12 July 2012

Bingka Ubi Kayu, yang tradisional tak kalah lezatnya


Makanan yang terbuat dari singkong atau ubi kayu pasti sudah tidak asing bagi masyarakat kita. Banyak sekali kue-kue tradisional yang memanfaatkan bahan ini, umumnya diolah dengan cara di goreng, direbus atau dikukus. Namun ada satu jenis kue ubi kayu yang dimasak dengan cara dipanggang, dan merupakan salah satu kue tradisional yang saya gemari. Bingka ubi kayu. 


Bingka sendiri menurut Wikipedia Indonesia merupakan makanan tradisional khas suku Banjar, Kalimantan Selatan. Kue ini memiliki ciri khas kue yang lembut, manis, dan berlemak terbuat dari tepung terigu, telur, santan, gula pasir dan garam. Selama ini, saya hanya mengenal bingka khas Banjar yang terbuat dari tepung terigu, namun ternyata varian bingka sendiri sebenarnya sangatlah banyak tergantung dari rasa dan bahan yang ditambahkan. Di Malaysia dan Singapura, dimana bingka juga dianggap sebagai kue tradisional disana, bahan seperti pandan, pisang, jagung manis, susu, atau ubi kayu umum digunakan untuk membuat aneka varian bingka yang alamak lezatnya. Justru saat berada di Kuala Lumpur lah, saya bisa merasakan aneka macam kue bingka yang dijajakan di salah satu resto di KL Sentral, yang membuat saya hingga sekarang masih terbayang-bayang dengan manis dan lembutnya kue tradisional yang satu ini.


Proses pembuatan semua varian bingka umumnya sama dan mudah, bahan-bahan cukup diaduk menjadi satu dan dibakar hingga matang di oven. Kendala terbesar membuat bingka ubi kayu (bagi saya merupakan kendala) membuat parutan si ubi.  Teksturnya yang keras membuat tangan cukup pegal-pegal juga jika harus dilakukan secara manual. Karena itu saya menghaluskan ubi menggunakan blender. Cukup potong-potong ubi kayu yang telah dikupas dan dicuci bersih, masukkan ke gelas blender, beri sedikit air dan proses hingga halus. Ubi yang telah halus ini lantas di saring dan diperas hingga airnya benar-benar habis. Air perasan ubi jangan dibuang, endapkan sejenak dan campurkan pati yang mengendap ke parutan ubi. Air yang telah bening ini lantas saya buang, karena menurut ibu dan nenek-nenek saya yang suka membuat kue dari ubi kayu, air ini menimbulkan rasa getir di kue. 


Kue ini rasanya lembut dan sangat lezat, pas sekali untuk menjadi camilan keluarga saat sedang duduk ngerumpi di teras. So yummy!

Anda tertarik dengan resep bingka lainnya, klik di posting saya sebelumnya di Bingka Pisang.  



Bingka Ubi Kayu
Resep diadaptasikan dari blog Table for 2 .... or more, Bingka Ubi 

Untuk 1 loyang bingka ukuran 20 x 20 cm

Bahan:
- 2 butir telur
- 200 ml santan kental (saya pakai Kara) 
- 1/2 sendok teh vanili bubuk
- pewarna kuning secukupnya (optional)
- 900 gram parutan ubi kayu (proses ubi kayu dengan cara yang saya sertakan dibawah)
- 250 ml air
- 200 gram gula pasir
- 40 gram mentega/margarine

Cara membuat:
Panaskan oven, set di suhu 180'C. Letakkan rak pemanggang di tengah oven. Siapkan loyang, olesi permukaannya dengan mentega dan alasi dengan kertas minyak. Sisihkan.


Siapkan ubi kayu, kupas kulitnya dan cuci bersih. Parut ubi kayu menggunakan parutan kelapa. Atau, anda bisa menggunakan cara yang saya lakukan. Menghaluskannya menggunakan blender. 


Potong-potong ubi ukuran 2 x 2 cm. Masukkan ke dalam gelas blender, beri sedikit air agar blender bisa berputar. Proses hingga halus. Peras parutan ubi, tampung air perasannya. Sisihkan parutan ubi, masukkan ke mangkuk besar. Endapkan air perasan hingga pati ubi tampak di dasar mangkuk. Buang airnya yang telah jernih dan campurkan pati dengan parutan ubi kayu.


Siapkan mangkuk, masukkan telur, kocok hingga lepas. Tuangkan santan, vanili bubuk dan beberapa tetes pewarna kuning (jika suka). Jika anda menggunakan jenis ubi kayu mentega yang telah berwarna kuning maka tidak perlu lagi menggunakan pewarna. Aduk campuran hingga rata. 

Menggunakan panci kecil, rebus air dan gula pasir hingga mendidih. Masukkan mentega dan aduk hingga meleleh. Tuangkan ke dalam mangkuk berisi parutan ubi kayu. Aduk rata. Adonan akan terlihat sedikit mengental. 


Jika adonan sudah tidak terlalu panas, tuangkan campuran telur + santan ke dalam adonan ubi kayu. Aduk rata dan tuangkan ke loyang yang telah disiapkan.


Panggang selama + 45 menit atau hingga kue matang dengan permukaan coklat keemasan. Tusuk dengan lidi untuk mengetes kematangan kue. Dinginkan hingga kue benar-benar dingin sebelum dipotong dan disajikan.  Selamat mencoba!

Note:  Kue harus benar-benar dingin saat dipotong agar tidak lengket di pisau.

Sources:
Wikipedia Indonesia - Bingka
Wikipedia - Kuih
Table for 2 .... or more, Bingka Ubi


22 comments:

  1. Heumm ... layak dicoba nih :)
    mumpung banyak singkong di rumah

    Eh, btw mb Endang pernah berkunjung ke blog ini belum?
    Blognya mb Hesti http://hesti-myworkofart.blogspot.com

    Fodd Blogger jg sperti anda :) sama2 inspiratif n jg sering praktekkin resepnya wendyinkk

    Happy Ramadhan
    Husna ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Husna, makasih atas link dan sarannya ya, yep saya pasti akan berkunjung ke blognya Mba Hesti. Sukses selalu buat Mba Husna ya ^_^

      Delete
  2. bener,saya juga penggemar blog-nya mba hesty.ga mainstream siy.sering nyoba yg alternatif kayak mba endang.tp teteup,mba endang ratunya food blog alternatif for beginner.kalo istilah temen saya newbitol,newbie tolol,hehehe...just like me :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Dian, apa kabarnya? Wah saya jadi terbang ke langit ke tujuh dapat pujian dari Mba Dian. Padahal Mba Dian jago masak wakakka. Saya suka tuh istilah newbietol hahah, cuman jangan lama2 saja hahah

      Delete
  3. halo mbak,,maaf neh.aku udah coba resep bika nya.tp ko lembek gitu ya.apa g perlu pake air lagi?kan udah pake santan?!luarnya udang garing,coklat keemasan.tapi dalemnya masih lembek.pas adonan jadi mau di oven jg ko berair.udah sesuai aturan resepnya mbak endang.mohon pencerahan...thx

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba, untuk Bingka ubi, pastikan ubi setelah diparut harus benar2 di peras hingga airnya habis. Gunakan santan kental instan, karena santan kental instan kandungan airnya sangat sedikit sekali, jika menggunakan santan biasa, diamkan santan dan ambil bagian atas santan yang kental. Saran saya pakai instan saja agar tidak ada tambahan air dalam santan. Bingka yang saya buat langsung padat dan mengeras bahkan walau permukaannya belum kecoklatan.Semoga membantu.

      Delete
  4. Mba' itu ngeset ovennya api atas bawah, ato gmn mba' makasiii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, yep settingannya api atas bawah ya.

      Delete
    2. Mbak kalo pake otang, settingnya gimana ya? lama panggangnya sama atau jadi lebih lama?

      Delete
    3. sayang sekali saya belum pernah pakai otang, menurut saya oven harus dipanaskan dulu dengan api sedang baru loyang berisi adonan masuk. Lama memanggang kayanya bisa beda Mba, jadi harus dicek kuenya pakai lidi.

      Delete
  5. halo mbak endang...
    saya sudah coba resep ini. ini resep ketiga dari mbak yg saya coba.. hasilnya oke.. makasi mbak :)

    cici ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Cici, sippp, senang mendengar hasilnya oke. Silahkan dicoba resep lainnya dan semoga suka ya ^_^

      Delete
  6. Pake otang gmn api atasx mba xixixizi maklum jadul

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah iya Mba, saya belum pernah pakai otang. Tapi kan bingka juga kue jadul dan jaman dulu orang pakai otang juga ya, jadi saya rasa bisa Mba hehehe

      Delete
  7. Salam kenal mba Endang,
    Udah aku coba bingkanya, lembuuut bgt ya...tapi setelah baca komen2 diatas baru tau kalo harus pake api atas juga, pantesan punyaku kok ga bisa coklat atasnya...tapi tetep uenak kok... aku follow ya blognya mba, biar bisa update dan coba resep lain, pasti sama maknyus nya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Anna, salam kenal juga ya. Yep lembut dan enak dan harus pakai api atas agak permukaannnya kecoklatan cantik hehhehe. Silahkan dicoba resep lainnya ya, moga suka ^_^

      Delete
  8. Mbak, klo pake tepung ubi, apakah boleh?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mBa Nita, nggak ya, kayanya gak bisa. Ubi parut beda denga tepung ubi.

      Delete
  9. mbak mo tanya ni.. apa basic method nya sama utk buat bingka beranda atau bingka'' yang lain? terimakasih.. salam kenal mbak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo salam kenal, setahu saya mirip2 ya, sayangnya saya juga kurang banyak coba membuat bingka hehehhe

      Delete
  10. salam kenal mbak endang...sy penggemar blog ini,maklum awam sm dunia kue,&alhamdulillah resep bingka ini berhasil sy buat,sebelumnya nyoba roti unyil malah bantat,sy uleni pke mikser krna anakku nangis,pengaruh ga mbak??mbak,bedanya fermipan sm bahan pengembang(merk koepoe2) apa??
    nyoba resep bandeng presto malah durinya msh keras pdhl udh 1jam prestonya,apa krna panciku kegedean kali ya?kapasitas 18ltr trus bandengnya cm 1kg,hehe..
    tp ayam tulang lunaknya berhasil,jd skor imbang 2 berhasil 2 gagal,hehehe...
    makasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Maria, tidak ada pengaruh menguleni pakai mikser atau tangan Mba, keduanya oke2 saja,mungkin raginya kurang oke ya.

      fermipan itu ragi, pengembann kupu2 itu baking powder, coba baca ini Mba: http://www.justtryandtaste.com/2011/06/mengenal-baking-powder-baking-soda.html

      1 jam saya rasa cukup membuat bandeng empuk Mba, mungkin untuk presto Mba, butuh waktu lebih lama ya.

      Delete

Heloooo! Terima kasih telah berkunjung di Just Try & Taste dan meluangkan waktu anda untuk menulis sepatah dua patah kata. Walau terkadang saya tidak selalu bisa membalas setiap komentar yang datang, namun saya senang sekali bisa menerima dan membacanya.

Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen anda dalam mencoba resep-resep yang saya tampilan. Semua komentar baik di posting lama maupun baru sangat saya nantikan. ^_^

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan di artikel karena saya menggunakan setting moderasi, namun jangan khawatir, begitu saya kembali ke laptop maka hal utama yang saya lakukan adalah mengecek dan mempublish komentar anda.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan. Jika anda ingin mendapatkan back link maka anda harus menggunakan OpenId atau Name + Url.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try & Taste. Untuk mengajukan pertanyaan dan komentar, anda juga bisa langsung email ke saya di justtryandtaste@gmail.com

Saya tunggu komentar, feedback, email dan sharing anda ya. Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Salam sukses!!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...