Saya penggemar berat bit merah (beetroot), entah di jus, rebus, tumis, sup atau salad. Semua modifikasinya saya suka. Namun karena harganya yang mahal membuat saya terkadang jarang membelinya. Menurut saya makanan ini super lezat. Tidak heran, sering kali saya sulit mengerti ketika ada teman kantor yang memandang takjub melihat salad bit plus sayuran yang berwarna merah merona sebagai bekal makan siang saya di kantor. Atau tumis bit dengan aneka sayuran yang membuat Pak Wiyanto, salah satu Manajer di kantor saya berteriak ngeri dan langsung mencetuskan sumpah "Dibayar berapapun saya ogah memakannya"! Ada apa dengan mereka? Ini makanan yang sangat lezat. Yah oke, warnanya memang menyolok sekali semerah darah segar, tapi ini warna yang sangat cantik dan seringkali hanya dengan menatap warna merahnya membuat saya mengucap syukur dan kagum dengan Yang Maha Kuasa. Jadi selain berwarna indah, rasa yang lezat, si merah ini juga penuh dengan kandungan gizi. Apalagi yang kurang dan masih membuat anda enggan untuk mencoba menyantapnya? Oh ayolah!
Nah seminggu yang lalu, tiba-tiba harga bit di All Fresh, toko buah dan sayur langganan, jauh lebih murah di bandingkan supermarket lainnya. Hmm, saya bahkan hafal dengan harganya dan suka membandingkan antara supermarket satu dengan lainnya. Ukuran bit-nya pun relatif besar dan terlihat segar. Tanpa banyak tingkah saya pun langsung mengambil dua buah pack bit, masing-masing berisi sekitar 4 sampai dengan 5 umbi untuk terjun bebas ke keranjang belanja. Kali ini saya telah memiliki ide di kepala, umbi-umbi yang kekurangan penggemar ini akan saya ubah menjadi cake bit dan saya bawa ke kantor. Hmm, mungkin para tester di kantor akan lebih menghargainya setelah berubah menjadi cake yang yummy. Seperti biasa, nafsu besar tenaga kurang, ide yang menggebu-gebu tinggal ide saja. Si umbi pun bersemayam di kulkas hingga seminggu lamanya dan baru tadi malam saya teringat dengannya untuk mulai melakukan eksperimen di dapur. Cake bit pun tercipta disana.
Bit merah atau beetroot (Beta vulgaris) merupakan salah satu jenis tanaman beet yang banyak dibudidayakan di Amerika Utara, Amerika Tengah dan Inggris. Varian beet sangat banyak sekali dan masing-masing memiliki kegunaan yang berbeda-beda, antara lain sugar beet untuk kandungan gulanya, chard untuk daunnya atau beetroot untuk umbinya yang dikonsumsi sebagai sayuran. Beetroot atau disini kita kenal dengan bit merah karena sebenarnya varian beetroot lainnya ada yang berwarna kuning, memiliki kandungan pigmen betalain yang menyebabkan warna merah cenderung keunguan pada umbinya. Pigmen merah ini berbeda dengan pigmen pada tanaman merah lain seperti kol atau bayam yang memiliki kandungan pigmen anthocyanin. Pigmen lain yang terkandung di bit merah adalah indicaxanthin dan vulgaxanthins (pigmen kuning hingga jingga yang dikenal sebagai betaxanthins). Indicaxanthin telah terbukti merupakan sumber antioksidan yang super untuk perlindungan terhadap penyakit thalassemia, juga baik untuk mencegah kerusakan alpha-tocopherol (Vitamin E). Betacyanin di bit merah pada beberapa orang juga bisa menyebabkan urine mereka berwarna merah karena tidak sukses dicerna, gejala ini disebut dengan beeturia. Kondisi ini cukup membuat stress namun sebenarnya sama sekali tidak berbahaya dan akan pulih dengan sendirinya begitu pigmen ini keluar semua dari dalam tubuh.
Bit merah atau beetrot merupakan sumber yang kaya akan antioksidan dan nutrisi, termasuk magnesium, sodium, potassium, boron dan vitamin C, serta betaine, yang penting untuk kesehatan cardiovascular atau sistem sirkulasi di dalam tubuh dan mencegah penyakit jantung dan stroke. Selain itu jus bit merah telah teruji mampu menurunkan tekanan darah dan juga mencegah masalah-masalah di sistem sirkulasi tubuh.
Okeh, kembali ke cake bit. Cake ini sangat mudah dibuat, mengembang dengan cantiknya dengan tekstur yang lembut. Untuk membuatnya maka parut umbi menggunakan parutan rujak serut agar tetap memberikan tekstur pada cake. Saya menyerahkannya ke food processor untuk pekerjaan ini. Cepat, praktis dan tidak membuat tangan menjadi merah merona. Kali ini telur dan gula saya kocok dengan mikser hingga mengembang, pucat dan kental, semua bahan kemudian tinggal dimasukkan ke adonan dan aduk rata. Kali ini saya memanggangnya di oven namun jika anda bertanya apakah bisa dikukus, saya yakin cake ini bisa dikukus hanya saja kali ini saya tidak mencobanya. Agar menarik maka permukaan cake saya siram dengan larutan gula bubuk yang saya beri sedikit essens rhum. Rasanya? Hmm, cake ini lembut dan sama sekali tidak ada rasa bit di dalamnya. So yummy!
Yuk kita langsung ke TKP saja untuk menyelidikinya lebih lanjut. ^_^
Cake Bit - Beetroot Cake
Resep cake diadaptasikan dari web Food.com - "Don't Knock It Until You Try It" Beet Cake!!
Resep glaze hasil modifikasi sendiri
Untuk 1 loyang cake tulban diameter 23 cm
Bahan:
- 4 butir telur ayam, suhu ruang
- 350 gram gula pasir
- 250 ml minyak goreng (bisa diganti dengan mentega/margarine cair)
- 250 gram tepung terigu serba guna (misal Segitiga Biru)
- 1/2 sendok teh garam
- 1/2 sendok teh vanili bubuk atau 1 sendok teh vanili ekstrak
- 2 sendok teh baking powder (pastikan fresh, cek masa kedaluarsa, sebaiknya gunakan double acting baking powder, dan sendok ukur yang benar)
- 1/2 sendok teh baking soda
- 1 1/2 sendok teh kayu manis bubuk
- 5 buah bit berat + 400 gram, kupas dan serut kasar
- 200 gram kacang mete/walnut cincang (saya tidak pakai)
Bahan sugar glaze (larutan gula):
- 150 gram gula halus (proses gula pasir di blender hingga menjadi tepung)
- 3 -4 sendok makan susu cair
- 1/2 sendok makan mentega cair
- 1/2 sendok teh essense rhum
- 1/2 sendok teh vanila ekstrak (skip jika tidak ada)
Cara membuat:
Siapkan oven, set disuhu 175'C. Letakkan rak pemanggang di tengah oven. Siapkan loyang tulban diameter 23 cm. Anda bisa pakai loyang segi empat ukuran 23 x 23 cm. Olesi mentega dan taburi tepung pada permukaannya. Sisihkan.
Siapkan mangkuk, masukkan tepung terigu, garam, vanili bubuk, baking powder, baking soda dan kayu manis bubuk. Aduk rata atau ayak jadi satu.
Siapkan mangkuk mikser, masukkan telur dan gula ke dalamnya. Kocok dengan speed tinggi hingga putih, kental dan mengembang. Tambahkan minyak lanjutkan mengocok hingga minyak tercampur rata. Turunkan kecepatan mikser menjadi paling rendah. Tuangkan tepung terigu dalam 3 tahapan, teruskan kocok hingga terigu tercampur baik dengan adonan. Matikan mikser.
Tuangkan parutan bit, aduk menggunakan spatula hingga tercampur baik. Tuangkan adonan ke dalam loyang, ratakan permukaannya dan panggang selama 45 - 50 menit atau hingga cake matang. Test dengan tusuk lidi, jika tidak ada adonan yang menempel di lidi maka cake telah matang.
Keluarkan cake dari oven, biarkan sejenak agar uap panasnya menghilang. Balikkan cake di rak kawat. Kita akan menuangkan larutan gula di permukaannya.
Membuat glaze:
Tuangkan semua bahan di mangkuk, aduk rata dengan sendok hingga menjadi adonan yang smooth.
Letakkan rak kawat berisi cake diatas loyang datar, gunanya agar larutan gula yang menetes bisa mengalir ke loyang. Tuangkan larutan gula ke permukaan cake menggunakan sendok. Gunakan kreatifitas anda, tidak perlu dirapikan biarkan cairan gula mengalir sendiri untuk menghasilkan permukaan yang smooth.
Gula yang jatuh ke loyang bisa anda ambil lagi dan siramkan ke cake. Biarkan gula mendingin dan mengeras.
Nah sekarang potong-potong cake sesuai selera. Siap disantap. Masih tidak doyan dengan bit? Hmm, teman kantor saya bahkan tidak ada yang tahu jika bit yang saya masukkan ke dalam cake. Komentar mereka? Yah seperti biasa, enaaaakkkkk! ^_^
Sources:
Web Food.com - "Don't Knock It Until You Try It" Beet Cake!!
Wikipedia - Beetroot
Wikipedia - Beet
Wikipedia - Geosmin









0 komentar:
Post a Comment
Heloooo! Terima kasih telah berkunjung di Just Try & Taste dan meluangkan waktu anda untuk menulis sepatah dua patah kata. Walau terkadang saya tidak selalu bisa membalas setiap komentar yang datang, namun saya senang sekali bisa menerima dan membacanya.
Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen anda dalam mencoba resep-resep yang saya tampilan. Semua komentar baik di posting lama maupun baru sangat saya nantikan. ^_^
Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan di artikel karena saya menggunakan setting moderasi, namun jangan khawatir, begitu saya kembali ke laptop maka hal utama yang saya lakukan adalah mengecek dan mempublish komentar anda.
Saya berusaha memberikan yang terbaik untuk membalas komentar, pertanyaan maupun sharing yang anda berikan. Walaupun saya sama sekali bukan ahli dibidang ini namun saya akan berusaha untuk mencari alternatif solusi berdasarkan pengalaman pribadi maupun dari sumber lainnya untuk menjawab pertanyaan yang masuk. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ternyata saran atau solusi yang saya berikan justru membuat eksperimen anda menjadi gagal.
Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try & Taste. Untuk mengajukan pertanyaan dan komentar, anda juga bisa langsung email ke saya di justtryandtaste@gmail.com
Saya tunggu komentar, feedback, email dan sharing anda ya. Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^
Salam sukses!!