08 May 2012

Membuat Granola Bars: The power of food!


Ngemil, kegiatan yang paling sulit saya hindari di sela jam makan berat berikutnya tiba. Entah kenapa, tidak afdol rasanya jika bekerja di belakang meja dan laptop tanpa disertai dengan kunyahan di mulut. Apapun itu yang dikunyah. Dasarnya orang Indonesia, camilan yang paling disukai pasti yang berbentuk kering, garing, renyah dan menimbulkan suara kriuk yang meriah kala bersentuhan dengan gigi. Kerupuk, keripik, kacang garing, rempeyek atau makanan kecil lain yang gurih dan banyak, banyak mengandung MSG. Hmm, sebenarnya ini tidak baik tapi sulit merubah kebiasaan sejak lahir, upppsss maksud saya sejak tumbuh gigi. ^_^


Cara menanggulangi kebiasaan ngemil paling mudah adalah dengan jangan menyediakan makanan kecil apapun di rumah termasuk mie instan. Karena pengalaman sebagai anak kos, mie instan bisa berubah menjadi camilan juga. Mie kering dalam bungkusnya tinggal di hancurkan dan bumbu pun ditaburkan ke dalamnya. Trala, jadilah snack teman nonton tivi yang pas. Taktik lainnya adalah dengan hanya menyediakan bahan mentah di rumah sehingga memerlukan perjuangan untuk mengubahnya menjadi makanan layak kudap. Tapi olala dasarnya memang bawaan ngemil, bahkan kentang yang diam manis tergolek di bawah meja dapur pun bisa menjadi camilan dalam sekejap. Tinggal kupas, potong dan rendam di air garam, goreng sebentar dan dalam waktu 10 menit saya telah memiliki semangkuk kentang goreng yang yummy untuk dicocol dengan saus. Mengerikan memang! ^_^



Okeh dari pada putus asa lebih baik berusaha. Nah, sekarang saya mencoba 'sedikit' bersahabat dengan nafsu duniawi yang satu ini dengan mencoba mengemil sesuatu yang lebih sehat. Really? Contohnya? Hmm, wortel mentah? Ketimun? Apel? Tomat? Sehari dua hari semangat masih menggebu. Seminggu? Gak kuat! Eits bagaimana jika granola bars? Sebatang kue ini kaya akan gizi dan serat karena terbuat dari oatmeal, buah kering, kacang-kacangan dan biji-bijian. Praktis buat sarapan, pas untuk dikunyah di sela jam makan. Rasanya? Percayalah, it's truly so yummy! Jadi, apakah anda siap untuk makanan super power ini? Yuk lanjut.


Melongok sebentar ke Wikipedia (I love Wikipedia very much!), granola adalah makanan yang disajikan saat makan pagi atau sebagai makanan kecil yang terkenal di Amerika Utara. Makanan ini terbuat dari oatmeal, kacang-kacangan, madu, dan terkadang beras yang telah di panggang hingga crispy seperti pop corn. Biasanya granola di panggang hingga renyah dan selama proses pemanggangan campuran ini di aduk agar masing-masing bahan tetap tercerai berai. Buah-buahan kering seperti kurma dan kismis terkadang juga ditambahkan ke dalamnya. Selain untuk sarapan, kerap kali granola dimanfaatkan sebagai bekal bagi mereka yang sedang hiking, camping atau melakukan perjalanan jauh lainnya. Untuk mempermudah saat membawanya maka granola lantas dibentuk menjadi batangan-batangan yang padat. Ini disebut dengan granola bars. Granola bars pertama kali ditemukan oleh Stanley Mason dan menjadi makanan populer di US, Kanada, sebagian negara Eropa, Brazil, Afrika Selatan dan Jepang. Akhir-akhir ini makanan ini juga mulai merambah ke India dan Asia Tenggara. 


Sebenarnya proses pembuatannya sangat mudah, bahan-bahan yang digunakan juga bervariasi tergantung dari persediaan yang anda miliki di rumah. Anda bisa mengikuti bahan seperti yang saya buat atau menggunakan kreatifitas anda sendiri, hanya saja lebih baik gunakan bahan yang tidak melenceng dari tujuan awal yaitu snack sehat. Anda bisa menggunakan oatmeal, tepung gandum utuh; kurma, kismis, cranberry, apricot, prune dan buah-buah kering lainnya; kacang-kacangan sehat seperti almond atau kacang Brazil; biji-bijian seperti wijen sangrai, biji bunga matahari, biji labu. Lantas dimana saya membeli semua bahan-bahan tersebut? Supermarket besar seperti Carefour banyak menjual buah kering, kacang-kacangan dan biji-bijian yang saya maksud. Harganya memang tidak bisa dibilang murah namun jika anda bandingkan antara membuatnya sendiri dengan membeli snack sehat sejenis yang tinggal 'lep' maka membuatnya sendiri jauh lebih murah. 


Kendala terbesar membuat granola bars adalah masalah kue hancur saat akan dipotong menjadi potongan kecil. Terus terang saya mengalami masalah tersebut dan satu loyang kue berakhir menyedihkan. Saya harus menyantapnya dengan menggunakan sendok. Satu loyang lainnya selamat karena saya masukkan ke dalam kulkas selama semalam, keesokan harinya kue pun sukses dipotong dengan mudah menjadi batang-batang granola yang ringkas untuk dibawa. Tips lainnya untuk menghindari retak pada kue adalah jangan memotongnya menjadi potongan yang terlalu kecil dan gunakan potongan buah kering atau kacang-kacangan dalam ukuran yang kecil. 

Tertarik untuk mencobanya? Berikut step by step proses pembuatannya ya.


Granola Bars
Resep diadaptasikan dari web Smitten Kitchen - Thick, Chewy Granola Bars yang diadaptasikan dari web  King Arthur Flour - Chewy Granola Bars 

Untuk 2 loyang granola bars menggunakan loyang 20 x 20 cm. 

Bahan:
- 130 gram oatmeal instan
- 30 gram tepung oatmeal (haluskan oatmeal menggunakan blender)
- 300 gram campuran kacang-kacangan, biji-bijian dan buah kering (saya menggunakan biji bunga matahari, biji labu (kwaci), cranberry kering dan apricot kering)
- 70 gram selai kacang (peanut butter)
- 80 gram minyak zaitun atau minyak goreng atau mentega/margarine cair
- 1/2 sendok teh garam
- 150 ml madu
- 2 sendok makan gula pasir
- 1 sendok makan air

Cara membuat:
Siapkan oven, panaskan di suhu 180'C. Letakkan loyang di tengah rak. Siapkan 2 buah loyang masing-masing dengan ukuran 20 x 20 cm. Alasi loyang dengan kertas minyak dan oles bagian sisi-sisinya dengan mentega. Sisihkan.



Siapkan mangkuk, masukkan oatmeal, tepung oatmeal, campuran buah kering dan biji-bijian atau kacang jika ada, aduk rata. Sisihkan.

Note: Jika anda menggunakan apricot atau kurma, potong-potong menjadi ukuran kecil. Semakin kecil ukuran semakin baik dan membuat granola bars mudah dipadatkan dan tidak terlalu rapuh.

 

Siapkan mangkuk kecil lainnya, masukkan minyak zaitun, selai kacang, madu, gula, garam dan air, aduk rata hingga menjadi larutan yang smooth. Tuangkan larutan minyak madu ke atas bahan kering, aduk menggunakan spatula hingga tercampur baik dan menjadi adonan yang lembab. 


Bagi adonan menjadi dua bagian, tuangkan 1/2 bagian adonan ke loyang. Ratakan dan tekan-tekan adonan hingga menjadi sangat padat. Proses ini sangat penting agar granola menjadi padat dan tidak buyar saat dipotong. Saya menggunakan punggung gelas cup pengukur untuk menekan adonan agar padat, anda bisa menggunakan punggung sendok atau telapak tangan, pukul-pukulkan perlahan di permukaan adonan.

Lakukan pada sisa adonan lainnya menggunakan loyang yang lain. Jika adonan telah padat masukkan loyang berisi adonan ke dalam oven dan panggang selama 25 - 30 menit atau hingga permukaan granola bars mulai berwarna kecoklatan. Keluarkan dan dinginkan. 

Masukkan granola bars ke dalam kulkas selama semalam agar kue benar-benar keras dan mudah dipotong. 


Siapkan meja datar atau talenan, balikkan loyang. Buang kertas di dasar kue dan potong-potong kue menggunakan pisau yang benar-benar tajam. Ukurannya sesuai keinginan anda. Untuk menghindari kue hancur jangan potong dengan ukuran yang terlalu kecil, semakin besar semakin baik. Bungkus masing-masing kue dengan plastik dan simpan di kulkas. 

Granola bars siap menemani santap pagi anda, sebagai bekal di jalan atau.... hanya sekedar camilan iseng seperti yang saat ini saya lakukan. Sambil blogging dan browsing mulut saya tak henti-hentinya mengunyah kue yang laziz ini. ^_^

Selamat mencoba!  

Sources:
Web Smitten Kitchen - Thick, Chewy Granola Bars yang diadaptasikan dari web  King Arthur Flour - Chewy Granola Bars
Wikipedia - Granola

6 comments:

  1. ini kue sehat yang untuk membuatnya membuat saya malas duluan, lah di oven coba kalau dikukus :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, sayang sekali ini gak bisa dikukus karena semua bahannya bisa melempem. Thanks ya ^_^

      Delete
  2. aduh mbaaaaa makasi dah mosting iniii. aq bner2 ngiler sama iniii, ini sejenis nogat kan ya? mirip banget sama soyjoy. ini bahan perekatnya cuma madu sama minyak aja ya mba? bisa lengket juga ya ternyata gak pake telor..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yep, mirip sama soyjoy Mba. Nggak pake telor, pakai madu, mintak dan guka pasir. Saya masih ada satu resep lagi mba Anita yang kayanya lebih keras hasilnya, yang ini mudah rapuh. Nanti saya coba dulu ya.

      Delete
  3. Mba Endang, aku udah bikin granolanya. Rasanya mirip2 sama Soyjoy hehe.... Lumayan buat diet dan ganjel perut kalo kelpaeran. Mba aku punya koq teksturnya agak2 alot dan gak crunchy, apa emang begitu ya? yg bener tuh agak2 alot atau garing kriuk2 gitu... Soalnya aku panggangnya udah lmyn lama dan atasnya udah warna coklat n kering. Abis itu ikutin resep ditaro di kulkas semaleman. Gmn mba?
    Salam Juliet

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Non, yep memang teksturnya nggak crunchy, yang agak kering dan garing hanya biji-bijiannya sedangkan lainnya nggak garing ya. Memang seperti itu karena kandungan madu dan penut butter membuat granola lembab dan gak garing. Yep, dimasukkan ke kulkas, ini karena granola yang saya buat susah untuk keras dan kompak, ketika di potong hancur, makanya saya masukkan ke kulkas semalaman supaya keras dan mudah dipotong.

      Delete

Heloooo! Terima kasih telah berkunjung di Just Try & Taste dan meluangkan waktu anda untuk menulis sepatah dua patah kata. Walau terkadang saya tidak selalu bisa membalas setiap komentar yang datang, namun saya senang sekali bisa menerima dan membacanya.

Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen anda dalam mencoba resep-resep yang saya tampilan. Semua komentar baik di posting lama maupun baru sangat saya nantikan. ^_^

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan di artikel karena saya menggunakan setting moderasi, namun jangan khawatir, begitu saya kembali ke laptop maka hal utama yang saya lakukan adalah mengecek dan mempublish komentar anda.

Saya berusaha memberikan yang terbaik untuk membalas komentar, pertanyaan maupun sharing yang anda berikan. Walaupun saya sama sekali bukan ahli dibidang ini namun saya akan berusaha untuk mencari alternatif solusi berdasarkan pengalaman pribadi maupun dari sumber lainnya untuk menjawab pertanyaan yang masuk. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ternyata saran atau solusi yang saya berikan justru membuat eksperimen anda menjadi gagal.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try & Taste. Untuk mengajukan pertanyaan dan komentar, anda juga bisa langsung email ke saya di justtryandtaste@gmail.com

Saya tunggu komentar, feedback, email dan sharing anda ya. Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Salam sukses!!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...