05 Desember 2013

Pan Grilled Sate Ayam dengan Tumis Sayuran



Kalau bicara mengenai sate ayam, maka satu hal yang mengesalkan jika membelinya di abang sate adalah menunggu antrian dan prosesnya yang panjang. Malam hari dalam rintik hujan dan suhu yang dingin, membeli sate ayam merupakan kegiatan yang memerlukan perjuangan dan ketabahan belum lagi jika harus bertarung dengan nyamuk dan asap knalpot kendaraan. Baru membayangkannya saja nafsu saya untuk menyantap makanan lezat khas Indonesia ini langsung pudar. Sate ayam memang bukan makanan fast food, jadi jangan berharap bisa dihidangkan dalam tempo sesingkat-singkatnya

Tapi minggu lalu gara-gara melihat tayangan street vendor kebab di internet membuat saya tak bisa menahan diri untuk menikmati potongan daging ayam nan empuk dan moist yang baru saja keluar dari pemanggang. Kepala saya pun langsung penuh dengan ide sate ayam dengan gelimangan bumbu kacang yang super pedas. Jadi saya pun langsung mengeluarkan sebongkah daging ayam beku di freezer dan mulai meracik bumbu. Tidak memakan waktu lama, sepiring sate ayam lezat plus tumis sayuran nan crunchy terhidang di meja dapur. Kali ini tidak perlu harus capek antri di jalan yang berdebu yang penuh dengan asap kendaraan. Homemade memang paling mantap! ^_^


Tidak ada yang sulit untuk membuat sate ayam, kekuatan makanan ini terletak pada sambal kacangnya yang legit dan gurih. Anda bisa menambahkan kacang mete yang dihaluskan bersama dengan kacang tanah goreng agar  sambal terasa lebih sedap. Menyantapnya begitu saja dengan nasi hangat sudah terasa seperti pesta namun menambahkan tumisan sayuran membuat menu ini menjadi lebih lengkap. Kendala utama membakar sate sendiri di rumah adalah alat pemanggang yang digunakan belum lagi asap yang mengepul ketika kipas kita kibarkan di depan bara dan daging yang terbakar. Itu jika kita membakarnya menggunakan arang sebagaimana layaknya tukang sate umumnya. Namun kali ini proses pembuatan sate ayam yang saya tampilkan lebih praktis, bisa anda lakukan di atas kompor dan tanpa asap yang mengepul. Tipsnya adalah menggunakan pan datar tipis anti lengket. Anda bisa menggunakan pan datar seperti yang saya gunakan atau pan anti lengket yang biasa anda gunakan untuk menggoreng hanya saja gunakan pan terlebar yang ada agar tusuk sate tidak mengganjal di tepi pan. 


Tips menghasilkan sate yang empuk, moist dengan rasa bumbu yang menyerap hingga ke setiap serpihan daging adalah dengan menggunakan daging paha ayam dan merendamnya dalam bumbu dalam waktu yang lama. Disarankan untuk merendamnya selama semalam di kulkas. Waktu peredaman yang lama selain membuat bumbu menyerap dengan baik juga membuat daging cepat empuk kala dipanggang, ini berlaku juga untuk daging sapi atau kambing. Setelah terendam bumbu, potongan daging siap anda tusukkkan ke setiap tusukan bambu yang telah direndam di dalam air terlebih dahulu. Tujuan merendam tusuk sate di dalam air adalah untuk membuatnya tidak mudah terbakar kala sate dipanggang. Rapatkan potongan daging agar antar bagian daging tetap moist dan tidak kering. Nah sekarang sate siap dipanggang di pan datar yang telah disiapkan. Serunya memanggang menggunakan pan seperti ini adalah anda tidak perlu berakrobat melakukan aksi kipas mengipas, jika api cukup kecil maka anda bisa sesekali meninggalkan daging terpanggang di kompor tanpa rasa was-was sate akan hangus terbakar.  


Kelebihan lainnya adalah daging tidak terbakar langsung di api atau bara sehingga memperkecil terbentuknya komponen yang bersifat carcinogenics (memicu kanker). Walau belum ada bukti resmi sehubungan dengan hal ini namun perlu diketahui saat daging terbakar di bara atau api dalam proses pemanggangan maka ada dua komponen yang terbentuk dan keduanya bersifat carcinogenics. Heterocyclic amines (HSAs) terbentuk saat makanan yang kaya akan protein dimasak dalam suhu yang sangat tinggi, contohnya saat proses pemanggangan di bara atau api (barbeque). Polyciclic aromatic hydrocabons (PAHs) terbentuk ketika lemak menetes dan terbakar di pemanggang, menciptakan asap. Saat asap berputar di sekitar daging yang anda panggang maka komponen tersebut akan menempel dan menumpuk di makanan yang dipanggang dan dikonsumsi. Walau sebagian besar penelitian yang berhungan dengan dampak dua komponen tersebut dilakukan pada hewan, namun para ahli tetap menyarankan kita untuk tetap berhati-hati.


Okeh kembali ke sate ayam. Untuk sambal kacangnya agar cepat dan praktis saya menggunakan blender dry mill untuk menghaluskan kacang dan mete. Sementara bumbu yang telah ditumis sebentar saya haluskan terpisah. Semua bahan lantas diaduk menjadi satu sambil ditambahkan air hingga tercapai kekentalan yang pas, semua kembali kepada selera anda. 

Sate ayam ini laziz disantap bersama nasi putih hangat, walau lontong atau ketupat tentunya lebih yummy. So tunggu apa lagi? Ayo bersate ria di rumah! Berikut resepnya ya. 


Sate Ayam dengan Tumis Sayuran
Resep hasil modifikasi sendiri

Untuk 2 porsi 

Tertarik dengan makanan yang dipanggang lainnya? Cek link di bawah ini:
Sate Daging Cincang
Sate Kambing Bumbu Ketumbar
Iga Panggang a la Just Try & Taste

 Bahan & bumbu sate:
- 4 buah fillet paha ayam bagian atas (bisa menggunakan bagian dada), potong-potong ukuran 2 x 2 cm
- 4 sendok makan kecap manis
- 1 sendok teh jahe parut
- 4 siung bawang putih, haluskan
- 1/2 sendok teh merica bubuk
- 1 sendok makan kecap asin
- 1/4 sendok teh garam
- 1 sendok makan ketumbar bubuk
- 2 sendok teh gula palem bubuk atau gula Jawa sisir
- 1 sendok makan air asam Jawa (rendam 1 sendok makan asam Jawa dengan sekitar 5 sendok makan air, remas-remas hingga kental dan ambil airnya)

Bahan dan bumbu saus kacang:
- 150 gram kacang tanah, goreng hingga matang 
- 50 gram kacang mete, goreng hingga matang (optional)
- 6 butir cabai rawit
- 3 siung bawang putih
- 2 sendok makan gula Jawa sisir
- 1 sendok teh garam
- 1 sendok makan air asam Jawa
- minyak untuk menggoreng
- air secukupnya  

Bahan & bumbu tumis sayuran:
- 200 gram kapri manis, siangi
- 4 buah jamur champignon, iris tipis (anda bisa menggunakan jenis jamur lainnya)
- 1/2 buah bawang bombay, cincang halus 
- 3 siung bawang putih, cincang halus
- 1 sendok makan saus tiram
- 1/4 sendok teh merica bubuk
- 1 sendok teh gula pasir
- seujung kuku garam
- 1 sendok makan minyak untuk menumis 

Pelengkap:
- Bawang merah goreng untuk taburan 

Cara membuat:


Siapkan daging ayam, saya menggunakan fillet paha ayam. Potong-potong menjadi ukuran 2 x 2 cm. Siapkan semua bumbu perendam daging di mangkuk, aduk jadi satu. Masukkan potongan daging ke dalam mangkuk. Remas-remas hingga tercampur rata.  

Bungkus permukaan mangkuk dengan plaztic wrap dan masukkan di kulkas (chiller) selama minimal 2 jam, paling baik jika 1 malam. Keluarkan dari kulkas, tiriskan airnya. Jangan buang air rendaman, kita akan menggunakannya untuk mengoles saat daging dipanggang. 


Siapkan tusukan bambu, rendam di dalam air hingga basah. Tusukan setiap potongan daging menggunakan tusukan, rapatkan antar potongan daging. Tusukkan sekitar 4 potong daging di setiap tusukan. Lakukan hingga semua daging habis tertusuk.

Siapkan pan datar anti lengket yang akan anda gunakan. Panggang sate di permukaan pan sambil sesekali dioleskan bumbu perendam. Panggang hingga satu sisi matang kecoklatan kemudian balikkan dan panggang sisi sebelahnya lagi hingga semua permukaan daging matang. Angkat dan sisihkan.

Membuat tumis sayur:


Siapkan wajan, panaskan 1 sendok makan minyak. Tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum dan transpaaran. Masukkan saus tiram, aduk dan tumis dengan api sedang hingga saus tercium bau harum. Masukkan kacang kapri, aduk dan tumis hingga kacang layu. 

Tambahkan jamur, jika tumisan terlihat kering, tambahkan sekitar 2 - 3 sendok makan air. Masukkan merica bubuk, garam dan gula. Hati-hati saat menambahkan garam, saus tiram biasanya sudah cukup asin sehingga terkadang tidak perlu lagi menambahkan garam di masakan. 

Masak hingga semua sayuran matang, cicipi rasanya, angkat. 

Membuat sambal kacang:


Siapkan wajan, beri minyak secukupnya (sekitar 3 sendok makan) untuk menumis bumbu. Panaskan minyak dan tumis cabai dan bawang putih hingga layu dan harum. Angkat. Haluskan cabai dan bawang putih hingga halus.

Haluskan semua bahan sambal, saya menggunakan blender dry mill untuk menghaluskan kacang dan mete. Kemudian baru saya campurkan dengan bumbu-bumbu yang telah diulek hingga halus. Aduk bumbu jadi satu dalam mangkuk bersama gula, garam dan air asam Jawa. Tambahkan air matang secukupnya hingga tercapai kekentalan yang anda inginkan. Cicipi rasanya, sesuaikan gula dan garam. 

Siapkan piring saji, tata nasi dan sate siram dengan saus sambal serta taburan bawang merah goreng. Santap bersama tumis sayuran. Yummy!

Source:
Huffington Post - Does Grilling Causes Cancer? How to Make Grilling Healthier and Safer 



45 komentar:

  1. Resepnya mantap sekali mbak, thanks for sharing :)

    BalasHapus
  2. Dear Mba Endang,

    Salam kenal saya pengunjung setia blog ini tapi gak pernah ninggalin jejak :p

    Wah kebetulan anak anak saya penggemar sate ayam atau lebih tepatnya penggemar makanan berbahan dasar ayam, sudah beberapa resep JTT yang saya coba dan alhamdulillah laris manis. Ini menginspirasi saya untuk bekal anak anak ke sekolah. Thanks for sharing mba, lanjoot terus ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo, salam kenal juga ya. thanks sharingnya disini ya. moga anak2 suka sate pan grilled ini ya Mba, memang paling mumet itu nyiapin bekal anak2 ke sekolah ya hehhehe. sukses ya Mba.

      Hapus
  3. mbak..kalo pan untuk bakar satenya diganti pake happycall bisa ga kira-kira?

    BalasHapus
  4. baru nemu lg sukaaa bgt ama resep2nya.. keep posting ya mbak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Anggit, thanks ya, moga suka dengan resep2nya

      Hapus
  5. Mba, aku cari pan grill kaya punya mba ini sampe sekarang ga dapet deh. dimana ya mba belinya? kalo boleh tau merk apa. Thanks ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pan ini merk maxim Mba, banyak di supermarket kok hehehe

      Hapus
  6. Salam kenal mba endang..saya penggemar baru blog ini n pernah mencoba resep ayam crispy korea dan enakkk :) *bumbu korea lbh mudah didapat dsni..saya tinggal di UK dmn bumbu2 dapur yg murah n mudah dicari di indonesia terasa sebaliknya disini hehe..btw ada ga alternatif sate dengan menggunakan selai chunky nut?gmn ya caranya?trmksh :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal Mba, thanks sudah menjadi penggemar JTT ya. Bumbu sate pakai selai gampang kok, bumbu halus diatas tinggal diaduk bersama selai, tambahkan air panas, air asam dan garam. Kasih kecap manis. cicipi rasanya, sesuaikan manis dan asinnya.

      Hapus
  7. Salam kenal mbak....baru nemu blog ini, banyak dapat resep yang menarik dan penjelasannya pun sangat menarik...semoga bisa segera mencoba resep-resep disini ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal Mba Paulina, silahkan dicoba resep2nya ya, thanks sharingnya disini.

      Hapus
  8. mbak endang, suka banget nyoba resep mb endang. Sesuai nama mbak, jadinya -endang-bambang-gulindang-. Hahaha... trimakasih mbak endang untuk sharing resepnya yang teramat jelas.
    Meila

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba meila, thanks sharingnya ya, dan senang sekali resep2 jtt disuka. hahaha teman2 saya suka banget juga panggil saya endang bambang, waduh kasihan banget si bambang yaaaa wakkaka

      Hapus
  9. halo mbak, salam kenal.. aku baru belajar masak, tertarik banget coba bikin sate dari website mbak endang. mau tanya, apakah kulit ayam disertakan dalam resep ini ato tanpa kulit? makasih ya.

    lisa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Lisa, boleh pakai kulit boleh nggak, tergantung selera ya. Untuk resep ini saya pakai kulitnya ya

      Hapus
  10. Halo mba salam kenal yah.
    Barusan nyobain resep ini dan jadinya ayam yg saya pny agak tll lembek. Apa ini efek kelamaan dibakar di pan grill atau apa yah? Apa mungkin kelamaan saya diamkan dikulkas (chiller)? Saya diamkan selama semalaman sih mba. Thankyou sebelumnya mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Vera, salam kenal ya. menurut saya pan grillnya kurang panas ya sehingga permukaannya kurang bisa kering. Terlalu lama dibakar tidak akan membuat ayam menjadi lembek Mba.

      Untuk marinade, saya juga suka rendam di malam hari dengan bumbu dan besoknya baru saya panggang. bumbu lebih meresap.

      Hapus
  11. To be the next project. Makasih utk berbagi resep2 nya mba.. btw mba pernah coba masak arsik gak? Harus dicoba mba. Enak bgt.

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba Nurlili, semoga suka ya setelah dicoba. Untuk arsik saya bahkan sudah pernah membuat dan menampilkannnya di blog. Ini linknya:
      http://www.justtryandtaste.com/2014/01/arsik-ikan-mas.html

      rasanya memang juara yaaa hehhehhe

      Hapus
    2. Salam mbak endang. Untuk nge-grill nya bs pake happy call gak ya? Dah lama ngidam yg kaya pnya mbak endang tp masiy nabung dulu hehe... makasi sebelumnya

      Zeezee

      Hapus
    3. halo mba Zeezee, yep bs pakai happy call ya mba, asalkan gak lengket dan matang, oke2 saja kok

      Hapus
  12. mba endang, itu 4 fillet dada ayam nya kira2 klo di timbang beratnya berapa gram ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba tari, saya pakai fillet paha ya, berat sekitar 250 - 300 gram, kalau pakai dada mungkin nggak 4 ya mba.

      Hapus
  13. Mbak Endang grill pan nya beli dimana. ?
    di jakarta sy cari blm nemu nich. info ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Mas Steven, saya beli merk maxim di carfur banyak kok, hanya saja pan grill ini permukaanya flat ya bukan bergerigi.

      Hapus
  14. mbak, bumbu kacangnya kan simpel
    nah kalau saya mau nyetok kacangnya mending digoreng atau mentahan
    saya mau simpan diluar kulkas (kaleng biskuit) gitu
    maklum anak kos hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mas Rafidan, kacang goreng tahan lama walau disimpan disuhu ruang hehhehe. Saya suka beli kacang kupas goreng (snack yang suka dijual di toko makanan), itu saya stock buat bikin saus kacang sewaktu2 ^_^

      Hapus
  15. Mba endang,
    Mau tanya kalau daging ayamnya direndam sampai 3 hari gimana?
    Rencana buat stok bekal makan siang biar ga terburu2.
    Makasih mba endang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Santi, saya biasanya hnya rendam selama 1 malam saja mba, blm pernah coba yang sampai 3 hari. Kalau kondisi tetap oke menurut saya tdk masalah ya

      Hapus
    2. Saya beranikan mencoba mba. Saya rendam lalu masukan freezer. Hari ini baru saya bakar. Hasilnya bumbunya lebih meresap. Terima kasih mba Endang. Resep nya maktop

      Hapus
    3. sip! thanks sharingnya mba Santi, senang resepnya dsuka, sukses yaa

      Hapus
  16. mba mau tny, itu rendam bumbuny berikut dengan asam jawa semalaman, tidak apa apakah? sebab saya pernah bikin ayam shillin kl rendam campur pakai arak putih jd asam dagingnya... thank you resepny..

    BalasHapus
    Balasan
    1. pengalaman sya selama ini tidak asam ya mba. baik2 saja.

      Hapus
  17. Resep satenya bener2 maknyus, mbak. Tiap kali bikin sate aq slalu pake resep ini. Aq suka jg sate padang. Tp belum ktemu resep yg pas. Kapan2 share resep sate padang ya mbak endang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Lusy, sudah lama pengen buat sate padang, sayangnya lidah sapi agak susah ditemukan dipasar hiiks

      Hapus
  18. Saya sudah coba resep ini dengan lama memarinade semingguan berhubung saya nya kerja dan pas weekday ga sempat-sempat nyusun daging di tusukan satenya#ibu malas�� Alhamdulillah malah bumbunya meresap banget dan daging jadi empuk sehingga proses panggang di happy call ga terlalu lama. Yang bikin senangnya, anak saya yang kedua umur 2 tahun kurang suka lho. Satenya digadoin beberapa tusuk. Mungkin selain karena rasanya enak juga karena dagingnya mudah dikunyah ya... Sun sayang dari keluarga kami untuk Mbak Endang yang baik hati.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haloow Bunda Ghania,thanks sharingnya yaa, senang resepnya disuka. Pengalamannya sama kaya lebaran kemarin, bikin sate sapi, dagingya jadi empuuuk banget karena dimarinade 2 hr di kulkas hhehhe

      Hapus
    2. Typo...bukan 'kurang suka' tapi 'justru suka'...

      Hapus
    3. hahhah, oke Mba, noted! sukses yaaa ^_^

      Hapus
  19. Satenya enak mbak. Anak anak doyan, sekalipun ga pake kuah kacang karena lagi pada batuk.hehe.. Makasih resepnya ya mbak... :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Mba Wenti sharingnya yaa, senang resepnya disuka

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...