15 Juni 2017

Resep Kue Semprit Garing 'Pecah' di Mulut


Resep Kue Semprit Lumer di Mulut JTT

Sudah tak terhitung berapa jam waktu saya terbuang mereka-reka aneka resep kue kering setiap harinya. Dan setiap hari juga, umumnya di detik-detik menjelang pulang dari kantor, semangat saya membumbung tinggi dengan rencana yang berkecamuk di kepala. Apalagi jika bukan mengeksekusi resep-resep kue kering tersebut. Folder di blog pun telah penuh dengan resep cookies, berharap satu persatu akan diwujudkan segera. Namun apa yang terjadi saudara-saudara? Setiap tiba di rumah bersama perut yang penuh berisi aneka gorengan dari warung di belakang  kantor dan saya santap di mobil Mbak Fina ketika bedug Maghrib berkumandang di jalan, keinginan membuat aneka kue kering tersebut musnah tak bersisa. Perut kenyang membuat mata mengantuk, badan lesu dan semangat menguap. Jika sudah seperti itu, membayangkan hendak mengeluarkan perlengkapan perang berupa baskom dan mikser terasa aduhai beratnya. ^_^

Resep Kue Semprit Lumer di Mulut JTT
Resep Kue Semprit Lumer di Mulut JTT

Tadi malam saya tiba di rumah di pukul tujuh malam, rumah dalam kondisi terang benderang karena Paklik Nardi, suami Bulik atau Tante saya yang tinggal di Depok, sedang membetulkan listrik yang konslet sejak berbulan-bulan lalu. Sebagian rumah Pete, mulai dari dapur dan beberapa bagian rumah memang listriknya padam karena salurannya luluh lantak diserang rayap. Beberapa bulan ini saya menggunakan lampu meja untuk menerangi dapur, dan membuat sedikit kepala pening kala harus mengambil foto step by step proses memasak karena kondisi yang remang-remang.

Problem rumah tua memang 'segambreng' dan rayap adalah salah satu yang saat ini membuat saya pusing tujuh keliling. Makhluk itu bukan hanya bersarang di kusen pintu dan jendela tetapi juga di dalam tembok dan menyerang setiap colokan listrik yang menempel disana. Terutama tembok dapur yang bersebelahan dengan rumah tetangga. Kondisi yang lembab membuat si rayap merajalela dan menghajar apapun yang bisa mereka temukan. Kondisinya sebenarnya cukup mengerikan, saat ini saya bertahan dengan berbotol-botol Baygon untuk melakukan serangan balik ketika rayap-rayap tersebut bermunculan dan menari-nari erotis mengelilingi lampu yang menyala. Entah siapa yang akan lebih dulu KO, saya atau rayap, akibat semprotan obat pembunuh serangga. ^_^

Resep Kue Semprit Lumer di Mulut JTT
Resep Kue Semprit Lumer di Mulut JTT

Usai berhasil menyalakan semua aliran listrik dan membuat seluruh bagian rumah menjadi terang benderang, Paklik pun pulang ke Depok meninggalkan saya dan rumah yang tampak seperti baru dihajar sebuah truk tronton. Sejujurnya saya super malas hendak membereskan semua kesemrawutan ini karena besok Paklik akan datang kembali untuk membetulkan langit-langit yang bocor, artinya akan lebih banyak kesemrawutan lainnya. Tapi lama-lama mata ini tak tahan juga harus melihat semua ini, akhirnya saya menyeret sehelai sapu dan mulai membersihkan lantai. Pukul setengah sembilan malam semangat saya menjadi high karena dipanaskan oleh aksi bersih-bersih. Energi saya tiba-tiba menjadi berlimpah dan seakan tubuh ini susah diajak berhenti bergerak. Ketika rumah sudah menjadi 'kinclong' kembali dan semua cucian piring kembali ke tempatnya semula, saya pun mulai mengeluarkan aneka bahan kue. Sepertinya satu resep kue kering harus bisa dieksekusi malam ini. Huray!

Pilihan saya jatuh ke kue semprit. Kue jadul khas Lebaran yang eksistensinya sepertinya kini mulai tenggelam ditengah gemerlapnya nastar dan kastangel. Seorang pembaca JTT pernah meminta saya untuk menampilkan tutorialnya, dan hari saya kabulkan permintaannya. Semoga hasilnya sesuai dengan harapan.

Resep Kue Semprit Lumer di Mulut JTT

Berbicara tentang kue semprit, ingatan saya selalu dan selalu terbang ke masa puluhan tahun yang lalu, kala masih kecil dan tinggal di Tanjung Pinang, Riau. Tante-Tante saya dari pihak Ibu, setiap tahun kala Lebaran tiba pasti membuat kue semprit. Kue ini merupakan menu wajib selain nastar daun yang berukuran besar dan gendut, serta kue gabus keju yang gurih. Dulu di Tanjung Pinang, entah jika sekarang, beberapa minggu sebelum Lebaran tiba para Ibu akan berkumpul bergantian dari satu rumah saudara atau tetangga ke rumah lainnya, mereka bergotong royong saling membantu membuat kue. Tugas si tuan rumah adalah mempersiapkan semua bahan dan peralatan serta menentukan jenis kue apa yang akan dibuat.

Berhubung Ibu saya memiliki skill super 'cethek' jika berurusan dengan membuat kue dan snack, maka beberapa orang Tante akan datang membantu. Dan berhubung karena bahan kue mahal dan ekonomi keluarga kami super pas-pasan kala itu, maka kue andalan Ibu untuk dihidangkan kala Lebaran hanyalah kue gabus keju, kue bawang dan kue semprit. Nastar yang memerlukan banyak biaya dan ribet, tidak pernah masuk ke dalam list. "Nanti saja kita makan nastarnya di rumah Tante Munah ya," begitu kata beliau setiap kali kami request minta dibuatkan kue tersebut. ^_^

Resep Kue Semprit Lumer di Mulut JTT
Resep Kue Semprit Lumer di Mulut JTT

Sampai sekarang, walau itu sudah lewat puluhan tahun, saya masih ingat betapa sedapnya kue semprit buatan Tante Munah dan Tante Ombok, adik Ibu saya. Kuenya rapi jali, berbentuk persegi panjang dengan salur bergerigi di permukaannya, renyah dan lumer di mulut. "Kuncinya kue kering enak itu pakai mentega cap Gentong," itu adalah kata-kata Ibu yang masih saya ingat sampai sekarang. Sejujurnya, saya sendiri belum pernah melihat mentega yang beliau maksudkan, dan saat itu saya masih berusia enam tahun dan sama sekali tidak berminat berurusan dengan merk mentega. Sayangnya di Jakarta saya tidak pernah menemukan mentega dengan cap seperti ini, tapi menurut saya mentega Wijsman bisa menggantikannya. 

Kue ini bernama semprit karena dicetak menggunakan sebuah alat dimana adonan dimasukkan ke dalam sebuah tabung kayu yang memiliki lubang cetakan disalah satu mulutnya. Ketika adonan didorong atau ditekan maka adonan akan keluar dengan bentuk sama seperti cetakannya. Biasanya Tante saya akan mencetak adonan sekaligus panjang kemudian dipotong-potong sepanjang 5 cm. Semprit dengan bentuk seperti ini mungkin bisa dibilang jenis yang 'jadul' karena saat ini sudah jarang yang membuatnya. Nah berhubung saya tidak memiliki cetakan khusus kue semprit seperti yang dimiliki Tante Munah maka saya memasukkan adonan ke dalam plastik segitiga dengan sebuah spuit kembang No. 1 di ujungnya.Walau tidak mirip seperti kue semprit yang ada di dalam kenangan saya namun rasanya mirip. Garing, lembut, lumer dan 'pecah' di mulut. ^_^

Resep Kue Semprit Lumer di Mulut JTT

Sekarang ke proses pembuatannya. Karena kue semprit a la Tante Munah dan Tante Ombok menurut saya super sedap, maka testur dan rasa kue semprit buatan beliau berdua itulah yang menjadi acuan saya. Kue kudu renyah, garing, sekaligus lembut, empuk dan mudah lumer dimulut kala dikunyah, plus tentu saja dengan rasa butter yang kuat. Saya tidak memiliki resep kue semprit a la kedua Tante, tapi saya bisa sedikit mereka-reka bahannya. Untuk tekstur garing namun lumer dimulut saya mencampur tepung terigu (saya menggunakan protein sedang, silahkan ganti dengan protein rendah jika ada), dengan tepung maizena dan tepung sagu tani (tapioka dengan kualitas yang baik). Tujuan saya adalah kue yang garing, empuk namun selumer sagu keju yang pernah saya posting resepnya disini. Maizena dan tapioka/sagu yang bebas gluten menurut saya membuat kue menjadi garing, renyah dan lumer, jadi jangan skip kedua tepung ini jika anda hendak mencobanya di rumah. 

Karena kue semprit termasuk jenis butter cookies, maka tentu saja mengandung banyak lemak berupa mentega dan margarine. Saya mencampurkan mentega dan margarine dengan perbandingan 1 : 1, dan menggunakan mentega merk Hollman, bukan Wijsman, dan margarine Blue Band kiloan yang saya beli di Titan. Hasilnya menurut saya sudah enak dan baunya harum, namun dengan mentega Wijsman tentunya akan lebih sedap. Saya juga menambahkan vanilla extract untuk aroma yang sedap, jika tidak ada ganti saja dengan 1/4 sendok teh bubuk vanili dan campurkan bersama bahan kering (tepung dll.). Komposisi mentega dan margarine ini bisa diubah sesuai selera, bahkan jika hendak menggunakan 100% margarine saja atau mentega saja, kue tetap bisa berhasil dibuat. Hanya saja selalu saya tekankan, mentega membuat rasa dan aroma kue lebih sedap, lebih harum dan tekstur kue lebih empuk dan lumer di mulut.

Resep Kue Semprit Lumer di Mulut JTT

Mentega dan margarine perlu di kocok bersama gula bubuk hingga smooth, tidak perlu sampai mengembang dan putih. Baru kemudian kuning telur dimasukkan dan diakhiri dengan tepung. Adonan yang terbentuk pekat, tidak lengket ditangan dan berat, tapi bukan berarti tidak bisa di spuit. Adonan bisa dispuit tetapi gunakan spuit dengan lubang yang besar, saya menggunakan spuit Wilton no. 1. Spuitlah segera, saat itu juga ketika adonan sudah jadi, makin ditunda maka adonan akan semakin mengeras. Selalu tutup sisa adonan yang belum dispuit dengan kain atau plastic wrap agar terjaga kelembabannya dan tidak menjadi keras dan membuat kita susah menyemprotkannya. Bagaimana jika adonan sudah terlanjur keras dan tidak bisa dispuit? Mudah, cukup gilas adonan setebal 1/2 cm dan cetak. Kue yang dicetak akan sama enaknya seperti yang dispuit. 

Resep Kue Semprit Lumer di Mulut JTT
Double loyang yang dipakai agar panas stabil

Untuk memanggangnya, saya menggunakan  loyang yang didouble. Kue ini cukup fragile karena teksturnya yang rapuh,  panas yang terlalu tinggi akan membuatnya mudah gosong dan menjadi kecoklatan, tetapi jika oven kurang panas maka kue menjadi kurang garing alias agak lembab. Jadi suhu memanggang dan lamanya kue dipanggang merupakan hal yang cukup penting dan sesuaikan dengan oven anda masing-masing karena beda merk dan jenis oven maka beda pula suhu dan waktu memanggang. Kue sebaiknya dipanggang hingga bagian tepiannya mulai tampak kuning kecoklatan, ketika masih panas kue akan rapuh dan mudah hancur, jadi biarkan kue diam di loyang ketika baru saja dikeluarkan dari oven hingga kue mulai mengeras baru kemudian dipindahkan ke rak kawat. Jika kue masih lembab ketika sudah dingin maka jangan ragu memasukkan kembali ke oven dan panggang hingga kering. 

Kue semprit biasanya tampil polos, tapi varian yang saat ini bermunculan sering kali kue dihias dengan selai stroberi. Saya menggantikan selai dengan manisan cherry merah yang dipotong kecil-kecil. Jika anda hendak menggunakan selai pastikan selai akan mengeras ketika dipangggang dan bukan meleleh 'lebay'. Dan jika anda hendak menggunakan manisan cherry maka cucilah terlebih dahulu manisan tersebut hingga air merahnya hilang sehingga tidak mengotori permukaan kue dengan bercak kemerahan. Potong manisan menjadi potongan imut dan tempelkan di permukaan kue.

Berikut resep dan prosesnya yang mudah ya.

Resep Kue Semprit Lumer di Mulut JTT

Kue Semprit Garing Pecah di Mulut
Resep hasil modifikasi sendiri

Untuk 80 buah kue

Tertarik dengan kue Lebaran lainnya? Silahkan klik link dibawah ini:
Cherry Icebox Cookies
Thumbprint Cookies dengan Selai Strawberry 
Checkerboard Cookies - Si Kue Papan Catur 

Bahan:
- 250 gr tepung terigu protein sedang atau rendah
- 100 gram tepung maizena
- 50 gram tepung tapioka/sagu (saya pakai tapioka sagu tani)
- 25 gram susu bubuk full cream
- 150 gram margarine
- 150 gram mentega
- 150 gr gula halus (blender gula pasir hingga menjadi tepung)
- 2 butir kuning telur 
- 1 1/2 sendok teh vanilla extract 
- manisan cherry merah, cuci bersih dan potong kecil-kecil (bisa diganti dengan selai stroberi)

Cara membuat:
Siapkan oven, set disuhu 165'C, letakkan rak pemanggang ditengah oven. Set oven dengan api atas dan bawah. 

Siapkan loyang untuk memaggang kue kering, alasi dengan kertas baking atau silpat. Sisihkan. 

Resep Kue Semprit Lumer di Mulut JTT
Gambar dilihat dari kiri ke kanan

Siapkan mangkuk, masukkan bahan kering (tepung terigu, maizena, tepung tapioka/sagu, susu bubuk dan garam), aduk rata, sisihkan. 

Siapkan mangkuk mikser, masukkan mentega, margarine dan gula bubuk, kocok dengan mikser speed rendah hingga tercampur baik (speed tinggi akan membuat gula bubuk berterbangan). Naikkan speed menjadi sedang dan kocok hingga tercampur homogen saja (bukan mengembang dan pucat). Jangan lupa hentikan mikser sesekali dan keruk dinding mangkuk agar semua mentega bisa terkocok. Hentikan mikser. 

Masukkan kuning telur dan vanilla extract, kocok dengan speed sedang hingga tercampur homogen. Hentikan mikser, masukkan campuran tepung terigu dalam 3 tahapan dengan cara diayak langsung diatas adonan. Aduk adonan dengan spatula disetiap penambahan tepung. Jika adonan sudah tercampur baik, hentikan mengaduk.  Adonan yang terbentuk pekat, berat dan tidak lengket.

Resep Kue Semprit Lumer di Mulut JTT
Gambar dilihat dari kiri ke kanan

Siapkan plastik segitiga, pasang spuit kembang Wilton no. 1  diujungnya. Double plastik segitiga jika perlu karena adonan yang agak berat terkadang membuat plastik pecah ketika ditekan. Cetak adonan dengan bentuk sesuai selera di permukaan loyang yang sudah dialasi kertas baking atau silpat. 

Beri jarak antar kue karena akan melebar ketika dipanggang.  Letakkan sepotong kecil manisan cherry di permukaan kue. Panggang selama 20 menit, atau hingga tepian kue mulai tampak coklat kekuningan. Keluarkan loyang dari oven, biarkan kue di loyang selama 10 menit agar mengeras. Kue akan rapuh dan mudah patah jika disentuh kala masih panas. 

Pindahkan kue ke rak kawat dengan spatula besi atau pisau agar kue tidak rusak, dan biarkan benar-benar dingin. Masukkan kue ke stoples yang memiliki tutup rapat. Siap disantap. Super yummy! 



32 komentar:

  1. ijin share nggih buk e , maturnuwun

    BalasHapus
  2. Cocok nih buat hidangan Hari Lebaran..hehe

    BalasHapus
  3. Susu bubuknya bisa diganti dengan susu cair gak mbak?
    Makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. nggak ya mba, skip saja, kalau sudah pakai mentega menurut saya kue cukup enak ya.

      Hapus
  4. Mbaakk bikin buku khusus cookies dong..makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haloow Mba Dwi, yep sedang dalam angan2 hahahahha, tahun depan mungkin yaa

      Hapus
  5. Kalo gak salah yg dimaksud mentega cap gentong adalah mentega merk Golden Churn mba Endang.di kepri kadang orang menyebutnya mentega cap tong,mengacu pada gambar tong/gentong di kemasan kalengnya.saya dulunya gak tau,setelah tau bendanya baru ngeh.harganya...hmmm lumayan mahal tapi masih dibawah wijsman.tapi sebanding kok dengan rasa dan aroma yg di dapat��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halow Mba Andri, wah iyaaaa, betul2 memang itu. Saya pernah lihat mentega ini di online shop, saya trus kepikiran apa ini yang dimaksud cap gentong itu, tapi kurang yakin wakakkakak. Thanks sharingnya yaaa

      Hapus
  6. mbak endang misalkan tepung maizena dan tepung tapioka aku ganti dengan tepung larut bisa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. tepung maizena tidak ya, kalau tapiokanya bs ganti tepung garut.

      Hapus
  7. Terimakasih resepnya mba Endang...semoga mba Endang sehat terus...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama mba, sukses dan sehat selalu juga yaa...

      Hapus
  8. wah kue jadul mang bikin kangen, tempat saya ini biasa ada di acara hajatan di cetaknya duo warna coklat sama kuning. Bisaan ya mba Endang nemuin resepnya.
    Lis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah iya, betul banget Mba Lis, biasanya dicetak dua warna ya hehehe. saya baru ingat. thanks yaa

      Hapus
  9. mba endang ,kk saya kalau bikin cookies ini tidak pernah pakai sagu . tapi saya jadi penasaran dengan resep ini .nanti saya akan coba. saya minta izin nyontek resep nya y mba . terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks mba, yep umumnya tdk pakai sagu, tapi saya ingin tekstur lebih lumer hehehhe

      Hapus
  10. pas bangeeet ibu ku ngidam kue semprit ini, siap tak coba nanti pas liburan hhehehe, semoga berhasil

    BalasHapus
  11. Seru baca cerita mba endang di awal2 resep hihihi.. Mentega cap gentong itu mentega golden churn mba. Hampir sama enak dgn wisjman cuma ga sewangi wisjman. Sempritnya cantik mba. Comot 1 yaa hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks mba Harsi sharingnya, iyaa saya baruy nyadar itu golden churn ya hahahha.thanks yaa, sukses selalu...

      Hapus
  12. Mba endang kue ini sm kue bunga mawar tanpa telurnya mba end enak mana hehehe....
    Sy gak punya oven, bisa gak manggangnya pake wajan teflon?
    Makasih infonya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya enak ini ya hehehe, lebih garing dan lumer. Tidak bs pakai teflon mba, nanti hasilnya melempem ya

      Hapus
  13. Waahhh...kue semprit kesukaan saya, kakak saya selalu request untuk dibuatin, tapi belum pernah direalisasikan permintaannya karena faktor malas. Pengen banget eksekusi resep ini untuk isi toples lebaran tahun ini....sptnya ga kejadian deh waktunya udah mepet. Simpen dulu aja resepnya....suatu hari nanti akan saya coba bikin....selalu suka dengan cerita-cerita masa kecil mba Endang, makasih ya mba, tetap semangat menulis dan berbagi kisah di blog ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Mba Reka sharingya ya, senang resep2 JTT disuka, moga one day sempritnya juga bs dicoba, sukses yaaa

      Hapus
  14. Hallow mba salam Kenal, sampai detik ini resep dr mba jd peganganku utk praktek kue/masakan. Resep mba sangat cocok dgn seleraku.thanks bangeettt. Ohya,aku mau tanya itu resep kue semprit bisa dirubah jd kukis coklat biasa gak ya? Brp kira2 takaran coklat bubuk yg hrs ditambahkan? Makasih banyak mba...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halow Mba, salam kenal juga ya. Bisa ya, tambahkan sekitar 2 sendok makan coklat bubuk di campuran tepung mba. salam

      Hapus
  15. Mba endang kalo dikocok manual pake whisk bisa ga ya?thanks

    BalasHapus
  16. hei mba endang....
    susu bubuk full cream yg mba pakai merknya apa ya?
    thanks

    BalasHapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...