11 March 2012

Obsesi Roti 16: Weekend ini? Pizza bun yang gurih dan super tasty!


Ahh, weekend pun tiba! Bagi anda, kaum Ibu pekerja, yang telah bersibuk ria dari Senin hingga Jumat maka ketika libur akhir pekan tiba masih harus dipusingkan kembali dengan kegiatan untuk mengisi hari libur di rumah. Apalagi sepertinya semua anggota keluarga menuntut perhatian ekstra setelah lima hari waktu anda dihabiskan di luar. Hmm, biasanya jika libur akhir pekan seperti ini paling mudah memang diisi dengan mengajak keluarga  mencicipi hidangan di restoran yang belum pernah dicoba, atau berpiknik ke obyek wisata. Nah, bagaimana jika kali ini anda gunakan untuk menghidangkan makanan hasil karya dapur sendiri untuk keluarga yang mantap disantap sambil menonton televisi atau mungkin sebagai bekal piknik yang lezat namun cukup mengenyangkan. Untuk alasan itu semua saya menyarankan anda mencoba pizza bun yang mudah proses pembuatannya ini dan saya jamin tidak ada satu pun anggota keluarga anda yang sanggup untuk menolaknya. ^_^



Pizza bun ini sebenarnya adalah sejenis roti gulung yang diisi dengan daging cincang berbumbu. Namun yang membuatnya menjadi unik adalah topping saus pizza dan parutan keju di atasnya yang membuatnya sekilas tampak seperti sebuah pizza mini yang unik. Roti untuk pizza bun ini sangat empuk dan tetap bertahan hingga keesokan harinya di suhu ruang bahkan dalam kondisi terekspos udara terbuka. Ini karena adonannya mengandung air yang cukup banyak sehingga teksturnya lembek dan terus terang agak sedikit merepotkan kala menguleninya, apalagi bagi anda yang tidak terbiasa membuat roti sendiri di rumah. 


Tips untuk menguleni adonan yang lembek seperti ini adalah selalu lumuri tangan anda dengan tepung sehingga permukaan tangan tidak langsung bersentuhan dengan adonan. Gunakan gerakan yang ringan dan jangan terlalu keras ketika menekan adonan, tekanan yang keras akan membuat bagian dalam adonan yang basah terbuka dan menempel di tangan. Cara paling mudah adalah dengan menarik adonan menggunakan ujung-ujung jari berlumur tepung dan menumpukkan adonan yang ditarik tersebut ke atasnya. Lakukan gerakan ini berulang kali hingga adonan menjadi tercampur dengan baik. Selalu taburkan tepung di permukaan meja tempat anda bekerja dan kikis adonan yang menempel menggunakan pisau. Jangan tergoda untuk menambahkan tepung banyak-banyak ke dalam adonan, adonan memang memiliki tekstur yang lembek. 


Jika anda mengira bahwa adonan harus diuleni hingga benar-benar kalis, lentur, liat, elastis dan bebas lengket maka sebenarnya tidak harus hingga tercipta kondisi seperti itu. Saya hanya menguleninya sekitar sepuluh menit dan ketika adonan terlihat telah tercampur dengan baik maka saya hentikan menguleni dan adonan saya istirahatkan hingga mengembang lebih dari dua kali lipat. Kala ragi bekerja melakukan proses fermentasi maka adonan menjadi lemas dan lebih mudah untuk diajak kerjasama. Jadi percayakan saja kepada ragi untuk membantu mempermudah pekerjaan anda. ^_^


Sebagai bahan isinya saya menggunakan daging sapi cincang, resep aslinya sebenarnya menggunakan sosis yang dicincang. Anda tentu saja bisa mengganti isi pizza bun ini dengan bahan lainnya seperti ayam atau tuna cincang, sayuran seperti kacang polong, jamur dan jagung manis. Semua sedap. 

Yuk, kita lihat resep dan cara pembuatannya. 


Pizza Bun
Resep diadaptasikan dari web King Arthur Flour - Pizza Buns 

Untuk 16 buah pizza bun

Bahan adonan pizza:
Bahan A:
- 60 ml susu cair
- 1 1/2 sendok makan minyak zaitun/minyak sayur
- 130 ml air panas

Bahan B
- 1/2  sendok teh garam
- 1  sendok makan gula pasir
- 2 sendok makan susu bubuk
- 1 sendok makan tepung kentang (saya skip bahan ini)
- 260 gram tepung terigu protein tinggi (misal: Cakra Kembar)
- 1 sendok teh ragi instan (saya pakai Fermipan; pastikan fresh dan tidak kedaluarsa)

Bahan saus pizza, aduk jadi satu.
- 8 sendok makan saus spaghetti botolan
- 2 sendok makan saus sambal botolan (optional)
- 1 sendok makan gula pasir
- 1/4 sendok teh herbs mix / Italian seasoning (bumbu daun rempah-rempah)
- 1/2 sendok teh kaldu bubuk 
- 1/4 sendok teh merica bubuk 

Bahan isi pizza:
- 200 gram daging sapi cincang
- 1/2 buah bawang bombay, cincang kasar
- 1/4 sendok teh garam 
- 1/4 sendok teh merica bubuk
- 1 sendok makan minyak untuk menumis

Taburan:
- 100 gram keju Kraft mudah meleleh, parut kasar
- 50 gram keju Cheddar parut

Cara membuat: 
Dalam mangkuk atau cangkir, masukkan susu cair, air panas dan minyak zaitun, aduk rata. Campuran cairan ini akan menghasilkan cairan yang hangat. 


Dalam mangkuk besar masukkan semua bahan B, aduk rata menggunakan spatula kemudian tuangkan campuran cairan ke dalam bahan B. Biarkan cairan meresap ke dalam tepung, kemudian aduk dengan spatula hingga rata. Taburi meja kerja anda dengan tepung, tuangkan adonan ke atasnya, uleni adonan dengan gerakan ringan hingga menjadi adonan yang kalis dan tidak lengket di tangan. Kira-kira 10 - 15 menit. 

Note: Pastikan tangan anda terlumur tepung kala menguleni adonan. 


Adonan agak lengket di tangan tetapi ini tidak apa-apa jadi biarkan saja, jangan menambahkan tepung. Setelah diistirahatkan maka adonan akan menjadi lemas. Bulatkan adonan menjadi satu bulatan yang kompak.


Olesi mangkuk dengan minyak, letakkan bola adonan di mangkuk, tutup dengan kain bersih. Istirahatkan adonan selama 1 jam atau hingga adonan mengembang minimal 2 kali lipat. 

Membuat isi pizza
Sambil menunggu adonan mengembang, mari kita buat isi pizzanya.


Siapkan wajan/penggorengan, beri dan panaskan 1 sendok makan minyak. Tumisan bawang bombay hingga harum, transparan dan sedikit kecoklatan. Masukkan daging sapi cincang, merica dan garam ke dalamnya, aduk rata.

Masak hingga tumisan mengering dan matang. Angkat dan sisihkan. 

Membuat saus pizza:


Aduk semua bahan saus menjadi satu, cicipi rasanya. Harus berasa manis, asam dan sedikit asin. Tambahkan gula sesuai selera.

Membuat pizza:
Jika adonan roti anda telah mengembang sempurna maka saatnya kita membentuknya menjadi pizza bun. 


Letakkan adonan di atas meja bertabur tepung. Gilas dengan kayu penggilas menjadi bentuk empat persegi panjang dengan ketebalan 1 cm. Taburi permukaannya dengan 2 sendok makan keju cheddar parut dan 2 sendok makan keju Kraft mudah meleleh. 

Usahakan keju tersebar merata di permukaan adonan. Dengan menggunakan kayu penggilas, gilas permukaan adonan bertabur keju perlahan dengan tekanan ringan agar keju menempel di adonan.

Taburi permukaan adonan dengan tumisan daging sapi merata pada permukaannya, gulung adonan menjadi satu gelondongan panjang sambil ditekan agar padat. 


Buat goresan di tengah-tengah gulungan sebagai penanda dengan menggunakan pisau tajam, kemudian bagi lagi masing-masing bagian menjadi 4 bagian, sehingga anda memiliki 8 potongan bagian yang sama besarnya. Menggunakan pisau, potong masing-masing bagian menjadi 2 gulungan kecil. Total adalah 16 potong pizza bun.

Siapkan loyang datar anda untuk memanggang kue kering, alasi dengan kertas baking/kertas minyak. Tata masing-masing gulungan adonan dengan posisi rebah. Beri jarak pada masing-masing adonan. Menggunakan telapak tangan tekan masing-masing gulungan adonan agar isi tertekan ke dalam adonan dan memadat. 

Tutup permukaan loyang dengan plastik wrap atau kain bersih, dan biarkan adonan beristirahat selama 30 menit. Adonan mungkin tidak akan mengembang terlalu besar tetapi di beberapa bagian akan tampak sedikit perubahan.

Sambil menunggu adonan beristirahat, panaskan oven di suhu 175'C. 


Panggang pizza selama 15 menit, kondisi roti terlihat mulai kering di permukaannya tetapi tidak terlalu kecoklatan. Keluarkan dari oven tuangkan 1 sendok makan saus pizza di permukaan masing-masing roti, ratakan. Taburi dengan 1 sendok makan campuran keju cheddar parut dan Kraft mudah meleleh pada permukaannya. 


Panggang kembali selama 15-20 menit hingga permukaan pizza tampak kuning keemasan dan keju meleleh sempurna. Keluarkan dari oven dan..... siap untuk diserbu hingga ludes! Yummy!

20 comments:

  1. Salut deh ama blog ini, berkat blog ini akhirnya sy bisa bikin pizza hohoho..... walaupun agak ribet n makan waktu lama (krn nungguin adonan bangun) tp hasilnya sebanding dgn lezaaatttnya pizza ini. Alhasil begitu matang jam 10 malem, satu potong gede langsung sukses mendarat di perut. Enak sekali.... Nyam Nyam.... rasanya mmg tasty bgt, malah cenderung keasinan, mungkin krn saos nya yg sdh asin dan sy menambahkan garam lagi hehe... Anyway busway, seneng sekali hatiku.... Sesuatu bgt deh... Makasih ya mba... Juliet

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, salam kenal ya. Hehehhe, gampang kan buatnya. Kalo sudah berhasil sekali gak bakalan beli pizza di luaran. Kalo saya untuk menyiasatinya, adonan di bikin di malam hari, masukkan ke plastik besar yang diikat rapat jadi gak kena udara kulkas langsung. Besok baru di panggang.Thanks ya.

      Delete
  2. Hai mba Endang

    Apa kabar?
    mba aq mo nanya nih
    nguleni adonan pizza di resep ini ga pake mikser?
    maklum mba aq cuma punya mikser kecil (harga mikser dibawah 200rb), kl dipaksain untuk mikser adonan roti atau pizza bisa jebol mikserku
    tapi kl pake tangan apa ga pegel mba?
    ngulenin pake tangan selama 10-15 menit udah kalis y mba?

    thanks
    Mama Radit

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mamanya Radit, salam kenal ya. Saya nggak pernah pakai mikser jika menguleni adonan baik pizza atau roti, semua manual pakai tangan Mba hehehe. Soalnya mikser saya juga gak kuat buat roti mau beli yang heavy duty tabungan belum cukup.

      Diulen pakai tangan nggak berat kok karena adonannya cukup air sehingga lembut dan ringan. Uleni saja sekitar 10 menit, tabur tepung sedikit2 di meja atau mangkuk jangan langsung di adonan jika adonan masih terasa lengket. Selalu lumuri tangan dengan tepung kala memegang adonan yang belum kalis sehingga adonan nggak lengket di tangan. Coba baca resep2 roti atau pizza saya yang sebelum2nya, disana saya leboh detail bahas mengengai ulen mengulen ini.

      Nggak harus kalis2 banget juga gak papa, istirahatkan saja adonan selama 1 jam nanti pasti akan lemas dan lentur kok karena ragi bekerja buat kita. Selamat mencoba ya, gampang buanget buatnya kok ^_^

      Delete
  3. mba.. saya mau tanya ..
    besok saya mau coba buat pizza ini..
    tapi saya beli tepung segitiga biru.. bisa ga yah mba??
    apa mesti cakra kembar??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Merrysa, yep bisa kok pakai segitiga biru, tidak harus cakra kembar. Sukses ya ^_^

      Delete
    2. Mbak, dgn resep roti2an kaya gini apa bisa pakai oven tangkring?

      Delete
    3. Bisa kok Mba Merrysa, yang penting kenali ovennya masing-masing, hadi tahu kelebihan dan kekurangan, terutama sering dicoba ya. Teman saya Chanti pakai oven tangkring untuk membuat cake, roti, sus, hasilnya bagus2 saja. hehehe

      Delete
  4. Mba, minyak sayur/minyak zaitun contoh merknya yg gmn? Bs tidak diganti dgn minyak goreng biasa? Bedanya apa? Trims. Icha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Minyak sayur itu minyak goreng biasa ya Jeng, kalau terbuat dari tumbuhan (sawit, kelapa, kacang, zaitun, biji bunga matahari, kedelai) biasanya disebut minyak sayur. Merk minyak zaitun, saya suka ganti2 hahahha, saya suka pakai yang extra virgin olive oil, banyak merk dipasaran, lupa merknya hahaha. Bisa diganti minyak goreng biasa kok ^_^

      Delete
    2. Mba, sy mau bikin pizza bun ini tapi dlm porsi setengah dr bahan2 resep ini (takutnya nanti gatot. Hihihi) pertanyaannya adalah, apakah porsi ragi fermipannya jg dikurangi setengah bagian? Nuyul

      Delete
    3. Halo Mba Nurul, yep kalau mau pakai 1/2 resep maka takaran raginya juga setengah ya Non. Moga berhasil ya! ^_^

      Delete
  5. Mbak, td sy udah bikin pizza bun loh. Hasilnya sih lumayan. Tapi jadinya agak kering. Mungkin krn Sy kayaknya terlalu tipis menggiling adonanannya. Yg mau sy tanyakan adalah:
    1.setelah adonan di uleni, apa permukaan menggerinjal/tdk smooth? Soalnya td adonannya sy uleni sampai licin.
    2.Roti yg sementara dipanggang/hasilnya apa memang tidak mengembang?
    3.Sisa adonan roti sy masih banyak yg belum dipanggang. Apa bs diinapkan di kulkas? Klo bs, disimpannya di chiller/freezer? Lalu bsknya, jika ingin dipanggang kembali, apa harus didiamkan dlu d suhu kamar? Berapa menit?
    Nurul.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Nurul, sebenarnya asal saat mememotongnya nggak terlalu tipis nggak papa, mungkin terlalu lama dipanggang. Sebaiknya kalau sudah keemasan angkat saja, roti kalau terlalu over baking menjadi kering.
      Berikut jawaban saya:
      1. Adonan sebaiknya sampai smooth, artinya kalis
      2. Pizza bun ini memang tidak terlalu mengembang saat dipanggang
      3. Kalau mau dipanggang besoknya, masukkan ke dalam tupperware/wadah tertutup rapat simpan saja di chiller. Langsung dipanggang gak papa. Kalau mau diinapkan agak lama, kudu di masukkan freezer. Saat akan dipanggang kudu dicairkan dulu disuhu ruang hingga lembut kembali.

      Moga membantu ya.

      Delete
  6. omg, kayaknya sy jg motongnya tlalu tipis deh -__-"
    Mbak endang, td sy bikin 2 adonan, adonan 1, sy pakenya terigu segi tiga biru. Krn sy lupa sebaiknya klo bikin roti pake terigunya yg cakra kembar. Makanya sy bikin lg adonan dgn cakra kembar.
    Bs ga ya, adonan yg pertama, sy campurin water roux + telur biar lembut gt (fyi, adonannya udah kalis n smooth bgt n baru besok akan dipanggang) klopun bisa, brp gram terigu n airnya? U/ resep pizza bun ini, sy pake setengah dari porsi bahanmu yg diatas mbak. Nurul :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Nurul, pakai segitiga biru gak papa juga kok, ngggak terlalu berpengaruh banyak, saya juga suka stock segitiga biru karena bisa buat macam2.

      Sebaiknya kalau adonan sudah difermentasi alias sudah jadi jangan di tambahkan ini dan itu lagi, karena ragi sudah aktif bekerja dan takaran raginya juga harus dipertimbangkan. Kalau mau pakai water roux dan telur ya buat lagi adonan baru, daripada nanti adonan jadi nggalk karuan. Sisa adonan dibuat pizza lebar saja, bukan mini, buat agak tipis dan garing. Untuk takaran water roux+airnya saya suka uji coba, jadi susah untuk menentukannya, asal adonan gak terlalu lengket dan hyaman diuleni saja.

      Delete
  7. Mba ini enyaaaaak bangeeet.. saya pernah bikin pizza ini pakai oven.. Pertanyaannya.. Bisa ga ya kalau dipanggang menggunakan pakai double pan?jadi bentuknya pipih aja gitu..*deena palangkaraya*

    ReplyDelete
    Replies
    1. yep, setuju enak hahahha. Nah saya belum pernah pakai double pan, saya rasa bisa ya. Hanya mungkin bentuknya jadi pipih, hehehhe.

      Delete
  8. Halow mbak endang, mau tanya nich..saya pernah baca d beberapa artikel n resep yg mengatakan kl nguleni adonan roti smp kalis elastis jd kl adonan di tarik ga sobek, terus terang bg sdaya itu mbikin jari tangan pegel Hέe:p•Hέe:p•Hέe:p..nah resep ini kan ga smp bgt n mbak endang jg mengatakan kl bwt roti ga perlu smp kalis elastis jg ga pa2 krn ragi yang akan. Bkerja..jd apa ada perbedaan d hasil terakhr pada roti or pizza antara pengulenan yang simple cma kalis aja dengan ytang smp elastis pkus jari pegel2 Hέe:p•Hέe:p•Hέe:p.terimakash..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba, selama ini bikin roti saya memang nggak sampai berhasil membuat adonan yag ditarik elastis banget dan lulus window pane test untuk roti. Asalkan dah terlihat lemas, lembut, mulus dan gak lengket saya sudahi menguleninya. Cuapek juga sioalnya wakakkaka

      Perbedannya tentu saja ada, hasil roti yang benar2 kalis memiliki rasa yang lebih enak dan lembut teksturnya.

      tapi so far menurut saya, roti buatan saya enak2 saja walau gak sampai melar elastis banget wakakkakak

      Delete

Heloooo! Terima kasih telah berkunjung di Just Try & Taste dan meluangkan waktu anda untuk menulis sepatah dua patah kata. Walau terkadang saya tidak selalu bisa membalas setiap komentar yang datang, namun saya senang sekali bisa menerima dan membacanya.

Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen anda dalam mencoba resep-resep yang saya tampilan. Semua komentar baik di posting lama maupun baru sangat saya nantikan. ^_^

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan di artikel karena saya menggunakan setting moderasi, namun jangan khawatir, begitu saya kembali ke laptop maka hal utama yang saya lakukan adalah mengecek dan mempublish komentar anda.

Saya berusaha memberikan yang terbaik untuk membalas komentar, pertanyaan maupun sharing yang anda berikan. Walaupun saya sama sekali bukan ahli dibidang ini namun saya akan berusaha untuk mencari alternatif solusi berdasarkan pengalaman pribadi maupun dari sumber lainnya untuk menjawab pertanyaan yang masuk. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ternyata saran atau solusi yang saya berikan justru membuat eksperimen anda menjadi gagal.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try & Taste. Untuk mengajukan pertanyaan dan komentar, anda juga bisa langsung email ke saya di justtryandtaste@gmail.com

Saya tunggu komentar, feedback, email dan sharing anda ya. Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Salam sukses!!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...