02 April 2013

Cheesy Macaroni Schotel: Jangan dicoba jika anda sedang diet



Bagi sebagian orang membuat macaroni schotel merupakan pekerjaan mudah, namun tidak bagi saya. Entah kenapa schotel yang saya buat hasilnya belum pernah memuaskan. Bagi saya, schotel yang mantap adalah yang memiliki kriteria lembut, teksturnya agak basah, empuk dengan rasa susu dan keju yang kuat. Namun percobaan saya membuat makanan ini selalu berakhir dengan schotel yang keras, kering dan rasanya pun tidak nendang sama sekali. Bahkan Meta, sahabat saya yang tidak hobi memasak mampu membuat macaroni schotel yang laziz dengan semua kelebihan yang ada di schotel yang saya impikan. Ketika saya bertanya resepnya, jawabannya hanya membuat saya melongo, "Hah, masa enak sih Ndang? Bikinnya ya cuman cemplung sana sini, kasih susu cair, keju, sama telor. Trus masak di microwave". Ehem, takarannya? "Wah, berapa ya? Lupa, asal saja, hihihi". Resep seperti ini yang sering kali membuat kepala saya puyeng. Berapa takaran cemplung sana dan sini yang dimaksud? Mungkin hanya Meta, supir bajaj dan Tuhan yang tahu. ^_^


Nah ketika tahun lalu, saat adik saya Wiwin mencetuskan hendak membuat macaroni schotel sebagai salah satu pengisi kotak hantaran lebaran, saya pun bersemangat. Mendengar dari nadanya yang pe-de sepertinya adik saya ini sudah ahli dalam hal per-schotelan, jadi saya akan percayakan proses tersebut padanya, peran saya hanya sebatas asisten dapur saja. Bahan-bahan telah tersedia dan proses pembuatan schotel idaman pun dimulai. Berkotak-kotak keju cheddar di parut, berbutir-butir telur pun di kocok dan dimasukkan ke macaroni yang telah direbus, namun saya hampir terjungkal ketika adik saya bertanya, "Trus gimana lagi? Kaya gini kan ya bikin schotel"? Saya mengerang, sepertinya schotel kali ini akan berakhir sama dengan yang sebelum-sebelumnya saya buat. Bantat dan keras. Lebih parah lagi, entah kenapa keju cheddar mudah meleleh yang biasanya meleleh dengan sempurna kali ini ngambek total. Hingga proses pemanggangan berakhir, si keju mogok meleleh, tetap berbentuk utuh sehingga schotel terlihat mengerikan. Walau bagaimanapun juga, delapan loyang schotel tetap masuk ke dalam kotak hantaran diiringi dengan doa, semoga para penerima bingkisan tidak pernah menyantap makanan ini seumur hidup mereka. 


Vakum sekian lama membuat  macaroni schotel, akhirnya saya menyerah juga karena rasa penasaran masih merongrong di dada. Berbekal satu dua tips dari Chanti yang jago membuat schotel yang sedap saya pun mulai mencobanya lagi. Tips dari Chanti adalah banyak keju dan gunakan cream cheese juga, resep yang diberikan tidak terlalu spesifik sehingga saya pun mulai membuka-buka halaman website. Sekian lama mencari resepnya di website luar, saya baru menyadari ternyata makanan ini hanya ada di Indonesia, nama schotel berasal dari bahasa Belanda yang artinya 'dish' atau masakan. Di luar negeri, masakan yang mirip-mirip dengan schotel disebut dengan macaroni casserole, untuk yang ini resepnya banyak tersebar di internet. Selain itu ada juga masakan sejenis yang terkenal, terbuat dari macaroni dan  keju, dan disebut dengan 'Mac and Cheese'. Makanan ini mirip schotel, namun minus telur dan daging di dalamnya sehingga teksturnya tidak padat melainkan lembek, moist dan sangat cheesy alias 'ngeju banget'. 

Nah, kebanyakan macaroni schotel yang tercantum di website di dalam negeri menurut saya terlalu ribet dan panjang prosesnya serta umumnya menggunakan topping saus keju di atasnya, karena itu saya beralih ke resep mac n cheese. Resep mac and cheese umumnya lebih simple namun menurut saya akan memberikan rasa yang sama, agar teksturnya lebih padat saya tambahkan kocokan telur di dalam adonan macaroni. 


Karena saya menggunakan daging sapi cincang - anda bisa menggunakan kornet untuk versi yang lebih paktis dan cepat - maka daging terlebih dahulu saya tumis bersama sedikit bumbu hingga matang. Tumisan ini lantas saya campurkan dengan macaroni yang telah saya rebus sebelumnya. Pada tahapan ini saya pun tak sabar untuk mencicipi rasanya dan sendok demi sendok campuran macaroni dan tumisan daging masuk ke mulut saya, sebelum akhirnya dengan 'menyesal' saya tambahkan kocokan telur ke dalamnya. Untuk membuat adonan ini menjadi lembut dengan rasa keju yang kuat saya membuat saus putih yang mirip-mirip dengan bechamel sauce namun dengan tambahan parutan keju dan cream cheese yang lebih banyak. Bechamel sauce biasanya dipakai sebagai saus untuk lasagna atau pasta, teksturnya creamy, kental dengan rasa susu yang gurih. Saus putih yang tersisa bisa anda santap dengan spaghetti rebus. Lapar!

Macaroni dan tumisan daging lantas saya campurkan dengan saus putih dan saya kukus sebentar agar tak perlu berlama-lama memanggangnya. Ketika telah matang, saus putih lantas saya oleskan lagi ke permukaan schotel dan saya taburkan campuran breadcrumb dan mentega serta parutan keju. Schotel lantas saya panggang hingga permukaannya menjadi kecoklatan. Harumnya masakan ini tak terkira aromanya membuat perut saya keruyukan dengan keras. Ketika schotel keluar dari panggangan, tampilannya membuat saya puas. Topping breadcrumb membuat permukaan schotel tampak garing kecoklatan, cantik, merekah dan terlihat lezat. Sengaja saya tidak memanggangnya terlalu lama agar teksturnya tetap moist. Tak sabar, satu loyang alumunium foil saya bawa ke kamar bersama dengan sebotol saus cabai. Sendok pun ditancapkan dan yes, teksturnya sangat moist, lembut dan rasanya nendang dengan keju yang kuat. Kali ini saya pun puas dengan hasilnya dan tak sabar untuk menunjukkannya ke adik saya. Sepertinya Lebaran tahun ini kami akan memberikan schotel yang lebih manusiawi. ^_^

Berikut resepnya ya.  

  
Cheesy Macaroni Schotel
Resep hasil modifikasi sendiri

Untuk 2 loyang alumunium foil ukuran 20x20 cm

Bahan & bumbu tumisan daging:
- 1 buah bawang bombay ukuran kecil, cincang halus
- 4 siung bawang putih, cincang halus
- 250 gram daging sapi cincang (bisa diganti dengan kornet)
- 1/2 sendok teh merica bubuk
- 1/2 sendok teh garam
- 1 sendok makan minyak untuk menumis

Bahan & bumbu saus putih:
- 2 sendok makan mentega/margarine
- 3 sendok makan tepung terigu serba guna
- 1/2 sendok teh merica bubuk
- 1/2 sendok teh cabai bubuk
- 1/4 sendok teh pala bubuk
- 600 ml susu cair 
- 100 gram cream cheese (optional)
- 100 gram keju cheddar parut kasar
- 100 gram keju mudah meleleh, parut kasar
- 1/2 sendok teh garam
- 1/4 sendok teh kaldu bubuk (optional)
- 1 sendok makan gula pasir

Bahan lainnya:
- 250 gram macaroni pipa kering
- 4 butir telur, kocok lepas

Topping:
- 50 gram keju cheddar parut
- 50 gram breadcrumb (breadcrumb berbeda dengan tepung panir, breadcrumb lebih kasar dan teksturnya tidak sehalus panir, bisa dibeli di supermarket. Umumnya berwarna putih atau kekuningan. Salah satu merk terkenal adalah Panko yang umum digunakan untuk menggoreng udang a la masakan Jepang)
- 1 sendok makan mentega/margarine

Cara membuat:


Siapkan panci, masukkan air dan 1/2 sendok makan garam. Rebus hingga mendidih. Masukkan macaroni pipa kering, rebus hingga macaroni menjadi empuk tetapi tidak sampai lembek dan jangan over cooking. Angkat dan tiriskan. Tidak perlu membilas macaroni dengan air dingin. Sisihkan.

Siapkan mangkuk kecil, masukkan breadcrumb dan mentega/margarine, aduk rata dengan sendok hingga menjadi campuran yang menggumpal. Sisihkan.

Membuat tumisan daging:
 

Panaskan minyak di wajan, masukkan bawang bombay, tumis hingga bawang berubah menjadi transparan. Tambahkan bawang putih, tumis hingga layu. Masukkan daging sapi cincang, tumis dan masak hingga daging berubah warna dan matang. Tambahkan merica bubuk dan garam, aduk rata. Cicipi rasanya dan angkat. Biarkan hingga dingin.

Membuat saus putih:


Siapkan panci, masukkan mentega/margarine. Panaskan hingga meleleh. Menggunakan api kecil, tambahkan tepung terigu, aduk cepat dengan spatula. Aduk dan masak hingga adonan mendidih dan berwarna sedikit kecoklatan.


Masukkan merica, pala dan cabai bubuk, aduk rata. Tambahkan setengah porsi susu cair, aduk hingga rata.  Tuangkan sisa susu, aduk dan masak hingga susu mendidih.


Tambahkan cream cheese, aduk hingga cream cheese meleleh. Tambahkan keju cheddar parut dan keju mudah meleleh, aduk hingga keju meleleh dan adonan menjadi larutan yang kental. Masukkan garam, gula dan kaldu bubuk. Aduk rata dan angkat adonan dari kompor.


Siapkan mangkuk, masukkan rebusan macaroni, tumisan daging dan kocokan telur, aduk hingga rata. 

Menata schotel di loyang:  
Tuangkan adonan macaroni ke dalam loyang, saya menggunakan loyang alumunium foil dengan diameter sekitar 15 cm. Anda bisa menggunakan loyang apapun yang ada.


Tuangkan sekitar 2 atau 3 sendok sayur saus putih ke loyang berisi macaroni, aduk rata dengan sendok hingga tercampur baik. Kukus selama 20 menit hingga macaroni matang.

Anda juga bisa mencampurkan langsung semua macaroni dengan saus putih dan masukkan adonan ke dalam loyang-loyang yang telah disiapkan. Pastikan untuk menyisihkan sedikit saus putih untuk topping kala schotel akan dipanggang.

Olesi permukan schotel yang telah dikukus dengan sedikit saus putih, ratakan dengan punggung sendok atau kuas. Taburi permukaannya dengan parutan keju dan campuran breadcrumb dan mentega. Panggang di oven yang telah dipanaskan sebelumnya dengan suhu 170'C hingga permukaan schotel menjadi keemasan, sekitar 10 - 15 menit atau tergantung oven anda, karena beda oven bisa beda waktunya. 

Note: Jangan over baked atau terlalu lama memanggang karena schotel akan menjadi kering dan tidak moist lagi. 

Keluarkan dari oven. Saat masih panas, tekstur macaroni akan lembek dan basah, namun ketika telah mendingin maka teksturnya akan mengeras. Terlalu lama memanggang akan membuatnya sangat keras ketika telah dingin.

Santap schotel dengan saus sambal botolan. Yummy! 



177 komentar:

  1. halo mb, wah enak sekali kelihatannya dengan parutan keju yang kasar, saya jadi ngiler ni... pengen sekali buat yang versi mb endang, tunggu laporannya ya mb..:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba Chanti, yep betul Mba, makin banyak keju ternyata memang makin mantapppp. Hehehhe, thanks tipsnya yaaa.

      Hapus
  2. aku ga punya ovennn mbaaa hukz tapi pengen coba ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dikukus saja non, rasanya tetep enak kok.

      Hapus
    2. asikk, tapi mba, kapan masukin campuran breadcrumb nya sama mentega?
      trus bingung sama keju..cuma tau kraft aja mbaa...mohon petunjuk yaa :)
      maksh mba

      Hapus
    3. breadcrumb dimasukkan saat schotel akan dipanggang ya. Keju saya juga pakai kraft kok hehehhe

      Hapus
    4. aku kan mau coba pake cara kukus mba

      Hapus
    5. Tidak usah pakai breadcrumbs di atasnya Mba, karena kalau kukus tidak akan terlihat juga.

      Hapus
  3. wah.....modifikasi baru, tks idenya mbak. selama ini bikin makaroni selalu ngira2 lama ngovennya 20-30 dgn suhu 180 (merk sharp) termasuk kategori lamakah? saat panas emang masih pecah,tp pas dingin mengeras, dalamnya masih basah alias moist. kalo masuk kulkas sehari memang jadi agak mengering.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba Inna, kemarin saya juga coba versi panggang langsung, gak pakai kukus. waktu sama sekitar 20-30 menit, suhu 170'C. Hasilnya bagus, pakai loyang alumunium foil bulat yang kecil. Pas panas memang pecah, tapi mengeras ketika dingin, dalamnya moist. Menurut saya sebaiknya memang dipanggang sampai permukaan agak kecoklatan tapi masih basah, ketika dingin akan keras dan menyatu.

      Hapus
    2. Halo Mbak Endang, salam kenall

      saya suka sm blog nya and penasaran sm resep ini....
      Kl di kukus tetep pake loyang dilapis alumunium foil atau bisa pake apa lagi sbg alternatif?

      maklum saya ga pernah masak tp pengen banget nyoba hehehhe

      thanks-nisa

      Hapus
    3. Halo Mba Nisa, bisa pakai loyang apa saja kok yang bisa tahan suhu tinggi saat pengukusan. Pakai kertas cup juga bisa, cari kertasnya yang tebel ya.

      Hapus
  4. Halo mba Endang....., baca cerita nya sampe senyum sendiri....., kebayang dong...., yg terima hantaran lebaran...., ha ha ha.... Tapi, ga perlu kecil hati mba..., lebih parah Rin..., waktu lebaran taon kapan dengan pd nya bikin schootel, tak kirain gampil.., dan pikiran pasti enak kalo pake keju banyakkk, tambahin kaldu, ga tau nya jadinya tu asiiin sinsin dan keras deh..., ha ha ha ha.....
    Akhirnya setelah nanya2 ama tante dan temen, juga googling nemu juga resep andalan. Aslinya sih pake resep mba Ine di multiply, tapi tak modif dikit. Resep nya hampir sama dengan punya mba Endang...., (cuma skip bubuk cabe dan breadcrumb). Versi ku ditambahin daging asap 4 lembar, susu pake yg evaporated, telur 5 butir, 1 sdt oregano, 1/2 sdt tyhme. Terus susu yg 600 ml itu masuk semua ke adonan yg di kukus. Untuk saus bachamel nya bikin lagi dari 2 sdm munjung mentega, 3sdm peres terigu, 300 cc susu evaporated, pala, merica,garam secubit. Tips dari mba Ine dan bu rw..., si schotel dikukus dulu biar lembut d moist, baru kasih saus bachamel dan keju, panggang bentar aja buat ngeluarin aroma keju nya. Oh ya...., keju yg dimasukkan keadonan makaroni cuma dipotong dadu kecil aja sih Hasil nya....., jeng jreng...., dapat pujian dari keluarga, tetangga dan semua yg menikmati nya..., cepet ludes nya lho..., waduhhhhh puas deh bisa naklukkan si schotel, he he he.
    kabar sedih nya sampe percobaan ke dua, rin masih belon berhasil bikin muffin yg kata mba Endang gampil itu...., tester setia ku, daughter d hubby bilang belon marem ...., ok..., doain ya... percobaan ke 3 nya berhasil,,, wakakaka Slm, rin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Non, wah mantap pengalaman schotelnnya, bisa jadi bahan referensi juga nihhhh hehehe. Kadang2 resep kalau ditambahin ini itu malah gak karu2an rasanya ya. Wah muffin guampang banget Mba Rin, itu kue yang saya bikin dr awal gak pernah gagal, wakakkak. Thanks ya! Sukses selalu.

      Hapus
  5. makasih mba resepnya :D mau nanya, menyimpan schotel untuk esok hari lebih baik ditaruh kulkas atau suhu ruangannya aja ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Taruh di kulkas Mba, kalau mau disantap dipanaskan di micro/oven atau kalau versi kukus, dikukus sebentar saja.

      Hapus
    2. Kl versi yg mba Endang buat, setelah disimpan di kulkas trus di oven atau dikukus? Brp lama waktu nya? Thanx mba :D

      Hapus
    3. Hai Mba Rara, maksudnya setelah jadi ya? Kalau dipanggang, menghangatkannya kembali dengan panggang juga atau microwave ya. Kalau versi kukus, dihangatkan dengan kukus atau microwave. Kalau pakai micro, 2 menit cukup. Panggang, sekitar 10 menit oven panas duluan,kalau kukus sekitar 15 mneit ya.

      Hapus
  6. Thanks ya mbak...akhirnya bisa buat schotel utk keluarga.
    Mbak punya resep pastel tutup kentang? Tolong di share dong..
    Kemarin sudah coba resep schotelnya, sepertinya telurnya mau saya kurangi. Soalnya macaroninya jadi padat kurang moist.
    Kalau susu cair diganti dengan susu bubuk + air, bisa ngak? Takaran susu bubuknya brp?
    Saya mau buat schotel tp ngak pake keju, krn yang konsumsi punya kasus darah tinggi. Kira2 bisa diganti apa ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba Vero, yep kalau mau nggak terlalu padat kurangi takaran telur saja. Susunya bisa pakai susu bubuk, saya biasanya pakai takaran 2 sendok makan susu bubuk untuk 250 ml air. Pastel tutup kentang saya pernah buat, bukan pastel tutup persisnya tapi Shepherd's pie, tapi mirip kok. ini linknya ya: http://www.justtryandtaste.com/2013/02/shepherds-pie-la-gordon-ramsay.html

      Hapus
  7. mba kalo ditambahin coklat enak gak??? oiy, i mw masak nya di kukus aja,, soalnya i gak punya oven.. nd kalo biar lebih enak abis dikukus trus digoreng enak gak??? tapi,, gorengnya pake mentega.. tolong bales ya mba.. trimmss :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, menurut saya pakai coklat jadi aneh rasanya, soalnya schotel makanan gurih asin yang memang mantapnya dimakan dengan saus sambal, kalau coklat enaknya kan buat makanan yang manis2 ya. Silahkan dikukus, kalau mau di goreng sebaiknya pakai metode pan fried saja, pakai loyang anti lengket dengan sedikit minyak, jadi setengah grill juga. Pastikan schotel udah dingin ya saat di potong dan di goreng.

      Hapus
  8. Saya juga suka sekali macaroni schotel.. Dulu suka bikin karena dapur kosan punya oven yang lumayan.. hihi.. :D Tp saya manggangnya dengan lama dan suhu pemanggangan kira-kira aja dan selalu hasilnya keras setelah dingin.. Mau coba versi Mbak Endang ah.. hehehe.. ^_^ Oh ya, menurut Mbak Endang, kalau langsung dipanggang dengan metode au bain marie kira-kira hasilnya bisa tetap moist gak ya, Mbak?
    Thanks for sharing..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Yunita, menurut saya kuncinya adalah jangan banyak2 telur karena akan keras, lebih banyak susu cair dan jangan panggang terlalu lama. Teksturnya akan lembek dan moist.

      Hapus
  9. Mba endang, kalo pake tuna kalengan cocok ga ya? :D

    ~heidy~

    BalasHapus
  10. Mbak pgn nyoba ini tp pake pinggan tahan panas bs gak??thx

    BalasHapus
    Balasan
    1. pakai loyang biasa dan pinggan tahan panas bisa kok Mba ^_^

      Hapus
  11. Masukin list buat next trial ah... tapi, kapan ya? :-D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wakakaka, andai Mba Nur tahu list trial saya buanyaknya kaya gimana pasti ngakak heheheh

      Hapus
  12. Halo mba Endang... Salam kenal :) aku pgn buat makaroni nya pke loyang alumunium foil yg cup kecil2... Perlu dipoles mentega dl gak cup nya? Trus satu lg mba ,,,, loyang buat naroh cup nya perku dipoles mentega gak?? Makaciiih ya mba Endang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Non Yoan, tidak perlu dioles mentega ya. baik cupnya atau loyang buat naruh cupnya ^_^

      Hapus
  13. Halo mba endang, aku udah coba resep ini. Alhamdulillah sekali coba berhasil , dalemnya moist tp luarnya crunchy krn bread crumbs dan panggangan kejunya. Many tumbs up for you, thank you.

    -Ayu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Ayu, wah ikutan happy mendengarnya yep deskripsinya sesuai dengan macaroni schotel impian saya hehehe

      Hapus
  14. Mbak mau nanya, kalau keju cheddar yang dipotong kotak kecil-kecil bisa meleh gak ya pas dikukus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Vera, kalau cheddar nggak meleleh ya, kecuali pakai yang keju mudah meleleh

      Hapus
  15. Mbak Endang nanya lagi ya, hehe...
    di lain resep, penambahan saus bechamel pas mau dipanggang saja, apa bedanya kalau ikut dikukus dulu (walaupun disasin buat panggang) dengan yang dipanggang saja ya mbak.makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau resep diatas, saya campur dengan saus kemudian kukus, dan kasih saus sedikit buat dipanggang,

      Hapus
  16. mba aku ga ada kukusan..step yg kukusa bisa diganti panggang gitu jdi panggang 2x?
    nia-jkt

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Nia, skip saja fase ngukusnya langsung saja dipanggang semua. Kalau permukaan cepat kecoklatan sementara dalam belum matang, tutup permukaannya pakai foil. Saran saya pakai wadah2 cup kecil jadi matangnya merata ya.

      Hapus
  17. oh jdi manggang 30mnit ya?bener ga si?wahhaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau schotel sudah dikukus, panggang 12 menitan saja hanya untuk membuat topping mengeras., tetapi kalau tidak pakai tahap kukus, panggang sekitar 30 menit. waktu ini relatif yaaaaa, karena beda oven bisa beda suhu sehingga bisa beda waktu memanggang. yang jelas jangan over baked karena schotel akan keras.

      Hapus
  18. Mb,, utk taburan keju d ats'na itu kl pke keju chedar,, apa ga bkalan keras yaa ats'na kl d panggang gtu...?? Ato ada tambahan keju lain lg.. Mohon info'na tks...

    BalasHapus
    Balasan
    1. yep saya pakai cheddar bisa tambah keju mudah meleleh ya, proses panggangnya gak lama karena cuman mengeringkan permukaan saja, schootel sudah matang saat dikukus.

      Hapus
  19. Salam kenal mba sy lagi nyari resep shotel n nyasar disini mau deh coba resepnya thanks ya mba oya ceritanya asli bikin sy ikutan ngikik bacanya hehehehe....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Rianti, silahkan dicoba, moga suka yaaa heheeh

      Hapus
  20. dear mba endang...mumpung hari libur,menu hari ini full nyontek dr blog JTT...dibuka dgn sarapan macaroni schotel yg lazisss ini...lanjut lunch dgn sayur lodeh super pedes ala my mom & ayam bacem...
    o,ya..macaroninya sy bikin lebihan biar ibu mertua bs ikut nyicip....and surprisngly beliau nanya"ini kamu yg bikin??"dan begitu sy jawab iya,akhirnya beliau pesen buat menu arisan keluarga minggu depan.....hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba, wah thanks sharingnya ya, sepertinya sedap banget weekendnya. Sibuk masak dari pagi ya wkakaka. sip, mantap. sukses ya! ^_^

      Hapus
    2. hallo mba cantik...lagi bingung nyari resep buat bekal anak sekolah...ehhh nemu macaroni schotelnya JTT nih,nyampe bela2in ujan2 ke mini market hunting bahan2nya sayang gk ada creamchesse disini ya sutrah d skip aja..tp hasilnya wuihhhh tetep super duper yummy.. sampe belum mateng aja udah saya colek2in tuh mba :D,makasih contekan resepnya ya mba salam astri ^_^

      Hapus
    3. Halo Mba Astri, thanks sharingnya ya Mba, gak pakai cream cheese gpp kok, tinggal ditambah saja keju parut di saus putihnya pasti yummy! moga anak2 suka juga ya ^_^

      Hapus
  21. Mba...tadi siang saya buat ini setengah porsi aja soalnya takut tambaah lebar kemana2 ini badan, dagingnya saya ganti kornet, susunya saya nekat pake susu kental manis 20ml di campur whippedcream cair 80ml trs di campur air sampe total 300ml (bener2 modal nekat karna stok bahan pd abis mba hehe) jadi saya kurangin gulanya di saus bechamelnya takut kemanisan. Hasilnya...eng..ing..eng..enak mba..creamy dan tetep empuk walaupun udah dingin.. maap ya mba resepnya saya permak dikit *langsung ngibrit ngumpet dipojokan*...makasi ya mba udah berbagi^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Marico. hahah silahkan resepnya kalau mau dipermak asalkan berakhir mantap gak masalah kok hehehe. Thanks sharingnya yaa, senang sekali resepnya disuka.

      Hapus
  22. Hai mba, ini resep yang ke-4 ( sebelumny: churros,nastar Ny.Liem, muffin) yg saya coba. Alhamdulillah enaaak..Thx for sharing y mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba icha, thanks juga sudah sharing resep suksesnya disini, senang sekali resep jtt disuka. sukses selalu ya!

      Hapus
  23. mba kalo dibkin lalu dimakan esok hari keras ga ya?masukin kulkas aja mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. gak keras mba, masuk kulkas chiller gak papa kok, angetin bentar di micro atau oven

      Hapus
  24. haloo kalo ga pakai breadcrumbs bisa?mau tekstur cheesy kayak yang biasa dijual gitu loh aku hehhehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. skip saja bread crumbsnya, pakai saja keju mozarela parut atau keju mudah meleleh ya

      Hapus
  25. makaroni diganti linguini gmn tuh mbak?(mau ngabisin stok hihi)

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisaaaa, hehehe setelah linguini direbus dipotong2 agak kecil saja mba.

      Hapus
    2. oke segera dieksekusi di dapur waakka makasi banyak *pelukcium :*

      Hapus
    3. mba btw bkin buku ya? telat tau nih hehhee bwt masukin gramed?kabarin para pengunjung blog mu ya mba kita pasti beli :D

      Hapus
    4. iya, pasti akan diworo2 di blo, "dibeli, dibeli, dibeli" wakakk dah kaya pasar minggu saja dah

      Hapus
    5. haloo ud jadi mba punya aku, aku modif dikit kasi kacang polong, jamur kaleng sama brokoli sedikit, enak bgd mba :D cuma krg asin aja kalo dilidah aku, emg suka asin sih hehehe thanks ya :D next time bakal nambahinn bumbu kaldu jadi 1sdt aja :D

      Hapus
    6. pasti dibeli mba, mba blogger favorit saya loh wkaka (ini serius :3) segera dipublish kalo sudah terbit ya..hihi tar adain meet n greet mba jgn lupa :p

      Hapus
    7. waaah makasih yaa, moga bukunya segera terbit ^_^

      Hapus
  26. kemaren weekend nyoba resep ini. beneran melt banget dan bener-bener larangan buat yg lg diet. tapi enyak....enyak...enyak.... anakku suka banget. makasih ya mbak resepnya. (sedikit aku modifikasi disesuaikan ketersediaan bahan dan peralatan) -fifa-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Fifa, thanks sharingnya ya, senang sekali resepnya disuka, terutama si junior yaaa.

      Hapus
  27. Hai mba, salam kenal ya..aku udh 3x nyoba bikin skotel dan selalu kurang puas sama hasilnya..sekarang nemu resep ini jadi pengen nyoba. Mba, kalo makaroni panggang ini kira2 tahan berapa lama sih tanpa ditaruh di kulkas? Makasih sebelumnyaa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, saya rasa kebayakan makanan apalagi mengandung daging, keju seperti ini hanya tahan 1 hari disuhu ruang. Tidak bisa lama ya.harus masuk kulkas.

      Hapus
  28. mbak endaaang..
    aku udah 3 kali nyobain ini dan sukseeeesss teruus..alhamdulillah pada suka semua.. kapan hari aku bikin buat arisan rt drumah, tetangga-tetangga alhamdulillah banyak yg suka.. kakak yg gak doyan pasta-pasta an juga malah suka banget sama ini.. makasii ya mbak endang resepnya..
    tapi aku bikinnya minus breadcrumb mba, kurang suka teksturnya soalnya hhe

    oiya mbk mau tanya..
    kalo misal aku bikin buat suatu acara, aku bikinnya H -1 bisa kan mbk yaa? masih enak2 aja kan mbk? maunya sih aku masukin kulkas gt, besoknya baru aku angetin.. ngurangin kelezatan gak mbk?
    nah, itu mending masuk kulkasnya setelah dipanggang (semua proses selesai) atau setelah sampai tahap dikukus? pengenku sampai tahap dikukus aja, trus masuk kulkas, besoknya baru aku olesin saus bechamel sama parutan keju lalu baru dipanggang..mending gmna mbk?
    makasih mbk ya sebelumnya..maap banyak tanya hhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Itsna, thanks sharingnya ya, senang sekali resep lasagnanya disuka ya. Boleh kok dibuat 1 hari sebelumnya, dikukus dulu saja, masuk kulkas, besok baru taburi keju dan panggang sebentar. Sukses ya!

      Hapus
  29. Haiii mba endang .... udah lama saya jadi silent reader JTT nih ..udah lumaya banyak juga resep2 yang berhasil hihihi ... termasuk resep yang ini ... saya panggangnya pake happycall mba ..teteplembut n ngejuuuuuuu banget ... keep sharing mba ... sukses terus

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba Fani, salam kenal dan thanks sudah menjadi pembaca JTT ya. Thanks sharingnya yaa, jadi ternyata bisa juga pakai happy call ya, hehhhe. Mantap!

      Hapus
  30. Lapor mbak endang.. karena kakak saya sibuk minta dibuatin makaroni skotel. Jadilah saya bersibuk ria di dapur lagi. Paling bingung dengan ide menaburkan breadcrumb soalnya belum pernah saya temui di resep yg saya liat selama ini...dan akhirnya saya mencoba menaburkan full breadcrumb mentega aampai taburan keju ga terlihat. Dan ternyata hasilnya di luar prediksi saya... kalo boleh saya mengutip bahasa khas mario teguh. Hasilnya adalah SUPERRRRRR enakkk sekaliiii.. saya bener bener dibuat jatuh cinta dengan sensasi kriuk2 hasil breadcrumb. Sumpah 2 jempolll buat ide mbak endang...thanks mbak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Agustina, saya terima laporannya dengan suka cita dan happy berat wakkakak. Thanks sharingnya ya dan senang sekali schotelnya berakhir sukses. Superr! hehehe

      Hapus
  31. mba endanggg...saya ud banyak nyobain resep2nya.. diawali dari lasagna.. eh..sukses..(pas arisan keluarga pd muji..ehemm..) trus menu idul adha..menu lebaran... ramadhan.. alhamdulillah sukses semua.. ni kali mo nyoba makaroni..buat bekel anak.. smga sukses sprti sblmnya.. senengggg..deh..soalnya smua step dijelaskan dg runut.. bs diikuti buat saya yg newbie.. makasi ya mbaaa... sukses selaluu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, thanks sharingnya yaaa, senang sekali resep JTT sukses dicoba sendiri dirumah. Moga2 Schotelnya juga sukses berat ya! hehehe

      Hapus
  32. Mbak Endang, sudah lama saya pengen nyoba resep ini tapi kok ragu-ragu karena gk suka susu maupun keju. Kira-kira kalo di skip hanya pakai air kaldu, sausnya jadi encer, trus gimana ya mbak? Hehehehe... jadi bikin bingung. Makasih ya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya bisa2 saja ya mba, hanya saja mungkin rasanya kurang gurih saja hehehhe. toh di saus pakai terigu kan, jadi gak akan encer.

      Hapus
  33. Neng endang..saya mah teh enci...mencoba resep lasagna..hadeuhh pedo pisan ( basa sunda maknyus he..he..) tertantang mencoba macaroni schotel...hatur nuhun...;-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo teh enci, hatur nuhun sharingnya ya. semoga shcotelnya juga hedeuh pedo pisan heheheh

      Hapus
  34. hallo mbak endang! udah lama mau ngucapin terima kasih karna udah sukses (bagiku ya mbak) bikin makanan fave dari blog ini. rasanya kyk ketemu jodoh gitu, hihihii. sama juga kyk mbak, klo mau percobaan masak pke resep lokal, aku kok jdi pusing dlu liat takeran telurnya +step2nya yang suka ribet :) setelah lama ber-blogwalking, akhirnya blog inilah tempat paling pas buat belajar masak. thank you mbak, from deep down my heart and tummy, udah bikin senang plus kenyang :D
    resep mac-and-cheese schotel ini jga salah satu resep prcobaan sukses. bnyak yg muji, aku buatin temen2 pas ultah, katanya ngeju bangget. pdhal biar ngirit kejunya cuman pake yg cheddar+quick melt. udah gitu takeran jga udah dikurangi. tetep nendang. can't wait for the next project, no-bake klappetaart! wish me luck!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mas Didin, salam kenal ya, dan thanks sharingnya disini. Wah saya ikutan senang resep schotelnya disuka. Semakin happy karena JTT menjadi acuan website untuk belajar memasak, walau saya sebenarnya malu juga karena saya sendiri masih belajar! Jadi kita belajar sama2 ya hehehhe.

      moga sukses dengan klappertaartnya ya! ^_^

      Hapus
  35. mba endaangg... aku udah nyoba resep ini tapi ga pake cream cheese sama keju melt. Saos putihnya gumpal gitu mba ga mulus. Gmn ya mba biar mulus?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bergerindil karena saat memasukkan terigu ke mentega cair kurang cepat mengaduk, dan memasukkan susu terlalu banyak secara sekaligus ke dalam adonan terigu. aduk cepat dan kuat serta jangan masukkan susu banyak2. Kalau sudah smooth baru masukkan sisa susu.

      cara praktis? saring saja sausnya pakai saringan kawat ya

      Hapus
  36. Salam kenal mba endang :) tadi sore saya baru aja cobain bikin mac schotel stlh seharian googling sana sini. Bingung pake resep yg mana krn bener kata mba endang, resep luar lebih simple. Aku coba2 modif resep, ehh ternyata sama resepnya spt resep mba endang, tp punyaku ga pakai takaran, cuma pakai "kira2" aja hahaa..pas coba saus putihnya sih enakk tp pas udh dipanggang kok kurang moist. Kynya krn kebanyakan tepung dan kelamaan manggangnya jd keras hehe..skrg udh tau deh hrs dikukus dulu yah..oia krn ga punya breadcumbs jd td pake roti dipanggang sebentar dan campur olive oil. Hasilnya untung tetep kriuk2 hihi.. Next mau coba lg pakai takarannya mba endang, smg hasilnya bisa endeuss jg yaa kyk punya mba endang ;) thanks yaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, thanks sharingnya ya, yep kalau membuat shcotel atau lasagna supaya tetap moist jangan panggang terlalu lama. Asalkan permukaan udah mengeras dan adonan tampak mendidih, keluarkan saja. Langsung panggang tetap bs kok.

      saus putih memang harus banyak susu cair, terlalu kental akan membuat schotel jadi kering ketika dipanggang ya. Sukses selalu yaaa

      Hapus
  37. Dear mba Endang,

    It's the best recipe of macaroni schotel ever!!! Sungguhan! Keknya krn saosnya deh... Sy nyoba bikin dgn takaran pake perasaan [utk kekentalannya], hasilnya teteeep lazizz, krn sy Banyakin susu dan keju. Cuma, jadinya boros bgt disitu smntra ada resep lain yg gak pake saos [tp sy yakin gak akan semoist ini]. Apakah bisa susunya dicampur air dan gak pake cream cheese spya lebih hemat?? Soale sy klo bikin porsi jumbo [utk suami+4anak].
    Terima kasih sarannya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba, thanks yaa, menurut saya juga begitu wakkaka, bukannya nyombong tetapi dah bebrapa kali coba buat gak maksimal rasanya, tapi pas buat yang ini baru saya bilang, nah ini diaaa

      kalau mau hemat, skip saja cream cheese dan pakai susu saja, susu tidak harus susu cair kotak, pakai susu bubuk yang dicairkan seperti susu cair juga bisa mba.

      Hapus
  38. Maaf Mba, soale pemula bingiiitt, jd bxk nanya... Klo susu bubuk dicairkan apa gak berasa manis? Soale sering bikinin susu anak2 perasaan berasa manis... :D
    Klo boleh tau, susu bubuknya misalnya merk apa kah? Makasih mbaaaa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dancow ga manis dong mbak... yg manis susu formula anaknya kali mbak, hehe
      Bantu jawab yaa

      Btw mbak endang, kalo aku ingin bikin mac and cheese, bisa pake resep ini gak, hanya diskip telurnya aja? Atau takarannya beda? Posting nac n cheese dong mbaaaak, lebih enaaak daripada schotel hehehe

      Hapus
    2. Hai Mba Edna, yepp pakai dancow gak manis ya hasilnya, selama ini saya juga stock susu bubuk itu di kulkas untuk menggantikan susu cair di resep, so far baik2 saja ya.

      thanks ya mba Zsabella atas bantuannya hehhehe

      mac n cheese bs pakai resep diatas ya mba, skip telurnya saja, kalau mau nendang pakai keju lebih banyak hehheheh

      Hapus
  39. Siippp... Makasih mba Zsabella Natadiwirya... Lumayan menghemat... :D

    BalasHapus
  40. Mbak, aq barusan nyoba reSep ini, modal nekat isian cm daging giling sm wortel, kejuny jg yg lembaran, tp ada minusnya mbak. Wkt proses bikin ditengah rasa was2 anakq bakalan rewel, jd resep gag aq bc total"-_- saus nya aq tuang semua diatas makaroni trus dikukus (pemikiran amatir klo saus putih bakal meleleh mengisi celah2 diantara makaroni) jd waktu disendok makaroninya berhamburan :D tp teteup enyakkk bgt. Aq cucok sm resep ini, next time mau bikin sesuai instruksi ahh... Makasi ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba Ratih, thanks sharingnya ya Mba, senang sekali resepnya disuka. Yepp fungsi saus putih untuk membuat schotel padat dan makaroni nggak berhamburan hehhehe, tapi gak papa2 mba, next time pasti jadi ingat yaaa

      Hapus
  41. Halo mba endang, aku pemula nich dalam hal masak memasak.Aku msh bingung ama cream cheese.Kalo beli di supermarket merknya apa ?trims infonya ya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. banyak merk ya, yang umum yu**my, atau orchid juga ada, mba bs cek di supermarket di bagian dairy product biasanya di lemari pendingin ya

      Hapus
  42. mbak endang, memangnya makaroni itu pakai saus putih ya (maaf saya masih pemula)? soalnya pas saya bikin semuanya bahan2 langsung di masukin wajan satu persatu (makaroni di rebus dulu).. begitu mateng masuk ke cetakan di tabur keju lalu masuk oven

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba, ada banyak cara membuat macaroni schootel ya, dari sekian banyak yang saya coba saya lebih suka vers diatas yang pakai saus putih, karena lebih lembut, dan menghemat keju.

      Hapus
  43. Mb Endang,,,aku td sdh nyobain schotelnya,,,tp gak aku kukus, coz pirexku gk msk ke kukusan,,,jd langsung msk oven, nunggu kuningnya breadcrumbnya lama jg ya mb,,,aku oven lbh dr 30mnt sampai topping keliatan rada2 coklat gitu,,,gpp nunggu agak lama,,pokok'e mb,,,keluar dr oven agak lembek gitu langsung tancap pake sendok,,,huuaah2 anas anas,,,*sambil melek merem kepanasan mulutnya* ,,,,super duper yummy mb,,,,makasiii sharing resepnya mb Endang cantiqqq,,,,@yuli

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba yuli, thanks sharingnya yaa. senang sekali resepnya disuka.

      skip saja bread crumbs di resep, taburi saja permukaannya dengan keju parut. kalau step itu membuat repot kala dipanggang mba. tanpa bread crumbs tetap sedap ya.

      Hapus
  44. Hai Mba Endang, Aku Mau nyoba bikin ini kayanya enak bgt deh hhe.. btw klo pke loyang yg buat brownies itu bisa ga? Kira2 perlu di oles margarin atau di alas pke kertas roti ? Makasih Mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Putri, silahkan dicoba ya mba. Bisa pakai loyang apa saja ya, bagian dasarnya dialasi kertas baking saja ya supaya gak lengket di dasar.

      Hapus
  45. Mbak En, nanya dunk. Kl tahap dkukus dskip bs g ya ? Teksturny akan ttp moist ? Soalny g pny kukusan yg muat utk aluminium foil...hehehe.
    Thanks - Na

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba Na, bisa diskip, langung masuk oven saja mba. Tapi bread crumbs nya masuk belakangan saja kalau schotel sudah setengah matang ya, supaya gak gosong kelamaan dipangang

      Hapus
  46. Mbak, nanya lg, kpn tuh liat cream cheese merk yummy kan ada 2 mcm yg pita merah dan gold. Utk resep schotel ini dan utk resep Cream cheese brownie pk yg mana ya ? Mo segera eksekusi, dah ngeces berat nih. Tengkiu

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba, pakai keduanya sih ok2 saja ya, tapi pita merah kayaya lebih murah ya, jadi pakai itu saja hehehhe

      Hapus
    2. Mbak, udah beli fresh cream cheese yummy yg pita merah mo coba bikin tp nanya lg...hehehe. Brp lama masak saus bechamel stlh cream & keju parut masuk ? Resiko split creamny g ya ? Api sedang/kecil ?
      Tengkiu, mbak En.

      Hapus
    3. hai mba, tidak lama ya, pakai api kecil saja, dan begitu keju meleleh dan larut serta muncul letupan kecil di adonan maka langsung angkat saja. selalu aduk2 dan pakai api kecil ya

      Hapus
    4. Macaroni schotelny udah dbuat, mbak tp ada insiden kecil nih berhub manggang (tnpa kukus) 1jam krn g mateng2, alhasil pinggir dan dasarny rada gosong. Sy bawa utk snack acara komsel pas dpotong....alamak, keras pinggirny ! tp pd muji enak, ada yg nanya pesen dmn...hihihi.
      Thanks ya, mbak En.

      Hapus
    5. hai mba, wakakak, kalau dipanggang langsung juga gak perlu lama mangangnya ya mba, kalau terlihat sdah mendidih keluarkan saja, nanti ketika dingin akan keras. Memanggang terlalu lama membuat schotel keras dan kaku ya

      Hapus
  47. Salam kenal, mbak Endang.. saya udah coba bikin nih macaroni schotelnya. Kebetulan semua bahannya ada di rumah. Enak banget.. lembut dan creamy. Saya cuma bikin setengah resep.. susunya saya tambahin dikit. Adonan gak saya kukus krn gak punya kukusan besar. Saya microwave 2.5 min kmd tabur topping dan dioven 20 menit 170C.. breadcrumbnya bikin beda.. kriuk2.. makasi ya, mbak. Rika

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba Rika, thanks sharingnya ya Mb, wah senang sekali ternyata mantap juga di micro ya, sip. suskes selalu ya!

      Hapus
  48. halo mbak, saya mencoba resep ini dg modifikasi daging gilingnya diganti mjd daging ayam + jamur. haslnya mantap bgt & suami suka sekali sama rasanya. Alhamdulillah, terimakasih sudah share resepnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba Destry, thanks sharingnya ya mba, senang sekali resepnya disuka. sukses dan sehat selalu yaaaa

      Hapus
  49. Mb endaang..saya salah satu pembaca setia resep2 mb endang..setiap mau trial bikin makanan ini itu, lgsg cus ke webside ini..inspiratif bgt..
    kali ini resep macaroni schotel yg saya eksekusi..jos banget lah rasanyaa..
    Mb, sy tiba2 kepikiran klo macaroni schotelnya di kasih rasa2 seperti balado, kare dll..kira2 ditambahin ke saos putihnya atau ke tumisan dagingnya y mb?
    Makasih mb :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Ratna, thanks ya sudah menyukai JTT, senang sekali resep2 JTT disuka. Bisa ditambahkan aneka rasa mba, balado atau kari ya, sebaiknya ditambahkan ditumisan dagingnya ya, bukan di saus putihnya.

      Hapus
    2. Sama sama mb endang.. :)

      Waaah saya telat baca balasan dari mbak..td udah eksekusi duluan..tp tebakan saya ternyata benar, kalau tambahan bumbunya pada daging..

      Hasilnya mantab mb..tinggal pintar2 buat takaran yg pas utk bumbu tambahannya biar rasanya menyatu dg saosnya..
      Thanks mb

      Hapus
  50. Mba endang, maafkan banyak bertanya saya pakai cara langsung panggang karena kukusannya tidak muat.
    1) Jika memakai kornet, apakah kornetnya juga ditumis bersama bawang putih dan bawang bombay ?
    2) Ketika dipanggang langsung, menggunakan api bawah kemudian api atas atau langsung api bawah dan atas ? Soalnya saya panggang 20 menit api atas kemudian 10 menit api atas dan bawah. Ketika diangkat pinggiran sudah kering tetapi ditengahnya masih lembek, apakah teksturnya seperti itu ?

    Untuk rasa juara mba, ibu saya yang tidak suka keju dan susu bilang enak gak bikin enek.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Ayu, berikut jawaban saya ya:
      1. yep, tumis bersama bumbu ya
      2. saya pakai api atas bawah langsung, tetapi ini kembali ke oven masing2, klau pakai oven gas saya hanya pakai api bawah saja. Kalau masih terlalu lembek tapi permukaan sudah coklat, tutup dengan foil dan lanjut pangang. Tapi tekstur schotel ini memang tidak keras ya. Kalau mau keras tambah 2 atau 3 butir telur kocok

      Hapus
  51. Hai Mbak Endang. Saya lg panggang nih macaroni ala Mbak. Banyak yg saya skip kaya bubuk cabe, merica T.T apa daya krn sy lg sakit tipes. Semoga ttp enak ya Mbak.
    Bdw oven saya cm ada api bawah saja ngga masalah kan ya Mbak? Makasi resepnya Mbak
    ~Arum

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak lapor mac panggangnya udah jadi dan endeussss bgt wlpun banyk yg diskip. Saya panggang cm pake api bawah aja (krn ga ada api atas) apa mgkn itu yg bikin permukaan atasnya tak kunjung berwarna coklat ya Mbak? Sy ga pake kukus, cm dipanggang aja sekitar 40menit. Tp overall rasanya enak bgt mbak beneran. Thanks ya
      ~Arum

      Hapus
    2. Halo Mba Arum, thanks sharingnya ya, senang sekali resepnya disuka, suskes yaaa

      Hapus
  52. Hi mba endang salam kenal, ak mw tanya klo ga ada oven pake microwave bisa ga ya??
    ngiler deh.. tp ga ada ovennya.. Y_Y

    BalasHapus
  53. Halo mbak endang..
    Aku salah satu fans berat jtt.. dr ga suka bgt masak sampe akhirnya ketagihan jd suka bikin kueh dan masak ini itu gara2 nyoba resep2 jtt ga pernah gagal alhamdulillah.. 😍😍😍
    Mbak untuk resep ini enak ga ya kalau ditambah bayam jd toping?
    Terus kalau mau ditambahkan wortel dan bayam dimasukinnya pas bareng tumis daging saat daging udh mau matang apa gmn ya mbak enaknya?
    Makasih mbak endang ♡♡♡♡♡
    Sukses slalu,
    -adlina

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba adlina, thanks ya sudah menyukai JTT. sayuran toping sesuai selera ya, bayam direbus/kukus dulu saja sampai matang, dan aduk bersama tumisan daging yang sudah matang.

      Hapus
  54. mba, aq udah coba resepnya, enaaak dan sukaa bgt. aq tambahin potongan smoke beef dan rasanya lbh endes. Utk bread crumb nya jg idenya bagus bgt. suka bgt.

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks mba Monica sharingnya, senang resep JTT disuka.

      Hapus
  55. Neng nuhun resepnya..mamah teteh terakhir buka Shaum syawal ingin buka dengan makaroni schotel..bahan ga selengkap resep..tapi Alhamdulillah berhasil..pas buat saus putih tuh ..pas Susu dimasukan tidak berhasil ..alias guguruntulan terigunya.
    Ahh udah weh disaring..baru dimasukan bahan lain..jadi saus putih nya Pedo pisan..sekali lagi macaroni schootelnya Pedo pisan.. :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks sharingnya ya Teteh, senang resep schotelnya disuka. Yep bergerindil bukan masalah, saring atau masukkan ke blender dan saus akan smooth. Sukses selalu yaaa

      Hapus
  56. Halo mbak Endang, schotelnya berhasil. Yey! Aku bikin 1/2 resep, dan kayaknya ga akan bertahan lama di meja nih. Senang banget, bisa buat makanan ini dan rasanya uenakkk banget (nulis komen ini sambil menikmati schotel yang barusan jadi.dan udah habis 1/8 loyang. eheheh...) Thank u sooooo much ya,mbak.
    Btw,kalo misalnya buat schotel ini pakai slow cooker,bisa ga ya,mbak? Karena ada slow cooker nganggur di dapur dan mau diberdayakan. Kalo bisa, apakah brarti step panggang-memanggang nya di skip ya?
    Thanks buat infonya ya,mbak. Sukses selalu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hi Mba Trees, thanks sharingnya ya, saya belum pernah bikin schotel pakai slow coooker mba, jadi tdk bs memberikan input ya, oven menurut saya lebih baik karena permukaan schotel bs kering dan coklat

      Hapus
  57. Saya membuat macaroni menggunakan cetakan aluminium foil ukuran kecil. Total diperoleh 14 buah macaroni. Baru dikukus sudah berkurang 2 buah karena suami dan anak ingin ngicip tergiur sedapnya aroma keju. Sehabis dipanggang walaupun agak gosong permukaannya langsung diserbu lagi sama keluarga. Senangnya kalau hidangan olahan sendiri disukai keluarga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. thans Bunda Ghania untuk sharingnya yaa, makanan ini memang favorit keluarga wakkaka, pas dipanggang sja baunya dah bikin laperrr. sukses ya mba! ^_^

      Hapus
  58. Terimakasih resep macaroninya saya sempet bingung nyari2 resep yg pas krn sya dpt jatah bikin menu macaroni schottel bwt sekolah anak saya dan ini pertama x nya saya bikin marchottell & alhamdulillah berhasil disukai anak2 dan bnyk anak2 yg mnt nambah meskipun ga boleh make penyedap (peraturan dr skolahnya) n ga mke cabe tp ttp enaak...sya bikinnya 600 gram macaroni jdinya pas 50 cup foil yg kotak kecil..thanks ya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks mba Rosi sharingnya ya, senang resepnya disuuka, sukses yaaa

      Hapus
  59. Salam kenal mba Endang... girang bukan kepalang stlh coba masak Mac schotel dgn resep dr mba Endang dan ternyata SUKSES!!! Selama patuh dan taat sama resep mba Endang dijamin berhasil dan LEZAT... terbukti jg stlh aku cb masak cheesy lasagna dari mba Endang. Aku bagi2 ke teman2 dan Alhamdulillah mereka malah skg minta aku buatkan. Jadilah aku skg jualan lasagna dan Mac schotel. Terimakasih mba Endang... you're my best cooking Teacher...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks mb Dinda sharingnya ya, senang resepnya disuka dan sukses dicoba. Sukses dengan jualannya yaa ^_^

      Hapus
  60. Mbaaaa sedih mau eksekusi nanti sore tp ga pny bawang bombay dganti apa y?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa ganti bawang merah biasa mba, pakai 5 siung dan cincang halus ya

      Hapus
  61. mba, kalo bake di oven toster biasa yang listrik bisa kan ya? Baru mau mulai belajar nih.

    BalasHapus
  62. tandanya kalo sudah pas mateng nya apa ya mbak? pas dioven

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau schotel terlihat mendidih dan mulai sedikit mengeras sebenarnya sudah matang, memang lembek ketika panas tp akan keras ketika dingin. tdk lama mematangkan schotel

      Hapus
  63. Mbak endang, saya udah nyoba resepnya dan emang enak banget..saya langsung panggang, ga pake dikukus mbak..tp kok lama banget ya manggangnya sampe 1 jam lbh krn permukaan ga kunjung coklat mbak..pas udh sejam br agak coklat bagian atasnya Saya cuma pake api bawah aja sih mbak, Salah ya? Tp bagian dalem msh lembut sih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya pakai oven api atas bawah mba, kalau hanya api bawah saja susah membuat coklat permukaannya, padahal 20 menit saja schotel sudah matang

      Hapus
    2. Iya mbak, td bikin lagi pake api atas bawah, 25 mnt jd..makasih resepnya yah..jd andelan jualan saya nih..

      Hapus
  64. Mba endang..kira2 schotel ny tahan berapa lama ya kalau di taruh di dlm kulkas?

    BalasHapus
  65. Mbak endangg...
    Q liat resep ini di bukunya mbak endang.
    Thx mbak, resepnya top markotop.
    Tapi kemarin q bikinnya setelah penamban saus putih yg buat lapisan atas, msh ditambahin lg pake mozarela mbak jadinya malah keasinan (q pake merk baros mozarela) tp overall enakkk bgd mbak.
    Mmm.. kayanya di tambahin oregano enak deh mbak.
    Nanti q coba deh nambahin oregano.

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Mba, thanks sharingnya yaa, senang resepnya disukam dan thanks sudah membeli buku saya yaa, sukses selalu!

      Hapus
  66. Mba endang, mau tanya kalo hanya di kukus saja tanpa di panggang, perlu di tambah waktu lagi atau cukup seperti di resep?
    Lalu kalo supaya macaroni nya ngga nempel di loyang gmn ya mba? Selain dengan kertas baking dan alumunium foil ya, soal nya saya ngga punya kedua nya^^
    Makasih mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba, bisa kukus, waktunya sekitar 25 - 30 menit, yang penting ketika sudah mengeras angkat saja. Alasi daun pisang Mba.

      Hapus
  67. Mbak Endang, mau tanya, kalau langsung dipanggang brarti ga usah disisain saus putih untuk olesan? Tinggal tabur keju parut aja (rencana mau skip bread crumbs). Makasih banyak mbak:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba, pakai saus putih diatas dan tabur keju dan panggang, skip breadcrumbsnya ya

      Hapus
  68. Mbak Endang, kalau saya skip kukus, berapa lama panggangnya biar bagus hasilnya? Trus kalo ga pake cream cheese, apa yg perlu ditambah dan berapa banyak? Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba, mungkin sekitar 30 menit ya, tergantung dengan besarnya loyang dan tebalnya schotel juga. skip saja cream cheesenya, bahan lain sama ya

      Hapus
  69. Mbak endang, saya habis nyoba ni tp masih lg dipanggang. Saya bingung td pas nurunin mentega sm terigu. Kok kentel banget jdnya punya saya ya, ga kayak di gambar mbak endang. Harusnya mentega sm terigunya tu takaran sendoknya munjung apa gimana mbak? Hehhee.. Jadi atuutt.. Makasih ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau terlalu kental tambah air saja mba, tdk perlu terlalu presisi banget. Saya pakai sendok takar khsusus dan peres, bukan munjung

      Hapus
  70. Dear Mba Endang, ini enak bangetttt, setiap kali bikin selalu terpesona sama rasanya hehehe. Thank you very much mba Endang *kisseshugs

    BalasHapus
  71. Selamat Malam.. mb endang.. apabila menggunakan oven listrik apakah harus dipanaskan dl ovennya.. kalau iya kira2 brp lama? Terimakasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau schotel sih saya nggak biasanya mba, kalau baking cake atau kue iya. Tapi kalau mau dipanaskan lebih dulu tidak masalah karena lebih cepat manggangnya. 5-10 menit sebelumnya sih ok ya.

      Hapus
  72. Mba Endang makasi resep nya endull buanget alias enak bingit...
    Tiap lebaran saya sll di palaki sm sodara" di suru bikin makaroni
    Jd menu andalan klrga yg wajib di sajikan makasi ya m
    Mba Endang ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2 Mba Vebby, senang resep schotelnya disuka ya, sukses yaa

      Hapus
  73. Mbak Endang, mau tanya. Itu resep makaroni kering 250gr kalau sdh matang kira2 jd brp gram ya? Soalnya punya sy udh dlm keadaan matang smua, bingung takarannya sberapa (ceritanya mau memanfaatkan makaroni sisa bikin setup bwt belajar bikin schotel).
    Makasih.
    -diana, solo-

    BalasHapus
    Balasan
    1. matang sekitar 500 - 600 gram mba, biasanya makaroni jadi 2 - 3 kali lipat beratnya.

      Hapus
  74. Halo mbak endang.... saya suka pake resepnya mbak endang deh.... slalu memuaskan hasilnya tp kl mac schotel terus terang sy belum pernah nyoba resepnya mbak endang, sy sendiri suka bikin entah itu mac schotel ato bkn, jd sy cm pake susu n telor keju, gak pernah pake tepung. Selama inu sih hasilnya lembut mbak walopun udah simpen kulkas

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks ya sudah mempraktekkan resep2 JTT, senang resepnya disuka.

      saya rasa banyak jenis resep mba, kalau sudah puas dengan satu resep mengapa harus berganti yang lain bukan?

      Hapus
  75. Sebagai silent follower mba Endang, akhirnya Saya memutuskan utk memberikan testimoni. Resep ini cocok dgn lidah kami. Lembut. Rasanya pas. Utk resep jenis masakan lainnya jg sdh pernah trial to gak taat resep hehehe. Thanks mba Endang! Keep writing, experimenting and inspiring! GBU

    BalasHapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...