11 Maret 2013

Homemade Bandeng Presto



Di pasar Blok A, dekat dengan rumah Pete, ada seorang ibu penjual ikan yang menjadi langganan favorit saya kala belanja ikan dan seafood di pasar. Koleksi ikannya sangat fresh, terjamin baik dan bervariasi. Kalau urusan seafood memang kondisi yang fresh menjadi syarat utama, dan koleksi dagangan si Ibu Yayuk ini memang terlihat jauh berbeda dengan pedagang ikan lainnya bahkan dibandingkan dengan supermarket sekalipun. Tak heran walau harganya sedikit lebih mahal namun peminatnya luar biasa banyak. Saya harus berangkat pagi-pagi sekali jika ingin mendapatkan aneka ikan yang lengkap sebelum diborong oleh yang lainnya. 

Selain ikan segar, si Ibu juga menjual bandeng presto bikinannya sendiri. Nah, bandeng prestonya ini laris manis sehingga datang di pukul tujuh pagi pun alamat pasti terlambat, semua bandeng presto sudah habis terjual. Tidak heran karena bandeng presto buatan Bu Yayuk mantap dan rasanya lezat. Rempah-rempah dan bumbunya  kuat terasa, menggunakan bahan-bahan yang fresh sehingga rasa ikan yang dihasilkan jauh berbeda dengan bandeng presto yang umum dijual. Kelebihan lainnya adalah bebas pengawet dan jika anda beruntung memperolehnya, ikan terkadang masih dalam kondisi yang hangat. Mantap!


Bandeng presto buatan Bu Yayuk jelas menjadi contoh yang saya incar jika saya akan membuat versi homemade-nya di rumah. Untuk bumbunya sebagian saya kira-kira sendiri dengan melihat bumbu-bumbu rempah yang masih terdapat di bandeng a la Bu Yayuk, sebagian saya tanya ke Titi, teman kantor saya yang kebetulan ibunya juga jago membuat hidangan ini. Hari Sabtu kemarin, di pagi hari, saya sudah berjalan ke pasar untuk membeli semua keperluan membuat bandeng presto. Selain ikan bandeng saya juga menggunakan jenis ikan layang yang berdaging tebal dan rasanya gurih. Hasil buatan saya tidak kalah dengan bandeng a la Bu Yayuk. Laziz!

Untuk membuat bandeng presto sangat mudah, selain bandeng sebagai tokoh utamanya, anda juga harus menggunakan aneka bumbu dapur alias empon-empon dalam jumlah yang banyak. Jangan segan-segan untuk memasukkan lengkuas, daun salam, serai, jahe, kunyit dan daun jeruk ke dalam setiap lapis ikan bandeng yang di rebus dengan pressure cooker sehingga wangi bumbu-bumbu ini merasuk ke dalam daging ikan. Hasilnya, ikan bebas dengan bau amis. 


Tidak memakan waktu lama untuk membuat tulang bandeng menjadi lunak, saya merebusnya dengan api besar hingga keluar suara desisan uap dari panci, kemudian saya lanjutkan merebus dengan api kecil selama 45 menit. Selalu alasi dasar pressure cooker anda dengan daun pisang agar bandeng tidak lengket di dasar panci, daun pisang ini juga berfungsi untuk mecegah jika air di dalam panci habis maka ikan bandeng akan terhindar dari gosong. Jangan membuka panci jika uap di dalam panci belum habis, biarkan hingga suara desisan benar-benar hilang baru buka penutup panci. Jika penutup masih sulit untuk dibuka, jangan dipaksa, tunggu beberapa menit lagi, jika semua uap telah keluar maka penutup akan sangat mudah dibuka. 

Tunggu bandeng hingga benar-benar dingin, baru pindahkan ke wadah lainnya. Memindahkan bandeng dalam kondisi masih panas berisiko membuat bandeng hancur. Buang sisa air rebusan dari dalam panci hingga air habis dan biarkan bandeng mendingin, dalam kondisi dingin bandeng akan keras dan padat. 


Homemade bandeng presto ini lezat dimakan begitu saja dengan nasi panas, alias tidak perlu melewati proses penggorengan lagi. Saya membawa sebagian bandeng presto ke rumah Wiwin, adik saya, dan kami menyantapnya dengan sambal bawang yang super pedas. Kedua krucil keponakan saya pun bisa menyantapnya dengan nyaman karena bebas duri dan bebas pengawet. 

Tertarik untuk mencobanya? Yuk kita lihat resep dan prosesnya di bawah plus resep sambal bawang yang laziz. 


Homemade Bandeng Presto
Ide resep dari Ibu Yayuk di Pasar Blok A dan teman saya, Titisari N.

Bahan:
- 10 ekor ikan bandeng + 2 sendok makan garam + 2 butir jeruk nipis
- 2 bongkah besar lengkuas, rajang tipis
- 20 lembar daun salam
- 1 lembar dau n pandan, potong-potong sepanjang 2 cm
- 3 batang kunyit, iris tipis
- 4 batang serai, ambil bagian putihnya dan iris tipis
- 10 lembar daun jeruk, robek kasar 
- 2 liter air 
- 3 sendok makan air asam jawa
- daun pisang untuk mengalas panci

Bumbu yang dihaluskan (blender dengan 150 ml air):
- 1 bongkah bawang putih (+ 8 siung bawang putih)
- 6 butir bawang merah
- 4 cm kunyit 
- 3 cm jahe
- 2 sendok makan ketumbar, sangrai
- 1 sendok makan garam

Sambal bawang:
- 10 buah cabai merah keriting
- 4 buah bawang putih
- 1/2 sendok teh garam
- 2 sendok makan minyak panas

Cara membuat:


Siapkan ikan bandeng, siangi ikan dengan membuang insang, isi perut dan sisiknya. Lumuri ikan dengan 2 sendok makan garam dan air perasan jeruk nipis dari 2 butir jeruk. Lumuri ikan hingga rata termasuk bagian rongga perutnya juga. Ikan tidak perlu dicuci lagi, tapi langsung dimasukkan ke dalam panci dalam kondisi terlumur garam dan air jeruk nipis.


Masukkan bumbu yang dihaluskan ke dalam mangkuk besar, tambahkan 2 liter air. Aduk rata. Tambahkan garam jika kurang asin. Sisihkan.

Siapkan irisan rempah-rempah. Tata selembar daun pisang didasar panci, taburi permukaannya dengan sebagian rempah-rempah. Jangan banyak-banyak dalam menaburkan rempah-rempah, karena anda harus membaginya untuk tiap lapisan ikan. Tata ikan diatasnya. Taburi rempah-rempah lagi. Tutup permukaan ikan dengan daun pisang, fungsi daun pisang agar antar lapisan ikan tidak saling menempel.

Ulangi kegiatan menata ikan dan menaburkan rempah-rempah hingga ikan habis. Jangan lupa untuk selalu melapisi setiap lapisan ikan dengan daun pisang.



Terakhir taburi sisa rempah-rempah dan guyur bandeng dengan larutan air bumbu. Tutupi permukaannya dengan daun pisang.  Pastikan seluruh permukaan bandeng tertutup air, jika air kurang tambahkan kembali. 

Tutup pressure cooker dengan seksama, pastikan penutup tertutup dengan benar dan terdengar bunyi klik. Rebus dengan api besar hingga terdengar desisan, kecilkan api dan teruskan merebus selama 45 menit. Matikan api kompor, diamkan panci hingga uap air benar-benar habis dan tidak terdengar suara desisan. Buka penutup panci, biarkan hingga semua uap hilang, buang sisa air rebusan.  Diamkan ikan di panci hingga benar-benar dingin baru pindahkan ikan ke wadah lainnya, saya menggunakan tupperware ukuran besar untuk menyimpannya.

Ikan aman disimpan di kulkas (chiller) hingga 1 minggu lamanya. Jika di freezer bisa hingga 1 bulan lamanya. 

Note: gunakan pressure cooker sesuai dengan instruksi yang tertera pada panci anda. Baca petunjuk dengan seksama sebelum menggunakannya.

Membuat sambal bawang:
Haluskan semua bahan di cobek, siram dengan minyak panas hingga terdengar suara desisan. Paling mantap memang menggunakan minyak panas sisa menggoreng ikan. 

Santap bandeng presto dan sambal bawang dengan nasi putih panas. Yummy!




83 komentar:

  1. Mantaaap. Boleh nih informasinya, kebetulan saya suka ikan. Btw, minta alamat lengkap ibu Yayuk itu, ya.

    BalasHapus
  2. salam kenal mbak endang.....
    sekedar share mbak....klo saya bikin bandeng presto,sebelum saya tusuk dulu bandengnya pake tusuk sate dr mulut bandeng sampai ke ekornya,lumayan manjur untuk mencegah bandeng ancur saat diangkat mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam Kenal Mba Titik, wah gud idea banget Mba, next saya akan pakai cara itu, secara bandeng memang gampang hancur ya. Sip, thanks ya Mba ^_^

      Hapus
  3. mba endang,trimakasih resepnya, saya berhasil bikin bandeng presto, cuma saya tambahin waktunya setelah berdesis 30 menit soalnya kebetulan bandeng yg saya pake besar2...mantaaab mba bandengnya enak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yep Mba, kayanya 30 mneit tepat ya, tulang jadi total lunaknya. Thanks sharingnya ya.

      Hapus
  4. mba endaaang....tenkyu yaaaaa resep n trikx..........
    kmrn nyoba....en....wualaaaa seeeep
    d bumbux sy tmbh biji pala sdkiit tbh nendang mb....itupun krn smgd 45mo nyoba resep mba jd lupa beli dedaunanx jd cm pake sereh...bener trik mb endang trnyata hrs dialasi daun pisang ikanx n trik dr mba titik klo ikanx dtusuk pake tusuk sate...ikanx utuh n ga lengket.....
    love u mbaaa salam dr samarinda

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Tri, sippp thanks sharingnya ya. Wah ini sedep banget dengan nasi panas sambal terasi, mantapp! ^_^

      Hapus
  5. Mb endang, diresep ga pake ragi instan or baking powder ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Mba, kalau untuk bandeng presto nggak pakai BP ya, yang pakai BP itu ayam tulang lunak ya Mba.

      Hapus
  6. Hallo mba, makasih nih bwt resepnya. Aq dah nyobain bikin, rasanya uenak tenan.
    Tp kenapa ya ko yg aq bikin durinya gak lunak, padahal aq dah presto selama 30 menit.
    Mohon masukkannya ya mba.
    Makasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Elisabet, berarti kurang lama merebusnya ya. Tambahkan waktu perebusan jadi 45 menit. Pastikan air rebusan gak habis ya. Sepertinya beda panci bisa beda waktunya juga.

      Hapus
  7. Halo mbak Endang... saya juga maniak ikan! apapun masakannya kalo bahan dasarnya ikan pasti sikat abizz.boleh ikutan berbagi tips kan ya..
    saya biasanya kalo bikin bandeng presto ikannya dialasi daun satu satu (bisa pake daun bambu atau daun pisang) agar mudah waktu ngangkat dan nggak hancur. trus air sisa rebusan jangan dibuang karena kaldu ikan dan bumbunya kan ada disitu. air kaldu ini bisa dibuat petis ikan yang super lezat. caranya dipanaskan sambil sesekali diaduk. kalo udah agak mengering aduk terus hingga didapat pasta (seperti jenang).matikan api, tunggu sampai agak dngin, kemudian pindahkan ke dalam toples. Petis siap digunakan untuk bumbu masakan atau simpan dalam kulkas bisa tahan berbulan bulan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Yoengi, waaah makasih banget atas tipsnya, gak tahu kalau ternyata kaldu sisa merebus bisa jadi petis, hiikssssss. Mantep bange, next time kalau bikin bandeng presto lagi saya pasti akan coba tipsnya. Thanks ya!!! ^_^

      Hapus
    2. Waah...sy telat baca yg ini,baru kmrn sy bikin presto dan sy buang airnya krn ngikutin sarannya mba endang,hiks...bsk sy coba bikin petis ikan deh,jd penasaran,makasih ya mba atas idenya

      Hapus
    3. yep, saya juga biasanya buang wakakkakak. jarang saya pakai untuk lainnya, bisa dicoba resep petisnya dari air rebusan bandeng mba, saya sendiri belum pernah coba

      Hapus
  8. Mbak, saya sudah dua kali pakai resep disini dan semua berhasil. Resep pertama yang saya coba adalah bandeng ini dan hasilnya...waaahhh...ini bandeng presto terlezat yang pernah saya makan. Belum lagi panen pujian dari adik, abang dan bahkan asisten rumah tangga saya yang notabene jago masak. Terima kasih ya mbak. Blog mbak ini favorit saya dan sahabat-sahabat saya. Kami sering ngintip kesini untuk foodporn, hahahaha. Buat saya resep-resep disini anti gagal. Jadi, terima kasih sekali ya mbaak..Oiya, saya selain bumbu yang dituliskan mbak harus dihaluskan, saya juga menghaluskan serai, kunyit dan lengkuas. Yang tidak dihaluskan juga ada. Hasilnya bandeng berempah lezattt...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo, thanks sharingnya ya. senang resepnya disuka. untuk bandeng ini yeppp saya akui laziz, saya males beli bandeng presto di luar setelah bikin ini sendiri heheheh. Memang kalau bumbu2 dihaluskan rasanya lebih nendang ya. Moga suka dengan resep2 lainnya, sukses selalu ya ^_^

      Hapus
  9. Resep ini sudah 3 atau 4 kali saya coba, dan selalu manteb rasanya. Sangat membantu banget mbak blognya, jadi males beli bandeng presto mending bikin sendiri :) apalagi pasti aman buat anakku. Lucia, 22 bulan, suka banget bandeng presto dgn resep ini. Makasih mbak :) suksesss slalu -Deby, Depok

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Deby, thanks sharingnya ya, saya jadi ngiler sama bandeng presto nehhh, keknya kudu bikin buat stock di freezer. Wah Lucia pinter banget doyan bandeng presto hehehhe

      Hapus
  10. mbak prestoku tingginya sedengkul orang dewasa, diameter 60cm nah kira2 berapa lama untuk prestonya?? soalnya pernah di presto 30 menit durinya nggak lunak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai, saya rasa kalau kurang empuk ya tambah waktu merebusnya. belum pernah pakai presto gede, cuman intinya sama, ikan harus terendam air dan rebus hingga duri lunak. kalau belum lunak ya rebus lagi sampai empuk ^_^

      Hapus
  11. mamaku sering banget bikin bandeng presto, dan pastinya selalu habis terus tanpa sisa, orang pertama yang ngambil paling banyak yah aku hehehe, karena rasa nya yang bener-bener menggugah selera banget dan isi daun singkong itu nya itu loh yang membuat aku makin lahap makan ikan ini...

    BalasHapus
  12. wah, masih deg2an ini mba.. sekaligus bikin bandeng presto dan cake coklat kukusnya mba endang dalam waktu yg sama..

    tapi saya cuma pake dua buah bandeng, masih belajar coba2..

    daun jeruk nipisnya kehabisan, jd ada bau amis dikit sih..

    ini dah dua kali 20 menit belum empuk juga.. lagi dimasak terus sampai empuks.. mungkin kebesaran pancinya juga nih..

    *berdoa keras semoga berhasil*

    makasih resepnya ya mba ^,^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba, 20 menit kurang ya, paling nggak 1 jam. Minggu lalu saya buat 5 ekor panci gede juga, saya butuh waktu 1 jam lebih untuk membuat tulang lunak, itu juga tulang tengah gak terlalu lunak banget. Moga berhasil ya.

      Hapus
  13. Salam, mbak Endang makasih ya resep2nya. Saya klo nyari ide mau masak apa lgs mampir ke web nya mbak Endang, lbh klop di hati dan terpercaya enaknya.
    Oh iya, mau tanya mbak.. Krn disini susah dpt daun pisang. Apa presto aman kalau dialasi alumunium foil? Hatur nuhun

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba rina, saya nggak sarankan pakai foil ya mba, selain gak aman juga kemungkinan lengket besar. alasi saja pakai daun kol mba, jadi kalau gosong kemungkinan daun kolnya yang gosong, bukan bandengnya ya.

      Hapus
  14. Saya boleh tau merk panci prestonya mbak? Apa m****m klo bener yang 4 atao 7 kg? Thanks infonya

    BalasHapus
  15. Saya baru sekali ini baca blog-nya mbak Endang krn kebetulan lg pengen bikin bandeng presto. Wkt percobaan pertama sy blm baca resep mb Endang jd bumbu halus sy balurkan langsung ke ikan bandeng, sisanya dicampur air rebusan. sepertinya lbh mantep rasanya. Tetep dg rempah yg cukup byk. Tapi sy sdh rebus selama 1 jam (gak termasjk sblm mendidih) kok duri bgian tengahnyablm lunak ya.. Trs sy tusuk pake tusuk sate kepalanya msh lepas.hrs dr kepala ke arah ekor ya? Tp thx buat resep yg enak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Raya, thanks sharingnya ya. untuk bandeng presto kalau 1 jam belum empuk berarti waktunya harus ditambah. rebus kembali sampai duri2nya benar2 empuk. terkadang beda panci presto bisa beda waktu memasaknya.

      saya tidak pernah mencoba menusuk ikan dengan tusuk sate, tetapi beberapa pembaca menyarankan untuk menusuk pakai tusuk sate dari kepala sampai ekor supaya bandeng utuh. Menurut saya untuk mencegah bandeng hancur kala diangkat, ketika tutup panci dibuka, buang airnya sampai habis dan biarkan bandeng benar2 dingin di dalam panci baru bandeng dipindahkan. Dengan cara itu bandeng nggak akan hancur.

      Hapus
  16. Dear mb.endang, sya tya penggemar JTT, makasihh resep bandeng prestony, udah aq coba praktekin, eunakkk bgttt rasany, tapii knp bandengq pas dipotong2 kok ancur ya dagingny, ga pdet, so motong2ny gede2 spy ga ancur, gmn carany bandeng prestony bs padet ya mba? Makasih mb.endang, smoga sllu sehat dan sll jd motivator qta didapur :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Tya, bandeng yang saya buat oadat ya mba, jangan keluarkan saat masih panas, kalau bandeng sudah matang, keluarkan airnya dengan memiringkan panci, kemudian biarkan bandeng di panci sampai benar2 dingin baru dikeluarkan. Kalau menghindari bandeng hancur, coba potong2 bandeg sebelum dipresto ya

      Hapus
  17. Mb Endang, terimakasih, jazaakillaah khayr, maturnuwun, arigathanks..
    Totally awesome!
    Bikin 2x, @2kg, ikannya dipotong 2, jahe lengkuas kunyit ikut diblender, percobaan yg terakhir ga punya daun pisang gantinya daun mangga buat alas bawah.
    Alhamdulillah, bandeng presto terenak yang pernah saya makan. Sayangnya satu: capek. Hehe. Makasih Mbak!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Prastyani, thanks sharingnya yaa. senang sekli resepnya disuka. Yep, saya setuju, bandeng presto terenak wakakkak

      Hapus
  18. salam kenal mbak endang, tadi siang saya udh nyobain jg resep bandeng prestonya, saya pake bandengnya 1kg jd semua takaran bumbu dikurangi setengahnya. Ternyata enak banget rasanya, puaaaas deh hehehe....cm aku prestonya td 1,5jam krn diawal aku presto 30mnt durinya masih blm lunak pdhl aku pake merk panci presto yg sama spt mbak endang. Oh iya td jg nyobain sarannya mbak/mas yoengki diatas kl sisa rebusan airnya bisa dibikin petis, tp ternyata kok asiiiiiin bgt rasanya :) trims mbak endang utk resep2nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba frahmanjani, salam kenal dan thanks sharingnya yaa, senang sekali resep bandeng prestonya disuka. Yep kayanya memang sekitar 1 jaman ya merebusnya supaya benar2 empuk ke tulang.

      saya sendiri belum sempat coba buat petis dari rebusan bandeng, tapi kayanya memang asin ya hehehhehe

      Hapus
  19. Hay mbak endang apa kabar? Semoga sehat selalu. Saya mau tanya, kalau saya buat 5 ekor ikan bandeng apakah saya harus memakai setengah resep? makasih mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba, kabar saya baik ya, thanks yaaa. yep, pakai setengah resep saja ya mba.

      Hapus
  20. Mba panci presto sy cuma 4 kg muatnya cm 1 bandeng ya? Dan.itu kayanya hrs dipotong dulu y bandengny?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba, panci 4 kg menurut saya lebih dari 1 bandeng ya, cuman karena longkarannya kecil maka bandengnya memang harus dipotong ya. Diipotong2 saja mba, malah lebih baik, dibandingkan utuh suka hancur ketika diambil.

      Hapus
  21. halo mbak endang,
    saya udah pernah bikin bandeng presto juga, tapi kenapa ya tulangnya tidak empuk seperti bandeng yang dijual-jual itu?
    duri halusnya sih bisa lembut, tapi duri tengahnya gak bisa dimakan.
    Oya, suami saya bilang segala makanan yang dipresto itu sudah ilang gizinya. makanya dia gak mau makan bandeng presto. Bener gak sih mbak?

    *titien*

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba Titien, kemungkinan kurang lama memasaknya mba, saya kalau buat terkadang empuk sampai tulang tengah terkadang sedikit keras, kalau masih sedikit keras saya rebus lagi sebentar. Yang penting menggunakan pressure cooker harus pakai api kecil ya.

      memang ada pro dan kontra mengenai gizi makanan yang dimasak dengan pressure cooker. Beberapa artikel mengatakan kandungan gizi yang sensitif terhadap panas tinggi seperti vitamin C, folat dan betacaroten akan menurun ketika dimasak dengan cara ini. Tetapi pendapat lain mengatakan justru memasak dengan pressure cooker akan membuat gizi makanan lebih sedikit berkurang dibanding dimasak dengan cara biasa karena waktu memasak dengan pressure cooker yang relatif singkat. Jadi yang membuat gizi berkurang itu adalah ketika bahan makanan dimasak dengan suhu tinggi dalam waktu yang lama.

      cuplikan artikel dr website Dr. Weil ini mungkin bs menambah wawasan ya:
      http://www.drweil.com/drw/u/QAA400980/Is-Pressure-Cooking-Healthy.html

      Hapus
  22. Mbak, barusan praktek bandeng presto ini. tapi bandengnya aku potong2. Enak banget mbak... Gurih mantap. Oh ya, semakin sering baca blognya mbak Endang jadi merasa semakin kenal sama dirimu. He..he..he.. anak2ku juga tau lho ttg mbak Endang, soalnya sering lihat aku baca blog JTT. Semalem baca2 yg topik intermezo itu, makin kagum n salut sama mbak Endang. Sudah cantik, baik, ramah, humoris... pokoknya mbak Endang top banget... sukses terus ya mbak.... thanks ilmunya.. (tatik)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Tatik, yep sebaiknya memang dipotong2 ya supaya gak hacur. kalau udah jadi bandeng presto susah banget motongnya.

      Thanks sharingnya ya Mba, senang sekali resep JTT berguna dan bermanfaat untuk membantu memasak di dapur. Sukses dan sehat selalu untuk Mba dan keluarga ya! ^_^

      Hapus
  23. Hallo mbak Endang, salam kenal. Ma kasih banget yaa mbak resep homemade bandeng prestonya yg laziz banget. Anaknya saya yg biasanya nggak suka bandeeng jadi suka banget. Bahkan bekalnya hari ini juga bandeng presto ^_^. Alhamdulillah saya masih kebagian promo paket bukunya. Sebenarnya udah banyak resep2 jtt yg saya coba. Tapi baru kali ini kasih komen. Resep2nya mantapppss. (Desi)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Desi, salam kenal juga ya. Thanks sharingnya yaa, senang sekali resep JTT disuka.

      Terima kasih sudah membeli buku saya yaaa. Sukses selalu yaaa.

      Hapus
  24. Mbak endang..saya salah satu pengagum n pengguna resep JTT nya mbak endang. Bandeng presto ini jdi salah satu resep favorit klrga kami..stp klrga yg dtg n baru mencicipinya terheran2 n pasti bilang enak. Resepnya mba enak jd resep andalan saya stp kali saya masak ..trims ya mbak endang buat jasa dan usaha dlm mncari resep yg pas di lidah dan di publikasikan di sini...mbak endang juaranya deh ☺

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hal Mba, salam kenal ya dan thanks sudah menyukai resep2 JTT yaa,. Senang sekali resep bandeng prestonya disuka ya, sukses selalu! ^_^

      Hapus
  25. Hai mba endang..,sy slalu pake resep2 jtt ,resep nya mudah n anti gagal,apalagi bandeng presto nya enaaakk banget mba.stiap mau masak ,aq slalu liat resep2 d jtt.mba endang topp bgt.makasi ya mba endang...

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba Sherly, thanks sharingnya ya, senang resep bandeng prestonya disuka, sukses selalu yaa

      Hapus
  26. Halo mba Endang, kalo resep Bandeng mba ini saya pake buat buka usaha boleh nggak mba atau harus ada modifikasi? atau gimana mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. silahkan dipakai resepnya ya mba, saya tidak keberatan ya. sukses untuk usahanya ya

      Hapus
    2. wah makasih banget mba Endang btw sya cowo lho, saya nyasar di obrolan mba-mba jago masak haha - Yoz

      Hapus
  27. Mba, aku sdh coba resepnya.. Harum dan enak.. Triknya gimana ya mba ngangkat bandengnya supaya tidak hancur?
    Api kecilnya ketika bunyi desis kecil atau desis besar mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. harus hati2 mba, hehheh, pastikan antar ikan bandeng dilapisi daun pisang. atau bandeng dipotong2 dulu ukuran kecil. Ketika bunyi desisan pertama (kecil atau besar) pi dikecilkan

      Hapus
  28. mba Endang...salam kenal mba....aku pengikut resep setiamu mba...list resepnya mba Endang kok gak lengkap mba...banyak resepnya mba yang gak tercantum di list contohnya kayak bandeng presto ini...aku nyari2 lama baru ketemu ini, mksh mba....

    BalasHapus
    Balasan
    1. hi mba Astrid, salam kenal juga ya, List resep seperti balasan2 komentar saya disana lagi error ya mba, jadi googling saja nama resep + JTT dibelakangnya.

      Hapus
    2. iya mba...aku sekarang kalo nyari resepnya mba yg komplit ternyata ada di sebelah kanan halaman jtt...btw tadi uda aku bikin bandeng presto sesuai resepnya mbak...hasilnya smua kluarga muji2 aku pinter masak...TOP MARKOTOP pokoknyaaaa....hhihihihi..padahal aku nyontek punya mba...mksh ya mba...

      Hapus
    3. sipp mba astrid, yep ada di sisi kanan yaa, ^_^

      Hapus
  29. Tadi siang aku coba bikin resep ini mba endang..yeay berhasil berhasil..makasih mba endang, bandeng prestonya mantabb dan wangii, durinya lunak, suamiku sukaa bingits..aku mrestonya agak lama hampir sejam..

    BalasHapus
    Balasan
    1. thnks Mba Lia sharingnya ya, senang resepnya disuka. ^_^

      Hapus
  30. enak bangettt ini mbak, suami smpe muji berkali kali, makasih mbak resepnya

    BalasHapus
  31. saya coba dengan 1kg bandeng isi 4 ekor, panci presto 12L, air terisi setengah panci, setelah uap berdesis kuat: 20 menit api besar lanjut 40 menit api sedang, duri belum benar2 lunak. Mungkin 20 menit terlalu optimis Mbak, apalahi dengan api kecil, 2 jam mungkin baru bisa lunak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yep, saya koreksi, 45 menit. 20 menit terlalu cepat dan tulang belum empuk. Tapi pengalaman saya bikin bandeng presto 45 menit tulang empuk, dan saya selalu pakai api kecil kalau menggunakan panci pressure cooker.

      thanks koreksinya ya

      Hapus
  32. Assalamualaikum Mb Endang,, salam kenal. Tadi sore coba praktek bandeng presto pake resep ini. Wah hasilY mantapz sekali. Alhamdulillah Papa sbg pecinta bandeng presto suka. Mulai sekarang bikin bandeng presto sendiri aja,, hehe. Makasih y Mb Endang tipsY. Sukses selalu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wlaikumsalam Mba Lina, thanks sharingnya ya, senang resep bandeng prestonya disuka, sukses yaaa

      Hapus
  33. Mbak Endang, lapor! Bandengnya enak, rasanya cocok sama lidahku. Tapi tulang bagian tengahnya ga bisa hancur hiks. Tak apalah, yang penting sekarang aku udah bisa makan bandeng karena duri-durinya udah ga ada lagi.
    Ini pertama kalinya pake panci presto, dan kejadian yang Mbak Endang alami terjadi juga ke saya. Panci gosong karena airnya habis wkwkwkw. Padahal di resep kelihatan kalau airnya masih ada waktu selesai mempresto. Tapi ART di rumah bilang "Harus sampe kering itu airnya". Alhasil, gosong lah pancinya wkwkwk. Alhamdulillah ga susah bersihinnya karena dasar panci dialasi daun pisang sesuai saran Mbak Endang.

    Ayie

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh Mba Ayie, saya langsung kemecer membayangkan bandeng presto goreng dengan sambal bawang, huaaaaa. Saya biasanya airnya gak habis mba, masih sisa banyak, dan terkadang memang tulang tengahnya gak sampai hancur banget. Tapi kalau air kurang memang tulangnya susah empuk ya.

      Hapus
  34. Mbak kalao ga punya panci presto pakai dandang bisa ga y?heheheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau mau empuk tulangnya harus rebus mba, jadi bandeng tenggelam di air rebusan. Bisa tanpa panci presto tapi waktunya sangat lama ya, orang dulu membuatnya bisa sampai 5 jam merebus bandeng hiiks

      Hapus
  35. Hay mba endang. Mau tanya kenapa aluminium foil tdk direkomendasikan. Saya pakai itu, krn kalo pake daun pisang waktu diangkat sobek2 & bandeng jadi hancur. Oiya, alu foilnya malah saya pake bungkus muter kayak bikin panggangan gitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo mba, banyak riset menyebutkan memasak dengan foil dalam suhu tinggi menyebabkan alumunium yang terkandung didalamnya akan larut dan mengkontaminasi makanan. Sebaiknya alm. foil tdk dipakai memasak jadi hanya untuk membungkus makanan dingin saja. Kontaminasi alumunium diduga menjadi penyebab penyakit Alzheimer, dan ginjal.

      Hapus
  36. Malem mb. Endang lam kenal,dan terimakasih juga atas semua resepnya. Walaupun sekian banyak, baru resep ayam ingkung yg masih saya cobatop markotopπŸ‘πŸ‘πŸ‘. πŸ˜‚πŸ˜Άnungguin waktu senggang. Kok gk senggang senggang ya.tapi ttp semangat buka" resepnya mb endang jtt. Muach muach. πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ™πŸ™πŸ™

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Deena, salam kenal yaa, thanks ya sudah menyukai JTT, sukses yaaa

      Hapus
  37. Eh lupa mau nanyain itu persis punya aku mb prestonya, tapi punyaku dulu thn 2009 harganya 280 rb, uk 7 liter .perasaan udah gede kata si engkoh itu yg gede bu, ada yg lbh kecil. Punya mb endang beneran 7 kg kah...???

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba Deena, punya saya standar Mba, 7 liter maksud sya, yep itu yang paling besar, ukuran kecilnya yang 3 liter.

      Hapus
  38. Hallo Mba Endang... aq baru mo eksekusi nihh.. tapi mo nanya, presto M*xim mba, yg pake karet apa nggak? soalny punya q yg pake karet n pernah bikin presto ikan mas n gatot..
    pertanyaannya... klo pas mpresto, airnya turun dibawah ikan teratas, ditambah air lagi kah mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Mba, yep pakai karet ya, so far baik2 saja, saya udah punya lebih dr 6 tahun. Presto berhasil kalau masakan terendam airnya Mba, saya gak pernah pakai sarangan panci, jadi panci dialas daun tata bahan yangakan dipresto, masukkan air sampai bahan terendam, air sekitar 1 cm diatas bahan.

      Hapus
  39. Penyebabnya apa saya membuat bandeng presto durinya tdk bisa lunak dan air dlm panci cepat habis,padahal ikannya SDH saya bumbu/resep

    BalasHapus
    Balasan
    1. api kompor terlalu besarrrr, pakai api kecil saja, agar air didalam panci tidak cepat habis walau ikan dimasak lama

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...