23 Agustus 2013

Nastar a la Ny. Liem



Apa alasan utama yang membuat saya malas membuat nastar? Alasan pertama karena menggelindingkan nastar memerlukan waktu yang lama sehingga menyelesaikan satu adonan resep saja telah cukup membuat encok pegel linu singgah di pinggang. Nah alasan kedua adalah nastar adalah kue favorit saya yang sebuah tidak akan pernah cukup! Jika sudah masuk ke dalam mulut maka satu toples bisa amblas tak bersisa dalam sekejap. Setelahnya maka saya akan menjerit dan menyesal saat teringat betapa tingginya kalori si nastar.  Saat Lebaran kemarin, adik saya Wiwin telah mewanti-wanti saya agar tidak terlalu banyak membuat kue ini. Kami berdua penggemar beratnya dan terlebih lagi adik saya sepertinya agak-agak 'kecanduan' tepung, sehingga kue kering apapun yang nampak di depan matanya pasti akan disikat. Pengalaman tahun lalu, berat badan kami langsung naik tiga kilo pada H+2 setelah Lebaran. Kali ini kami benar-benar tidak ingin mengulangi pengalaman yang sama. ^_^


Salah satu resep nastar yang sangat ingin saya coba adalah yang terdapat di buku resep Ny. Liem. Walau sebenarnya resep nastar yang pernah saya posting sebelumnya cukup lezat dalam arti lumer dan lembut di mulut dengan rasa susu yang kuat, namun terkadang tampilannya menjadi kurang sesuai dengan yang saya inginkan. Nastar ketika dipanggang menjadi jumbo dan melar. Jadi untuk tahun ini saya mencoba resep lainnya yang saya harapkan hasilnya lebih maksimal. Kue tetap lezat, lembut dan lumer namun tampilannya tetap bulat, cantik dan tidak berubah dari bentuk asalnya. Membuat nastar sebenarnya sangat mudah, asalkan anda menggunakan bahan dengan kualitas yang baik serta mematuhi setiap instruksi pembuatan yang diberikan maka kue lezat bukan lagi hanya angan-angan semata. 


Beberapa tips proses membuat nastar telah saya berikan sebelumnya di resep Nastar Lembut Lumer di Mulut yang pernah saya tampilkan, anda bisa klik di link yang saya berikan. Disana cukup banyak tips-tips membuat nastar yang saya kumpulkan dari berbagai sumber dan pengalaman pribadi. Jika anda memiliki waktu, saran saya sebaiknya anda meluangkannya sebentar untuk membaca seratus lebih komentar disana. Beberapa komentar memberikan tips yang sangat menarik dan mungkin berguna untuk mengasah kemampuan anda menciptakan nastar terlezat yang pernah ada. Seperti misalnya menggunakan kuning telur rebus untuk menciptakan efek remah dan lumer; Menambahkan tepung maizena agar kulit nastar lebih garing dan renyah; Merubah komposisi mentega dan margarine yang digunakan (mentega cenderung membuat adonan nastar lebih lembek dan meleleh kala dipanggang dibandingkan margarine); Selain itu beberapa juga menyarankan untuk menambah takaran tepung terigu dari resep yang dicantumkan agar nastar tidak terlalu meleleh dan melebar kala dipanggang. Terus terang kendala terakhir inilah yang sering saya temui. 


Nah tips-tips di atas dan artikel sebelumnya tentu saja juga harus diimbangi dengan keberanian anda untuk mencoba dan melakukan sedikit eksperimen, dengan begitu anda menjadi tahu kekurangan dan kelebihan nastar yang anda hasilkan. Nah untuk resep Ny. Liem ini komposisi bahannya tidak lah jauh berbeda dengan resep yang sebelumnya saya posting. Saya menambahkan sedikit tepung terigu untuk memastikan adonan tidak terlalu lembek sehingga bentuknya tidak berubah kala dipanggang. Hasilnya adalah nastar yang tidak melebar namun tetap memiliki rasa yang lembut dan gurih. 

Jika anda tertarik untuk mencobanya, berikut resep dan proses pembuatannya ya. 


Nastar a la Ny. Liem
Resep diadaptasikan dari buku 500 Resep Kue & Masakan Koleksi Kursus Masak Ny. Liem yang Paling Diminati oleh Chendawati - Nastar 

Untuk 2  stoples nastar diameter 14 cm, tinggi sekitar 8 cm 

Resep kue kering lainnya? Silahkan klik link di bawah ini:
Nastar Lembut Lumer di Mulut 
Nigella Lawson's Intense Chocolate Cookies 
Tips Cookies Garing & Renyah (Bagian I) 

Bahan A:
- 150 gram mentega (saya pakai Wijsman)
- 150 gram margarine (saya pakai Blue Band)
- 1 sendok teh vanila ekstrak 
- 1 butir telur (putih + kuning)
- 1 kuning telur
- 100 gram gula bubuk (saya haluskan gula pasir dengan blender)
- 1/2 sendok teh esens susu (saya tidak pakai)

Bahan B, ayak menjadi satu:
- 40 gram susu bubuk
- 500 gram tepung terigu protein sedang (serba guna), resep asli 475 gram

Bahan C untuk olesan:
- 3 butir kuning telur
- 1 sendok makan air
- 1 sendok teh minyak goreng
- 2 - 3 tetes pewarna makanan kuning telur

Bahan D:
- selai nanas untuk isi nastar, resep silahkan klik di Membuat Selai & Tart Nanas

Cara membuat:
Siapkan loyang datar untuk memanggang kue kering. Alasi permukaannya dengan kertas baking. Sisihkan. Bulatkan masing-masing selai nanas menjadi bulatan kecil sebesar kacang merah. Letakkan di piring lebar. Sisihkan.


Siapkan mangkuk mikser, masukkan bahan A. Kocok dengan speed sedang hingga tercampur dengan mengembang dan lembut. Matikan mikser. Masukkan bahan B, sedikit demi sedikit sambil diaduk dengan menggunakan spatula hingga menjadi adonan yang tercampur dengan baik.

Timbang adonan masing-masing seberat 10 gram. Letakkan satu buah adonan di telapak tangan, pipihkan. Beri satu buah bulatan selai di tengah-tengah adonan, tutup adonan sehingga selai tertutup dengan baik. Bulatkan adonan dan gelindingkan di telapak tangan hingga permukaanya halus. Anda juga bisa membentuknya menjadi lonjong.

Note: jangan terlalu lama memegang dan mempermak adonan karena akan membuat nastar menjadi keras. 


Tata nastar di loyang yang telah disiapkan. Panggang di oven suhu 150'C selama 15 menit, keluarkan nastar dan oleskan permukaanya dengan olesan telur. Kecilkan suhu oven menjadi 100'C dan panggang kembali selama 15 menit hingga matang. 

Note: nastar bukan jenis kue yang memerlukan suhu tinggi, jadi jangan terlalu lama memanaskan oven anda sebelum kue dimasukkan. Lebih baik menggunakan suhu rendah dengan risiko waktu memanggang yang lebih lama, dibandingkan suhu yang terlalu tinggi dan akan membuat nastar menjadi retak-retak

Keluarkan dari oven, biarkan mengeras di loyang, pindahkan ke rak kawat hingga benar-benar dingin. Masukkan nastar ke dalam stoples, tutup dan isolasi dengan rapat agar nastar awet lebih lama dan tidak melempem. 

Note: beberapa pembaca menyarankan untuk menyangrai tepung sebentar agar nastar tidak mudah berjamur. 

Nastar siap disantap. Yummy!

Sources:
Buku 500 Resep Kue & Masakan Koleksi Kursus Masak Ny. Liem yang Paling Diminati oleh Chendawati - Nastar  
Just Try & Taste - Nastar Lembut Lumer di Mulut



112 komentar:

  1. rasanya gmn mbak, dibanding resep sebelumnya ?
    resep sebelumnya sdh aku buat hampir 5x hlo hihihihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. hmm, kalau masalah lumer di mulut, masih lumer resep sebelumnya ya. cuman kalau yang ini bentuknya gak meleleh dan gepeng kala dipanggang

      Hapus
  2. mauuuuuuu.....

    *sampe manyun... hihihi....

    BalasHapus
  3. kalo engga pake wijsman, tp pake elle n vire gpp kn mbak? atau ada perbedaan rasa?
    susi

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba susi, bisa pakai elle n vire, untuk rasa memang wisjman lebih nendang ya, nyusu banget hehhehe. kalau ada esens susu, ditambahkan itu saja, jadi enak,

      Hapus
    2. saya beli eceran di toko bahan kue titan mba

      Hapus
  4. Hari Sabtu kmrn saya bikin nastar juga, memanfaatkan bahan-bahan sisa yg lebaran kmrn g sempat terolah... hehe... sebelumnya saya selalu bandel mengoles kuning telur saat adonan msh mentah, dan hasilnya selalu mengecewakan dari sisi penampilan.... kali ini saya ngikutin tipsnya Mbak Endang, dioles saat nastar stgh matang... dan hasilnya penampilan nastarku jd bagus... terima kasih tips-nya, ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Nur, sip, sama2 Mba. yep, memang kadang malas pakai keluar2ain loyang dan oles2 ya, maunya langsung oles dan panggang saja. senang bisa membantu ^_^

      Hapus
    2. Satu lagi, Mbak... selama ini saya selalu pake gula halus yg sudah jadi (biasa beli di toko bahan kue), kemarin tuh di rumah cuma ada gula pasir... karena malas untuk belanja lagi, saya blender aja tuh gula pasir... simsalabim jadilah gula halus/tepung... hehe.. nambah lagi ilmu saya berkat JTT.... thanks lagi, lagi dan lagi buat Mbak Endang dan JTT-nya... ;-)

      Hapus
    3. Sama2 Mba, senang bisa membantu hehee ^_^

      Hapus
  5. Resepnya oks bgt deh mbak.. Anakq doyan bgt, tp syng bikinnya lamaa bgt..mungkin krna aq pake open kompor ya mbak.. Jd itu kue matengx smpek 30mnit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Nophy, iyaaa nastar kue yang lama hiks, kalau pakai oven dengan api atas bawah lebih cepat. soalnya kalau suhu tinggi hasilnya pecah2, huaaa. serba susah hehehhe. thanks sharingnya ya Mba ^_^

      Hapus
  6. Mbak Endang, gimana kalo tidak pake susu bubuk, apa hasilnya akan banyak berubah??? thanks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hasil tidak berubah, rasanya saja mungkin jadi tidak seenak pakai susu ya

      Hapus
  7. mba endang..di resep sebelumnya pke tep terigu protein rendah,klo yg ini protein sedang..ngaruh ga sih mbaa..lumer kr pke protein rendah kah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba, yang terbaik memang untuk cookies apalagii nastar pakai yang rendah ya. cuman saya kadang2 hantam saja sedang atau rendah wakkak, gak terlalu ngaruh banyak kok

      Hapus
  8. Saya coba resep yg sebelumnya mbk...ternyata enak banget lembut dan lumer dimulut.. tampilannya pun cantik tidak melebar dan pecah2...sewaktu membuat adonan saya menggunakan sendok kayu dan saya diamkan di kulkas 30 menit ..dan saya keluarkan sedikit2...setelah di cetak dan di panggang..hasilnya cantik sekali....mulus habis dan tidak berubah bentuk.....thanks ya mbk resepnya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba, wah mantep ya nggak meleber dan jadi jumbo, saya bikin selalu jumbo wakkakak., thanks sharingnya Mba ^_^

      Hapus
  9. hallo mba... saya sukma 27 taun wong bogor..
    saya berkali2 pake resep nastar yg mba sebelumnya alhamdulillah berhasil trs, temen-teman saya pada suka.. mang lembut dan lumer dimulut, klo komposisi menteganya lbh banyak pas d oven mang buat kue agak mengembang dan meleber, alhasil saya ganti aja margarin (blueband) 200 gr dan mentega (wijsman) 50 gr.
    walau wisjmanmya sedikit tp ttp enak, sampai2 waktu lebaran kemaren ga dsangka2 saya terima orderan nastar ini amp 30 resep dan menghasilkan 60 toples ukuran 500 gr, amp mabok marutin bpuluh2 nanas buat selainya dan ngulenin adonan sendiri dr abis sahur amp mau buka puasa heehee... lumayan ngabuburit buatnya sambil ditemenin baby yg wkt it msh 3 bulan yg jd mandornya hehehee....
    sebelumnya terimakasih banyak ya mba atas share resep2nya saya slalu ikutin,tadinya cuma buat konsumsi pribadi aj. cm pas lebaran kmrn tmn2 minta dibuatin, yaudah jd aj iseng buat smbil isi waktu aj...
    makasih y mba... dtunggu resep2 berikutnya yg simple tp hasilnya maknyoosss....

    salam sayang dan peluk buat ateu endang dr ade faqih yg skr udh 5bln...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Sukma, wah saya senang membaca cerita suksesnya. Hmm, saya bisa bayangin gempornya bikin nastar segitu banyak wakkaka, mana ada mandor usia 3 bulan lagi yaaaa, seru! Saya kemarin lebaran bikin dikit saja rasa2nya dah mau jerit, saya gak telaten bikin kue2 begini wakakakka.
      Salam buat Ade Faqih yaaa, peluk cium dari tante endang ^_^

      Hapus
    2. Saya hanya pembaca... tapi ikut senang mendwngaenya...., seandainya banyak lagi orang yang mau berbagi sepeti bu endang ini.....
      semoga Allah membalas semua kebaikan bu endang... amiiin. (y)

      Hapus
    3. Halo Mas Cahyo, makasih ya sharingnya. Amin juga atas doanya ya. Sukses juga buat mas dan keluarga ya

      Hapus
  10. Hi mba Endang salam kenal .... Saya suka praktek resep2 dari mba Endang.... Oh ya Mba saya mau tanya kalo mba Endang Pakai oven apa? Dan dari brand apa? maaf soalnya saya mau praktekan resep2 kue mba hehheeee....dan belum punya oven trimakasih yah mba .Rina

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Rina, saya pakai oven listrik merk Sico ya, ini hadiah dari adik saya, jadi tidak tahu untuk harganya. Coba buka2 glodok shop online, sepertinya saya pernah meihat disana. Sukses ya!

      Hapus
  11. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  12. makasih ya mbak atas resepnya. Nastarnya ketika di pegang terasa agak keras....tetapi ketika digigit empuuuuuk, renyah, dan yummy...mantaap pokoknya,,,,,,,(walaupun saya ga pake vanila ekstrak dan esens susu). oh ya mbak....apa bedanya adonan dimasukkan kulkas dan tidak dimasukkan kulkas?. Terima kasih -padma-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Padma. dimasukkan kekulkas supaya nastar gak menggembung besar dan meleleh kala dipanggang, tapi pengalaman kadang walau sudah masuk kulkas tetap juga meleleh wakakak

      Hapus
  13. aq punya resep nastar yg yummy lo ...lumer di mulut d uuuuueenak tenan....bahkan banyak penggemar nya....

    BalasHapus
  14. maaf mbak Endang, mau tanya lagi. he...he... untuk vanila ekstrak nya pake merk apa ya? Thanks . -Padma-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Padma, saya pakai eceran ya, jadinya nggak ada merknya hehhehe

      Hapus
  15. mba, nanya donk~
    saya super duper amatir sekali untk soal baking n cooking.....
    kalo msukin k kulkas apakah hrs dibubgkus plastic wrap? atau wadah bertutup aja? dan kira2 brapa lama di kulkas? thankss aloy buat share menu2 nya~ love this blog so muchhhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Yuuli, pakai plastic wrap oke, masukin wadah tertutup juga oke, intinya jagan kena udara kulkas sja ya ^_^

      Hapus
  16. Halo mba, salam kenal ya.
    saya udah bbrapa kali buat kuker nastar mba dgn resep yg satunya yg sebelum ini. menurut saya sekeluarga hasilnya enaakk. teksturnya renyah ya sprti yg mba bilang lumer di mulut.

    tanya dunk, klu resep yg ini enak ga? teksturnya gimana cenderung renyah or ngeprul gitu? atau cenderung empuk dan moist?
    saya lagi ingin mencoba nastar yg teksturnya empuk sedikit padat gitu tp bukan keras lho hhehehe.. makasih sebelumnya

    Larasati at Subang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Lara, untuk ti gkat keempukan dan lumernya maka resep yang satunya lagi lebih oke ya. Resep ny liem ini lebih padat menurut saya hehehh

      Hapus
  17. Ouh begitu ya mba. Thanks tuk jawabannya ya.
    satu pertanyaan lg boleh ya mba hehehe... itu bahan yg A emang dikocok agak lama, sampai lembut dan menngembang? Apakah sampai putih atau pucat jg gitu ya mba?kira2 berapa lama ya mba waktu ngocoknya klu pake mikser philips biasa gitu? Karna di resep nastar mba endang yg sebelumnya mikser mentega+gula hny sebentar dan asal lembek kan ya?...


    maaf ya mba endang udah saya repotkan dgn pertanyaan saya dasar bngt hehe...secara saya ini pemula banget banget banget dlm membuat kue2an jd suka bingung sendiri klu ada satu macam kue n tp cara nya berbeda, dan mmng lebih baik lngsung bertanya pd yg lbh ngerti sprti mba endang ini.
    Trima kasih-lara.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Lara, kocok sampai mentega/margarine warnanya jadi pucat, sekitar 5 menitan dengan mikser phillips ya, tapi bisa juga lebih. saya lebih suka pakai feeling saja dan lihat kondisi adonan dan bukan waktu saat mengocok. Saya juga pemula Mba, hehhehe dan untuk nastar saya belum bisa buat yang benar2 oke banget ^_^

      Hapus
  18. Salam kenal ya mba Endang.
    daku udah lama banget ngefans sm JTT, dan udah beberapa resep JTT yg saya coba, enak2 semua lho. satu hal yang dari dulu ingin saya tanya ke mba endang boleh ya mba?...

    untuk mentega kiloan mba endang pake merk apa ya mba?... dan merk mentega kiloan apa yg enak?

    bukankah yg kiloan itu ada mentega dan margarin jg ya?...
    dibantu ya mba infonya, thank's before - Riska

    BalasHapus
    Balasan
    1. slam kenal Mba Riska, thanks sudah menjadi pembaca JTT ya. untuk mentega kiloan saya suka pakai yang mixed Mba, campuran mentega margarine. Karena kalau mentega saja mahal yaaa wakkakak. Pakai merk bakers mixed atau margarita vanila oke kok, so far dirumah saya pakai itu, dan enak2 saja.

      Hapus
  19. Hi mba endang. saya suka ikutin resep mba endang, semuanya sukses di praktekan pertama. praktek ke dua udah tak modif dikit. tambah ini itu tambah oke deh. skrg mau cobain resep nastar nya nih. aku mau nanya mba, kalau pakai butter aja blh ga? 300 gr butter gt jadi nya. thank before mba. sukses selalu. ~hani~

    BalasHapus
    Balasan
    1. hallo mba... maaf kyk nya pertanyaan ku kurang jelas yah. mksd saya pake mentega aja. saya tanya sm sodara yg bs bikin kue, kt nya ga enak kl mentega aja. tp saya dan keluarga sdh tdk mengkonsumsi margarin lg. trima ksh balasannya mba. semangat terus...

      Hapus
    2. Yep, silahkan pakai mentega, oke2 saja kok Mba, kendala 100% butter adalah adonan cenderung lembek dan nastar jadi meleber, makanya dikombinasikan dengan margarine. tapi rasanya memang lebih enak kalau hanya butter ya.

      Hapus
  20. Mbak endang... enak yg mana nastarnya? Ala ny.liem ini ato yg sebelumnya ya? Saya pernah coba buat salah satu nastarnya..enaakk.. tp saya lupa resep yg mana..hehehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha, menurut saya sama saja ya, keduanya enak kok

      Hapus
  21. Hai mbak endang, resep nastar yg ini harus dimasukin dulu ke kulkas ngga mbak adonanny?

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya nggak masukin kulkas mba, tapi kalau adonan terlihat berminyak banget dan lembek, masukkan kulkas sebentar gpp kok

      Hapus
  22. Hi Mbak, sering banget nyobain resep disini, khususnya resep snack. nah, kl misalnya mau nyobain pk selai nanas supermarket, bisa ga sih?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sepertinya selai nanas botolan terlalu lembek, kurang serat dan akan meleleh kalau dipangang. hasilnya kurang oke ya

      Hapus
  23. Mau nanya ini jenis nastar yg empuk ato yg renyah? Thxx

    BalasHapus
  24. Dear mbak endang...blognya kereeen banget...panduan utama saya nyari resep...uda nyobain macaroni schotel dan ungkep.daging hasilnya maknyooosss....ini lg mau nyobain nastar tapi isinya aku ganti pake lempuk duren hehehehe. ..mudah2an berhasil ya....salam kenal dr pekanbaru...

    BalasHapus
  25. ka susu bubuknya pake merek apa ?

    BalasHapus
  26. Mbak endang.. aku fans banget sama resepnya.. aku mau tanya.. menurut mbak mendingan resep ini atau yg sbelumnya kah?soalnya aku baru mau buat untuk pesanan lagi coba2 mbak.makasih mbak.sukses selalu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo, menurut saya kok lebih enak yang sebelumnya ya, hhhahhaha. saya juga lagi mau bikin nastar, dan mau pakai resep yang satu lagi hehehhe

      Hapus
  27. Ooh.. gitu ya mbak.. kalo sama punya bu fatmah gimana mbak.. aku bingung.. jd dilema gara2 nastar ini.. hadeeh.. makasih mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah yang itu saya belum pernah coba ya mba hehehhe

      Hapus
  28. Mbak selama ini saya cuma baca2 aja, nah kali ini saya mau coba tp saya ngak punya mixer, klu ngak di mixer bisa ngak mbak, terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba, seharusnya tetap bisa ya, kocok saja manual pakai kocokan spiral sampai lembut menteganya mba

      Hapus
  29. mba kalo selai nanasnya mau yang beli jadi, butuh brp gram?dan adonan ngantri gpp kan? ovenku kecil hehe

    BalasHapus
  30. Selamat Hari Raya Idul Fitri! Wkt liburan Lebaran kemarin saya coba bikin nastar dg resep ini. Sependapat dg mb Endang, kalau soal rasa, resep sebelumnya ("Nastar, lembut, lumer di mulut"), lebih mantap. Kalau resep Ny Liem, bentuk lebih kokoh, gak melebar, dan rasa lumayan enak. Kalau resep nastar Taiwan, saya belum coba krn kehabisan selai nanas. Terima kasih.
    Sisca - Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba Sisca, thanks yaa, mohon maaf lahir batin yaa.

      yeppp setuju, memang lebih enak resep nastar yang pertama ya, lebih nendnag. Thanks sharingnya ya Mba

      Hapus
  31. Hallo mba endang, seneng banget bisa nemu blog ini banyak banget resepnya, sebagai pemula agak ragu sih tapi geregetan pengen coba bikin.. mudah-mudahan dengan panduan resep dari mba endang bisa ngilangin rasa "takut gagal" bereksperimen hehe
    Thanks mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Mba Nemie, salam kenal ya, thanks ya sudah menyukai JTT. Moga2 one day mencoba resep bakingnya yaaa, sukses selalu ^_^

      Hapus
  32. Mbak mau tanya nih, kalau mau bikin setengah resep gitu telurnya harus make yang mana ya? Bingung hehehe....soalnya kan di resep pakai 1 kuning telur dan 1 butir telur utuh. Makasih banyak mbak
    Salam Dina.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mb dina, supaya lembut 1/2 resep pakai 2 kuning telur saja mba, pakai putih telur membuat nastar agak keras ya

      Hapus
  33. mba mau nanya,jika ada susu bubuk dan maizena ada di resep bisa di skip? atau harus diganti dgn trigu? trimakasih
    Salam Lani.

    BalasHapus
  34. Mba endang mau tanya dong
    bingung liat mixer nya mba
    Beda ya mba sama mixer biasa yg buat bikin cake

    Santi

    BalasHapus
    Balasan
    1. beda tipe saja Mb Santi, ini mikser heavy duty yang bs buat menguleni roti, sedang yang lainnya itu miskser duduk biasa (hand mikser)

      Hapus
  35. Hi mba endang.. Mau tanya, kalau saya mau resep nastar yang renyah cenderung garing, bukan yang lembek dan lumer di mulut berarti saya pakai resep ini ya mba? Thank u

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Diana, yep bs pakai ini atau pakai resep nastar lembut lumer di mulut yang sudah saya modif ya

      Hapus
  36. Mba endang,

    Salam kenal, aq penggemarr blog ini, mba selain wysman, menurut mba endang mentega apalagi yg paling mirip sgn wysman? 2016 ini wysman blm ngeluarin sertifikat halalnya niy, aq lg cari alternatif selain wysman

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Yunidar, salam kenal juga ya. Ada merk Hollman tapi kurang tahu ada sertifikat halal atau tdk

      Hapus
    2. Emang kalo Hillman itu enaq ga si ,berasa ga susu nya makasih

      Hapus
    3. saya belum pernah coba Mba, tapi keknya mayan lah

      Hapus
  37. Kalo bikin 1 kg terigu jd brp untuk telur, mentega dan margarin ny? Sy pemula dan kmrn sdh coba yg resep dr temen.trus kenapa harus d tambah maizena?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba Indah, saran saya jika membuat kue kering/cake bahan2 harus ditimbag ya mba, supaya hasilnya maksimal dan puas, bukan berpatokan dengan 1 kg tepung mba.

      maizena untuk membuat teksturnya lembut

      Hapus
  38. Halo mbak endang,

    Sebelumnya saya ucapkan terimaksih atas resep nastar lumernya ^^

    Saya sudah coba resep original maupun yg di modif, hasilnya sesuai dengan yg saya harapkan. Tapi ada sedikit yg mengganggu nih mbak, mungkin bisa bantu mencerahkan hehhe.

    Dua hari lalu resep saya dobel karena adik pesan, ternyata feedbacknya 'ada rasa sagu tersisa di mulut'. Kenapa ya mbak? Padahal terigu, sagu, dan susu saya sudah campur jadi satu sebelum dimasukkan ke adonan telur.

    Kalau adonan diaduk dengan menggunakan mixer akan jadi bantetkah? Karena lumayan berat aduk 2 resep hanya dengan menggunakan spatula hehehe

    Semoga saya bisa dapat jawaban segera krn sudah ada pesanan berikutnya ... trimakasih ya mbak ♡♡

    Salam ~ pepe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi mba, mungkin mengaduknya kurang maksimal, saran saya jangan diaduk pakai mikser. Takutnya over mixing dan bantat.

      Selama ini saya membuat banyak tidak pernah langsung sekaligus didouble karena akan membuat hasil adonan tdk maksimal.

      Hapus
  39. Tips agar tdk melebar.. saat ngemix tdk usah sampai kembang. Hanya sekedar tercampur merata saja. Saya sdh beberapa x eksekusi resep ini. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks ya sharing tipsnya, bermanfaat untuk pembaca lainnya, sukses yaa

      Hapus
  40. Hi mba, i'm one of ur web fans. Pengen coba bikin untuk xmas ntar. Mo nanya nih mba, untuk selai yang sudah dibuat sebelumnya dan disimpan dalam kulkas, saat pemakaian apakah harus menunggu sampai suhu ruang atau bisa langsung dalam kondisi dingin? apakah ntar ngaruh ke tekstur nastarnya?
    - Rosiva -

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Rosiva, saya justru pakai dingin karena selai menjadi lebih keras dan mudah dibulatkan. Tdk berpengaruh sama nastarnya ya

      Hapus
  41. Maaf mbak kalau boleh tau resep sebelumnya cari dimana yah ? Soalnya saya baru mau coba terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk mencari resep JTT, googling saja kata kunci 'nama resep + JTT' misal 'Resep nastar lembut JTT' psti akan muncul di baris pertama mba.

      ini link nastar lainya:
      http://www.justtryandtaste.com/2010/12/nastar-lembut-lumer-dimulut.html

      Hapus
  42. halo mba. saya baru mau coba pertama kali buat nastar ni dari resep mba.saya mau tanya susu bubuknya itu susu bubuk yg kaya di supermarket merk dancow dll itu ya mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. mba mau tny lagi. klo wisman diganti sama butter hollman. apakah rasanya enak jg? karena harga hollman lebih murah drps wiaman .pernah coba pk hollman gak mba? trims ya hehehe

      Hapus
    2. saya belum pernah coba hollman mba, mungkin enak juga ya.

      Hapus
  43. halo mba, saya baru coba buat resep nya nih pake resep yg ini tpi takaran nya saya bagi 2 semua karena mau coba buat sedikit dulu.
    ohya trus saya tambahin maizena juga dengan mengurangi tepung terigu nya.oh iya pas di mixer itu saya kaget kok adonannya jdi gumpal2 gitu saya pikir gagal. saya tambahin air biasa aja. ternyata gausah ditambah air pun klo saya coba bentukpun bisa ternyata. (apa gara2 penggunaan air ini ya nastar jd ga crunchy?) haha. hasilnya si lumayan mba cuma kok bagian dalamnya gakbisa cruncy gitu ya, masih sedikit gumpal dikit gitu. padahal saya panggang ud 3 atau 4 kali suhu 160 20 menit. gak gosong, tapi saya maunya kering luar dalam dan cruncy , hiks ..gimana ya...bingung mau ganti resep apa yg harus dikurangin dan ditambahin. btw saya buat isiannya dikit2. nastarnya jg ga terlalu besar2.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai mba, ikuti instruksi saja, jangan tambah air, saya belum pernah membuat kue kering dengan tambahan air. Bisa keras kuenya. Waktu panggang tergantung oven masing2, waktu di resep hanya guidance, kalau kurang matang ya ditambah lagi waktunya.

      Crunchy tergantung waktu pemanggangan dan panas oven juga.

      Hapus
    2. lalu saya buat kue sagu keju dari resep mba juga. setelah saya perhatikan, hasil jadi nastar dan kue sagu saya. hanya luarnya yg kering. dalamnya msih agak2 basah/ lembab dikit gitu. berarti suhu panggangnya kurang panas dan kurang lama x ya mba?

      Hapus
    3. yep, kalau masih lembab dalamnya berarti kurang lama panggangnya atau oven panasnya kurang

      Hapus
    4. 2nd trial ni mba. telurnya ak ganti pake kuning telur rebus aja. ga pake kuning telur cair. trus pake emplex dikit aja ga sampe 1gr. nastarnya enak bgt crunchy dan lumer pdahal ak buatnya gede2, hehehe. seneng d akhirnya sukses juga,ohiya ak suhu panggangnya tetap di 150 tp dilamain waktunya mba. pernah iseng coba suhu 170 20menit. gosonggg nastarnya hahaha.

      Hapus
  44. Hai mbak endang saya mau mencoba resep nastar JTT yang sebelumnya. Saya dan mama mau membuat 1kg nastar nah mau tanya mbak untuk takaran tepung maizenanya itu berapa gram? Dan susu bubuknya berapa gram? Terima kasih mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba, wah sayangnya saya tdk pernah pakai takaran 1 kg ya, semua bahan saya timbang sesuai resep dan kalau mau banyak tinggal saya kalikan saja semua bahan menjadi 2 kali atau 3 kali.

      Hapus
  45. Hallo mbak endang.. saya sudah coba resep mbak endang yg satunya bersama kaka saya. Hasilnya bagus dan renyah. Hanya saja saya kendala di adonana melebar saat dipanggang. Saya baca review dan tipsnya apakah ditambah tepung terigu lagi adonannya bakal mengeras ga? Jadi ga lumer cruchy gt? Lalu polesan kuning telur saya terkendala selalu copot dari nastarnya. Itu kenapa ya mbak? Thanks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo, yep memang yang nastar lumer dimulut suka melebar, terutama kalau terlalu lama mengocok mentega dan kalau bentuknya terlalu besar. pengalaman saya kalau dibikin kecil2 hasilnya lbh ok. Tambah terigu memang akan mengurangi kelumerannya, tapi kalau sedikit terigu dan maizena menurut saya msh ok, walau tdk akan seenak aslinya.

      kuning telur dipoles ketika nastar sudah setengah matang, jadi permukaanya sudah mengeras. panas tinggi juga membuat kuning telur mudah lepas.

      Hapus
    2. halo mbak endang...sy jg punya problem yg sama dengan mas aziz ni...nastar sy polesan kutel ny suka lepas. mau tanya kl poles kutel setelah nastar dioven setengah matang itu dalam kondisi panas atau dingin ya nastarnya, makasih mbak

      Hapus
    3. Halo Mba, saya diamkan dulu sekitar 10 menit, tdk sampai dingin banget, dan langsung oles mba.

      Hapus
  46. Sore Mba Endang, sy slalu pake resep mba endang, salah satu sebabnya adalah mba endang sangat detail dalam penjelasan ... super banget ... dan sy slalu menemui kasus yg mba endang sampaikan ... hahaha habis ga bs bikin kue ...Thx banget ya Mbaa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Rien, thanks sharingnya ya, senang resepnya disuka, salam

      Hapus
  47. Mbak endang kl pake resep yg pake putih telur,gak terlalu keras kan mbak???bingung neh mbak pakai pth telur atau gak??soalnya biasa bikin pake kuning telur aja,tp penasaran pengen coba resep mbak yg diatas pake pth telur

    BalasHapus
    Balasan
    1. versi Ny liem ini lebih keras dibandingkan yang biasanya, cuman bentuknya nggak melebar. Pakai resep biasanya saja mba kalau ragu

      Hapus
  48. Mba Endang....aku bikin nastarnya dipanggang pakek oven listrik kirin...sampek mau 3 jam belum matang juga...jd setengah matang...tapi rasanya enak...hehehe...
    itu kira kira kenapa ya mbak?suhu ditambahkan malah gosong...apa loyang juga berpengaruh?karena di rumah adanya loyang yg agak tebal bahannya...bukan tipis...terimakasih sebelumnya mbak Endang...

    BalasHapus
    Balasan
    1. banyak faktor mba, bs karena oven, suhu oven dan jenis loyang

      Hapus
  49. Mb itu untuk resep tepung 500g telur ny cm 2??
    Apa bisa lumer di mulut nti hasil akhirny?

    BalasHapus
    Balasan
    1. yep, sesuai buku di Ny liem mba, bukan saya yang modif resepnya. Selama menteganya banyak sih ok2 saja

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...