07 May 2012

Beetroot Cake - Jangan tolak sebelum anda mencicipinya!


Saya penggemar berat bit merah (beetroot), entah di jus, rebus, tumis, sup atau salad. Semua modifikasinya saya suka. Namun karena harganya yang mahal membuat saya terkadang jarang membelinya. Menurut saya makanan ini super lezat. Tidak heran, sering kali saya sulit mengerti ketika ada teman kantor yang memandang takjub melihat salad bit plus sayuran yang berwarna merah merona sebagai bekal makan siang saya di kantor. Atau tumis bit dengan aneka sayuran yang membuat Pak Wiyanto, salah satu Manajer di kantor saya berteriak ngeri dan langsung mencetuskan sumpah "Dibayar berapapun saya ogah memakannya"! Ada apa dengan mereka? Ini makanan yang sangat lezat. Yah oke, warnanya memang menyolok sekali semerah darah segar, tapi ini warna yang sangat cantik dan seringkali hanya dengan menatap warna merahnya membuat saya mengucap syukur dan kagum dengan Yang Maha Kuasa. Jadi selain berwarna indah, rasa yang lezat, si merah ini juga penuh dengan kandungan gizi. Apalagi yang kurang dan masih membuat anda enggan untuk mencoba menyantapnya? Oh ayolah!


Nah seminggu yang lalu, tiba-tiba harga bit di All Fresh, toko buah dan sayur langganan, jauh lebih murah di bandingkan supermarket lainnya. Hmm, saya bahkan hafal dengan harganya dan suka membandingkan antara supermarket satu dengan lainnya. Ukuran bit-nya pun relatif besar dan terlihat segar. Tanpa banyak tingkah saya pun langsung mengambil dua buah pack bit, masing-masing berisi sekitar 4 sampai dengan 5 umbi untuk terjun bebas ke keranjang belanja. Kali ini saya telah memiliki ide di kepala, umbi-umbi yang kekurangan penggemar ini akan saya ubah menjadi cake bit dan saya bawa ke kantor. Hmm, mungkin para tester di kantor akan lebih menghargainya  setelah berubah menjadi cake yang yummy. Seperti biasa, nafsu besar tenaga kurang, ide yang menggebu-gebu tinggal ide saja. Si umbi pun bersemayam di kulkas hingga seminggu lamanya dan baru tadi malam saya teringat dengannya untuk mulai melakukan eksperimen di dapur. Cake bit pun tercipta disana. 


Bit merah atau beetroot (Beta vulgaris) merupakan  salah satu jenis tanaman beet yang banyak dibudidayakan di Amerika Utara, Amerika Tengah dan Inggris. Varian beet sangat banyak sekali dan masing-masing memiliki kegunaan yang berbeda-beda, antara lain sugar beet untuk kandungan gulanya, chard untuk daunnya atau beetroot untuk umbinya yang dikonsumsi sebagai sayuran. Beetroot atau disini kita kenal dengan bit merah karena sebenarnya varian beetroot lainnya ada yang berwarna kuning, memiliki kandungan pigmen betalain yang menyebabkan warna merah cenderung keunguan pada umbinya. Pigmen merah ini berbeda dengan pigmen pada tanaman merah lain seperti kol atau bayam yang memiliki kandungan pigmen anthocyanin. Pigmen lain yang terkandung di bit merah adalah indicaxanthin dan vulgaxanthins (pigmen kuning hingga jingga yang dikenal sebagai betaxanthins). Indicaxanthin telah terbukti merupakan sumber antioksidan yang super untuk perlindungan terhadap penyakit thalassemia, juga baik untuk mencegah kerusakan alpha-tocopherol (Vitamin E). Betacyanin di bit merah pada beberapa orang juga bisa menyebabkan urine mereka berwarna merah karena tidak sukses dicerna, gejala ini disebut dengan beeturia. Kondisi ini cukup membuat stress namun sebenarnya sama sekali tidak berbahaya dan akan pulih dengan sendirinya begitu pigmen ini keluar semua dari dalam tubuh.


Bit merah atau beetrot merupakan sumber yang kaya akan antioksidan dan nutrisi, termasuk magnesium, sodium, potassium, boron dan vitamin C, serta betaine, yang penting untuk kesehatan cardiovascular atau sistem sirkulasi di dalam tubuh dan mencegah penyakit jantung dan stroke. Selain itu jus bit merah telah teruji mampu menurunkan tekanan darah dan juga mencegah masalah-masalah di sistem sirkulasi tubuh. 

Rasa umbi bit yang menurut beberapa orang terasa aneh seperti rasa tanah atau 'earthy taste' sebenarnya merupakan kerja geosmin. Geosmin biasa di terjemahkan sebagai earth smell merupakan gabungan material organik yang memberikan rasa dan aroma tanah seperti halnya saat hujan mengguyur permukaan bumi atau rasa lumpur di ikan bandeng dan lele. Pada bit sendiri, hingga saat ini para peneliti belum bisa membuktikan apakah rasa tanah ini dihasilkan sendiri oleh bit ataukah karena kerjasama mikrobia tanah yang hidup pada tanaman. Namun dengan program pemuliaan tanaman dan persilangan, beberapa kultivar bit mampu diturunkan kandungan geosmin-nya sehingga lebih bisa diterima oleh lidah konsumen.


Okeh, kembali ke cake bit. Cake ini sangat mudah dibuat, mengembang dengan cantiknya dengan tekstur yang lembut. Untuk membuatnya maka parut umbi menggunakan parutan rujak serut agar tetap memberikan tekstur pada cake. Saya menyerahkannya ke food processor untuk pekerjaan ini. Cepat, praktis dan tidak membuat tangan menjadi merah merona. Kali ini telur dan gula saya kocok dengan mikser hingga mengembang, pucat dan kental, semua bahan kemudian tinggal dimasukkan ke adonan dan aduk rata. Kali ini saya memanggangnya di oven namun jika anda bertanya apakah bisa dikukus, saya yakin cake ini bisa dikukus hanya saja kali ini saya tidak mencobanya. Agar menarik maka permukaan cake saya siram dengan larutan gula bubuk yang saya beri sedikit essens rhum. Rasanya? Hmm, cake ini lembut dan sama sekali tidak ada rasa bit di dalamnya. So yummy! 
Yuk kita langsung ke TKP saja untuk menyelidikinya lebih lanjut. ^_^ 


Cake Bit - Beetroot Cake
Resep cake diadaptasikan dari web Food.com - "Don't Knock It Until You Try It" Beet Cake!! 
Resep glaze hasil modifikasi sendiri

Untuk 1 loyang cake tulban diameter 23 cm

Bahan:
- 4 butir telur ayam, suhu ruang 
- 350 gram gula pasir 
- 250 ml minyak goreng (bisa diganti dengan mentega/margarine cair)
- 250 gram tepung terigu serba guna (misal Segitiga Biru)
- 1/2 sendok teh garam
- 1/2 sendok teh vanili bubuk atau 1 sendok teh vanili ekstrak
- 2 sendok teh baking powder (pastikan fresh, cek masa kedaluarsa, sebaiknya gunakan double acting baking powder, dan sendok ukur yang benar)
- 1/2 sendok teh baking soda
- 1 1/2 sendok teh kayu manis bubuk
-  5 buah bit berat + 400 gram, kupas dan serut kasar
- 200 gram kacang mete/walnut cincang (saya tidak pakai)

Bahan sugar glaze (larutan gula):
- 150 gram gula halus (proses gula pasir di blender hingga menjadi tepung)
- 3 -4 sendok makan susu cair
- 1/2 sendok makan mentega cair
- 1/2 sendok teh essense rhum
- 1/2 sendok teh vanila ekstrak (skip jika tidak ada) 

Cara membuat:
Siapkan oven, set disuhu 175'C. Letakkan rak pemanggang di tengah oven. Siapkan loyang tulban diameter 23 cm. Anda bisa pakai loyang segi empat ukuran 23 x 23 cm. Olesi mentega dan taburi tepung pada permukaannya. Sisihkan.


Siapkan mangkuk, masukkan tepung terigu, garam, vanili bubuk, baking powder, baking soda dan kayu manis bubuk. Aduk rata atau ayak jadi satu.

Siapkan mangkuk mikser, masukkan telur dan gula ke dalamnya. Kocok dengan speed tinggi hingga putih, kental dan mengembang. Tambahkan minyak lanjutkan mengocok hingga minyak tercampur rata. Turunkan kecepatan mikser menjadi paling rendah. Tuangkan tepung terigu dalam 3 tahapan, teruskan kocok hingga terigu tercampur baik dengan adonan. Matikan mikser. 


Tuangkan parutan bit, aduk menggunakan spatula hingga tercampur baik. Tuangkan adonan ke dalam loyang, ratakan permukaannya dan panggang selama 45 - 50 menit atau hingga cake matang. Test dengan tusuk lidi, jika tidak ada adonan yang menempel di lidi maka cake telah matang. 

Keluarkan cake dari oven, biarkan sejenak agar uap panasnya menghilang. Balikkan cake di rak kawat. Kita akan menuangkan larutan gula di permukaannya. 

Membuat glaze:


Tuangkan semua bahan di mangkuk, aduk rata dengan sendok hingga menjadi adonan yang smooth. 

Letakkan rak kawat berisi cake diatas loyang datar,  gunanya agar larutan gula yang menetes bisa mengalir ke loyang. Tuangkan larutan gula ke permukaan cake menggunakan sendok. Gunakan kreatifitas anda, tidak perlu dirapikan biarkan cairan gula mengalir sendiri untuk menghasilkan permukaan yang smooth. 


Gula yang jatuh ke loyang bisa anda ambil lagi dan siramkan ke cake. Biarkan gula mendingin dan mengeras.  

Nah sekarang potong-potong cake sesuai selera. Siap disantap. Masih tidak doyan dengan bit? Hmm, teman kantor saya bahkan tidak ada yang tahu jika bit yang saya masukkan ke dalam cake. Komentar mereka? Yah seperti biasa, enaaaakkkkk! ^_^  

Sources:
Wikipedia - Beetroot
Wikipedia - Beet
Wikipedia - Geosmin

4 comments:

  1. Saya sangat senang menemukan blog ini. Banyak sekali resep yang membuat hati saya bergejolak ingin segera mempraktekkannya 1 per 1.

    Kemarin saya telah membuat Beetroot Cake ini. cake saya ini kering di permukaan atasnya, sehingga agak remah saat dipong tetapi tidak hancur. nyamnyam, kata mama saya rasanya sangat enak.. Tetapi sedikit terlalu manis (sedikit saja). makanya saya tidak membuat glaze nya. Saya pikir mungkin karena bit yg sy gunakan hanya 1/4 dari resep yaitu hanya 100 gram beet yg saya serut. bagaimana menurut mbak?
    selain itu, saya menambahkan 1 sdt cocoa bubuk. Keju dan choco chip juga saya cemplungkan (sisa bikin kue lebaran kemarin :D). saya tidak memasukkan kayu manis dan kacang seperti pada resep. namun rasanya tetap enak tetapi kurang harum..
    saat mengeluarkan kue dari loyang begitu sulit karena bagian bawah kue menempel di loyang walau sudah diberi olesan mentega, itu karena saya malas membeli kertas baking untuk alasnya dan menjadikan bagian bawah kue saya tidak mulus (saya menyesal sekali T_T), sepertinya saya harus menyetok kertas baking ini ya.. haghag..

    yang ingin saya tanyakan:
    1. apakah saya dapat memberi essens coklat pada kue saya (mengingat saya memasukkan cocoa bubuk dan membuat tampilan kue menjadi coklatttt dan saya memang suka sekali dengan coklat :D ) ? Lalu, kira2 seberapa banyak essens coklat yg harus saya tambahkan pada resep ini?

    2. saat memanggangnya saya menggunakan loyang ukuran 19 x 20 x 4 cm (baru saja saya ukur dengan metline.sepertinya ukurannya ganjil ya.wkwkwk) karena hanya ada loyang itu dirumah..haghag, namun saat pemanggangan adonan meluber dari satu sudut loyang. Berapakah ukuran loyang persegi yang dapat anda sarankan untuk resep ini? dan apakah itu tanda bahwa panas oven tidak merata? (karena meluber hanya pada 1 sudut loyang). maklum saja saya memakai oven dg kompor gas tanpa pengatur suhu dan api atas.

    3. di resep tertulis 2 sdt baking powder dan 1/2 sdt baking soda. namun saya memasukkan 2,5 sdt baking powder kedalam adonan, apa itu juga yang membuat kue saya terlalu mengembang? sebenarnya apa beda baking powder dengan baking soda? karena penggunaanya dengan takaran terpisah (tidak baking powder saja atau baking soda saja).

    4. jika saya menggunakan BPDA, berapa banyaknya untuk 1 resep ini? dan apa boleh baking soda di skip sj dari resep?

    5. mana yang lebih baik dalam urusan kualitas mengembang baking powder biasa dengan BP double acting? dan mana yg lebih baik digunakan dalam resep kue ini?

    6. oiya,, apa fungsi dari pasta coklat ya mbak? saya pernah baca resep dengan pasta coklat namun hanya sedikit saja penggunaanya (mungkin 1 sdt). apakah hanya membuat harum coklat atau juga menambah citarasa semakin cookklluuttt? atau alasan lain? hehehe..

    wahh... sepertinya pertanyaan saya begitu banyak ya mbak.. saya senang dapat berbagi pengalaman disini.. atas segala bentuk perhatiannya saya ucapkan terimakasih.. :D

    Salam,
    Dea-Klaten

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mab Dea, salam kenal juga ya dan thanks sharingnya disini. Berikut jawban saya:
      1. Cake memang teksturnya cenderung remah, kalau mau dikurangi bit nya oke2 saja. gula kurangi saja kalau terlalu manis.
      2. silahkan tambahkan esen coklat, gak masalah., rasanya tentu saja lebih coklat ya, 1/2 sd 1 sdt syaa rasa cukup.
      3. pakai loyang 23 x 23 cm X 10 cm, lebih atau kurang dikit gak papa
      4. baking soda bisa diganti dengan baking powder, kurangi takaranya karena baking powder lebih kembang. untuk tahu bedanya cek di postinga ini ya: http://www.justtryandtaste.com/2011/06/mengenal-baking-powder-baking-soda.html

      5. sama cek di link ini: http://www.justtryandtaste.com/2011/06/mengenal-baking-powder-baking-soda.html
      6. pasta coklat membuat taste kue lebih kuat coklatnya, dan warna lebih gelap. tidak ada alasan lain, tidak mempangaruhi tekstur kue.

      sukses ya! salam.

      Delete
  2. mba aku mau tanya...
    klo cakenya dikukus bisakah??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Linda, saya belum pernah coba hanya saja menurut saya bisa ya.

      Delete

Heloooo! Terima kasih telah berkunjung di Just Try & Taste dan meluangkan waktu anda untuk menulis sepatah dua patah kata. Walau terkadang saya tidak selalu bisa membalas setiap komentar yang datang, namun saya senang sekali bisa menerima dan membacanya.

Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen anda dalam mencoba resep-resep yang saya tampilan. Semua komentar baik di posting lama maupun baru sangat saya nantikan. ^_^

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan di artikel karena saya menggunakan setting moderasi, namun jangan khawatir, begitu saya kembali ke laptop maka hal utama yang saya lakukan adalah mengecek dan mempublish komentar anda.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan. Jika anda ingin mendapatkan back link maka anda harus menggunakan OpenId atau Name + Url.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try & Taste. Untuk mengajukan pertanyaan dan komentar, anda juga bisa langsung email ke saya di endangindriani@justtryandtaste.com

Saya tunggu komentar, feedback, email dan sharing anda ya. Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Let's we try and taste! ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...