02 May 2012

Sambal Berambang Asem dan Daun Ubi Jalar: Nostalgia tentang Simbah


Daun ubi jalar rebus yang dicocol dengan sambal berambang asem? Hmm, setiap kali saya teringat dengan menu  satu ini maka air liur saya kontan menetes dan pikiran saya langsung melayang ke Paron, kampung halaman, dan almarhum Kakek saya. Makanan ini sangat sederhana namun mampu membangkitkan nafsu makan, terutama bagi para penggemar rerumputan hijau dan sambal pedas seperti saya. Kakek saya, dari pihak Bapak, kami memanggilnya dengan Mbah Lanang, selalu memesan untuk dimasakkan masakan ini semasa hidupnya. Disantap dengan nasi panas segunung dan ditemani dengan tempe atau tahu goreng dan ikan peda bakar, maka jangan berharap program diet anda akan sukses. Karena nasi sepiring tidak akan pernah, tidak akan pernah cukup untuk menghargai kelezatannya. Bagi saya tentunya. ^_^



Daun ubi jalar yang harganya murah meriah di Paron, bahkan cenderung tidak dihargai sama sekali, ketika dikukus atau dimasak memiliki tekstur mirip seperti kangkung. Slimy, alias licin sedikit berlendir. Karena itu ketepatan waktu saat memasaknya memegang peranan penting. Terlalu lama memasaknya walau sedikit saja maka si daun akan lembek, sangat berlendir dan sama sekali tidak layak santap. Selain dikukus atau direbus dan disantap dengan sambal, daun ini juga lezat untuk dimasak sayur asam ala Jawa bersama dengan tauge kedelai dan krai, yang ini adalah buah sejenis ketimun yang banyak diperjual belikan di Jawa, berwarna hijau gelap dengan motif garis-garis dipermukaan kulitnya. Krai yang lebih keras teksturnya dibandingkan ketimun, memang umumnya dikonsumsi dengan cara dikukus atau di olah menjadi salah satu bahan sayuran. 


Daun ubi jalar (Ipomoea batatas), memiliki kandungan lemak dan kolesterol yang sangat rendah. Daun ini merupakan sumber yang baik untuk protein, kalsium, niasin, dan besi. Selain itu, daun ubi jalar kaya akan serat makanan, vitamin A, vitamin C, thiamin, riboflavin, vitamin B6, folat, magnesium, fosfor, potasium, dan mangan. Kandungan proteinnya ini  mampu membantu untuk mengurangi kasus kekurangan gizi di beberapa daerah, selain itu daun ini juga dimanfaatkan untuk mengobati penyakit asma, akibat gigitan serangga, luka bakar, katarak, diare, demam, mual-mual, gangguan lambung dan bahkan tumor. Manfaat tambahan lainnya, daun ubi jalar juga digunakan untuk pengobatan anemia dan penyakit yang berhubungan dengan gejala kekurangan darah sejenisnya. Dengan segudang manfaat daun ubi jalar, sayang rasanya jika kita tidak mencoba untuk memasukkannya ke dalam salah satu sayuran yang layak untuk dikonsumsi di rumah. Bagi saya sendiri, setelah menyantap daun-daun hijau yang kaya gizi, mineral dan antioksidan ini, maka tidak ada lagi yang namanya sembelit. Urusan ke belakang menjadi lancar dan tuntas. ^_^


Walaupun lezat diolah menjadi sayuran atau tumis, namun mengukus dan mencocolnya ke sambal berambang asem yang terasa pedas, asam, manis dan asin ini menurut saya paling mantap untuk menikmati si daun. Bumbu sambal ala Nenek saya ini sangat sederhana namun lezatnya luar biasa. Namun saran saya, setelah menyantapnya sikat gigi anda segera karena aroma bawang merah (berambang) mentah di sambal mungkin akan cukup menganggu lawan bicara anda. Yuk kita lihat resepnya.


Sambal Berambang Asem dan Daun Ubi Jalar
Resep diadaptasikan dari alm. Nenek saya

Bahan:
- 2 ikat daun ubi jalar

Bahan & bumbu sambal berambang asem:
- 5 butir bawang merah
- 2 sendok makan asam Jawa, rendam dengan 5 sendok makan air panas. Remas-remas hingga kental
- 3 butir cabai merah keriting
- 5 butir cabai rawit (ganti dengan cabai merah keriting jika tidak ingin pedas)
- 2  sendok teh terasi yang telah dibakar
- 2 1/2 sendok makan gula pasir
- 1/4 sendok teh kaldu bubuk
- 1/4 sendok teh garam (skip jika sambal telah terasa asin dari terasi dan kaldu bubuk)

Cara membuat: 
Siangi daun ubi jalar, ambil bagian daun dan pucuk muda, buang batang yang keras. Cuci bersih dan kukus sebentar saja. Daun ubi jalar mudah lunak seperti kangkung dan bayam, jadi hati-hati saat memasaknya.

Tidak memakan waktu lama, cukup 5  menit dalam air mendidih untuk membuatnya lunak. Tiriskan dan siram daun dengan air dingin agar panas air rebusan tidak membuat daun semakin lunak. Peras kuat-kuat.

Membuat sambal:


Haluskan semua bahan, kecuali asam Jawa dan garam. Tuangkan air asam dan aduk rata. Cicipi rasanya jika kurang asin tambahkan garam. Sambal ini harus terasa asam, asin dan manis. 

Nah sekarang anda tinggal menyantapnya. Bisa dengan langsung mencocolnya begitu saja ke sambal dan menikmatinya dengan nasi panas atau ingin cara penyajian yang lebih menarik seperti yang saya lakukan? 


Gulung daun dengan sushi mat (bambu penggulung sushi) yang telah dialasi dengan selembar plastik. Peras kuat-kuat hingga daun membentuk satu gulungan panjang yang padat. Potong-potong daun dan sajikan dengan sambalnya. Mantap.


Dan jika mulut anda terbakar sensasi pedas maka dinginkan dengan potongan melon yang segar. Its truly so yummy! ^_^

Sources:

18 comments:

  1. ini benar2 makanan penggugah selera, mamaku sering buatin buat aku...hmmmmmm mantafffff

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yep, gak pernah bosan dan gagal membangkitkan selera heheh. Sama dong!!! ^_^

      Delete
  2. 1 bulan terakhir ini, aku mencoba makan daun ubi, awalnya aneh lama kelamaan enak juga, seperti daun kangkung. biasanya oleh ibu, daun ubi direbus dan kami memakannya dengan sambal bawang putih plus cabe merah, enak banget. makasih mbak utk infonya bahwa ternyata daun ubi berkhasiat bagi penderita asma dan anemia (yg memang aku derita). ibu menghidangkan daun ubi berawal dari cerita tetangga yg mengatakan daun ubi ini ampuh utk menurunkan kolesterol dan darah tinggi. tks mbak u resepnya, boleh nih sesekali dicoba, hehe. -Ona-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Ona, thanks atas komentar dan sharingnya ya, hehehe wah boleh jugak tuh sambal bawangnya. Pasti sedap. saya soalnya penggemar sambal bawang tingkat tinggi heheehe.

      Delete
  3. haii

    selamat ya mba kamu pemenang voucher dari kontes blog pasang peta streetdirectory...

    Semangat berbagi
    tebar Inspirasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mas Adang, salam kenal dan thanks atas komentarnya. Iya nih, seneng banget jadi pemenang pasang peta streetdirectory. Sering-sering saja nih ada lomba buat blogger seperti ini, jadi semangat ngeblog hehehe. Sukses selalu!

      Delete
    2. Salam Kenal juga... oh ya salam kenal ... saya follow ya... hMmm,,mantap kayaknya kalau kekantor sekalian ambil hadiah vouchernya, bawa sambal brambang asem..hehehe

      Oh ya, kapan rencana ngambilnya mba? jangan lupa kontak dulu no yang tertera di email ya.

      Delete
    3. Halo Mas Adang, hehehhe saya sudah ambil hadiahnya kok hari ini. Ketemu sama Mba Rosrita. Thanks ya! Sukses untuk streetdirectory dan semoga event bagi2 hadiahnya makin seru ^_^

      Delete
    4. Oke...Mba,..event perode 2 sudah ada.. kayaknya ini cocok banget asma mba..

      berkunjung dan di tunggu partisipasinya..

      Delete
    5. Mantap! Thanks Mas Adang, moga saya bisa ikut berpartisipasi.

      Delete
  4. duuuhhh....emang deh brambang asem nggak ada matinya. Kalo mudik ke Solo saya juga nyari brambang asem plus gembus bacem sebagai pendamping. Ya ampun mb Endang, saya langsung ngeces beneran. Di Ciledug saya belum ketemu daun ubi nih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Rina, hahahah iya neh ini sambal mantap banget, sayang memang daun ubi jalar susah bener nyarinya di jakarta. Ini juga kadang2 ada di supermarket tapi sering2 ya gak ada hehee. Waduh gembus bacemnya gak nahan mbaaaaa... ngeces juga.

      Delete
  5. dulu dikampung ini juga jd memu favorit mba, mantaplah pokoknya, tapi mungkin krn terlalu pedes (plus asemnya) atau kebanyakan makan jadinya bolak ballik kebelakang hehe,
    huhuhu pengen makan ini tapi disini susah nyari daun ubinya

    ReplyDelete
  6. o iya mba tambahan biasanya kalo ibu brambangnya dibakar juga jadi ga terlalu menyolok

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaak, iya Mba Eko, berambangnya di bakar dulu lebih mantapppppp. Hadeuuhhh lain kali saya bakar deh, makan pakai daun kangkung saja kalau daun ubinya susah di cari. Thanks ya Mba atas sharingnya. Sukses selalu.

      Delete
  7. I'm really inspired along with your writing talents as neatly as with the structure on your weblog. Is that this a paid subject or did you customize it yourself? Either way stay up the excellent quality writing, it's uncommon to see a nice weblog like this one these days..
    my site - last minute bungalow

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi, thanks for your comment on this blog. Well, I customize this blog by myself using all creativity that I have and wrote everything that cross in my mind, hope the readers not get bored with my stories. Thanks again and nice to know u.

      Delete
  8. cocok......, tambahan nih untuk daun ubi jalar cilembu dijamin paling ciamik,tidak ada bau 'langu' seperti ketela jenis lainnya (empuk dan gurih),karena cilembu jauh, anda bisa beli umbinya dan ditanam dipekarangan,susah berumbi karena bukan daerah endemiknya tapi daunnya subuuur......,kalau gak dapet ambil dipekarangan saya di tuban gratisss

    ReplyDelete

Heloooo! Terima kasih telah berkunjung di Just Try & Taste dan meluangkan waktu anda untuk menulis sepatah dua patah kata. Walau terkadang saya tidak selalu bisa membalas setiap komentar yang datang, namun saya senang sekali bisa menerima dan membacanya.

Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen anda dalam mencoba resep-resep yang saya tampilan. Semua komentar baik di posting lama maupun baru sangat saya nantikan. ^_^

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan di artikel karena saya menggunakan setting moderasi, namun jangan khawatir, begitu saya kembali ke laptop maka hal utama yang saya lakukan adalah mengecek dan mempublish komentar anda.

Saya berusaha memberikan yang terbaik untuk membalas komentar, pertanyaan maupun sharing yang anda berikan. Walaupun saya sama sekali bukan ahli dibidang ini namun saya akan berusaha untuk mencari alternatif solusi berdasarkan pengalaman pribadi maupun dari sumber lainnya untuk menjawab pertanyaan yang masuk. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ternyata saran atau solusi yang saya berikan justru membuat eksperimen anda menjadi gagal.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try & Taste. Untuk mengajukan pertanyaan dan komentar, anda juga bisa langsung email ke saya di justtryandtaste@gmail.com

Saya tunggu komentar, feedback, email dan sharing anda ya. Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Salam sukses!!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...