15 November 2011

Snack Keju Renyah Dari Tepung Sagu



Di mall Ambasador ada satu toko yang khusus menjual aneka camilan khas Bangka, segala macam keripik, kerupuk, kacang-kacangan, kue kering bahkan hingga belacan (terasi) dan rusip pun ada. Rusip adalah sejenis  makanan yang terbuat dari bahan dasar ikan teri yang difermentasikan di dalam pot atau guci dengan garam, kemudian ditambahkan gula Jawa sebagai perasa. Rusip umumnya digunakan sebagai pengganti sambal untuk lalapan. Di antara deretan aneka snack ini, ada satu yang menjadi favorit teman-teman kantor saya yaitu kue keju yang terbuat dari tepung sagu/tapioka/kanji. Teksturnya renyah dengan rasa yang sangat gurih. Nah, makanan ini membuat ingatan saya terlontar puluhan tahun yang lalu ke kampung halaman Ibu saya di  Tanjung Pinang. Di sana kue keju dari tepung kanji ini merupakan kue wajib Lebaran selain nastar tentunya. Setiap tahun, satu minggu menjelang Lebaran, Ibu saya akan membuat kue keju ini hingga berkaleng-kaleng banyaknya. Maklum saja, dari sekian banyak resep kue hanya kue keju ini yang dikuasai Ibu saya dan sukses dibuat tanpa bantuan adik, kakak, nenek, tetangga dan bala bantuan lainnya. Saya akui, Ibu memang jago memasak aneka lauk dan masakan namun untuk urusan membuat kue? "Teruk lah" alias payah, kata orang Melayu. ^_^


Walau memiliki rasa yang sama namun kue keju yang dijual di toko makanan khas Bangka ini jelas memiliki tampilan yang baik, karena dicetak menggunakan alat khusus, permukaannya tampak berulir dan memiliki ukuran yang sama. Ini berbeda dengan kue keju tradisional handmade yang biasa dibuat Ibu. Handmade disini benar-benar dalam arti harfiah karena kue dicetak dengan menggunakan kedua telapak tangan, dipelintir hingga tercipta bentuk memanjang dengan ujung-ujung runcing seperti.... cacing. Dulu kala ketika kami (saya, kakak dan adik perempuan) masih bocah-bocah cilik, momen menggelintir si kue keju ini menjadi pengalaman yang ditunggu setiap tahunnya. Sekeluarga duduk berputar mengelilingi sebaskom adonan kue, sambil tangan-tangan mungil kami sibuk menggosok secuil adonan di antara telapak tangan. Kadang adonan terasa begitu susah untuk dipelintir sehingga berulangkali dibongkar dan dipermak hingga berakhir menjadi sebentuk adonan berwarna kehitaman. Kalau sudah seperti ini Ibu saya akan memberikan intruksi: buang! 



Membuat kue keju ini sangat mudah, tips yang paling utama adalah haluskan keju selembut mungkin agar tercampur baik dengan adonan. Saya biasanya menggunakan blender. Selain itu, saat akan menggoreng adonan yang telah dipelintir, masukkan adonan ketika minyak dalam kondisi dingin. Ketika adonan yang tercetak telah cukup banyak terkumpul dan terendam minyak di wajan, baru kemudian wajan kita panaskan dan goreng kue seperti biasanya. Hal yang paling mengesalkan adalah setiap kali selesai menggoreng maka minyak harus didinginkan baru bisa digunakan untuk menggoreng kloter berikutnya. Makanan berbahan dasar tepung kanji jika digoreng dalam kondisi minyak panas maka permukaannya akan berlubang-lubang dan kasar. Sedangkan kue keju ini memiliki ciri khas permukaan yang halus dan mulus. Cara untuk mempercepat proses penggorengan tentu saja dengan menggunakan dua buah wajan berisi minyak yang dipakai bergantian. Namun tentu saja cara ini membuat pemakaian minyak goreng menjadi lebih banyak. Jika anda sabar dan memiliki waktu yang sangat luang, menunggu minyak mendingin tidak akan menjadi masalah yang besar. ^_^

Berikut resepnya jika anda berminat ya. 



Snack Keju Dari Tepung Sagu/Kanji/Tapioka
Resep diadaptasikan dari Ibu tercinta 

Untuk menghasilkan kira-kira 400 gram kue keju

Bahan:
- 250 gram tepung sagu/kanji/tapioka
- 2 butir telur
- 100 gram keju Cheddar, parut
- 50 gram mentega, suhu ruang
- 1/4 sendok teh garam
- Minyak untuk menggoreng

Cara membuat:


Siapkan blender, masukkan telur, keju parut dan mentega. Proses hingga halus dan lembut. 

Siapkan mangkuk, masukkan tepung kanji ke mangkuk. Buat lubang di tengah dan tuangkan keju+telur ke dalamnya. Aduk rata dengan spatula, kemudian uleni dengan jari-jari tangan hingga menjadi adonan yang kalis dan bisa dibentuk.

Siapkan wajan, masukkan minyak dingin cukup banyak di wajan. 


Ambil sejumput adonan, jangan terlalu besar agar kue kering dan renyah. Letakkan di telapak tangan kemudian gelintirkan adonan dengan cara menggosokan kedua telapak tangan hingga adonan berbentuk silinder panjang dengan ujung-ujung yang runcing (seperti cacing). Jatuhkan ke dalam minyak dingin hingga semua bagian terendam minyak.

Ingat, untuk membuat kue keju tepung sagu ini kita memasukkan adonan dalam kondisi minyak dingin. Minyak yang panas akan membuat kue berlubang-lubang dan tidak mulus. 


Jika telah cukup banyak adonan yang terendam minyak, hidupkan api kompor dan panaskan minyak dengan api sedang. Biarkan minyak menjadi panas dan adonan kue terlihat mengeras. Walaupun tumpang tindih namun ketika mengeras maka kue akan saling terlepas sendiri. Jangan mengaduk kue dengan sodet ketika kondisinya belum mengeras karena kue akan putus dan meleleh. 

Ketika adonan terlihat mulai keras, caranya dengan menekannya perlahan dengan menggunakan ujung sodet, angkat-angkatlah bagian kue yang terletak di bagian paling pinggir dengan ujung sodet hingga tercerai berai. Bagian tengah biasanya agak lama matangnya jadi lakukan perlahan dan bertahap mulai dari bagian tepi menuju kebagian tengah hingga semua kue keras dan bisa diangkat dengan sodet. 

Balik-balikkan kue selama di goreng dan lepaskan kue yang saling menempel satu sama lain dengan menggunakan sodet. Goreng kue hingga warnanya coklat keemasan, angkat dan tiriskan.  Matikan api kompor agar minyak mendingin sebelum anda melanjutkan menggoreng sisa adonan.

Jika anda ingin pekerjaan menggoreng ini segera selesai maka sebaiknya anda menggunakan 2 buah wajan berisi minyak. Jadi sambil menunggu minyak di wajan pertama mendingin kita bisa menggoreng di wajan kedua. Tentu saja minyak yang harus anda gunakan menjadi lebih banyak. 

Biarkan kue keju benar-benar dingin sebelum anda masukkan ke dalam stoples tertutup rapat. Nah, snack ini mantap untuk menemani anda dan keluarga menonton pertandingan Sea Games di televisi. Yummy! 

Sources:
Web Pemerintah Kabupaten Bangka - Kuliner Bangka




65 komentar:

  1. Liat nih resep jadi lgsg penget buat. .so simple. Tp pas udah jadi tidak seperti yg diinginkan,gampoang ancur. .ngremah gt. Trus waktu nggoreng meninggalkan tepung di wajan kayak goreng fried chiken gt. .kno ♈α᪪ mbak?apa salah pengocokan?thx

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Niya, wah kenapa ya? Karena kue ini ketika digoreng langsung mengeras dan gak mudah hancur sama sekali. Pastikan menggunakan tepung yang benar ya, tepungnya harus tepung kanji/tapioka/sagu saya biasa pakai dengan merk dagang Sagu Tani. Dari dulu buat kue ini masih sama hasilnya, mudah dan enak.

      Hapus
  2. dear Mba Endang, Makasih udah share ilmunya. Aku dah bikin 2x minggu ini.. Hasilnya maknyoss endang gulindang...
    Ga sabar mo coba resep lainnya yg gampang n praktis...
    semoga mba Endang ga bosan up date resep2 barunya.
    Sukses terus ya Mba..:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yep, rasanya memang sedap Mba,sayangnya luamaaaa gorengnya hahhaha. Nggak tahan dibagian goreng dan cetaknya hehehhe. Thanks sharingnya ya.

      Hapus
    2. betul...betul...ming lalu nyobain bikin...aduh males banget nyetak sama gorengnya. Dengan resep dari mba endang, ternyata untuk pake minyak 1/4 lt adonan musti di bagi 3 atau 4 kali goreng. Pertama nyobain nyetaknya kegedean jd hasilnya kurang renyah (agak keras)...seandainya ada cetakan khusus bikin telor gabus hehehe...

      Hapus
  3. Mbak, di bagian bahan kok tertulis keju parut dibentuk kubus, yang bener yang mana neeeh ? diparut apa dipotong kubus ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, diparut saja ya supaya hasilnya lebih baik. Saya koreksi resepnya.

      Hapus
  4. Mba, salam kenal. Kalo keju cheddar di resep sy ganti keju edam ato gouda bisa ga mba? Bakal jd keras ga ya? Makasih mba...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba, salam kenal. Bisa kok Mba Mimi, kan kejunya di haluskan dengan blender ya, jadi gak masalah.

      Hapus
  5. Nah...klo yg ini namanya "telur Gabus" ada 2 macam jenisnya yg asin sama yg manis (disalut gula), dua2 nya enak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Yani, wah saya suka yang telur gabus manis, belum pernah coba bikin, kapan2 pengen nyoba jg. Hmm sukses bikin saya ngiler nihhhh hehehe. Thanks ya

      Hapus
  6. salam kenal mba endang, saya udh coba resep ini kemarin, rasany enak tp kok hasilnya keras gak renyah kyk punya mba endang?
    kemarin saya mencampur adonan yg diblender dgn sagu menggunakan spatula, trus saya uleni dgn tangan sampai kalis seperti menguleni roti, benar gak mba? o iya, tepung yg saya gunakan tapioka cap gunung mas
    trus kl keju nya ditambah bisa gak mba? biar lebih ngeju :)
    makasih ya mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Dina, wah kok bisa keras ya, kue ini renyah banget karena dari sagu ya. saya pakai tepung tapioka merk sagu tani, banyak di supermarket.

      Hapus
  7. Halo mbak..Aku dah pernah nyobain resep ini dan rasanya emang enak tp org rumah lbh suka cemilan yg manis jdi aku mau nanya klo misalkan pengen buat versi manisnya komposisi bahannya jdi seperti apa yah mbak?trus snack ini bisa tahan smpe brp hari soalnya pengen ku jadiin isi toples pas lebaran nanti..tlg dijawab yah mbak..makasih
    Emhy-Makassar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Emhy, saya belum pernah buat versi manisnya. saya rasa tinggal dimasukkan gula bubuk saja ya. Untuk tahan lamanya, snack ini tahan dalam wadah tertutup rapat sampai 2 minggu. kalau di chiller kulkas bisa lebih lama lagi.

      Hapus
  8. Hai mbk...mau tanya nie, kalau gk pake mentega bisa kan mbk?trimakasih....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya rasa bisa saja, hanya hasilnya pastinya kurang renyah ya. Ganti margarine atau minyak.

      Hapus
  9. malam mba, mau tanya .. itu kan telurnya dibagi jadi 2x kasihnya, berarti yang pertama x di blender itu cuma 1 butir lalu pas di uleni juga 1 butir saja kah ??
    terima kasih mba ,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Priska, yep benar, telur pertama yang diblender hanya untuk memudahkan mesin blender mudah bergerak ketika menghaluskan keju. dimasukkan semua juga boleh kok ^_^

      Hapus
  10. Mba Endang, kemarin baru saya coba resep nya, kebetulan waktu beli tepung ga ada sagu tani, yang ada cm gunung agung, ikutin step step nya tp hasilnya kurang renyah, agak keras, dan tengahnya agak lembek. padahal sudah kecoklatan gorengnya... Mungkin masalahnya karna beda tepung ya? atau api yg kurang kecil.......

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya rasa mungkin tepung dan saat menggoreng api harus kecil, supaya matang hingga ke dalam tanpa membuat kue gosong. Kalau kurang renyah, tambahkan 1 kuning telur ke dalam adonan Mba.

      Hapus
    2. Makasih banyak Mba. ..:)
      Sebenarnya yang kemarin dilahap juga ma anak2 hehe. ..

      Hapus
  11. mba endang ini resepnya sepertinya mirip dengan Churros ya mba? yg mba pernah posting.. haya saja Churros pake tepung terigu dan gak pake keju.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Nhoviie, resep ini beda sekali dengan churros, churros itu sama seperti kue sus, sedangkan kue keju ini mirip dengan kue bawang ya, keras dan bisa dibentuk tangan. Adonan churros lembek, lengket, karena itu harus disemprot untuk membentuknya.

      Hapus
  12. mba endang kalau proses menghaluskannya dengan blender bisa di skip atau ada cara lain gak? soalnyasi ibu suka ngomel kalau yang berhubungan dengan listrik....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mba Novii, saya pakai blender karena keju susah dihaluskan. Keju harus benar2 halus supaya rasanya kua di adonan. kalau Mba bisa menghaluskan keju tanpa blender ya silahkan dicoba tanpa blender ya ^_^

      Hapus
    2. oalaaahh giitu toh, kalau keju parutnya tak ganti dengan cream chese atau mozarella masih harus di haluskan lagi gak mba?

      Hapus
    3. hai mba, intinya keju harus benar2 halus ya supaya mudah tercampur dengan adonan, kalau cream cheese atau mozarela sudah halus ya gak perlu dihaluskan lagi ya.

      Hapus
  13. mbak boleh tahu dimana beli cetakannya ?
    Makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. cetakan apa ya?? kue ini nggak pakai cetakan, cuman diplintir ditangan

      Hapus
  14. Mba... aku sukses bikinnya, gak sulit. Renyah dan enak rasanya. Klo disalut gula adonannya sama kayak resep diatas kah? Atau mungkin ada rasa lain.

    Mba, maaf ya aku ngotor2in blogmu dgn komenku. Gak bisa nahan diri bt gak bercerita. Sangat bersemangat buat nyobain semua resep mba.. hehe...
    Sukses selalu ya mba..

    BalasHapus
  15. mbak, ini pake tepung sagu atau tapioka ya?setau saya kanji itu tepung tapioka.. kok di resep tepung sagu/kanji/tapioka.. tepung tapioka kan dari singkong, bukan sagu.. mohon penjelasannya.. thanks before :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba, yep kanji itu tapioka. Untuk resep diatas bisa pakai kanji atau sagu atau tapioka, saya sebutkan semuanya karena tidak semya orang tahu istilahnya

      Hapus
  16. Mba klo menteganya diganti margarin yg merk blue band..harus berapa banyak ya ukurannya?
    Makasih mba

    BalasHapus
  17. hai mbak endang, aku dah coba bikin resep mba tp pakai tepung tapioka dari singkong gini hasilnya mba pas abis di uleni tekstur adonanya agak lembek trus pas abis di goreng setelah dingin kue nya jadi keras, trus saya coba lagi pakai tepung sagu hasilnya renyah tp pas di makan kayak betepung gt, salahnya dimana ya mba? hehe masih pemula nih jadi bingung.....
    makasie sebelumnya mbak ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo, mungkin terlalu tebal kuenya atau kurang gorengan ya, kalau kurang lama menggoreng memang resiko pakai tepung sagu kue menjadi agak bertepung di tengahnya

      Hapus
  18. Hallo mba...sy newbie nihh liat blog man endang, udah sy coba nugget homemade berhasil tp sepertinya kbnyakan mayonaise yg sy beli jadi 5sdm penuh tp uenakk hehe...btw sy br aja bikin resep ini berhasil tp tdk sesuai takaran karna sy pikir stok yg ada tepung tapioka yg dibungkus beratnya 250gr ternyata 500gr hehe...pantesan g kalis2 alhasil sy tambah margarin sampe adonan kalis & telor 1 butir lagi...tp tetep enak renyah bgt cm ky msh kerasa tepung mentahnya sy goreng g sampe coklat cm agak menuju coklat, maaf kepanjangan mba sama mau tanya klo biar g terlalu renyah yg hrs ditambahin apanya ya,,? sy yg salah sih hehe lain kali sy mau coba lagi, makasih buanyak mantaf resep2 nya br mau sy coba resep lainnya buat persiapan menu buka puasa & lebaran..sri_bandung

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai mba Sri, waah saya bingung juga ya supaya gak renyah, karena tujuan membuat kue ini pakai sagu supaya renyah hehehhe. Mungkin sagu sebagian dikurangi dan ganti terigu mba, takarannya tapi harus coba sendiri ya karena saya sendri belum pernah coba

      Hapus
  19. Iya resepnya simple bgt cocok buat anak kost..

    BalasHapus
  20. mba ,, minta resepnya supaya sticknya ga meletok " dong mba ??? thx before

    BalasHapus
    Balasan
    1. pakai api kecil saat menggoreng dan pastikan minyak dingin saat adonan masuk mba

      Hapus
  21. Ya ampunnnnn...
    Disini namanya bukan "Telor Gabus" ya? Aku pikir Mbak Endang gak punya resep Telor Gabus, sampe akhirnya aku ambil resep dari blog sebelah yang akhirnya GAGAL TOTAL!
    Sebenernya si Ibu jago bikin ini pada jamannya, secara faktor usia eh dia lupa sebagian bahannya *alamak
    Dan sekarang aku yakinkan "gak ada blog yang mampu kasih resep anti gagal selain Just Try & Taste (biarin lebay juga, udah kebukti sih)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah iya Mba Ayu, ini jenis telur gabus yang rasa asin ya, soalnya saya ini selalu mengasosiasikan telur gabus selalu yang rasanya manis wakakkak. Sip, monggo dicoba, moga sukses yaaa

      Hapus
  22. Hi mba endang, sy newbie (newbie kok bangga hihi) sy hbs praktek resepnya yar kata bentuk tak sama rata tp rasa bercampur dg baik dan benar dan berhasil, yeeyy!! Hny sj krn terbatasnya kompor alhasil jd 3x goreng, lama sii tp ga masalah sambil nunggu minyak dingin udh bs ngemil yg udh mateng.. Bahkan sempat ditinggal nge-moll dl hihihi..
    Kmrn sy jg udh bikin kue zebra kukusnya, dibikin tiap 1minggu 1x hihi.. Bolkusnya coklat dan sup bola tahu.. Semua berhasil mbaa ����
    Resepmu menyelamatkan dapurku ��

    Salam hangat selalu, Erma

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Erma, wah saya jadi ikutan happy membacanya, ternyata banyak banget yang sudah dicoba ya wakakaka. Senang sekali JTT bs membantu dan resepnya disuka. sukses selalu ya!

      Hapus
  23. mba, aku udah coba resepnya.... enak, baru selesai goreng langsung di serbu habis.... tapi menurut kami kejunya kurang terasa, boleh gak yah kejunya di tambah lagi? akan ngaruh gak ke teksturnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, waah mantap hehehhe, cuman buatnya setengah mati yaa wkakakka. Mungkin bs ditambah mba, cuman saya kurang tahu apakah akan ngaruh ke tekstur atau nggak, kalau tidak terlalu banyak tambahnya menurut saya akan baik2 saja

      Hapus
  24. mbak, kok aneh ya. dr tahun 2012 akhir saya nyobain bkin ini buat dbwa ktmn kmpus smpai 5hri lalu saya bkin jg, jd krg lbih 3x saya nyoba pke resep ini,bner2 gak ada yg dikurangi/ditambah tp knapa hasilnya ttp agak keras ya? gak renyah kya yg dibeli. hehe.. apa yg salah ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba ulfa, nahhhh saya juga bingung wakakkak. mungkin tepungnya bukan sagu ya,tapi tapioka, tapioka memag lebih keras hasilnya ya.

      Hapus
  25. Namanya kue curut mba, keluarga saya menyebut kue ini begitu ^^

    BalasHapus
  26. Hai mba Endang, aku udah coba semalem resep nya, tapi kenapa yah kok meledak2 kuenya di penggorengan ? ......Sampe mental keluar kuenya :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. minyaknya terlalu panas ya, jangan goreng dengan api besar, pakai api kecil saja mba

      Hapus
  27. Eksekusi Selasa mbaaa. . .
    Mba, memang si keju itu saat digoreng jadi keluar bintik-bintik keju???
    Saya mixer bahan-bahan yang diresep tertulis di blender. . .

    Dibantuin adik, pengen cepet dia, bentuknya besar dan tebal wkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba Risa, mungkin miksernya belum benar2 halus ya, coba sampai benar2 smooth.

      Hapus
  28. Dear Mba Endang,
    Mohon advise nya, kalau saya mau hasil yang yang crunchy sebaiknya tepung nya pakai apa ya? Kanji atau sagu atau tapioka? Terima kasih sebelumnya ya Mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mb Tri, tepung kanji itu untuk menyebut sagu dan tapioka ya, setahu saya untuk kue2 bagusnya sagu, tetapi sagu susah dicari jadi tapioka premium dengan merk sagu tani hasilnya sih cukup oke ya.

      Hapus
  29. Dear Mba Endang...
    Saya prnh bikin telur gabus,,tp pas dibentuk dan dimasukin ke minyak dingin kok adonanx pada nyatu yah? Trus pas digoreng gak mau pisah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba, terlalu lengket adonannya, mungkin kurang tepung mba.

      Hapus
    2. Ouh,,,gitu ya mba... iya sih klo dibandingin sama punya mba endang punya sy emg agak basah dan lengket. mksh mba atas infonya.

      Hapus
    3. sama2 mba, moga next time sukses yaaa

      Hapus
  30. Assalamualaikum mbak endang, saya sudah coba resepnya dan berhasil. (Yay! ^_^) Awalnya patah2 dan permukaannya retak2.. Selain itu diminyak menyisakan sisa tepung walaupun sedikit sekali. Kemudian saya ingat mbak endang pernah bilang kalau pakai telur selalu yang ukuran jumbo, jadi saya tambahi kocokan telurnya..adonannya jadi sedikit lembek namun bisa dibentuk, saya juga mencetaknya tidak terlalu panjang, saat memasukkan dalam minyak saya tidak banyak2 dan saya menahan diri untuk tidak sering mengaduk/membalik, jika ada yg terlihat kurang matang saya tenggelamkan saja kedalam minyak....Alhamdulillah sudah tidak patah lagi tapi permukaannya masih retak2..Kemudian secara tidak sengaja saya menggunakan api yang sedikit lebih besar dari sebelumnya (tapi tidak besar sekali, sedang saja), hasilnya malah lebih mulus dan tidak menyisakan tepung.. Hasilnya memuaskan...Terimakasih resepnya mbak..


    Lusi -Kediri

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba Lusi, thanks yaa sharingnya, wah sangat bermanfaat banget bagi pembaca lainnya yang hendak mencoba resep ini. Memang terkadang kalau belum terbiasa banyak hal yang mesti dikutik2 ya, sampai menemukan teknik yang tepat. thanks yaa

      Hapus

Heloooo! Terima kasih telah berkunjung di Just Try andTaste. Walau terkadang saya tidak selalu bisa membalas setiap komentar yang datang, namun saya senang sekali bisa menerima dan membacanya.

Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen anda dalam mencoba resep-resep yang saya tampilan. Semua komentar baik di posting lama maupun baru sangat saya nantikan. ^_^

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan di artikel karena saya menggunakan setting moderasi, namun jangan khawatir, begitu saya kembali ke laptop maka hal utama yang saya lakukan adalah mengecek dan mempublish komentar anda.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste. Untuk mengajukan pertanyaan dan komentar, anda juga bisa langsung email ke saya di endangindriani@justtryandtaste.com

Saya tunggu komentar, feedback, email dan sharing anda ya. Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...