28 July 2012

Nasi Kebuli Ayam Goreng Versi Rice Cooker


Gara-gara YM dari teman saya Tyas beberapa hari yang lalu saat saya sedang disibukkan dengan pekerjaan di kantor, membuat kepala saya terus terbayang-bayang dengan nasi lezat yang satu ini. Nasi kebuli. Pesan pendek Tyas hanya menanyakan apakah saya pernah membuat nasi kebuli. Sepertinya, teman saya ini akan mengadakan acara berbuka puasa di rumahnya dan nasi kebuli tampaknya menjadi menu andalan yang hendak dipamerkan. Terlepas dari request Tyas, nasi kebuli memang salah satu jenis masakan yang belum pernah saya coba dan salah satu makanan yang memang saya tertarik untuk membuatnya. Jadilah kemarin sore sepulang kantor saya pun mampir ke supermarket membeli bahan-bahan nasi kebuli. Umumnya nasi ini menggunakan daging kambing sebagai salah satu bahannya namun kali ini saya menggunakan daging ayam yang lebih murah meriah. Resepnya saya contek dari majalah Femina yang saya baca kala  ber-creambath ria di salon langganan beberapa bulan yang lalu. Lho masih ingat? Ehem, resepnya saya catat di handphone saya. ^_^


Di resep aslinya yang menggunakan daging sapi, si daging dimasak bersama nasi dan bumbu-bumbu hingga matang. Kali ini selain saya mengganti daging sapi dengan ayam, saya juga memisahkan antara ayam dan nasi. Setelah ayam di masak hingga empuk dalam bumbu rempah nasi kebuli, ayam lantas saya tiriskan dan goreng terpisah. Cara ini membuat daging ayam lebih matang hingga ke bagian dalamnya dan terasa empuk, garing dan crispy. Lezat bersanding dengan nasi kebuli yang harum, gurih dan full rempah. Yummy! Untuk membuat nasi kebuli maka bumbu dasar yang umum digunakan seperti kayu manis, pala, cengkeh, kapulaga dan kembang lawang diusahakan dipenuhi. Bumbu-bumbu ini memberikan cita rasa rempah-rempah khas Timur Tengah yang membuat nasi menjadi harum dan mengundang selera.


Menurut Wikipedia, nasi kebuli merupakan hidangan nasi berbumbu yang bercitarasa gurih yang ditemukan di Indonesia. Nasi ini dimasak bersama kaldu daging kambing, susu kambing, dan minyak samin, disajikan dengan daging kambing goreng dan kadang ditaburi dengan irisan kurma atau kismis. Hidangan ini populer di kalangan warga Betawi di Jakarta dan warga keturunan Arab di Indonesia. Nasi kebuli menunjukkan perngaruh budaya Arab Timur Tengah dan India Muslim, tepatnya tradisi Arab Yaman. Nasi ini mirip dengan nasi Biryani. Dalam kebudayaan Betawi, nasi kebuli biasanya disajikan dalam perayaan keagamaan Islam, seperti lebaran, kurban, atau maulid. Nasi kebuli juga populer di kawasan kota yang banyak terdapat warga keturunan Arab, seperti Surabaya dan Gresik. 

Okeh, yang jelas nasi kebuli ini memang mantap dan bisa menjadi variasi nasi di rumah. Dipadu dengan ayam goreng, maka masakan ini benar-benar mak nyusss. Yuk, kita buat saja ^_^.


Nasi Kebuli Ayam Goreng
Resep diadaptasikan dari majalah Femina, No.33/xxx1x - Nasi Kebuli

Bahan:
- 1 ekor ayam, saya menggunakan ayam negeri + 4 sendok makan garam kasar
- 500 gram beras, cuci bersih dan tiriskan
- 800 ml air
- 1 butir bawang bombay, belah dua dan rajang setipis mungkin

Bumbu dihaluskan:
- 10 butir bawang merah
- 5 butir bawang putih
- 1/2 butir pala
- 4 cm jahe
- 1 sendok makan ketumbar, sangrai
- 1 sendok teh merica, sangrai
- 1/2 sedok teh jintan, sangrai

Bumbu lainnya:
- 3 batang kayu manis
- 3 batang serai, ambil bagian putihnya dan memarkan
- 8 butir cengkeh
- 4 butir kapulaga
- 3 butir kembang lawang/pekak/star anise
- 2 sendok teh garam
- 1 sendok teh kaldu bubuk

Pelengkap:
- 4 sendok makan bawang merah goreng
- 1 sendok makan kismis (optional)
- 3 sendok makan nanas cincang, kalengan (optional)

Cara membuat:
Siapkan ayam, letakkan ayam di atas wadah datar atau talenan. Gosok permukaan kulit ayam dengan garam hingga licin dan halus, kalau perlu gosokkan juga garam ke dalam rongga ayam. Lakukan ini pada seluruh permukaan ayam, jangan ada bagian yang terlewat. Cara ini membuat ayam menjadi bebas bau. Saya sarankan anda wajib melakukannya setiap kali memasak ayam apalagi jika anda hendak membuat nasi ayam Hainan. Karena itu jika membeli ayam di pasar saya pasti memintanya tetap dalam kondisi utuh tanpa dipotong-potong. ^_^

Cuci bersih ayam di air mengalir, pada saat ini anda bisa melihat ayam terlihat kesat dan kinclong bebas rambut-rambut halus dan kulit ari yang masih suka menempel. 

Potong ayam kecil-kecil, kira-kira seukuran dua ruas jari telunjuk, potong paha bagian bawah menjadi dua bagian. Kemudian tiriskan ayam dengan meletakkannya di wadah berlubang. Sisihkan. 


Siapkan penggorengan, beri 3 sendok makan minyak dan panaskan. Goreng bawang bombay hingga warnanya kecoklatan, harum dan matang. Aduk-aduk selama bawang digoreng, proses ini cukup lama. Jika telah matang, angkat dan tiriskan. Bawang bombay goreng ini gunanya untuk taburan saat nasi matang. 


Gunakan penggorengan bekas menggoreng bawang, jika masih ada sisa minyak disana maka tidak perlu manambahkan minyak yang baru. Jika minyak habis, beri 2 sendok makan minyak dan panaskan. Tumis cengkeh, kapulaga, kembang lawang, serai dan kayu manis, sebentar hingga tercium bau harum. Masukkan bumbu halus. Tumis hingga bumbu harum dan matang. Tambahkan 100 ml air, garam, dan kaldu bubuk, aduk rata. 

Masukkan potongan ayam ke dalam tumisan bumbu, aduk-aduk hingga ayam tercampur bumbu dan biarkan ayam dimasak hingga berubah warna. Tambahkan 400 ml air ke dalam ayam, tutup wajan dan masak hingga ayam matang. Cicipi rasanya, jika kurang asin tambahkan garam. 


Jika ayam telah empuk dan matang, angkat ayam dari wajan. Sisihkan. 

Masukkan beras ke dalam rice cooker. Tuangkan air kaldu bumbu bekas menumis ayam. Tambahkan air lagi hingga kira-kira cukup untuk memasak nasi. Perlu diingat nasi kebuli biasanya teksturnya tidak lembek jadi jangan menambahkan banyak air ke dalam rice cooker.  Gunakan air secukupnya. Masak hingga nasi matang. Cicipi rasanya, jika kurang asin tambahkan garam.  Aduk-aduk nasi di dalam rice cooker agar remah dan tidak menggumpal. Buang serai, kayu manis dan kembang lawang yang terlihat di dalam nasi.

Jika anda menggunakan kismis dan potongan nanas, masukkan pada tahap ini dan aduk rata. Tutup rice cooker dan biarkan nasi hangat di dalam rice cooker.  

Siapkan minyak agak banyak di wajan. Panaskan hingga benar-benar panas. Goreng potongan ayam yang telah matang ke dalam minyak hingga coklat keemasan. Atau setengah matang jika anda suka. Angkat dan tiriskan. 


Siapkan piring saji, sendokkan nasi ke dalam piring, taburi dengan bawang bombay dan bawang merah goreng. Sajikan dengan ayam goreng. Yummy! 

Sources:
Majalah Femina No.33/xxx1x - Nasi Kebuli
Wikipedia -Nasi Kebuli

23 comments:

  1. sori mo nanya aj, di bagian bumbu lainnya disebutkan 3 batang kayu manis, trus di tulis lg 2 batang kayu manis..jd kita pake nya yg 3 batang kayu manis atau...?
    maaf ya biar yakin aj jd ga bingung pas masaknya, maklum pemula kaya aku harus psti..hehe..:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Chitra, thanks atas koreksinya ya, yang benar 3 batang kayu manis. Saya akan ubah resepnya, makasih ya.

      Delete
  2. hai mb endang...seneeng banget nih ada resep terbarunya nasi kebuli pake rice cooker lagi praktis jd pengen nyoba nih, smg besok2 ada resep nasi kuningnya juga yaa *ngarep* heheh...have a nice day mb endang ^_^

    salam --Fitri--

    ReplyDelete
    Replies
    1. halo Mba Fitri, nasi kuning? Hmm, boleh juga tuh, ntar saya coba buat deh hehheheh.

      Delete
  3. mb endang saya mau tanya..
    - garamnya bisa diganti denagn garam halus biasa atau ga ya mb?
    - ayamnya kalau ga beli utuh bisa ato ga ya..kira2 berapa kilo ya mb..?
    - terus lamanya memasak ayam berapa lama mb..?

    terima kasih mb..maaf tanyanya banyak ya mb...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Risa, bisa pakai garam halus biasa kok, bisa beli ayam separuh saja di pasar. Kalau tidak ada masalah sama bau ayam potong yang rada2 aneh tidak perlu digosok pakai garam juga gak papa, cukup cuci bersih saja. Masak ayam sampai empuk dan bumbu meresap, gak memerlukan waktu lama Mba kalau pakai ayam potong. Saya biasanya cek saja dengan menusuknya pakai garpu atau pisau. Karena toh ayam setelah di masak dengan bumbu akan digoreng kembali hingga kering dan matang.
      Santai saja Mba, banyak bertanya lebih baik daripada tersesat dan gagal hehe

      Delete
  4. terima kasih banyak ya mb buat penjelasannya...nanti saya coba...soalnya saya suka sama nasi kebuli mb^^

    ReplyDelete
  5. Endaaaaanngg ... resep-nya uda di eksekusi. Hasilnya, orang rumah bilang enaaaakk. Bumbunya berasa. Plus, gw pake beras basmati (yg panjang2). Jadi kebuli banget lah .. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tyas, maaf lahir batin ya, wahhh gw saja pake beras biasa hehehhe, niat banget dah buat membuktikan diri ke orang rumah ya .... gimana ke calon mertua nehhhhh hahhahah

      Delete
  6. Mbak Endang terima kasih untuk resep nasi kebulinya
    Kapan kapan resep nasi biryani nya ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, untuk nasi biryani saya pernah posting, ini linknya ya: http://www.justtryandtaste.com/2013/01/nasi-biryani-daging-sapi.html
      hanya saja gak pakai rice cooker

      Delete
  7. Hai, mbak Endang.. Mau tanya kl berasnya diganti dengan beras merah bisa gak ya..? Apa ada komposisi yg dtambah..? Soalnya suami sy ada diabet jd makannya beras merah 1 rumah ngikut.. :p maap byk nanya ni mbak.. :). -Desi-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Mba Desi, bisa kok Mba. takaran airnya ditambah ya, lebihin dikit dibandingkan pakai beras biasa, soalnya beras merah keras. Saran saya, campur beras merah dan beras putih perbandingan 1 : 1 ya.

      Delete
  8. mba klo nasinya di kukus pake dandang takaran airnya sama aja ya? trus ak maunya pake daging sapi aja, di aron dulu sama berasnya kan ya, baru di kukus gitu kan?

    rahma

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Rahma, kalau mau pakai dandang, tekniknya gak sama dengan rice cooker ya. Daging di tumis dulu sampai empuk, baru diaduk dengan beras yang sudah di aron. Kukus dah.

      Takaran air mengaron beras keknya sama ya, wakakak saya gak pernah masak nasi pakai kukusan. Takut salah kasih saran Mba,

      Delete
  9. Mba Endang, aku lagi he he he...
    Mba..aku sudah buat nasi kebuli 2x...enak banget mba, rempahnya berasa banget..thanks ya resepnya...
    dan biasa mba ijin share di blog aku ya...thanks ya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Monica, sip, senang sekali resepnya disuka dan thanks sharingnya ya Mba. Silahkan di share di blognya ya.

      Delete
  10. Mbaa saya abis baca2 pengen cba resepnya... kira2 untuk brp kilo ayam yah buat resep diatas saya ga pke ayam utuh makasih mbaaa.... seneng bsa nemu blog ny mba endang salam kenal

    ReplyDelete
  11. Mba endang... aku udh coba beberapa resepnya. So yummy... :-)
    Tadi coba resep nasi kebulinya.. tp jdnya malah bubur kebuli.. awalnya air dimasukkan sesuai takaran, tp setelah matang berasnya gak matang sempurna..trus aku tambahain air dkit aku msak lg. Dan taraaaaaaa.... jdlah bubur kebuli.. :(
    pdahal bumbunya udh sedeeep bgt.. next time aku coba lg.. (msh penasaran..)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai mba hilda, waaah kenapa bisa jadi bubur yaa hehehe. memang terkadang takaran air tergantung sama berasnya, ada jenis beras tertentu yang butuh air lebih banyak atau lebih sedikit

      Delete
  12. Mbak, infonya bermanfaat banget untuk pemalas kayak saya. Oiya, kalo misal ayamnya dimasukin di rice cooker (jadi ga perlu digoreng), bisa ga ya? Soalnya kalo beli nasi briyani, ayamnya suka ada didalem-dalem nasinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Laila, ayamnya bisa kok dimasak langsug dengan nasi jadi gak perlu diangkat dan dgoreng terpisah ya,

      Delete

Heloooo! Terima kasih telah berkunjung di Just Try & Taste dan meluangkan waktu anda untuk menulis sepatah dua patah kata. Walau terkadang saya tidak selalu bisa membalas setiap komentar yang datang, namun saya senang sekali bisa menerima dan membacanya.

Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen anda dalam mencoba resep-resep yang saya tampilan. Semua komentar baik di posting lama maupun baru sangat saya nantikan. ^_^

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan di artikel karena saya menggunakan setting moderasi, namun jangan khawatir, begitu saya kembali ke laptop maka hal utama yang saya lakukan adalah mengecek dan mempublish komentar anda.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan. Jika anda ingin mendapatkan back link maka anda harus menggunakan OpenId atau Name + Url.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try & Taste. Untuk mengajukan pertanyaan dan komentar, anda juga bisa langsung email ke saya di endangindriani@justtryandtaste.com

Saya tunggu komentar, feedback, email dan sharing anda ya. Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Let's we try and taste! ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...