08 Juli 2013

Resep Pembaca JTT: Es Pisang Ijo -Tetap lembut walau keesokan harinya



Devita Felim, salah seorang pembaca JTT berbaik hati menawarkan saya resep es pisang ijo andalan keluarganya. Resep yang ini dijamin katanya anti keras walau telah beberapa hari nangkring di dalam kulkas. Saya yang memang sedang mencari resep es pisang ijo yang benar-benar mantap langsung saja mengiyakan dengan cepat. Apalagi sebentar lagi akan memasuki bulan puasa, dan biasanya nyamikan segar, manis dan tidak terlalu mengenyangkan seperti ini banyak dicari. Saya yakin anda pasti setuju dengan pendapat saya. 

Sebelumnya saya sudah pernah menampilkan resep es pisang ijo, sayangnya hasilnya tidak terlalu mantap. Adonan tepung yang membalut si pisang terlalu kenyal dan keras, mungkin karena komposisi tepung beras yang terlalu banyak. Nah, resep yang diberikan Devita cukup berbeda proses pembuatannya dibandingkan es pisang ijo umumnya, namun jangan khawatir membuatnya sangat mudah dan hasilnya so yummy!


Jika anda bermaksud untuk mempraktekkannya di rumah, maka saran saya gunakan pisang raja kuning yang manis dan legit sebagai isinya. Ini akan membuat pisang ijo yang anda buat lebih mantap. Di resep pisang ijo sebelumnya, silahkan klik di link disini saya menggunakan pisang tanduk kuning, walau lezat namun pisang tanduk cenderung keras saat dikukus. Meskipun nantinya si pisang ijo ini setelah dibentuk dan dibungkus akan dikukus lagi, namun pisang sebelum digunakan tetap dikukus sebentar. Mungkin untuk memastikan pisang matang saat nantinya dibalut dengan adonan hijaunya. 

Seperti yang tadi saya sebutkan bahwa membuat pisang ijo ini berbeda dari yang sebelumnya pernah saya posting, ini karena adonan pisang ijo tidak dimasak di dalam panci hingga pekat, melainkan adonan yang telah dicampur hingga rata, di kukus di dalam wadah tahan panas hingga mengeras. Adonan yang telah mengeras ini kemudian di aduk-aduk hingga kalis dan siap dibungkus bersama pisang yang telah dikukus sebelumnya. Cara unik ini membuat saya teringat dengan proses pembuatan kue nagasari atau kue pisang. Selama ini jika membuat nagasari, maka bagian yang paling menyebalkan adalah memasak adonan dan memastikan adonan tidak bergerindil. Namun adonan nagasari yang saya buat selalu berbutir-butir menjadikan saya harus menggunakan food processor untuk menghaluskannya. Hmm, mungkin saya harus mencoba menerapkan teknik pisang ijo ini saat membuat kue nagasari. ^_^


Bagi anda yang belum tahu makanan seperti apakah si pisang ijo itu maka sekilas saya akan deskripsikan hidangan pencuci mulut yang laziz ini. Daerah asalnya adalah Makasar namun kepopulerannya telah mengantarkan si pisang ijo hingga ke mancanegara. Makanan ini terbuat dari adonan tepung yang diberi pewarna hijau dan dimasak hingga pekat dan kental. Adonan yang telah matang ini kemudian di isi dengan pisang, dibentuk lonjong dan kemudian dibungkus dengan daun dan dikukus hingga matang. Pisang ijo umumnya disantap dengan sejenis vla kental yang terbuat dari tepung beras, mirip dengam bubur sumsum hanya saja vla pisang hijau biasanya lebih nendang rasanya karena kaya akan kandungan santan. Dalam penyajiannya, pisang ijo di potong-potong dan ditata di dalam mangkuk, disiram dengan vla santan untuk kemudian disantap bersama kucuran sirup coco pandan atau vanila merah, susu kental manis dan segunung es batu. Saat disantap semua bahan bercampur menjadi satu menghasilkan cita rasa yang lezat dan memang sangat afdol disantap kala berbuka puasa tiba. Dingin, manis, berlemak, legit dan mengenyangkan. Hmm!!


Sayangnya, kala saya membuat pisang ijo ini, stok es batu mendadak lenyap dari persediaan di freezer. Walau menjadi kurang mantap terpaksa saya pun menyantapnya tanpa es batu. Sebagian hasil trial ini lantas saya bawa ke kantor dan seperti biasa habis diserbu dengan teman-teman di kantor. Tidak ada yang susah membuat dessert ini, hanya saran saya pastikan anda mengguanakan pewarna alami untuk menghasilkan warna pisang ijo yang hijau lembut seperti yang saya sajikan. Anda bisa membandingkan warnanya dengan es pisang ijo yang sebelumnya pernah saya posting, kala itu saya menggunakan pewarna hijau makanan dan hasilnya adalah pisang ijo dengan warna hijau yang terlalu mencolok dan tidak alami.

Untuk membuat pewarna hijau alami, saya menggunakan daun pandan yang saya blender hingga halus dan saring sarinya. Anda juga bisa menggunakan daun suji, walau daun pandan akan membuat makanan yang anda hasilkan tidak saja cantik warnanya melainkan juga harum aromanya. Berikut resepnya ya, dan thanks untuk Devita Felim atas resepnya yang ciamik.
 

Es Pisang Ijo
Resep diadaptasikan dari resep keluarga Devita Felim

Untuk sekitar 15 buah pisang ijo

Bahan pewarna pisang ijo:
- 200 gram daun pandan, potong-potong
- 500 ml air  

Bahan pisang ijo:
- 15 buah pisang raja yang telah matang, kukus
- 200 gram tepung beras
- 200 gram tepung terigu
- 50 gram gula pasir
- 600 ml santan kental dari 1 butir kelapa
- 500 ml air pandan  
- 3 tetes pasta pandan

Bahan vla santan:
- 50 gram tepung beras
- 500 ml santan kental
- 100 gram gula pasir
- 1/2 sendok teh garam

Pelengkap:
- pecahan es batu secukupnya
- sirup coco pandan atau sirup merah lainnya
- susu kental manis

Cara membuat kulit pisang ijo:


Siapkan daun pandan, potong-potong ukuran 2 cm dan cuci hingga bersih. Masukkan ke dalam blender, tambahkan air dan proses hingga halus. Saring sari pandan. Ambil 500 ml air daun pandan untuk mewarnai adonan pisang ijo.

Siapkan wadah, masukkan tepung beras, tepung terigu, santan dan air pandan, aduk rata hingga tidak licin dan tidak menggumpal. Jika ada gumpalan, saring adonan hingga halus. 


Masukkan gula pasir, dan pasta pandan , aduk rata. Tuangkan adonan ke loyang tahan panas. Kukus selama 20 menit hingga adonan matang. 

Angkat adonan dan uleni dengan sendok nasi hingga adonan menjadi licin dan kalis. 


Letakkan selembar plastic wrap di permukaan meja. Olesi permukaanya dengan minyak goreng, letakkan 3 sendok makan adonan kulit, tipiskan dan letakkan sebuah pisang di atasnya. Bungkus pisang dengan adonan kulit hingga pisang tertutup, bentuk adonan menyerupai bentuk pisang. 

Bagian membentuk ini agak susah dan membuat saya akhirnya menghasilkan pisang ijo berbentuk lontong. ^_^


Siapkan selembar daun pisang, letakkan adonan yang telah dibentuk di atasnya. Lipat daun pisang dan bungkus si pisang ijo. Tata di kukusan. Lakukan hingga semua adonan habis.

Kukus selama 15 menit. Keluarkan dari  kukusan dan biarkan hingga dingin.

Membuat vla santan:


Siapkan panci, masukkan semua bahan vla santan, aduk hingga halus dan larut. Masukkan daun pandan. Jerang vla di atas kompor dengan api kecil, aduk-aduk selama dimasak hingga adonan menjadi kental dan muncul letupan tanda vla telah mendidih dan matang. 

Angkat dan dinginkan.

Penyajian:
Siapkan mangkuk, ambil sebuah pisang ijo. Potong-potong dengan ketebalan sesuai keinginan. Tata di pisang ijo di mangkuk, siram dengan vla santan. Tambahkan es batu dan kucuri dengan sirup vanila merah dan susu kental manis.

Es pisang ijo siap disantap. Yummy!

Jika pisang ijo tidak habis saat itu juga, simpan di chiller kulkas untuk disantap keesokan harinya. Pisang ijo masih tetap empuk dan lembut. 

Sources: 
Resep keluarga Devita Felim  
Just Try & Taste - Es Pisang Ijo

  



166 komentar:

  1. Dear Mbak Endang,
    aku Intan di blora. Kebetulan lagi nyari menu buka puasa yang mantap. mau nanya kalo misal nggak dibungkus daun pisang bisa nggak mbak? aku paling males kalo ada bungkus2 daun pisangnya. takut pecah n bocoor. :(
    dibungkus plastik pp gitu bisa gak y?
    Trims.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Intan, sebenarnya bocor atau pecah gak masalah, karena adonan keras dan sudah matang. daun pisang hanya membantu supaya adonan gak telanjang dan langsung bersentuhan dengan kukusan. pakai plastik juga bisa kok mba.

      Hapus
    2. Mbak, tadi udah bikin n dinikmatin buat buka. enak banget mbak rasanya. Aku bungkus pake plastik pp. Gulanya aku kurangin 80% soalnya keluargaku gak suka manis. Tapi tetep enaaak. Thanks ya mbak Endang n mbak Devita. :D

      Hapus
    3. Hai Mba Intan, waahh udah puasa ya, saya ikut pemerintah hihihi. Yep setuju memang enakkk banget hehhehe

      Hapus
  2. praktis banget mbak..1 saja pertanyyanqu..klo lnsng diku2s j gmn,tanpa dibungkus dl dngn daun pisang..
    makasih ya mbak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya belum pernah coba Mba, mungkin sebaiknya diletakkan di wadah tahan panas ya, jadi gak langsug menyentuh saringan kulkusan yag berlubang. Atau pakai plastic wrap bungkusnya.

      Hapus
  3. Memang enak mbak apalagi pandan asli, saya juga selalu pake resep ini sama persis cara pembuatannya cuman pas ngulennya ditambah dikit margarin rasanya lebih gurih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Hesti, yeppp saya baru tahu cara bikinnya seperti itu ehhehhehe. Eah betul plus margarine ya jadi lebih gurih, thanks ya ^_^

      Hapus
    2. mba itu margarinnya dikitnya berapa yah ukurannya :)

      Hapus
    3. Mungkin 1 sampai 2 sendok makan ya Mba

      Hapus
  4. Halo Mbak Endang,
    Mbak pernah nyoba klo pisangnya diganti pake pisang ambon/candevis? rasanya gmn ya, bisa apa nggak ya...
    Pengen nyoba bikin, tapi disini nggak ada pisang raja ato kepok, ya maklum krn tinggal di negeri orang, paling kadang nemu pisang tanduk, itupun jarang banget. Disini banyaknya pisang candevis dan sangat murah sekali dibanding di Indo:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba, sepertinya pisang ambon/cavendish kurang cocok untuk dikukus atau dimasak ya, enaknya dimakan segar sebagai buah meja saja. Yang oke untuk dikukus jenis pisang raja, uli, tanduk, kepok.

      Hapus
  5. klo pake pisang ambon jd hitam mbak.. plg bagus mmg pisang raja hehehe.. maklum suami org makassar.. sll ada menu ini hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Shinta, yep betul, warnanya jadi hitam ya, waaahh masakan makassar yummy2 banget hehehh

      Hapus
  6. haaaa, enak kenya nih, mudah2an ga males bikinnya :)

    BalasHapus
  7. klo pake santan instan yang cair (kara) perbandingan air dan santannya brapa ya mba?biar jadi santan kental. makasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya biasanya suka pakai santan kara sachet 90 ml saya cairkan dengan sekitar 400 ml air.

      Hapus
    2. lapor mbak, udah bikin dan sukses ^.^. sy bikin setengah resep pake kara 200ml dicairin mpe sesuai resep, skip pasta pandan krn ga punya. enak, sedap, gurih, wangi pandan. makasi mb, ditunggu resep aneka kue kering utk lebaran

      Hapus
    3. Haloow, uuuh mantep, sedep buat buka puasa nih, pakai es batu segunug, adem, manis. Thanks sharingnya ya ^_^

      Hapus
  8. Mbak endang, hour ini aku coba resep pisang ijonya.. Wah, sukses mbak... الْحَمْدُ لِلَّهِ bisa buat buka puasa... MakAsih dah sharing resepnya ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Rahmah, mantap, senang membacanya. Thanks sharingnya ya Mba ^_^

      Hapus
  9. Mbak Endang alhamdulillah resepnya sudah saya praktekan kemaren dan sukses, saat blender daun pandan saya tambahkan daun suji jadi hijaunya lebih tua.saya juga tambahkan margarin saat uleni jadi lebih terasa gurih. Alhasil keluarga saya nyuruh saya jualan pisang ijo hehe... Makasih ya Mbak atas sharing nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Devi, sip senang mendengarnya. Yep pakai daun suji lebih mantap ijonya, jadi pastanya bisa diskip ya. Wah ide keluarganya benar tuh, saya mendukung wakakkaka

      Hapus
  10. Salam kenal mba endang :) penggemar baru neh. Saya cinta sekali dengan blog ini. Minta izin copas resepnya ya.. Buat sendiri ko. Oh iya mba, klw resep pisang molen ada ga. Saya dah baca2 di blog lain, tapi saya pengen nyobain dari resep jtt. ♡τнänκчöü♥

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, salam kenal juga ya. Silahkan dicopas resepnya ya, moga suka. Nah psang molen ini saya belum pernah coba wakakka, sudah lama kepengen di trial cuman belum sempat. Kalau sudah pasti akan saya posting. Thanks ya Mba ^_^

      Hapus
  11. Mba Endang, saya ijin copy resepnya ya. Kemarin saya sudah coba bikin pisang ijonya... hasilnya enak banget. Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Non Sashy, silahkan kalau mau dicopas resepnya. Jangan lupa back link ke JTT ya ^_^

      Hapus
  12. Halo mbak, barusan saya coba resepnya...enak... Tp koq saya punya terasa terigunya/adonannya mentah ya? Kenapa ya mbak? Pdhl ud nurut resep untuk lama mengkukus

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba, ngukus kedua hanya untuk membuatnya terbentuk saja jadi gak perlu lama, yang penting saat ngukus adonan yang pertama ya, pakai api besar. tambahkan waktunya kalau terasa kurang matang.

      Hapus
  13. Assalamu'alaikum mba, salam kenal aku anisa dr banten. Rencananya aku mau buat ini, berhubung aku masih belajar masak dan di daerahku ga ada yg jual es ini jd aku mau nyoba2 aja dulu. skalian mau tanya, bagian menguleni dan dikasih mentega itu bagian mana ya mba? mohon bantuannya, terimakasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Anisa, salam kenal ya.

      setelah adonan dikukus, kan harus diuleni ya biar lemas dan kalis, nah ada yang saranin ditambahkan mentega saat menguleni ini supaya rasanya gurih.

      saya belum coba cara ini Mba, karena menurut saya santan kental sudah membuat adonan gurih rasanya.

      selamat mencoba ^_^

      Hapus
  14. Mba Endaaaaaaaang :D

    Kemarin aku bikin Es Pisang Ijo pake resep JTT looh. Tapi pas mau nuang 600ml santan aku langsung nggak jadi. Soalnya, kok jadi cair banget yah adonannya? Apa memang begitu? Akhirnya, aku cuma masukin 300ml santan aja deh. Dan hasilnya sih enak, cuma kurang gurih aja mungkin karena santannya kurang kali yaa. Apa maksudnya Mba Endang itu santan kental semacam Kara gitu yah?

    Terus aku nggak ngebungkus adonan pakai daun pisang atau plastik karena males ke pasar lagi. :D

    Tapi alhamdulillah bentuknya masih seperti sedia kala sebelum dikukus. Cuma emang jadi nempel satu sama lain. Tapi tinggal dipisah aja kok. :)

    Aku juga nggak bikin vla-nya karena takut kebanyakan dan nggak kemakan. Daaaan kurang enak emang kalo nggak pake vla. :D Yang kurang nendang itu menurutku sirupnya. Kalau yang di Makasar aseli kan sirup yang rasa pisang itu kan yah? Nah, kemaren aku pakai sirup coco pandan biasa aja.

    Tapi alhamdulillah semua sukaaa. Makasih yah, Mba Endang.




    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Yusi, saya suka pakai kara instan yang kentalll itu Mba. Jadinya gurih dan lembut. Memang adonannya encer banget Mba, setelah di kukus jadi mengeras tetapi tetap lembek. Mungkin supaya setelah dingin tetap lembut ya hehehehe.

      next time pake santan kental kara saja kali ya, supaya gurih banget.

      iya, di makasar sirupnya beda, enak banget. tapi memang pisang ijo enaknya pake vla, sirup dan es, mantep hehehe.

      thanks sharingnya ya Mba Yusi ^_^

      Hapus
  15. hi mba salam kenal, sy sering bgt bikin pisang ijo dan sering menerima pesenan, cuma kalo sy lebih praktis kulitnya didadar tapi menurut teman sy yg asli mks, resep aslinya sebenarnya spt yg mb bikin diatas, kulitnya dikukus bersama pisangnya, anyway sy suka blognya membantu banget resep2nya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba, yep ada yang suka pakai dadar, tapi kalau menurut saya lebih nendang yang pakai adonan seperti ini ya, tergantung selera juga sih ^_^. Thanks sharingnya ya.

      Hapus
  16. Mba..saya brosing..trus nemu web ini http://moedahgamand.wordpress.com/2013/06/18/resep-es-pisang-ijo/ kyknya potonya punya mba deh...coba ke tkp =D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Deasy, makasih ya, yep foto proses dan resep serta artikelnya dari JTT. susah memberantas yang beginian, saya cuma doain mereka2 ini dikasih pencerahan dan segera tobat hehehe. Thanks ya Mba ^_^

      Hapus
  17. mbak Endang,

    Salam kenal, saya udah coba...emang empuk hasilnya. terimakasih resepnya. ijin nyontek di blog ya mbak ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Yuniar, salam kenal ya. Thanks ya, silahkan dicontek resepnya ^_^

      Hapus
  18. Salam kenal mba Endang :)

    Makasih sharing resepnya. Saya coba ya.... :)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Rika, salam kenal juga, sip silahkan dicoba resepnya ^_^

      Hapus
  19. lagi cari resep, eh akhirnya nyampe sini juga. trims sharingnya mbak..

    BalasHapus
  20. mbak mau tanya itu tepung terigu yang dipakai yang mana , protein sedang atau tinggi ya mbak? makasiy mbak

    BalasHapus
  21. makasih banyak ya mba resepnya,.. share resep di blog saya ya mba,.. saya udah coba enyaakkkkk bangett, makasih mba devita dan mba endang,..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Laily, salam kenal ya. Silahkan jika mau di share di blognya, jangan lupa link back ya. Thanks atas komentarnya disini. ^_^

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

      Hapus
  22. hello mbak thank u u resepnya ya, wah saya udah coba kemarin malem dan hasilnya suksesss...pagi ini masi empuk dan uenakkk!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Febe, yep ini pisang ijo terenak yg pernah saya coba dan mantep empuknya hehehhe. thanks sharingnya ya. ^_^

      Hapus
  23. hallo mbak endang makasih resepnya, udah saya coba kulit sama vla nya enak.. tp kok pisangnya sepet ya mbak, saya pake pisang raja juga, padahal udah mateng (kuning kulitnya), dan manis waktu saya makan sebelum di kukus, caranya gmn ya mbak biar ga sepet pisangnya... makasih sebelumnya mbak ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo, saya rasa pisangnya bukan jenis pisang raja kuning ya, tapi pisang raja putih yang memang sepat kalau dikukus/rebus. pastikan pisangnya benar, dan kalau susah cari pisang raja kuning pakai pisang uli/kepok kuning juga enak kok. ^_^

      Hapus
    2. oalah ada 2 macam to pisang raja..baru tau hehe..okie dokie, makasih mbak ya buat tips nya..moga blog nya makin rame
      jazakallah khoir

      Hapus
  24. hi chef cantik.....hiihihhih...aku minta tolong dong resep bubur ayam n tart utk ulang tahun my batita...


    sebelumnya makasih byk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah belum pernah coba hehehe, sip ntar kalau sudah dicoba pasti diposting Mba.

      Hapus
  25. Halo Mba endang..resep pisang ijonya persis seperti yg pernah saya buat..
    krn saya pernah tinggal di makassar selama 2 tahun, jadi saya tahu persis rasa aslinya ^.^
    sekedar saran saya mba,pelengkap pisang ijo ini sebaiknya menggunakan sirup pisang ambon, krn klo dimakassar menggunakan itu..rasanya jauh lebih enak jika menggunakan sirup cocopandan ato sirup merah lainnya..
    saya pernah beli pisang ijo yg dijakarta, rasanya malah beda kya wkt saya beli dimakassar, mgkn krn penggunaan sirup merahnya.
    klo dimakassar, merk sirup pisang ambonnya merk DHT..
    tp mgkn klo dijakarta bisa diganti dg merk sarang sari :D
    oya dikasih toping kacang disko/kacang telur jg enak lohh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Syera, thanks sharingnya ya. yep resto makasar di JKT suka pakai sirup itu, rasanya memang nampol banget ya.

      Hapus
  26. Mba Endang yang baik, nyontek resep es palu butungnya yaaa...kebetulan ada banyak pisang dirumah dibawain ortu dari kampung lumayan banyak...udah dimacem2in msh banyak aja nih pisang hehe..sebenernya misua kurang suka sama yg namanya pisang2an...sp tau bikin es palu butung resep mba ini misua jd kepincut bisa abis banyak haha...tq mba...:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Abhina, silahkan dicontek resepnya Mba, moga suka ya. Resep pisang ijo di atas paling maknyus dibandingkan lainnya karena empuk dan lebmbut. Moga misua suka ya hehehhe

      Hapus
  27. kalo ngga ada daun pandan/suji, apa pengganti plg pas yah? di negeri orang gak ada kedua daun itu.. sy punya pasta pandan, bisa gak yah dipake campur air?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa pakai pasta pandan Mba, tambahkan air hingga sesuai dengan takaran air pandan yang digunakan

      Hapus
  28. Hallo Mba Endang salam kenal,empat hari lalu saya sudah buat resep ini dan hasilnya sukses..mertua suka karena lembut dan benar walau sudah disimpan dikulkas sampe hari ini juga tetap enak walaupun dari kemaren sore mati lampu dan baru menyala tadi sore..tidak basi dan keras untuk sausnya juga, padahal klo yang biasa mertua buat yang didadar pasti jadi keras dan sausnya cepat basi atau jadi aneh setelah lama dikulkas...alhamdulillah tadinya saya ragu karena pada saat adonan diratakan untuk diisi pisang cukup sulit karena lengket saya pikir akan gagal karena pada saat menguleni sempat berhenti-berhenti untuk ngurusin kakak dan sikecil rewel abis...tapi ternyata sukses...untung ada resepnya Mba Endang saaangaat membantu sekali...dan blog ini jadi inspirasi bagi saya klo bingung...moga tetap berkarya dan berbagi untuk pemula seperti saya...thanks ya Mba. (wulan di Sulawesi Tenggara)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Wulan, salam kenal juga ya. Wah senang sekali resepnya sukses dicoba, thanks juga sharingnya ya Mba. Perjuangan panjang membuat es pisang ijo yang berakhir yummy hahahha

      Hapus
  29. Alhamdulilah menemukan blok Mba Endang, sudah 2 resep saya coba yakni es pisang ijo dan siomay nya, walhasil semua di puji enak. Suami sampai ga percaya saya bisa masak. Maklum Mba Endang saya kan anak mami, dan lebih pilih jauh2 dri dapur krn males ribet. Mba Endang memang dewi penolong qt semua, makasih banyak ya Mba Endang(^_^)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, thanks sharingnya ya. senang sekali resep JTT disuka. Tenang, saya yakin kalau lama2 praktekin resep di JTT pasti bisa jago masak wakakka. promo dot com

      Hapus
  30. Mba Endang, saya Rissa dari Surabaya...kemaren baru nyobain resep Pisang Ijo yang ini, karena banyak pisang kepok nganggur di rumah. Saya pake air suji + pandan masih ditambah esens pandan mba. Dan ini pertama kali saya bikin pisang ijo, saya termasuk penggemar penganan ini tapi belum pernah bikin. Untuk sirup, saya bikin simple syrup ditambah pewarna merah. Hasilnya...mantap mba, ibu dan adik saya bilang enak ^^ Benar sampe besoknya masih empuk, malah lebih mantap. Makin mantap lagi kalo pake pisang raja yang manis dan sirupnya DHT khas Makassar ya. Makasih mba Endang dan mba Devita untuk resep maknyusnya ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba Rissa, thanks sharingnya ya. senang sekali resep dari Mba Devita ini disuka, memang lembut dan lebih maknyus kalau pakai sirup khas Makasaar hehehhe.

      Hapus
  31. Hallo Mbak Endang...minggu lalu Saya udah nyoba resep ini....
    Hasilnya sempurna....maknyusss bgt....bahkan lebih enak dr yg di jual2 di jalan (soalnya semalem nyoba tes beli yg banyak di jual di pinggir jalan yg katanya enak&asli Makasar tp ternyata rasanya ga enak)
    hehehehe
    seneng dech nemu blog ini,jd ketagihan ke dapur terus...
    Aq jg dah nyoba bbrp resep yg laen jg lho Mbak...hasilnya enak2 bgt...
    Makasih ya Mbak,tetep update resep yg gampang&maknyuss ya Mbk...
    -Diar-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Diar, sip, thanks atas sharingnya yaa, senang sekali resepya disuka. Moga suka dengan resep2 lainya di JTT ya, sukses selalu!

      Hapus
  32. hallo mbak endang..
    seneng bgt sy waktu nyasar ke web ini..bnr2 dewi penolong buat yg pemula kya sy gini..
    btw mbak..klo sy pke santan kara utk adonannya perbandingan brp ya mbak spy bs jd 600 ml santan kental? keep posting ya mbak..di kantor kerjaan sy jd suka intip2 resep mbak mulu..hihihii

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Keylaa, thanks sharingnya yaaa, senang sekali JTT disuka. Pakai santan kara yang 100 ml Mba, tambahka air jadi 600 ml, kental kok.

      Hapus
  33. dear Mbak Endang..
    sudah sy cb bikin kemarin mbak..sempat ragu lihat step2 yg mbak ajarkan..apa bisa ya sy yg beginner gini..sy sempat kesusahan bikin adonannya jd gepeng2..akhirnya sy pakai penggilasan yg dibungkus plastik..dan sukseeess..oh iya..waktu kukus pertama mungkin sebaiknya dandang dberi kain tipis ya mbak? krn di atas adonan jd sedikit berair,mungkin dr uap yg ga bs kluar..btw,cobain resep2 mbak ini bikin sy mikir utk resign dan jd wirausaha saja..hahahaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Keylaa, yep kayanya memang harus ditutup kain tipis ya, memang air jadi menggenang ketika kukusan pertama, thanks tipsnya Mba. Hehehe, saya dukung deh Mba untuk wirausaha, saya ini cuma mimpi saja tapi gak berani jalaninanya Mba wakkakak

      Hapus
  34. mbaaaaa.. resep2 mu yahuuuud...!!! hari minggu sudah ku praktekan.. soto betawi ala pak kus :) yg ternyata plek tumplek sama persis dg rasa di tukang soto langgananku dr cilik.. pampis manadonya jugaaak...!! pisang ijo pun enak wlo aku bikin adonannya lembek krena gak dibungkus tutup pancinya plus tambah klembekan krena aku gak bungkus dgn plastik maupun daun pisang saat ngukus kembali tapiiiiiiii so far... enyaaak...enyaaaak...

    cium mesra dulu aaah ( Lia )

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai mba Lia, thanks sharingnya ya, senang sekali resep JTT disuka. Moga resep2 lainya juga sukses dieksekusi yaaa ^_^

      Hapus
  35. mau nny mba.. sblm pisangny dimasukan ke adonan kulitny, pisangny dikukus terlebih dahulu apa engga? kalo dikukus dulu kira2 brp mnt yah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba, tergantung jenis pisagnya ya, kalau pisang kepok, tanduk sebaiknya kukus ya sekitar 20 menit saja, kalau pisang raja tidak perlu dikukus

      Hapus
  36. mba, itu tepung berasnya maksudnya tepung beras biasa ya??? Rosebrand merah bukan??

    BalasHapus
    Balasan
    1. yep, tepung beras umum di supermarket atau giling sendiri juga bisa ya

      Hapus
  37. Izin copas ya mba,suami ak seneng bt sma es ini,tp blm prnh bkin sndri.

    BalasHapus
  38. barusan nyobain resep ini ternyata emang enak bingiittttssss ;) thanks for the recipe yaaa aku suka loh nyobain resep2nya 'justtryandtaste' sukses terus yaaa d tgg resep2 yummyyy lain nya ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Nufus, thanks sharingnya ya dan senang sekali resep JTT disuka. Sukses selalu! ^_^

      Hapus
  39. begini mbak, mau nany sebelumnya
    itu kalau mau bikin balutan hijaunya biar gax keras g mana ya? trus daun suji itu fungsi ny apa? ap harus menggunakan daun suji? kalau saya cma memakai daun pandan aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mas ambo, kalau pakai resep diatas dijamin gak keras, ikutin saja resep dan takaran dengan seksama.

      pakai daun pandan juga bisa dan bisa tambah perwarna makanan supaya lebih hijau

      Hapus
  40. Halo mbak endang, saya sudah coba buat resep yg diatas tp koq rasanya gagal ya :Resep diatas saya bagi 5, Santan yang saya peras sendiri cair. Trus pada saat mengukus adonan hasilnya lembek tidak bisa kalis apakah memang demikian atau benar2 kalis padat begitu ? (kukusnya pakai api besar / sedang ?

    2. Yang foto no.2 bagian kanan bawah itu kenapa ditutupi plastik pp mb endang ?

    Mba endang mungkin ada nomor yg bisa saya hubungi saya mau konsultasi jika boleh, bisa kirim ke wirap.85@gmail.com
    Makasih banyak Mba Endang :D :D :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mas wira, memang adonannya lembek ya, dan agak lengket. Saya pakai plastik saat membentuknya supaya mudah dan gak lengket, baru kemudian saya bungkus daun, coba dibaca instruksinya lagi dengan seksama ya.

      silahkan email saja di endang.indriani@justtryandtaste.com ya.

      Hapus
  41. Mbk, tepung beras itu rice flour kan? Trus klo misal nih resep pake tepung ketan glutinous rice flour bisa kah mbk?terimskasih. Salam nia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Nia, yep pakai rice flour ya, sayangnya pisang ijo tidak pernah menggunakan tepung ketan yaaa, hasilnya akan berbeda.

      Hapus
  42. Halo mbak...saya sudah coba resep ini. Hasilnya enaak :)
    Kebetulain saya lama di papua jadi makanan ini selalu ada untuk buka puasa, cuma selama ini saya buat kulitnya di dadar. hehehe.. Ternyata pakai resep mba lebih enak. Thanks for sharing mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Nanien, thanks ya Mba, senang sekali resepnya disuka ^_^

      Hapus
  43. Hi mbak slm kenal sy uga dr mks senang skali bisa berhasil bikin pisang ijox enakkkk thx y mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo, salam kenal juga ya. Sippp senang sekali resepnya disuka ya hehehe

      Hapus
  44. mbak kemarin aku nyoba bikin es piasang ijo n langsung berhasil seneng deh,,, resep2nya pas banget buat pemula seperti aku ngga njlimet hehe
    jadi semangat nyoba resep lain,, makasih ya ilmunya,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba, thanks sharingnya ya. Senang sekali resepnya disuka, moga sukses mencoba resep JTT lainnya yaaa

      Hapus
  45. Mba Endang,
    Mau pengakuan niiy.....maaaaaf banget yaaa......saya udh 'nyuri-intip-nyoba' resep pisang ijo ini pas akhir ramadhan lalu.....#terlalu yak, baru ngaku skrg...
    Alhamdulillaah keluarga yg emang doyan pisang ijo suka bnget.....
    Makasih ya.....mmuaah :-*
    Ressy

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba ressy, thanks sharingnya ya, senang sekali resep pisang ijonya disuka. silahkan diintip dan dicuri resepnya ^_^

      Hapus
  46. Mba endang...klo adonannya didadar aja bisa g y?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba yuni, sayangnya saya belum pernah coba ya mba, keknya harus cari adonan kulit yang seperti crepes ya

      Hapus
  47. Mbak endang yang baik bgt , saya mau lapor si pisang ijo ini sdh dieksekusi dan sukses. Sampai skrg masih empuk dan lembut. Thanks a lot buat mba endang dan jtt sukses selalu ya. Aster

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai MBa Aster, thanks sharingnya ya mba, senang sekali resepnya sukses dicoba.

      Hapus
  48. mbak endang mau berbagi tips nih...aku biasa bikin nagasari biar g bergerindil pertama aku rebus dulu sedikit santan agak encer sampai mendidih,nah tepung berasnya aku campur dulu sama sisa santan di mangkok sampai encer dan halus,setelah santan tadi mendidih,larutan tepung berasnya dimasukkan,sambil diaduk cepat dan api dikecilkan dulu.pasti gak akan bergerindil hehehheee

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba, waah makasih ya atas tipsnya, iya ini memang kesulitan utama membuat nagasari atau kue2 yang harus diadon ya, moga2 dengan tips mba, next time saya bs sukses heheheh

      Hapus
  49. Mba, kata 'nyamikan' di paragraf pertama itu apa yah??

    BalasHapus
  50. mba aku coba kukus adonannya kyk bubur sumsum gitu ya jadinya. Trus diaduk mlh pecah jadinya. Itu pas matang diulenin dulu ya? Tapi ga jd kyk adonan punya mba endang mulus gitu. uleninnya gmn ya mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mas Azan, mungkin kurang lama ngukusnya ya? Harusnya ketika dikukus akan jadi padat dan bisa diaduk seperti adonan nagasari. yep setelah dikukus harus diaduk sehingga teksturnya smooth.

      Hapus
  51. Mbak endaaang, aku barusan buat ini pisang hijauuu. Belum dicoba, tunggu buka dulu. Hehhe
    O iya mba, tadi waktu kukus untuk kedua kalinya, kebetulan ada yang lubang bungkus pisang nya, jadi adonan nya malah kemana mana, ngga nempel gitu :(. Apa emang gitu ya mbak yaa? Atau mungkin karena aku buat kulit nya terlalu tipis? Atau kurang nguleni nya kah? Mohon pencerahannya ya mbak yaa.. maklum pemula.. ^^
    Anyway, makasi ya mba buat resep2 nya di blog yg awesome ini. Sukes selalu buat mbak endang
    Salam, nabilah, gresik

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Mba Nabilah, thanks sharingnya ya. Saran saya jangan buat kuit terlalu tipis ya, nanti hasilnya kurang cantik, dan memang harus rapat ketika membungkusny dengan daun pisang supaya bentuknya utuh.

      Hapus
  52. Ijin copas yo mbaa.. masuk folder pribadi ;), kebetulan ada request pisang ijo dari kiddos. Doain sukses entar praktiknya, tnqyu

    BalasHapus
    Balasan
    1. sip mba, sukses dengan trialnya ya, moga suka ya ^_^

      Hapus
  53. Salam kenal mba Endang, saya Christina dan terdampar di blog JTT krn lg ngidem buat es pisang ijo. Saya mau tanya, jika adonan kulit tdk habis (masih tersisa) bagaimanakah penyimpanannya? Bisakah saya wrapping dan masukan ke kulkas utk digunakan esok hari? Trims ya mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal juga ya mba, yep kulitnya bs disimpan di chiller untuk 2 hari ya, bungkus rapat saja mba, jangan kena udara kulkas agar gak kering dan warnanya tetap oke.

      Hapus
  54. Hai mbak Endang, sudah lama JTT jd andalan saya dalam membuat makanan utk keluarga.
    Sesiangan kemarin saya berkutat di dapur membuat Soto Betawi Pak Kustandi (maaf klo salah penyebutan) dan es Pisang Ijo.
    Alhasil, menu buka puasa nya jd ala Nusantara....makasih banyak yaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mb Ditta, thanks sharingnya ya, senang sekali resepnya disuka dan berhasil dicoba. Masakan nusantara memang tiada dua lezatnya yaa.

      sukses selalu ya!

      Hapus
  55. Helooow Kak, untuk bahan vla, santan kental 500ml artinya 100ml santan kara + 400ml air ?
    Tolong pencerahannya...
    Thanks bfore

    BalasHapus
    Balasan
    1. yep betul ya, encerkan saja santan instan 100 ml dengan 400 ml air

      Hapus
  56. Hai Mba endang, izin copas resepnya yaa.. Udah coba dipraktekin es pisang ijo nya kemarin, alhamdulillah suksess..Dan suami suka :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba Frani, silahkan dicopas resepnya ya, jika ditampilkan di blog atau media sosial tolong sumber dan linknya ya mba,

      Hapus
  57. yeeep bener, memang tetap lembut walau keesokan harinya . . mantaaap mba. . .
    Mba, ini memang rasa adonan hijaunya agak pahit daun pandan yaa???

    BalasHapus
    Balasan
    1. hi mba risa, kalau pahit bisanya jenis pandannya ya, saya pakai pandan yang helaian daunnya kecil2. kalau pahit kurangi tkaran pandan dan pakai pasta pewarna saja mba

      Hapus
  58. hi mba , pagi mau tanya kalau kukus adonannya 20 menit itu pakai api besar / api kecil yah ?

    BalasHapus
  59. Mbak,, mantab resepnya,, mau nanya klo nguleni itu kira2 berapa lama ??? Punya saya pisang sama kulitnya tidak nempel mbak,,, trus klo sudah agak dingin susah adonanyanya agak keras agak sulit mbentuknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Mas Herlambang, diuleni disini maksudnya diaduk sampai tercampur baik dan gak lengket ya, kalau sudah tercampur hentikan menguleninya, waktunya susah yaaa hehhehe

      mungkin jenis pisangnya ya? gunakan pisang yang gak mudah lembek kalau dikukus. Pisang tanduk/kepok menurut saya bagus ya

      Hapus
  60. Bu endang saya sdh coba resepnya.... tapi ga bagus..
    Setelah dibungkus daun dan dikukus, hasilnya lembeeeeek sekali... knp ya bu? Pdhal tahap awal oke semua, termasuk setelah adonan dikukus, hasilnya kalis... trims bu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin air kukusan dibawah kena pisang ijonya ya, jadi ketika dikukus terendam air mendidih.

      Hapus
  61. mbak, kalo fla di simpan buat besok bisa gak ya... dan juga kalo adonan gak habis, gemana cara nyimpanya,.. Thanks

    BalasHapus
    Balasan
    1. fla dan adonan bs disimpan di chiller, masukkan mangkuk, letakkan selapis plastic wrap di permukaan fla (menempel fla), jangan sampai ada rongga udara di permukaan fla. Fla tahan 3 hari di chiller.

      Hapus
    2. Mba endang,,kalo fla udag disimpen jadinya mengental/agak padet gtu mba gimana caranya biar tetep lumer mba

      Hapus
    3. panaskan sebentar saja di kompor mba, tambah susu cair atau air

      Hapus
  62. Halo Mbak Endang, Semalam saya masak ini. Hasil akhir rasanya enak, gurih, manis, lembut, pokoknya maknyus.

    Tapi, ketika saya kukus adonan kulitnya, adonan tersebut mengendap keras sementara bagian atasnya masih cair. Apakah memang seperti itu, prosesnya ? Ataukan ada langkah yang salah ?

    Terima kasih Mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba Rachel, seharusnya tidak begitu ya, coba next time sesekali kukusan dibuka dan adonan diaduk supaya merata matangnya ya

      Hapus
  63. Hallo mb endang,salam kenal...saya barusan nyobain resep pisang ijonya ni tp sy coba setengah resep awalnya si bagus hasilnya tp ko pas dimakan agak keras gt y kulitnya,kenapa y?sama rasanya di vlanya agak berasa kaya tepung beras gt kenapa y mb?
    mohon pencerahannya dunq mba endang..
    Makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba leni, bs karena kelamaan kukus atau kurang cairan, selama bahan2 ditimbang dengan baik takarannya hasilnya empuk walau dingin dan masuk kulkas sekalipun.

      fla berasa tepung berarti kurang matang saat dimasak mba

      Hapus
  64. Mbak, kemarin saya coba buat pisang ijonya. tapi kok pahit ya kulit pisang ijonya, kenapa ya mb? saya pakai pisang kepok yang kematangan, jadi pisangnya ga saya kukus langsung dibungkus dengan kulit pisang ijo, tp ketika dikukus dengan kulit pisang ijo jadinya malah ga nempel ke pisang..hikss..hikkss..gagal :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya kurang tahu kenapa pahit mba, kemungkinan dri pewarna yang digunakan, kalau pewarna alami seharunya tdk pahit.

      Hapus
  65. Halo mbak endang, adonan kulit saya kok lembek sekali, apa yang salah ya? Sampai gak bisa dibentuk begitu. Thankyou.

    Herny

    BalasHapus
    Balasan
    1. waduh saya juga kurang tahu mba, kalau mengikuti takaran dan cara diatas seharusnya tdk lembek ya

      Hapus
  66. Trims resepnya bu Endang.. sy mau buka lapangan kerja kecil2an utk bbrp teman sy yg ga punya kerjaan.. sy mau coba ni klo sukses baru sy minta mereka utk coba.. krn peluang es pisang ijo cukup bagus di kota saya. semoga berkah ya mbak..!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks sharingnya y mba, sukses dengan rencana buka usahanya ya!

      Hapus
  67. Mba Endang yg baik, saya nanya lagi yaaa.. Moga aja mba ga bosan sama saya.. Hehehe.. Walau judulnya resep pisang ijo saya malah mau nanya simple syrup nya ini mba, ga papa ya? ^^' Saya klo bikin simple syrup selalu saja mengkristal setelah 2-3 hari.. Itu kira2 knp ya mba? Ada tips2nya ga mba? Mohon pencerahannya yaa mba.. Terima kasih banyak.. ^^'

    BalasHapus
    Balasan
    1. jangan bikin terlalu kental dan tambahkan beberapa sendok teh jus lemon untuk mencegah gula mengkristal mba

      Hapus
  68. Mbak Endang, mau tanya dong, 200gram daun pandan tu brp lembar ya? Maklum pemula, jd gak mahir sama gram2an.. kalo boleh saran, lain kali mungkin bisa ditambahkan keterangan soal gram2an nya ya mbak, makasi ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai mba, wah susah saya berapa lembar ya, saran saya memang selalu sedia timbangan bahan2 kue di dapur ya mba. Karena untuk membuat kue diatas juga bahan2nya ditimbang ya. 200 gram hampir seperempat kilogram mba

      Hapus
  69. Salam kenal mbak endang, sebenarnya saya follow blog mbak dah lama,,, sampe saya taruh di toolbar biar gak lupa tapi baru sempat leave komen sekarang..
    kembali ke pisang ijo,, jujur saya belum bisa bikin dengan adonan yang dibungkus daun seperti itu, saya masih memakai teflon hehehe jadi semacam dadar gulung gitu mbak,,,setelah memperhatikan postingan mbak ini kok kayaknya teksturnya lebih lembut yaa,,, semoga suatu saat nanti saya bisaa nyontek resepnya temen mbak ini hehehhee. makasih mbak :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal mba, actually resep asli pisang ijo dibungkus daun mba, yang pakai teknik dadar gulung sebanrnya modifiksi supaya lebih oke tampilannya dan tdk ribet ya,

      Hapus
  70. Salam kenal Mb Endang. Makasih atas resep nya, namun kenapa ya bahan kulit yg dari blender An daun pandan saya pahit ??? Kalo kulit di tambah sedikit garam dan vanili gimana ya Mb ? Makasih atas jawaban nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal ya, mungkin jenis pandannya, beberapa pandan memang pahit, pembaca pernah sharing hal ini. pakai pasta pandan saja atau daun suji. bisa tambah vanili dan garam

      Hapus
  71. mbak.pandan saya kok diblender langu.tp kalau digunakan utuh, harum mbak. apa memang pandan yang diblender awalnya spt itu ya mbak?

    BalasHapus
  72. Haloo mbak tksh resepnya,kulit pisangnya kenyal dan vlanya pas gurihnya. tadinya sempat pesimis kerana pemula gk biasa masak tapi kalo ikuti petunjuk diatas..yakin dah enaaak rasanya (bukan promosi lho) tapi bener bener nyobain resepnya...tksh mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Mba, thanks sharingnya yaa, senang resepnya disuka, sukses yaa

      Hapus
  73. Siang mba, aku gatot pas cobain, adonanx ga bisa kalis tepug beras aku kurangi 100 gram ad pgaruh ga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, semua resep jika bahan dikurangi atau ditambah pasti akan berpengaruh pada hasil. Coba ikuti resep dengan seksama, jika setelah ity kurang puas dengan hasilnya, silahka dimodifikasi sesuai selera.

      Hapus
  74. Mbk biar mengental gmnaa y sebab aq buat encer apa lama y pas adonan ijo nya jd mngental...maklum perd

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba, dimasak dengan api kecil, aduk2 sampai kental, kalau belum kental ya memang belum lama masaknya.

      Hapus
  75. Mba endang kalau ngebungkusnya pake plastik es atau plastik kiloan bisa g y, dan aman g buat es pisang ijo nya tkutnya plastiknya leleh ke makanan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. cari plastik untuk makanan Mba, yang food grade, keknya ada deh di supermarket

      Hapus
  76. Hai mbak.. saya silent reader nya mb.. banyak resep mb yg sdh saya cb.. smuanya enaakk.. kali ini suami pngn pisjo tp nyari di pasar ramadhan..g ada,bukan g ada tp kebanyakn dadar kulitnya. Suami g mw krn itu bkn pisjo mnrtnha.. saya lgsg inisiatif ngmg saya bwtkn.. wlw dy ragu krn saya bkn bugis..saja jawa.. nekat saya cri di dsni.. alhamdulillah dpt.. lgsg eksekusi siang td.. dan pisjo satu ini bnr2 top.. diakui sm suami saya lgsg.. suami kebetulan orang sulawesi asli.. empuk... puasss bgt katanya.. untuknl sirup pkai khusus pisang ambon merek DHT dr sulawesi..kbtln di t4 tinggal saya ada jual.. makasih byk y mb resepnya ����

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Mba, salam kenal ya. thanks sharinngnya ya, senang resep pisang ijonya disuka, sukses yaa

      Hapus
  77. Mba endang..pisangnya kalau diganti enak gak??susah disini cari pisang raja. Kalau pakai pisang uli enak gak mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba, bs pakai pisang kepok, uli atau tanduk ya

      Hapus
    2. Kalau utk santal kental di adonan kulitnya pakain santan instant bs kan ya mba??berarti pakai yg brp ml mba??

      Hapus
    3. bisa mba, silahkan diencerkan sesuai selera saja, asal volumernya sesuai porsi santan di resep

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...