20 Desember 2013

Bingka Pandan: Lembut dan Harum



Entah kekuatan apa yang merasuki saya tadi malam, ketika jam telah menunjukkan pukul delapan malam tiba-tiba keinginan untuk membuat bingka pandan ini mencuat. Mungkin karena melihat prosesnya yang mudah atau karena semua bahan-bahannya tersedia di dapur sehingga tanpa pikir panjang lagi saya langsung membuatnya. Merasa satu resep kurang banyak bagi teman-teman kantor yang selalu kelaparan saya langsung mengeksekusi dua resep sekaligus. Membuatnya memang mudah, semua bahan cukup dimasukkan ke dalam blender dan proses hingga smooth. Tapi masalah terbesar yang muncul adalah kue bingka dengan kandungan airnya yang tinggi membutuhkan waktu yang lama dan lama untuk membuatnya matang dengan tuntas. Alhasil saya harus menunggu hingga pukul sebelas malam sebelum bisa terjun bebas di atas kasur. Capek, lelah, mengantuk, sambil dalam hati menggerutu. "Bingka, bingka betapa lamanya memanggangmu Nak"!


Kue bingka merupakan salah satu kue tradisional yang menjadi favorit saya, lembut, halus, gurih dan manis. Teksturnya yang bantat dan padat menjadi ciri khasnya. Ketika tahun lalu saya terdampar di Kuala Lumpur dengan uang saku pas-pasan, sebuah kedai kecil yang menjual aneka kue tradisional dan masakan khas Malaysia seperti nasi lemak dan laksa menjadi penyelamat saya. Aneka bingka dijajakan disana, mulai dari bingka ubi, bingka jagung, bingka pandan, dan masih banyak jenis lainnya. Biasanya saya akan memborong beberapa buah, memasukkannya ke dalam sebuah kantung plastik dan selama berjalan kaki menyusuri jalanan di negeri Jiran tersebut mulut saya pun tak berhenti mengunyah kue yang lembut dan manis ini. Saya maniak dengan kue ini, sangat!

Beberapa waktu sebelumnya saya pernah membuat bingka ubi kayu, jika anda berminat silahkan klik link disini. Teksturnya pulen, legit dan lembut serta membuatnya juga super mudah. Jika anda pemula dalam dunia perbakingan atau sering gagal jika membuat kue yang harus mengembang maka bingka mungkin bisa menjadi start awal mencoba memanggang kue karena semua bahan cukup anda aduk menjadi satu dan panggang. Untuk membuat bingka pandan ini semua bahan dimasukkan ke dalam blender dan proses hingga smooth. Tanpa pengembang dan  tanpa mikser sehingga anda tidak merasa berdosa kala kue tidak mengembang lebay dan berpori, karena memang seperti itulah bingka. Saat dipanggang kue akan naik tinggi, namun ketika matang dan keluar dari oven maka kue akan turun drastis dan memadat. Jika anda pernah ke Pekanbaru atau Batam, maka kue ini mirip seperti bolu kemojo yang terkenal di sana dan menjadi oleh-oleh khas Pekanbaru dan Batam. Biasanya bolu kemojo di panggang di dalam loyang bulat tipis berbentuk kembang dengan aneka rasa.


Banyak resep bingka pandan bergentayangan di dunia maya, bahan dasarnya umumnya adalah tepung terigu, telur, gula dan santan atau susu cair. Anda bisa menambahkan mentega atau margarine 3 -4 sendok makan untuk resep di bawah, namun karena saya menggunakan santan dan tak ingin bingka menjadi terlalu berlemak maka saya menggunakan versi minimalisnya, tanpa mentega/margarine. Untuk aroma pandan, anda bisa menggunakan ekstrak daun pandan yang diblender dengan air atau pasta pandan, saya menggunakan keduanya karena daun pandan yang saya miliki terbatas jumlahnya. Sayangnya pasta pandan kurang memberikan warna kehijauan yang cantik, jadi jika anda ingin warna hijaunya lebih menyala tambahkan beberapa tetes pewarna hijau ke dalamnya. 

Satu hal yang membuat saya malas untuk mencoba bingka lainnya adalah proses memanggangnya yang lama. Saya membutuhkan waktu hampir 2 jam lamanya untuk membuat kue mengeras total, jika anda ingin waktu lebih cepat saran saya gunakan setengah resep dengan loyang yang agak lebar. Umumnya bingka dipanggang hingga permukaan kue mengeras dan berkerak, test dengan tusuk lidi untuk memastikan kue matang, jika lidi masih basah lanjutkan memanggang hingga matang. 

Tertarik dengan resepnya? Yuk kita cek ke bawah.  


Bingka Pandan
Resep diadaptasikan dari blog Izah Muffin Lover - Kuih Bakar Pandan

Untuk 1 loyang cake ukuran 23 x 23 x 10 cm

Tertarik dengan kue tradisional lainnya? Silahkan klik link di bawah ini:
Bingka Ubi Kayu
Kue Bugis
Nagasari si Kue Pisang  

Bahan:
- 300 gram gram tepung terigu serba guna 
- 300 gram gula pasir
- 500 ml air pandan (blender daun pandan dengan air dan saring)
- 500 ml santan setengah kental (saya menggunakan 2 sachet santan instan kemasan ukuran 80 ml yang saya encerkan dengan air hingga menjadi 500 ml)
- 6 butir telur
- 4 sendok teh pasta pandan
- 1 sendok teh vanilla ekstrak 
- 1/2 sendok teh garam 
- biji wijen untuk taburan secukupnya

Cara membuat:
Siapkan oven, set api atas bawah disuhu 170'C. Siapkan loyang ukuran 23 x 23 x 10 cm. Olesi permukaan loyang dengan minyak atau margarine, sisihkan. 


Masukkan semua bahan ke dalam blender, kecuali biji wijen. Proses hingga tercampur baik. Tuangkan ke dalam loyang yang telah diolesi dengan margarine. Taburkan wijen secukupnya. Permukaan adonan akan membentuk busa, tetapi ketika dipanggang busa akan lenyap dan wijen akan menempel dengan baik di permukaan kue. 


Panggang dalam oven selama 40 - 55 menit hingga matang dan tampak berkerak. Kue akan naik tinggi, seperti gambar di bawah. Permukaan kue akan bergelombang, namun ketika matang kue akan merata tingginya. Teruskan memanggang hingga kue matang, test dengan tusuk lidi, jika lidi masih basah lanjutkan memanggang. 

Keluarkan dari oven, biarkan dingin di loyang dan potong ketika kue benar-benar dingin. Siap disantap. Yummy!

Source:
Blog Izah Muffin Lover - Kuih Bakar Pandan
 



43 komentar:

  1. Tq..., semoga dengan resep ini bisa membangkitkan kembali gairah membuat kue lagi mb, lagi gak mood turun ke dapur udah 2 minggu...:((

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahha, sama Mba Chanti, males dot com banget bawaaannya, dah lama saya kena penyakit ini, ternyata kita sama yaaaa

      Hapus
  2. ^_^... asyik, kue kesukaan sya nih mbk... thanks resepnya mbk Endang, mau nyoba bikin. Kalau pakai otang dan ga punya api atas bisa ga mbk?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Oka, pakai otang bisa, hanya saja permukaannya kemungkinan gak akan berkerak ya dan butuh waktu lama untuk manggang. Pakai 1/2 resep saja Mba dan jangan pakai loyang tebal, supaya kue cepat matang

      Hapus
  3. Mbak posting resep krupuk donk....:-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Dina, yep pengen juga bikin homemade kerupuk udang/ikan, cuman masih musim hujan nih, jadi gak bisa dijemur hehehe, ntar kalau musim panas ya saya coba

      Hapus
  4. mbak.. kalau dipalembang ini mirip bolu kojo..
    resep nya:

    500 gr gula pasir
    500 gr terigu
    500 gr telur
    2 butir kelapa (santan kental 750 cc) di blondo ( masaksampe kental dan berlapis lemaknya)
    ½ gelas pandan di blender dan saring
    27 gr susu bubuk

    Caranya

    Kocok gula dan telur sampai mengembang, masukkan terigu sedikit2, susu bubuk, santan sedikit2, aduk rata, masukkan air pandan aduk rata. Oven kurleb 1 jam dengan suhu 150 C
    Kl mau bikin di cup2 kecil waktu panggang lebih cepat kurleb 30 menit

    monggo kalau berkenan dicoba mbak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba Ria, wah makasih resepnya yaaa. Bisa saya coba juga nih. Thanks yaa, pasti bermanfaat untuk pembaca lainnya. Mantep! ^_^

      Hapus
    2. kue Bingka kue khas daerah mana ya?

      Hapus
    3. Setahu saya, kue ini ada di Malaysia dan Indonesia ya, di Indonesia kue ini khas dari daerah Banjar, Kalimantan Selatan. Di Malaysia, mereka biasa sebut bengkang, atau bingka. Di pekanbaru dan batam juga ada kue sejenis, hanya saja namanya kemojo.

      Hapus
    4. iyah mba, bingka khas banjar,,,,hehehehe sampai skrang ga bs bikinnya pdhl saya tinggal di kalimantan udah lama :D paling weenaak itu bingka kentang

      Hapus
    5. Hai Mba, waak penasaran sama bingka kentang hiiiks, ini kue manggangnya lama jadi kalau mau uji coba mikir dulu 2 kali wkkakka

      Hapus
  5. kata salah satu penjual kue bingka generasi ke 3 (udah jualan sejak indonesia belum merdeka), bingka bisa dikatakan kuliner khas melayu, makanya ada di daerah yang penduduknya mayoritas melayu, hanya saja beda penyebutannya. di daerah Kalimantan barat disebut bingke berendam artinya kue yang banyak telur dan sedikit tepung. pengembangan rasa nya lumayan banyak (original, pandan, keju, coklat, durian, kentang, ubi jalar, talas, labu kuning, dll) Harganya nya lumayan mahal dan tiap penjual punya ciri khas rasa dan ga mau bocorin resep mereka. Sya udah coba punya mbk Endang dimodif dikit (terigu dikurangi tambahin keju...) meski lama pemanggangannya tapi hasil nya laziss ^_^... makasih resepnya mbk Endang, semua resep mbk yang sya coba berakhir sukses dan rasanya top markotop....^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Oka, waaah makasih atas infonya yang sangat2 informatif sekali, susah cari info ini di internet. Yep variasinya memang banyak dan menurut saya semua enak yaaa, salah satu makanan favorit neehhh sayang manggangnya lamaaa hahah. thanks sharignya ya

      Hapus
  6. Hai, mbak Endang.....
    Salam kenal.....Mbak, barusan aku coba resepnya, rencana aku mo bikin snack utk babyku. Aku coba setengah resep. Wuih....enak bgt.....tp sayang dari dasar loyangnya lengket. Boleh kasih tips donk, spy gak lengket. Kalo dasarny dialasi daun gmn ya? Tq mbak.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Ana, salam kenal ya dan thanks sharingnya. yep dialasi daun sepertinya bisa ya, biasanya kalau dasar belum terlalu matang memang suka lengket, coba diolesi margarine dan taburi tepung ya.

      Hapus
  7. hi mba..saya tamu baru ne disini..keren blogg mba..masakannya ciamik lg..mba bingka kok rasanya mirip ma si kue kojo ya??(kue khas jambi mba):)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Nia, bingka ini memang mirip2 dengan banyak kue di berbagai daerah di indonesia, jadi nggak heran kalau kemudian sama rasa hanya beda nama saja heheheh

      Hapus
  8. Salam kenal mba, saya suka sekali dg aroma pandan, ini juga resep yg mudah, tp panggang nya lama juga ya... harga gas nya sudah naikkkk... bisa di tipisin ya mba adonan nya... ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba, pakai setengah resep saja ya supaya manggangnya gak lama. memang waktu memanggang ini jadi kendala utama hahhaha

      Hapus
  9. mbaa aku udah coba resp bingka pandan ini, cuma setengah resep si mba, tapi manggangnya ternyata lamaaa bangettt tapi hasilnya ngga mengecewakan ya meski ngga sama persis dengan bingka pandan buatan mba endang, bingka pandan buatanku atasnya ngga sekering itu mba, tapi rasanya enak ko dan lembut, mirip sama bubur sumsum mba hehe.. makasih ya mba resepnya.. saya jadi penasaran dengan resep-resep lainnya hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Rita, yep 1/2 resep manggang bisa 1 jam wakkaka. Punya saya coklat banget atasnya karena 1 resep, kue tebal jadi bagian dalam lamaaaa matangnya akhirnya sampai coklat banget permukaannya wakkakak

      Hapus
  10. Mba endang.. kalo pandan nya diganti pasta pandan bisa ya? Perbandingan nya gimana ya? Susah cari pandn disini huhuhu harus ke pasar vietnam dulu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa mba, pakai 2 sendok teh pasta pandan atau tambahkan kalau kurang hijau dan nendang harumnya, airnya tetap pakai 500 ml ya. pakai pasta pandan yang kualitasnya bagus supaya warna dan aromanya ok.

      Hapus
  11. Trimaa kasiiih mbaaa endang :)) suka blognya mba endang.. hebat bangeet kerja tapii masih semangat masak.. dulu pas kerja di jkt pulang kerja langsung bobo.. hahaha belajar masak abis nikah dari blog nya mba endang.. :) bikin no baked cheesecake dong mba endang.. pernah bikin sih tp siapa tau reseo mba endang lebih mantaaap hihihi.. salam kenal ya, kalo ada liburan ke melbourne boleh contact akuu.. :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Putri, thanks sharingnya ya, senang sekali resep JTT bisa menjadi acuan untuk belajar memasak, kalau gak kepeksa memag gak mulai yaaa hehhehe. No baked CC belum pernah coba hahhahah, kalau sudah coba pasti akan saya share. Wah melbourne ya?? Hmm, kapan saya bisa kesana yaa wakakka, anyway thanks ya!

      Hapus
  12. haii lagi mba endang,, hehe
    mba klo bingka pandan sama bingka ambon itu sama ga bahan2nya mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beda ya Mba, maksudnya bika ambon kan ya? Bika ambon menggunakan banyak kuning telur dan pakai pengembang.

      Hapus
    2. ok thanks mba endang,
      ditunggu deh buat resep bika ambonnya mba,
      hehe

      kalo resep2 dari mba endang pasti enak2 & rata2 sy berhasil bikinnya, mskipun dari penampilan ga mirip hasilnya mba endang tapi dari rasa, enyakk ..
      =D

      Hapus
    3. hai Mba Roselyana, thanks ya mba! Kalau sudah dicoba pasti akan dishare heheheh

      Hapus
  13. Waduuuh.....1/2 resep, 2 jam manggangnya mba Endang.. Lagi nungguin dinginnya , gak sabaran pengen cobain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, makanya stress klaau bikin kue ini, stress nungguinnya wakakka

      Hapus
  14. Satu kata aja, mbak Endang, "kapok", besok2 nggak mau lagi bikin bingka ini. Manggangnyaaaaa, bikin bete (emang dasarnya aku tuch orang yang gak sabaran). Aku bikin 1/2 resep pake loyang 18, 3 jam pake otang, mbak Endang !!! Bayangin !!! (Lebay banget ya ! Wkwkwk) Ini lg nunggu dingin. Semoga nanti hasilnya gak mengecewakan yach ! Besok gantian mo bikin bingka singkong aja yang lebih gampang (kaya'nya) :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. wakakka iyaa, saya cukup sekali saja buatnya mba, habisnya manggangnya booo tobat! saya pakai otrik mba, bayangin tagihan listriknya jadi pusing hehhee

      Hapus
  15. Mba posting bingka kukus dong

    BalasHapus
    Balasan
    1. waaak, belum ketemu resep yang oke, ditunggu saja ya

      Hapus
  16. Mbak Endang, pusing pala berbi aw aw awww. Ternyataaa manggang bingka lamanyaaaaa...tobat tobat tobil (saking lamanya nunggu gak mateng2). Hari ini aku nyoba resep BINGKA CEMPEDAK (resepnya aku dapat dari blog FIZA'S COOKING)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehhe, bingka mudah dibuat cuman tobat lamanya manggang itu bikin males buatnya mba hehheh

      Hapus
  17. Hri ini sya berhasil membuat kue bingka ini, tpiiiiiii waktu memanggangnya bener" lama:'( tpi secara keseluruhan rasa kue ini bener" enak, ga brasa eneg sma skali. Thanks u/ resep"nya yg luar biasa ya, mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba vino, thanks sharingnya ya. yeppp memang lama banget memanggangnya ya, hehehheh. tapi ini salah satu kue tradisional yang juga saya sukai

      Hapus
  18. Lagi manggang kue ini dan baru mulai mbak. Pake setengah resep.. mudah2an sabar nunggu nya.. wkakakak. Mksi mbak endang resepnya. Brownies dan pizza tanpa ulen udh saya coba n berhasil..

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks mba Noerma sharingnya, moga sukses bingkanya ya, ini lamaaaa bgt manggangnya, hiks

      Hapus
  19. Mbak endang resep ini bs dikukus ga ya?

    BalasHapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...