04 September 2017

Resep Sate Padang Favorit Abang


Resep Sate Padang Favorit Abang JTT

"Pulang dari sholat Ied, mau makan sate padang biasa Bang?" Tanya saya ke, Rafif, putra sulung adik saya, Wiwin, yang biasa dipanggil 'Abang' di keluarga. "Nggak usah Tante Endang, sate padang di masjid itu lama-lama nggak enak rasanya. Kalau boleh, Abang mau sate Padang Ajo Ramon," jawabnya sambil nyengir kuda. Sate Padang Ajo Ramon yang dimaksudnya adalah warung sate padang terkenal yang terdapat di Jalan Senopati, Jakarta Selatan, dan menjadi favorit adik saya dan keluarganya jika ingin menyantap makanan ini. Walau lokasinya dekat dengan rumah Pete, terus terang saya baru sekali makan sate padang disana. Rasanya memang sedap, dengan bumbu rempah yang medhok dan rasa pedas yang lumayan kuat. Bagi pecinta sate padang maka warung sate yang kondang ini bisa dicoba. ^_^

"Ajo Ramon belum bukalah Bang kalau pagi hari. Udah gini saja, ntar kalau dapat daging kurban, Tante Endang buatkan sate padang yang mantap, Ajo Ramon saja lewat," gombalan saya membuat Rafif tertawa. "Mana bisa Tante Endang bikin sate padang seenak Ajo Ramon," balasnya menantang. "Okeh, besok kita lihat ya," sahut saya mulai sedikit emosi jiwa. Apesnya, tahun ini kami hanya mendapatkan sedikit daging kurban, tapi saya sudah membeli dua kilogram daging sapi sebagai persediaan dan makanan kala Lebaran Haji kemarin. Jadi beberapa resep kegemaran anak-anak seperti tongseng, sate sapi manis, dan sate padang yang resepnya saya share kali ini tetap bisa dinikmati dengan puas. Komentar Abang? "Enak Tante Endang, terima kasih ya," ujarnya dengan mata berbinar. Senyum khas bocahnya membuat bola mata saya menjadi basah. 

Bagi anda yang merayakan Idul Adha, saya ucapkan selamat Hari Raya Idul Adha ya! ^_^


Resep Sate Padang Favorit Abang JTT
Resep Sate Padang Favorit Abang JTT

Lebaran Haji tahun ini, adik saya, Wiwin, dan suaminya, Azy, berangkat menunaikan ibadah haji ke tanah suci, meninggalkan dua krucilnya, Rafif dan Fatih dalam penjagaan Ibu saya. Mengajak anak-anak sholat Ied ke  masjid, otomatis menjadi salah satu list yang harus dilakukan oleh Ibu, dan saya berperan di sesi bantu-membantu dan masak-memasak kala liburan kemarin. Biasanya sepulang dari sholat, kami akan mampir di jajaran gerobak makanan di luar masjid. Sate padangnya menjadi makanan wajib karena kedua keponakan saya tersebut menyukainya. Sayangnya terakhir kali makan disana kala Lebaran Idul Fitri lalu, rasa sate padangnya semakin parah, tak heran jika si maniak sate padang seperti Rafif pun menjadi kehilangan minat. 

Satu hari sebelum Lebaran, di hari Kamis, sepulang kantor saya langsung menuju ke rumah adik saya di Mampang. Di pagi harinya, daging sapi yang saya beli di pasar Blok A sudah saya kirim terlebih dahulu dengan menggunakan GoJek. Tiba di Mampang di pukul setengah delapan malam, setelah berha-ha dan berhe-he sebentar dengan Ibu dan adik saya, Dimas, yang sudah tiba lebih dulu, saya langsung ke dapur dan mengeksekusi tongseng dan sate padang. Rencananya kedua menu ini akan kami santap di pagi hari sepulang sholat Ied bersama ketupat. Nah selama ini saya selalu berpikir membuat sate padang adalah pekerjaan ribet, namun ketika kemarin dieksekusi ternyata super duper mudah. 


Resep Sate Padang Favorit Abang JTT

Entah bagaimana proses membuat sate padang lainnya, yang jelas proses yang saya posting ini simple namun rasanya tak kalah dengan sate padang sedap diluaran. Bahkan menurut saya tak kalah dengan sate padang terkenal yang pernah saya santap bertahun-tahun lampau kala dinas kerja di kota Padang. Daging sapi dipotong menjadi berukuran kecil sekitar 2 x 2 cm, dan saya tumis bersama bumbu-bumbu rempah khas masakan Padang. Jika berbicara tentang kuliner Padang maka rempah-rempah beraneka ragam wajib dilibatkan. Untuk menghemat waktu, mengingat saya harus memasak dua masakan malam itu, maka daging kemudian saya masukkan ke panci tekanan tinggi (pressure cooker) selama 20 menit. Jika anda tidak memiliki panci ini, maka cukup rebus daging seperti biasa hingga daging benar-benar empuk. Jangan menggunakan panci ini jika anda menggunakan daging sapi has dalam atau daging yang empuk. Daging kemudian diangkat dari kuahnya, dibiarkan dingin sebentar dan kemudian ditusuk dengan tusuk sate seperti biasa. 


Resep Sate Padang Favorit Abang JTT

Hal yang khas dari sate padang adalah saus kentalnya yang pekat, kaya bumbu dan rempah. Untuk membuatnya maka cukup masukkan tepung beras yang sudah dilarutkan dengan sedikit air kedalam kuah rebusan daging, dan masak hingga kuah mengental dan pekat. Tidak ada tepung beras? Saya yakin tepung terigu, atau campuran tepung maizena dan sagu juga bisa dipergunakan untuk mengentalkan saus. Jadi jangan ragu untuk bereksperimen dengan bahan apapun yang ada di dapur anda ya. Jika kuah tak kunjung kental, maka tambahkan larutan tepung sedikit demi sedikit sambil saus dimasak dengan api kecil. Jangan lupa untuk selalu mengaduk saus agar tidak ada endapan yang muncul dan membuat dasar panci menjadi gosong. Saus terlalu pekat? Tidak perlu panik, tambahkan sedikit demi seidkit air panas dan aduk hingga konsistensinya lebih encer.  Saus sate padang yang benar harus kental namun masih meleleh ketika disiramkan ke permukaan sate dan ketupat, serta tentu saja tidak  pekat dan menggumpal seperti lem. 


Resep Sate Padang Favorit Abang JTT
Resep Sate Padang Favorit Abang JTT

Saat menyajikan sate, mengingat sate ini berbeda dengan sate umumnya dimana daging telah matang, maka membakar sate adalah kegiatan optional. Tukang sate padang melakukannya untuk memanaskan tusukan daging yang telah mendingin di konter, sekaligus memberikan sedikit ekstra daging terbakar khas sate umumnya. Untuk kasus saya, saya sama sekali tidak membakar sate. Jadi sate langsung saya sajikan bersama guyuran saus panasnya. Rasanya mantap bin sedap! Jadi tidak perlu repot-repot mempersiapkan alat pemanggang untuk menyajikan makanan ini, walau tentu saja sah-sah saja jika anda hendak memanggangnya. 

Sate padang paling sedap disantap bersama ketupat, atau lontong, dan jangan lupa untuk menaburkan banyak bawang goreng di permukaannya. Saya bahkan rela menggoreng bawang sebanyak lima siung demi sate ini terlihat mantap untuk sesi pemotretan. Tobat!

Berikut ini resep dan prosesnya ya. 


Resep Sate Padang Favorit Abang JTT

Sate Padang Favorit Abang
Resep hasil modifikasi sendiri

Untuk 10 porsi

Tertarik dengan resep masakan sate lainnya? Silahkan klik link dibawah ini:
Sate Lilit Batang Serai
Sate Ayam dengan Tumis Sayuran
Sate Sapi Bumbu Dendeng

Bahan:
- 1 kg daging sapi, potong ukuran 2 x 2 cm
- 1 liter air

Bumbu dihaluskan:
- 6 buah cabai merah keriting
- 8 buah cabai rawit
- 6 siung bawang merah
- 5 siung bawang putih
- 5 butir kemiri
- 1/4 sendok teh jintan
- 2 cm jahe
- 1/2 sendok teh merica butiran
- 2 sendok teh ketumbar sangrai
- 2 cm kunyit

Bumbu dan bahan lainnya:
- 2 sendok makan minyak untuk menumis bumbu
- 1 sendok makan bubuk kari instan (optional)
- 2 batang serai, dimemarkan
- 4 lembar daun jeruk
- 4 lembar daun salam
- 2 cm lengkuas, dimemarkan
- 1 batang kayu manis panjang 4 cm
- 3 butir cengkeh
- 2 buah kembang lawang/pekak
- 3 buah kapulaga hitam
- 1 lembar daun kunyit diikat simpul
- 1/2 sendok makan garam
- 1 1/2 sendok makan gula jawa sisir halus
- 1 sendok makan air asam jawa
- 5 - 6  sendok makan tepung beras, larutkan dengan 100 ml air
- 50 ml santan kental instan (optional)


Bahan lainnya:
- ketupat/lontong potong sesuai selera
- bawang merah goreng untuk taburan

Cara membuat:


Resep Sate Padang Favorit Abang JTT

Siapkan panci, beri 2 sendok makan minyak. Saya menggunakan pressure cooker (tekanan tinggi), jangan menggunakan panci ini jika anda memakai daging has dalam. Panaskan minyak hingga benar-benar panas, masukkan bumbu halus, aduk dan tumis dengan api sedang hingga harum dan berubah lebih gelap. Tambahkan bubuk kari instan, serai, daun jeruk, daun salam, lengkuas, cengkeh, kayu manis, daun kunyit, kembang lawang, dan kapulaga. Aduk rata, tumis hingga bumbu rempah layu. 

Tambahkan daging sapi, aduk rata dan tumis hingga daging berubah warna menjadi pucat, tidak kemerahan. Masukkan air, gula, garam dan air asam jawa, tutup panci dengan benar hingga terdengar suara klik. Rebus daging hingga terdengar suara desisan uap air keluar dari katup uap di penutup panci. Kecilkan api, rebus selama 20 menit. Matikan kompor, diamkan panci hingga tidak ada suara uap keluar dari penutup panci, dan terdengar suara klik tanda panci bisa dibuka. Buka penutup panci.

Jika anda merebus menggunakan panci biasa, maka cukup rebus daging hingga empuk. Jika air habis namun daging belum empuk maka tambahkan air panas dan rebus hingga daging benar-benar empuk. 

Angkat daging dan tiriskan dari kuahnya. Tusukkan potongan daging ke tusuk sate, satu tusuk kira-kira berisi 4 potong daging. Lakukan hingga semua daging habis. Sisihkan. 

Membuat saus:


Resep Sate Padang Favorit Abang JTT

Ukur kuah tersisa, + 1 liter kuah rebusan, jika kurang maka tambahkan air panas.  Masukkan larutan tepung beras. Aduk dan masak dengan api kecil hingga mengental. Jika kurang kental tambahkan larutan tepung beras, dan jika terlalu kental maka tambahkan air panas sedikit.

Aduk dan masak hingga mendidih, dan tepung beras matang. Selalu aduk selama saus dimasak agar saus tidak mengendap dan gosong.  Masukkan santan kental (jika pakai), aduk dan masak beberapa menit hingga santan harum. Cicipi rasanya, sesuaikan garam dan gulanya. Angkat.

Siapkan piring saji, tata potongan ketupat, beri beberapa tusuk sate dipermukaannya. Siram dengan sausnya. Taburi dengan bawang merah goreng. Super duper yummy!



30 komentar:

  1. Mba Endang gitu loh. Sudah pasti bisa membuat sate yang super duper yummy.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Mba Ima, hahhahah, trial error, next time bs lebih oke.

      Hapus
  2. Selamat berhari raya qurban yaa mbak Endang....mas Rafif dan dek Fatih dah kls brp mbak?#resepnya maknyus...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Met hari raya kurban juga ya Mba, Rafif kelas 3 SMP dan Fatih 1 SMP, Mba.

      Hapus
  3. Akhirnya requestan saya terkabul jg. Senengnya. Makasih mbak endang. Kl pake daging ayam bs mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Lusy, bisa ya Mba pakai ayam, tapi sate padang umumnya pakai daging sapi atau lidah sapi.

      Hapus
  4. Ealah... jadi keingetan pressure cooker yang minggir di gudang karena saya takut make nya. Kayanya harus diberaniin nih, demi olahan daging yang enak. Btw, kalo pake slow cooker kelamaan kali ya, Mba Endang ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Emilia, bs pakai slow cooker cuman memang lama ya, pakai pressure cooker 20 menit selesai wkakakka

      Hapus
  5. Mbak endang, untuk pembuatan sausnya, penambahan air panas kalo saus tidak mencapai 1 liter bukannya mempengaruhi rasa ya?? Kalo kurang berasa bumbunya gmn mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bumbu diatas bisa untuk 1 liter kuah mba, artinya rasanya tdk berubah selama kuahnya 1 liter. Jadi kalau menyusut kuahnya ya tambah air panas, gula dan garam disesuaikan saja dengan selera.

      Saya pakai presto jadi air tidak berkuarang banyak ketika daging matang.

      Hapus
  6. Wah mba Endang,,, makin cinta deh sama blog ini, kemarin pas Idul adha saya kebagian daging sapi , bosen dengan olahan itu2 aja , sop , soto , tumis , rendang wuih tetiba pengen sesuatu yg beda yg belum pernah buat , dan kefikiran untuk buat sate padang , selalu ya kl cari resep pasti buka JTT dulu , tapi ternyata ga ada , baru mau inbox via FB ke mba Endang , eh ternyata hari ini di posting, oalah rezeki bgt , week end ini harus esekusi , thanks mba Endang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Indah, sip, moga suka dengan resep sate padangnya yaa.

      Hapus
    2. oya Mba Endang, beberapa kali saya beli sate padang kalau ga langsung di habiskan beberapa saat kemudian kuah menjadi encer , bagaimana siasatinnya biar kuah tetap kental jika buat porsi banyak? apa kuah mba Endang ini tetap kental walaupun seharian? apa sebaiknya kuah di bagi beberapa porsi sebelum di campur dengan tepung beras , jika mau di hidangkan baru di campur tepung beras?

      Hapus
    3. hai Mba Indah, yep jadi encer mba kalau saus kelamaaan walau di kulkas juga. Sepertinya bs dipanaskan lagi tapi saya belum coba, atau kuah bgai beberapa porsi dan masak sendiri2 ketika akan dihidangkan. Idenya boleh juga

      Hapus
    4. Tips sy supaya kuahnya ga encer kalo sdh dingin,
      Kaldu dimasak pake santan, selain tepung beras dicampur tepung sagu / tapioka. Justru pas dingin malah jadi kental.

      Hapus
    5. Halo Mba, wah makasih sharing dan tipsnya yaa, next time saya coba tambah sagu Mba.

      Hapus
  7. tak pikir bikinnya susah mbak. ternyata gampang ya. fix masuk list olahan daging. daging di freezer baru kepake dikit buat empal gepuk sama rendang soalnya.thank u resepnya mbak.

    BalasHapus
  8. Akhirny mba endang bkin resep ini jg, saya udh cari2 resep di mbah gugel tapi qo kl bukan resep dari mba endang malah ragu,, kl skrg sdh yakin banget pasti enaknya hehe

    BalasHapus
  9. Mba Endang, jago banget. Bikin sendiri tuh emang lebih mantap & puas ya mba.
    Sedikit info mba. Sate padang itu ada beberapa versi,tergantung daerahnya. Yang banyak dijual di jakarta itu versi sate orang padang pariaman. Dagingnya direbus lalu dibakar, kuahnya agak kemerahan. Kalo sate versi kota bukittinggi beda lagi mba. Dagingnya diungkep dengan bumbu & dibaluri kelapa yang diparut halus. Saat dibakar diolesin dulu dengan minyak bawang. Rasanya lebih gurih dan wangi. Kuahnya kuning. Saya belum pernah nemu di jakarta sate yang versi Bukittinggi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, wah makasih informasinya yaaa. Saya belum pernah makan sate padang yang pakai kelapa parut, keknya gurih juga. Umumnya sate padang yang saya makan di jakarta kuahnya kekuningan, tapi gak pakai kelapa parut didagingnya hahhaha. Thanks infonya, sangat bermanfaat buat pembaca lainnya. Sukses yaa

      Hapus
  10. MBA ENDANGGGGG OMG akhir nya ada juga resep sate padangggg *ngeces*

    Saya pecinta sate padang banget mbaaaa.. seminggu pasti ada aja hari yang jajan sate padang.. btw dulu di bekasi selalu makan nya sate padang pariaman mba.. kalo mau makan sate padang panjang mesti ke Ajo Ramon.. bumbu nya yaampun nikmat bgt panas2����

    Sekarang tinggal di semarang ngga ada yang jual sate padang sama sekali mba di daerah saya.. shock bgt sekaligus sedih.. jajanan kaya nasi uduk, lontong sayur (menu sarapan orang jakarta) dan ketoprak juga ngga ada����

    Saya jadi pengen nyoba bikin sate padang sendiri mba.. kaya nya saya udah setengah tahun lebih ngga makan sate padang mba dari yang dulu nya addict hikssss *merana*
    Makasih resep nya ya mba.. saya mau coba bikin ah kalo nanti ada waktu senggang.. mumpung dapet daging kurban kemaren hampir 10 kantong bingung mau di apain hihihi makasih loh mba:*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Natalia, wkakakak iyaaa, kadang beli memang rasanya gak maksimal ya. Kemarin saya nekat bikin, selama ini ragu, dipikir apa bs kaya yang dijual, ternyata gampaaang banget. Gak dipanggang juga gak papa, tpi kalau mau dipanggang di teflon juga bs.

      Moga suka dengan resepnya yaaa

      Hapus
  11. akhirnya ada juga resep sate padang..
    makasi banyak mba endang..
    disini sate padang gak ada yg beres rasanya mba.. pada gak karuan :(
    ada yg enak tapi jaoh di cibubur.
    mau coba bikin ah.. udah lama gak makan sate padang, saatnya bales dendam.. hahaha

    Bella

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai mba Bella, moga suka dengan resepnya yaa. Gampang buatnya ternyata.

      Hapus
  12. Hai mbak Endang,
    Duh ngiler bgt deh ngeliat foto sate padangnya mbak.
    Cabe di resep mbak itu jadinya pedes bgt ga sih mbak? Soalnya anak suka sate Padang tp ga mau yg pedas bgt.
    Saya punya iga lumayan banyak n gede potongannya, kira2 enak ga ya kl sy masak ala sate Padang (tp ga pk tusuk) pake resep mbak Endang ini?
    Brp mnt rebus di prestonya mbak?
    Makasih sebelumnya mbak Endang 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba, yep pedes yaa, kurangi saja jumlah cabainya, kayanya kalau buat anak2 terlalu pedas.

      Bs pakai iga, rebus 3o menit dulu saja, kalau kurang empuk bisa diulang rebus lagi.

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...