06 March 2012

Bu Jan, makanan khas Bangka lainnya yang yummy!


Jika anda merasa camilan yang saya sajikan ini terlihat kurang menarik maka percayalah hasilnya seharusnya tidak seperti ini. Lisa, nara sumber terpercaya saya jika berhubungan dengan makanan khas Bangka, mengirimkan foto bu jan yang dibuatnya, dan makanan tersebut tampak cantik dan menggiurkan. Jauh, jauh sekali tampilannya dengan gorengan hasil utak-atik saya di dapur kemarin. Namun jika kemudian anda lantas mempertanyakan rasanya? Eits, tunggu dulu! Karena saya yakin bu jan yang ini tidak akan kalah rasanya dengan yang dibuat oleh teman baik saya tersebut. ^_^

Bagi anda yang penasaran dengan makanan bernama bu jan, berarti anda sama seperti saya kala Lisa memberikan resepnya untuk saya coba. Gorengan, walau saya hindari mati-matian, merupakan makanan kesukaan saya apalagi jika terbuat dari talas dan serpihan daging ikan. Hmm, saya tidak akan melewatkan tantangan untuk mencoba dan mencicipi rasanya. Dan, yeah, sudah seperti saya duga, makanan ini sangat lezat apalagi jika di cocol dengan sausnya yang terasa manis, asam, pedas dan asin. Mantap!


Instruksi Lisa, saya harus menggunakan talas Bogor yang gendut dan putih. Tapi sayangnya, talas Bogor sedang susah di temukan di supermarket bahkan di All Fresh, toko buah dan sayuran langganan yang selalu menyediakan hasil bumi yang lengkap. Alhasil saya pun  bereksperimen menggunakan talas jenis lainnya yang berwarna keunguan. Bisa ditebak kan kalau kemudian bu jan yang saya hasilkan warnanya tidak kuning keemasan melainkan coklat kehitaman semi ungu dan biru yang tidak jelas. Bahkan kamera saya pun yang biasanya menampilkan hasil lebih kinclong dari aslinya kali ini menyerah. Walau pun saya telah action dengan menggunakan aneka gaya dari berbagai sudut, tetap saja hasil gambarnya tidak memuaskan. Saya yakin, Lisa pasti akan tertawa ngakak ketika membaca postingan ini. Dan supaya pembaca JTT lainnya bisa membandingkan bu jan asli dan yang palsu maka saya sertakan juga foto bu jan buatan Lisa yang terlihat mak nyuss.  ^_^


Rasa unik bu jan, campuran dari talas, ikan dan tauco memang sulit diungkapkan. Gurih, legit bercampur menjadi satu dan semakin mantap jika disantap dengan sausnya yang terbuat dari bawang putih, cabai rawit dan perasan air jeruk sonkit (jeruk Pontianak). Nah, berhubung di kulkas saya tidak tersedia jeruk sonkit atau bahkan jeruk nipis, maka saya menggunakan jeruk lemon. Yep, okeh, betul, saya tahu rasanya tidak akan semantap menggunakan jeruk sonkit, apalagi dengan harum lemon semerbak yang mengingatkan saya dengan.... cake? Tapi rasa asamnya saya rasa cukup mewakili. Anda bisa menggantikan jeruk sonkit ini dengan jeruk nipis atau cuka.  

Foto Bu Jan yang dikirimkan Lisa: Hmm, beda jauh kan ya..? ^_^

Jadi, apakah anda penasaran dengan bu jan? Ingin si bu jan menemani sore dingin anda bersama rintik hujan? Yuk kita ke dapur saja. Anyway busway, thanks untuk Mba Lisa atas kebaikan hatinya berbagi resep keluarganya yang mantap habis! ^_^


Bu Jan
Resep diadaptasikan dari resep keluarga Lisa Tan - Bu Jan

Untuk sekitar 20 buah bu jan

Bahan:
- 1 buah talas Bogor, berat sekitar 500 - 600 gram, serut kasar menggunakan parutan rujak serut atau gunakan food processor untuk hasil cepat
- 2 ekor ikan kembung ukuran besar, atau 3 ukuran sedang, berat sekitar 300 gram. Bisa menggunakan jenis ikan lain seperti tengiri, tuna, atau ikan dengan minim tulang.
- 3 sendok makan tepung terigu jenis apapun
- 4 sendok makan air untuk mengikat adonan
- 2 sendok makan tauco asin (saya menggunakan 3 sendok makan tauco manis), buang airnya dan cincang kasar. 
- minyak untuk menggoreng 

Bumbu bu jan:
- 4 siung bawang merah, haluskan
- 1 ruas jahe, cincang kasar
- 1 sendok teh merica bubuk
- 1/2 sendok teh garam atau lebihkan. Hati-hati dengan takaran garam karena tauco sudah cukup asin.
- 1/2 sendok makan gula pasir
- penyedap rasa secukupnya (optional), Lisa tidak menyarankan menggunakan kaldu bubuk

Saus bu jan, haluskan:
- 5 buah cabai merah keriting
- 2 buah cabai rawit merah, jika suka pedas
- 2 siung bawang putih, haluskan
- 4 sendok makan gula pasir
- 1/2 - 1 sendok teh garam
- 6 butir jeruk sonkit (jeruk Pontianak), peras air dan buang bijinya. Atau 2 sendok makan cuka masak atau air jeruk nipis
- 50 - 100 ml air hangat kuku

Cara membuat:


Kukus ikan hingga matang, ambil dagingnya. Haluskan daging ikan menggunakan cobek hingga menjadi serpihan kasar. Sisihkan.

Siapkan mangkuk, masukkan serutan talas, tepung terigu, daging ikan dan bumbu bu jan. Aduk hingga rata. Tambahkan air sedikit demi sedikit sambil di aduk. Air berfungsi hanya sebagai pengikat adonan agar tepung terigu bisa menyatu. Cicipi rasanya. 


Siapkan penggorengan, beri minyak dan panaskan. Masukkan kira-kira 1 sendok makan penuh bu jan, pipihkan adonan dengan sendok atau spatula agar bagian dalamnya matang selama penggorengan. Gunakan api kecil saja untuk menggoreng. Biarkan bentuk bu jan dengan sebagian talas mencuat, goreng dengan posisi seluruh bu jan terendam dalam minyak panas.

Masak hingga sisi bawah bu jan kekuningan dan matang, balikkan dan goreng sisi sebelahnya hingga secara keseluruhan bu jan matang. Angkat dan tiriskan. Lakukan hingga semua adonan bu jan habis.

Membuat saus cocolan:
Siapkan mangkuk kecil, masukkan semua bahan saus ke dalam mangkuk. Aduk rata dan cicipi rasanya. Air yang digunakan disini berfungsi untuk melarutkan garam dan gula. Saus yang terbentuk harus pekat dan kental.


Sesuaikan rasa saus dengan menambahkan garam, gula dan perasan air jeruk jika saus dirasakan terlalu asin, asam dan manis. 

Jika saus telah siap, ambil bu jan dan cocolkan di sausnya, santap hingga tandas karena untuk camilan yang satu ini anda hanya akan berhenti jika telah habis. 

Source:
Resep keluarga Lisa Tan - Bu Jan

10 comments:

  1. Hai Mbak Endang,
    aduh...ngeliat Bu Jan jadi laper deh, padahal saya lagi niat mengurangi lemak di perut dan bbrp kg bobot dgn cara mengurangi porsi makan dan camilan. Ada caranya gak yach spy bisa masak2 n makan tapi tetap langsing? hahaha...
    Anyway, congratz for the effort. Mungkin bentuk boleh beda, tapi yg penting rasanya still ok. Gak masalah kok mau talas Bogor atau California, yg penting talas. Bisa jg digunakan singkong sbg pengganti bila gak ada talas, cm kalau gorengan sudah dingin tekstur jadi agak keras (inget Masterchef Juna kalau lg ngomong tekstur hihihi). Cuma saya lihat tauconya diganti tausi ya? coz spt ada totolan kacang hitam2? mgk jadi lebih enak kali ya Mbak, hehehe...
    Btw, labelnya lupa dimasukin masakan bangka Mbak? Thanks yach for promoting...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Lisa, wakakkak, iya neh tampilannya kalah jauh sama Bu Jan Mba Lisa, tapi rasanya memang manteppp. Ini Bu Kan saya sikat sendiri hahhaha. Kalo dicocol sama saus asam pedas begini saya suka gak nahaaaann. Well, saya sedang mencari upaya gimana caranya tetap makan tapi badan tetap langsing, huaaaa susaaahhhh secara gen saya gen kingkong, makan dikit saja badan dah seegede gini apalagi masak2 n ngemil teruss hiikss, makanya saya gak pernah berhasil diet. Saya pakai tauco manis, labelnya sih di botol tauco ya... hehhe apa sebenarnya tauco manis itu sama dengan tausi ya. Saya selalu pakai tauco manis ini buat masakan, dulu pernah waktu ke Medan beli tauco asin, aduuuhhhh asinnya gak keruan, gak bisa dimakan babar blas mana saya beli 2 botol. Akhirnya malah masuk tong sampah hehehe. Thanks for sharing resep2 yang cihuy ya Mba.

      Delete
  2. Oh...kalau takut tauco keasinan, direndam dulu Mbak pake air matang. Tauco sama tausi itu beda, meskipun sama-sama difermentasi. Kalau tauco dari kacang kedelai, tausi dari kacang hitam. Tauco berwarna kecoklatan, tausi berwarna hitam dan ada kulitnya. Tauco dibikin cocolan jg enak lho Mbak. Bahannya sama kayak cocolan jeruk ini tinggal ditambahin tauco tumbuk aja tanpa garam. Bisa buat cocolan bu jan, pempek bangka, bakso ikan, tahu kok pokoknya slurrp slurrp deh...Aduh..sayang 2 botol tauco dibuang, bisa bikin cocolan 2 botol tuh...hihihi...
    Btw, saya kan janji ngasih resep iga masak daun kedondong, gimana...mau cobain Mbak? maaf bila mengganggu program dietnya hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, siip! Thanks atas infonya Mba Lisa, saya keknya jadi pingin sama cocolan tauco, dimakan pakai pempek keknya enaaakkk banget. Hiiks program diet? Ke laut kayanya. Yep, ayo dong share resep Iga Masak daun kedondongnya hehehhe, ini masakan juga bikin nasi nambah segunung keknyanya. Tobatttt!! Thanks Mba Lisa! ^_^

      Delete
  3. Cocolan tauco sama pempek is the best. Yang penting komposisi asin, manis sama asemnya pas dan jangan terlalu encer ya Mbak. Oke deh...saya tadi baru masak iga daun kedondong, hasilnya? mamaku jadi ngiler n meskipun dilarang keras dokter makan daging berkaki empat, dia minta dibagi kuah sama daun kedondongnya, so saya ngalah masak minus cabe (tapi tetap pake irisan cabe rawit spy lebih maknyus hehehe...). Oke deh...berikut resepnya yach :

    Lempah Iga Daun Kedondong

    Bahan : - 1/2 kg tulang iga/kaki sapi
    - 20-30 lembar daun kedondong muda (ciri2nya kalau ditekuk tidak getas spt daun jeruk), petik dan cuci bersih
    - air secukupnya

    Bumbu halus/diulek/blender :
    - 1 siung bawang putih
    - 5 siung bawang merah besar
    - terasi ukuran 3x3 cm
    - 1 ruas kunyit kira2 3 cm
    - 4 butir cabe keriting
    - 2 butir cabe rawit (optional/sesuai selera)
    - 2 butir kemiri

    Bumbu pelengkap :
    - 1 sdm asam jawa, diremas2 dgn 1 mangkok kecil air
    - 2 1/2 sdm gula pasir (bisa ditambah sesuai selera)
    - garam secukupnya
    - penyedap (micin) secukupnya

    Cara memasak :
    - rebus iga daging/kaki dalam panci tertutup hingga empuk, untuk mempercepat masukkan sendok ke dalam panci
    - bila daging sudah empuk, masukkan bumbu halus, aduk rata
    - masukkan garam, penyedap rasa, gula, aduk rata
    - masukkan daun kedondong dan masak hingga layu. Panci jangan ditutup agar warna daun tetap cantik
    - cicipi rasanya, bila sudah pas, masukkan air asam jawa
    - bila kuah sudah mendidih, matikan dan hidangkan panas2.

    Oke deh...gitu aja masaknya Mbak, simple kan? selamat mencoba...ditunggu postingan Lempah Iga Daun Kedondongnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wesss, ngeces ces cesssss.... dan ini saya dikantor loh Mba! Konsentrasi buyar, air liur menetes, perut langsung kerucukan padahal dah makan siang segunung dan semua gara2 Mba Lisa dan Lempah Iga Daun Kedondongnya! Ini kudu dibuat hahhahha, saya survey pohon kedondongnya dulu, kayanya tetangga punya dah, ntar saya culik saja daun2nya. Hmm, saya sudah bayangkan rasanya, sesuai dengan selera wakakka. Susah memang tukang makan ya, yang ada hanya enak dan enak sekali. Thanks Mba Lisa! I will try it ^_^

      Delete
  4. Mba Endang, ini Stephanie.. AKu udah cb resep Bu Jan ini dan hasilnya enak sekalii :D walaupun ga pake tauco *krn ga ada di rumah* tapi hasil nya tetep enaaak!! :D makasih ya mba buat sharing resep2 enak nya.. sluurrpp :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh senang mendengarnya. Memang enak banget makanan ini, apalagi hujan2 begini, hmmm keluar penggorengan langsung sikatttt. Yuk makasih sama2 ke Mba Lisa yang udah sharing resep mak nyusss nya ^_^

      Delete
  5. di bangka banyak yang jual kuahnya merah pekat terasa tauconya n pake ikan tenggiri baru enak, xD. mirip mpek2 versi garing.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh, ngiler banget saya dengarnya, suerrr. Thanks atas sharingnya ya.

      Delete

Heloooo! Terima kasih telah berkunjung di Just Try & Taste dan meluangkan waktu anda untuk menulis sepatah dua patah kata. Walau terkadang saya tidak selalu bisa membalas setiap komentar yang datang, namun saya senang sekali bisa menerima dan membacanya.

Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen anda dalam mencoba resep-resep yang saya tampilan. Semua komentar baik di posting lama maupun baru sangat saya nantikan. ^_^

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan di artikel karena saya menggunakan setting moderasi, namun jangan khawatir, begitu saya kembali ke laptop maka hal utama yang saya lakukan adalah mengecek dan mempublish komentar anda.

Saya berusaha memberikan yang terbaik untuk membalas komentar, pertanyaan maupun sharing yang anda berikan. Walaupun saya sama sekali bukan ahli dibidang ini namun saya akan berusaha untuk mencari alternatif solusi berdasarkan pengalaman pribadi maupun dari sumber lainnya untuk menjawab pertanyaan yang masuk. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ternyata saran atau solusi yang saya berikan justru membuat eksperimen anda menjadi gagal.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try & Taste. Untuk mengajukan pertanyaan dan komentar, anda juga bisa langsung email ke saya di justtryandtaste@gmail.com

Saya tunggu komentar, feedback, email dan sharing anda ya. Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Salam sukses!!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...