13 Juni 2017

Resep Rendang 'Nendang' Made by Endang ^_^


Resep Rendang 'Nendang' Made by Endang

Pagi ini hari dimulai dengan kepala yang agak panas. Bulan puasa seharusnya emosi di rem dan harus banyak belajar sabar, tetapi tetap saja rasa jengkel sedikit merambati hati. Seseorang mengajukan saya dengan 'segambreng' pernyataan dan pertanyaan. Akibat mempraktekkan resep nastar dari sebuah akun IG yang terkenal suka share resep di postingannya dan akun tersebut mencantumkan source resep dari JTT, ketika nastar yang dibuat si Mbak ini menjadi bantat dan keras, saya ketiban pulung harus menjelaskan semua penyebabnya. Sepertinya karena dianggap sebagai pemilik resep awal, jadi saya sedikit banyak harus bertanggungjawab atas kegagalan tersebut. Padahal si Mbak ini sama sekali tidak membaca resep nastar asli yang ada di JTT.

Hal pertama yang saya lakukan adalah memberikan instruksi, "Lihat resep nastar lumer di mulut di blog JTT dan komentar-komentar disana. Googling saja resepnya Mbak." Namun jawaban tersebut ternyata kurang memuaskan karena pertanyaan selanjutnya datang bertubi-tubi. Di tengah pekerjaan kantor yang sedang banyak-banyaknya, terpaksa pertanyaan tersebut tidak saya acuhkan. Ini diluar habit, karena biasanya sebisa mungkin jika memiliki waktu saya berusaha menjawab pertanyaan yang masuk ke akun Instagram JTT. Namun kali ini saya menyerah. ^_^

Resep Rendang 'Nendang' Made by Endang

Mencari resep yang banyak bersliweran di Instagram memang sangat mudah, cukup sedikit sentuhan dan semua resep tersebut langsung bermunculan. Tapi Instagram bukanlah website, bukanlah blog, dimana informasi dan gambar yang diberikan terbatas. Jarang sekali pemilik akun akan memberikan gambar detail step by step atau tips komplit agar kue yang dibuat sukses. Resep dan instruksi yang diberikan ringkas, padat, karena siapa sih yang bersedia mengetik panjang kali lebar di media sosial yang memang sejatinya ditujukan untuk berbagi foto tersebut? Bagi pemula yang baru mencoba membuat kue-kue sendiri di rumah, saya sama sekali tidak merekomendasikan mencoba resep disana. Bahkan ketika tabloid Bintang mewawancarai saya beberapa bulan yang lalu, mereka mengajukan pertanyaan, "Apakah resep JTT juga dishare di Instagram?" Dan jawaban saya adalah, "Tidak. Instagram memang media yang bagus untuk berbagi foto tapi semua resep, detail gambar, dan step by step prosesnya hanya bisa diakses di blog." 

Resep Rendang 'Nendang' Made by Endang
Resep Rendang 'Nendang' Made by Endang

Mengapa saya sesaklek itu? Betapa banyaknya saya menerima komentar plus keluhan dan pertanyaan yang sama dari pengunjung di Instagram, dan saya tetap 'keukeuh' dengan keputusan tersebut. Just Try & Taste adalah blog untuk berbagi resep, tips, informasi, serta mungkin sarana belajar bagi mereka yang masih pemula. Di blog ini saya bisa memasukkan banyak sekali informasi mengenai proses memasak dan kendala yang dihadapi yang tidak akan bisa saya berikan di Instagram secara tuntas. Harapan saya adalah agar pembaca bisa sukses mencobanya, dan rasa masakannya sama seperti yang saya buat, kalau bisa justru lebih enak. 

Saya bisa membayangkan, seseorang yang baru belajar memasak, memiliki segunung semangat dan harapan karena membayangkan hasil masakannya akan dinikmati keluarga, harus berakhir kecewa ketika mengalami 'gatot', alias gagal total. Saya tidak berbicara mengenai biaya, tenaga, dan waktu karena ketiga faktor tersebut tentunya sudah diperhitungkan sebelum kita mencoba satu resep. Hal yang saya concerned adalah semangat yang pupus. Ketika rasa kecewa melanda maka biasanya kita enggan untuk mencoba kembali. Enggan mencoba berarti ilmu yang tertunda, skill memasak yang tak kunjung membaik, dan kesempatan yang hilang. Alangkah sayangnya. 

Resep Rendang 'Nendang' Made by Endang
Resep Rendang 'Nendang' Made by Endang ^_^

Sekarang coba bayangkan jika kondisinya dibalik. Saat kita bersemangat hendak belajar memasak, kita menemukan resep tokcer. Resep tersebut detail, lengkap, disertai gambar, tips, informasi dan ratusan komentar yang sudah mencobanya, sehingga ketika dicoba langsung sukses dalam satu kali kesempatan. Saya yakin, pasti setelah kesuksesan tersebut akan timbul keinginan untuk mencoba resep-resep lainnya, dan tahu-tahu kita menjadi cukup mahir memasak. Teman, tetangga, saudara dan orang disekitar yang ikut mencicipinya kemudian memesan dan order pun mulai bermunculan. Termotivasi, gembira dengan hasilnya, ilmu bertambah, plus rejekipun datang. Itu lah alasan utama mengapa saya tidak berbagi resep di Instagram, dan saya juga tidak merekomendasikan pemula untuk mempraktekkan resep dari sana tanpa guidance yang cukup. Dengan sebuah resep detail sekalipun terkadang kita masih menemukan kegagalan ketika mencobanya, apalagi resep singkat tanpa gambar yang jelas. Kecuali jika jam terbang memasak kita cukup tinggi dan memang yakin sekali dengan hasilnya, maka saya persilahkan untuk mencobanya. 

Resep Rendang 'Nendang' Made by Endang

Wokeh saya akhiri curhat hari ini, sekarang menuju ke resep rendang yang di-posting kali ini. Jika di gambar proses terlihat saya memasak dalam porsi yang luar biasa banyak itu karena saya memang membuatnya untuk tiga kilogram daging sapi. Jika menginginkan porsi lebih sedikit maka porsi bumbu tinggal dikurangi saja sesuai dengan jumlah kilogram daging sapi yang akan dimasak. Nah kendala utama jika memasak rendang di rumah, berdasarkan pengalaman saya pribadi, adalah daging yang hancur kala rendang telah matang. Matang disini berarti kuah menjadi kering tuntas, dan warna rendang berubah menjadi coklat kehitaman. 

Umumnya itu terjadi ketika memasak daging dalam santan yang berliter-liter. Seperti yang kita tahu rendang identik dengan penggunaan santan yang banyak, karena itu kunci rendang menjadi gelap warnanya. Ketika santan mengering, maka daging menjadi super empuk dan tercerai berai antar seratnya. Terus terang saya sebenarnya tidak terlalu bermasalah dengan kondisi ini karena membuat rasa rendang menjadi sedap, daging dan bumbu menyatu. Tapi jika anda hendak menghidangkannya pada sebuah acara maka tampilan seperti itu tentunya kurang mengesankan, plus si tamu menjadi bingung kala menyendoknya karena potongan daging telah hilang bentuknya.

Resep Rendang 'Nendang' Made by Endang

Kendala lainnya adalah, panci memasak rendang yang saya pakai terbuat dari baja tebal yang menyimpan panas tinggi. Bahkan ketika api kompor telah dimatikan sekalipun masakan masih menggelegak mendidih selama beberapa menit. Panci ini memang mantap untuk mengempukkan masakan, namun tidak ketika harus memasak daging berjam-jam dalam santan yang banyak. Nah karena alasan-alasan tersebut maka pada resep kali ini saya pun merubah prosesnya. Jika biasanya potongan daging sapi mentah langsung diceburkan kedalam kuah dan dimasak, kali ini saya menggorengnya sebentar tanpa minyak di panci anti lengket hingga permukaannya kecoklatan. Cara ini selain membuat rasa daging menjadi gurih karena proses browning yang berhubungan dengan reaksi Maillard (reaksi kimia yang terjadi antara asam amino dan pengurangan gula kala makanan terpanggang yang akan memberikan rasa dan aroma yang khas), juga membuat permukaan daging menjadi lebih firm. 

Cara lainnya adalah dengan memasak santan kental bersama tumisan bumbu hingga santan mulai tampak mengeluarkan minyak dan menyusut volumenya  baru kemudian potongan daging dimasukkan. Jadi santan diberikan kesempatan untuk membentuk minyak dan berkurang kandungan airnya, sehingga daging tidak mudah menjadi hancur kala dimasak bersamanya. Dengan cara ini kita bisa mengatur tingkat keempukan daging yang diinginkan. Ketika santan telah mengering dan daging masih belum empuk maka tambahkan sedikit air panas mendidih dan masak hingga daging empuk sesuai keinginan. Hasil akhir rendang  kali ini sangat memuaskan, potongan daging tidak hancur, tetap utuh dan adik saya, Wiwin, memberikan komentar puas kala rendang saya antar menggunakan GoJek ke rumahnya dua minggu lalu. Weekend ini  saya harus membuat rendang lagi untuk persiapan Lebaran. Tobat!

Berikut resep dan prosesnya ya. 

Resep Rendang 'Nendang' Made by Endang

Rendang 'Nendang' Made by Endang
Resep hasil modifikasi sendiri

Untuk 3 kg daging sapi

Tertarik dengan resep daging sapi lainnya? Silahkan klik link dibawah ini:
Lapis Daging a la My Mom
Tongseng Kambing Favorit Abang
Soto Daging Betawi ala Pak Kustandi 

Bahan dan bumbu:
- 3 kg daging sapi, potong sesuai selera
- 5 - 6 butir kelapa tua, peras santan kentalnya (2,5  liter santan)
- 10 buah kentang, kupas dan potong sesuai selera (atau gunakan kentang rendang yang memiliki butiran kecil)
- 6 sendok makan kelapa parut, sangrai hingga coklat gelap
- 3 lembar daun kunyit, rajang sehalus mungkin
- 5 lembar daun jeruk purut, sobek kasar
- 4 lembar daun salam
- 4 cm lengkuas, belah dua memanjang dan memarkan
- 2 batang serai memarkan
- 2 batang kayu manis, masing-masing sepanjang 5 cm 
- 2 keping asam kandis
- 5 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu dihaluskan:
- 10 siung bawang putih
- 20 siung bawang merah
- 500 gram cabai merah keriting
- 2 sendok makan ketumbar sangrai bubuk
- 1 sendok teh jintan bubuk
- 4 cm kunyit
- 3 cm jahe
- 2 batang serai, ambil bagian putihnya, rajang halus
- 2 buah pala
- 10 butir cengkeh
- 3 buah kembang lawang
- 5 buah kapulaga Jawa
- 3 sendok teh merica bubuk

Bumbu lainnya:
- 1 sendok makan garam
- 2 sendok makan gula jawa, sisir halus

Persiapan:

Resep Rendang 'Nendang' Made by Endang

Siapkan kelapa parut, ambil sebagian kelapa dari parutan kelapa sebelum diperas menjadi santan. Sangrai kelapa di wajan (tanpa minyak) dengan api sedang hingga berubah kering, dan coklat gelap. Gunakan api sedang saja dan aduk-aduk terus selama kelapa disangrai agar tidak gosong dan membuat masakan menjadi pahit. 

Angkat dan biarkan dingin. Blender atau haluskan kelapa sangrai dengan cobek hingga lumat dan halus. Jika blender susah gerak tambahkan air sedikit selama proses. Sisihkan.  

Siapkan potongan daging sapi yang sudah dicuci dan ditiriskan hingga airnya tidak menetes lagi. Siapkan panci atau wajan anti lengket, panaskan. Goreng daging (tanpa minyak), dengan api sedang hingga permukaannya kecoklatan. Balik-balikkan daging selama digoreng. Jika permukaannya sudah coklat, angkat dan sisihkan. 

Note:
Daging akan mengeluarkan cairan banyak saat awal digoreng, terus masak sampai daging kering dan permukaannya mulai kecoklatan. 
Panci/wajan bekas menggoreng daging sebaiknya tidak perlu dicuci, kita akan menggunakannya untuk menumis bumbu. Bekas lemak terpanggang sisa menggoreng daging akan membuat masakan menjadi lebih sedap.

Siapkan kentang, karena saya menggunakan kentang besar maka kentang saya kupas dan potong-potong ukuran besar. Goreng kentang hingga coklat matang. Jika menggunakan kentang kecil khusus rendang maka tidak perlu kupas kulitnya dan goreng juga hingga matang. Menggoreng kentang tujuannya supaya kentang tidak hancur ketika dimasak di dalam rendang.

Cara memasak: 

Resep Rendang 'Nendang' Made by Endang

Haluskan semua bumbu. Untuk bumbu kering (pala, ketumbar, merica, jinten, kembang lawang, kapulaga dan cengkeh) kecuali kayu manis, saya masukkan ke gelas blender dry mill dan proses halus. Butiran pala perlu dimemarkan hingga hancur dengan ulekan sebelum dimasukkan ke gelas blender. 

Bumbu basah (bawang merah, bawang putih, cabai, jahe, kunyit, serai) saya proses dengan chopper

Siapkan panci bekas menggoreng daging (anti lengket lebih baik), panaskan minyak goreng hingga benar-benar panas. Tumis semua bumbu halus (baik basah maupun kering), kayu manis, serai yang dimemarkan, lengkuas, jahe, daun kunyit, daun salam, asam kandis, dan daun jeruk. Gunakan api sedang dan aduk-aduk selama bumbu ditumis hingga bumbu tampak berubah tua warnanya dan menyusut. Tambahkan minyak jika bumbu mudah gosong dan susah matang. 

Masukkan santan kental, ambil bagian yang kental yang mengambang di permukaan dengan sendok sayur dan masukkan sebanyak-banyaknya yang bisa kita peroleh  ke dalam panci. Tambahkan kelapa parut tumbuk. Aduk rata.  Masak dengan api kecil hingga santan menjadi berminyak, berubah lebih gelap, sangat kental, dan berkurang volumenya. 

Masukkan potongan daging goreng, aduk rata.

Resep Rendang 'Nendang' Made by Endang

Tutup panci dan masak dengan api kecil hingga kuah habis, rendang berubah menjadi coklat gelap dan daging empuk dan matang. Aduk sesekali saat rendang dimasak agar tidak gosong dibagian dasarnya. Cicipi rasanya, sesuaikan rasa asinnya. Jika daging belum empuk sementara kuah sudah habis, tambahkan sedikit air panas dan masak hingga daging empuk.

Masukkan kentang goreng, aduk rata. Masak selama 10 menit dengan api kecil agar kentang menyerap bumbu. Angkat dan sajikan. Super, duper yummy!



79 komentar:

  1. Saya paling senang baca resep di blog mbak karena super lengkap. Sukses terus ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Mba Joice sudah menyukai JTT, sukses juga yaaa

      Hapus
  2. Bismillah ...
    Maasyaa Allah patut di coba nih, resep rendangnya lebih "simple" dan lebih "nendang" dari yang sebelumnya..

    Oh ya mba itu kelapa gorengnya kapan dimasukkan ke rendang ya?..hehe..

    Makasih banyak yaa mba Endang resepnya TOP deh...

    Fitriah_Sultra

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Fitriah, thanks sharingnya ya, untuk kelapa parut sudah saya koreksi ya, yep kelupaan. Masuk bareng santan ya mba. Thanks yaa

      Hapus
  3. masih jam segini mbak, baca resep ini jadi nelan ludah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahhaha, mohon maaf. saya juga inget nasi panas waktu ngetik artikelnya hiiks

      Hapus
  4. Mbak Endang,,, setuju banget sama ke"saklek"an-nya. Beberapa kali mencoba resep Mbak Endang seringnya anti gagal karena mengikuti resep step by step dan tips yg kadang ada di prolog nya. Tetep semangat ya mbak up date resep2 baru, blog ini sangat membantu bagi pemula seperti saya. Semoga Mbak Endang selalu diberikan kesehatan, dan mendapatkan balasan yang lebih baik lagi dari Allah SWT. Terima kasih Mbak Endang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Mba Faqita, senang resep2 JTT disuka. Ide JTT adalah sharing ilmu bermanfaat, saya happy sekali jika resep2nya bs membantu. Sukses dan sehat selalu ya mba.

      Hapus
  5. Hai mba endang, apa kabar?
    Senang rasanya jika mba sudah update resep baru.
    Rendang daging ini merupakan makan kesukaan kami sekeluarga.
    Jika ibu saya masak, daging sapi nya di rebus dulu dgn air kelapa dan daun salam, jadi rasanya manis dan amis daging hilang.
    Di rumah kami juga selalu stock kelapa sangrai yang di giling halus (tahan sampai 3 bulan di suhu ruangan), biasa nya ini selalu di pakai untuk masak rendang atau daging cincang.
    Kata ibu saya Kelapa sangrai ini lah kunci rendangnya menjadi lebih enak dan tahan lama (tahan sampai 2 tanpa harus dipanaskan lagi)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Lia, kabar saya baik mba, thanks ya. Wah thanks tips memasak rendangnya, sepertinya akan saya coba, keknya kok maknyus dimasak pakai air kelapa ya. Sayang air kelapa dibuang kalau beli kelapa parut. Tips dan informasi rendangnya sangat bermanfaat buat saya dan pembaca lainnya. Sukses dan sehat selalu ya Mba Lia.

      Hapus
  6. Sepakat Mba, kalau dagingnya hancur dan menyatu dengan bumbu memang jadinya lebih sedaaap dan bikin nambah nasi, hahaha ... *kemudian batal kurus*

    Btw asam kandis apa boleh diganti asam jawa biasa, Mba? Proporsinya bagaimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahha, iya, rendnag yang enak yang hancur dagingnya bersama bumbu kek abon ya. Bs pakai asam jawa mba, pakai 2 sdm saja ya

      Hapus
  7. That's way i love you Mba Endang.. (baca cerita pengantar diatas). Saya salut sama Mba Endang. Disaat blogger lain banyak yg lebih aktif di instagram atau malah pindah, Mba Endang tetap setia berbagi resep dan lainnya di blog. Saya sempat was2 seandainya Mba Endang meninggalkan blog dan memilih lebih aktif atau bahkan beralih 100% di instagram atau media sosial lainnya. Saya akan merasa kehilangan "ruhnya" Mba Endang/JTT. Menurut saya yang menjadi kekuatan, kelebihan, dan pembeda dengan lainnya adalah gaya penulisan Mba Endang, beragamnya informasi yang disampaikan, langkah2 membuat suatu masakan jelas, ada cerita yg berbeda ditiap2 postingan dan lainnya yg tidak bisa dituangkan dlm medsos lain yg hanya beberapa karakter. Saya berharap semoga web JTT tetap ada dan Mba Endang tetap aktif posting..
    Jangan berhenti posting disini ya, Mba.. ^_^

    Rizi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huahaha bener...food blogger indonesia kebanyakan lebih aktif di ig daripada di blog nya sendiri, mungkin follower n likes yg buat berpaling, terbukti sih komentar2 d blog lebih jarang muncul bahkan hampir tdk ada komentar dibanding d akun ig nya. Food blogger indo favorit sampai sekarang hanya mba endang sih kl saya hehe. Tiap posting d blog pasti ada yg komentar, mungkin karena mba endang detail tiap posting resep nya n runtun penjelasan nya, gak asal cekrek trs d bagusin tp resep nya gak sebagus foto nya hehe. Semoga mba endang gak terbuai dgn banyak nya follower n likes. Semangat ya mba selalu berkreasi dgn resep2 yg selalu sudah teruji oleh mba.

      Hapus
    2. Thanks Mbak, Mbak, sharingnya ya. Saya akan tetap terus ngeblog dan update di JTT mba, sampai saya tidak kuat lagi. JTT bukan sekedar sharing resep tetapi juga sarana saya belajar menulis dan berbagi info lainnya. Dengan JTT saya mendapat banyak teman, tips, info dari pembaca yang meninggalkan komentar.

      Saya yakin kalau kita serius dan tulus membantu dan berbagi, dengan sendirinya follower dan like akan mengikuti.

      thanks ya sudah menyukai JTT, sukses dan sehat selalu.

      Hapus
    3. Sehati banget kita mba. Dulu byk blog yg saya ikutin. Tapi sekarang semuanya beralih ke IG dgn alasan lebih simple. Alhamdulillah masih ada mb Endang yang tetap setia dengan blognya. Lengkap resepnya dengan tips dan trik dan setia menjawab semua pertanyaan berhubungan dgn resep di kolom komentar. Semoga berbuah pahala ya mba Endang. ^^
      Baarokallohu fiiki

      Mila (silent reader tapi sdh mengambil byk manfaat dari JTT^^)

      Hapus
    4. Thanks Mba Mila sharingnya ya, senang JTT disuka dan bermanfaat untuk bereksperimen di dapur. Amin atas doanya. Sukses dan sehat selalu yaaa. salam

      Hapus
    5. Halo lg Mba Endang, Wkwkwk.. itu mau tulis why jd way.. haduueeh..
      antara kepala sm tangan ga sinkron huehehe...
      Apa yg disampaikn mba mila dan mba diatas memang begitu adanya.. yuuk kita doakan semoga mba endang sehat wal afiat, semakin banyak ilmunya biar bisa sharing terus sama kita2, dan semoga Allah membalas kebaikan mba endang ^_^

      Rizi

      Hapus
    6. Amin Mba Rizi doanya, semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan yaa. Amin.

      Hapus
  8. Kira2 berapa lama sampai dagingnya empuk, mba? Aku selalu pake panci pressure cooker supaya hemat gas, tapi dagingnya jadi hancur. Pengen coba pake panci biasa, tapi ragu, antara takut boros gas dan takut dagingnya alot.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah sayangnya saya gak lihat jam, lama empuknya daging trgantung kualitas si daging juga ya, ada jenis yang mudah empuk ada yag lama. Saya tdk pernah lagi pakai pressure cooker untuk memasak daging, menurut saya rasa dagingya jadi tidak gurih lagi.

      Hapus
  9. Dear Mba Endang,

    I love you and blog JTT so much ^^
    Tetap semangat yaaa ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear Mba Ivana, thank you so much! You make my spirit keep in high, hahahah. Sukses selalu yaaa

      Hapus
  10. Mbak Endang tau aja nih, lg cari2 resep rendang yg nendang... selama ini saya berhasil kok nyoba resep dari JTT... apalg step2nya jepas banget... Makasih mbak Endang, I love you he he...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Mba Nina sharingnya ya, jika diikuti seksama pasti berhasil. sukses yaaa

      Hapus
  11. Assalamualaikum mb End.., mskipun da kejadian yg g enak, ttp semangat ntk share ya mb. Sy selalu tggu up date resep n cerita2x ^_^. Mau tny, cara nyimpen rendang yg paling baik bgmn ya mb? Pgn nyetok jg ntk jaga2 lo penyakit mls masak sy kumat hehehe.. thank u mb End. Sukses selalu ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Nita, thanks sharingnya ya. Rendang di chiller tahan sampai 2 minggu, difreezer sampai berbulan2. Adik saya suka bungkus rendang dalam plastik2 kecil buat sekali makan. Justru saya menyarankan ketika sudah matang simpan rendang di feezer saja, jangan dihangatkan berulangkali karena rendang akan hancur.m

      Hapus
  12. Mba Endang, dari sekian resep rendang yg di posting mana yg paling muantepp ya.

    Lis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haaa, semua basicnya sama rasanya, hanya prosesnya saja berbeda. Resep yang ini untuk mensiasati supaya daging gak hancur mba. Tapi saya prefer yang ini ya.

      Hapus
  13. Sejauh ini saya coba resep2 yg di-share sama mbak Endang berhasil kok. Kalo masalah pertama kali gagal menurut saya sih biasa. Menurut saya justru jadi pembelajaran. Tetap semangat mbak Endang ^_^
    Btw, saya dari dulu pengen nyoba resep rendang punya mbak Endang, tapi belum sempat (apa sih...). Hahaaaa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Lestari, kalau mengikuti proses di blog kemungkinan besar berhasil. Nah yang jadi masalah banyak juga yang share resep di IG tanpa gambar step by step, akibatnya banyak yang mencoba resep tersebut dan gagal. Kasus cerita diatas adalah yang mengikuti resep di sebuah akun instagram.

      Hapus
  14. hore rendang nongol lagi hehehe... juara mba rendangmu aku klo bikin gak pake sangrai kelapa (males repotnya) tungguin aja kompor dgn tenang ntar coklat gelap sendiri, yg sabar mba dmaklumi aja klo protes berarti belum belajar cara membaca yg baik n benar ato mgkn lupa fungsi tombol scrool up n down wkwkwkwk....lebaran nanti aku mau buat selat solo slalu dgn resepmu mba, dagingnya 4kg mba hedeh freezer full daging liat aja mblenger. pada bosen lebaran dgn opor mknya cari yg seger buat suguhan keluarga yg datang maklum mba kita keluarganya melebihi 1 kelurahan hehehe... tetep nulis di blog y mba aku nyaman kok duduk di blogmu, tetep semangat n slalu menginspirasi mba --anni smg--

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, bukan mba Anni, yang protes itu menggunakan resep dr akun IG orang lain yang mencantumkan source resep dr JTT. Jadi dia sendiri memang belum lihat resep dan proses aslinya di blog JTT. Ketika saya minta baca seksama di blog mungkin skrg sudah mendapat sedikit pencerahan. Semoga.

      Keknya lebaran bosan juga makan rendang dan opor ya, saya malah kepengen pempek dan tekwan wakakkak

      Hapus
  15. Kalau saya Mbak Endang,sebelum memutuskan mencoba suatu resep pasti saya baca bolak balik proses pembuatan,tips dan trik nya sampai paham.soalnya itu penting biar tidak gagal(padahal juga masih suka gagal,hehehe..)tapi seandainya gagal,itupun untuk koreksi pada diri sendiri,bukan pada pemilik resep.karena saya yakin resep dari Mbak Endang itu sudah pasti tok cer!!tetap semangat ya Mbak Endang,pokok nya nge fans banget sama JTT..^_^
    Ria - Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Mba Ria sharingnya, kendala resep2 yang bersliweran di IG adalah sangat minim tips dan info, serta gambarnya hanya gambar setelah makanan jadi. Memang tampilannya terlihat menggiurkan dan membuat yang baca kepengen coba. Saya sendiri kalau pengen satu resep googlingnya kebanyak makanan serupa supaya yakin dlu baru dicoba hehhehe

      Hapus
  16. Hallow Mba Endang, aku seneng banget dengan blog Mba Endang selain IG,Pinterest dan FB yang aku follow aku lebih senang buka langsung di blog Mba Endang. Untuk ukuran aku yang gak bisa masak ini, amat sangat membantu Mba. Dulu aku sering coba resep yang bersliweran di internet bahkan sering nongkrong di depan TV untuk mencatat resep2 demi bisa masak tapi semuanya berakhir dengan mengecewakan sempet hopeless Mba, tapi disaat hopeless itu lah aku dipertemukan dengan blog JTT ini (Kebetulan Ibu aku sudah gak ada Mba jadi aku gak bisa nanya2 resep lagi deh). Dari blog Mba Endang inilah aku belajar memasak, luar biasa Mba amat sangat membantu sekali, apalagi dengan foto yang ada, bisa membantu memvisualisasikan cara memasaknya. Sekarang jadi bisa memasak Mba, bahkan kalau aku pulang ke Jakarta pasti masak buat Bapak dan Kakakku. Pernah suatu ketika mataku berkaca-kaca liat papah sama kakakku makan dengan lahapnya Mba karena sejak Ibu ku meninggal mereka tidak pernah selahap itu saat makan, itu berkat resep dari blog Mba Endang (hehehe jadi curcol). Doaku semoga Mba Endang selalu di beri kesehatan semakin sukses dalam karirnya juga blog JTT nya, terima kasih buanyaaakkk yah Mba Endang karena kebaikan hati Mba Endang membuat blog JTT ini aku bisa masak. Aku bahkan pernah masak soto untuk orang sekantor ku loh Mba, besok ini aku bikin kolak untuk buka puasa bersama di kantor ;-) semua ini karena Mba Endang.

    Ps : Mba Endang berkenan kah aku kirimkan Bluder ala Madiun (Bluder Cokro). Kalau berkenan kabarin yah Mba, Aku masih simpan WA nya Mba Endang waktu pesan buku masakan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Aulisa, wah thanks sharingnya yaa, senang resep JTT disuka dan bahkan bs bermanfaat untuk urusan dapur di rumah. Sukses dan sehat selalu juga untuk Mba dan keluarga ya.

      saya perna buat roti bluder tapi kok kurang nendang, saya belum pernah cicip bluder Madiun, sudah sering pembaca cerita. Waaah dengan senang hati akan diterima jika bs dikirimkan wakakkak. Thanks yaaa

      Hapus
    2. Hayukk atuh Mba Endah, kirimin alamat kantor atau mana aja deh biar sampe Mba. Aku seneng banget Mba kirim ke Mba Endang, sebagai Ucapan terima kasih aku yang tak terhingga Mba, berkat resep Mba Endang aku bisa masak. Iyah aku juga pernah coba resepnya Mba Endang sebelum aku dinas di Madiun, enak juga resepnya Mba Endang anakku suka, tapi beda Mba sama Bluder Cokro itu, Mba Endang musti cobain deh ;-) Email ke aku yah Mba alamat lengkapnya ( aulisadandel@gmail.com). Rotinya itu sebenarnya seperti roti biasa Mba cuman kalau kata temen2 yang di Jkt lebih empuk banget dan wangi, katanya sih di Jkt nyari roti seperti itu gak ada hehehe. Aku tunggu yah Mba alamat lengkapnya. Terima kasih Mba Endang.

      Hapus
  17. Assalamu'alaikum mba.. Aku adalah salah satu penggemar mba dan JTT. Sejak pertama nemu blog ini sampai sekarang selalu menjadi referensi utama untuk urusan memasak. Sungguh sangat terbantu dengan kehadiran blogmu mba. Nyaris tiada hari tanpa nongkrong disini.
    Tetap semangat yach.. Semoga puasanya lancar..

    Rendangnya bikin ngiler, harus dicoba nih!

    Misla

    BalasHapus
    Balasan
    1. Walaikumsalam Mba Misla, thanks sharingnya ya, senang resep2 JTT disuka, dan bs menjadi referensi memasak di rumah. Sukses dan sehat selalu yaa dan semoga puasanya lancar. Amin.

      Hapus
  18. Ini yg saya cari mbak, mau coba bsk resep rendangnya. Hatur nuhun ya mbak. Sehat dan super selalu ����
    (Thyssen, di bogor)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sip, thanks yaa, moga suka setelah dicoba, sukses yaaa

      Hapus
    2. Resepnya hr ini sudah saya coba mbaaak... sy ikuti step by step semua ga terlewatkan, dan hasilnya super duper nendang, suami sy bilang "enak bgt bun, mirip resto sederhana" hehee... thank you so much mbak endang ^__^

      Hapus
    3. Waaah mantap Mba Thyssen, senang resepnya berhasil dicoba. Thanks yaaa

      Hapus
  19. Senang banget bacanya, bumbunya lengkap. saya aja yang orang Minang asli jarang masak selengkap itu, keliatan malesnya :) besok lebaran mau coba yang versi mba Endang ini ahhhh ahhh *_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, iya mba Lucy, kalau memasak rendang itu selalu totalitas bumbu dan juga bahan hehehe

      Hapus
  20. Iya mb, jangan beralih dari blog sampeyan, udh markotop banget deh buat pemula kyk sy kl mau coba resepnya, jelas dari step dan tipsnya, bahkan dari sekian resep yg berseliweran di dumay, setelah sy coba dan tester ke keluarga ataupun tetangga, hasil surveynya bilang lebih enak yg dari versi mba endang,sukses selalu buat mba endang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Mba Kartini, senang resep dan blog JTT disuka, sukses yaaa

      Hapus
  21. Haii Mbä endang.. saya jg termasuk penggemar blog n dirimu sama seperti yg lain.. saya ga pny ig Mbä.. jd blog Mbä Endang Sgt bermanfaat utk saya n teman2 yg lainnya.. terimakasih telah berbagi Tanpa lelah.. smoga Mbä Endang selalu dilimpahi Berkah ya Mbä krn sudah menolong Tanpa pamrih😘😘

    Mbä saya Mau tny apakah pd saat memasak rendang tidak perlu diaduk2 terus Ya? Apakah jika tidak diaduk santan tidak pecah Mbä? Terimakasih ya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Mba Lina, senang blog JTT tetap disuka walau sekarang sepertinya demam IG sedang meraja ya hehehhe.

      Aduk sesekali saja mba, santan pecah direndang tdk masalah karena toh kita akan memasaknya sampai air habis. Santan pecah bermasalah kalau di hidangan berkuah mba, rasanya menjadi kurang sedap dan tampilannya tdk cantik ya

      Hapus
  22. Assalamualaikum, Mbak Endang.
    Salam kenal dari Balikpapan.
    Happy kalo baca blog resep JTT prolognya keren dibungkusnya, tampilan foto menggugak semangat utk mencoba.

    Lebaran thn lalu saya buat kuker nastar, kastangel & semprit pk resep JTT, rasanya keren! semua yg mencicipi puas dgn rasanya.
    Thn seblumnya buat nastar Taiwan jg sukses, anakku malah request minta dibuatin lgi utk lebaran ini.
    Rawon ngawi dah terbukti sedap! weekend 1 ramadhan, arisan keluarga sekalian bukber di rumahku. Cuaca pas ujan seharian, jadi bbrp tamu dah ngebayangin enaknya makan rawon. Pucuk dicinta rawon ngawi pun "tiba" di meja...voila! semua komen enak banget.

    Btw, saya suka blunder sendiri nih kalo nakar bawang merah-putih pake siung, krn ukuran siung kan beda2, takut gak dapet rasanya, meleset gituh...jadi selama ini ngira2 jg, pake kening berkerut. :)
    Boleh nggak kalo satuannya gram? kalo 10 siung itu kira2 brp gram ya?

    Sekian dulu...tetap semangat menulis resep di blog JTT...sehat terus sekeluarga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Walaikumsalam Mba, salam kenal juga ya. Thanks sharingnya, senang resep2 JTT disuka. Untuk bawang putih standar saja mba, memang ukuran beda2 tapi menurut saya tdk berpengaruh banyak dimasakan. Kalau bawang putihnya terlalu kecil boleh dilebihkan sedikit, saya sendiri sering main kira2 saja hehehehe. sukses yaa

      Hapus
  23. Wah..Pasti mantap nih resep rendang nya mbak Endang tapi ntar aja eksekusinya pas lebaran. Biar pas momennya. Hehehe
    Iya mbak jangan beralih ke ig ya mbak. Dulu sempat punya ig tapi dah di uninstall terlalu boros kuota. Biar hemat, hematkan Pangkal kaya. Hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Mba supportnya, senang blog JTT tetap disuka ditengah gempuran IG hahahhaha. Sukses selalu yaa

      Hapus
  24. Assalamu'alaikum mba....saya penggemarmu...ayam bakar bacem jd andaln saya n keluarga.mau tanya boleh di skip ga ya daun kunyitnya?saya kurang suka ma teksturnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. walaikumsalam Mba, thanks ya sudah menyukai JTT. Jangan skip daun kunyit mba, sebaiknya tetap pakai tapi simpulkan utuh saja kaya daun pandan, tumis bersama bumbu, ketika rendang matang daun kunyitnya dibuang saja

      Hapus
  25. assalamu'alaykum mba Endang ^_^ boleh tny itu wajan/ panci nya pake yg ukuran brp sentimeter ya ?
    hihihi abis klo 3 kg daging kynya butuh wadah masak yg besar yaa..
    sekalian mumpung mo beli wajan/panci baru dalam rangka cairnya THR hahaha ;)) makasih mbaa, webmu panduan dapurku bangeettt :-*
    -Soraya-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Soraya, pancinya mayan gede mba, bs nampung rendang 5 kg hehehehe. sekitar 30 cm ada deh kayanya diameternya.

      Hapus
  26. Hallo mbak endang.klo bikin rendang ini di ganti sama daging ayam horen(ayam bulu merah)yg terkenal super alot itu bisa kan mbak ya.pengen nyoba buat rendang untuk lebaran ini & klo pakai daging berat di ongkos.hehehe.biasanya klo lebaran paling menthok masak ayam lodho atau soto ayam,terus lodeh tewel n kacang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba, bs pakai daging atau ayam mba, saya juga ada resep rendang ayam, tapi basicnya sih sama dengan rendang daging. Masak santan sampai berat dan berminyak, baru ayam masuk supaya ayam gak hancur

      Hapus
  27. Hai Mbak Endang..aku paling suka resep2 masak di JTT. Semua resepnya enakkkkkk...
    Makasih ya Mbak Endang udah mau repot2 menuliskan resep berbagai masakan.

    Mbak...aku masih bingung dengan jumlah santai 2.5 liter itu ga dipake semua ya?
    Hanya ambil santan kental bagian atas saja dari 2.5 liter santannya ya mbak?
    Thanks ya Mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Marya, thanks sharingnya ya, senang resep JTT disuka. Yep, santan 2,5 liter itu santan kental yg diambil dari santan di permukaannya saja. Dari 5 - 6 kelapa saya mendapat berliter2 santan, nah yang saya ambil hanya yang mengapung diatas dan kental, sekitar 2,5 liter atau lebih. Santan encer dibawahnya saya pakai buat sayur lodeh atau sayur godog, jadi tdk ada yang dibuang ya.

      Hapus
  28. Mba endang, saya nyoba loh resep nastar dr mba...dan berhasil. Saya jg nyoba resep rendang mba yg dulu, di puji jg sama suami. Senangnya... Tapi saya mau bertanya...menurut mba lebih enak mana resep ini dgn resep rendang yg pernah di post mba endang. Trus menulis ya mba...kata suami masakan saya makin enak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thnaks Mba Iik sharingnya ya, senang resepnya disuka. Untuk rendang basicnya sama saja rasanya mba, hanya prosesnya saja yang agak berbeda ya

      Hapus
  29. Oh iya masak rendang bisa pakai panci yah... Panci yg kaya gimana yah?hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pakai panci anti lengket ya mba, kalau pancinya tipis dan lengket sebaiknya jangan dipakai karena susah diaduk masakannya

      Hapus
  30. assalamualaikum mbak endang..
    saya adalah salah satu silent reader blognya mbak endang yang diam-diam jadi penganut ajarannya mbak endang dalam hal masak memasak dan menjadikan blog ini sebagai kitabnya..hahaha :D
    saya tergelitik untuk berkomentar setelah membaca prolog di resep ini, rasanya saya ikutan naik darah :D
    jujur saja saya sangat setuju jika mencari resep hususnya untuk pemula seperti saya ini akan lebih baik di blog, memang harus mau dan telaten membaca agar mendapatkan info yg lebih lengkap..
    Semoga mbak endang tetap semangat menulis di blog.. sehat terus ya mbak endang..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Walaikumsalam Mba Aivi, terima kasih sharingnya yaa, hehehhe memang saat itu saya juga bete. kebanyakan memang orang jarang suka membaca instruksi yag panjang, maunya jalan pintas dan instan, tapi yang instan hasilnya gak maksimal. Saya sampai bolak balik bilang baca Mba, bacaaaaa, hahahha.

      sukses dan sehat selalu juga yaa

      Hapus
  31. Pengen banget saya coba buat lebaran lusa besok..makasih ya mba..bbrpa HR NI nyari2 resep tapi takut salah.stelah liat resep mba yakin deh pasti enak..soalx sy sering coba resep dr jtt

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Katrin, sip silahkan dicoba mba, moga sukses rendangnya untuk lebaran yaaa

      Hapus
  32. Mba Endang,
    Aku mau nyoba nih buat rendang, selalu pake resep mba Endang sebagai pedoman anti gagal aku..
    btw itu daun kunyitnya kan diiris tipis mba, nanti jadi ancur atau tetap bertekstur gitu ya mba?
    terima kasih telah selalu menginspirasi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai mba, daunnya hancur ya, jadi nantinya sama sekali tdk akan terlihat di rendang. Thanks ya sudah menyukai JTT

      Hapus
  33. Mbak kalau Buat rendang biasanya pakai daging yg bagian apa ? (Asti)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagian paha dan sengkel mba, paha agak alot jadi gak mudah hancur kala dimasak lama. Sedangkan sengkel ada sedikit lemak jadi rasanya lembut ketika di rendang tapi agak mudah hancur kalau masakmya lama

      Hapus
  34. Di saat yang lain ngefans sama artis2 korea, aq malah ngefans nya sama Mb Endang dari dulu sampe sekarang. Kadang suka mikir sendiri, Mb Endang nih bener2 super woman, udah kerja tapi masih tetep bisa ngurus blog plus masak sendiri. Lima jempol deh buat Mb Endang (pinjem jempol tetangga, haha).
    By the way aq baru mau belajar bikin rendang nih Mb, mau tanya soal kelapa parut nya itu cukup 5 sendok aja ya Mb...?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haloow Mba Ratna, wah makasih sharingnya yaa, saya jadi besar kepala nih, hehehe.

      Kelapa parut sebenarnya bs lebih banyak dr itu supaya bumbunya terlihat bergelimang, untuk 3 kilo daging bs pakai 1/2 buah kelapa parut ya mba.

      Hapus
  35. Hatur nuhun mbak resepnya udah saya coba untuk menu lebaran kali ini ... Alhamdulillah mantap jiwa hasilnya 😊😊

    BalasHapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...