11 Oktober 2011

Resep Tongseng Daging Sapi


Resep Tongseng Daging Sapi

Sebenarnya, weekend kemarin saya bermaksud untuk membuat soto mie, beragam pernak-perniknya telah saya keluarkan dari kulkas, bahkan kulit lumpia siap pakai telah siap di meja. Tetapi di tengah perjalanan saya menunggu daging sapi beku yang baru keluar dari freezer mencair, saya tiba-tiba ingin masakan daging yang berkuah pedas, sedikit kental, kaya rempah dan menggunakan sayuran di dalamnya. Membuka-buka berbagai buku resep masakan, tidak ada masakan yang menarik perhatian dan selera saya, jikalau ada resepnya ribet minta ampun. Akhirnya saya justru membuka-buka kumpulan resep blog sendiri dan menatap tongseng ayam. Hmm, mengapa tidak membuat tongseng daging sapi saja? Masakan ini sangat mudah di buat dan bahan-bahan soto mie seperti kol, daun bawang dan tomat bisa saya masukkan ke dalamnya. Jadi saya tidak perlu mencari bahan yang tidak tersedia di kulkas. Percayalah, modifikasi resep dan memberdayakan bahan yang ada merupakan kegiatan favorit saya ^_^

Resep Tongseng Daging Sapi

Biasanya, penjual tongseng kambing di warung-warung juga menjual sate dan gulai. Karena ketiga masakan tersebut menggunakan bahan yang sama yaitu daging kambing dan bisa saling dimodifikasi. Dalam proses memasak tongseng, si penjual akan memasukkan sate kambing mentah ke dalam tumisan bumbu tongseng dan mengguyurnya dengan kuah gulai. Ini membuat tongseng memiliki cita rasa gulai yang kuat dan kaya rempah. Nah, saya tidak memiliki gulai dan membayangkan harus meracik bumbu gulai yang alamak ribet-nya sepertinya akan membuat nafsu memasak saya menjadi surut, namun bumbu kari bubuk siap pakai selalu tersedia di dapur. Jadi berbekal sedikit bumbu yang diulek dan 1/2 sendok makan bumbu kari bubuk instan, sreng-sreng sebentar maka jadilah tongseng daging yang lezat. Hampir... Hampir tidak ada bedanya dengan yang dijual di warung tongseng ^_^.

Resep Tongseng Daging Sapi

Tongseng daging ini mantap di santap saat masih panas dengan nasi hangat. Agar lebih segar, jangan memasak kol terlalu lama hingga si kol mati dua kali (ini istilah Pak Bondan) dan masukkan tomat iris segar di detik terakhir tongseng akan diangkat atau saat tongseng telah disajikan di mangkuk. Oh ya, untuk bumbu kari bubuk instan anda bisa membelinya di supermarket seperti Carefour atau Giant, di bagian bumbu-bumbu botolan. Banyak pilihannya dan harganya juga sangat terjangkau. Pilih yang berbentuk bubuk, bukan pasta, bumbu bubuk ini tahan lama dan simpan di kulkas agar kesegarannya tetap terjaga. Anda bisa menggunakannya untuk membumbui aneka masakan seperti kari terong, kari daging, gulai, atau tumisan sayuran pengisi pastel dan risoles. Serba guna, praktis, dan juga membuat masakan menjadi terasa istimewa.

Resep Tongseng Daging Sapi
Bumbu Kari Bubuk Instan

Nah, jika anda berminat dengan resep tongseng ala saya maka berikut resepnya ya.

Resep Tongseng Daging Sapi

Tongseng Daging Sapi
Resep hasil modifikasi sendiri 

Bahan:
- 250 gram daging sapi, pilih dengan sedikit lemak, potong-potong ukuran 2 x 2 cm.
- 3 lembar daun kol, rajang kasar
- 2 buah tomat merah, potong dadu
- 2 batang daun bawang rajang halus 
- 500 ml air

Bumbu, haluskan:
- 5 butir cabai merah keriting
- 4 butir cabai rawit merah
- 3 siung bawang putih
- 4 siung bawang merah
- 1 sendok teh merica butiran
- 1 ruas jahe
- 4 butir kemiri, sangrai
- Minyak untuk menumis

Bumbu lainnya:
- 3 lembar daun jeruk, sobek-sobek
- 1 batang serai, pipihkan
- 1 sendok makan bumbu kari bubuk
- 3/4 sendok makan garam, tambahkan jika kurang asin
- 1 sendok makan gula pasir
- 2 sendok makan kecap manis
- 1 sendok teh kaldu bubuk (optional)
- irisan cabai rawit, jika kurang pedas 

Cara membuat:

Resep Tongseng Daging Sapi

Panaskan 2 sendok makan minyak goreng, masukkan bumbu halus, daun jeruk dan serai. Tumis hingga harum dan berubah warnanya. Masukkan daging sapi, tumis dan aduk-aduk hingga daging berubah warna.

Tambahkan air, garam, gula, bumbu kari bubuk dan kaldu bubuk, masak hingga daging empuk dan kuah sedikit menyusut. Masukkan kecap manis, aduk rata. Tambahkan daun kol, dan cabai rawit iris (jika pakai) dan masak hingga daun kol layu dan setengah matang. Tambahkan daun bawang, aduk-aduk dan cicipi rasanya. Masukkan tomat, matikan api kompor dan angkat tongseng.

Resep Tongseng Daging Sapi

Tongseng siap disajikan dengan nasi hangat. Sedap!





117 komentar:

  1. Terimakasih kakak atas resepnya
    membantu untuk praktikum saya ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaak, non Almira, saya bingung gimana resep saya bisa membantu praktikum hahhah. Anyway busway, thanks atas komennya ya, senang bisa membantu ^_^

      Hapus
  2. daging sapi diganti dengan daging ayam merubah rasa tidak,karena tidak begitu suka daging

    BalasHapus
    Balasan
    1. Daging ayam juga oke, saya pernah posting mengenai tongseng ayam, bisa di search saja di blog ya.

      Hapus
  3. kak kalo mau masak tonseng untuk 34 siswa bumbunya 3kg kelebihan ga' ea?
    thanx, ea ka'

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hmm, takaran diatas untuk sekitar 4-5 orang, jadi mungkin tinggal dibagi dan dikira-kira saja ya. 3 kg menurut saya kebanyakan hehehe

      Hapus
  4. suamiku kagum and kaget, koq mendadak istrinya bs msk in tongseng kesukaan dia, biasanya beli krn aq gak ktemu resepnya yg tepat. thanks mba Endang berkat kemurahan hati anda dng menyajikan resep yg detail, gak pelit membeberkan cara2 pengolahan sehingga rasa mskannya pun jd pas. im so glad to be here.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Tika, wah senang banget membacanya. Pasti suami makin lengket kaya perangko hahahhah. Thanks sharingnya ya. Sukses selalu ^_^

      Hapus
  5. Mba, daging sapi untuk tongseng pakai bagian apa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huaa Mba, saya ini kalau beli daging gak pernah lihat bagian2nya hahhaha. Asal saja, pakai yang mudah empuk saja ya.

      Hapus
  6. krn kangen sm tongseng buatan mama, sy bikin ini mbak td utk menu berbuka.. eeehh pas makan malah nangis keinget mama hihihi, gak bakalan bs makan tongseng buatan mama lg huhuhu..

    suwun mbak endang utk resep ini.. smakin kangen sm mama d surga.. huhuhu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mb Shinta, aduh jadi turut sedih kala membacanya, ikut terharu. Yang bisa kita lakukan hanya mendoakan Mba, semoga Mama Mba Shinta damai disisi-Nya. Amien. Bulan puasa bulan berkah dan pengampunan, doa kita pasti diterima Allah.

      Hapus
  7. mbak,kalau misalnya ndak pakai bumbu kari instan bisa diganti apa ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo, tongseng ini sebenarnya pakai bumbu gulai, mirip2 dengan bumbu kari, jadi kalau nggak pakai bumbu instan berarti kudu buat versi homemadenya. Bumbu kari rada ribet ya, coba link ini: http://www.justtryandtaste.com/2011/03/kari-ayam-dan-nanas.html

      Hapus
    2. Mba.. bumbu kqrinya di buat dr yg halus sampe lainnya ya di link ini? Terus klo bumbu karinya pakai yg link ini.. nantinya takarannya cm 1 sdm jg ya?

      Hapus
    3. kalau pakai resep link ya dipakai semua mba, itu bumbu kari untuk 1 resep masakan

      Hapus
  8. mb thanks ya resepnya..langsung dipraktekin secara hari ini dpt daging sapi...sekalian pengen nyoba yg daging tumis bawang bombay buat besok pagi ^__^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sip Mba Hestri, moga suka ya dan sukses dicoba heheh. thanks sharingnya ^_^

      Hapus
  9. Lg masak sambil pantengin resep JTT, sejauh ini enakkkk, lg nunggu daging agak empuk dan air sedikit mengental. Yeaaayy, thanks mba, amat membantu sy sbg ibu rumah tangga baru hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah mantepp, jadi ngiler bacanya, haduuuh saya lagi program dietttt pantang makan daging merah wakakkak. kalau nggak sepanci juga saya sikat sendiri

      Hapus
  10. mba endang..saya lagi masak tongseng sapinya nih,,makasih banyak ya resepnya :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hao Mba Putri, sipppp moga suka ya, terus terang ini masakan favorit saya juga hiiikkss

      Hapus
  11. Mbaaakk... mau say thanks yang kesekian kalinya nih. Tongsengnya cetar bgt, rasanya tepat untuk mengobati nafsu makan yg lg nurun dikarnakan kejenuhan makan pasta mulu. hehehe. Eh serius lho mbak, 1minggu ini kalau masak aku masakin suami doang, rasanya eneg gt makan pasta walaupun di olah dgn berbagai cara, mana stock bahan2 indo lg kosong pula. hiikkss... teringat pernah baca posting mu tentang tongseng, dan langsung aku praktek. Dagingnya paki suino, gak pake serai, daun jeruk di ganti daun basil, kemiri di ganti nocce (macam kemiri juga tp agak besar n agak sepet), trus kolnya di ganti scarolla (sayuran jenis salad yang biasa org itali makan)... tp rasanya ttp maknyuuuusss. Top lah.

    Salam.
    Restu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haloow Mba Restu, wah memang kalau tinggal jauh dr tanah air kudu kreatif ya, bahan2 harus dimodifikasi sesuai kondisi. Saya kagum juga dengan keratifitasnya membuat tongseng dengan daun basil dll hahaha, dan hasilnya masih cetar. Mantep. Thanks sharingnya ya, senang resepnya disuka ^_^

      Hapus
  12. Halo mba endang..
    Terimakasih dh sharing resepnya. Tongsengnya nendangg bgt. Mengganti kerinduan tanah air. Aku pake bumbu gulai minang (untung bawa he). Karena aku tau pasti strong bgt tuh bumbu aku pake stengah sendok teh aja. Btw.. Aku dh coba resepmu baso ayam, sate ayam bumbu kacangnya mantepp bgt. Untungnya ga merubah rasa soalnya aju skip daun jeruk, daun salam, aku ga mau ganti daun salam dengan bay leaf. Baunya strong, rasanya jd aneh. Klo kemangi aku ganti daun basil. And satu lg kemiri aku ganti kacang almond. Tetap enakkk he.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haloow Mba, wah kalau tinggal di luar jadi pada kreatif semua ya, pada pinter2 cari alternatif pengganti. Munglkin ini tongseng pertama yang pakai daun basil ya wakakka. thanks sharingnya ya Mba, sukses selalu! ^_^

      Hapus
  13. Mbak makasiiiiiih, barusaaan bgt aku praktekin resepnya, tapi aku pake daging kambing, rasanya ennnaaakkk, pedesnyapun nendanggg, soalnya kutmbahin cabenya, ga ada kol, sawi putihpun jd. Sblmnya dagingnya ku balur ma nanas, ga da nanas segar, nanas yg ada di fruit coctail kaleng-pun jadi hehehe...tp beneran dagingnya jd empukkk lo;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Melysa, wakakak sangat2 kreatif ya, pakai nanas kalengan ternyata bisa juga. Mantep. Thanks sharingnya ya, senang sekali resepnya disuka. sukses ya ^_^

      Hapus
  14. mbak 3 siung bawang putih, maksudnya 3 bongkah ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. 3 butir ya, kalau bongkah itu 1 bonggol bawang putih.

      Hapus
  15. Ini udah resep yang ke-empat yang saya coba dari JTT, sepertinya memang selera kita sama mbak, hehe...Salam kenal mbak Endang...Terus update resep2 yang baru ya....Kalau boleh request sih, bikin gudeg donk mbak...hehehe, bagi saya yg orang jogja yang merantau di bangka, kadang2 kangen juga makan gudeg...hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Fetry, salam kenal dan thanks sharingnya ya, waah iya gudeg salah satu masakan yang saya masih penasaran pengen banget coba. Saya kulik dulu resepnya yang maknyuss ya hehhehe

      Hapus
  16. Resep kedua setelah ayam panggang kemiri yang saya coba
    Semua resep2nya enak mba! Saya kagum banget hehe, kerja tapi masi bisa nyempetin masak
    Oiya mbak disini saya pakenya kari pasta, apa memang rasanya pengaruh jadi kuat sekali ya bumbunya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba, kayanya pasta kari lebih kuat aroma dan rasanya dibanding bubuk ya, mungkin next time agak dikurangi takaranya ya. Thanks sharingnya disini ya. sukses!

      Hapus
  17. Dear Mba Endang...

    I am your secret admirer.
    Sebenarnya udah lama saya rajin intip2 resep2 masakan Mba Endang. Tapi baru kali ini saya berani ikutan koment di sini...karena saya malu Mba...
    Saya tidak suka masak...Tapi setelah ketemu blog-nya Mba Endang saya jadi tertarik...Tidak suka masak bukan berarti gak bisa masak kan Mba?..hehehe...
    Alhamdulillah...terima kasih banyak Mba. Blog Mba Endang ini adalah blog paling cantik, lengkap & menarik bagi saya untuk urusan resep2 masakan.
    Saya merasa terbantu banget. Semoga berkah buat Mba Endang karena Mba gak pelit untuk bagi2 resep masakan.
    Btw, kapan buku masakan Mba Endang terbit? Kabari saya yaaa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, thanks sharingnya disini yaaa. Moga2 sekarang menjadi suka masak dan yepp gak suka masak bukan berarti gak bisa, hanya belum klik saja hehehe.

      buku saat ini dalam proses hahhaha, udah sesak nafas capek huaaa. thanks sudah menjadi pembaca JTT dan sukses untuk Mba ya! ^_^

      Hapus
  18. Halo mba... Pertama kli coba resep pancakenya.. setelaj jadi.. omigoood.. this is the best pancake recipe i ever try! Pancious lewaaat hihiihihi... aku jg udah coba soto tangkarnya.. mantaab bgt mba... eh hr 8ni coba resep tongseng ini... ya ampun.. jd jago masak gini rasanya hahahha enak bgt mbaa.. tp dagingnya aku presto, biar cepet empuk hehehe thanks ya mba udah sharing resep2 maknyuus... setiap googling resep, pasti keyword akhir aku tambahin just try and taste hihihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haloow Mba Ria, thanks sharingnya disini, dan senang sekali resep2 JTT disuka. Saya yakin Mba sebenarnya jago masak hanya belum ketemu resep yang pas saja waakakka, sukses ya!

      Hapus
  19. mba ini buat brp porsi ya mba?? klo dagingnya 1 kilo bumbunya dibanyakin brp kali mba??

    BalasHapus
    Balasan
    1. sekitar 3 porsi ya Mba, tambahkan bumbunya kalau daging nambah ya

      Hapus
  20. Pilihan menu buka shaum hari ini. Wanginya menggoda. Ngeces.. Ga sabar nunggu waktu buka:-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Mba, wah saya balasanya telat buanget yaa, anyway thanks sharingnya ya Mba! ^_^

      Hapus
  21. Mba, bedanya tongseng sm gulai apa ya? Aku sebel loh masak tongseng dibilang gulai, mntang2 pk bumbu kari :(
    Rasanya sih uenak bgt, pngen jelasin k misua klo ini bukan gulai, tp akunya nggak tau bedanya apaan wakakak

    Bella

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Bella, tongseng umumnya gak pakai santan ya sedangkan gulai menggunakan santan. Hanya saja tukang tongseng di jalanan, biasanya juga menjual gulai dan sate kambing, nah kuah gulai suka dimasukkan ke tongseng jadi rasanya mirip2 yaa hehehhe

      Hapus
  22. Terimakasih mba.. Cocok sekali menu masakan ini, karena sebentar lagi hari idul adha jadi bisa di coba dirumah.

    BalasHapus
  23. Haiii mbak endang :) mau tanya kalau bumbu kari bubuk nya bisa diganti dengan bumbu instant gulai gak yah?seperti indofood gitu...

    BalasHapus
  24. Makasiih mba endang resepnya... Ternyata gini toh rasanya tongseng daging sapi.. Kemarin baru nyoba (mumpung ada daging kurban,hihi),dan Alhamdulillah berhasil!!! :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. okeh, sip, thanks sharingnya ya, tongseng umumnya berasa seperti kari dan gulai ya

      Hapus
  25. Mbak Endang ini tongsengnya endesss banget
    Aku bikin skip cabai, kurangi merica dan bumbu karena biar gak ledas
    Soalnya buat anak batitaku juga
    Ya ampunnnn anakku ketagihan
    Enak katanya
    Buat emak bapaknya tinggal nambahin cabe pas mau makan

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba Astri, thanks sharingnya ya mba, senang sekali resep tongsengnya disuka. yep kurangi saja takaran merica dan cabai kalau untuk si kecil ya.

      Hapus
  26. mbak endang,
    bumbu kari instan nya beli dimana ya dan apa merk yang mbak pake ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba ike, pakai merk Melati ya, saya beli di supermarket

      Hapus
  27. Mba Endang, makasih banget ya..resepnya ueennnaakk..orng serumah pd sukaaa. Yah walopun basil akhir dagingnya bnyk yg hncur krna kebanyakan nanas tp ttep sukaaaaaa.
    Oiya, cerita sblm pemaparan resep satu half yg sangat saya suka d blog ini ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba rina, thanks yaa, senang sekali resepnya disuka ya. next time nanasnya dikit aja dan jangan terlalu lama mba, nanas kuat banget untuk menggancurkan daging, saya sering mengalaminya juga hiiks

      Hapus
  28. yeaaayyyyyyyy... lagi pengen tongseng yg higienis ketemu resep ini...bikin sendiri udah pasti higienis kannn... i love u mbak endanggg... ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba asti, thanks ya, yep buat sendiri pasti lebih oke ya

      Hapus
  29. Mbak bumbu kari sama bubuk kari yg dijual botoln itu beda ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Mas Ricky, sama ya, saya suka pakai bubuk kari juga merk melati ya. rasanya lebih oke, ada di supermarket besar.

      Hapus
  30. mba, cara olah daging sapi dengan nanas gimnana biar cepet empuk mba? ikut dimasak gitu mba ama nanasnya ato gimana ya? hiihiii

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba agy, dilihat dulu kualitas dagingnya ya, kalau memang jenis super alot bs direndam nanas agak lama, tetapi kalau kualitasnya lumayan oke jangan pakai nanas terlalu banyak dan jangan lama2 direndam nanas, nanti hancur dagingnya.

      kalau dipakai buat tongseng gak usah dicuci nanasnya mba, kecuali kalau untuk steak ya sebaiknya daging dicuci baru dibumbui dgn bumbu steak

      Hapus
  31. Mbaaa, ini eksekusi hari Sabtu. . .
    Mantaaaap banget.. .
    Cuma dagingnya masih agak alot...
    heheheh. . .
    Makasih resepnya yaa mbaa. .:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Mba Risa, thanks sharingnya ya, daging nya rebus dulu sampai empuk baru kaldu dan dagingnya dipakai tongseng hehhehe

      Hapus
  32. cari-cari resep tongseng sapi akhirnya ketemu juga resep aslinya :)) setelah beberapa kali buka - buka blog lain dengan gambar dan resep sama seperti punya mba... akhirnya daging di freeser segera di eksekusi.. thx mba resepnyaaa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba ugita, silahkan dicoba resepnya ya, moga suka ya

      yep, banyak pencuri gambar dan resep yang tidak bertanggungjawab di dunia maya, dan terima kasih telah berusaha mencari blog aslinya ^_^

      Hapus
  33. Mba, klo daging sapi ya pake daging sapi sengkel bisa ga mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa pakai daging sapi bagian apa saja ya mb Trie, cuman sengkel biasanya agak keras jadi harus direbus lama

      Hapus
  34. Mbaaaaa udh sya coba...enakkkkk bingitttt...hug hug!!! Makasih resepnya, simple tp nendaaaang..wkwkwk.
    Ini udh resep ke sekian sekian yang saya contek..hihihi

    Oh iyaa, baiknya dagingnya direbus dlu atau lgsung ditumis ke dalam bumbu mba?


    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Tanti, thanks sharingnya ya, senang sekali resepnya disuka. kalau dagingnya jenis keras bisa direbus dulu agar empuk, tpi klau jenis has dalam/tenderloin bisa langsung dimasak ya mba

      Hapus
  35. Mbaa... Ini aku barusan selesai masak tongsengnya.. Pake daging kambing qurban hahahha Endeesss mbaaa nyam nyam tp aku kasih cuka sedikit mba.. Enaakk jadi gak terlalu berat rasanyaa.. Tp daging kambingnya masih rada alot ��

    Makasi banyak resepnya mbaa ��

    Fany

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba Fany, thanks sharingnya ya, senang sekali resepya disuka. Sukses yaa,

      Hapus
  36. Hallo mba, ini leny, pke akun suami..hehehe..blog mb ini adalah gudang resep masakan favorit saya😊mba mau tanya, klo pke santan bisa mba? Apa ga perlu santan lagi yah? Soalnya kata tanteku tongseng itu pke santan. Ini lg mau nyobain..ada kambing kurban kamarin😄tks mba endang..

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Mba Leny, salam kenal ya, thanks sharringnya ya, senang resep2 JTT disuka, suskes yaaa

      Hapus
  37. Hallo Mbak.... Apa kabar? Mau tanya dong... Kalau resep tongseng daging sapi ini beda sama tongseng ayam ya? Khan nda ada ketumbar nya... Beda di rasanya seperti apa Mbak? Trus untuk yang opor ayam itu nda ada yang nda pake kembang lawang Dan kapulaga ya? Karena menurutku jatohnya jadi kaya rasa gulai Mbak... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba Myrtha, sebenarnya sama ya, kadang dimodif saja sesuai selera hehemm boleh pakai salah satu ya, keduanya enak kok

      opor ayam a la Ibu saya memang pakai rempah lengkap ya, kalau gulai kan pakai kunyit dan cabai merah agak banyak, menurut saya beda ya, tapi kembali ke selera masing2 y Mba

      Hapus
  38. Mba klo pake bumbu gulai instan brp takarannya yah?... makasih

    BalasHapus
  39. Mba Endang, rasanya mantaaffff. Bumbu kari cap melati susah dicari, aku ganti dengan bumbu indian kari cap Jay. Trus pakai daging kambing idul adha di freezer hahaha.... Trims resep2nya yang luar biasa

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks ya mba ayu sharingnya, senang resepnya disuka yaa. sukses selalu

      Hapus
  40. Mba endang.. makasih ya resep nya.. suami suka.. bumbu kari instant nya saya ganti pakai bumbu gulai indofood.. soalnya susah banget nyari bumbu kari melati di kota ku.. sekali lagi makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks sharingnya mba Upi, senang sekali resepnya disuka ^_^

      Hapus
  41. Sore mba Endang, saya sering mempraktekan resep tongseng mbak Endang ini.. enak sekali kuahnya light krn tanpa santan. Tp selalu penasaran ingin menggunakan bubuk kari melati spt yg mba pakai.. dimana tho mba persisnya belinya? Sy sering cek hypermart ditempat sy tp tdk pernah ketemu yg merk melati. Mohon infonya ya mba.. thanks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, thanks ya sharingnya. Bubuk kari melati saya beli di spm carfur kalau gak salah ya, tapi skrg memang sya cek sudah jarang ada stocknya.

      Hapus
  42. Mbak...terima kasih resepnya... enaaaak bangeet. Saya ganti pakai bumbu gulai indofood. Beneraan enaaak.....ijin kopi resep nya ke blog ya mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Wulan, thanks sharingnya, senang resep JTT disuka. Sukses selalu yaa.

      Hapus
  43. Makasih resepnya ya Mbak, tongseng jadi masakan andalanku sekarang, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks sharingnya ya Mba, senang resep JTT disuka. Resep ini andalan saya juga kok hehhee

      Hapus
  44. Sya sdh praktekin resepnya mb, kebetulan pas ad om Dateng kermh, om smp nambah makannya n bilang tongsengnya enak.. Tks mb sharingnya :)
    Next pgn bikin tongseng pakai iga, sdh ada di frezer, tinggal eksekusi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba Cita, thanks sharingnya yaa, senag resep tongsengnya disuka, sukses ya

      Hapus
  45. Halo Mba Endang.. ijin coba resep masakannya yaah. Di kotaku gak ada bubuk kari merk melati, adanya yang dijual di carefour dengan merk carefour. Pertanyaan saya apa bubuk kari memang aroma kunyitnya kuat banget ya? samakah bubuk kari dengan bubuk kare? terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. seharunya bubuk kari tdk dominan kunyit ya, walau memang menggunakan kunyit di dalamnya. pengalaman pakai bubuk kari merk lain selain melati memang kunyitnya terlalu banyak shg kurang ok. kare dan kari sama sj ya mba.

      Hapus
  46. Assalamualaikum mba endang. Mau nanya dagingnya direbus dulu ga sebelumnya ?

    BalasHapus
  47. siiipp rasaanya mbak...obat kangen masakan solo hehehe klo saya takaran ladanya di dobel di tabur saat mau di sajikan tambah mantaaabb

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks sharingnya ya, yep sepertinya penjual tongseng suka menaburkan lada bubuk saat disajikan ya. ^_^

      Hapus
  48. halo mba.. barusan saya coba resepnya pakai daging ayam dan agak saya modif sedikit pakai santan (secara mama keukeuh bilang tongseng itu pakai santan!), dan karinya saya pakai kari instant indofood (cari yg bubuk ga ada di ind*mart). Terus terang saking lamanya ga pernah makan tongseng, aku lupa rasanya >.< tapi keluargaku bilang rasanya okeh banget loh, bahkan lebih enak dari kedai tongseng langgananku. Trial pertama sukses berat. Terima kasih banget ya mba buat resepnya... semoga mbak sukses selalu ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks mb lani, senang resepnya disuka yaa, sukses yaa

      Hapus
  49. Sebelum ditambahkan air ,dagingnya ditumis sampe lembut ya mba? Klo blm lembut dikasih air dikit2 dulu apa gimana mba? Atau kalo dagingnya saya rebus dulu gmn mba? Mempengaruhi rasa gak mba? Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba dwi, boleh daging direbus dulu sampai empuk, tapi air rebusannya digunkan untuk kuah tongseng, atau ditumis tambah air dan kalau belum empuk tambah sedikit2 sampai empuk

      Hapus
  50. Teope bgt resepnya mba..
    Baru kali ini rasanya cocok dilidah menurut saya ��
    & yg bikin senang,dipuji suami krn msknnya enak bngt katanya ����
    mksh ya mba udah mau brbagi ilmu..,resepnya detail bngt.
    Btw resep2nya mba endang populer lho di cookpad.
    salam kenal ya mba

    Nina - Paser (Kaltim)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Nina, thanks sharingnya ya, senang resep2 JTT disuka, sukses yaa

      Hapus
  51. Mbak mau tanya kalau bumbu kari bubuk tidak ada ganti nya apa ya? Saya ada nya bumbu kari biasa

    BalasHapus
    Balasan
    1. pakai bumbu kari biasa ok mba, tanpa bumbu kari pun oke kok.

      Hapus
  52. mba ini kalau dagingnya diganti
    daging kambing
    bumbunya sama kan ya...?

    BalasHapus
  53. Selamat malam mbak endang,
    Mbak, apakah jika menggunakan bubuk kari madras (wang fu) bs menggunakan takaran sesuai resep? Dari yg pernah saya baca, jenis bubuk kari tsb ckup pedas, jd mesti hati2. Mhon petunjuk mbak, penggunaan merk tsb apakah bisa d aplikasikan untuk berbagai jenis masakan dgn bahan2 bubuk kari(mi goreng kari/gulai)? Terima kasih mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya sih oke2 saja Mba, bubuk kari bs disesuaikan saja, kalau kurang nendang bs tambah, mulai dari takaran sedikit dulu saja.

      Hapus
  54. Mbak endang.. .makyus resep nya. Sy pakai bubuk kari madras, endes... Anak2 dan suami sukaaaa. Smga sharing resep mbak jd amal ibadah mbak endang. Hatur nuhun

    BalasHapus
  55. mba aku punya bekas sisaan bumbu kari pasta yang jepang itu bisa dipakai gak ya? hehhe

    BalasHapus
  56. Mba Endang, saya coba resep ini, tp daging sapinya agak keras kenapa yaa? Berapa lama kira2 utk memasak daging hingga empuk? Sepertinya saya belum expert mengolah daging hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. daging sapi tergantung jenusnya Mba, bs beda2 tiap bagian. Kalau mau cepat empuk pakai bagian namanya has dalam atau rebus di panci presto. saya gak pernah pakai waktu kalau merebus daging, yang jelas masak sampai empuk, tes keempukannya dengan memencet daging pakai jari tangan, kalau msh keras ya tambah air dan rebus lagi sampai lunak

      Hapus
  57. Jazakillah Khairan mba endang resepnya sngat cck buat suami yg nga suka makanan bersantan tpi ska tongseng ..🤗🤗

    BalasHapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...