04 Mei 2015

Lapis Legit Prune Ekonomis dan Tips Membuatnya



Jika anda termasuk pembaca yang cukup setia mengikuti artikel-artikel di JTT yang saya posting dan bahkan mungkin mencoba beberapa resep cake disini, maka anda tentu tahu betapa saya selalu menghindari cake yang menggunakan banyak telur di dalam adonannya. Rata-rata cake yang saya hadirkan biasanya menggunakan dua hingga lima butir telur. Walau sebenarnya harga telur tidaklah semahal bahan cake lainnya seperti butter, keju, cream cheese atau krim kental namun tetap saja jumlah telur dalam sebuah resep cake selalu menjadi pertimbangan utama saya untuk mencobanya. 

Selain kandungan cholesterol di dalam telur yang cukup tinggi maka faktor lainnya adalah rasa sayang ketika cake tersebut berakhir gagal dan terbuang percuma ke tempat sampah. Untuk alasan-alasan tersebut saya pun menghindar mencoba mengeksekusi resep cake seperti lapis surabaya, lapis legit atau bika ambon yang selalu menggunakan puluhan kuning telur sehingga teksturnya menjadi lembut, moist dengan rasa yang nendang habis. Nah jika hari ini saya menampilkan resep cake lapis legit dengan jumlah telur yang sebenarnya diluar batasan saya, itu ada story-nya tersendiri. Ingin tahu? Yuk lanjut. ^_^


Seperti yang sempat saya singgung di artikel sebelumnya, akhir-akhir ini saya sedang menjalankan program diet yang targetnya cukup fantastis. Sepuluh kilogram dalam tiga bulan. Ini semata-mata saya lakukan karena banyak pakaian favorit yang mulai terasa sesak dan membuat megap-megap kala mencoba paksa menggunakannya. Alih-alih terlihat modis dan menarik, tampilan saya justru seperti lepet dengan kulitnya yang menempel ketat. Nah yang paling membuat saya stress adalah dua celana jeans model skinny yang beberapa bulan lalu masih bisa saya pakai, namun kini hanya bisa muat sebatas dengkul saja, ogah ditarik hingga keatas. Padahal celana jeans ini termasuk baru dan saya membelinya sebanyak dua buah sekaligus karena terprovokasi oleh diskon besar. Saat itu saya juga  sukses menurunkan berat badan dengan diet OCD a la Dedy Corbuzier. 

Untuk diet kali ini, saya menerapkan pola makan sehat dan menghitung tiap kalori makanan yang saya masukkan ke mulut. Makanan harian saya lebih didominasi dengan sayur, buah, protein yang berasal dari dada ayam, ikan, telur, dan produk kedelai seperti tempe dan tahu. Saya tidak menyantap karbohidrat yang berasal dari padi-padian, gandum, atau umbi-umbian. Semua kebutuhan nutrisi yang diperlukan saya pantau melalui website Cronometer yang memang canggih menghitung kandungan nutrisi setiap makanan yang disantap dengan detail. Anda juga bisa menggunakan website ini secara gratis dengan mendaftarkan diri pada link disini.


Tahukah anda bahwa 1 butir telur ukuran medium seberat 70 gram mengandung 261 mg cholesterol dan kalori sebanyak 108 kcal? Batasan maksimal cholesterol yang diperbolehkan hanyalah 200 mg perhari. Nah setiap pagi saya selalu menyantap dua butir telur (orak-arik atau rebus) bersama 100 gram jamur dan 1 butir tomat, total kalori sarapan pagi saya hanyalah 263 kcal namun total cholesterol-nya mencapai 522,2 mg! Cholesterol sebanyak itu ternyata hanya disumbangkan oleh kuning telur, sementara putih telur bebas cholesterol sama sekali. Ditambah lagi di hari yang sama saya juga mengkonsumsi protein hewani lainnya yang juga mengandung sejumlah cholesterol di dalamnya seperti dada ayam dan ikan. Jadi bayangkan betapa banyaknya cholesterol yang saya masukkan ke tubuh setiap hari.

Sejak menyadari bahwa dua butir kuning telur yang saya santap telah melebihi batasan cholesterol harian maka sekarang saya hanya menggunakan putih telurnya saja. Walau kuning telur tentu saja kaya gizi, protein dan vitamin, namun saya bisa menggantikan perannya dengan bahan makanan lainnya yang juga memiliki kandungan protein dan vitamin yang baik tanpa kandungan cholesterol yang tinggi seperti dada ayam, ikan (terutama salmon), tahu dan tempe.


Setiap pagi, tiga butir putih telur saya scramble bersama jamur dan tomat sebagai sarapan pagi dan menyisakan tiga butir kuning telur di chiller. Lambat laun tabungan kuning telur pun semakin banyak dan membuat saya mulai membuka-buka daftar simpanan resep. Mencari resep cake dengan jumlah kuning telur yang banyak tentu saja bukanlah pekerjaan susah, kebanyakan resep cake dari Indonesia umumnya menggunakan kuning telur dalam jumlah yang banyak untuk menghasilkan cake dengan cita rasa yang sedap serta tekstur yang lembut dan moist. Cake seperti lapis legit, lapis surabaya dan bika ambon hanyalah contoh beberapa jenis cake dengan kuning telur 'berjibun' yang seringkali membuat saya terjengit kala membacanya. Salah satu resep lapis legit dari sebuah buku resep ternama menggunakan tiga puluh delapan kuning telur membuat saya langsung mencari kalkulator untuk menghitung jumlah cholesterolnya. ^_^

Nah resep dari blog Table for 2  or More yang saya gunakan ini sebenarnya menggunakan tiga puluh butir kuning telur, namun karena saya hanya memiliki dua belas butir kuning telur maka jumlah kuning telur di resep saya kurangi. Agar adonan cake tetap bervolume maka saya juga menambahkan enam butir telur utuh. Walau jumlah telur yang digunakan sebenarnya cukup banyak namun versi ini jauh lebih ekonomis dibandingkan dengan resep lapis legit lainnya dan tekstur cake tetap lembut dengan rasa yang sedap. 


Membuat cake lapis legit sebenarnya sangat mudah, jauh lebih mudah dibandingkan membuat chiffon cake. Cake ini hanya memerlukan kesabaran dan waktu karena proses memanggang layer demi layer cake yang tentunya lebih lama dibandingkan ketika anda memanggang satu loyang cake secara sekaligus. Nah yang membuat cake ini memiliki harga yang cukup mahal ketika dijual di pasaran adalah karena bahan-bahan yang digunakan. Bayangkan saja, untuk membuat satu loyang cake dengan diameter 20 cm maka diperlukan hampir setengah kilogram mentega dan berton-ton kuning telur. Rasa lezat lapis legit terutama disumbangkan dari lemak yang digunakan, mentega dengan kualitas yang baik tentu saja akan memberikan rasa yang milky, tekstur yang lembut, rasa yang lebih gurih dan sedap dibandingkan jika menggunakan margarine. Walau tentu saja margarine tetap bisa digunakan untuk membuatnya atau campuran mentega dan margarine dengan perbandingan 1 : 1.


Rasa lapis legit sendiri menurut saya cenderung biasa saja, kekuatan cake ini memang terletak pada teksturnya yang luar biasa lembut. Nah agar rasanya tidak membosankan maka biasanya bubuk spekuk yang merupakan campuran kayu manis, cengkeh, dan pala ditambahkan ke dalam adonan. Skip saja bubuk spekuk dari resep jika anda tidak menyukainya. 

Sekarang kita bahas proses pembuatannya. Sebenarnya tidak ada yang unik dalam proses pembuatan adonannya. Mentega dan gula pasir harus dikocok hingga smooth, mengembang, dan tampak berwarna lebih putih dan pucat. Proses creaming ini merupakan salah satu faktor penting untuk membuat tekstur cake menjadi lembut dan mengembang. Berapa lama waktu mengocoknya? Banyak yang mengajukan pertanyaan ini ke saya, dan terus terang jawabannya bisa bervariasi tergantung dari jenis mixer yang anda pergunakan. Hand mixer Phillips seperti yang saya pakai memerlukan waktu sekitar lima hingga tujuh menit, namun heavy duty mixer dengan power yang lebih kuat pastinya akan lebih singkat waktunya. Jadi saran saya gunakan insting anda dengan memperhatikan tekstur adonan baik-baik. Mentega harus terlihat seperti cream yang ringan, mengembang dan berwarna putih tulang. 


Untuk proses pemanggangannya, lapis legit memerlukan oven dengan model pengapian atas dan bawah. Ketika awal dipanggang maka oven di set di api atas-bawah untuk membuat seluruh bagian cake matang, dan ketika lapis demi lapis adonan cake ditambahkan maka cake dipanggang hanya dengan menggunakan api bagian atas saja. Dengan cara ini maka lapisan cake paling bawah menjadi tidak gosong serta api atas akan membuat permukaan cake menjadi kuning kecoklatan. Panggang hingga permukaan cake benar-benar tampak kecoklatan, tujuannya adalah agar lapisan menjadi terlihat kala adonan berikutnya dimasukkan. Tahapan ini sepertinya kurang maksimal saya lakukan. Karena lapisan yang tipis dan ketakutan cake menjadi gosong maka cake kurang saya panggang hingga kecoklatan warnanya.  Akibatnya antar lapisan cake di lapis legit yang saya buat menjadi kurang terlihat.

Selain pemanggangan dengan menggunakan api atas, maka cara lain untuk mencegah cake menjadi cepat gosong adalah dengan memanggang cake dengan teknik semi water bath. Berbeda dengan teknik water bath dimana loyang berisi adonan dimasukkan ke dalam loyang lain berisikan air panas, maka untuk teknik kali ini loyang berisi air panas hanya diletakkan di dasar oven, sementara loyang berisi cake terletak di rak kawat di atas loyang air panas. Uap air yang terbentuk dengan cara ini akan membuat panas oven menjadi tidak terlalu tinggi, cake pun menjadi lebih moist dan mencegah lapisan cake di bawah menjadi gosong. 

Wokeh saya rasa untuk proses pembuatannya sudah cukup jelas, dan sekarang bagaimana dengan hasilnya? Well, membuat cake ini benar-benar siksaan! Di satu sisi saya sedang menghindari makanan berlemak dengan kandungan cholesterol yang berat seperti ini namun disisi lain, saya harus tetap mencicipinya demi bisa memberikan ulasan hasilnya ke anda. Alasan yang dibuat-buat! Tapi apapun alasannya, sejujurnya saya memang tidak tahan untuk segera mencaploknya seiris, ketika makhluk seksi ini telah matang. Hanya seiris saja, swear! Dan rasanya yummy!

Berikut resep dan prosesnya ya! ^_^


Lapis Legit Prune
Resep diadaptasikan dari hasil blog Table for 2.... or More - Prune Layer Cake 2

Untuk 1 buah cake dengan loyang ukuran 20 x 20 cm (bisa menggunakan ukuran 23 x 23 cm)

Tertarik dengan resep cake lainnya? Silahkan klik link di bawah ini:
Pillowy Japanese Cheesecake
Pandan Chiffon Cake dan Tips Sukses Membuatnya
Cake Chiffon Jeruk

Bahan cake:
- 450 gram mentega (unsalted butter), suhu ruang
- 150 gram gula pasir
- 2 sendok teh vanilla extract, atau 1 sendok teh vanilla essence atau 1/2 sendok teh vanilli bubuk
- 1/2 sendok teh garam, skip jika anda menggunakan salted butter
- 6 butir telur, suhu ruang
- 12 kuning telur, suhu ruang
- 1 kaleng susu kental manis
- 1 sendok teh bubuk spekuk (skip jika tidak suka)
- 240 gram tepung terigu protein sedang

Bahan lain:
- 1 bungkus prune (340 gram). Belah menjadi 2 bagian dan tipiskan

Cara membuat:
Persiapan


Siapkan loyang, saya menggunakan ukuran 20 x 20 cm. Olesi permukaan loyang dengan margarine. Kemudian lapisi permukaan loyang dengan kertas baking yang telah dipotong sesuai dengan ukuran loyang. Lebihkan sisi kertas baking agar ketika cake matang anda tidak perlu membalikkan cake namun cukup menarik sisi kertas baking yang menjulur keluar loyang. 

Siapkan alat untuk menipiskan permukaan cake, biasanya terbuat dari plastik dengan gagang diatasnya. Karena saya tidak memiliki alat khusus ini maka saya menggunakan mangkuk persegi 4 atau anda bisa menggunakan alat lainnya yang memiliki permukaan datar. Bungkus alat dengan kertas baking agar tidak lengket di cake kala digunakan untuk menipiskan permukaan lapis legit. Sisihkan. 

Siapkan oven, set di suhu 170'C, api atas dan bawah. Letakkan sebuah loyang yang cukup tinggi di dasar oven, tuangkan air panas mendidih ke dalam loyang tersebut. Loyang berisi air berfungsi membuat suhu oven tidak terlalu tinggi sehingga bagian dasar cake tidak gosong ketika lapis demi lapis cake kita panggang.  Letakkan rak pemanggang diatas loyang berisi air panas.

Siapkan prune, belah menjadi dua bagian dan tipiskan dengan menekannya dengan dasar gelas/piring. Jumlah prune tergantung dengan banyaknya layer yang akan anda buat. Prune akan ditebarkan disetiap lapisan cake jadi pastikan jumlahnya cukup. Saya menggunakan 9 buah prune di setiap lapisan cake, dengan 9 lapis cake maka saya memerlukan 81 buah prune. Sisihkan 9 prune dengan bentuk terbaik untuk diletakkan di lapisan cake paling atas. 

Membuat cake


Siapkan mangkuk, masukkan mentega dan gula pasir. Kocok dengan mikser hingga tercampur rata, sekitar 2 - 3 menit dengan mikser tangan yang saya gunakan. Masukkan garam, dan vanilla extract, kocok hingga mentega menjadi smooth, mengembang ringan, sangat lembut dan warnanya berubah menjadi lebih pucat. Sekitar 5 - 6 menit dengan mikser tangan. 

Bersihkan bagian tepi mangkuk dengan spatula agar semua mentega bisa terkocok dengan baik dan rata. 

Note: lamanya mengocok tergantung dengan mikser yang anda gunakan, perkiraan waktu mengocok yang saya berikan mungkin berbeda ketika menggunakan mikser yang berbeda. Mikser heavy duty akan memberikan hasil lebih cepat dibandingkan mikser tangan, jadi saran saya perhatikan tekstur, bentuk dan warna adonan untuk hasil yang lebih tepat.


Tambahkan telur satu-persatu, jangan memasukkan telur sekaligus banyak karena akan membuat adonan mentega bergerindil dan pecah. Kocok sekitar 2 - 3 menit pada setiap penambahan telur, berikan telur kesempatan untuk terkocok dan tercampur baik dengan adonan mentega sebelum dimasukkan telur berikutnya. 

Untuk kuning telur, anda bisa memasukkan 2 atau 3 kuning telur sekaligus, dan kocok dengan baik sebelum menambahkan porsi kuning telur berikutnya. 

Jika adonan sudah tercampur dengan baik masukkan susu kental manis dalam 2 tahap, kocok dengan baik dalam setiap tahapan hingga menjadi adonan yang tercampur dengan baik. Matikan mikser.

Masukkan tepung terigu + bubuk spekuk (jika pakai) dengan cara diayak langsung di permukaan adonan. Aduk adonan perlahan dengan spatula hingga tercampur dengan baik.  Bagi adonan menjadi 10 bagian, atau saya telah menghitung berat adonan dan membaginya menjadi 10 bagian, jadi kira-kira berat masing-masing layer adalah sekitar 160 s/d 165 gram.


Tuangkan satu porsi adonan ke permukaan loyang yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Ratakan dengan spatula, kalau perlu sedikit hentakkan loyang perlahan agar adonan melebar dan menutupi permukaan loyang dengan merata. 

Tata 9 buah prune di permukaan adonan. Panggang cake dengan menggunakan api atas dan bawah,  hingga permukaan cake menjadi kecoklatan. Jika permukaan cake masih pucat kekuningan walau telah mengeras, lanjutkan memanggang. Permukaan cake yang kecoklatan ini akan membuat lapisan-lapisan di cake terlihat jelas. Dengan oven listrik saya memerlukan waktu sekitar 15 menit. Tapi kembali lagi saya tegaskan beda oven akan membuat waktu memanggang berbeda, jadi anda tetap harus melihat kondisi cake yang anda panggang untuk hasil yang tepat.

Keluarkan loyang berisi cake dari oven, kemudian ratakan permukaan cake dengan alat yang yang telah kita siapkan di awal. Tekan-tekan perlahan permukaan cake hingga menjadi rata permukaannya. Kemudian tuangkan kembali porsi adonan berikutnya ke permukaan cake, ratakan dengan spatula, sedikit hentakkan agar tebalnya sama dan tata prune di permukaannya.

Matikan api bawah oven dan panggang cake dengan menggunakan api atas saja hingga matang kecoklatan. Ulangi prosesnya hingga semua porsi adonan dan prune habis. Pada saat lapis terakhir hidupkan api bawah, panggang cake dengan api atas-bawah hingga seluruh cake matang dan permukaannya terlihat kuning kecoklatan. Sekitar 20 menit dengan oven yang saya gunakan. Matikan oven.


Keluarkan loyang berisi cake dari oven, biarkan uap panasnya hilang sekitar 5 menit. Sisiri tepian cake dengan pisau tajam, kemudian angkat cake dengan menarik kertas baking yang menjulur keluar loyang. 

Lepaskan kertas dan biarkan cake dingin sempurna di rak kawat. Potong-potong cake jika benar-benar telah dingin. Sajikan. Yummy!



84 komentar:

  1. Waaaah... menggoda sekali rupanya... mantap, mb Endang! Must try this :-)

    BalasHapus
  2. Mbak, istri saya suka skali dgn web mbak, udh nyoba beberapa resep n sukses. Mo nany, prunenya bs diganti g atw dskip? Thx

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mas Yudi, thanks yaa sudah menyukai JTT. Skip saja prunenya ya, lapis legit tanpa prune juga enak kok.

      salam buat istri tercinta yaaa

      Hapus
  3. Mantep nih, kebetulan saya suka sama lapis legit

    BalasHapus
  4. Alhamdulillah akhirnya resep ini jadi nyata hahaha matursuwun mba Endang...luv you full

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba indah, thanks ya mba, moga suka setelah dicoba yaaa

      Hapus
  5. kalo gak ada api atas, bisa gak yah mbak ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba, sayangnya lapis legit harus pakai api atas ya mba, kalau kurang dipnggng diatas nanti lapisannya kurang kelihatan

      Hapus
  6. Klo pake oven api bawah saja bisa gak mbk?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa, hanya saja kurang maksimal, karena adonan harus dipanggang hingga permukaannya kelihatan dan itu bs dilakukan kalau pakai api atas, kalau permukaannya kurang coklat maka lapisan cake kurang terlihat

      Hapus
  7. mentega, kuning telur dan skm sekaleng. Duh gustiiii berapa kolesterol yang bakal numpuk di tubuh ya. Masih syerem deh mbak mau bikin ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya jangan dimakan seloyang mba Rina, bisa kena stroke ntar hehehe. Seiris seberat 100 gram still acceptable kok, sisanya bsa dibagi2 dan membuat every body happy ^_^

      Hapus
  8. halo mbak..ini resep yang ditunggu dari dapur justtryandtaste
    sebelumnya udah pernah bikin dari resep lain pengen coba yang ini mudah2 seperti biasa berhasil

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba deana, thanks ya, moga resep yang ini juga disuka ya, sukses selalu!

      Hapus
  9. Lalu...mba endang, sy jadi penasaran brp jumlah kolesterol untuk seiris kue ini, jd takut baca pendahuluannya tentang kuning telur. Klo kuenya enak kayanya ga cukup seiris deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba yani, total cholesterol untuk cake ini dr kuning telur + mentega sekitar 4287 mg ya, jadi kalau 1 loyang cake diris jadi 30, seirisnya mengandung kolesterol sekitar 140 mg. ini cara bodo2an saja buat menghitungnya ya, mungkin hasilnya gak terlalu akurat.

      jadi, ya memang hanya makan seiris saja ya mba,

      semua makanan kembali lagi ke masalah porsi. walau sehat bergizi kalau jumlahnya berlebihan tetap tidak baik untuk kesehatan.

      Hapus
  10. Hai mba endang.... Sy fans berat blog ny mba, thanks atas resep2 yg oke punya, dah coba bbrp resep ny dan berhasil...Btw ada resep bika ambon ga mba? Sy sdh selancar k beberapa blog belum ketemu yg sreg d hati...
    Any way thanks y mba, semoga menjadi ladang amal bt mba endang udh berbagi resep, step by step, tips and trik

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba amel, thanks ya sudah menyukai JTT. bika ambon saya belum coba mba, ntar kalau sudah ketemu resep yang mantap pasti akan saya coba mba. Thanks yaa

      Hapus
  11. Mbak endang mau nanya donk, kuning telur bisa tahan berapa lama ya mbak di kulkas? Ga harus di taruh di freezer kah? di tunggu jawabannya ya mbak,, makasih,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba anggun, pengalaman saya 1 minggu ya mba, saya masukkan tupperware tertutup rapat. Tapi pagi ini saya coba bekukan saja, untuk 4 kuning telur harus ditambah 1 sendok teh gula pasir dan kocok rata, supaya gak gumpal kuningnya ketika dicairkan. Saya belum buktikan sih apakah benar2 gak gumpal hehehhe

      Hapus
  12. hi mbak endang, aku fans berat blog ini loh...resep hokaido milky loaf nya aku praktekkan berulang ulang
    tp kl dapat resep begini yg model api atas bawah sedih deh krn aku cuma punya otang aja
    gimana menyiasatinya ya?
    galuh jogja

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba galuh, thanks ya sharingnya dan terima kasih sudah menyukai jtt.

      bukan berarti nggak bs pakai otang ya, hanya saja memang kurang maksimal. kendalanya biasanya permukaan kurang coklat dan lapisan antar adonan kurang terlihat. Menyiasatinya untuk lapis legit mba bisa taburkan coklat bubuk antar lapisan atau bikin dua warna saja. Adonan dibagi dua dan satu diberi coklat bubuk, dan lainnya polos. dan panggang berseling2.

      Hapus
  13. Resep ini tak tunggu-tunggu mbak. Makasih ya...segera tak eksekusi

    BalasHapus
  14. Mbak Endang
    Kalo Prunenya aku ganti ama Kurma apa bisa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba Ivana, bisa ya mba, pakai kismis juga bisa kok, atau buah kering lain, atau gak usah pakai buah kering juga gak papa ya, tetap oke.

      Hapus
    2. Mbak Endang nanya lagi. Yg loyang diisi air mendidih kan ditaruh di bagian oven plg bawah. Dan loyang kuenya tepat berada diatas loyang air atau bisa ditaruh di tengah-tengah oven, jadi ada jarak antar loyang air dan loyang kue...thank you Mbak Endang ^^

      Hapus
    3. Hai Mba Ivana, bisa ada jarak kok, yang penting ada loyang air di dalam oven supaya suhu oven gak ekstrim dan ada uap air yang membuat cake tetap moist.

      Hapus
  15. mba endang yg keren ...hhhee minta lagi dong resep yang cara buatnya kocok mentega dulu baru masukin telur. soalnya kalo kocok telur dulu suka bantat cos adonan telurnya turun lagi setelah dikasih terigu dan mentega.

    tks ya mb

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba Lulu, banyak sekali resep cake JTT yang mengocok mentega dulu baru telur dimasukka satu perstu. Contohnya ini ya:
      http://www.justtryandtaste.com/2015/07/resep-cake-tape-belanda.html

      Hapus
    2. Asalamualaikum, mba bisa ha ya bikin kue ini pake oven yg jadul itu yg pake kompor biasa?

      Hapus
    3. halo, sebaiknya lapis legit pakai oven yang punya pengapian diatas karena dipanggang dr atas supaya terbentuk lapisan kecoklatan dan bagian bawah cake gak gosong ya

      Hapus
  16. hai mba~ aku mau nanya panggangnya sebaiknya di rak tengah atau atas ya? lalu, merek oven yg dipakai mba apa? soalnya oven saya oven listrik cosmos yg kecil kurleb 9 ltr kak dan sya msih pemula. saya masih suka bingung untuk soal posisi rak dan menggunakn api apa untuk memanggang.. mohon bntuannya mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mb vera, saya pakai oven listrik merk sico, saya pakai rak bawah, loyang biasanya suka saya lapisi loyang lain yang tipis, api atas bawah. tapi oven beda2 yaaa, jadi dicoba2 saja posisi mana yang oke dan suhu pasnya

      Hapus
  17. mba tanya dong resep dari mba kan mentega di kocok trus dimasukan telur tapi ada yang mentega di kocok terpisah dan telur dikocok juga (seperti adonan bikin lapis surabaya) sebenarnya apa bedanya ya. lebih enak mana hasil kuenya mba? trimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba ester, pengalaman saya membuat lapis legit baru sekali ini dengan teknik diatas ya, jadi sya tidak bs memberikan perbedaannya. mungkin sama saja ya hehehhe

      Hapus
  18. Makasih banget mbak endang buat blognya...kereeeen banget resep2nya. Aku mau nanya apakah ada saran atau resep buat sisa putih telor yang berton ton itu? Soalnya kemaren aku bikin nastar (pake resep mbak endang dan jadinya enak banget) juga sisa banyak putih telor. Makasih sebelumnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Mba, saya justru butuh putih telur buat scramble egg saat sarapan hahhahha. Disimpan di freezer bisa atau bikin kue ya, sayangnya resep kue2 dri putih telur saya sangat terbatas mba.

      Hapus
  19. Halo mba endang, penukaran api atas saja pada saat sudah sampai lapis ke 5 kah? Dari total 10lapis? Thank you

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mb vivi, lapisan pertama pakai api atas bawah, lapisan kedua dst pakai api atas saja, lapisan terakhir pakai api atas bawah

      Hapus
    2. terima kasih mba endang infonya, banyak membantu tuk para newbie

      Hapus
  20. Mbak... aku bikin berkali2 tp adonannya pecah trs, perasaan udah satu satu naro telornya...butuh les privat nih sm mbak endang soalnya anak2 suka buangettttt sm rasanya. Boleh gak les aja sm mbak endang? Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba sri, tipsnya kocok agak lama sampai adonan mentega tidak terlihat berair, kalau masih berair kocok saja terus. Adonan pecah sebnarnya masih bs tetap mengembang kok mba

      Hapus
  21. Balasan
    1. bisa ya, skip saja garam di resep kalau pakai salted butter

      Hapus
  22. Mbak, aku sering cobain resepnya.. Tapi resep yg ini aku gagal ni, kue nya keras dan ga lembab.. Kering banget, kira2 apa yang salah ya mbak? Tetep ni mau coba lagi ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa banyak faktor mba Rika, bs karena over mixing, atau terlalu lama di bake ya. Proses pengocokan telur merupakan hal paling utama untuk lapsur

      Hapus
  23. Halo mbak endang.. mbak..saya sedang eksekusi resep ini.. namun adonannya jd encer sekali sewaktu memasukan susu kental manis.. jd saat memasukan terigu jd bergerindil.pdhl sudah di ayak. Akhirnya saya saring saja.. apa emang begitu tekstur adonannya encer? Lalu saat memasukan telur dan SKM pakai speed brapa mbak? Semoga kue saya ttep mengembang ni mbak.. hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. adonan tdk encer mba, kental sebagaimana tekstur adonan cake umumnya, kalau encer kemungkinan terlalu banyak mengaduk. Speed sedang saja ya

      Hapus
  24. Hai mbak endang... saya sudah bikin kue inii... berhasilll. Gak bantet. Cm agak sdkit kering. Kurang moist.. jd kyk lapis legit merek Mori*ca gituu.. wkwkwk. Pdhl udh full butter hollman. Ga pk wysman sihh.. apa krn saya gak pakai semi water bath ya? Ama manggangnya tiap lapis coklat bngt hihi. Klo yg mbak endang bikin ini teksturnya gmn? Lembut moist kah? Pakai water bath kah? Klo pk SP boleh ga ya?
    Terima kasih sebelumnya utk resepnya mbak endang..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Mba Stevany, untuk cake yang moist dan lebih lembut manggangnya memang sebaiknya pakai teknik water bath. Tapi saya sih panggang biasa saja ya dan hasilnya lembut banget, padat tapi tdk bantat ya. Saya tidak pakai SP krn kuning telur sudah sangat banyak.

      Hapus
    2. Wah brati ada yg salah dgn adonan saya ya mbak. Punya saya kering tp gak bantet. Ttep enak bngt. Cm gak berminyak aja. Ga lembab. Apa panggangnya trlalu coklat ya hmm... klo campur bahan telur pakai speed sedang brati pakai speed 2 ya? Klo speed 1 boleh ga? Sy takut jd encer lg.. adonan sy kyk sup krim jagung mbak hihi. Lalu susu kental manisnya bener 1 kaleng kan ya? Mbak endang trima kasih banyak ya utk waktunya..

      Hapus
    3. Oya maaf mbak Endang..1 lg.. boleh kah SKM dimasukan setelah mengocok mentega hingga lembut di awal? Sprti membuat butter cream gt. Baru setelah itu memasukan telur dgn speed rendah.. bs sperti itu mbak?

      Hapus
    4. hi mba, saya bingung kenapa bs encer ya, harusnya kental dan pekat ketika telur masuk. Mungkin telur belum terkocok sempurna dengan mentega sudah dimasukkan telur berikutnya, pastikan telur sudh terkocok smooth dengan mentega baru masuk telur berikutnya.

      yep SKM 1 kaleng ya

      bisa ya, SKM masuk setelah telur

      Hapus
    5. Jd encernya itu setelah dimasukkan SKM aja sih mbak. Mndadak encer bngt. Mbak endang boleh 1 lg ya nanya nya hihi. Maaf ya mbak repotinnn... boleh ga mbak kalau cara membuatnya sperti bkin lapis legit ny.liem? Jd adonan mntega dkocok trpisah sampai ngembang. Lali adonan telur dkocok terpisah smpai kental. Baru stlh itu dijadikan 1 dan dberi terigu. Resep mbak endang Bisa dibuat sperti itu ga mbak? Beda tekstur cake nya kira2 gmn ya? Trima kasih banyak mbak..

      Hapus
    6. saya belum pernah coba cara itu ya mba, silahkan jika mau dicoba ya, actually saya bikin lapis legit ini varu sekali dan ngukutin proses diatas dari buku cake Yongky hehehhe

      Hapus
  25. Bisakah resep tsb dimodifikasi mjd lapis legit keju? Trimakasih sdh bbagi resep minim kutelnya , slama ini klo makan legit khilaf di awal menyesal di akhir hahahaa. Trims

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa2 saja mba, tambah keju parut ya, saya belum pernah coba jadi takaran keju disesuaikan selera saja yaa

      Hapus
  26. Mbak, itu kertas rotiny perlu dioles mentega lg gak? Thx

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau tdk yakin dengan kualitas kertasnya karena kadang2 lengket sebaiknya dioles saja ya mba

      Hapus
  27. Mbak,klo manggang nya gak pake loyang isi air bisa gak?atau pake metode loyangnya direndem air. Thx

    BalasHapus
    Balasan
    1. resep diatas saya tdk pakai water bath mba, langsung saya panggang di oven, untuk lapis legit saya belum pernah coba pakai teknik ini ya

      Hapus
  28. Hai mba Endang. Aku gagal nih buat lapgit-nya. Apa gegara panggangnya pake oven tangkring yang ga ada api atas? Ga moist, bantet, dan gosong lapisan awal. Tapi rasanya cukup enak kata suami. Huft semangat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lho, lapis legit kudu pakai api atas mba, kalau nggak ya gosong bagian bawahnya. klau bantat bs banyak faktor, terutama karena over mixing atau mengaduk adonan tidak sempurna sehingga mentega mengendap. Cake ini banyak kandungan mentegaya.

      Hapus
    2. mbak mau tanya, butter yg mbak pakai merk apa? Kalo saya mau pakai campuran Hollman dan Wysman perbandingan-nya brp sebaiknya?

      Hapus
    3. saya pakai full wjsman, silahkan kalau mau di mix ya, takaran sesuai selera saja.

      Hapus
  29. Mba Endang, panas ovennya berapa derajat di-set nya ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Laila, saya pakai otrik 170'C, tapi kembalikan ke suhu oven masing2 ya.

      Hapus
  30. Haii mba..rhanks yah resepnya kemaren aku udh coba eksekusi nih tp kok aga kering yah pdhal smua rrsep udh sesuai n full wisman jg... Ga moist n ga berminyak sama sekali.. Ga lembut pula.. Kira2 salah dmn yah mba? Apa kebanyakan terigu yah? Soalnya saya biasa pake terigu cm 50 gr dgn telor 45 kl di resep ini kan terogu sampe 240 gr yah... Tp kue nya cantik n enakk cm ga moist n kering aja sih mba.. Terimakasih mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Heni, wah saya bingung, karena dengan mentega dan tekur sebanyak di resep hasil layer cake saya sangat moist dan lembut. Bs karena terlalu over baked mba. Menurut saya teruigu 240 gr akan tetap membuat cake moist.

      Hapus
  31. Halo mbak Endang
    1 kaleng susu kental manis berapa gram ya?
    Thx

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah saya belum pernah timbang, kalau melihat google sih sekitar 397 gram

      Hapus
  32. Terima kasih resepnya mba Endang, saya pengunjung setia di web ini...

    BalasHapus
  33. mba endang mau nanya nihh.. saya kurang suka rasa SKM.. kalo di ganti krimer semacam merk omela bisa gak ya mba.. apa pengaruh nanti sama rasa dan teksturnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa2 saja menurut saya Mba, itinya kan memberikan rasa creamy

      Hapus
  34. Mba Endang, kalau pakai telur yang disimpan difreezer dengan gula, takaran gula diresep perlu dikurangi tidak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. tergantung seberapa banyak gula di telur, sebaiknya memang takaran gula disesuaikan agar kue tdk kemanisan

      Hapus
  35. Mbak, saya kog ga sukses ya dengan Creaming method ini. Waktu telur dimasukkan, adonan jadi encer, tidak mau kental. Alhasil kue nya bantet.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Herlina, saya justru susah sukses kalau pakai cara mentega cair/minyak, hasilnya adonan turun ketika minyak masuk. Kunci mencampur telur dengan kocokan mentega adalah masukkan telur satu persatu dan selalu pastikan kocok dengan baik sebelum telur berikutnya masuk. Terlalu banyak cairan sekaligus di mentega yang bikin susah homogen dan jadi pecah

      Hapus
  36. Salam kenal mba, saya mau tanya loyang yg berisi air terus diam di oven sampai lapisan terakhir yg di panggang dgn api atas bawah atau dikeluarkan sebelum dipanggang api atas bawah . Terimakasih nd sukses selalu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya terus diamkan di oven loyangnya mba, sampai selesai cake dipanggang.

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...