01 Juli 2016

Resep Empal Suwir Daging Sapi



Beberapa bulan yang lalu, salah satu kantor cabang perusahaan tempat saya bekerja menempati gedung yang baru. Acara syukuran pun dilakukan. Hidangan utamanya adalah nasi kuning yang dipesan di katering Ny. Hendrawan di wilayah Tomang. Makanan tersebut hadir dalam bentuk tumpeng berdiameter 50 cm dan permukaannya penuh disesaki dengan aneka lauk-pauk yang membuat peserta syukuran menelan air liur saat melihatnya. Ayam goreng rempah, kering tempe, sambal goreng hati buncis, balado udang, perkedel kentang, telur balado dan empal suwir daging sapi. Katering Ny. Hendrawan sudah terkenal akan kelezatan masakannya, namun baru kali ini saya mencicipinya, dan semoga rasanya semanis tampilannya. 


Kami pun berkumpul, bersesakan di ruangan resepsionis yang tidak terlalu luas. Aroma lauk dan nasi kuning yang pekat berkeliaran di udara membuat perut saya bernyanyi kencang. Saat itu memang sudah mendekati jam makan siang. Pembacaan doa dilakukan oleh salah seorang teman, dan saat itu konsentrasi dan iman benar-benar diuji. Walau doanya begitu indah, dan terus terang saya kagum dengan skill rekan saya ini merangkai kata, namun durasinya yang panjang membuat saya berulangkali melirik ke nasi kuning dan lauk-pauknya, serasa ingin segera menerkamnya. Beberapa teman terlihat mulai gelisah, posisi tubuh berubah-ubah, kaki kiri dan kanan berganti di tekuk ke belakang untuk mengurangi pegal. Hanya nasi tumpeng saja yang tampak tegar sekokoh batu karang dan pembaca doa yang terlihat khusyuk. Ketika doa selesai, hampir semua menghela nafas lega dan langsung mengambil posisi di depan si tumpeng. ^_^


Tapi bukan hanya sekedar tampilan nasi tumpengnya yang indah,  rasa masakan katering Ny. Hendrawan juga saya akui sangat lezat. Taste-nya sesuai dengan kesukaan saya, bumbu yang 'medhok', rasa sedikit manis berpadu dengan asin yang pas, khas masakan a la Jawa. Nasi kuningnya begitu kental dan pekat akan rasa gurih, dengan tekstur padat dan pulen. Walau semua lauk pendamping si nasi ini terasa mantap, namun empal suwir dagingnya benar-benar juara. Daging sapi yang dimasak dalam bumbu empal kecoklatan dengan cita rasa rempah yang kuat dan manis ini terasa empuk dan gurih. Sedikit suwiran daging saja sudah cukup menjadi lauk yang memuaskan bersama sepiring nasi kuning. Setelah menyantap si empal suwir saya pun berjanji suatu saat akan membuatnya sendiri. 


Saya pernah membuat empal daging sapi sebelumnya, anda bisa melihat resepnya pada link disini. Saat itu saya membuat empal gepuk dimana daging sapi yang diiris tipis dan dimasak bersama bumbu kemudian dipukul hingga pipih. Resep empal gepuk dan empal suwir ini sebenarnya hampir sama, hanya saja di empal suwir setelah daging dimasak empuk kemudian disuwir-suwir menjadi potongan kecil dan dimasak bersama santan hingga kuah mengering. Hasil akhirnya adalah suwiran daging yang empuk, berselimut bumbu yang gurih dan meresap hingga setiap serat dagingnya. 

Proses membuat empal suwir ini sangat mudah dan mungkin bisa menjadi variasi sajian Lebaran yang menyenangkan selain rendang dan opor ayam. Berikut resep dan prosesnya ya. 


Empal Suwir Daging Sapi 
Resep hasil modifikasi sendiri 

Untuk 5 porsi 

Tertarik dengan resep dari bahan daging sapi lainnya? Silahkan klik link resep di bawah ini:
Rendang Daging Sapi dengan Kentang a la My Mom
Empal Gentong Daging Sapi
Ungkep Daging Sapi a la My Mom   

Bahan: 
- 500 gram daging sapi, potong searah serat daging dengan ukuran besar sekitar 3 x 3 cm 
- 90 ml santan kental instant (saya pakai santan instan)
- 800 ml air kelapa untuk merebus daging (atau pakai air biasa)

Bumbu dihaluskan: 
- 4 siung bawang merah 
- 3 siung bawang putih 
- 4 butir kemiri sangrai 
- 1 sendok makan ketumbar, sangrai 
- 1/4 sendok teh jintan, sangrai bersama ketumbar
- 1/2 sendok teh merica butiran 
- 2 cm jahe 
- 2 cm kunyit 
- 4 cm lengkuas 
- 1 batang serai, ambil bagian putihnya saja 

Bumbu rempah lainnya: 
- 3 lembar daun salam, sobek kasar 
- 2 lembar daun jeruk, sobek kasar 
- 60 gram gula jawa, sisir halus 
- 1 ½ sendok teh garam 
- 2 sendok makan air asam jawa

Pelengkap: 
- bawang merah goreng untuk taburan 

Cara membuat:


Siapkan wajan, masukkan daging, semua bumbu halus, dan bumbu rempah lainnya. Aduk dan remas-remas daging dengan bumbu hingga rata. Masukkan 500 ml air kelapa  dan rebus dengan api sedang hingga kuah menyusut, tambahkan sisa air kelapa dan rebus hingga daging benar-benar empuk. 

Jika daging belum empuk, tambahkan sedikit air kembali dan masak hingga daging menjadi empuk dan kuah habis. Matikan api kompor, dengan menggunakan dua buah garpu cabik-cabik daging hingga menjadi suwiran kecil. 


Tambahkan santan kental, masak kembali dengan api kecil sambil diaduk-aduk hingga santan habis, dan daging menjadi kering. Cicipi rasanya, sesuaikan garam dan gula. Empal suwir ini terasa manis dan gurih. 

Tata empal di piring saji dan taburi dengan bawang goreng yang banyak. Super yummy!



54 komentar:

  1. Wah aku juga baru nyicip ny hendrawan setelah bertahun2 di jkt mba endang. Emang enakk. Rasanya jawa banget dan bumbunya mantap. Aku pgn coba resep ini. Thanks for sharing ya mba endang ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju Mba Harsi, udah enak harganya pun masih masuk akal ya. Mantap dah

      Hapus
  2. Salam kenal mbak endang, saya penggemar resep dan terutama cerita-cerita nya mbak (*^_^*). Semenjak menemukan jtt, saya merasa hidup semakin bewarna dan makin banyak ilmu yang saya dapat dari blog Ini (*^▽^*). Oa mbak, kemarin saya nyobain resep tempe aromatik dari jtt, dan hasilnya seantero kost-an nganggap saya pinter masak, padahal jelas2 saya copas dari jtt, Wkwkwk ≧﹏≦. Saya bersyukur banget ketemu jtt mbak, rasanya sehari aja gabuka jtt ada yg hampa gt (>_<). Dan ajaibnya, jtt jadi penyelamat saya ketika lapar tapi sikon tidak memungkinkan untuk makan mbak. Saya kalo baca jtt mulai dari cerita, resep, step by step, tips anti gagalnya, saya ngebayangin bahan2nya, cara masaknya, perkiraan gimana rasanya, dan seperti tersugesti rasa lapar saya menghilang loh mbak, seakan2 saya beneran masak dan makan, wkwkwk ≧▽≦. Makanya jtt Ini sering banget saya baca tengah2 malam dikala perut lapar tapi gadak makanan di kostan, dan lebih sering lagi saya baca ketika puasa gini mbak, Hehe (^-^). Ya ampun, saya malah jadi ngomongnya ngalur ngidul ya mbak, intinya saya berterima kasih banget mbak, karena mbak udah seperti 'agent of change' untuk saya. Ketulusan mbak dalam membagi ilmu, memotivasi saya untuk enggak takut terjun ke dapur dan memasak menjadi hobi baru saya skrg, apalagi saya paling suka kalo mbak share apapun yang berbau 'homemade', saya sukaaaa banget 😍😍😍😍. Semoga mbak endang dan keluarga sehat selalu ya mbak, aamiinn (ღ˘⌣˘αƒ¦). Keep posting mbak endang (*^▽^*)
    Salam kecupcupcup untuk mbak 😘😘😘😘
    ~Maula, medan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Mba Maula, salam kenal juga ya mba, thanks ya sudah menyukai JTT. Saya juga sama, puasa2 malah pantengin tapi saya justru menderita wakakka, bukannya tambah kenyang malah tambah 'ileran' pengen semua dimakan. Pas buka jadi kemaruk dah membalas dendam, tobat.

      thanks ya sudah menyukai JTT, senang sekali resepnya disuka. Sukses yaaa

      Hapus
  3. Yang selalu saya tunggu dari postingan mba Endang itu selain resep2nya yg oke punya juga cerita2 pengantar yg selalu seru...makasih mba endang untuk resep2 penyelamat emak2 yg ga pinter masak mcm saya hehehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai mba Wiwied, thanks sharingnya ya mba, senang resep dan cerita JTT disuka. Saya yakin Mba Wiwied jago masak kok. ^_^

      Hapus
  4. Toss mba endang, aku juga suka banget nasi kotak Ny. Hendrawan ...semoga bisa punya waktu bikin empal jadi ga usah nunggu acara kantor kalo ngidam hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yep, sedap mba Dewi, mantap banget rasanya ya. Silahkan dicoba resepnya moga suka yaa

      Hapus
  5. hihihi mbak endang pembukaannya bikin saya tertawa lucu dan bagus banget.oh ya mbak endang tadi sore saya buat pindang iga resep mbak endang(tapi iganya saya ganti kikil)rasanya enak walau tanpa jinten.hihihi sampe sekarang saya blm tau jinten itu seperti apa?mksh banget mbak endang sama resep2 nya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Mba, wh mantap banget pindang kikil, sayangnya di blok A susah cari kikil yang oke. Gambar jinten ada disini mba:
      http://www.justtryandtaste.com/2014/12/yuk-mengenal-bumbu-dapur.html

      awas tertukar dengan adas manis yang berukuran lebih besar ya.

      Hapus
  6. Mbak endang bisa aja kalau cerita sampai saya tertawa sendiri ngebacanya,jujur saya tak pernah terlewatkan cerita dari setiap resep mb.endang,dan saya selalu menanti resep barunya,makasih banyak ya mbak resepnyaπŸ˜™πŸ˜™

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai mba Luis, thanks ya sharingnya, senang cerita gak keruan JTT disuka, hehhehe. Sukses selalu yaaa

      Hapus
  7. Hi Mba Endang,saya baru mengikuti JTT. Saat ini baru baca2 aja,belum berani eksekusi resepnya krn gak pede bisa masaknya hihihi. Mba,aku penasaran kalo ditulis bumbu dihaluskan,apakah harus ditumbuk atau boleh pake blender aja?maaf ya kalo pertanyaannya sangat gak penting,tp lebih baik bertanya bukan?daripada sesat di jalan :) ..thank you

    BalasHapus
    Balasan
    1. pakai blender gpp mba, sama aja rasanya koq.. cuma lebih praktis aja pakai blender :D

      #mbaendangpalsu ^^

      Bella

      Hapus
    2. Terima kasih utk infonya Mba Bella

      Hapus
    3. hai Mba Angelia, saya sudah lama meninggalkan ulekan batu (kecuali ketika membuat sambal terasi hehhehe), selalu pakai blender atau chopper. Pakai blender dry mill yang gelas kecil ya, dan haluskan sedikit2 supaya mesin lancar dan menghindari menambah air. Atau pakai chopper untuk hasil yang lebih kasar.

      Thanks mba Novrika atas bantuannya yaaa ^_^

      Hapus
  8. wah.. menarik sekali utk dicoba mba.. fotonya bnr2 bikin segera tancap ke pasar beli daging buat bikin ini.. oya mba, ini hasilnya kering seperti abon apa nggak? trimakasih mba.. sukses trs!

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba Fahmi, hasil akhirnya tdk kering seperti abon ya, empal ini lembab. thanks yaa

      Hapus
  9. Mks banget mba Endang resepnya....
    Top markotop banget kayanya nih....

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks Mama Farhan, senang resepnya disuka, sukses yaa

      Hapus
  10. Hai mba Endang,
    sy pernah baca diatikel yang mana gitu,kalau ada yang komplain soal cerita pengantar. Kalau sy kebalikannya,kadang yang dibaca cerita pengantarnya saja,resepnya kadang diskip krn terlalu sulit (atau malas haha..) buat pemula seperti sy.

    Pokoknya cerita2 mba Endang serta foto2 masakan yang lezat amat sangat menghibur lho..

    -erika-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai mba Erika, thanks sharingnya yaa, senang cerita JTT disuka, terkadang saya juga males kalau hanya menulis resep saja wakakkka.

      Hapus
  11. Mbak,nasi box ny hendrawan mantap! apalagi suwir daging sapinya. Mbak, empal suwir daging sapi resep JTT tahan berapa lama ya kalau disimpan di kulkas? Tks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huaa, setuju mba Ona, enak banget memang. Empal suwir tahan 4 hari di chiller ya mba, kalau freezer bs 2 bulan ya

      Hapus
  12. Mbak endang,sy jadi pengen nyoba,cuma gak suka daging,kalo diganti ayam cocok gak mbak?

    BalasHapus
  13. Mba Endang selamat lebaran..
    Terima kasih blognya selalu memberi inspirasi masak. Seperti kemarin, saat saya kebingungan mau mengolah daging sapi 5kg untuk lebaran, adek langsung nyeletuk "tanya mba Endang aja" :D eh, koq ya resep ini muncul. Jadilah dieksekusi untuk sajian lebaran keluarga. Terima kasih sekali lagi mba.. I really appreciate your effort :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mb, selamat idul fitri juga yaa, minal aidin wal faidzin. Thanks sharingnya yaa, senang resep2 JTT disuka. Sukses selalu ya Mba! ^_^

      Hapus
  14. halo mbak Endang, saya mau request resep nasi ulam yang basah, kalau di jkt banyak banget yang jual. gurih2 manis asin. uda pengen bangett, saya cari2 resepnya ketemunya yang kering mulu. kalu mbaknya punya resep bole di bagi.
    sukses selalu ya mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai mba Yanti, saya belum pernah bikin nasi ulam, sampai sekarang masih suka bingung dengan makanan ini karena kalau ketemu bisa beda2 bentuknya wakakkak

      Hapus
  15. mba..60 gram gula jawa itu kira2 berapa sendok gula jawa sisir? trimskasih..maaf mba..sy ga punya timbangan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba, sekitar 3 sendok makan ya, masukkan 1/2 saja dulu dan 1/2 sisanya ketika masakan dirasa kurang manis, karena tdk semua suka dengan rasa manis ya

      Hapus
  16. bismillah.. mbak endang sy sekeluarga taqobalallahu minna wa minkum shiyaamana wa shiyaamakum mohon maaf lahir batin.
    mbak endang terima kasih ya krn blog ini brmanfaat jd bsa blajar masak, aq sdh cba menu2nya pancake, puding, bolhar, ayamny mie ayam, cookies famous amous, lidah kucing semuanya maantaap..
    oy mbak aq mnta maaf ya krn bbrp wkt yg lalu wkt share resep di grup wa lupa sbut sumberrny dr jtt.. tp sdh aq smpaikan ke adminny kq n di share ke grup klo smberny dr jtt, sekali lagi maaf ya n terima kasih.. semoga Allah balas kebaikan mbk endang..
    yuli surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Yuli, selamat hari raya idul fitri dan minal aidin walfaidzin yaa. Thanks sharingnya dan senang sekali resep2 JTT disuka. Sukses selalu ya mba! ^_^

      Hapus
  17. minta ijin share @just try & taste di web kami ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan ya, dan tolong cantumkan sumbernya ya

      Hapus
  18. Hai mbaa.. misalnya ini dipake untuk acara besok pafi, masaknya sehari sebelumnya apa masih enak ya mba rasanya? Atau mungkin harus diangetin lg dengan ditumis lagi apa bgmn mbaa? Trimakasih ya mbaa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yep, tetap enak ya, kalau mau disantap, hangatkan sebentar di kompor mba (aduk diwajan)

      Hapus
  19. Mbak Endang, salken ya ....
    Mbak ini empalnya ga perlu digoreng lagi ya ?Makasih byk mbak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. nggak ya mba, cuman dimasak smpai kering saja, digoreng akan menyerap mimyak banyak mba

      Hapus
  20. Mbak Alhamdulillah saya berhasil bikin resep yang ini, rasanya lazizzz... tapi penampilannya tidak secantik punya Mbak Endang, punya saya sudah kering tapi warnanya masih kuning bukan coklat nan eksotis seperti punya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks mba Reny sharingnya, kalau untuk warna coklat, kalau dimasak lama maka santan di masakan akan membuat empal menjadi coklat mba

      Hapus
  21. Sudah coba membuat walaupun tidak memakai air kelapa. Kuah dagingnya belum saya keringkan karena pas dicoba kok udah enak banget. Kebayang kalau pakai air kelapa pasti tambah gurih ya... Sekarang lagi galau disusutkan kuahnya atau engga ya... Wkwkwkwk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wakakka, kalau kuahnya gak disusutkan mirip masakan lapis daging, tapi memang kuahnya yang gurih ini sedap banget diguyur ke nasi ya mba ^_^

      Hapus
  22. Mb d ganti ayam bisa kan ya?

    BalasHapus
  23. Aku baru bikin resep ini..awalnya pas masih dimasak, rasanya agak asing, krn baru kali ini pakai bumbu bernama jinten.
    Tapi pas tahap akhir, masukin santan..semua bumbu rasanya menyatu jadi enak banget...huhuhu...aku berhasil.
    Thanks resepnya, mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks sharingnya Mba Winnie, senang resepnya disuka, sukses ya

      Hapus
  24. klo pke presto bg gk mba? pengen nyobaaa πŸ˜‚

    BalasHapus
  25. halo mbaa...selamat berhari minggu yaa..semoga menyenangkan liburnya. oya mba, kalau misalnya ditambah kaldu bubuk apa garam harus dikurangi? pakai brp kira2 mba kira2 takarannya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Mba Dhia, kalau mau pakai kaldu bubuk, masuk dulu saja kaldunya kira2 1/2 - 1 sendok teh, cicipi baru masuk garam. garam kurangi dari resep karena kaldu bubuk asin ya.

      Hapus
  26. Mau coba resep ini. Sy sdh mencoba ayam woku yang enak banget dan minggu lalu mencoba resep sop buntut JTT dan rasanya, kalau mengikuti gaya pak Bondan, "maknyusss" hahaa... Thanks for sharing the recipes for us mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Mba Lily sharingnya yaa senang resepnya disuka, sukses yaa

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...