01 March 2013

Red Velvet Cake Versi Kukus: Yang ini baru mantap!


Masih ingat dengan demam red velvet yang melanda saya belakangan waktu ini? Jika anda membaca postingan saya sebelumnya di red velvet cupcake, silahkan klik link disini, maka anda mungkin bisa memahami betapa penasarannya saya menemukan the ultimate red velvet cake yang pernah diciptakan di muka bumi ini. Saya akui demam saya telah tertinggal jauh, booming cake ini telah lewat dan saat ini jenis cake lainnya seperti ombre cake yang lebih banyak diperbincangkan akhir-akhir ini. Namun saya tidak peduli. Selama saya belum menemukan resep cake merah marun yang paling nendang bagi lidah saya maka perasaan penasaran ini masih akan terus bercokol dan merongrong di benak. Entah sudah berapa banyak resep di internet yang saya baca, namun semuanya hampir mirip dengan red velvet cupcake yang pernah saya buat sebelumnya. Ujung-ujungnya, ketika hari Jumat minggu lalu saya iseng bertanya ke Inry, teman kantor saya, yang jago membuat cake, jawabannya membuat saya menepuk jidat sendiri. "Lho pakai resep Yongky saja Ndang, resepnya ada di majalahku yang pernah kamu copy dulu. Hasilnya lembut, padat dan mantep". Oalah! ^_^


Diskusi saya dengan Inry berlanjut ke kunjungan kami bersama ke sebuah toko bahan kue di daerah Jakarta Pusat, kebetulan Inry perlu membeli beberapa bahan kue karena mendapat pesanan cake dari kakaknya yang akan beulangtahun. Bagi saya, toko bahan kue ini sudah lama saya dengar karena sangat kondang namun saya belum punya kesempatan untuk kesana. Toko bernama toko Ani ini bisa menjadi rekomendasi anda selain Titan yang sering saya rekomendasikan jika ada yang bertanya ke saya mengenai alternatif toko bahan kue di Jakarta. Toko Ani terletak di jalan Gunung Sahari, dan walaupun tidak sebesar Titan, namun sangat lengkap dan memiliki pernak-pernik yang sangat unik. Inry mengatakan, dia sering sekali bertemu dengan celebrity chef yang sedang berbelanja ke toko tersebut.  Sayangnya toko ini tidak menjual loyang atau cetakan kue versi murahnya, rata-rata merk Wilton yang terpajang disana dan harganya selangit bagi kocek saya. Jadi saya pun hanya membeli beberapa pasta pewarna, salah satunya merk Wilton yang saya pakai untuk mewarnai red velvet yang saya buat kali ini.



Perjalanan saya dengan Inry terbukti cukup membawa manfaat, Inry memiliki pengalaman dan pengetahuan yang banyak tentang baking karena sering sekali mengikuti workshop produk tertentu dan cooking class di beberapa tempat. Dari Inry, saya menjadi tahu, perbedaan krim kental dairy dan non dairy yang selama ini tidak pernah saya cari tahu informasinya. Inry menyarankan untuk topping/frosting cake sebaiknya menggunakan krim kental yang non dairy karena hasil kocokannya lebih kaku dan tidak mudah meleleh walau suhu hangat. Berbeda dengan krim yang dairy, sebaiknya krim jenis ini dipakai sebagai campuran adonan, sebagai isi roti, untuk membuat es krim atau bisa juga sebagai krim pelapis antar cake, karena sifatnya yang mudah meleleh. Untuk rasa memang krim yang dairy katanya lebih enak, walau bagi lidah saya rasanya sama saja. ^_^

Selain informasi tentang krim kental, saya juga mendapatkan masukan mengenai merk-merk bahan yang dipakai, merk penggantinya yang lebih murah serta tips bahwa kombinasi mentega dan margarine akan menghasilkan rasa cake atau kue yang lebih lezat dibandingkan jika kita hanya menggunakan satu jenis bahan saja. Selama ini saya selalu bertanya-tanya mengapa kue atau cake yang saya buat terasa biasa saja walaupun saya telah menggunakan mentega/butter dengan kualitas yang baik, dan bertanya-tanya juga mengapa resep-resep cake Ny. Liem selalu mengkombinasikan butter dan margarine. Ternyata memang mengkombinasikan  mentega dan margarine membuat rasa dan tekstur cake menjadi lebih lezat, moist, padat dan tidak terlalu eneg.  



Kembali ke red velvet cake yang kali ini saya posting. Harus saya akui cake ini sangat lezat sekali. Padat, moist dan lembut, bukan jenis cake yang ringan dan mengembang, jika anda mengharapkan tekstur cake yang ringan maka resep satu ini tidak saya sarankan. Untuk pewarnanya, selain menggunakan pewarna merah juga digunakan bit merah yang diblender hingga halus, komposisi bit yang digunakan tidak banyak sehingga saya menjadi bertanya-tanya jika penggunaan bit dihilangkan apakah memberikan pengaruh ke cake atau tidak. Resep aslinya cake ini sebenarnya dipanggang, tetapi nekat saya kukus karena saya baru saja membeli kukusan klakat yang telah lama saya idam-idamkan. Jadi ini percobaan pertama saya menggunakan kukusan baru. Kukusan super jumbo seharga dua ratus ribu rupiah ini memang mantap dan mampu menampung banyak loyang secara sekaligus. Namun yang jadi masalah adalah saya tidak memiliki banyak loyang dengan ukuran yang sama, jadi terpaksa akhirnya cake saya kukus sebagian demi sebagian. Tobat!

Modifikasi lainnya yang saya lakukan adalah takaran mentega dan margarine yang saya kurangi, serta porsi gula yang saya pangkas habis. Untungnya Inry meninggalkan catatan di majalah yang saya copy, mengatakan bahwa cake terasa luar biasa manisnya. Bagaimana tidak? Di resep aslinya gula yang digunakan sebanyak 500 gram dan ketika saya pangkas menjadi 150 gram, cake telah terasa pas manisnya. Satu accident yang saya sesalkan adalah saya terlalu banyak memasukkan pewarna makanan ke dalam adonan, pengalaman sebelumnya menggunakan pewarna cair saya membutuhkan banyak sekali porsi pewarna untuk membuat warna cake keluar dengan cantiknya. Kali ini saya menggunakan pewarna pasta dari merk yang berkualitas baik. Saat masih berbentuk adonan warnanya tidak terlalu cerah membuat saya tergoda menambahkan kembali porsinya dan ternyata saat cake telah matang dan keluar dari kukusan warnanya begitu menyala, membuat saya teringat dengan rok seragam SD saya yang saat ini telah kelaut nasibnya.  ^_^



Jika anda bermaksud membuat cake ini dengan versi kukus (anda juga bisa memanggangnya), saran saya ketika cake telah matang, dinginkan cake hingga benar-benar dingin di dalam loyangnya. Kalau perlu masukkan ke kulkas. Kandungan mentega yang tinggi membuat cake mudah hancur dan remah sehingga menyulitkan saat mengeluarkannya dari dalam loyang jika cake masih hangat. Selain itu sebaiknya alas dasar loyang dengan menggunakan kertas baking atau kertas minyak untuk memanggang cake. Potong kertas lebih panjang dari loyang sehingga sebagian kertas masih terjulur keluar loyang. Saat akan mengeluarkan cake, anda tidak perlu membalikkan loyang tetapi cukup menarik bagian kiri dan kanan kertas,  dan keluarkan cake dengan hati-hati, balikkan cake dan lepaskan kertas yang melekat.  

Saat cake dingin (keluar dari dalam kulkas), cake menjadi padat dan sangat mudah untuk di-handle, saat itu anda bisa melanjutkan untuk melapisinya dengan cream cheese dan menghiasnya. Saya sangat buruk untuk urusan cake decorating ini sehingga cake hanya saya lapisi cream cheese begitu saja tanpa ada hiasan lainnya. Untuk rasanya? Hmm, mantap dan bisa bersanding dengan cake sejenis dari bakery terkenal di Plaza Senayan yang saya idam-idamkan. Yummy!

Berikut resepnya ya.    



Red Velvet Cake Versi Kukus
Resep diadaptasikan dari majalah Pastry & Bakery edisi 37, 7 Juni 2012 - Original Red Velvet Cake by Yongki Gunawan

Untuk 3 lapis cake dengan ukuran loyang 23x23x10 cm

Bahan A (anda bisa menggunakan 1/2 resep bit di bawah):
- 200 gram bit merah
- 250 ml air

Bahan B:
- 4 butir telur ukuran sedang
- 100 gram susu cair
- 25 gram krim kental, bisa menggunakan dairy dan non dairy cream
- 1 buah jeruk lemon, peras airnya

Bahan C:
- 220 gram mentega/butter
- 200 gram margarine
- 200 gram gula pasir
- 1 sendok teh vanila ekstrak 
- 1 sendok makan pasta pewarna merah (saya menggunakan 1 1/2 sendok makan dan warna cake terlalu menyala, anda bisa kurangi sesuai selera anda)

Bahan D (ayak jadi satu):
- 400 gram tepung terigu protein rendah
- 35 gram coklat bubuk, saya pakai Bensdorp 
- 20 gram susu bubuk
- 1 sendok teh baking powder double acting
- 1/2 sendok teh garam

Topping cream cheese:
- 250 gram cream cheese, biarkan cream cheese disuhu ruang agar lembut jika cream cheese terlalu kaku dan keras
- 100 gram mentega, suhu ruang
- 150 gram gula halus (haluskan gula pasir dengan blender)
- 100 gram krim kental pilih yang non dairy cream
- 1 sendok teh vanilla ekstrak
- 1 sendok teh rhum essence (optional)

Cara membuat:
Siapkan loyang, olesi permukaannya dengan margarine. Taburi bagian sisi-sisi loyang dengan tepung. Alasi bagian dasar loyang dengan kertas baking, olesi permukaan kertas dengan margarine. Potong kertas lebih panjang dibandingkan loyang sehingga ada bagian kertas yang masih keluar dari dalam loyang, sisa kertas sebagai pegangan dan memudahkan kita saat akan mengeluarkan cake dari loyang. 

Siapkan kukusan, beri air yang banyak dan panaskan hingga mendidih. Anda juga bisa memanggangnya di suhu 170'C. 


Rebus bit dan air hingga bit menjadi lunak dan matang. Masukkan bit ke dalam blender dan proses hingga halus. Sisihkan hingga bubur bit menjadi benar-benar dingin. Ambil 70 gram adonan bit untuk membuat cake, anda hanya memerlukan 70 gram saja.



Siapkan mangkuk mikser, masukkan mentega, margarine dan gula pasir, kocok dengan kecepatan rendah hingga adonan tercampur baik, kemudian naikkan kecepatan mikser menjadi sedang dan kocok hingga mentega dan margarine berubah warna menjadi putih, mengembang dan pekat. Anda bisa lihat mentega dan margarine yang tadinya padat dan tidak terlalu banyak volumenya, berubah menjadi kembang dan ringan. Jika anda menggunakan tipe mikser seperti yang saya gunakan, naikkan kecepatan mikser menjadi tinggi untuk mempercepat proses. 

Ketika adonan  telah mengembang (membutuhkan waktu sekitar 10 - 15 menit jika menggunakan mikser seperti saya dan akan lebih singkat waktunya jika anda menggunakan mikser heavy duty), masukkan pasta pewarna dan lanjutkan mengocok hingga perwarna tercampur baik. Matikan mikser.



Dalam mangkuk terpisah, masukkan bahan B: telur, 70 gram bubur bit, susu cair, air jeruk lemon dan krim kental. Aduk hingga rata.

Hidupkan mesin mikser, gunakan kecepatan paling rendah. Masukkan larutan telur dan ayakan tepung terigu secara bergantian. Gunakan sendok sayur untuk memasukkannya, sambil adonan terus dikocok hingga tercampur baik.

Note: porsi adonan sangat banyak, pekat dan kental. Ada kemungkinan adonan akan naik ke gagang pengocok. 



Kocok hingga adonan tercampur baik, segera matikan mikser. Bagi adonan menjadi 3 bagian, masing-masing seberat 500 gram. Masukkan masing-masing bagian adonan di loyang, karena saya hanya memiliki 1 loyang maka saya mengukus cake secara bergantian. Jika anda menggunakan baking powder double acting maka cara ini bisa dilakukan, karena baking powder jenis ini bereaksi ketika adonan dipanaskan. Jika anda menggunakan baking powder single acting sebaiknya cake langsung di kukus/dipanggang dan jangan menunggu terlalu lama.

Kukus cake selama 30 menit. Jika anda menggunakan kukusan biasa, tutup permukaan kukusan dengan kain baru ditutup dengan penutupnya. Jika anda menggunakan kukusan klakat seperti yang saya lakukan maka anda tidak perlu menggunakan kain karena uap air akan mengalir turun dari tepi kukusan, tidak langsung menetes di atas permukaan cake. 


Kukusan klakat


Jika cake telah matang (test dengan tusuk gigi),  keluarkan dari kukusan dan biarkan hingga benar-benar dingin di dalam loyang. Saran saya, masukkan ke dalam kulkas, suhu dingin membuat cake menjadi padat dan tidak mudah hancur saat dikeluarkan dari dalam loyang. Angkat kertas baking yang menjulur keluar loyang dan balikkan cake, lepaskan kertas dengan hati-hati. 

Lakukan pada semua adonan, saya harus mengukusnya selama 3 kali untuk mendapatkan 3 lapis cake. Untungnya dengan baking powder double acting, semua cake berhasil dengan baik. Hanya sayangnya saya tidak sabar menunggu dingin, membuat cake menjadi retak dan remah saat saya paksa keluar loyang saat kondisinya masih hangat. 

Membuat topping cream cheese   


Masukkan cream cheese ke dalam mangkuk mikser, kocok dengan kecepatan sedang hingga menjadi adonan yang lembut. Tambahkan mentega, gula bubuk, vanila, rhum, dan krim kental, lanjutkan mengocok hingga menjadi adonan yang kental. 

Adonan yang terbentuk pekat, kental dan mudah untuk disapukan ke cake. 



Letakkan selapis cake di wadah datar, lapisi dengan topping cream cheese merata ke seluruh permukaan cake. Tumpukkan cake berikutnya, lapisi kembali dengan cream cheese, terakhir tumpukkan lapisan cake ketiga dan lapisi seluruh permukaan cake dengan cream cheese. 

Lakukan kreatifitas anda untuk menghias cake, terus terang kreatifitas saya nol besar jika berhubungan dengan hal yang satu ini. ^_^

Masukkan cake ke dalam kulkas, biarkan hingga cream cheese mengeras. Potong-potong cake sesuai keinginan.  Cake siap disantap. Super yummy!

Source:
Majalah Pastry & Bakery edisi 37, 7 Juni 2012 - Original Red Velvet Cake by Yongki Gunawan

136 comments:

  1. mbak endang, saya penggemar blog anda niih..

    kayaknya ini uenaaakk mbak? ngga ada rasa langu bit kah? air lemon pengganti cuka ya mbak?

    oya, kenapa kalo saya bikin cake yg di panggang, setelah sehari permukaan cake jd basah ya? ga bisa kering kayak cake yg dijual di toko2?

    thanks mbak,

    noor kholidah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Noor, salam kenal ya. Ini muanteppp Mba, nggak ada rasa langu sama sekali, bitnya cuman sedikit pakainya. Cuman diambil 70 gram saja, kayanya rebus setengah resep saja bitnya Mba, sayang dibuang2. Yep air lemon pengganti vinegar ya. Kalau mau permukaan kering dan cake padat, masukkan ke kulkas Mba, cake basah karena mentega meleleh kena suhu ruang.Simpan di kulkas, dijamin cakenya legittttt. ^_^

      Delete
    2. siang...mbak endang
      selain ditaruh dikulkas...biar gak basah atasnya
      perlu jga diperhatikan waktu oven kadang krg kering atasnya jdi basah cakenya kebanyakan orang punya oven biasanya yg api bwh aja....jd emang bagian atas agak lambat keringnya..

      Delete
    3. Wah benar banget Mba, saya soalnya kalau manggang cake selalu api atas bawah, gak pernah api bawah saja. Soalnya kalau cuman pakai 1 pengapian, lama matang dan pernah justru bantat. Thanks ya ^_^

      Delete
  2. Halo. mbak Endang. Akhirnya keturutan beli klakat ya... Mbak, saya pernah makan red velvet-nya Harvest wkt si boss ultah. Rasanya unik tapi enak, jadi pengin coba bikin sendiri wkt lihat posting-an hari ini.
    Ada beberapa pertanyaan, nih. Apa krim kental boleh di-skip? Kalo tdk, apa ada penggantinya? Merk apa yg mbak pakai? Kalau misalnya cara kukusnya spt cake lapis coklat keju (resep mbak) bgmn? Jadi dilapisi keju slice gitu tiap lapisan. Sebab saya malas kalo pakai lapisan krim dan topping. he..he.. Terima kasih.
    Sisca - Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halooow Mba Sisca, yeeeeppp gara2 Mba Sisca neh akhirnya saya minggu kemarin nekat gubrakan beli klakat wakakka, Gak tanggung2, ada ukuran kecil saya beli yang paling jumbo waaaakk, padahal loyang dirumah kecil2, habis selisihnya gak banyak, jadi saya beli saja yang gedhe sekalian. Dasar maruk.

      Krim kental bisa diskip, ganti saja dengan susu bubuk dicairkan dengan air dan takar sebanyak krim kental Saya kemarin baru tahu dari teman pakai merk Rich, ini non dairy cream. Krim kental di pasaran umumnya dairy cream, gampang leleh,gak bagus buat topping. Merk Rich ada macem2: ada yang Gold Medal ada yang Avoset beda rasa manis saja, Gold Medal lebih manis. Harganya juga lebih murah Mba, 1 liter cuman 35 rb, cuman adanya di toko bahan kue, gak dijual bebas di supermarket.

      Kalau gak mau pakai lapisan, gak usah dikukus selapis2 Mba, langsung saja semua adonan masuk ke loyang dan kukus. Ciri khas red velvet memang dia berlapis dan diantara lapisan dikasih cream, jadi gak sama seperti lapis Surabaya.

      Delete
    2. Wah, mantap deh! Saya coba cari dulu krim kentalnya, kalo ada yg kemasan kecil, ya saya beli. Maksud saya beberapa lapisan dg keju slice spy penampilan mirip red velvet ha..ha..
      Kayaknya saya akan mengikuti jejak mbak Endang beli klakat. Bln ini dpt rapelan kenaikan gaji. Ssst....
      Loyang saya juga cukup banyak. Ada beberapa bentuk dan ukuran, nggak ada yg sama, dan bahkan ada yg belum terpakai! Setiap kali ke tbk, kalo lihat loyang unik kepengin beli. Mama saya protes, katanya loyang sdh banyak masih beli lagi beli lagi.

      Delete
    3. Wess benar tuh Mba Sisca, atau kalau nggak pakai buat antar lapisan saja trus tambahin keju parut, rasanya saya kira mirip2, atau kalau nggak ya pakai buttercream saja. Sama Mba, saya punya banyak loyang, beda ukuran beda bentuk wakakkak, kalau bikin kue berlapis2 gini akhirnya suka saya bikin dalam 1 loyang trus saya potong2, cuman hasilnya amburadul Mba, potongannya gak mau lurus hehhehe

      Delete
  3. mbak, kalau adonan didiamkan sebentar sambil menunggu yang lain mateng bisa ga mbak?? soalnya kukusanku cuma ukuran d=26cm dan tidah cukup untuk loyang persegi

    ReplyDelete
    Replies
    1. halo Mba, yep bisa kok, saya juga melakukan yang sama. Saya cuman punya 1 loyang ukuran 23, makanya gantian, adonan lain menunggu antrian, hasilnya masih bagus2 saja. Asalkan pakai BP double acting ya. Apalagi kue yang matang harus benar2 dingin, kalau bisa masukkan kulkas hingga keras, baru keluar loyang. Karena kue mudah hancur kalau masih hangat atau kalau gak masuk kulkas.

      Delete
  4. salam kenal ya mba ... kayaknya cake ini harus di coba nih, mba sangat detail dalam memberi ulasan maupun cara membuat apapun itu... pokoknya fans berat deh sama mba hehehe ... pada resep diatas ko' aku ngga liat kapan perasan jeruk lemon di masukkan yaaa apa mataku yang siwer ... thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. halo Mba Muti, nggak, nggak siwer, matanya masih normal kok Mba hehhehe. Saya yag lupa masukkan di cara pembuatan. Jeruk lemon ada di bahan B ya, itu dicampur jdi satu. Moga sukses ya. ^_^

      Delete
  5. Wuiiiiiih..akhirnyaaaaa ada jg kukusan..pengen gd ngerasain red vevet,tp g kuat ma harganya.hahahah

    Mbak endang,blh nanya2 g?pake blendernya merk apa ya?yg tipe apa?mbak endang pake oven tangkring?trus mentega/butter merk apa?maklum pemula bikin kue2 yg internasional..hahaha
    Bisanya kue tradisonal ajha...hihihi

    Kapan2 aq nanya lg boleh yaaa...slm ne cm nyimak ajha..g brani nanya,seneng bgd ma resep n penjelasan yg sangat jelas sekali..jd g gantung n semangat bikinnya,,

    Rasanya pengen di cobain satu2 ..hihih

    Sekali lg makasiii..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba, sebenarnya resep asli dipanggang, kali ini saya kukus buat uji coba klakat. Next time mungkin kalau bikin lagi saya coba versi panggangnya hehhee. Berikut jawaban saya ya:
      1. Blender saya Phillips Mba, lupa serinya.
      2. Saya pakai oven listrik Sico.
      3. Untuk mentega saya pakai macam2, wakakak seadanya. Sekarang lagi ngabisin Orchid sekaleng besar. Wisman juga oke, campur dengan margarine biar gak terlalu berat rasanya.
      Sip, silahkan dicoba ya, moga suka ^_^

      Delete
  6. hi mba endang. . .
    senangnya sdh punya klakat baru. . . sy jg pengen :)
    mba mau tanya dong,kl ga pake bit utk pewarna merahnya ada pengaruh dirasa ga? beli bit dmn ya?
    makasih

    offin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Offin, rasa bitnya gak terasa sama sekali ya. Saya malah pengen coba bitnya dbanyakin, soalnya dikit banget. Saya beli di supermarket Mba, kayanya lagi musim ^_^

      Delete
  7. halo mba endang, saya leny..blognya menginspirasi sekali buat saya yang sering bingung buat masak menu apa hari ini? ijin copy ya mba....trima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Leny, thanks Mba, silahkan di copy resepnya, moga bermanfaat ya. Sukses!

      Delete
  8. mba endang, klo bit nya di skip pengaruuh gk ya???;-))mkasihhhhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya rasa nggak Mba, karena porsinya sangat kecil sekali ya.

      Delete
  9. mb..untuk tepungnya harus yg protein rendah ya?kl pake yg protein sedang kayak segitiga biru bisa g?thx b4..

    ReplyDelete
  10. cieeehh klakat baru niiih *kedip2*, setelah sekian lama gak baking liat postingan mba yg ini jd sangat pengen nyoba,makaci mba endang :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuhuiiii Mba Anita, yeppp akhirnya pakai klakat baru, maksa banget, wong kue cuma secuplik pakai klakat segedhe lapangan sepak bola, maksa banget pamernya hahhahha. Pengen bikin bolkus cuman belum mooood bo, ayo Mba semangat lagi hehehe

      Delete
  11. Salam kenal mbak, aku Icha, newbie dlm hal baking, blog mbak membantu banget deh, karena lengkap dan jelas step by step-nya.
    Makasih banyak sblmnya loh mbak, atas ilmu2-nya yang sudah di share.
    Untuk resep ini aku mau tanya dikit mbak.. Susu cair dan krim kental-nya memakai takaran Gram ya, bukan mililiter?
    Thanks b4 mbak Endang.. Sukses selalu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Icha, thanks atas komentar dan kunjungannya disini. Yep pakai takaran gram, saya mengikuti resep asli dari Yongki, sayangnya saya lupa menakar pakai gelas ukur hiiks.

      Delete
  12. hallo miss.. :)
    saya mau menanyakan total biaya untuk satu resep ini kira2 berapa yah?? thanx ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh, saya terus terang susah kalau harus menghitung total biaya, karena saya membeli semua bahan dalam porsi besar Mba. Sepertinya harus cek ke supermarket untuk masing-masing bahan.

      Delete
  13. Mbak endang gurindang, mo nanta nih, itu klo ga pake buah bit bisa ga ya? Kyknya rad susah tuh dapetnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Skip saja bitnya Jeng, porsinya cuman kecil banget jadi saya rasa gak terlalu ngaruh hehee

      Delete
  14. Mbak Endang, saya juga sdh coba resep ini. Krn khawatir warna cake terlalu menyala, saya hanya menambahkan sedikit warna merah, dan hasilnya...kurang merah, cenderung coklat. Ha..ha... Saya menggunakan blue band varian baru, untuk cake dan cookies, jadi tdk pakai roomboter. Cake terasa pekat di mulut. Apa memang begitu? Terima kasih.
    Sisca - Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Sisca, saya pakai pasta pewarna Wilton, jadinya malah kebanyakan teryyata kalau pasta lebih menyala warnanya dibandingkan dengan pewarna cair. Cake ini kandungan menteganya sangat tinggi karena itu sebaiknya pakai yang berkualitas bagus kalau nggak akan terasa pekat dan berlemak sekali alias greasy. Kalau saya, rasanya next kalau mau buat lagi saya kurangi menteganya dari resep asli, yang saya kurangi baru gulanya.

      Delete
    2. Ok, saya akan coba lagi lain kali sesuai saran mbak Endang, dan akan saya kurangi menteganya. Wkt itu saya pakai warna merah strawberry merk Cindy. Thanks!
      Sisca - Surabaya

      Delete
    3. yep, minggu ini saya juga mau buat untuk keponakan ultah Mba, saya akan kurangi takaran menteganya hehehe

      Delete
  15. Salam kenal ƴa mbak. Senang sekali mengunjungi blog mbak ini. Mau tanya ƴǻ mbak. Pada resep red velvet ini, untuk cream chesee nya bisa nggak kita buat sendiri.? Minta resepnya ƴǻ mbak. Soalnya blm pernah tau cream chesee itu yang kayak gimana. Heheee masih pemula nih. Terima kasih
    Telly - Manado

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal Mba Telly, cream cheese bentuknya seperti yogurt kental dan pekat, ada yang bentuknya lebih keras kala dingin seperi mentega batangan, warnanya putih terbuat dari susu. Saya ada resep cream cheese, ini linknya ya: http://www.justtryandtaste.com/2013/01/homemade-cream-cheese-mudah-dan-lebih.html

      Delete
  16. salam kenal mba endang.blog mba ini favorit saya baca saat "me time" loh.mau tanya mba vanila extract itu cair ato bubuk btknya.merknya apa ya.kali diganti.vanili bubuk cap koepoe2 bs gak ya..thx

    ReplyDelete
    Replies
    1. halo Mba, salam kenal juga. Untuk vanila ekstrak bentuknya cair, coklat keemasan mirip madu, wangi vanila lembut. Merknya kebetulan saya selalu beli eceran di toko bahan kue jadi gak ada merk, jarang dijumpai di supermarket biasa. Bisa diganti sama vanila bubuk, takarannya pakai setengah saja ya, vanila bubuk cenderung pahit kalau kebanyakan.

      Delete
  17. Mbak endang...,ini tyazz again. kemaren aq sdh coba red velvet cake-nya mbk.tapi cakenya sya panggang mbk. hasilnya enak juga mbk.hmmm....,yummy. hilang sudah rasa penasaranku dg kue ini...,hehehe.thx ya mbk utk resepnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Tyazz, wah sama, minggu lalu baru bikin juga buat ultah ponakan versi panggangnya, menurut saya lebih enak yang panggang hehehe. Thanks ya sharingnya!

      Delete
    2. Halooo mba endang, red velvet-nya yg buat kue ultah pake resep yg panggang atau resep ini tapi dipanggang? Hehehe..

      Delete
    3. Saya pakai resep ini, tapi dipanggang Mba, dari segi rasa sma saja, dari segi kemudahan di handle maka panggang lebih mudah dibuat yaa

      Delete
  18. saya hanya bisa ngiler saja disini. maklum ga bisa masak, hanya bisa nyicipi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah gak percaya gak bisa masak, semua orang bisa masak kok kalau mau belajar, hehehhe. Ayo, ayo! Kompor bledug mode on neh hehhee

      Delete
  19. blog favorit saya kalao pas pingin bikin kue ^^~

    ReplyDelete
  20. mbak mau nanya donk....
    kalo misalnya nih...warnanya mau dibikin gradasi kayak ombre cake..boleh ga pewarnanya dimasukin belakangan, pas adonan dah dibagi2..hehehe
    oia, kalo dipanggang berapa lama ya mbak?
    makasih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Dia, bisa kok, pewarna masuk belakangan, bit merah keknya gak papa tetap masuk karena pengaruh di warna sangat kecil sekali. Untuk pengalaman memanggang bisa baca komen saya di bawah ya Mba hehehhe

      Delete
  21. Hi Mba, mau tny klo cake nya dipanggang brp lama ya? Saya pernah coba buat red velvet, dipanggang di suhu 150 c selama 30 menit. Namun cake ketika disentuh msh goyang2 di tengah (msh cair) namun permukaan sudah keras. Saya tambahkan lagi waktu pemanggangan. Hasilnya cake tidak moist dan atasnya garing keras.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Rini, berdasarkan pengalaman, cake ini bagusnya memang dipanggang saja wakakka. Bulan lalu saya buat untuk ultah ponakan saya panggang, hasilnya mantap. Saya pakai oven gas, apinya cuman bawah, suhu kira2, karena gak ada timer, pakai api yang gak terlalu besar. Waktu memanggang sekitar 25 - 30 menit, saya lihat permukaan sudah keras dan saya test dengan lidi gak lengket lagi. Cakenya moist dan mantapppp! Paling enak masuk kulkas dulu, makan ketika semua bahan mengeras. Hmm!

      Delete
    2. Hai mbak.... salam kenal ya...
      Aq mau nanya mbak, kalau pake oven gas waktu pemanggangan 25-30 menit untuk 1 adonan apa untuk 1/3 dari 1 adonan yg dibagi 3. Kalau 30 menit untuk 1/3 adonanan. Brrti untuk 1 adonan jadi brapa menit ya mbak kira2. Rencananya nanti mau dpotong bagi 3 aja. Karna aq cuma punya 1 loyang. Maklum masi nyoba2 untuk buat cake. Hehehehe makasi banyak ya mbak....

      Delete
    3. Hai Mba Nesti, salam kenal. Kalau mau jadi 1 adonan maka pemanggangan akan lebih lama karena kue lebih tebal. Saya rasa sekitar 50 - 60 menit ya. 30 menit itu untuk 1 adonan/lapisan saja. test dengan tusuk gigi saja untuk mengetahui kue matang atau belum, karena beda oven beda suhu. saya pakai oven listrik ya.

      Delete
  22. Gak sabar mau Baking mbaa..hehe
    Kbetulan bahan udah lengkap..tp aq pke perisa red velvet..baunya vanilla bgt mba..mau nanya klo perisa takaran ny brp yah mba bt adonan?

    Putri-pekanbaru

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai Mba Putri, saran saya dipanggang Mba lebih mudah bikinnya dibanding kukus wakakak. Kalau kukus mungkin ketambahan uap air jadi cake gampang hancur, nunggu benar2 dingin dulu supaya cake keras makanya saya masukin kulkas supaya cake padat dan keras. Saya belum pernah pakai perasa red velvet, selama ini pakai ekstrak vanila, saya pakai biasanya 1 sendok teh.

      Delete
  23. Mba Endang, mau lapor red velvet. Baru coba bikin td pagi. Adonannya enak cm kok setelah dipanggang, hasil cake nya ga ngembang. Ga seperti foto mba endang, salah dmn ya aku. Pdhl uda ikutin langkah2nya, cm mentega aku krgin jd cm 300. Cake jdnya padat sekali. Apa berefek dr situ ya? Terigunya tetap 400 gr.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai Mba Rini, cake ini tidak mengembang terlalu tinggi dan memang teksturnya padat ya bukan tipe yang spongy dan banyak rongganya. Saya rasa kalau menteha dikurangi akan membuat cake kurang lembut saja tapi tidak terlalu berpengaruh banyak Mba.

      Delete
  24. Mba endang,saya sudah 2kali ngikutin resep mba ini,hasil nya memuaskan yg kedua mba,saya mixer lebih lama,lalu saya cetak sprti cupcake dan dioven au bain sprti memanggang cheese cake..hasil nya lembut dan tdk sekering yg pertama..hanya saja cream cheese frosting nya agak kurg nendang..saya mggunakan cream cheese elle vire,cream cheese yg enak merk apa ya mba?hehe trimakasih mba
    Putri-pekanbaru

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai Mba Putri, untuk red velvet ini saya pakai cream cheese merk gak terkenal wakakkakka, lupa apa namanya cuman murah. Krim kentalnya pakai Avoset yang non dairy cream. Coba pakai krim kentalnya yang oke Mba, buat dongkrak cream cheesenya.

      Delete
  25. Mbak Endang, kalau pakai loyang bulat resep ini utk loyang ukuran berapa?
    Saya sedang cari resep cake untuk kue ultah anak sy yg kesatu. Mbak ada saran cake apa yang gampang n enak soalnya sy masih pemula :)
    Rencananya mau buat kue 2 tingkat ukuran loyang 25 dan 20 dan dihias dgn cream cheese :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba, ukuran loyang selalu saya sertakan ya di bawah judul cake di resep. saya pakai ukuran loyang 23 x 23 x 10 cm, cake menjadi 3 lapis dengan tinggi sekitar 10 cm ya. Bisa kok untuk cake ultah anak2, pewarnanya kalau gak mau banyak2 bisa dikurangi saja, atau bikin saja pewarnanya gradasi, jadi kaya ombre cake ya. hehehe

      Delete
    2. Kalau sy mau buat ukuran yg sy mau mungkin hrs buat 2 resep ya mbak?
      Kue nya enakan mana dgn rainbow cake kukus?
      Sy da coba buat resep rainbow cake utk ultah suami. Enak n simple.....mbak memang top dech :p
      Oh iya kue kukus ini tahan berapa lama ya? Kalau tahan lama sy mau buat sehari seblmnya spy tidak terlalu sibuk :)

      Delete
    3. Hai Mba, kalau untuk rasa saya suka yang red velvet, lebih mahteh dan berat ya heeheh. Untuk simple dan lebih irit rainbow lebih oke wakakakk. Saran saya cake ini dipanggang saja mba, kalau dikukus kudu hati2 banget karena cake gamnpang retak dan pecah. Jadi harus benar2 dingin suppaya keras baru bisa di permak. Bisa tahan 3 hari di kulkas Mba, malahan lebih enak kalau dah nginep kulkas semalam heheeh

      Delete
  26. Mba Endang. Thank you so much yaah. Aku bikin kue ini pas ultah suamiku. Rasanya mantaaap bgt. Rasa bau khas butternya terasa. Kuenya bener lembut, padat, dan pas dikeluarin dari kulkas gak susah dipotong. Cantik ciamik pokoknya.
    Sukses trus yah mba. Ditunggu resep2 yg lain. Hehhhe

    Tary

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Tary, ini cake favorit sayaaaaa!!! hehehehhe. Kalau makan gak cukup sepotong, sayangnya kalorinya memang selangit. Saya bulan lalu coba versi panggangnya, bagus juga kok hasilnya, malah menurut saya lebih bagus hasilnya kalau dipanggang. Untuk rasa sama saja baik panggang atau kukus hehheheh. Thanks ya sharingnya.

      Delete
  27. Wawwwwww...
    Sy seorang pemula baking..
    Sy salut mba endang mau berbagi resep..tips bahkan mau menjawab satu persatu smua pertanyaan ..

    Semoga ketulusan mba endang dapat balasan dari yang Diatas..karna byk keluarga berbahagia karna resep2 ini..hehheee..
    Salam kenal,
    Indri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Indri, salam kenal juga. Sip, saya berharap semoga blog ini membuat banyak mereka yang tadinya gak bisa masak bisa pede terjun ke dapur. heheheh. Thanks sharingnya ya.

      Delete
  28. mBak Endang, mau nyobain yg ini, tapi mau nanya dulu :D
    1. Susu cair + krim kental + air jeruk lemon sptnya berfungsi jadi buttermilk ya? Membuat cake yg lembut. Kalau saya ganti pakai Youghurt dgn rasa buah (strawberry misalnya), kira2 bisa gak ya? Atau akan merusak adonan, misalnya jadi bantet atau bagaimana gitu? :p
    2. Kalau saya pakai essence vanilla merk Tobico, takarannya sama tdk dgn ekstrak vanilla?

    TIA yaaaa!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Sandra,
      1. yep Mba fungsinya seperti buttermilk ya, membuat cake lebih lembut. Bisa diganti dengan yogurt Mba, pakai yang plain saja supaya ngak merusak rasa. Pastikan baking powdernya double acting ya.

      2. Kalau pakai essence kurangi takarannya menjadi setengah, essence aromanya lebih kuat.

      Delete
    2. Mba endang, itu cara supaya creamcheesenya rata gmana toh caranyo? Boleh tak minta caranya? Horas!

      Delete
    3. Cream cheese rata dimana Mba? Di adonan atau saat mengoleskan untuk toppingnya? Kalau di adonan cream cheese yang keras dari kulkas harus didiamkan di suhu ruang minimal 1 jam hingga lembek baru digunakan. Kalau saat mengoleskan, gunakan spatula besi yang bentuknya seperti pisau ya, oleskan satu arah saja.

      Delete
  29. mbak mau tanyaa, kalo misal buah bit aku ganti stroberi bisa atau tidak? dan kalo diantara lapisan cake diberi almond apakah bisa? dan untuk kukus ini harus dimasukan kulkas dulu ya? teriimakasih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba, jangan diganti stroberi, skip saja kalau bit gak ada. Striberi akan memberikan tekstur dan rasa berbeda, selain itu strobri tidak bisa menambah warha merah kala dimasak. Lapisan cake diberi almond slice bisa ya.

      Cake ini sebenarnya dipanggang, saya lebih rekomendasikan di panggang di banding kukus. Cake ini karena banyak mengandung mentega maka teksturnya menjadi lembek/remah saat masih panas, dengan dikukus akan membuatnya menjadi lebih lembek sehingga harus masuk kulkas dulu supaya keras.

      Delete
  30. halu mb endang yg baik...
    baking powder doble act itu yg mn ya? n merkx apa kalu sy mw bli?
    thx^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai Mba Nia, coba baca postingan saya ini ya, mungkin bisa dapat pencerahan. Merk yang saya pakai: hercules. http://www.justtryandtaste.com/2011/06/mengenal-baking-powder-baking-soda.html

      Delete
  31. Siang mba..
    Kemarin saya bikin red velvet ini menggunakan versi panggang, kuenya sukses, liat resepnya kya yg ribet tapi setelah dipraktekin ternyata engga.
    Nah yang jadi masalah ada di cream cheese frosting.
    Saya menggunakan cream cheese merk Yummy, mentega tawar elle & vire, gula pasir yg dihaluskan, dan krim kental merk anchor + elle & vire.
    Hasilnya kok tidak kaku ya? Cream cheesenya kental tapi cair. Semakin lama dikocok malah jadi seperti pecah santan. Ada yang salah kah dari bahan2 yang saya gunakan tersebut?
    Terima kasih ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, cream cheese dan krim kental nggak boleh dikocok hingga berlebihan karena akan pecah jadinya, terpisah antara air dengan lemak. Kalau menurut saya, sepertinya cream cheese yummy kandungan airnya tinggi ya, jadi lembek dan berair. saran saya coba saring dulu cream cheesenya dengan kain halus (kain untuk saringan tahu) selama semalam, letakkan di dalam kulkas. ini akan membuat cream cheese menjadi padat. Untuk krim kentalnya, pastikan untuk whipping cream ya, karena jenis krim kental elle n vire bermacam2.

      Delete
  32. mba, barusan aku nyoba 1/2 resep, pakai cetakan cupcakes
    tp kenapa hasilnya mekar merekah seperti bolu kukus ya? aku perhatikan adonannya memang kental sekali tidak spt cupcakes yg umumnya agak cair. padahal susu cair sudah aku tambahkan sekitar 30ml dr yg di resep. aku pakai tepung terigu segitiga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba, wah saya belum pernah coba cetak ke kertas cupcake, dan selama ini malah selalu bermaslah kalau bikin bolu kukus gak mau mekar wakakak. coba pakai resep red velvet cupcake Mba: http://www.justtryandtaste.com/2013/02/red-velvet-cupcakes-dengan-cream-cheese.html

      Delete
    2. iya mba, ini mekar merekah dgn indahnya, sampai kaget pas ngeliat.tp berhubung niatannya mau buat cupcake, sakit hati jg pas ponakan bilang bolu kukusnya enak hihi

      kl saya bandingkan dgn resep2 red velvet cupcake memang sepertinya kurang cairan/buttermilk

      Delete
    3. Wakakka, waduh saya justru niat 300% bikin bolkus malah jadinya cupcake wakakkakak. thanks sharingnya yaaa

      Delete
  33. Mbak endang, kalau di panggang di oven itu berapa lamA? Terus apa bisa ga ush pake pewarna tpi porsi bitnya ditambah? Apa wana nya akan tetap sama dan apa kah akan ada rasa langu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba. Balas dong -inry-

      Delete
    2. Hai Mba, sepertinya di komen di atas sudah ada yang tanya tentang ini heheheh. panggang sekitar 30menit di oven ya, dan kalau hanya pakai bit warnanya gak merah, tapi coklat jadi harus pakai pewarna kalau mau namanya red velvet cake.

      Delete
  34. mba endang klo dipanggang apa harus 3 kali panggang atau sekaligus satu adonan langsung dipanggang semua? thx . balas urgent ya mba soale mau coba bikin nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maksunya dipanggang dalam 3 loyang dalam 1 kali kesempatan? atau cuman 1 loyang untuk semua adonan? saya pakai 3 loyang dan ngantri, karena oven tidak muat. Bisa pakai 1 loyang, kalau sudah matang cake dipotong menjadi 3 bagian dengan ketebalam yang sama.

      Delete
  35. Halo mbak Endang, saya silent reader blog mbak Endang dari bulan puasa kemaren. Sudah beberapa resep masakan yang saya coba. Baca-baca koleksi resep cakenya jadi gatel kepengen praktek juga:) Thanks buat sharing resep plus kisah-kisahnya yang selalu refreshing, inspiring dan entertaining...salam kenal, Heni

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai Mba Heni, salam kenal ya Mba. Terima kasih atas sharingnya disini, senang resep2 JTT bisa dipraktekkan di dapur Mba Heni. Moga resep cake-nya disuka juga ya. Sukses selalu ya! ^_^

      Delete
  36. Salam Mba Endang,
    Makasih banyak untuk selalu posting makanan2 dengan foto langkah2nya. blog mba ini referensi saya banget. walau masih jarang dipraktekin sih, hehe.

    Mba, pernah bikin kue/roti pakai rice cooker?
    atau klo bisa tolong dicontohin kue/roti yang pakai rice cooker :D

    Makasih Mba Endang, keep posting and inspiring ^^b

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba, sayang sekali saya belum pernah bikin kue/roti pakai rice cooker, kalau roti kayanya dah pernah ada yang buat ya pakai rice cooker, goo**gling saja, saya pernah baca kok, cuman lamaaaa banget matangnya hehehhe. Sukses untuk Mba ya. ^_^

      Delete
  37. mba ini padat ya?kalo mw agak ngembang lgi biar ga gtu padet bs tmbhin baking powder ga yah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yep, padat tapi lembut. Kurangi takaran mentega saja ya, mungkin bisa tambah BP tapi saya belum pernah coba ^_^

      Delete
  38. mba sorry aku mau nannya tp ga add hub sama redvelvet hehe, jdi gni kmrn mw bkin whipcream, krim kental dri kulkas aku kocok pake mixer ga bs ngembang itu kenapa ya?bru prtama x bgni loh :S tanda krem kental ud rusak apa si mba?ini emg ud lama si di kulkas tp wrna,rasa,sama tekstur belom berubah masi bagus gitu heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai Mba, apakah ini krim kental untuk whipping cream atau krim kental cooking biasa? karena beda ya. coba cek di kemasan apakah ada tulisan whipping cream.

      kalau warna, aroma masih baik, tandanya masih bisa dipakai Mba.

      Delete
    2. whipping cream for decorating gt kok yg non dairy mba, biasa mba krim kental setelah dibuka itu tahan brp bulan ya kira2 ya?hehehe

      Delete
    3. wah harusnya bisa dikocok yaaaa, krim kental hanya tahan 1 mingguan kalau kotak sudah dibuka, lebih ari itu suka jamuran dan asam

      Delete
    4. Hai mba mau nanya, creamcheese, mentega&margarine, dan whipped creamnya pake merk apa ya? Makasih:)

      Delete
    5. Hai mba mau nanya, creamcheese, mentega&margarine, dan whipped creamnya pake merk apa ya? Makasih:)

      Delete
    6. Halo, wah saya sebenarnya kalau pakai merk gak neko2 kok, apapun yang ada di toko bahan kue dan harganya masuk akal saya sikat hehehhe, cream cheese saya lupa merknya tapi biasanya saya suka pakai yang batangan karena lebih keras dan pekat ketika dikocok. Mentega/margarine saya suka pakai bakers mixed ini kiloan ya campuran mentega dan margarine. Whipped cream saya biasa pakai avoset non dairy.

      Delete
  39. mba endang,mira lagi niiyyy..udah praktekin yang versi panggang,oke looh,cuman emang bener ini kue kelas "berat". makan sepotong udah kuenyaang banget. makasih udah share resepnya,kalo ga keberatan boleh kucopy resepnya?

    salam dari Jeddah,
    Mira

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silahkan di copy resepnya Mba Mira, memang kue kelas berat,kalorinya segunung hiiksss. Thanks sharingnya ya

      Delete
    2. Malam mbak .....q da coba resepnya angkat 4 jempol TOP ,rencananya mu bikinin cake buat ponakan yg ultah pake resep ini.kira kira jika dipasang pakai edible image kuat ga ya mbak ,makasih banyak bisa kenal sama mbak yang ga pelit ilmu SUKSES Selalu always keep smile����

      Delete
    3. Hai Mba, salam kenal juga ya.

      saran saya pakai versi panggangnya ya, dan masukkan ke kulkas dulu supaya keras dan padat baru dipasangkan edible image. Sukses ya.

      Delete
  40. mbak salam kenal :) ini kalau saya mau panggang aja pake suhu brp ya+brp lama manggangnya? makasih ^^ happy baking:D

    ReplyDelete
    Replies
    1. panggang di suhu 170'C waktu sekitar 30 menit kalau menggunakan 3 loyang, kalau jadi 1 loyang sekitar 1 jam an.

      Delete
  41. Eh maaf mbaak baru baca2 yg comment hehehe *ga teliti* :P

    ReplyDelete
  42. mba endang cantik, ijin nyoba resep2nya ya....ak jatuh cinta banget sm blog ini. Udah lumayan banyak resep2 yang ak coba (doooo baru ijin skrg :D). Tgl 20 kemarin anakku yg gede ultah yg ke-2, ak bikinin nasi pandan dengan lauk nugget homemade plus mie goreng pake rese JTT plus ayam cabe ijo juga buat yg dewasa. Wah, laku keras mba, semua bilang enak dan terkagum2 dengan masakanku (sampe melembung nih kepala hehehehe). Rencananya bulan depan mo bikin kue ultah pake resep red velvet ini buat adiknya plus ayam bacem buat suguhannya. Makasih ya mba udah meluangkan waktu buat bikin blog keren ini, akhirnya ada juga yg mau nampilin resep masakan dengan detil jadi ngebantu banget buat yang ga bisa masak kaya ak. Soale selama ini paling sebel kalo baca resep yang isinya kaya gini "gula, garam, merica secukupnya" dooooohhhhh secukupnya itu kaya apa???? Tapi pas nyoba resep2nya mba endang, mantap banget dah. Serasa udah jadi chef, hasil masakanku semuanya enak. Sampe2 berani masak sendiri untuk ultah anakku....halaahh jadi curcol. Pokoknya ak ijin nyoba resep2nya ya mba, kalo bisa sih pengen semua dicobain :D
    So, jangan berhenti posting ya mba, banyak yg bergantung padamu hehehehe

    salam,
    sugi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Sugi, wah senang sekali membaca curcolnya. Thanks sharingnya disini ya, syaa akan usahakan untuk terus update postingan baru. thanks supportnya ya ^_^

      Delete
  43. Mbak resepnya top banget. dari awal suka ngintipin. dan sepertinya mau nyobain lagi yang ini. Makasih ya mbak.. step by step nya jelas banget :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Alris, silahkan dicoba lagi ya dan thanks sharingnya ya.

      Delete
  44. Salam kenal mba E...aq salah satu secret admire mu nih..sejak pertama kl dipertemukan oleh google XD..so far aq udh coba bkn 5 resep.. rasanya maknyus smua dan langkah2nya bener2 komprehensif :D..ditunggu ya mba postingan berikutnya!!

    Skalian numpang nanya mba..untuk kue2 laen biasanya telur dan gula dikocok duluan sampai mengembang..tp knp disini justru mentega yang dikocok sampai mengembang yah? Thank you in advance ya mba buat bantuannya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Stephanie, salam kenal juga ya. Yep resep aslinya seperti itu, mungkin supaya hasil cake lembut moist tapi nggak ngembang banget.

      Delete
  45. Mba Endang, mau nanya ya.
    1. Itu bit diblender bersama air rebusannya atau bit nya saja?
    2. Gula nya 200 gram? Di cerita mbak Endang di awal2, katanya pakai 150 gram. Lebih pas 150 atau 200 gram mbak?
    3. Waktu Mbak Endang panggang, ngantri juga boleh ga? Kira2 berapa lama panggangnya?

    Saya berencana bikin buat ultah mama. Tapi karena ovennya cuma muat 1 loyang, rencana ngantri atau kocok 3x.
    Minta sarannya ya mbak :)

    Makasi

    Marieska

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak, ketinggalan nanya nya.
      4. Terigu nya pakai protein rendah? Berarti terigu kunci? Biasa protein sedang kan ya?
      5. Cream cheese frosting bisa dikasi pewarna ga ya mba? Mau nyobain ombre frosting.

      Makasi sebelum dan sesudahnya ya mbak :)

      Salam,
      Marieska

      Delete
    2. Hai Mba Marieska, berikut jawaban saya ya:
      1. Bit diblender beserta air rebusannya ya
      2. pakai 150 grm saja cukup manis kok
      3. boleh ngantri asalkan pakai baking powder double acting, saya gak sarankan antri kalau pakai single acting, panggang sekitar 30 menit ya tapi mending cek pakai lidi, karena beda oven bisa beda suhu dan waktu
      4. bisa pakai protein sedang ya, gak masalah
      5. bisa dikasih pewarna Mba, silahkan ya

      moga mebantu.

      Delete
    3. sip deh. jawabannya lengkap banget as usual hehe..

      makasi banyak ya mbaaa ^^

      Delete
  46. Haloooo mb.Endang.....sy copy yaaaa....pengen bikin bwt ultah anak bln ini. Di t4 saya ga da yg jual siy....hehehe.... Ntar apapun hasilnya ta' share di sini yaaa.....tq.... -dewi-licious-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Dewi, silahkan Mba dicoba, moga sukses dan suka ya. Saya yakin kalau dicoba seksama lebih enak bikin drpd beli wakakaka. Silahkan dishare disini ya

      Delete
  47. haloo mb endang...salam kenal, sebenernya kl dibaca sdh cukup leengkap dan dah kebayang sm diriku cara bikinnya dan bahan2nya ada yg ku kenal ada jg yg baru ak dengar. Pengen banget coba mb...ada no Hp atw pin BB mb, jd ak bs nanya lebih lengkap. Mks
    TETY ~ Bogor

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Tety, salam kenal juga ya. Hmm, gak ada yang susah untuk membuat cake ini Mba, asalkan diikuti dengan seksama ya. Untuk tanya selain lewat blog juga bisa lewat fanpage FB JTT ya.

      Delete
  48. halloo mb Endang, ak kpengen nyoba tp gak terlalu suka sma cream cheese, smisal frostingnya diganti bisa gak mb ? kalo iya, bisa mnta rekomendasinya ? skalian kalo it dbikin cupcake oke* aj kan yaaa ? hehehe makasii mb Endang :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba, skip saja frostingnya kalau gak suka creamcheese. Red velvet umumnya menggunakan frosting cream cheese. tanpa frosting tetap enak kok, mungkin bisa pakai buttercream ya.

      Delete
  49. pertama tama mau bilang makasi sama google yg sudah mempertemukan aku dgn blog super ini...
    rencananya saya mau bikin red velvet untuk ultah anaku yg ke dua..
    tapi berhubung suka gagal di cake panggang maka aku mau nyobain rvc kukus tapi mba endang malah menyarankan lebih enak di panggamg...
    klo misalnya menteganya 100gr
    margarin 200gr apa merubah teksturnya??
    kali ini mau nyobain panggang lagi doakan aku sukses ya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Yuke, thanks sharingnya ya. Cake ini sebaiknya memang dipanggang karena takaran mentega/margarine yang tinggi mmebuatnya agak susah dihandle kalau kukus.
      yep teksturnya tidak akan selembut resep asli kalau mentega/margarine di kurangi takarannya ya. Kalau dikukus mungkin masih lembut karena uap air, kalau panggang karena kondisi kering maka mentega/margarine yang cukup membuatnya lembut.

      Delete
    2. Mba endang, aku udah eksekusi rvc dan dioanggang tadi dan hasilnya endeus... Biasanya klo manggang cake rasanya kaya ada remah ga moist gini...
      Takaran menteganya dikurangi jadi 120gr saja kalo punya saya tapi masih moist juga...
      Cream cheesenya juga berhasil, tapi warna kuenya yg ga sama ahahahaha.. Mungkin krna yg di pake bukan pasta yg sama ya?? Malah jadi merah bata gelap....

      Nah mba endang,, aku masih penasaran...
      Kalo misalnya dengan takaran mentega yg 120gr dan margarine 200gr apa masih berat juga ya kalo di kukus mba??

      Delete
    3. Hai Mba Yuke. saya rasa kalau dikurangi takaran mentega dan margarinenya akan membuat cake lebih mudah dikukus. Karena kukus kan mengandung air dan moist jadi gak perlu pakai mentega/margarine banyak2. Silahkan dicoba ya.

      thanks atas sharingnya ya Mba ^_^

      Delete
  50. Mbak Endang, saya tertarik utk buat red velvet, saya googling kebetulan saya ketemu resepnyambak yang paling menarik dan lengkap :)
    saya mau tanya kalau dipakein oreo ditengahnya / di atas nya cocok tidak ya dgn rasa nya? saya ingin mnghias bagian atas nya dengan oreo, kalau atas nya dikasi oreo, tngh nya saya kasi oreo lagi bgmn? Trimakasih sebelumnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Marsha, kalau menurut saya kok gak oke ya pakai oreo, merusak rasa cakenya hehehhe, tapi kembali ke selera asal yaaa.

      Delete
  51. Hi mba Endang,

    Salam kenal mba :)
    Mba aku mau tanya dunk, karena ga punya loyang dua yg sama ukurannya dan ga punya BP double acting jg bisa di ganti SP kah mba ??
    Karena ngukus/oven nya dua kali nih mba, takut2 bantet ??
    Mohon infonya mba, deadline buat bday cake nenek 2hari lagi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal Mba Nuna, SP dan BP sebenarya beda ya, walau SP mengandung pengembang juga namun kegunaanya untuk melembutkan tekstur cake. Cake diatas sudah lembut tanpa perlu tambahan SP, dan saya sarankan pakai double acting karena adonan berat dan dikukus, takutnya gak naik kalau pakai SP, apalagi proses kukus 2 kali ya.

      Delete
    2. Hii mba endang...
      Makasi ya selalu update resep yang mudah pembuatannya serta oke rasanya��.. Hampir semua resep sudah saya coba. Lapis coklat kejunya juaraaa mba.. Saya mau nanya ni mba.. Biasanya kalu beli red velvet itu diatasnya ada taburan bubuk warna merah itu apa y? Tau ga mba/ ada cara membuatnya.. Makasi ya mba endang....

      Delete
    3. Hai Mba, taburan bubuk merah itu adalah remahan cake red velvet itu sendiri. Jadi cake yang dihancurkan sampai halus biasanya digunakan sebagai hiasannya ^_^

      Delete
  52. salam kenal mbak endang mo nanya
    1. kalau pakai otang berapa menit dan apa harus pakai api atas, saya pakai yang merek Hock
    2. kenapa kalo mixer mentega dan gula pasir terlihat kayak pecah. saya menggunakan mixer phillips dengan speed 2
    terima kasih mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga ya Mba.

      1. pakai otang kayanya harus dilihat kondisi cakenya ya Mba, saya gak bisa kasih waktunya karena bisa beda2. Yang jelas otang akan beda waktu manggangnya dengan otrik ya.

      2. saya juga pakai speed 2 dan merk sama ya. mungkin terlalu lama mengocoknya atau kondisi mentega terlalu lumer sehingga minyak terpisah.

      Delete
  53. haii mba endang,
    mba boleh ga klo menteganya di ganti sm margarine kya blue band cake and cookie,
    kn bsa d kurangi takarannya, jdi brpa bnyak mba?

    satu lg mba, klo buat di panngang untuk stngah resep jdi brpa lama ya?

    mksii bnyak mba, maaf bnyak nanya,
    hehe sya newbe dsni & diam2 sring ngntip resepnya mba yg keren2 ini, hehe
    sukses sllu buat mba,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba, boleh2 saja kalau mau menggunakan margarine semua, takaran sama seperti diatas saja. Untuk mengurangi takarannya silahkan baca komentar2 diatas Mba, sepertinya sudah ada yang coba utak atik di bagian ini, saya sendiri belum pernah coba ya, jadi selalu membuat dengan takaran sama di resep.

      panggang masing2 lapisan sekitar 25 - 30 menit tergantung oven dan tes dengan tusuk gigi,

      Delete

Heloooo! Terima kasih telah berkunjung di Just Try & Taste dan meluangkan waktu anda untuk menulis sepatah dua patah kata. Walau terkadang saya tidak selalu bisa membalas setiap komentar yang datang, namun saya senang sekali bisa menerima dan membacanya.

Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen anda dalam mencoba resep-resep yang saya tampilan. Semua komentar baik di posting lama maupun baru sangat saya nantikan. ^_^

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan di artikel karena saya menggunakan setting moderasi, namun jangan khawatir, begitu saya kembali ke laptop maka hal utama yang saya lakukan adalah mengecek dan mempublish komentar anda.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan. Jika anda ingin mendapatkan back link maka anda harus menggunakan OpenId atau Name + Url.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try & Taste. Untuk mengajukan pertanyaan dan komentar, anda juga bisa langsung email ke saya di justtryandtaste@gmail.com

Saya tunggu komentar, feedback, email dan sharing anda ya. Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Salam sukses!!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...