22 Agustus 2013

Kue Kacang a la Wiwin



Saat Lebaran kemarin, saya dan adik saya, Wiwin, mendapat giliran untuk mudik ke kampung halaman di Paron, Ngawi. Tahun lalu kami berdua melewatkan Lebaran di Jakarta karena kakak saya dan Tedy, adik lelaki saya yang pulang mengunjungi Ibu di sana. Membayangkan kondisi macet dan sulitnya mencari tiket akhirnya kami pun melayangkan beribu bujukan ke Ibu dan adik bungsu saya, Dimas, agar bersedia berlibur di Ibu Kota. Senjata rayuan kami apalagi kalau bukan kondisi Jakarta yang tenang dan bebas macet, sehingga bisa shopping dan jalan-jalan dengan nyaman. 

Alasan lainnya adalah bisa melihat Kirana, putri pertama Tedy dan Diar yang juga sekaligus sebagai cucu perempuan satu-satunya yang hadir di keluarga besar kami. Saat ini si imut cantik ini telah berusia lima bulan, begitu lucu dan menggemaskan sehingga semua orang berebutan untuk menjadi baby sitter-nya secara sukarela. Bujukan kami pun berhasil, Ibu saya datang bersama adik dan tante saya untuk melewatkan waktu selama seminggu lebih di sini. ^_^


Walau lucu dan menggemaskan, ternyata Kirana bayi pemalas. "Ayo dong Kira, tengkurap dong, jangan malas-malasan ya". Berulangkali kami memberinya semangat untuk mulai belajar tengkurap, namun yang terjadi si imut ini hanya meliukkan badan mungilnya sebentar untuk kemudian cepat-cepat kembali ke posisi telentang. Seringkali akhirnya kami yang kemudian menggulingkannya hingga tengkurap. Satu dan dua menit wajahnya masih melongo bingung namun menit ketiga bibir bulatnya lantas cemberut, isakan pelan keluar dan dua tetes air mata mulai mengalir di pipi. Kami pun menjadi tak tega, terutama sang Bunda yang langsung menggendongnya dan membujuknya dengan bisikan lembut. Ah so sweet! 


Selain sedikit malas bergerak, keponakan saya ini juga ketagihan digendong. Sebentar saja di letakkan di atas kasur maka rengekan mulai terdengar, sedikit lebih lama maka jeritan pun bergaung di seantero rumah. Kami pun, para robot gendong, lantas serabutan berlarian ke kamar saling berebutan untuk meraihnya lebih dulu. Namun ada satu tempat yang membuat Kirana tetap tenang dan tidak mengeluarkan rengekan sedikitpun. Kereta dorongnya! Ketika kami semua sibuk mengelilingi meja besar yang penuh dengan aneka kue yang telah dicetak dan wadah-wadah berisi adonan kue yang akan menunggu giliran untuk dipermak, maka Kirana cukup digeletakkan di dalam kereta dorongnya sambil sesekali kami panggil namanya. Bayi mungil itu akan menolehkan kepalanya sambil tersenyum dan kemudian kembali sibuk dengan sepuluh jari tangannya yang montok. Walau pun belum bisa membantu namun kehadirannya membuat pekerjaan menggelindingkan adonan nastar dan mencetak kue kacang ini menjadi lebih ringan dan ceria. ^_^


Kembali ke kue kacang yang saat ini saya posting. Kue kering ini merupakan andalan Wiwin jika Lebaran tiba dan menjadi oleh-oleh bagi siapapun yang berkunjung ke rumah. Selain mudah dibuat dengan bahan-bahan yang cukup terjangkau, rasanya pun cukup yummy. Terus terang kue kacang bukan jenis kue kering favorit saya, namun jika camilan ini tersedia di depan mata maka tak urung tangan saya pun gatal untuk meraihnya. Nah walau Lebaran telah lewat namun panggang-memanggang kue tetap berjalan di rumah Wiwin. Kami membuat banyak sekali kue kacang untuk dibawa pulang Ibu saya ke Paron. 

Proses pembuatan kue kacang terbilang sangat singkat, kacang tanah yang telah digoreng diblender hingga halus dan dicampurkan dengan bahan-bahan lainnya menggunakan mikser. Tepung terigu lantas ditambahkan sedikit demi sedikit sambil diaduk. Adonan yang terbentuk lembut dan mudah untuk dicetak. Biasanya saya mencetaknya dengan menggunakan garpu, tapi Wiwin punya ide yang lebih baik. Adonan digilas dengan kayu penggilas dan dicetak dengan cookie cutter. Agar permukaannya kuning mengkilap maka kocokan telur yang dicampur dengan beberapa tetes pewarna kuning dioleskan di atas kue. Hasilnya adalah kue kacang yang manis dan cantik. 

Tertarik untuk mencobanya? Berikut ini resep dan proses pembuatannya ya. 


Kue Kacang a la Wiwin
Resep diadaptasikan dari adik saya, Wiwin A

Untuk kira-kira 4 lusin kue kacang

Tertarik untuk kue kering lainnya?  Silahkan klik link di bawah ini:
Kue Kering Selai Kacang - Peanut Butter Cookies
Cherry Icebox Cookies
White Chocolate Chips Cookies

Bahan:
- 200 gram mentega
- 300 gram margarine
- 500 gram gula pasir
- 2 sendok teh vanila ekstrak   
- 4 butir telur
- 700 gram kacang tanah goreng yang dihaluskan dengan blender hingga halus
- 2 sendok teh baking soda 
- 2 sendok teh baking powder
- 1 sendok teh garam
- 700 gram tepung terigu serba guna

Olesan, aduk hingga rata:
- 2 butir kuning telur
- 3 tetes pewarna kuning
- 1 sendok makan air
- 1 sendok makan minyak goreng  

Cara membuat: 
Siapkan oven, set di suhu 170'C. Letakkan rak pemanggang di tengah oven. Siapkan loyang untuk memanggang kue kering, alasi permukaan loyang dengan kertas baking. Sisihkan.

Siapkan wadah. Ayak tepung terigu, baking soda, baking powder dan garam menjadi satu. Sisihkan.  


Siapkan mangkuk mikser. Masukkan mentega, margarine, gula pasir, vanila ekstrak dan telur. Kocok dengan speed sedang hingga tercampur dengan baik dan mentega + margarine menjadi lembut. Tambahkan kacang tanah giling, proses kembali selama 1 menit hingga tercampur dengan baik. 

Lepaskan mangkuk mikser dari mesin, kita akan mencampurkan tepung menggunakan spatula. 

Masukkan tepung terigu secara bertahap sedikit demi sedikit dan aduk menggunakan spatula hingga semua tepung dan adonan mentega tercampur dengan baik dan rata. 


Siapkan meja datar, letakkan sebongkah adonan di atas meja, gilas hingga pipih dengan ketebalan minimal 1 cm. Cetak adonan dengan menggunakan cookie cutter aneka bentuk yang anda miliki di rumah, atau potong-potong dengan menggunakan pisau. 

Tata adonan kue yang telah dicetak di atas loyang beralas kertas baking. Olesi permukaannya dengan olesan telur. Panggang selama 20 menit atau hingga permukaan kue terlihat kering, berwarna kuning keemasan. 


Keluarkan loyang dari oven, biarkan kue agak dingin dan mengeras di loyang. Pindahkan ke rak kawat agar kue menjadi dingin sempurna dan simpan di stoples yang kedap udara. Kue tahan hingga 1 minggu lamanya di suhu ruang atau hingga 2 bulan di kulkas. Yummy!



71 komentar:

  1. ponakannya seumur anak q..#eh salah fokus anak q cowo dan botak ga selebat kirana rambutnya :( hahai
    Aq g k0men kue kacangnya mbak. Blas aq nyerah kalo bikin kue2an.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahha, komen yang lain saja ya Mba Sefri. Walau botak saya yakin tetap imut dan menggemaskan yaaaaa.

      Hapus
    2. iya makanya salah fokus, yg dikomentarin malah ponakannya.. :D

      Hapus
  2. Balasan
    1. Wah iya, lupaaaa. ini kue kacang memang gak pakai kreatifitas babar blas hahhah. thanks yaaa

      Hapus
  3. wangi dan enaknya sampeee bandungggg.... Apa kabar mbak Endang ? maaf lahir bathin ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Asti, wahhh sayang kita berjauhan kalau nggak pasti banyak kue kacang singgah nih hehhehe. Kabar baik Mba, maaf lahir batin juga ya. Thanks! Gimana Mba Asti & keluarga? Moga sehat selalu yaaa

      Hapus
  4. wangi dan enaknya sampe ke bandunggggg..... hehehhehe..
    Maaf lahir bathin mbak endang... kapan ke bandung ???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa, udah ngiler mau ke Bandung hiiks, belum sempat hehehhe

      Hapus
  5. alhamdulillah mba endang sdh turun gunung kembali,hehehe..oia mba ponakanx mirip sama mba endang,beneran...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Anita, hahaha yep, semedi 1 bulan digunung hasilnya gak ada,cuma tambah ndut 3 kilo. wah iya, ponakan saya itu mirip banget sama bapaknya, which is adik saya, makanya kita juga mirip satu sama lain hahahha

      Hapus
  6. mbak saya kok ga bisa ya bikin kacang tanah nya biar halus.. msi brintil2 gtu... :( mending dikasi minya ato air ya pas blendernya??? hiikksss....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Indah, mungkin mesin blendernya kurang kuat ya. saran saya jangan kasih air ya, minyak gak papa tapi jangan berlebihan.

      Hapus
  7. ini kue jadul kesukaan misua hehe, kl aq bahannya cm kacang, terigu, gula halus, minyak goreng. diuwel2 dicetak trus panggang. boleh juga nih coba resep adeknya mbak endang sapa tau lebih enak ya... heheee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Octa, hahhah, kue yang mudah dan enak ya buat camilan. Kayanya sama saja deh rasanya antara versi ini sama punya Mba, kue kacang mau kemana lagi rasanya hahahahha. thanks sharingnya ya

      Hapus
  8. Mba fungsi baking powder dan baking soda sebagai apa y?apa ga membuat kue kering jd empuk n ga garing?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baking soda membuat kue kering lebih garing dan renyah, baking powder bisa diskip, kecuali baking soda tidak ada.

      Hapus
  9. hallo mbak endang, berhubung bentar lagi ramadan jadi saya ud mulai ngubrek2 resep kue kering hehe..kue kacang emang kerasa jadul ya, tp tetep aj dibuat n habis, kl saya resepny lebih simpel mbak cuma kacang tanah 500 gr, terigu 800 gr, minyak goreng 400 gr, gula halus 400 gr, garam 1 sdt dan kuning telur untuk polesan dan karena di pasar ad tempat penggilingan kacang goreng jd lebih praktis "sedikit ikut berbagi resep sederhana" dengan mbak endang..terimakasih...yani-bogor.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Yani, thanks untuk sharing resep kue kacang lebarannya yaaa. kayanya memang dah pada mulai nguprek2 resep kue kering lebaran yaa hehhehhe. mantap!

      Hapus
  10. mbak endang mau tanya nih...kalo kacangnya disangrai boleh g ya?apa nanti bisa mempengaruhi cita rasa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa kok disangrai, saya rasa nggak akan berpengaruh ke rasa ya

      Hapus
  11. Balasan
    1. silahkan mba Icha, maaf saya telat balasnya wakkakak

      Hapus
  12. mba endang boleh coba resepnya kh mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. silahkan, silahkan, maaf jawabnya telat banget yaaa wakkaka

      Hapus
  13. mba endang, waktu manggang pake api atas atau bawah? atau atas bawah?mentega nya pakai apa?thx

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya pakai api atas bawah ya mba, mentega pakai orchid ya.

      Hapus
  14. Halo mbak.. blog nya bagus banget..saya suka,saya suka.. Terima kasih ya resep2nya sudah saya coba sebagian dan hasilnya emmmm memuaskan kecuali kue kacang ini saya buat nya kurang sukses jadinya melebar gitu mba, kenapa yaa??
    Terima kasih banyak.. Lela

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Lela, wah kue kacang ini menurut saya adonannya sangat padat dan sama sekali gak meleber ketika dipanggang. Coba masukkan adonan yang sudah jadi ke chiller kulkas dulu supaya keras, baru dicetak ya.

      Hapus
  15. Mba Endang...
    Lebaran tahun lalu Alhamdullillah aku sukses bikin kue kacang ini. Dan aku sekaligus bikin 2 adonan dalam 1 hari...Jadi dapatnya sekaligus banyak.
    Dan untuk Lebaran tahun ini...Insya Allah aku mau bikin lagi...Juga mau bikin Nastar Lembut, Lumer di Mulut...Kastangel...dan Puteri Salju (Mexican Wedding Cookie). Tapi aku pengen banget bisa bikin kue kering sagu keju juga...Minta resepnya dong Mba....
    Meski ada banyak resep Sagu Keju yang bisa aku cari di internet...Tapi aku maunya resep yg dari Mba Endang aja.
    Aku tunggu yaaaa...

    Maturnuwun,
    -Eva Shellina-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mb Eva, thanks sharingnya ya mba, senang sekali kue kacangnya disuka. Untuk sagu keju saya belum coba, sudah ada resepnya cuman belum ada waktu, kue kering butuh perjuangan dan ketelatenan hehheheh. Thanks yaaa

      Hapus
  16. mbak endang, ini pakai mentega tawar/asin ya? sy biasa pakai orchid tawar, tp sdg kehabisan. kalau saya pakai orchid asin, apakah penambahan garam msh diperlukan? makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Mba Nova, bisa pakai mentega asin ya, skip saja garam diresep kalau pakai mentega asin.

      Hapus
  17. Mbak Endang.. Kalo kacang tanah saya ganti pake selai kacang morin

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba windi bisa ya, kalau adonannya agak lembek tambahkan tepung maizena sampai adonan bs dibentuk dengan nyaman

      Hapus
  18. Baking soda saya skip tp dpakaikan emplex bisa nggak mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba, boleh skip, tidak pakai emplex juga gak papa

      Hapus
  19. Mba Endang mentega sy sisa 100gr aja ni,klo misalnya sy pake mentega 100gr trus margarinenya 400gr bisa ga?ngaruh banget ga rasanya mba?makasih..(Dina)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba dina, untuk rasa tentu saja lebih enak kalau banyak butter ya, tetapi dengan margarine juga masih tetap enak kok.

      Hapus
  20. Ini juga dieksekusi hari Sabtu sama kayak si rustic pie mango dan mini tartlet. . .
    Hanya saja, mungkin karena saya hancurkan kacangnya pakai chopper, jadi adonan bergerindil, mudah patah dan tidak padat hehehe
    Mau masukin kulkas, udah kemaleman, Minggunya pengen santai, jadi aja langsung dipanggang hehehe
    Ketika dipanggang, sebagian bentuknya tidak cantik, ada yang melebar jadi bulat hehehe
    Rasanya juga jadi kurang ngacang mba, karena si kacangnya kan bergerindil hehehe
    Next time saya pakai coffee grinder aja menghaluskannya (maksudnya beli dulu wkwkwk)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Risa, yep, kacangnya harus sampai lumat mba, itu yang membuat adonannya menjadi padat dan mudah dibentuk, selain itu rasa kacagnya akan lebih terasa yaa.

      Hapus
  21. Mba endang...iku mixer nya type opo dan merk opo mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. mikser Bosch Mba, tapi pengocoknya ada di tengah. Tipenya macam2 Mba, googling saja, tapi cari yang pengocoknya ditengah, bukan yang dari atas ya

      Hapus
  22. Mbak Endang, kalo kacangnya aku ganti selai, takarannya sama 700g atau ditambah ya mbak? Soalnya kalo pake blenderku g bisa halus. Trus perlu penyesuaian bahan apa? Makasih mbak Endang...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba lia, sama ya mba, tapi gula mungkin harus dikurangi ya karen selai cenderung sudah manis ya

      Hapus
  23. Mbk endang mau tanya, ini kacangnya dihaluskannya beserta kulit atau gak ya?

    BalasHapus
  24. Mba Endang sy mau tanya nih... mentega sm margarin emang beda ya.. klo misalnya sy pke bluband dan rembutter bisa gk... klo bisa perbandingan takaranya brp

    BalasHapus
    Balasan
    1. beda ya, bs pakai margarine (blue band) dan mentega (butter). masing2 50% saja mba

      Hapus
    2. Klo saya buat dgn terigu 1 kg. Mentega brp ons & rembuternya brp ons?

      Hapus
    3. hai mba lisa, saya kurang tahu ya mba, mba kudu ukur sendiri ya

      Hapus
  25. mbk gula pasir bisa diganti gula halus?

    BalasHapus
  26. Mba Endang eksekusi saya kok rada gagal yaa...tidak renyah, apa karena kacangnya waktu diblender jadi keluar minyak sehingga menambah encer adonan jadi nambah tepung kira2 100gr

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan blender kacang sampai keluar minyak, hanya hingga halus saja. Dan tentu saja jangan tambah tepung ya.

      Hapus
  27. Hallo mba endang, barusan aku baru aja selesai eksekusi kue kacang ini sama kastangle..
    Ada yg mau aku tanyain nih mbaa, kok pas bikin kue kacang ini warna kue nya ngga sekuning punya mba endang ya? Malah cenderung coklat kue nya mbaa..itu kenapa ya mba kira kira?
    kalau kastangle nya sih alhamdulillah berhasil mbaa.. hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba, gambar diatas kuning karena olesan kuning telur di permukaan kue mba, kuenya sendiri agak kecoklatan ya. Kalau terlalu gelap kemungkinan karena kacangnya digoreng terlalu lama mba

      Hapus
  28. Assalamu'alaikum mba endang.. Saya suka buat kue kacang, yg saya mau tanyakan.. Kalo kue kacang ini kan tahan di chiller hingga 2bulan diwadah kedap udara, nah apakah cara penyimpanan dichiller ini berlaku juga untuk kue nastar lumer, kue putri salju&kue semprit.. Soalnya saya niatnya mau bikin kue2 itu, tp saya tinggal mudik.. Trs kuenya niatnya buat cemilan pas pulang dari mudik, makanya saya nanya ke mba endang, apakah kue2 yg saya sebut diatas bisa disimpan dichiller semua.? Apakah nanti tidak keras.? Hiihii maap mba banyak nanya, butuh pencerahan bgt inih.. Matur suwun ya mba.. Dari penggemar blog mu.. Tia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Walaikumsalam Mba Tia, yep semua jenis kue kering bisa disimpan di chiller. Justru kue akan renyah dan garing. Untuk nastar krn butternya tinggi maka akan sedikit keras tapi ketika dibiarkan bebrapa menit disuhu ruang kembali lembut. Bungkus kue dalam stoples kedap udara, bs tahan berbulan2.

      Hapus
  29. Alhamdulillah.. Makasii mba endang ilmunyaaa.. Big hug.. Sukses selalu ya mbaaa..

    BalasHapus
  30. Assalamualaikum mba Endang...ijin mw coba resep kue kacangnya...yg sya mau tanya dengan takaran di atas bisa dapat hasil berapa kg untuk kue kacangnya?TRIms.

    BalasHapus
    Balasan
    1. walaikumsalam mba, sy tdk menimbang beratnya ya, hanya jumlah kue saja

      Hapus
  31. Assalamu'alaikum mba. Kalau kacangnya di ulek saja apakah bisa se oke di blender, soalnya blender nya lagi kurang fit nih suka ada bau hangus gitu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. selama kacangnya bs halus seperti diblender sih silahkan ya mb, intinya kacang kudu halus saja ya.

      Hapus
  32. Dear mba,,aku udah coba resep ini enak n renyah 😋 maaf sbelumnya mba,kalo mau kue kacang yang empuk kira" yg dimodifikasi apa nya ya mba? Makasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Herra, mungkin kudu tambah menteganya ya.

      Hapus
  33. Mau tanya nih.. Klo gk pke margarin apkh akn mmpengaruhi tekstur dan rasa?

    Dan kegunaan telur dlm adonan untk apa ya?.. Aku prnh liat temen ku gk pke telur dlm adonan, cuma dipakai olesan sja. (Leli)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Leli, maksudnya pakai full mentega? boleh2 saja, kalau skip margarine maka kudu ganti dengan mentega dengan porsi sama. Menurut saya ada banyak varian kue kacang mba, saya juga ada yang pakai selai kacang yang tanpa mentega, resep disini:

      http://www.justtryandtaste.com/2017/03/resep-crunchy-peanut-butter-cookies-JTT.html

      telur membuat adonan menyatu, rasa lebih gurih dan tentu saja teksturnya lebih melted. Tapi ya kembali ke selera ya, kalau resep ini pakai telur.

      Hapus
  34. mbak endang...saya sudah coba resep kue kacangnya, rasanya mantap abisss...oya mbak, saya mau tanya nih, pemakaian mentega dan margarin apa bisa digantikan dengan baker's mix?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa ya mba, langsung ganti saja takaran mentega+margarinnya

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...