Sebenarnya tidak ada yang spesial dari cake pisang zebra ini, karena bahan-bahannya sangat mudah selayaknya cake pisang lainnya yang pernah saya posting sebelumnya. Nah, yang membuatnya menarik hanyalah permainan pola berlapis di kue yang mengingatkan pada corak kulit zebra. Yah, memang tidak berwarna sama selayaknya kulit zebra yang hitam dan putih namun setidaknya memiliki pattern yang mirip. Awalnya setiap kali saya melihat cake dengan motif berlapis-lapis seperti ini seringkali saya kagum dan bertanya-tanya bagaimana proses pembuatannya. Browsing sana dan sini membuat saya jadi tahu bagaimana membuat pola garis bak zebra ini. Ternyata caranya sangat mudah bahkan bagi pemula seperti saya sekali pun. Kuncinya hanyalah dua adonan dengan warna yang berbeda dituangkan secara bergantian sesendok demi sesendok ke dalam loyang. Adonan akan membentuk lapisan yang akan tetap bertahan setelah kue dikukus atau dipanggang.
Cake ini sendiri saya buat dalam dua versi yaitu panggang dan kukus, namun terus terang saya akui versi kukusnya lebih lezat, lembut dan sangat moist. Jadi rekomendasi saya untuk anda adalah untuk mencoba versi kukusnya saja dibandingkan yang di oven. Ide kue ini sendiri awalnya karena saya telah terlanjur memborong banyak sekali pisang emas yang imut dan manis di Pasar Minggu dua minggu yang lalu. Sebagai informasi yang tak penting, saya seringkali tak tahan jika melihat jajaran pisang, ubi jalar, labu kuning atau talas di pinggir jalan berlalu begitu saja, karena di kepala saya pasti telah penuh berkecamuk dengan aneka ide untuk mengolahnya menjadi berbagai kue dan makanan. Terkadang, walau mati-matian saya telah berusaha mengerem agar tidak tergoda untuk membelinya namun kaki saya seakan tidak bersedia berkompromi. Seperti biasa tahu-tahu saya telah melangkah ke arah gerobak abang penjual buah dan melakukan aksi tawar menawar. Apalah daya. ^_^
Untuk membuat cake pisang kukus zebra ini saya membagi adonan menjadi dua bagian, masing-masing saya tambahkan pasta black forrest yang telah lama saya simpan di kulkas dan pasta pandan. Hijau dan coklat sepertinya bukan kolaborasi yang terlalu cantik karena keduanya cenderung gelap, jadi anda bisa bereksperimen dengan menggunakan warna lainnya. Sebagaimana cake lainnya yang sering saya buat, semua bahan di cake ini cukup anda cemplungkan jadi satu di dalam wadah, aduk dan kukus hingga matang. Mudah kan?
Berikut resepnya ya.
Untuk 2 buah loyang cake diameter loyang 20 cm
Bahan:
Cara membuat:
Siapkan loyang bulat diameter 20 cm. Olesi mentega dan taburi tepung pada permukaannya. Sisihkan. Siapkan dandang kukusan, beri air agak banyak. Panaskan hingga air mendidih.
Siapkan mangkuk, masukkan bahan kering seperti tepung terigu, garam, vanili bubuk, baking powder dan baking soda. Aduk hingga rata menggunakan spatula.
Siapkan mangkuk besar, masukkan pisang lumat, gula, minyak dan telur kocok, aduk menggunakan spatula hingga tercampur dengan baik. Tuangkan campuran tepung ke dalam adonan pisang bagi dalam dua tahap. Aduk perlahan dengan spatula hingga tercampur baik.
Note: jika tepung bergumpal-gumpal, mikser sebentar dengan kecepatan rendah sekitar 1 menit hingga tepung bercampur baik dan gumpalan hilang.
Bagi adonan menjadi dua bagian, satu bagian diberi dengan pasta coklat atau pasta black forrest sementara bagian lainnya diteteskan dengan pasta pandan hijau. Aduk hingga tercampur rata.
Menggunakan sendok sayur tuangkan satu sendok adonan coklat ke dasar loyang. Kemudian dengan sendpk sayur yang memiliki ukuran yang sama ambil adonan hijau dan tuangkan secara hati-hati di atas adonan coklat yang telah kita tuangkan sebelumnya di loyang. Lakukan kegiatan ini secara berselang-seling hingga hampir mencapai tinggi loyang. Jika anda menggunakan loyang bulat diameter 20 cm maka adonan bisa untuk dua buah loyang cake.
Masukkan loyang berisi adonan ke dalam kukusan yang telah panas mendidih. Tutup permukaannya dengan kain bersih yang menyerap air. Tutup rapat dengan penutup kukusan.
Kukus selama minimal 45 menit dengan api sedang tanpa dibuka sama sekali selama proses pengukusan. Jika cake telah matang, keluarkan dari dalam kukusan, biarkan sejenak hingga hilang uap panasnya. Balikkan cake di piring dan potong-potong sesuai selera.
Cake siap disajikan. Yummy!










Holaaaa Mba Endang... Semalem sy bikin cake ini, krn di rmh banyak pisang, dan gak keburu dimakan semua akhirnya jd kematengan pisangnya. Hmmmm yummy sekali... pisangnya berasa, moist, empuk, tdk berminyak dan mengenyangkan. Tekstur cake nya sih udah bagus, sayang sy kurang banyak tambahin pasta pandan dan coklatnya, akhirnya cake nya jd bule deh dan warnanya krg menarik. Dan loreng2 zebranya jd ga keliatan huhuhu..... tp biar begitu tetap aja ludes hehe.... next time sy mau bikin yg lbh bagus lagi.... daaaa mba..... Oya mba pake pasta pandan merk apa yg wanginya natural dan warnanya bagus? sy pakai cap kupu2. Please infonya. Salam Juliet.
ReplyDeleteHolaaa Mba Juliet, hahahah mantep deh. Saya pakai merk kupu-kupu juga kok, memang agak banyakan ya ngasih pewarnanya, soalnya kalo dikukus jadi agak buram. Kalo pasta coklatnya saya pakai pasta black forrest, lebih pekat dan gelap, sedikit saja sudah cukup membuat warna adonan menjadi coklat. Thanks atas sharingnya ya.
DeleteOk mba thx atas infonya. Keep innovating.... Saya tunggu resep berikutnya.
ReplyDeleteOke, thanks!
Deleteminyak sayur bisa diganti margarin leleh atau minyak goreng gak mbak ?
ReplyDeleteBisa kok, diganti mentega/margarine leleh lebih mantep ^_^
Deletesaya sudah coba resepnya..enek mb..
ReplyDeleteterima kasih mb^^
Halo, thanks atas sharingnya ya dan senang sekali resepnya disukai ^_^.
Deletembak, boleh enggak pake lpyang persegi? apakah bentuk zebra-nya bisa berhasil dengan loyang persegi? trus teknik menuangnya sama aja ya? oya, antara pasta coklat dg coklat bubuk yang dilarutkan dalam adonan ada perbedaan rasa enggak? soalny sering juga saya baca untuk coklatnya pasti disuruh larutkan 1sdm pasta coklat.
ReplyDeleteHalo Mba Ayu, bisa kok pakai loyang persegi dan masih tetap berbentuk zebra. Teknik menuangnya sama saja ya. Secara rasa nggak ada perbedaan, secara aroma sepertinya yang pasta lebih harum ya. Pasta juga lebih mudah larut dan tidak bergerindil seperti coklat bubuk.
DeleteMbak...jadi itu nanti rasa cake nya rasa pandan sama coklat ya mbak?hehehe maklum pemula mbak nga gt ngerti..atau pasta itu cuma buat warnain aja...kalo pengen rasa coklatnya nendang gimana mbak?tq ya mbak before...
ReplyDeleteHalo, yep karena saya pakainya pasta pandan jadi selain berwarna hijau juga beraroma pandan, kalau hanya memakai pewarna hijau biasa juga bisa ya.Supaya coklatnya terasa tambahkan coklat bubuk yang kualitasnya baik sekitar 20 gram dan coklat blok leleh sekitar 150 gram.
Deletehai mbak Endang! Aku mau nanya, apa semua cake yang dipanggang itu bisa dikukus juga? atau kalau ingin merubah cake panggang jadi kukus, apa bahannya ada yg diubah juga? aku masih pemula bgt nih,minta tolong pencerahannya yach hehe.. makasih bgt sebelumnya. (Arma)
ReplyDeleteHalo Mba Arma, pada dasarnya cake yang dipanggang bisa dikukus dan sebaliknya, hanya saja pastikan mentega/margarine takarannya sesuai untuk cake panggang, karena cake panggang cenderung kering sehingga mmebuthhkan butter lebih dibandingkan kukus yang moist karena uap air. Tentu saja ada cake panggang yang gak bisa dikukus seperti cheesecake, japanese cheese cake, souffle dan masih banyak lagi hehehhe
DeleteMbak mau nanya bagian "Siapkan mangkuk besar, masukkan pisang lumat, gula, minyak dan telur kocok..".
ReplyDeleteMaksudnya telor kocok lepas atau giman? Makasih.. Sukses selalu ya mbak!
Kocok lepas ya, sudah saya cantumkan di daftar bahannya.
DeleteHaha...aku gagal membentuk corak zebra pada kue yg aku buat. Tapi ga apa, yang penting rasanya mantap. Thanks resepnya.
ReplyDeleteIni gambar kue yg aku buat:
http://img255.imagevenue.com/img.php?image=938754458_DSC02181e_122_151lo.jpg
Hai, gpp gak bentuk corak yang penting rasanya maknyus ya, next time kalau coba lagi kan jadi tahu kekurangan n kelebihannya dimana. Btw, saya dah lihat fotonya, kelihatannya maknyus, dan lembuttt. Thanks for sharing ya!
Delete