Masih ingat dengan demam red velvet yang melanda saya belakangan waktu ini? Jika anda membaca postingan saya sebelumnya di red velvet cupcake, silahkan klik link disini, maka anda mungkin bisa memahami betapa penasarannya saya menemukan the ultimate red velvet cake yang pernah diciptakan di muka bumi ini. Saya akui demam saya telah tertinggal jauh, booming cake ini telah lewat dan saat ini jenis cake lainnya seperti ombre cake yang lebih banyak diperbincangkan akhir-akhir ini. Namun saya tidak peduli. Selama saya belum menemukan resep cake merah marun yang paling nendang bagi lidah saya maka perasaan penasaran ini masih akan terus bercokol dan merongrong di benak. Entah sudah berapa banyak resep di internet yang saya baca, namun semuanya hampir mirip dengan red velvet cupcake yang pernah saya buat sebelumnya. Ujung-ujungnya, ketika hari Jumat minggu lalu saya iseng bertanya ke Inry, teman kantor saya, yang jago membuat cake, jawabannya membuat saya menepuk jidat sendiri. "Lho pakai resep Yongky saja Ndang, resepnya ada di majalahku yang pernah kamu copy dulu. Hasilnya lembut, padat dan mantep". Oalah! ^_^
Diskusi saya dengan Inry berlanjut ke kunjungan kami bersama ke sebuah toko bahan kue di daerah Jakarta Pusat, kebetulan Inry perlu membeli beberapa bahan kue karena mendapat pesanan cake dari kakaknya yang akan beulangtahun. Bagi saya, toko bahan kue ini sudah lama saya dengar karena sangat kondang namun saya belum punya kesempatan untuk kesana. Toko bernama toko Ani ini bisa menjadi rekomendasi anda selain Titan yang sering saya rekomendasikan jika ada yang bertanya ke saya mengenai alternatif toko bahan kue di Jakarta. Toko Ani terletak di jalan Gunung Sahari, dan walaupun tidak sebesar Titan, namun sangat lengkap dan memiliki pernak-pernik yang sangat unik. Inry mengatakan, dia sering sekali bertemu dengan celebrity chef yang sedang berbelanja ke toko tersebut. Sayangnya toko ini tidak menjual loyang atau cetakan kue versi murahnya, rata-rata merk Wilton yang terpajang disana dan harganya selangit bagi kocek saya. Jadi saya pun hanya membeli beberapa pasta pewarna, salah satunya merk Wilton yang saya pakai untuk mewarnai red velvet yang saya buat kali ini.
Perjalanan saya dengan Inry terbukti cukup membawa manfaat, Inry memiliki pengalaman dan pengetahuan yang banyak tentang baking karena sering sekali mengikuti workshop produk tertentu dan cooking class di beberapa tempat. Dari Inry, saya menjadi tahu, perbedaan krim kental dairy dan non dairy yang selama ini tidak pernah saya cari tahu informasinya. Inry menyarankan untuk topping/frosting cake sebaiknya menggunakan krim kental yang non dairy karena hasil kocokannya lebih kaku dan tidak mudah meleleh walau suhu hangat. Berbeda dengan krim yang dairy, sebaiknya krim jenis ini dipakai sebagai campuran adonan, sebagai isi roti, untuk membuat es krim atau bisa juga sebagai krim pelapis antar cake, karena sifatnya yang mudah meleleh. Untuk rasa memang krim yang dairy katanya lebih enak, walau bagi lidah saya rasanya sama saja. ^_^
Selain informasi tentang krim kental, saya juga mendapatkan masukan mengenai merk-merk bahan yang dipakai, merk penggantinya yang lebih murah serta tips bahwa kombinasi mentega dan margarine akan menghasilkan rasa cake atau kue yang lebih lezat dibandingkan jika kita hanya menggunakan satu jenis bahan saja. Selama ini saya selalu bertanya-tanya mengapa kue atau cake yang saya buat terasa biasa saja walaupun saya telah menggunakan mentega/butter dengan kualitas yang baik, dan bertanya-tanya juga mengapa resep-resep cake Ny. Liem selalu mengkombinasikan butter dan margarine. Ternyata memang mengkombinasikan mentega dan margarine membuat rasa dan tekstur cake menjadi lebih lezat, moist, padat dan tidak terlalu eneg.
Kembali ke red velvet cake yang kali ini saya posting. Harus saya akui cake ini sangat lezat sekali. Padat, moist dan lembut, bukan jenis cake yang ringan dan mengembang, jika anda mengharapkan tekstur cake yang ringan maka resep satu ini tidak saya sarankan. Untuk pewarnanya, selain menggunakan pewarna merah juga digunakan bit merah yang diblender hingga halus, komposisi bit yang digunakan tidak banyak sehingga saya menjadi bertanya-tanya jika penggunaan bit dihilangkan apakah memberikan pengaruh ke cake atau tidak. Resep aslinya cake ini sebenarnya dipanggang, tetapi nekat saya kukus karena saya baru saja membeli kukusan klakat yang telah lama saya idam-idamkan. Jadi ini percobaan pertama saya menggunakan kukusan baru. Kukusan super jumbo seharga dua ratus ribu rupiah ini memang mantap dan mampu menampung banyak loyang secara sekaligus. Namun yang jadi masalah adalah saya tidak memiliki banyak loyang dengan ukuran yang sama, jadi terpaksa akhirnya cake saya kukus sebagian demi sebagian. Tobat!
Modifikasi lainnya yang saya lakukan adalah takaran mentega dan margarine yang saya kurangi, serta porsi gula yang saya pangkas habis. Untungnya Inry meninggalkan catatan di majalah yang saya copy, mengatakan bahwa cake terasa luar biasa manisnya. Bagaimana tidak? Di resep aslinya gula yang digunakan sebanyak 500 gram dan ketika saya pangkas menjadi 150 gram, cake telah terasa pas manisnya. Satu accident yang saya sesalkan adalah saya terlalu banyak memasukkan pewarna makanan ke dalam adonan, pengalaman sebelumnya menggunakan pewarna cair saya membutuhkan banyak sekali porsi pewarna untuk membuat warna cake keluar dengan cantiknya. Kali ini saya menggunakan pewarna pasta dari merk yang berkualitas baik. Saat masih berbentuk adonan warnanya tidak terlalu cerah membuat saya tergoda menambahkan kembali porsinya dan ternyata saat cake telah matang dan keluar dari kukusan warnanya begitu menyala, membuat saya teringat dengan rok seragam SD saya yang saat ini telah kelaut nasibnya. ^_^
Jika anda bermaksud membuat cake ini dengan versi kukus (anda juga bisa memanggangnya), saran saya ketika cake telah matang, dinginkan cake hingga benar-benar dingin di dalam loyangnya. Kalau perlu masukkan ke kulkas. Kandungan mentega yang tinggi membuat cake mudah hancur dan remah sehingga menyulitkan saat mengeluarkannya dari dalam loyang jika cake masih hangat. Selain itu sebaiknya alas dasar loyang dengan menggunakan kertas baking atau kertas minyak untuk memanggang cake. Potong kertas lebih panjang dari loyang sehingga sebagian kertas masih terjulur keluar loyang. Saat akan mengeluarkan cake, anda tidak perlu membalikkan loyang tetapi cukup menarik bagian kiri dan kanan kertas, dan keluarkan cake dengan hati-hati, balikkan cake dan lepaskan kertas yang melekat.
Saat cake dingin (keluar dari dalam kulkas), cake menjadi padat dan sangat mudah untuk di-handle, saat itu anda bisa melanjutkan untuk melapisinya dengan cream cheese dan menghiasnya. Saya sangat buruk untuk urusan cake decorating ini sehingga cake hanya saya lapisi cream cheese begitu saja tanpa ada hiasan lainnya. Untuk rasanya? Hmm, mantap dan bisa bersanding dengan cake sejenis dari bakery terkenal di Plaza Senayan yang saya idam-idamkan. Yummy!
Untuk 3 lapis cake dengan ukuran loyang 23x23x10 cm
- 1 sendok teh vanilla ekstrak
- 1 sendok teh rhum essence (optional)
Siapkan loyang, olesi permukaannya dengan margarine. Taburi bagian sisi-sisi loyang dengan tepung. Alasi bagian dasar loyang dengan kertas baking, olesi permukaan kertas dengan margarine. Potong kertas lebih panjang dibandingkan loyang sehingga ada bagian kertas yang masih keluar dari dalam loyang, sisa kertas sebagai pegangan dan memudahkan kita saat akan mengeluarkan cake dari loyang.
Siapkan kukusan, beri air yang banyak dan panaskan hingga mendidih. Anda juga bisa memanggangnya di suhu 170'C.
Rebus bit dan air hingga bit menjadi lunak dan matang. Masukkan bit ke dalam blender dan proses hingga halus. Sisihkan hingga bubur bit menjadi benar-benar dingin. Ambil 70 gram adonan bit untuk membuat cake, anda hanya memerlukan 70 gram saja.
Siapkan mangkuk mikser, masukkan mentega, margarine dan gula pasir, kocok dengan kecepatan rendah hingga adonan tercampur baik, kemudian naikkan kecepatan mikser menjadi sedang dan kocok hingga mentega dan margarine berubah warna menjadi putih, mengembang dan pekat. Anda bisa lihat mentega dan margarine yang tadinya padat dan tidak terlalu banyak volumenya, berubah menjadi kembang dan ringan. Jika anda menggunakan tipe mikser seperti yang saya gunakan, naikkan kecepatan mikser menjadi tinggi untuk mempercepat proses.
Ketika adonan telah mengembang (membutuhkan waktu sekitar 10 - 15 menit jika menggunakan mikser seperti saya dan akan lebih singkat waktunya jika anda menggunakan mikser heavy duty), masukkan pasta pewarna dan lanjutkan mengocok hingga perwarna tercampur baik. Matikan mikser.
Dalam mangkuk terpisah, masukkan bahan B: telur, 70 gram bubur bit, susu cair, air jeruk lemon dan krim kental. Aduk hingga rata.
Hidupkan mesin mikser, gunakan kecepatan paling rendah. Masukkan larutan telur dan ayakan tepung terigu secara bergantian. Gunakan sendok sayur untuk memasukkannya, sambil adonan terus dikocok hingga tercampur baik.
Note: porsi adonan sangat banyak, pekat dan kental. Ada kemungkinan adonan akan naik ke gagang pengocok.
Kocok hingga adonan tercampur baik, segera matikan mikser. Bagi adonan menjadi 3 bagian, masing-masing seberat 500 gram. Masukkan masing-masing bagian adonan di loyang, karena saya hanya memiliki 1 loyang maka saya mengukus cake secara bergantian. Jika anda menggunakan baking powder double acting maka cara ini bisa dilakukan, karena baking powder jenis ini bereaksi ketika adonan dipanaskan. Jika anda menggunakan baking powder single acting sebaiknya cake langsung di kukus/dipanggang dan jangan menunggu terlalu lama.
Kukus cake selama 30 menit. Jika anda menggunakan kukusan biasa, tutup permukaan kukusan dengan kain baru ditutup dengan penutupnya. Jika anda menggunakan kukusan klakat seperti yang saya lakukan maka anda tidak perlu menggunakan kain karena uap air akan mengalir turun dari tepi kukusan, tidak langsung menetes di atas permukaan cake.
| Kukusan klakat |
Jika cake telah matang (test dengan tusuk gigi), keluarkan dari kukusan dan biarkan hingga benar-benar dingin di dalam loyang. Saran saya, masukkan ke dalam kulkas, suhu dingin membuat cake menjadi padat dan tidak mudah hancur saat dikeluarkan dari dalam loyang. Angkat kertas baking yang menjulur keluar loyang dan balikkan cake, lepaskan kertas dengan hati-hati.
Lakukan pada semua adonan, saya harus mengukusnya selama 3 kali untuk mendapatkan 3 lapis cake. Untungnya dengan baking powder double acting, semua cake berhasil dengan baik. Hanya sayangnya saya tidak sabar menunggu dingin, membuat cake menjadi retak dan remah saat saya paksa keluar loyang saat kondisinya masih hangat.
Membuat topping cream cheese
Masukkan cream cheese ke dalam mangkuk mikser, kocok dengan kecepatan sedang hingga menjadi adonan yang lembut. Tambahkan mentega, gula bubuk, vanila, rhum, dan krim kental, lanjutkan mengocok hingga menjadi adonan yang kental.
Adonan yang terbentuk pekat, kental dan mudah untuk disapukan ke cake.
Letakkan selapis cake di wadah datar, lapisi dengan topping cream cheese merata ke seluruh permukaan cake. Tumpukkan cake berikutnya, lapisi kembali dengan cream cheese, terakhir tumpukkan lapisan cake ketiga dan lapisi seluruh permukaan cake dengan cream cheese.
Lakukan kreatifitas anda untuk menghias cake, terus terang kreatifitas saya nol besar jika berhubungan dengan hal yang satu ini. ^_^
Masukkan cake ke dalam kulkas, biarkan hingga cream cheese mengeras. Potong-potong cake sesuai keinginan. Cake siap disantap. Super yummy!
Source:
Majalah Pastry & Bakery edisi 37, 7 Juni 2012 - Original Red Velvet Cake by Yongki Gunawan
mbak endang, saya penggemar blog anda niih..
ReplyDeletekayaknya ini uenaaakk mbak? ngga ada rasa langu bit kah? air lemon pengganti cuka ya mbak?
oya, kenapa kalo saya bikin cake yg di panggang, setelah sehari permukaan cake jd basah ya? ga bisa kering kayak cake yg dijual di toko2?
thanks mbak,
noor kholidah
Halo Mba Noor, salam kenal ya. Ini muanteppp Mba, nggak ada rasa langu sama sekali, bitnya cuman sedikit pakainya. Cuman diambil 70 gram saja, kayanya rebus setengah resep saja bitnya Mba, sayang dibuang2. Yep air lemon pengganti vinegar ya. Kalau mau permukaan kering dan cake padat, masukkan ke kulkas Mba, cake basah karena mentega meleleh kena suhu ruang.Simpan di kulkas, dijamin cakenya legittttt. ^_^
Deletesiang...mbak endang
Deleteselain ditaruh dikulkas...biar gak basah atasnya
perlu jga diperhatikan waktu oven kadang krg kering atasnya jdi basah cakenya kebanyakan orang punya oven biasanya yg api bwh aja....jd emang bagian atas agak lambat keringnya..
Wah benar banget Mba, saya soalnya kalau manggang cake selalu api atas bawah, gak pernah api bawah saja. Soalnya kalau cuman pakai 1 pengapian, lama matang dan pernah justru bantat. Thanks ya ^_^
DeleteHalo. mbak Endang. Akhirnya keturutan beli klakat ya... Mbak, saya pernah makan red velvet-nya Harvest wkt si boss ultah. Rasanya unik tapi enak, jadi pengin coba bikin sendiri wkt lihat posting-an hari ini.
ReplyDeleteAda beberapa pertanyaan, nih. Apa krim kental boleh di-skip? Kalo tdk, apa ada penggantinya? Merk apa yg mbak pakai? Kalau misalnya cara kukusnya spt cake lapis coklat keju (resep mbak) bgmn? Jadi dilapisi keju slice gitu tiap lapisan. Sebab saya malas kalo pakai lapisan krim dan topping. he..he.. Terima kasih.
Sisca - Surabaya
Halooow Mba Sisca, yeeeeppp gara2 Mba Sisca neh akhirnya saya minggu kemarin nekat gubrakan beli klakat wakakka, Gak tanggung2, ada ukuran kecil saya beli yang paling jumbo waaaakk, padahal loyang dirumah kecil2, habis selisihnya gak banyak, jadi saya beli saja yang gedhe sekalian. Dasar maruk.
DeleteKrim kental bisa diskip, ganti saja dengan susu bubuk dicairkan dengan air dan takar sebanyak krim kental Saya kemarin baru tahu dari teman pakai merk Rich, ini non dairy cream. Krim kental di pasaran umumnya dairy cream, gampang leleh,gak bagus buat topping. Merk Rich ada macem2: ada yang Gold Medal ada yang Avoset beda rasa manis saja, Gold Medal lebih manis. Harganya juga lebih murah Mba, 1 liter cuman 35 rb, cuman adanya di toko bahan kue, gak dijual bebas di supermarket.
Kalau gak mau pakai lapisan, gak usah dikukus selapis2 Mba, langsung saja semua adonan masuk ke loyang dan kukus. Ciri khas red velvet memang dia berlapis dan diantara lapisan dikasih cream, jadi gak sama seperti lapis Surabaya.
Wah, mantap deh! Saya coba cari dulu krim kentalnya, kalo ada yg kemasan kecil, ya saya beli. Maksud saya beberapa lapisan dg keju slice spy penampilan mirip red velvet ha..ha..
DeleteKayaknya saya akan mengikuti jejak mbak Endang beli klakat. Bln ini dpt rapelan kenaikan gaji. Ssst....
Loyang saya juga cukup banyak. Ada beberapa bentuk dan ukuran, nggak ada yg sama, dan bahkan ada yg belum terpakai! Setiap kali ke tbk, kalo lihat loyang unik kepengin beli. Mama saya protes, katanya loyang sdh banyak masih beli lagi beli lagi.
Wess benar tuh Mba Sisca, atau kalau nggak pakai buat antar lapisan saja trus tambahin keju parut, rasanya saya kira mirip2, atau kalau nggak ya pakai buttercream saja. Sama Mba, saya punya banyak loyang, beda ukuran beda bentuk wakakkak, kalau bikin kue berlapis2 gini akhirnya suka saya bikin dalam 1 loyang trus saya potong2, cuman hasilnya amburadul Mba, potongannya gak mau lurus hehhehe
Deletembak, kalau adonan didiamkan sebentar sambil menunggu yang lain mateng bisa ga mbak?? soalnya kukusanku cuma ukuran d=26cm dan tidah cukup untuk loyang persegi
ReplyDeletehalo Mba, yep bisa kok, saya juga melakukan yang sama. Saya cuman punya 1 loyang ukuran 23, makanya gantian, adonan lain menunggu antrian, hasilnya masih bagus2 saja. Asalkan pakai BP double acting ya. Apalagi kue yang matang harus benar2 dingin, kalau bisa masukkan kulkas hingga keras, baru keluar loyang. Karena kue mudah hancur kalau masih hangat atau kalau gak masuk kulkas.
Deletesalam kenal ya mba ... kayaknya cake ini harus di coba nih, mba sangat detail dalam memberi ulasan maupun cara membuat apapun itu... pokoknya fans berat deh sama mba hehehe ... pada resep diatas ko' aku ngga liat kapan perasan jeruk lemon di masukkan yaaa apa mataku yang siwer ... thanks
ReplyDeletehalo Mba Muti, nggak, nggak siwer, matanya masih normal kok Mba hehhehe. Saya yag lupa masukkan di cara pembuatan. Jeruk lemon ada di bahan B ya, itu dicampur jdi satu. Moga sukses ya. ^_^
DeleteWuiiiiiih..akhirnyaaaaa ada jg kukusan..pengen gd ngerasain red vevet,tp g kuat ma harganya.hahahah
ReplyDeleteMbak endang,blh nanya2 g?pake blendernya merk apa ya?yg tipe apa?mbak endang pake oven tangkring?trus mentega/butter merk apa?maklum pemula bikin kue2 yg internasional..hahaha
Bisanya kue tradisonal ajha...hihihi
Kapan2 aq nanya lg boleh yaaa...slm ne cm nyimak ajha..g brani nanya,seneng bgd ma resep n penjelasan yg sangat jelas sekali..jd g gantung n semangat bikinnya,,
Rasanya pengen di cobain satu2 ..hihih
Sekali lg makasiii..
Halo Mba, sebenarnya resep asli dipanggang, kali ini saya kukus buat uji coba klakat. Next time mungkin kalau bikin lagi saya coba versi panggangnya hehhee. Berikut jawaban saya ya:
Delete1. Blender saya Phillips Mba, lupa serinya.
2. Saya pakai oven listrik Sico.
3. Untuk mentega saya pakai macam2, wakakak seadanya. Sekarang lagi ngabisin Orchid sekaleng besar. Wisman juga oke, campur dengan margarine biar gak terlalu berat rasanya.
Sip, silahkan dicoba ya, moga suka ^_^
hi mba endang. . .
ReplyDeletesenangnya sdh punya klakat baru. . . sy jg pengen :)
mba mau tanya dong,kl ga pake bit utk pewarna merahnya ada pengaruh dirasa ga? beli bit dmn ya?
makasih
offin
Halo Mba Offin, rasa bitnya gak terasa sama sekali ya. Saya malah pengen coba bitnya dbanyakin, soalnya dikit banget. Saya beli di supermarket Mba, kayanya lagi musim ^_^
Deletehalo mba endang, saya leny..blognya menginspirasi sekali buat saya yang sering bingung buat masak menu apa hari ini? ijin copy ya mba....trima kasih
ReplyDeleteHalo Mba Leny, thanks Mba, silahkan di copy resepnya, moga bermanfaat ya. Sukses!
Deletemba endang, klo bit nya di skip pengaruuh gk ya???;-))mkasihhhhh
ReplyDeleteSaya rasa nggak Mba, karena porsinya sangat kecil sekali ya.
Deletemb..untuk tepungnya harus yg protein rendah ya?kl pake yg protein sedang kayak segitiga biru bisa g?thx b4..
ReplyDeleteHalo Mba, bisa pakai protein sedang kok, gpp
Deletecieeehh klakat baru niiih *kedip2*, setelah sekian lama gak baking liat postingan mba yg ini jd sangat pengen nyoba,makaci mba endang :D
ReplyDeleteYuhuiiii Mba Anita, yeppp akhirnya pakai klakat baru, maksa banget, wong kue cuma secuplik pakai klakat segedhe lapangan sepak bola, maksa banget pamernya hahhahha. Pengen bikin bolkus cuman belum mooood bo, ayo Mba semangat lagi hehehe
DeleteSalam kenal mbak, aku Icha, newbie dlm hal baking, blog mbak membantu banget deh, karena lengkap dan jelas step by step-nya.
ReplyDeleteMakasih banyak sblmnya loh mbak, atas ilmu2-nya yang sudah di share.
Untuk resep ini aku mau tanya dikit mbak.. Susu cair dan krim kental-nya memakai takaran Gram ya, bukan mililiter?
Thanks b4 mbak Endang.. Sukses selalu.
Halo Mba Icha, thanks atas komentar dan kunjungannya disini. Yep pakai takaran gram, saya mengikuti resep asli dari Yongki, sayangnya saya lupa menakar pakai gelas ukur hiiks.
Deletehallo miss.. :)
ReplyDeletesaya mau menanyakan total biaya untuk satu resep ini kira2 berapa yah?? thanx ;)
Waduh, saya terus terang susah kalau harus menghitung total biaya, karena saya membeli semua bahan dalam porsi besar Mba. Sepertinya harus cek ke supermarket untuk masing-masing bahan.
DeleteMbak endang gurindang, mo nanta nih, itu klo ga pake buah bit bisa ga ya? Kyknya rad susah tuh dapetnya..
ReplyDeleteSkip saja bitnya Jeng, porsinya cuman kecil banget jadi saya rasa gak terlalu ngaruh hehee
DeleteMbak Endang, saya juga sdh coba resep ini. Krn khawatir warna cake terlalu menyala, saya hanya menambahkan sedikit warna merah, dan hasilnya...kurang merah, cenderung coklat. Ha..ha... Saya menggunakan blue band varian baru, untuk cake dan cookies, jadi tdk pakai roomboter. Cake terasa pekat di mulut. Apa memang begitu? Terima kasih.
ReplyDeleteSisca - Surabaya
Halo Mba Sisca, saya pakai pasta pewarna Wilton, jadinya malah kebanyakan teryyata kalau pasta lebih menyala warnanya dibandingkan dengan pewarna cair. Cake ini kandungan menteganya sangat tinggi karena itu sebaiknya pakai yang berkualitas bagus kalau nggak akan terasa pekat dan berlemak sekali alias greasy. Kalau saya, rasanya next kalau mau buat lagi saya kurangi menteganya dari resep asli, yang saya kurangi baru gulanya.
DeleteOk, saya akan coba lagi lain kali sesuai saran mbak Endang, dan akan saya kurangi menteganya. Wkt itu saya pakai warna merah strawberry merk Cindy. Thanks!
DeleteSisca - Surabaya
yep, minggu ini saya juga mau buat untuk keponakan ultah Mba, saya akan kurangi takaran menteganya hehehe
DeleteSalam kenal Æ´a mbak. Senang sekali mengunjungi blog mbak ini. Mau tanya Æ´Ç» mbak. Pada resep red velvet ini, untuk cream chesee nya bisa nggak kita buat sendiri.? Minta resepnya Æ´Ç» mbak. Soalnya blm pernah tau cream chesee itu yang kayak gimana. Heheee masih pemula nih. Terima kasih
ReplyDeleteTelly - Manado
Salam kenal Mba Telly, cream cheese bentuknya seperti yogurt kental dan pekat, ada yang bentuknya lebih keras kala dingin seperi mentega batangan, warnanya putih terbuat dari susu. Saya ada resep cream cheese, ini linknya ya: http://www.justtryandtaste.com/2013/01/homemade-cream-cheese-mudah-dan-lebih.html
Deletesalam kenal mba endang.blog mba ini favorit saya baca saat "me time" loh.mau tanya mba vanila extract itu cair ato bubuk btknya.merknya apa ya.kali diganti.vanili bubuk cap koepoe2 bs gak ya..thx
ReplyDeletehalo Mba, salam kenal juga. Untuk vanila ekstrak bentuknya cair, coklat keemasan mirip madu, wangi vanila lembut. Merknya kebetulan saya selalu beli eceran di toko bahan kue jadi gak ada merk, jarang dijumpai di supermarket biasa. Bisa diganti sama vanila bubuk, takarannya pakai setengah saja ya, vanila bubuk cenderung pahit kalau kebanyakan.
DeleteMbak endang...,ini tyazz again. kemaren aq sdh coba red velvet cake-nya mbk.tapi cakenya sya panggang mbk. hasilnya enak juga mbk.hmmm....,yummy. hilang sudah rasa penasaranku dg kue ini...,hehehe.thx ya mbk utk resepnya
ReplyDeleteHai Tyazz, wah sama, minggu lalu baru bikin juga buat ultah ponakan versi panggangnya, menurut saya lebih enak yang panggang hehehe. Thanks ya sharingnya!
Deletesaya hanya bisa ngiler saja disini. maklum ga bisa masak, hanya bisa nyicipi
ReplyDeleteWah gak percaya gak bisa masak, semua orang bisa masak kok kalau mau belajar, hehehhe. Ayo, ayo! Kompor bledug mode on neh hehhee
Deleteblog favorit saya kalao pas pingin bikin kue ^^~
ReplyDeletembak mau nanya donk....
ReplyDeletekalo misalnya nih...warnanya mau dibikin gradasi kayak ombre cake..boleh ga pewarnanya dimasukin belakangan, pas adonan dah dibagi2..hehehe
oia, kalo dipanggang berapa lama ya mbak?
makasih...
Hai Mba Dia, bisa kok, pewarna masuk belakangan, bit merah keknya gak papa tetap masuk karena pengaruh di warna sangat kecil sekali. Untuk pengalaman memanggang bisa baca komen saya di bawah ya Mba hehehhe
DeleteHi Mba, mau tny klo cake nya dipanggang brp lama ya? Saya pernah coba buat red velvet, dipanggang di suhu 150 c selama 30 menit. Namun cake ketika disentuh msh goyang2 di tengah (msh cair) namun permukaan sudah keras. Saya tambahkan lagi waktu pemanggangan. Hasilnya cake tidak moist dan atasnya garing keras.
ReplyDeleteHai Mba Rini, berdasarkan pengalaman, cake ini bagusnya memang dipanggang saja wakakka. Bulan lalu saya buat untuk ultah ponakan saya panggang, hasilnya mantap. Saya pakai oven gas, apinya cuman bawah, suhu kira2, karena gak ada timer, pakai api yang gak terlalu besar. Waktu memanggang sekitar 25 - 30 menit, saya lihat permukaan sudah keras dan saya test dengan lidi gak lengket lagi. Cakenya moist dan mantapppp! Paling enak masuk kulkas dulu, makan ketika semua bahan mengeras. Hmm!
DeleteGak sabar mau Baking mbaa..hehe
ReplyDeleteKbetulan bahan udah lengkap..tp aq pke perisa red velvet..baunya vanilla bgt mba..mau nanya klo perisa takaran ny brp yah mba bt adonan?
Putri-pekanbaru
hai Mba Putri, saran saya dipanggang Mba lebih mudah bikinnya dibanding kukus wakakak. Kalau kukus mungkin ketambahan uap air jadi cake gampang hancur, nunggu benar2 dingin dulu supaya cake keras makanya saya masukin kulkas supaya cake padat dan keras. Saya belum pernah pakai perasa red velvet, selama ini pakai ekstrak vanila, saya pakai biasanya 1 sendok teh.
DeleteMba Endang, mau lapor red velvet. Baru coba bikin td pagi. Adonannya enak cm kok setelah dipanggang, hasil cake nya ga ngembang. Ga seperti foto mba endang, salah dmn ya aku. Pdhl uda ikutin langkah2nya, cm mentega aku krgin jd cm 300. Cake jdnya padat sekali. Apa berefek dr situ ya? Terigunya tetap 400 gr.
ReplyDeletehai Mba Rini, cake ini tidak mengembang terlalu tinggi dan memang teksturnya padat ya bukan tipe yang spongy dan banyak rongganya. Saya rasa kalau menteha dikurangi akan membuat cake kurang lembut saja tapi tidak terlalu berpengaruh banyak Mba.
DeleteMba endang,saya sudah 2kali ngikutin resep mba ini,hasil nya memuaskan yg kedua mba,saya mixer lebih lama,lalu saya cetak sprti cupcake dan dioven au bain sprti memanggang cheese cake..hasil nya lembut dan tdk sekering yg pertama..hanya saja cream cheese frosting nya agak kurg nendang..saya mggunakan cream cheese elle vire,cream cheese yg enak merk apa ya mba?hehe trimakasih mba
ReplyDeletePutri-pekanbaru
hai Mba Putri, untuk red velvet ini saya pakai cream cheese merk gak terkenal wakakkakka, lupa apa namanya cuman murah. Krim kentalnya pakai Avoset yang non dairy cream. Coba pakai krim kentalnya yang oke Mba, buat dongkrak cream cheesenya.
DeleteMbak Endang, kalau pakai loyang bulat resep ini utk loyang ukuran berapa?
ReplyDeleteSaya sedang cari resep cake untuk kue ultah anak sy yg kesatu. Mbak ada saran cake apa yang gampang n enak soalnya sy masih pemula :)
Rencananya mau buat kue 2 tingkat ukuran loyang 25 dan 20 dan dihias dgn cream cheese :)
Hai Mba, ukuran loyang selalu saya sertakan ya di bawah judul cake di resep. saya pakai ukuran loyang 23 x 23 x 10 cm, cake menjadi 3 lapis dengan tinggi sekitar 10 cm ya. Bisa kok untuk cake ultah anak2, pewarnanya kalau gak mau banyak2 bisa dikurangi saja, atau bikin saja pewarnanya gradasi, jadi kaya ombre cake ya. hehehe
DeleteKalau sy mau buat ukuran yg sy mau mungkin hrs buat 2 resep ya mbak?
DeleteKue nya enakan mana dgn rainbow cake kukus?
Sy da coba buat resep rainbow cake utk ultah suami. Enak n simple.....mbak memang top dech :p
Oh iya kue kukus ini tahan berapa lama ya? Kalau tahan lama sy mau buat sehari seblmnya spy tidak terlalu sibuk :)
Hai Mba, kalau untuk rasa saya suka yang red velvet, lebih mahteh dan berat ya heeheh. Untuk simple dan lebih irit rainbow lebih oke wakakakk. Saran saya cake ini dipanggang saja mba, kalau dikukus kudu hati2 banget karena cake gamnpang retak dan pecah. Jadi harus benar2 dingin suppaya keras baru bisa di permak. Bisa tahan 3 hari di kulkas Mba, malahan lebih enak kalau dah nginep kulkas semalam heheeh
Delete