT

Perjuangan saya melawan tikus akhirnya berakhir sudah (semoga!). Setelah berminggu-minggu menguras energi, pikiran dan waktu, weekend lalu semua itu usai. Seperti yang pernah saya ceritakan di postingan pada link disini, seekor tikus super besar bersarang tepat ditengah halaman. Betapa bencinya saya ketika sedang asyik menikmati semilir angin senja di teras, sambil menatap jajaran koleksi tanaman, si tikus bersliweran di depan mata. Hal yang paling menjengkelkan lagi adalah binatang pengerat ini doyan dengan aneka tanaman sayuran seperti cabai, paprika bahkan bibit pepaya yang baru saja tumbuh. Setelah aksi menutup lubang dengan batu, paving dan benda-benda lainnya tidak memberikan hasil maksimal, justru membuat binatang ini semakin agresif dan membuat lubang dari sisi lainnya, akhirnya saya membeli segulung kawat ayam di online shop. Rencana saya adalah menutup sedikit celah selebar 5 cm diantara gerbang dengan lantai paving. Saya perhatikan dari celah inilah tikus atau kucing masuk dan keluar dengan bebas.

Dua minggu yang lalu di hari Jumat, kawat gulung tiba dengan sukses di kantor. Walau terlihat besar, namun sebenarnya sangat ringan, jadi saya menentengnya pulang menggunakan MRT. Seharian di weekend yang tadinya akan digunakan untuk memasang kawat, malah berakhir dengan berleha-leha di kasur menikmati cuaca adem sambil menonton You Tube. Saya baru keluar ke halaman dan mengecek aneka tanaman  di Minggu sore ketika jam sudah menunjukkan pukul lima sore. Saat sedang menyemprot anggrek dengan pupuk, si tikus keluar dari lubangnya dan berlari ke sudut halaman, membuat saya berteriak-teriak sendiri di depan rumah dan kabur ke teras menyelamatkan diri. Saya yakin si tikus pun sama takut dan shocknya dengan saya. Duduk diam mematung selama tiga puluh menit, kesabaran saya berbuah manis, tikus itu kembali muncul dan berlari ke gerbang, menghilang dari lubang di bawah pagar. Saya langsung berdiri dan beraksi dengan secepat kilat membongkar kawat ayam. Kawat ini ringan, lentur, kuat tetapi tajam, beberapa kali jemari saya tergores ketika mengguntingnya menjadi lembaran-lembaran yang cukup untuk menutup celah terbuka di bawah pagar. 

Resep Beef Chili JTT
Resep Beef Chili JTT


13 Desember 2019

Resep Bakso Daging Sapi


Resep Bakso Daging Sapi JTT

Perjuangan saya berjibaku memberantas tikus sudah berjalan selama satu minggu ini, dan sama sekali tidak berhasil saudara-saudara. Saya terlalu lama menunggu berperang dengan mereka, membiarkan bersarang, beranak-pinak di halaman, membangun kerajaan dan menjadi raja disana. Kini ketika nafsu untuk membasmi mulai menggelora, saya dihadapkan pada kenyataan pahit. Ternyata tidak mudah mengusir tikus yang sudah bersarang didalam lubang bertahun-tahun lamanya.  Halaman didepan rumah adalah tanah terbuka, dulu sebenarnya semua permukaannya tertutup paving, tapi karena saya ingin air hujan meresap dengan baik ke tanah, semua paving itu dilepas. Kini saya menyesalinya. Selain karena tikus, juga karena rumput dan tanaman liar dengan cepat memenuhi permukaan tanah. Setiap empat bulan sekali, saya harus meminta tolong bapak pengangkut sampah untuk membersihkannya. Apalagi saat kondisi basah setiap hari seperti saat ini, rumput begitu mudahnya tumbuh dengan cepat.

Resep Bakso Daging Sapi JTT
Resep Bakso Daging Sapi JTT


05 Desember 2019

Resep Kelo Mrico Pantura ala Mbak Uky


Resep Kelo Mrico Pantura JTT

Saya akui, saya memang agak mengerikan jika sudah 'gandrung' dengan satu hobi tertentu. Sebegitu mengerikannya hingga semua waktu, dana, tenaga dan pikiran tercurah dengan hobi tersebut. Terkadang tak peduli badan sudah lelah, atau kondisi sekitar yang tidak mendukung, saya tetap berkutat dengan aktifitas yang sedang digilai saat itu. Sebagaimana cerita di postingan saya sebelumnya, minat saat ini sedang tercurahkan ke hobi berkebun yang kini menyala kembali. Nah kebetulan di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, sedang diselenggarakan Pameran Tanaman Hayati 2019. Pameran Flora dan Fauna yang setiap tahun selalu diadakan di lokasi ini telah usai bulan September lalu, kini pameran berbeda dengan produk yang sama menggantikannya. Pameran tanaman adalah tempat yang asyik bagi pecinta tanaman untuk cuci mata dan melihat-lihat koleksi yang dijual. Niat hati tidak membeli, pulangnya selalu menenteng beberapa tanaman.


Resep Kelo Mrico Pantura JTT
Resep Kelo Mrico Pantura JTT


29 November 2019

Resep Horenso Siram Telur


Resep Horenso Siram Telur JTT

Sejak teman saya, Lily, yang tinggal di Jerman berbagi foto-foto tanaman anggrek koleksinya, mendadak minat saya terhadap tanaman hias yang satu ini muncul kembali. Setelah hobi ini mati suri sekian lama, tepatnya sejak saya melakukan re-potting anggrek Cattleya yang justru berakhir zonk, kini saya tertantang kembali untuk mencoba (sekali lagi!) menanam anggrek. Saya kagum juga dengan kesuksesan Lily membudidayakan anggrek didalam apartemennya. Beberapa bahkan ditanam dalam kultur air yang sepertinya sedang ngetrend diterapkan pada anggrek. Saya melihat lingkungan apartemen Lily, dimana anggrek mendapatkan sinar matahari tidak langsung dari jendela kaca yang lebar, suhu yang stabil dan tidak terkena terpaan hujan atau cuaca lainnya, membuat habitatnya lebih terjaga dan terukur dibandingkan menanamnya langsung di halaman. Sayangnya rumah tempat saya tinggal, sinar matahari tidak bisa menjangkau tepian jendela, jadi anggrek harus diletakkan di halaman, terkena sinar matahari langsung, terhujani dan terserang hama.

Resep Horenso Siram Telur JTT


28 November 2019

Resep Mie Goreng Aceh


Resep Mie Goreng Aceh JTT

Saya sejujurnya kurang suka dengan mi Aceh, baik goreng maupun kuah. Bagi lidah Jawa saya, rasa mi yang dominan rempah dan asin, kurang cocok dengan selera. Mi goreng Jawa yang manis kecoklatan lebih menjadi favorit. Seingat saya, baru dua kali saya mencoba mi Aceh. Warung pertama di area terminal bis Blok M, warung ini sudah beroperasi sejak lama, bahkan sebelum penjual mi Aceh banyak tersebar dimana-mana di Jakarta. Penjualnya adalah orang Aceh asli, dan selain mi mereka menjual rujak buah khas Aceh. Warungnya selalu ramai, si Bapak meletakkan kompor dan wajan super besar didepan warung dan setiap kali dia memasak mi goreng saya jadi ngiler dibuatnya. Satu waktu saya pun iseng mampir dan menjajal mi goreng Acehnya, menurut saya not so special. Rempah, rasa pedas dan asin lebih mendominasi. Percobaan kedua mencicipi makanan ini di food court mall Ambassador, ada satu resto mi Aceh yang menjulnya bersama roti cane dan kuah kari. Rasanya tak jauh beda dengan versi  di Blok M, hanya yang ini tidak terlalu banyak rempah sehingga lebih mild rasanya, tapi tetap saja tidak sesuai dengan taste saya. Saya suka dengan masakan Aceh, beberapa bahkan saya coba eksekusi di rumah, tapi khusus mi Aceh sepertinya saya mengibarkan bendera putih tanda menyerah.

Resep Mie Goreng Aceh JTT
Bubuk Kari


27 November 2019

Resep Ayam Panggang Taliwang


Resep Ayam Panggang Taliwang JTT

Walau sebenarnya ingin singgah sejenak di Lombok ketika berlibur ke Bali  bulan lalu, namun karena begitu banyak tempat yang ingin dikunjungi di Bali niat itu urung dilaksanakan. Tapi bertahun nan lampau saya pernah ke Lombok bersama beberapa rekan kantor. Waktu itu kami menginap di seputaran pantai Senggigi. Sayangnya kami tidak mengunjungi beberapa gili yang terkenal disana. Tapi untungnya berkesempatan melihat-lihat pasar tradisional yang menjual kerajinan tangan masyarakat setempat bahkan berkunjung ke salah satu rumah penduduk yang menjadi pengarajin gerabah. Kala itu pariwisata Lombok sedang lesu, tidak banyak turis asing dan domestik yang berkunjung. Toko-toko yang menjual kerajinan rakyat bahkan tidak ada pengunjungnya sama sekali, barang-barang unik dari kayu, gerabah, kulit kerang dan logam tergolek berselimut debu. Walau saat itu saya belum terjun ke dunia blogging, tapi minat mengumpulkan aneka perabot makanan sudah merasuk jiwa. Beberapa mangkuk kayu saya bawa pulang dan kini sering dihadirkan di blog sebagai wadah makanan. Rekan kantor saya yang pintar memilih barang justru berhasil membawa pulang dua mangkuk besar berbahan kuningan yang saya ngiler berat hendak memilikinya, sayang si penjual tidak memiliki stoknya lagi.

Resep Ayam Panggang Taliwang JTT
Resep Ayam Panggang Taliwang JTT


26 November 2019

Sayur Bobor Daun Adas


Sayur Bobor Daun Adas JTT

Ternyata banyak juga yang kurang mengenal daun dill, atau daun adas. Banyak juga yang mengira daun ini sejenis tanaman hias pagar yang banyak ditanam di halaman. Terlihat dari komentar yang diberikan di postingan Instagram JTT beberapa waktu yang lalu. Daun dill atau daun adas adalah daun tanaman adas (Anethum graveolens) yang menghasilkan biji adas manis yang biasanya dipakai untuk rempah bumbu atau dalam pengobatan tradisional.  Tanaman ini masih satu keluarga dengan wortel, peterseli, jintan, ketumbar, dan seledri. Adas biasanya suka tumbuh didaerah pegunungan atau dataran tinggi beriklim sejuk, dan yep bukan jenis tanaman hias pagar bernama Artemisia scoparia yang bisa tumbuh disuhu panas seperti di Jakarta. Daun kedua tanaman ini memang mirip hanya saja daun adas warnanya lebih hijau, teksturnya lebih lentur, lemas, lebih panjang lembarannya dan ketika diremas akan mengeluarkan aroma seperti minyak telon. Banyak yang tidak suka dengan aroma khas ini, ketika dipakai sedikit didalam masakan atau saus memang memberikan rasa dan bau yang unik, tapi ketika dipakai didalam sayuran atau menjadi bahan utama didalam masakan maka aromanya yang overwhelming membuat banyak orang tidak menyukainya. 

Sayur Bobor Daun Adas JTT

20 November 2019

Resep Kimbap Telur


Resep Kimbab Telur JTT

Gara-gara mengikuti tayangan reality show Korea berjudul The Return of Superman (TROS) di You Tube, saya jadi ngiler dengan aneka makanan yang sering dicoba anggota keluarga yang menjadi bintang TROS. Acara ini menampilkan bagaimana seorang ayah mengasuh putra putrinya tanpa bantuan sang ibu. Penuh dengan cerita, kocak dan seringkali membuat saya terkagum-kagum dengan smart-nya bocah-bocah Korea yang menjadi bintang diacara tersebut. Saat ini saya sedang suka dengan keluarga Park Joo-Ho yang memiliki dua anak, Naeun dan Gun Hoo yang super imut dan lucu. Apalagi mereka termasuk suka jajan di berbagai resto enak di Korea, beberapa diantaranya adalah kimbab telur dan ayam goreng crispy yang terlihat amazing. Saya terus terang masih penasaran dengan ayam gorengnya, tumpukan ayam bersalut adonan tepung yang crispy itu begitu menggoda, ketika digigit suara renyahnya membuat saya seakan ingin meraih potongan ayam di piring saat itu juga. Sayang saya belum menemukan resep tokcer adonan ayam seperti yang ditampilkan di TROS, kecuali menggunakan tepung instan yang banyak kandungan 'micin' nya. Beberapa kali dicoba dengan aneka komposisi berbagai jenis tepung hasilnya masih kurang garing.

Resep Kimbab Telur JTT
Resep Kimbab Telur JTT


19 November 2019

Resep Tekwan


Resep Tekwan JTT

Bulan ini sudah memasuki musim penghujan, tapi menurut saya curahnya di Jakarta sangat rendah. Dalam 1 minggu mungkin hanya 2 kali saja turun hujan. Langit mendung memang selalu menaungi Jakarta setiap hari, tapi apakah itu awan yang sarat air ataukah asap polusi yang menyelubungi, susah untuk dibedakan. Sudah lama saya tak melihat langit biru di ibukota, bahkan saya tak pernah melihat gumpalan awan berarak! Disini langit selalu terlihat tertutup kabut putih. Kondisi ini terjadi sejak tahun lalu, diikuti dengan kemarau panjang tahun ini dan awal musim penghujan kali ini, kabut putih itu tetap ada disana. Warga Jakarta basicnya hidup, bernafas dan tenggelam dalam kabut polusi. 

Bagi yang bekerja didalam gedung tertutup rapat mungkin tidak terlalu terasa, tapi bayangkan mereka yang setiap hari ada di jalanan, betapa mengerikannya paru-paru setiap hari terisi dengan asap polusi. Ketika berlibur ke Bali bulan lalu dan nongkrong sejenak di sebuah kafe di tengah sawah di Ubud, saya takjub memandang langit nan biru dengan awan putih dalam aneka bentuk tercetak disana. Tidak ada kabut asap seperti di Jakarta yang membuat matahari seakan bersusah payah memancarkan sinarnya. Tobat, betapa saya merindukan masa-masa lalu kala langit masih terlihat biru dan awan berbentuk teddy bear tampak menghiasinya. Kapan itu akan kembali lagi ya?

Resep Tekwan JTT
Resep Tekwan JTT


15 November 2019

Resep Cream Cheese Brownies


Resep Cream Cheese Brownies JTT

Apa yang paling menjadi obstacle ketika hendak traveling ke negara maju, terutama jika dana pas-pasan, dan saldo di rekening tidaklah besar-besar amat? Apalagi jika bukan pengurusan visanya! Tiket murah bisa dipersiapkan jauh-jauh hari, akomodasi bisa dishare dengan rekan lainnya, tapi mendapatkan approval visa tidak semua orang bisa lolos dengan mudah. Susahnya menjadi warganegara dunia ketiga seperti Indonesia adalah betapa tidak berdayanya paspor hijau kita kala menghadapi seleksi ketat imigrasi dari negara-negara seperti US, Inggris, Eropa atau Australia. Agar bisa lolos sensor maka segepok dokumen dan aneka data pendukung diperlukan, untuk menunjukkan bahwa secara finansial kita mampu selama tinggal dinegara tersebut, dan untuk menunjukkan bahwa itikad kita hanya ingin berlibur disana selama beberapa hari dan pasti kembali ketika masa berlibur itu usai.

Inilah yang terjadi pada saya kala melakukan pengurusan visa di Kedutaan Australia beberapa minggu belakangan ini. Kakak saya, Mbak Wulan, dan keluarganya akan berlibur ke Australia akhir tahun ini, mengajak saya dan adik bungsu, Dimas, ikut serta. Ajakan kali ini akhirmya saya terima, setelah 2 tahun lalu saya tolak ketika kakak saya dan keluarganya berlibur pertama kalinya disana.


Resep Cream Cheese Brownies JTT
Resep Cream Cheese Brownies JTT


13 November 2019

Resep Kiriman Pembaca JTT - Ketupat Kandangan


Resep Ketupat Kandangan JTT

Resep ketupat Kandangan ini saya peroleh dari Mas Wahyuda Akbar di Banjarmasin, dia adalah salah satu pembaca JTT yang sering memberikan komentar di blog maupun IG. Resep ini diemail sejak tahun 2017 bersama beberapa resep masakan khas Kalimantan lainnya seperti wadai ipau basumap, akhirnya salah satu resep yang diberikan berhasil diwujudkan minggu ini. Ketupat Kandangan ini sebenarnya sudah lama masuk kedalam rencana untuk dibuat, apalagi sejak tiga rekan kantor melakukan wisata kuliner ke Banjarmasin tahun lalu. Mbak Fina, salah satu rekan yang berangkat, sempat mencicipi ketupat Kandangan dan langsung meminta saya segera mencari resepnya. Tentu saja itu request yang mudah mengingat resep asli langsung dari Kalimantan sudah mendekam di bank recipes di blog, tapi masalahnya ketupat Kandangan menggunakan ikan gabus yang susah diperoleh di pasar atau supermarket di Jakarta, khususnya diseputaran tempat saya tinggal. Jadi saya pun menunggu, menunggu hingga ikan gabus muncul ke permukaan dan mendarat di meja tukang ikan. Penantian itu pun akhirnya berakhir ketika minggu lalu saya menemukannya di TransMart, ITC Ambassador. 😃


Resep Ketupat Kandangan JTT


12 November 2019

Jalan-Jalan Ke Bali: Ubud (Part 1)


Jalan-Jalan Ke Bali: Ubud JTT

Sepertinya saya memang kurang berbakat menjadi travel blogger atau jurnalis, begitu banyak objek yang seharusnya bisa diabadikan dalam foto dan menunjang tulisan, tapi hal tersebut tidak dilakukan. Saya terlalu terpana, atau terlena dengan hal baru disekitar hingga memotret tidak terlintas sama sekali dikepala. Contohnya saat hendak menulis cerita mengenai Ubud seperti kali ini. Saat itu saya memperhatikan betapa banyaknya turis asing berlalu-lalang dengan motor, menurut saya itu adalah hal unik, tapi tangan ini tak bergerak meng-capture gambar, kini saya hanya bisa bercerita tanpa bukti foto yang nyata. Jadi jika begitu banyak tulisan dibawah tidak disertai dengan foto-foto yang menunjang maka memang karena saya lupa menjepretnya saat itu, dan bukan berarti cerita ini hanya hasil daya khayal semata 😅.  

Wokeh, lanjut ke postingan saya mengenai cerita kala berlibur di Bali beberapa waktu yang lalu (again!) yang sepertinya tak usai diurai (saya memang 'ember' tingkat tinggi). Kali ini spesial mengenai Ubud ya, karena begitu banyak kisah unik yang terjadi disini. Ubud adalah destinasi wisata yang sepertinya kudu, wajib, dan harus dikunjungi ketika kita pergi ke Bali. Seakan jika ke pulau Dewata dan tidak singgah di Ubud maka belumlah datang ke Bali rasanya. Di hari ketiga saya di Bali, Lily, sahabat dan host saya selama disana, mengajak untuk pergi ke Ubud. Karena dia ragu dengan taksi online yang dilarang memasuki hampir sebagian besar obyek wisata di Bali, maka kami lantas pergi menaiki motor. Walau dulu saat kuliah saya selalu menyetir motor ketika berangkat ke kampus, namun selama tinggal di Jakarta semua keberanian itu lenyap. Apalagi sejak SIM C mati dan tak pernah diperbarui kembali maka keinginan menyetir motor dikubur dalam-dalam. Waktu masih kuliah di Jogya, menjelajah hingga ke Bantul, Kopeng dan Prambanan dengan motor adalah hal biasa, kini saya beranggapan motor adalah moda transportasi yang sangat berisiko tinggi apalagi dengan tingkat lalu lintas yang super padat di Jakarta, ditambah kelakuan supir metromini dan angkot yang main serobot seenak jidat. Saya bahkan tidak berani naik ojek dan memilih naik angkutan umum lainnya walau lebih lambat jalannya. 


Jalan-Jalan Ke Bali: Ubud JTT
Pasar Ubud, Bali


11 November 2019

Resep Rigatoni dan Ayam dengan Pesto Brokoli


Resep Rigatoni dan Ayam dengan Pesto Brokoli

Akhir-akhir ini saya agak malas menerima endorsement. Alasan pertama karena ada rasa tidak nyaman memaksakan diri mengolah resep menggunakan satu produk, terutama jika produk tersebut menurut saya tidaklah oke-oke amat. Alasan kedua adalah terkadang tuntutan yang macam-macam dari klien - yang sebenarnya wajar diajukan karena mereka membayar pekerjaan tersebut - seringkali tidak sesuai dengan ide saya. Misal background foto dengan warna tertentu (ada yang meminta warna pink!), produk yang harus terlihat super besar dilayar, menampilkan wajah diri atau melakukan satu aktifitas yang berhubungan dengan produk yang akan dipromosikan. Jiwa kreatifitas saya yang ingin merasa bebas mengekspresikan diri terasa terkekang dengan segala macam syarat yang diajukan, hingga seringkali pengajuan endorse saya tolak. Jika harus mengerjakan aktifitas masak-memasak yang sebenarnya hanyalah hobi ini dengan rasa tertekan sebagaimana saya bekerja di kantor yang digaji setiap bulan, maka lebih baik tidak saya kerjakan sama sekali. Saya akui saya tidaklah terlalu idealis untuk banyak hal, tapi urusan kreatifitas saya enggan diatur. Mungkin itu yang membuat saya susah berkembang di dunia kuliner dan medsos ini. 😅

Resep Rigatoni dan Ayam dengan Pesto Brokoli
Resep Rigatoni dan Ayam dengan Pesto Brokoli


07 November 2019

Berburu Perlengkapan Food Photography di Bali


Berburu Perlengkapan Food Photography di Bali

Salah satu tujuan saya ketika tiba di Bali dua minggu yang lalu selain berlibur dan berwisata kuliner adalah berburu perlengkapan food photography. Yep, walaupun pernak-pernik penunjang foto makanan cukup banyak bergeletakan dirumah, tetap saja jika melihat perlengkapan makan baru dari bahan berbeda mata ini menjadi kalap. Karena Bali surganya kerajinan tangan kayu dan tembikar maka dua bahan itulah yang saya cari. Saya baru tahu dari pemilik hotel dan supir online bahwa ternyata kerajinan kayu ini bukanlah dibuat di Bali melainkan dari Jepara. Well, Jepara memang terkenal sebagai sentra penghasil kerajinan kayu mulai dari mebel, dan perlengkapan dapur. Umumnya kerajinan Jepara di ekspor ke mancanegara, tapi di Bali kerajinan ini mudah ditemukan dan tentu saja harganya menjadi terdongkrak naik. 

Sasaran saya adalah mangkuk kayu dan talenan, walaupun sebenarnya bisa dengan mudah ditemukan di Tokopedia, namun selagi di Bali saya sempatkan untuk berburu kedua barang ini disetiap toko kerajinan yang saya masuki. Tidak susah mencari yang saya butuhkan karena hampir disetiap sudut Bali banyak toko yang menjualnya. Bentuknya beraneka ragam dan bahan yang digunakannya pun bervariasi. Tapi khusus untuk talenan besar dari kayu utuh agak susah ditemukan, tidak semua toko memilikinya.


Berburu Perlengkapan Food Photography di Bali


06 November 2019

Resep Rujak Kuah Pindang Mangga


Resep Rujak Kuah Pindang Mangga JTT

Sudah lama saya penasaran dengan rasa rujak kuah pindang a la Bali yang cukup beken. Tampilannya di net sangat menggiurkan dan kuah pindangnya membuat saya membayangkan bagaimana rasanya sih kuah rujak dari rebusan ikan. Beberapa kali berniat mencobanya tanpa mencicipi si rujak kuah pindang aslinya namun terkendala dengan rasa ragu apakah akan muncul jejak rasa amis di dalam kuah. Selian itu, pisau yang dipakai untuk mengiris buah rujak ini tidak sama dengan pisau umumnya. Irisan buah pada rujak kuah pindang biasanya tipis dan bergelombang, katanya sih menggunakan pisau gobed untuk memang khusus mengiris buah untuk rujak. Saya sudah mencari pisau ini di online shop tetapi tidak ada yang menjualnya. Akhirnya saya menyerah dan keinginan hendak mengeksekusi makanan ini pun luntur hingga saya datang ke Bali beberapa minggu yang lalu.

Resep Rujak Kuah Pindang Mangga JTT
Resep Rujak Kuah Pindang Mangga JTT


05 November 2019

Resep Ayam Panggang Bumbu Rujak


Resep Ayam Panggang Bumbu Rujak JTT

Terburu-buru, mengapa ya kita selalu terburu-buru dalam hidup? Pagi ini ketika berangkat ke kantor saya menyadari betapa saya selalu melakukan aktifitas dengan terburu-buru. Entah itu ketika menyelesaikan pekerjaan di rumah, di kantor atau hanya melakukan kegiatan simple seperti berjalan keluar dari stasiun MRT. Saya memperhatikan bukan hanya saya yang seperti itu, banyak orang melakukan hal yang sama. Ketika stasiun tujuan sudah mendekat, atau bahkan belum tiba didekat stasiun pun, banyak yang berpindah ke arah pintu, berjubelan didepannya, seakan takut ketika kereta berhenti tidak ada kesempatan untuk keluar. Penumpang kemudian berjalan cepat, seringkali berlari seakan dikejar setan kearah lift atau eskalator, berlomba menuju tangga yang mengarah ke lantai diatasnya.

Saya pun seperti itu! Seakan ada kebanggaan bisa menjadi orang pertama yang mencapai ekskalator, dan orang pertama yang menempelkan kartu ke pintu keluar. Terkadang eskalator terasa lambat jalannya hingga harus berlari mendaki seiring dengan gerakan tangga keatas. Mungkin mereka memang dikejar waktu atau dikejar masa lalu, yang jelas seringkali saya tidak dikejar apapun. Tidak ada bedanya saya berlari terpontang-panting, atau berjalan sesantai mungkin, saya akan tetap tiba di kantor. Entah terlambat, tepat waktu atau justru kepagian, tak ada yang signifikan. Tapi mengapa ya selalu saya lakukan setiap hari ? Tobat!

Resep Ayam Panggang Bumbu Rujak JTT
Resep Ayam Panggang Bumbu Rujak JTT


04 November 2019

Resep Tude Kukus Kuah Asam


Resep Tude Kukus Kuah Asam JTT

Ikan kembung sebenarnya bukan jenis ikan yang saya suka, saat baru saja dimasak teksturnya memang lembut dan terasa gurih, tetapi lama kelamaan menjadi kasar dan keras. Terkadang jika dimasak dalam kuah sup, saat sup dihangatkan kembali rasa ikan berubah tidak selezat ketika pertama kali matang. Tapi, ikan ini harganya terjangkau, selalu ada di pasar dan kondisinya sering kali lebih fresh dibandingkan jenis ikan lainnya. Jadi walau rasanya kurang mantap, saya sering menyetoknya dalam jumlah banyak di freezer. Ikan memang protein hewani yang lebih saya pilih dibandingkan ayam, daging sapi atau seafood lainnya. 

Sejujurnya, jika menilik teksturnya, maka ikan nila lebih menjadi pilihan. Daging putihnya sangat lembut, dan biasanya bisa dibeli saat masih hidup di pasar atau supermarket, jadi kondisinya super fresh. Sayangnya ikan nila masih ada sedikit jejak rasa lumpur pada dagingnya, walau pun sudah dipermak dengan aneka bumbu. Apalagi jika hanya dikukus dan diguyur dengan kuah asam simple seperti resep kali ini.

Resep Tude Kukus Kuah Asam JTT
Resep Tude Kukus Kuah Asam JTT

Berburu Kuliner Lokal di Bali (Part 2)


Berburu Kuliner Lokal di Bali Part 2 JTT
Rujak pindang, Warung Men Runtu, Sanur

Rujak pindang Bali. Sudah lama saya penasaran dengan rasa makanan ini tapi semakin penasaran dan menggebu kala Mbak Fina, rekan kantor saya yang baru saja kembali dari Bali bulan lalu, mengirimkan foto rujak pindang yang dicobanya disalah satu resto disana.  Ketika saya berkunjung ke Bali minggu lalu, makanan ini salah satu target utama kuliner yang harus dicoba. Saya sudah membuat list makanan lokal yang hendak dijajal selama stay di Bali, diantaranya adalah ayam betutu, sate lilit, dan rujak pindang, makanan diluar itu saya anggap sebagai bonus. Saya mencari infonya di Trip Advisor dan menemukan resto Warung Men Runtu, jalan Sekuta No.32 C, Sanur. Jaraknya cukup dekat dari hotel, bisa dijangkau dengan motor atau dengan taksi online hanya sekitar 25 ribu rupiah saja.

Rujak pindang Bali berupa irisan rujak buah-buahan seperti mangga mengkal, pepaya mengkal, jambu biji, jambu air, nanas dan bengkuang yang diguyur dengan kuah pindang ikan. Menurut Mbak Fina, cita rasanya sama sekali tidak amis. Saya percaya dengan teman saya ini, karena dia termasuk picky eater dan akan menolak mentah-mentah  jika ada sedikit aroma atau rasa yang kuat pada makanan. Ketika makanan ini saya ajukan ke Lily, teman saya selama berlibur di Bali, dia agak sedikit skeptis dengan cita rasa makanan bernama rujak pindang. "Ah apa nggak amis itu Ndang, soalnya kan dia pakai kuah pindang dari rebusan ikan?" komentarnya ragu. Bagi saya si penyuka ikan dan seafood, sedikit rasa amis pada makanan berbahan dasar ikan masih bisa diterima oleh lidah, asalkan tidak keterlaluan. Menurut saya rasa kuah rujak pindang ini masih bisa diterima dengan indra pencecap.


Berburu Kuliner Lokal di Bali Part 2 JTT
Bulung boni kuah pindang


31 Oktober 2019

Berburu Kuliner Lokal di Bali (Part 1)


Berburu Kuliner Lokal di Bali (Part 1) JTT
Pantai Sanur

Mencicipi makanan dan masakan lokal khas Bali menjadi tujuan utama saya saat berwisata kesana Minggu lalu. Masakan Bali memiliki cita rasa unik, dan walaupun memiliki benang merah yang sama dengan  kuliner Jawa, tetap memiliki ciri khas tersendiri. Bumbu genep atau bumbu lengkap adalah salah satu bumbu wajib masakan Bali, bahkan mungkin hampir semua jenis masakannya menggunakan bumbu ini. Bumbu genep terdiri dari cabai, bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, lengkuas, serai, daun salam, daun jeruk, ketumbar, merica, kencur dan terasi. Dua rempah yang saya sebutkan terakhir sering disebut-sebut menjadi ciri khas masakan Bali yang membedakannya dengan masakan Jawa pada umumnya. 

Perburuan makanan lokal Bali dimulai dari Warung Mak Beng yang terletak di Jalan Hang Tuah no. 45, Sanur. Resto ini memiliki banyak cabang yang tersebar di beberapa tempat di Pulau Dewata, hanya saja yang dijalan Hang Tuah jaraknya cukup dekat dengan hotel. Hari itu saya berjalan sendiri ke resto, kalau dilihat di Waze jaraknya hanya sekitar 1,5 km dari Pantai Sindhu. Hotel kami menginap berada di jalan Pasar Sindhu, dan karena sudah diwanti-wanti Lily, host sekaligus teman yang menenami saya selama berlibur di Bali, jika resto ini selalu ramai dan antriannya super panjang, saya berjalan kesana sejak jam 9 pagi! Seperti biasa, begitu keluar hotel wajah sudah digampar dengan hembusan angin panas dan teriknya sinar matahari. Di Bali, jika menghitamkan diri bukanlah yang anda cari maka kudu wajib menggunakan sun block dengan SPF yang agak tinggi, cukup beberapa hari disana kulit wajah menghitam signifikan. Apesnya cuaca panas yang melanda bagian Indonesia beberapa waktu belakangan ini seakan mencapai puncaknya kala saya berlibur di Bali minggu lalu.


Berburu Kuliner Lokal di Bali (Part 1) JTT
Sepanjang jalan di Pantai Sanur


30 Oktober 2019

Berburu Oleh-Oleh di Bali (Part 2)


Berburu Oleh-Oleh di Bali  JTT
Sindhu Beach, Sanur, Bali

Melanjutkan cerita tentang saya berburu oleh-oleh khas Bali, bagian pertamanya bisa di lihat pada link postingan disini. Di Pasar Badung yang modern, rapi dan bersih ini saya membeli kacang tanah goreng, kacang koro, kacang tanah kulit panggang dan sebuah mangkok kayu kecil. Saya dan teman saya, Lily, kemudian berjalan menuju Pasar Kumbasari yang terletak di sebelah Pasar Badung. Pasar Kumbasari hanya terdiri dari dua lantai. Begitu masuk kami langsung naik ke lantai satu, lantai dasar dipenuhi dengan pedagang makanan dan kios-kios yang kurang menarik. Begitu tiba dilantai pertama, mata saya langsung dimanjakan dengan sebuah toko keramik dan kerajinan tangan kayu dan anyaman. Toko ini terdiri dari dua bagian, sisi kiri dan kanan yang dipisahkan oleh gang kecil. Sisi sebelah kanan didominasi dengan rak peralatan makan dari keramik seperti piring, mug, teko, tapi terdapat pula mangkuk dari batok kelapa yang cantik.


Berburu Oleh-Oleh di Bali  JTT
Kumbasari Market, Denpasar, Bali


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...