16 Juni 2017

Resep Es Rujak Buah & Nostalgia SD


Es Rujak Buah Kweni, Nanas, dan Ketimun

Ketika saya duduk di bangku sekolah dasar puluhan tahun yang lalu, es rujak serut adalah makanan sehari-hari. Kantin di sekolah, sebenarnya bukanlah benar-benar kantin melainkan hanya ibu-ibu yang berjualan lesehan di bawah pohon, selalu menyediakan es rujak. Kalau dipikir-pikir jaman dahulu jajanan anak SD jauh lebih sehat, tidak jauh dari nasi pecel, rujak, es buah, gorengan dan kerupuk. Setidaknya inilah jajanan yang saya alami ketika dulu bersekolah di desa Gelung, Paron. Supaya praktis dan mudah dibawa kemanapun maka es rujak buah ini dimasukkan kedalam kantung-kantung kecil dan dibekukan menjadi es lilin. Harganya mungkin hanya 5 rupiah, saat itu. ^_^

Jika berbicara tentang es rujak, saya selalu teringat dengan salah seorang penjual jajanan di depan sekolah, beliau kami panggil dengan sebutan Lek Nah. Usianya waktu itu sekitar 50 tahunan, sangat baik, ramah dan sabar melayani bocah-bocah SD dengan karakter beragam.  Jualan andalan Lek Nah adalah pecel dengan kerupuk gendar (kerupuk yang terbuat dari beras), rujak buah dengan sambal rujak yang memakai cincangan buah kawis, dan nasi pecel dengan sambal lethok. Saat itu menurut saya semua masakan buatan Lek Nah super duper sedap, namun sayangnya dengan uang jajan yang sangat minim saya jarang bisa menikmatinya dengan puas. ^_^

Es Rujak Buah Kweni, Nanas, dan Ketimun
Es Rujak Buah Kweni, Nanas, dan Ketimun

Waktu itu kehidupan keluarga kami sangatlah susah. Bapak yang bekerja sebagai tentara bergaji kecil harus bertugas di Tanjung Pinang, dan terpisah dengan Ibu dan anak-anak yang tinggal di Paron. Sekarang saya bisa membayangkan betapa beratnya Ibu yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga harus mengatur keuangan di perantauan tanpa ditemani suami hanya bersama bocah-bocah kecil yang menghabiskan biaya banyak. Selama bertahun-tahun kami tinggal bersama dengan Mbah Lanang dan Mbah Wedhok, orang tua Bapak, di Paron. Rumah beliau walau cukup besar untuk ditinggali beberapa keluarga, namun sebenarnya kurang memenuhi syarat sebagai rumah yang layak. 

Setiap hari Ibu akan membekali saya dengan uang jajan, seingat saya hanya dua puluh rupiah. Ketika pagi tiba di sekolah, saya langsung menuju ke meja lesehan Lek Nah dan membeli kerupuk pecel (sehelai kerupuk beras dengan tumpukan sayur dan kucuran sambal pecel diatasnya) seharga lima rupiah. Uang jajan saya biasanya langsung habis di pagi hari, dan ketika jam istirahat tiba di pukul sepuluh saya hanya bisa duduk bengong sambil memandang bocah-bocah lain menyantap rujak buah yang segar. Setiap hari saya selalu mengingatkan diri untuk tidak menghabiskan uang tersebut kala pagi supaya bisa duduk menyantap jajanan seperti teman-teman yang lain di jam istirahat, namun reminder tersebut tetap tak berjalan. Weker didalam otak saya selalu tidak berfungsi jika berurusan dengan makanan.

Es Rujak Buah Kweni, Nanas, dan Ketimun

Suatu hari yang terik, Paron memiliki cuaca luar biasa panas, saya duduk menemani Dian, teman karib saya di kala SD. Ingatan saya tentang Dian adalah dia seorang bocah yang rapi, cerdas, kalem dan sangat apik dengan segala sesuatu, termasuk mengatur uang jajannya. Dian hanya akan membeli makanan ketika jam istirahat tiba, dan tidak akan menghabiskan semua uangnya, karena dia memiliki seekor celengan ayam di rumah yang selalu diisi rutin setiap hari. Hari itu rujak buah Lek Nah sedang hot-hotnya karena variasi buah yang beragam. Jeruk Bali yang pink kemerahan, nanas, dan mangga mengkal, tiga buah favorit saya! Dian duduk di bangku panjang dan memesan seporsi buah yang disajikan dalam sebuah pincuk terbuat dari daun pisang. 

Mata saya melotot memandang aneka buah dalam siraman bumbu rujak nan kental, yang saya tahu rasanya manis, asin, asam, pedas. Sangat pas disantap di cuaca panas kemarau kala itu.  "Aduh rujaknya pedes banget," komentarnya berkali-kali sambil bibirnya mendesah kepedasan dan tangannya meraih segelas es teh di meja. Terus terang saat itu adalah menit-menit yang paling menyiksa dalam hidup saya, ketika keinginan untuk ikut mencicipi rujak buah melanda, harus tak berdaya karena uang jajan yang sudah amblas tak bersisa. Saya memaki-maki dalam hati mengapa tadi pagi harus menghabiskan semua uang untuk membeli kerupuk pecel.

Es Rujak Buah Kweni, Nanas, dan Ketimun

"Ini pedes banget, tapi enak. Wah bentar lagi jam istirahat selesai nih," keluh Dian lagi sambil terus mengunyah potongan mangga yang bergemertak rangup di mulutnya. Tak kuasa menahan, akhirnya saya memberanikan diri berkata, "Hm, mau aku bantu ngabisin rujaknya?" Entah setan mana yang mengipasi saya hingga berani mengajukan diri seperti itu, bahkan hingga kini saya masih tak mengerti jika teringat dengan kejadian berpuluh tahun tersebut, yang jelas mendengar kata-kata saya, Dian langsung melotot dan menjauhkan pincuk rujaknya. "Aku bisa habiskan sendiri kok," cetusnya dan meninggalkan saya dengan muka semerah rok SD. Jika teringat dengan peristiwa tersebut saya masih merasa malu sendiri dan tertawa garing, bahkan ketika sedang mengetikkan cerita tersebut sekarang ini di blog. ^_^

Es Rujak Buah Kweni, Nanas, dan Ketimun

Nah menuju ke resep es rujak buah yang hari ini saya posting. Prosesnya sangat mudah dan saya yakin semua pembaca sudah tahu cara membuatnya, karena basicnya hanyalah cincangan/serutan buah yang direndam dengan bumbu rujak, bersama es batu dan air kelapa. Saya menggunakan air kelapa di resep supaya rasanya lebih spesial. Jika tidak memiliki air kelapa bisa menggunakan air biasa. Buah yang menurut saya sedap untuk es rujak buah ini adalah nanas, mangga mengkal, kedondong, jambu air, pepaya mengkal, ketimun dan kweni (sejenis mangga yang berkulit hijau, tebal dan sangat harum aromanya). Untuk es rujak buah ini saya hanya menggunakan nanas dan kweni yang saya cincang kasar, dan ketimun yang diserut. Kweni menurut saya menyumbangkan rasa dan aroma sedap yang membuat es rujak ini terasa sangat istimewa, jadi jika anda bisa memperoleh buah ini maka gunakan sebagai salah satu bahannya. Karena kweni memiliki tekstur berserat maka memotongnya menjadi ukuran kecil adalah cara terbaik. 

Bumbu rujaknya sendiri saya rebus didalam panci bersama gula aren dan asam jawa, ketika telah mendidih dan gula larut kemudian didinginkan sebentar dan dicampurkan bersama serutan dan potongan buah. Air kelapa dan potongan es batu kemudian ditambahkan sesuai selera, dan.... jadilah es rujak buah yang super duper segar. ^_^

Berikut ini resep dan prosesnya ya.  

Es Rujak Buah Kweni, Nanas, dan Ketimun

Es Rujak Buah Kweni, Nanas, dan Ketimun
Resep hasil modifikasi sendiri

Tertarik dengan resep es buah lainnya? Silahkan klik link dibawah ini:
Es Ketimun
Es Buah Moro Seneng
Kiwi Sorbet

Untuk 6 porsi

Bahan:
- 3 buah kweni, kupas, cuci bersih dan cincang kasar daging buahnya
- 1 buah nanas palembang, cincang kasar
- 5 buah ketimun, serut kasar
- 1 liter air kelapa muda, bisa pakai air kelapa instan kemasan
- 300 ml air 
- es batu secukupnya

Bumbu:
- 5 buah cabai rawit merah, dihaluskan
- 1 sendok teh terasi bakar, dihaluskan
- 5 sendok makan air asam jawa yang kental (saya memakai sebongkah asam jawa)
- 1/2 sendok makan garam
- 200 gram gula jawa, iris kasar
- 50 gram gula pasir

Cara membuat:

Es Rujak Buah Kweni, Nanas, dan Ketimun

Siapkan semua buah yang sudah dipotong-potong kedalam mangkuk besar. Sisihkann. 

Masukkan semua bumbu rujak dan 300 ml air kedalam panci kecil, masak hingga mendidih dan gula larut.  Angkat dan diamkan hingga agak mendingin.

Tuangkan larutan gula dengan cara disaring ke dalam mangkuk berisi buah serut, tambahkan air kelapa, aduk rata. Cicipi rasanya dan sesuaikan rasa asam, asin dan manis sesuai selera.

Masukkan es batu ke dalam mangkuk,  dan tuangkan di gelas-gelas saji. Santap dingin. Super yummy!



24 komentar:

  1. Mbak Endang .. liat postingan ini saya teringat masa-masa kuliah di Yogya.. favorit saya Rujak Es krim.. Rujaknya persis rujak serut seperti yang mbak buat ditambah es krim dan susu kental manis coklat diatasnya.. yummy///

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Annisa, wah saya malah naksir smaa rujak es krim hiiks, enak keknya yaa

      Hapus
  2. Tambah kacang tanah diblender ....enak tampaknya ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau pakai kacang tanah sebaiknya rujaknya tdk berkuah mba, jadi bumbu rujak kental yang ditabur kacang tanah cincang goreng, kacangnya bs crunchy hehehhe

      Hapus
  3. Hihi jajanannya sama, opak pecel. Kalau mbak Endang cerita ttg Paron, duh, aku bisa membayangkannya dgn detail, jd ikut bernostalgia,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wakakka, berarti kita sama2 pernah tinggal di desa yaa, karena jajanannya pasti mirip2 hehee

      Hapus
  4. Resepnya Ok, prolog-ny keren. Mbak.Endang awesome bgt...
    Vita

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks Mba Vita sharingnya, senang artikelnya disuka, sukses yaa

      Hapus
  5. Nah... yg seperti ini suka banget makannya... tp gak tau cara buatnya... he he makasih ya mbak yg TOP BGT...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sip Mba Nina, thanks sharingnya, moga suka yaa

      Hapus
  6. Mbak endang idolakuu, boleh nanya ngga? Makanan kesukaannya mbak apa saja sih? Trus kalau kulineran atau makan di luar rekomen di mana?
    - Farah -

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haloow Mba Farah, saya pemakan segala wakakka, tergantung mood saat itu mau makan apa. Tapi pempek dan makanan palembang saya paling suka, gak bosan2 makannya. Resto fav gak ada wakakkak, karena berubah2 terus.

      Hapus
  7. mbakk aku ngecess hihihi. ditambahin rambutan enak juga kali yah? kepikir gitu soalnya saya kemarin bikin asinan rambutan "kekinian" itu loh mbak.. Dikulkasin, seger bangett buat buka ^^

    _Rissa_

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Rissa, yep pakai rambutan mantap ya. Saya malah belum pernah bikin asinan rambutan kekinian itu wakakka

      Hapus
  8. Mbak endang rujak ini klo di trenggalek buat acara 7 bulanan khamilan(tingkepan).biasanya di tambah jeruk bali juga.rujak ini klo rasanya manis anaknya perempuan.klo pedes laki2.ndak tau jg sebenernya.mitos atau fakta.di ngawi apa jg bgitu mbak dulu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh yaa, sama mba, di Paron juga begitu wakakka, saya baru ingat. Tapi kalau mitos anak lelaki dan perempuan saya kurang tahu hahaha

      Hapus
  9. Kalo aku bikin bumbunya mentah mbak. gula merah, garam, asam jawa dan cabai rawit diulek halus. Kasih sedikit air biar gampang nguleknya. trus tinggal campur ke serutan buah. btw kapan hari aq bikin dr kedondong diserut mbak. malem2 di pom liat kakek2 jual bengkuang ama kedondong. akhirnya beli kedondong ama bengkoang 20rb. bingung dibikin apa dirujak serut akhirnya. dan, kedondong dirujak serut enak ternyata. pertama kali bikin rujak serut pake kedondong.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Julia, yep bs pakai bumbu mentah ya, cuman untuk es seperti ini saya suka direbus supaya tdk langu ya. Waaah kedondong enak banget buat rujak serut, jadi ngileeeerrr.

      Hapus
  10. Hai mba Endang... dari dulu suka deh baca blogx mba Endang.. suka prologx n resep2x, mba Endang bkn org yg pelit ngasih resep, memang seharusnya begitu ya mba saling berbagi ilmu yg bermanfaat..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Fitri, thanks sharingnya yaa, senang resep2 JTT disuka, sukses yaaa

      Hapus
  11. Hai mbak, dulu waktu sekolah paling suka beli es kweni. uenak trus seger apalagi pulang skul panas-panas. Kayaknya dibikin rujak enak juga ya. nyontek resepnya ya. makasih mbak Endang...^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Indy, thanks sharingnya yaa, yep es kweni enak buanget, seger dan harum hehee

      Hapus
  12. Hai mbk endang salam kenal,sejak nemu blignya mbk endang 1 thn lalu seneng rasanya nemu resep2 mbk yg menurut saya pas di hati dan dilidah,mbk klo resep nenek saya rujak serutnya ditambahin pisang batu rasanya uenakk mbk tambah sueger ,mksih ych mbk telah berbagi ilmu

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal Mba Keira, thanks sharingnya ya, dan senang sekali resep2 JTT disuka. Yep, dikampung saya jyga suka pakai pisang batu muda, sepet2 enak yaa, hehehe. sayang di JKT susah dapatnya hiks

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...