06 November 2012

Bolu Kukus Mekar & Tips: Akhirnya Ngakak Juga!


Bolu kukus, kue dari jaman nenek dan kakek kita ini memang tak lekang oleh waktu dan jaman. Sejak saya masih kecil hingga sekian puluh tahun kemudian kue ini tetap banyak dijual dan mudah dijumpai di pasar maupun toko kue, tidak pernah sepi akan peminat. Tentu saja variasinya menjadi beraneka ragam, mulai dari warna, bahan maupun jenis mangkuk kertas yang digunakan, namun umumnya kue ini tetap sama dari segi rasa dan teksturnya. Karena begitu populernya maka tidak heran jika banyak yang penasaran untuk mencoba membuatnya sendiri, apalagi bahan bolu kukus terbilang sangat simple dan harganya pun terjangkau. Salah satu yang penasaran itu adalah saya tentunya. Puncak keberhasilan membuat bolu kukus adalah ketika kue ini berhasil mekar dengan sukses. Itu tantangan terbesar atau kalau saya bisa bilang 'masalah terberat'? Karena dari tiga kali membuat bolu kukus tidak ada satupun yang berhasil ketawa, semua 'mingkem' berjamaah. Tobat!



Kue ini benar-benar membangkitkan rasa penasaran saya. Setiap kali saya melewati toko kue tradisional yang makin banyak berjamur di Mall Ambassador, serasa ingin menjerit ketika melihat bolu kukus yang begitu cantik dengan aneka warna dan rasa, berjajar di etalase kaca, semua mekar. Merekah bak bunga yang sedang mekar-mekarnya. Nah, yang bisa saya lakukan hanyalah membelinya dua atau tiga buah, sambil menunjukkan ke Meta atau ke teman saya lainnya dan berkomentar, "Gimana caranya bisa mekar seperti ini ya?". Kemudian saya sibuk mengevalusai kegagalan-kegagalan sebelumnya tanpa ada niat untuk mencobanya kembali. Buat apa? Toh akan berakhir sama, gagal. Hingga akhirnya ketika libur panjang Hari Raya Haji kemarin saya berkunjung ke rumah kakak saya di Batam dan mendapatkan satu request dari baby sitter-nya. "Mba, gimana caranya buat bolu kukus? Putra nangis minta dibawain bekal sekolah, kan mahal kalau beli terus setiap hari". Waduh, tak tega juga saya mendengarnya, sepertinya saya harus mencoba, tentunya kali ini dengan mengikuti instruksi dengan seksama.


Banyak yang mengatakan jika air soda merupakan pemicu utama untuk membuat bolu bisa mekar, namun dari membaca resep sana dan sini ternyata menggunakan susu cair sebagai pengganti soda pun hasilnya oke juga. Jadi saya rasa kuncinya adalah resep yang oke dan teknik yang benar. Nah, satu resep yang sejak dulu menjadi incaran saya adalah resep dari blog Dapurnya Rina, resepnya simple, bahannya mudah dan tanpa soda. Jadi tadi malam, setelah membuat cake coklat kukus yang dipesan Ade, teman kantor saya, saya pun mulai meracik bahan-bahan bolu kukus. 

Jika anda baru pertama kali membuat bolu kukus atau telah berkali-kali membuatnya namun hasilnya kurang sukses maka mungkin tips di bawah ini bisa menjadi awal mula untuk mencoba:
  • Gunakan bahan sesuai resep tanpa melakukan modifikasi sedikitpun, kecuali untuk warna. Pengalaman saya selama ini gagal membuatnya adalah selalu melakukan modifikasi resep, menambahkan ini dan itu, padahal belum satupun saya berhasil membuatnya dengan benar.
  • Ikuti proses pembuatan dengan seksama. Umumnya bahan-bahan dikocok hingga mengembang dan kental, tandanya saat spatula disendokkan ke adonan dan dijatuhkan maka adonan akan terlihat berjejak. 
  • Untuk menghilangkan bau amis telur pada bolu gunakan 1 sendok teh vanila ekstrak atau essens vanila, niscaya bolu anda akan harum bebas bau amis. Ini menurut pujian teman-teman kantor saya yang berebutan menghabiskan semua bolu yang saya bawa ke kantor.
  • Gunakan cetakan bolu kukus yang berlubang-lubang kemudian masukkan cup kertas setinggi cetakan. Rapikan kertas cup agar pas menempati cetakan bolu. Saya mencoba menggunakan cetakan lain yang pendek dan menggunakan kertas cup pendek, hasilnya bolu tidak mekar sama sekali. Terus terang saya masih penasaran bagaimana membuat bolu kukus dengan cup kertas yang pendek namun bolu mampu mekar jauh melampaui kertas, jadi kalau anda memiliki tipsnya mungkin bisa di sharing disini. ^_^
  • Isi adonan hingga mencapai mulut kertas cup. Saya sudah mencoba segala macam gaya dalam mengisi adonan, mulai dari 1/2 tinggi cup, 3/4 tinggi cup hingga penuh, yang terbaik adalah isi hingga penuh.
  • Kukus bolu dalam dandang yang telah dipanaskan sebelumnya hingga mendidih menggunakan api besar. Jangan isi air dalam dandang terlalu tinggi hingga mencapai saringan kukusan, karena air yang meloncat-loncat saat mendidih dan mengenai bagian dasar cetakan akan membuat bagian bawah kue menjadi bantat.
  • Dandang harus dalam kondisi benar-benar panas, karena uap air yang panas ini yang akan membuat bolu mampu mekar dengan baik.
  • Jangan isi bolu terlalu banyak di dalam dandang agar uap yang dihasilkan bisa digunakan maksimal untuk masing-masing bolu. Sebaiknya kukus bolu bertahap dibandingkan semua cetakan dimasukkan ke dalam kukusan. 
  • Umumnya bolu dikukus selama 15 menit menggunakan api yang besar, alasi permukaan dandang dengan kain bersih yang menyerap air dan jangan buka penutup kukusan selama kue dikukus. Cek air yang tersisa dikukusan ketika bolu telah matang, tambahkan air jika kondisinya berkurang. Hati-hati jika menggunakan kain yang berwarna karena uap air kemungkinan akan membuat warna menjadi luntur dan menetesi permukaan kue.  Bolu anda akan menjadi totol-totol. ^_^


Untuk rasanya, bolu kukus dengan resep ini terasa lembut, padat dan lezat. Saya mencoba melakukan sedikit modifikasi dengan menaburkan coklat meses di dalam adonan, namun tanpa coklat meses pun bolu tetap yummy. Anda bisa menggunakan jenis pasta pewarna lainnya selain coklat, di resep ini saya menambahkan pasta black forrest, membuat bolu menjadi lebih harum semerbak. 

Jadi, apakah anda sudah memutuskan untuk mencoba membuatnya? Pengalaman pertama membuka penutup kukusan dan menemukan semua bolu mekar adalah pengalaman indah yang tak terlupakan.  Terdengar lebaydotcom tapi itulah yang saya rasakan. Saya yakin anda juga pasti bisa, ikuti petunjuk dengan seksama dan niscaya bolu kukus ngakak pun berhasil anda hadirkan di rumah.  "Akhirnya ngakak juga!". ^_^ 

Yuk, kita lihat prosesnya ya


Bolu Kukus Susu Coklat
Resep diadaptasikan dari blog Dapurnya Rina - Bolu Kukus Susu Coklat

Untuk 18 buah bolu kukus

Bahan:
- 250 gram tepung terigu serba guna (saya pakai Segitiga Biru)
- 200 ml susu cair (saya pakai susu cair Indomilk)
- 3 butir telur, suhu ruang
- 150 gram gula pasir
- 1 sendok teh vanila ekstrak atau 1/2 sendok teh bubuk vanili 
- 15 gram emulsifier (bisa pakai Ovalet atau Starkis, saya pakai Starkis)
- 1 sendok teh pasta coklat (saya pakai pasta Black Forest)

Cara membuat:


Siapkan mangkuk-mangkuk cetakan bolu kukus yang terbuat dari alumunium berlubang. Masukkan 1 atau 2 lembar kertas cup untuk membuat bolu kukus, ukuran kertas cup harus setinggi cetakan. Rapikan gerigi tekukan pada kertas cup agar terpasang rapi dan tidak terlipat. Tumpukkan masing-masing cetakan yang telah dipasangi kertas cup seperti gambar di atas agar kertas melekat dengan baik.

Panaskan dandang, jangan isi air terlalu tinggi hingga menyentuh saringan, agar saat air mendidih tidak menciprati bagian dasar cetakan kue. Air yang mengenai dasar kue akan membuat bagian bawah kue menjadi bantat.


Siapkan mangkuk mikser, jika anda menggunakan hand mixer maka pastikan mangkuk yang anda gunakan berukuran besar, karena adonan akan mengembang saat dikocok. 

Masukkan tepung, gula pasir, emulsifier, susu cair, vanila ekstrak/vanili bubuk dan telur. Saya mengocok lepas telur + susu di mangkuk terpisah sebelum saya tuangkan ke tepung. Kocok adonan menggunakan speed rendah terlebih dahulu agar bahan tercampur baik kemudian ganti menjadi kecepatan tinggi. Kocok hingga adonan menjadi kental, mengembang dan berwarna putih. Ketika adonan disendokkan dan dijatuhkan kembali maka adonan terlihat pekat dan meninggalkan jejak. Matikan mikser.

Note: Lamanya waktu mengocok tergantung dari jenis mikser yang anda miliki. Saya menggunakan mikser duduk Phillips, memerlukan waktu sekitar 10 menit untuk membuatnya menjadi adonan yang saya inginkan. 


Ambil separuh adonan, letakkan di mangkuk terpisah. Beri pasta coklat di salah satu adonan, aduk rata. Anda bisa menggunakan pasta pandan, meses, chocolate chips atau pewarna makanan lainnya. 

Ambil seujung sendok makan adonan putih, tuangkan di dasar kertas cup, lanjutkan dengan seujung sendok adonan coklat dan tuangkan di atas adonan putih di cetakan. Lakukan menuangkan adonan berselang-seling hingga adonan memenuhi kertas cup. Anda bisa menggunakan cara lain untuk membuat bolu menjadi bermotif atau tanpa motif pun tidak apa-apa.

Note: Cetakan harus diisi dengan adonan hingga penuh.


Isi semua cetakan dengan adonan kemudian masukkan cetakan berisi adonan ke dalam dandang panas dengan menggunakan capit panjang. Alasi permukaan dandang dengan kain bersih yang mampu menyerap air sebelum ditutup dengan penutup dandang dan jangan buka penutup dandang selama kue dikukus. Kukus dengan api besar selama 15 menit.

Bolu yang tak mekar karena menggunakan cetakan pendek

Keluarkan bolu kukus dari dandang dan cetakan. Bolu siap disantap. Yummy!

Source:
Blog Dapurnya Rina - Bolu Kukus Susu Coklat

75 comments:

  1. hai mbk Endang,

    aku sampai dgn skrg masih belum berminat sma sekali utk mencoba bolu kukus ini, secara mbak..aku udah 5 kali coba dgn berbagai resep yg aku dapat. dan hasilnya MINGKEM KABEH. katanya ada yg bilang kena "kutukan". haiihhh tapi lepas dari itu semua, aku sidikit menaruh curiga sama dandangku mbak (nah lo...dandang-nya jd "tersangka". krn dandang yg aku pakai selama ini tutupnya gak bentuk kerucut (klakat). padahal step by step aku ikuti semua. mungkinkah mbak endang bisa meyakinkan ku kembali...wkwkwk saluttt deh buat mbak sdh bisa ngakak Bolkus-nya.

    salam
    Yani

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Yani, wakakkak betul Mba, bolu kukus ini memang terkenal akan kutukannya, tapi memang setelah saya evaluasi (lebay), saya suka melakukan modifikasi, menambah ini itu akhirnya malah jadi gak karu2an. Nah kemarin saya niatin banget tuh Mba, gak melenceng dari resep asli, soalnya saya yakin banget kalau benar-benar diikuti seusai resep pasti ngakak, hahahha. Nah ternyata bener juga.hahaha. Waduh Mba, saya gak punya klakat, dah lama mimpi pengen beli, tapi dandang lama masih oke2 saja buat bikin kue. Dandang saya ada dua, sama jadulnya, yang membedakan cuman ukuran, satu kecil satu gedhe wakakak. Tampilanya mah dah jadul sujadul. Ayo Mba Yani, beranikan diri mencoba lagi, gampang banget ternyata, atau mungkin saya lagi beruntung ya hahhah

      Delete
  2. mba endang salam kenal....
    saya juga termasuk salah satu orang yg kena kutukan. bbrp kali bikin cm sekali doang yg jadi. jd saya rada2 talut gitu. tp hr ini saya mo coba lg. semoga ngakak deh...

    (lina)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Lina, ayo dicoba lagi, jangan menyerah ya. Kuncinya adonan dikocok sampai benar-benar putih, kental, pekat dan kembanggggg. Seperti busa yang tebal dan kaku. Moga sukses ya.

      Delete
  3. hai mbak, selama ini aku selalu gagal kalo buat yang namanya cake ataupun kukis, tapi khusus bolu mawar merekah ini, anehnya selalu sukses bahkan saat pertama buat. kalo boleh berbagi, resep saya serba dua.....200 gr terigu, 200 gr gula pasir,2 btr telur, dan 1/2 gelas sprite. telur + gula dikocok dgn kec. sedang sekitar 15 menit. masukkan terigu, kocok dengan kec rendah, asal tercampur saja. kemudian tambahkan sprite. masukin ke cetakan yg berlubang2 itu, kukus... and jadi deh..
    ini satu-satunya kue yang bisa saya andalkan didepan khalayak...hahahahh
    ====denisa====

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Denisa, Nahhhhh ini satu resep bolkus lainnya yang kudu dicoba nehhh hahaha, moga saya juga bisa sukses. Yang jadi masalah saya ini selalu gagal bikin dia merekah hahahha, seumur-umur ya baru kemarin itu sukses. Moga pakai resep yang ini keberuntungan mengikuti. Simsalabim! Thanks ya resepnyaaaaa!!!! ^_^

      Delete
    2. masa si gitu aj jadi. gak pake emulsifier sama sekali kah ?

      Delete
    3. Mbak denisa...saya sudah coba resep serba dua-nya...wuiihhh alhamdulillah sekali coba langsung berhasil....ayo mbak endang dicoba, guampang looohh...hehehehehe....cuma mungkin pas ngukus harus bareng2 kali ya, biar soda spite-nya ga habis. soalnya kemaren saya pake dandang kecil, jadi ngukusnya ga bareng2, jadinya batch terakhir mesem doang, mungkin karena sodanya sudah habis. next try mau pake dandang yang agak besar biar mateng bareng2. tenkyu resepnya yaaahhh -Yuni-

      Delete
    4. Wah mba Yuni, saya belum sempat coba bolkus lagi, soale masih belum semangat, next saya akan coba cara serba duanya yaaa

      Delete
  4. hi mbak, salam kenal. Sy jg salah satu org yg penasaran dgn kue ini. udah coba buat 2x, dengan sumber resep yg berbeda, pada dasarnya bahan sama, cuma ukuran yg berbeda. Hasil yg pertama, sukses mingkem hahaha... msh penasaran, coba lg dgn resep yg ke dua, hasilnya better dr yg pertama, tp bolkusnya cm nyengir aja.. penasaran bgt pengen bs berhasil sampe ngakak. next time mo coba resepnya mbak deh.. wish me luck ^-^
    -Rosiva-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Rosi, wah pengalaman kita sama, wakakakak, susah banget memang bikin bolkus mekar, anehnya temen saya yag gak suka masak dan selalu gagal bikin kue, selalu sukses bikin bolkus ngakak. Udah banyak baget Mba saya coba2, kesalahan utama saya adalah suka modifikasi resep hahhah. Saya doakan sukses Mba! ^_^

      Delete
  5. mbak resepnya gak pake mentega/margarin/minyak goreng??
    btw saya seneng deh ke blog mbak, bagus resepnya n detail,suka... aq mo ijin boleh gak resepnya ku print, kujilid, biar kl mo praktik tinggal buka aja di catatan, suwun...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Azizah, yep resepnya gak pake mentega/margarine ya. Silahkan di diprint supaya mudah dibaca dan dipratekkan. Thanks atas komentarnya ya. Salam,

      Delete
  6. Waduh, gak sabar pengin bikin, sebelum ke kantor aq buat tapi kutambah minyak goreng, coz di resep bolu kukus yang tape ketan n resep punya teman, pake margarin/ mentega/ minyak goreng. hasilnya mingkem semua, gak pede dibawa ke kantor, tapi tetap dilahap ma krucilku. Adonannya masih sisa separuh, kayaknya nnt malam mending ta kukus pake loyang brownies aja n kutambah pisang, dari pada bikin bolu kukus tapi gak ngakak,hehe...

    ReplyDelete
  7. mbak help me....aq nyoba resep ini, pas buka kukusan seneng banget akhirnya bisa bikin bolkus ngakak, tp setelah diangkat hwaaaaa bantaaattt n mengkeret kaya bola bekel.padahal airnya g nyentuh saringan. g bisa dimaem mbak, padahal klo nyoba yg dulu2 emang g mekar tp masih bisa dimakan n lembut hikss...hikss...kenapa y mbak.padahal aq sampe nyoba 2x dengan kukusan yg neda loh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hwaaaa, ini nih yang susah, mekar tapi bantat. Waduh saya juga bingung Mba, banyak faktor, bisa jadi telur kocoknya kurang kembang; atau uap air terlalu banyak karena saringan/klakat lubangnya terlalu besar, memang butuh panas yang tinggi tapi kalau uap terlalu banyak justru bantat, ada yang bilang dialasi pakai alumunium foil di bagian saringan dan tusuk2 alumunium sehingga lubangnya kecil2; atau kelamaan ngukusnya, waktu yang pas 10 menit terlalu lama bisa bantat. Hmm, saya juga pusing hahaha

      Delete
  8. hmmm...mungkin di kasus sy ini saringan lubang kegedean atau terlelu lama y mbak, krna sy ngukusnya 15 menit minim hehe...next time deh coba lagi...tp skrang masih trauma hehe kaya apa aja..makasih y mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wakakak, sip, istirahat dulu kayanya ya, ntar kalau dah semangat lagi baru mulai coba. Saya juga mau bikin lagi masih ragu Mba, jangan2 yang kemarin sukses karena faktor lucky saja hahah.

      Delete
  9. 1 kali gk mekar, 2 kali sama,3 kali mekar pecah dua cuma gk matang. 4 kali mekar cuma sama gk matang n gk enak hiks...susah deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wakakak, bikin kapok mau nyoba lagi ya Mba. Saya juga belum berani coba bikin lagi,jangan2 yang kemarin berhasil karena faktor lucky wakakkakak

      Delete
  10. Semalam saya coba bikin 1/2 resep, jadi saya pake 2 telur ukuran kecil (ayam kampung). Hasilnya? Mekar spt kerang (terbelah dua), mesem. Dan wkt diangkat dari dandang, mengkeret. Gak bantat2 amat sih, tapi terlalu padat gitu. Wkt adonan saya kocok, memang terasa terlalu kental, agak berat, adonan naik melewati baling2 mixer, sampai ke tiangnya. Jadi se-kali2 adonan nyiprat he..he.. Saya menduga susu cairnya terlalu kental. Saya pake susu kental manis 3 sdm, dan tambah air sampai 100ml, jadi gula pasir saya kurangi. Uap dandang sdh cukup banyak, cetakan berlubang agak tinggi, dan kertas cup setinggi cetakan, dan adonan penuh. Kira2 apa penyebabnya ya, mbak? Kalau misalnya tepung terigu dan susu tdk dikocok, tapi diaduk pakai spatula saja, apa berpengaruh?
    Sisca - Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Whoaa Mba Sisca, terus terang Mba kalau sudah berurusan sama kue satu ini saya merasa sangat gak pede banget termasuk menjawab pertanyaan seputarnya hahhahahha. Saya sampai sekarang belum coba lagi, takut jangan2 yang kemarin saya coba bisa berhasil karena faktor L = luck! Yep betul adonan berat Mba, sampai naik ke baling2, dan kemana2. Kental dan super pekat. Mengkeret mungkin kelamaan di kukus Mba, tapi bisa karena faktor lain hiiks. Saya belum berani coba eksperimen utak atik resep, resep bolkus lain ada yang berbeda dengan resep ini dan hasilnya bagus2 saja, saya sendiri ngak yakin kalau saya coba bisa sukses. Maaf, maaf kurang bisa membantu banyak ^_^

      Delete
  11. Selamat pagi. Saya ngukusnya sekitar 15' juga kok. Coba deh saya coba lagi. Jaman saya msh sekolah dulu, pernah coba resep lain, bisa mekar merekah, pake air biasa ataupun sprite/fanta, tp tanpa emulsifier. Sekali dua kali memang pernah bantat bawahnya, mesem, ataupun gundul. Gampang2 susah ya... Kalau berhasil, saya akan kabari mbak Endang.
    Sisca - Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. halow Mba Sisca, ayo Mba coba dikuplek2 lagi resepnya, kalau sukses tolong share ke saya ya hahhahah. Saya belum berani coba lagi nih, pengen bikin bolkus lagi tapi ganti resep cuman kok takutgagalmodeon hahahha

      Delete
  12. Selamat siang. Kemarin saya coba resep bolkus dari My Ideas nc_kitchen. Wkt browsing di internet, resep bolkus buannyyakkkk banget, berbagai ukuran, bahan dan cara pembuatan. Akhirnya saya pilih yg dari My Ideas tsb. krn tdk pake air soda, dan saya pilih pake susu cair. Krn saya masih takutgagalmodeon, saya tambahi seduikit double acting baking powder dan seduikit emulsifier. Pertimbangan saya baking powder spy mekar, tdk bantat dan emulsifier spy lebih lembut, walaupun sebenarnya telur yg digunakan lebih banyak dibandingkan dg kebanyakan resep2 lain. Kmd, cara pembuatan saya modif lagi, yaitu sekitar 3 sdm tepung terigu dikocok spt resel jadul yg saya punya, dan sisanya diaduk pake spatula. Dan hasilnya? Mekar merekah, sampai 4 kelopak di sekeliling dan 1 kelopak di tengah. Rasanya pun lumayan lembutlah. Saya tdk tahu penyebab mekarnya itu apa: BP, emulsifier atau caranya, atau lagi beruntung. Monggo dicoba, kalau sdh semangatmodeon.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Sisca, makasih infonya ya hehheh. Penasaran banget sama bolkus ya, tapi keren juga bisa terbelah sampai 4. Saya juga penasaran sama bolu ini cuman belum mulai coba lagi, kalau lihat di toko kue suka gemes, soalnya cantik2 banget dan gendut2 bolkusnya. Thanks atas infonya ya, kalau ada kesempatan dan mood pasti saya coba lagi.

      Delete
    2. Mbak sisca...bagi resepnya dong :)
      -Rosiva-

      Delete
    3. Halo Mba Rosi, mungkin bisa dibuka di webnya My Ideas nc_kitchen, di googling saja Mba. ^_^

      Delete
  13. Mbak Endang, saya barusan kasih kabar ttg hasil uji coba dg resep My Ideas nc_kitchen, tapi lupa (lagi!) mencantumkan nama.
    Sisca - Surabaya

    ReplyDelete
  14. Mbak Endang, saya sdh uji coba 4x setelah yg kemarin. Selain ikut resep My Ideas nc_kitchen dg tambahan sedikit BPDA dan emulsifier, saya jga coba resep mbak Ricke's Just My Ordinary Kitchen minus keju. Semua sukses, mekar! Saya hanya mau berbagi pengalaman. Pertama, ttg pemakaian serbet. Krn dandang saya standar, jadi ruang tdk terlalu tinggi. Wkt saya tutup dg serbet, ruang menjadi semakin pendek. Bolkus merekah ke samping, 4 kelopak dan 1 kelopak di tengah. Sebenarnya tdk masalah, hanya tdk spt bolkus pd umumnya. Saya menduga bolkus tertekan tutup dandang, jadi merekah ke samping. Selanjutnya saya tdk pake serbet. Ternyata bolkus mekar spt yg saya mau. Tanpa serbet pun bisa mekar kok. Saya jg pernah baca blog seseorang (tapi lupa namanya), pendptnya sama. Tutup dandang dilap dulu sblm ditutup kembali. Wkt mau mengangkat adonan yg sdh jadi, tutupnya segera dijauhkan. Tanpa serbet, memang resiko tertetes air lebih besar. Bila tertetes air, bolkus kurang cantik/enak. Kalau ada dana lebih, bolehlah beli klakat. Menurut yg saya baca, kalo pake klakat, tdk perlu serbet krn air tdk bakalan menetes. Dan ada kacanya, bisa ngintip proses mekarnya. Dandang saya tutupnya kaca, jd wkt itu saya menikmati proses mekarnya bolkus tsb. Mengasyikkan!
    Yg kedua, soal pengisian adonan. Pernah saya hanya mengisi 3/4 cup krn kehabisan adonan. Ternyata mekar juga, hanya saja kelopaknya tdk membumbung tinggi spt kalo isinya hampir penuh. Yg ketiga, pemakaian emulsifier. Krn kehabisan, saya skip. Hasilnya juga mekar, hanya beda tekstur. Tanpa emulsifier tekstur lebih padat. Jadi tergantung selera, mau tekstur lembut atau padat. Dan saya pernah baca juga (lagi2 lupa punya siapa!), emulsifier harus masih bening kondisinya. Kalau tanpa BPDA? Belum coba..... Ayo, mbak Endang coba lagi!
    Sisca - Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahhhhh mantap Mba Sisca, perjuangannya menemukan bolkus mekar, saluttttt hahahha. Sipp, saya mau coba lagi nih, gak pernah terpikir faktor ketinggiann kukusan berpengaruh. Tapi memang kalau dipikir bolkus memang butuh uap dandang yang banyak dan panas, kalau kukusan agak tinggi uapnya kan lebih banyak terkumpul. Pengen beli klakat, belum sempat terwujud hehehhe. Thanks ya Mba! Sangat bermanfaat sekali dan perlu dishare untuk lainnya juga ^_^. Sukses selalu ya!

      Delete
  15. Sama2, mbak. Saya mau tambahkan lagi, soalnya tadi sudah panjang banget.. Yg keempat, tadi malam saya coba adonan dlm 1 cetakan pendek tapi lubang2 lho (kalo tanpa lubang, tdk berani coba..), kertas sedikit lebih tinggi dari cetakan, adonan sy isi penuh. Juga mekar lho, mbak. Ada 3 kelopak, tapi memang tdk menjulang tinggi spt kalo cetakan tinggi. Saya skrg pede mau coba variasi2 lain.
    Ah.. jadi kepengen beli klakat juga. Mikser juga, soalnya mikser Philips saya jadul, kapasitas kecil. Pernah di-operasi gara2 muternya pelan sekali. Skrg sih sdh normal, tapi kalo buat adonan yg pekat sekali, ter-seok2, tdk kuat, sdh tua kali ya... Tetap semangat!
    Sisca - Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks Mba Sisca, mantap banget, saya jadi pengen banget beli klakat nehhhh, udah gak sabar pengen bikin bolkus yang montok2 kaya di toko kue hahahaha. Makasih ya Mba. tetap semangat berbagi ya ^_^

      Delete
  16. mba maaf..saya ingin belajar dr mba..tp klo ga salah baca tepung nya dimasukan awal saat pengocokan telur.bukan kan sebaiknya nanti setelah telurnya dikocok smp kaku?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak Mba, memang seperti itu resepnya. Semua bahan langsung cemplung dalam 1 kali kesempatan dan kocok hingga kembang. Rata2 resep bolu kukus seperti itu. ^_^

      Delete
  17. gitu yah,mba..makasih banyak resepnya yah,mba..wish me luck.. '',

    ReplyDelete
  18. Emulsifier itu tbm bukan ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba baca potingan saya tentang emulsifier di tips dan info Mba, saya jelaskan dengan detail disana.

      Delete
  19. hallooo .... saya Indah, sedikit tips, cetakan yang dipakai memang harus berlubang supaya mau mekar, dan saya caranya beda, semua bahan sekaligus jadi satu, lalu dimixer sampai berwarna putih ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Indah, thanks tipsnya ya, yep memang umumnya semua bahan dimasukkan jadi satu dan dimikser.

      Delete
  20. Mb endang, saya ini udh coba mgkn lbh dari 10x bikin ni bolu dgn berbagai resep, masalah saya,mekrok siihh, tapi bgtu diangkat dari kukusan langsung mengkeret baik tu kuenya maupun muka saya...bete sii
    Naah, tadi sore sy coba resepnya mb endang 1 resep, tapi ngukusnya 2 kloter, yg prtama kjadian nya spt yg udh2 'idem', kloter kdua sy coba analisa ceile..dr refrensi yg sy baca, da yg blg uap d klakat g boleh trlalu banyak, akhirx api kompor sy kecilkan sdkiit, tp uap d klakat msh kliatan ngepul..walhasil kloter kdua ni tampilanx sdkit mnghibur saya alias ga mengkeret, cm teksturnya msh agak padat....Gmn dunk??
    Daku udh keabisan akal ngadepin ni bolu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pertanyaan yang sama Mba, saya juga mumet wakakkak.

      Delete
  21. Saya pernah pake cetakan pendek+kertas cup. Hasilnya pun gak bagus. Tapi kalo pake cetakan yg bawahnya silang+kertas roti yang dilipat dulu,bisa bagus hasilnya. Padahal adonannya sama persis lo. Apa yang bikin gagal klo pake kertas cup+cetakan bolong2? Aneeh..Tapi salut mbak akhirnya berhasil..kapan2 mau coba juga.
    resep mbak. Thanks ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh kalau bicara bolu kukus saya juga suka bingung, salah dimanaaaa ya. Yang lain bikin gampang2 saja, mekar mekrok saja hehehhe. Saya belum coba pakai kukusan klakat, sepertinya next project hehhe. Thanks ya Mba sharingnya. ^_^

      Delete
  22. mbk endang,
    saya kena kutukan bolu kukus ini buat 3x,
    yg ke1 cmn senyum
    yg ke2 mingkem rapet
    yg ke 3 mingkem rapet
    yg ke 4 nyengir
    tobat-tobat.....
    Yg parno duluan yg buat lg.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Fina, hahahah, saya tobat Mba sama kue ini. Asli speachless. Kalau ada yang lapor bilang ke saya, Mba bolunya gagal, saya cuman nyengir karena samaaaa. Tapi kalau ada yang lapor bolunya berhasil, saya justru kaget! Kakakka

      Delete
  23. Hari ini saya bikin ini mba.. Pas buka tutup dandang wah.. girang banget karna mekar sempurna.. Tapi dalam hitungan detik eh kok malah menyusut..?Dan dikeluarkan dari dandang jadi bantat,awalnya emang udah ragu.. Karna papercup yg saya gunakan kebesaran,lebih besar dari cetakan bolkusnya,jadi ada pinggir2 papercupnya ada yang saya lipat2 kecil (jadi kesannya maksa) Untuk meyakinkan diri bukan adonan saya yang salah.. Saya coba gunakan cetakan kue bolu biasa dari silicone tanpa papercup,hasilnya.. Lembuut&enak.. Langsung disikat habis sama anakku,walaupun namanya bukan bolu kukus mekar lagi sih.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. haloow Mba, wakakak ini jadi korban bolu kukus percobaan keberapa Mba? Saya udah kehilangan mood buat bikinnya hahahaha, soalnya hasilnya gak pernah mekar kaya rok balon wakakkaka. Thanks sharingnya ya, senang mendapat teman seperjuangan hihihih ^_^

      Delete
  24. Halo mba, jadi bentuk loyang pendek atau tinggi berpengaruh ya? Saya pakai loyang yang persis seperti ada di foto dan bukan cetakan khusus bolu kukus yang berlubang dan hasilnya seperti yang ada di foto juga, tidak mekar.

    Sabtu lalu saya coba buat bolu kukus pisang menggunakan resep ini http://mykitchennotes.blogspot.com/2010/01/bolu-kukus-pisang.html Semua tahapan sudah saya ikuti, resep pun tidak saya modifikasi. Saat meletakkan adonan di dandang, airnya sudah mendidih dan beruap. Saat itu sengaja pakai api besar dan mungkin terlalu besar hingga akhirnya dandang bolong saat mengukus adonan terakhir :D Cetakan tidak diisi sampai penuh seperti dalam gambar di atas, masih ada sedikit jarak (kurang dr 0,5cm) antara tepi cetakan kertas dan adonan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai Mba Henny, nice sharing Mba dan thanks ya. Btw percobaan terakhirya gimana? apakah berhasil ngakak? terus terang belum coba lagi hahaha

      Delete
  25. Mba endang salken ya,stress deh aku sama bolkus ini awalnya coba dgn resep mba endang jadi nya mekar bagus,enak dan lembut akhir nya saya bikin banyk dan udah di titip ke warung2,eh pas hari minggu kmrn aku bikin adonan gak mau kental,udah ganti telur,terigu sama sekali gak mau naik adonan nya,sekalinya udah kental adonan nya tapi pas di kukusan di buka kembang nya lgsung mengkeret tapi rotinya gak bantet cuma ukuran nya jadi kecil, bisa bantu gak mba kenapa bisa begitu? Aku udah abis telur 2 kg gak ada yg jadi hik hik hik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba, waaak saya kalau ditanya bolkus terus terang gak bisa jawab, karena saya bikin juga kadang sukses kadang kagak wakakkak. Stress iya, makanya saya jarang bikin lagi. Semua yang saya tahu sudah saya tuliskan, gak tahu lagi tips nya apa lagi, hiiks, Maap ya ^_^

      Delete
  26. mbaaaaaaakkkk.. btapa senangx hatiku.. bolu kukus ku nguakaaaaakkk lebuuuaaaarrr bgt hihihi.. thx mbak endang step by step recipe nya.. kiss2..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haiyaaa Mba Shinta, akhirnya ada juga yang komen bolunya ngakak, udah banyak yang komen disini dan fan page juga email, bolunya mingkem semua dan minta saran. Mumet saya Mba, secara saya juga sering mingkem kalau bikin wakakkak. Sukses ya!!! hahahaha

      Delete
  27. salam kenal mb Endang,..mb saya mau tanya kalo mau bikin Bolu Kukus dalam jumlah banyak( misalnya pake 2x resepnya mb Endang), apakah lama waktu pengocokan juga 2x dari lama waktu 1 resepzZ? krn saya mau coba kawatir gagal. Kalo yg 1x resep ok sekali. Dan sekarang saya mulai berani jualan mb.....mohon dibalas ya mb .thx...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba, untuk waktu pengocokan tergantung sama adonannya ya, jangan tergantung waktu. beda mikser, beda waktu juga. Kalau adonan sudah kembang, putih dan pekat berarti adonan sudah cukup dikocok. Kalau adonan banyak, tapi kapasitas dan kekuatan mikser sama, otomatis waktunya lebih lama ya.

      Sukses dengan jualannya ya ^_^

      Delete
  28. Aku bantet mantet. Masya alloh deh mbak..tp kue susnya berhasil mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahhah, tenang Mba, kita senasib kok. Masih banyak temannya, jadiiiii tetap semangat! Hahhaha.

      Delete
  29. Alhamdulilah q berhasil bikin kuenya ngakaakk mbak...makasih resepnya ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah Mba Luluk, setiap kali ada yang laporan bikin bolkus ngakak saya suka jealous mode on, soalnya saya suka bantet mantetttttt hehheh. Selamat ya! Moga tetap sukses terusss! hehhehe

      Delete
  30. mbak endang saya habis coba resepnya barusan, mekar sih mekar mbak ada yg 3 kelopak ama 4 kelopak, tapi yang saya heran pas tutup kukusannya dibuka trs jadi ngempis udh gt malah jd bantat -_-
    tapi lumayan seneng jg soalnya ditantangin tmn buat cb bkin bolkus, soalnya tmn udh 6x bkin pake resepnya mbak endang gagal terus dan mingkem dan saya baru first try pake resep yang sama ini lsg mekar dan tmn saya jd greget mw nyoba lg :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wakkkakak, saya juga sering mengalami hal yang sama, masalahnya kalau saya malah gak mekar babar blas wakkakak. Coba pakai resep bolkus lainnya Mba, ada banyak resep bolkus di internet siapa tahu lebih sukses. Biasanya adonan bolkus itu pekat, gak encer jadi cairan gak boleh banyak.

      first try dan mekrok yang second saya rasa sukses deh hehhehe

      Delete
  31. Mbak Endang.....sediiiiiiiiiiiiiiih bgt.....coba bikin bolkus 2x, tapi semuanya gak ada yg mekar! Adonannya naik, mengembang dengan sempurna, teksturnya super lembuuuuuuuuut, tapi kenapa gak mekar sama sekali......*nangisbeneran* padahal saya udah pake BPDA + emulsifier dan saya udh ikutin dengan seksama, cermat, hati2, dan teliti semua tips, trik, tekhnik, step by step....sampe hancur hatinya setelah buka kukusan semua gak ada yang mau ngakak ke aku bolunya, senyum pun tidak....hwaaaaaaaaaaaa..........

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaak, memang susah membuat bolkus ngakak huaa, saya juga tobat, makanya dah nyerah mau trial lagi Mba heheheh

      Delete
  32. bolkus ini emang rada2 bkin gregetan, saya sering bantu budhe saya kalo lagi ada job orderan tapi kadang dapat yang mingkem :D, resep ga beda jauh sama kya mba endang, cuma beda cara membuatnya, jadi gula+sp pengembang+vanili+telor dimixer ampe putih(mengembang), yah sampe susah ampe di kocokin, nah pas momen itu masukin ajah susu cair. oia kalo budhe saya susu dicampur sama aer, tuangin ajah dikit2 sampe hbs, baru deh di mixer lagi. stelah itu baru deh dituang dikit2 tepungya. trus tricknya bener kata mba endang air dandang harus bener2 mendidih, jgn terllau sering dibuka, trus aduk2 adonan biar ga kental sblm di tuang ke cetakan.
    semoga tips ini bs membantu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai Mba Alifa, thanks atas sharingnya ya Mba, Wah saya rasa tips ini pasto berguna buat mereka yang desperado membuat bolkus ngakak seperti saya hehehhe. Moga next trial saya juga sukses buatnya dengan tips dari Bude ya. Thanks a lot!

      Delete
  33. Hy sis, saya uda coba berbagai resep bolu kukus dengan berbagai teknik, jadi apa seharusnya semua bahan dicampurkan secara bersamaan atau harus menunggu seperti membuat sponge, kue saya mekar dengan bagus tapi hasilkan tidak memuaskan untuk saya karena tidak selembut yang saya beli dipasaran..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Yovi, untuk bolkus sayangnya saya gak pakar, apa yang saya tulis diatas berdasarkan pengalaman pribadi dan terkadang saya coba juga gak sukses ngakak. Banyak resep di internet dengan teknik berbeda2, saya rasa semua oke dicoba ya, jadi menurut saya ikuti resepnya saja hehehhehhe

      Delete
  34. Mbaaaaaa* mau laporan, bolu kukus aq, mekar, tapi nga lama bawahnya langsung kisut mengerut, banget, next time mau coba lg bolu kukusnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. wakaka, tetap semangat mencoba ya, saya terus terang dah nyerah bikin kue ini huaaa

      Delete
  35. mbak endang aku mau tanya nih kalo misalnya pakai susu bubuk yang dilarutkan dengan air apakah si bolu kukus masih bisa tertawa dan mekar??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haloow Mba, saya rasa gak masalah kok Mba, yang pentingnya kan cairan ya.

      Delete
  36. wah kepengen juga bikin yang ini... tapi kukusan saya cuman steam it dari tuppe*ware, ada harapan ga ya mba? hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai mba elsa, nah itu saya kurang tahu yaaa hehehhe, bolkus susah2 gampang jadi mesti ditrial keknya deh

      Delete

Heloooo! Terima kasih telah berkunjung di Just Try & Taste dan meluangkan waktu anda untuk menulis sepatah dua patah kata. Walau terkadang saya tidak selalu bisa membalas setiap komentar yang datang, namun saya senang sekali bisa menerima dan membacanya.

Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen anda dalam mencoba resep-resep yang saya tampilan. Semua komentar baik di posting lama maupun baru sangat saya nantikan. ^_^

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan di artikel karena saya menggunakan setting moderasi, namun jangan khawatir, begitu saya kembali ke laptop maka hal utama yang saya lakukan adalah mengecek dan mempublish komentar anda.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan. Jika anda ingin mendapatkan back link maka anda harus menggunakan OpenId atau Name + Url.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try & Taste. Untuk mengajukan pertanyaan dan komentar, anda juga bisa langsung email ke saya di justtryandtaste@gmail.com

Saya tunggu komentar, feedback, email dan sharing anda ya. Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Salam sukses!!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...