21 Januari 2013

Nasi Biryani Daging Sapi



Sudah lama sekali saya mengincar beras basmati, beras terkenal  dari India ini memiliki bulir yang panjang dengan aroma pandan yang harum. Satu hal yang membedakan basmati dengan jenis beras lainnya adalah beras ini tidak lengket sama sekali kala telah menjadi nasi, alias tercerai berai satu sama lain namun tetap mempertahankan kepulenan dan kelegitannya. Umumnya beras basmati digunakan untuk membuat nasi biryani a la India atau nasi kebuli a la Indonesia, nasi pilaf (pilau) atau kheer (puding nasi a la India). Sayangnya beras ini alamak mahalnya sehingga saya tidak pernah tertarik untuk membelinya. Beras lainnya yang memiliki tampilan dan rasa yang mirip dengan basmati adalah jasmine dari Thailand, hanya saja buliran jasmine berukuran lebih kecil dibandingkan basmati yang panjang langsing. 


Said, teman Iran saya, sebagaimana dengan masyarakat Iran dan Timur Tengah lainnya sangat tergila-gila dengan beras basmati. Baginya beras a la Indonesia terlalu lengket, kurang pulen dan kurang pas menemani aneka gravy a la Persia yang kental. Sempat shock melihat harga beras basmati yang super mahal di supermarket dan akhirnya girang alang kepalang ketika menemukan jasmine Thailand yang menurutnya mirip-mirip dengan basmati namun dengan harga yang lebih murah, Said memborong dua karung beras dan memasukkannya ke dalam troli belanja. Saya yang tidak terlalu maniak dengan nasi dan tidak pernah sibuk membedakan rasa berbagai macam beras hanya melongo bengong, dan hampir terjungkal ketika Said berkata dengan menggebu-gebu, "Lain kali kalau ke supermarket lagi, dimanapun berada, tolong cek harga beras jasmine dan beli lagi, di sini hanya ada 2 karung." Tobat butuh berapa karung lagi? ^_^



Menyetok 2 karung beras membuat Said menjadi lebih tenang, seakan jika Jakarta benar-benar tenggelam dan sembako susah diperoleh, maka dua karung beras cukup untuk bertahan sebagai pengisi perut selama sebulan atau bisa juga sebagai penahan tanggul yang jebol. Namun sayangnya demi alasan kepraktisan dan bla bla bla, dia lebih memilih menyantap roti setiap harinya dengan aneka keju dan salad, kali ini rupanya lidah Swedia-nya lebih menang. Beras Thailand pun terlupakan hingga saya mempraktekkan nasi biryani yang laziz ini. Walau nasi biryani bisa anda buat dengan beras biasa namun hasilnya akan terasa lebih mantap jika dibuat dengan menggunakan beras berbulir panjang dan tidak lengket, misalnya saja seperti basmati atau jasmine (seperti yang saya gunakan kali ini). Berbeda dengan saat saya membuat nasi kebuli, untuk memasak nasi biryani ini saya tidak menggunakan rice cooker melainkan panci teflon biasa. Caranya sangat mudah dan hasilnya, hmm, yummy! 


Sebenarnya apa sih perbedaan antara nasi biryani dan nasi kebuli? Kalau dilihat sepintas bumbu-bumbu penyusunnya maka kedua jenis nasi ini hampir sama, yang membedakan adalah proses pembuatan dan daerah asalnya. Biryani, merupakan masakan nasi berbumbu yang terbuat dari beras (umumnya basmati), ayam, domba, ikan, telur dan sayur-sayuran. Berasal dari kata Persia, beryā(n), yang artinya 'digoreng' atau 'dipanggang'. Original nasi biryani dibuat dengan cara memasak nasi dan kuah yang kental (umumnya kari daging atau sayuran yang telah dikurangi kadar airnya) secara terpisah. Nasi dan kuah kental ini lantas di campurkan menjadi satu secara berlapis menghasilkan hidangan dengan rasa yang kontras antara nasi (yang juga telah dibumbui secara terpisah) dan kuah kari daging atau sayuran dengan bumbu yang kuat. Ini yang menyebabkan warna nasi biryani yang asli umumnya terdiri dari dua warna yaitu putih (warna nasi) dan kekuningan (nasi yang terkena kuah kari kental). Dalam prakteknya untuk alasan kepraktisan dan kemudahan kemudian berkembang nasi biryani dengan proses memasak yang lebih simple dimana nasi dan kuah daging dimasak dalam satu panci menghasilkan nasi dengan aroma dan rasa yang lebih gurih dan kuat. 

Biryani aslinya berasal dari dapur kerajaan Mughal, India namun kemudian berkembang ke negara-negara lainnya di sub-benua India. Kolkata, Lucknow, Hyderabad dan Delhi, merupakan daerah utama penghasil nasi biryani. Variasi nasi versi lokalnya juga sangat terkenal di Asia Tenggara, Timur Tengah, dan komunitas Asia yang tinggal di luar negaranya.

Nasi kebuli sendiri merupakan nasi a la Indonesia yang terbuat dari nasi yang dimasak dengan kaldu daging kambing, susu dan ghee (minyak samin), masakan ini sangat populer di kalangan komunitas Arab dan mayarakat Betawi di Indonesia. Perbedaan dengan nasi biryani adalah nasi dimasak langsung dalam kuah kaldu daging atau ayam beserta bumbu-bumbunya, jadi mirip seperti nasi pilaf dan umumnya tidak menggunakan bumbu kari sehingga tidak berwarna kekuningan sebagaimana nasi biryani. Nasi kebuli sangat dipengaruhi oleh kuliner Arab dan jika ditelusuri kemungkinan berasal dari kuliner Timur Tengah, terutama dipengaruhi oleh Yaman dan India. Banyak yang beranggapan nasi kebuli berhubungan atau berasal dari nasi biryani. 


Anda bisa membuat nasi biryani dengan menggunakan rice cooker, jika anda merasa menggunakan panci seperti yang saya lakukan terlalu riskan. Satu kelebihan rice cooker adalah nasi seperti di steam/dikukus sehingga bagian dasarnya tidak gosong. Berbeda dengan menggunakan panci, nasi seakan dipanggang sehingga jika tidak berhati-hati maka bagian dasar nasi akan mengering dan terbakar. Namun kelebihan menggunakan panci adalah tekstur nasi lebih kering, tidak basah dan lebih pulen, saya sendiri lebih menyukai versi yang dimasak menggunakan panci dibandingkan rice cooker. Terus terang saya sendiri belum seahli Said dalam urusan memasak nasi menggunakan panci, dalam dua kali percobaan, nasi saya selalu berakhir gosong di bagian bawahnya. Walau begitu tetap saja bagian yang gosong tersebut habis saya sikat. ^_^

Apakah bisa menggunakan protein lain selain daging sapi? Yep, tentu saja bisa. Ganti dengan daging kambing/domba, daging ayam dan seafood. Hanya saja menurut saya, kaldu daging memang membuat rasa nasi biryani lebih nendang dan kaya akan rasa. Jadi apakah anda memiliki 2 karung beras di rumah? Jika ya, saran saya buatlah menjadi nasi biryani, niscaya stok beras anda akan cepat ludes. Dijamin! Berikut resepnya ya. ^_^


Nasi Biryani Daging Sapi

Resep hasil modifikasi sendiri

Untuk 4 porsi

Bahan:
- 500 gram beras, pilih yang bulir panjang/long grain 

Bumbu dan bahan kaldu daging: 
- 1 sendok makan minyak sayur 
- 250 gram daging sapi, potong tipis memanjang
- 1 liter air 
- paket rempah (bungkus jadi satu menggunakan kain putih tipis): 1 sendok teh biji ketumbar, 1 sendok teh jintan, 3 buah kardamon, 10 butir merica hitam butiran, 5 butir cengkeh
- 1 sendok makan bubuk kari instan 

Bumbu dan bahan untuk menumis nasi:
- 1 1/2 sendok makan margarine (minyak samin lebih nendang)
- 3 butir bawang merah, iris tipis memanjang
- 4 butir bawang putih, iris tipis memanjang
- 1/2 buah bawang bombay, cincang kasar
- 2 ruas jahe, iris tipis
- 2 sendok makan puree tomat (bisa diganti dengan 4 sendok makan saus tomat) 
- 200 ml  susu cair
- 2 batang kayu manis
- 2 buah kembang lawang/pekak
- 2 butir kapulaga 
- 1/2 sendok teh merica bubuk
- 1/2 sendok teh kunyit bubuk
- 2 sendok teh kaldu bubuk
- 2 sendok teh garam

Cara membuat:

Bungkus rempah-rempah dengan kain

Siapkan beras, kalau bisa pilih beras jenis bulir panjang mirip seperti beras basmati. Saya menggunakan beras jasmine Thai long grain. Cuci bersih beras, kemudian rendam dengan air yang banyak hingga seluruh beras tertutup air. Diamkan selama minimal 2 jam. Tiriskan. 


Siapkan wajan, beri 1 sendok makan minyak, panaskan. Tumis irisan daging hingga permukaannya kecoklatan. Masukkan 1 liter air, paket rempah dan bubuk kari instan. Rebus hingga daging empuk dan air kaldu berkurang hingga setengahnya. Angkat, buang bungkusan paket rempah.


Siapkan panci, masukkan margarine, lelehkan. Tumis bawang merah, bawang putih, bawang bombay dan jahe hingga harum. Masukkan kayu manis, kembang lawang, dan kapulaga, aduk rata. Tambahkan puree tomat, kaldu bubuk, garam, kunyit bubuk, merica bubuk dan susu cair, aduk rata.


Tuangkan beras yang telah ditiriskan, aduk-aduk hingga semua bumbu dan beras tercampur rata. Biarkan hingga susu meresap. Ambil + 300 ml air kaldu daging masukkan ke dalam tumisan beras beserta dagingnya sekalian, aduk rata. 

Kecilkan api hingga sangat kecil, bungkus tutup panci dengan kain serbet. Tutup panci berisi beras dan masak selama 15 - 20 menit hingga nasi matang. Gunakan api yang sangat kecil agar beras matang perlahan dan tidak membuat bagian dasar nasi menjadi gosong. 


Angkat nasi, aduk dan gemburkan dengan garpu hingga nasi menjadi tercerai berai.

Untuk memasaknya menggunakan rice cooker, beri margarine di rice cooker sambil rice cooker dalam posisi menyala. Panaskan margarine, tumis bumbu-bumbu dan ikuti instruksi seperti di atas. Masukkan susu cair dan beras, aduk rata. 

Tambahkan kaldu + daging, ukur takaran air kaldu sesuai petunjuk penggunaan rice cooker anda ya. Aduk rata. Tutup rice cooker dan masak hingga nasi matang. Jika nasi telah matang, segera gemburkan nasi menggunakan garpu. Siap disantap. Yummy!

Sources:
Wikipedia - Biryani
Wikipedia - Nasi Kebuli
Wikipedia - Pilaf
 



72 komentar:

  1. Mba Endang...., ini baru namanya pucuk dicinta ulam pun tiba....., baru hari minggu kemarin 20/01/2013, tetangga ku yg keturunan Arab mengadakan maulid + akikah an, menunya ya...nasi biryani ini. Emang enak banget lho.....
    Nasinya lucu..., ada yg putih dan kuning, terus atasnya ditaburi kismis yg warnanya kekuningan, bukan hitam, apa nama nya Rin ga tau.
    Kalau daging dan kuah nya emang dipisah sih....., biar ga mekar kali ya...itu nasi nya?
    Thanks utk info ada beras jasmine thailand, apa beras nya sama dengan beras thailand utk penderita diabetes itu ya?
    ok, I keep this recipe, izin copy ya...., mungkin weekend besok Rin coba..., cause my hubby yg orang Pontianak suka banget, tapi he he he saya tak bisa masak nya.
    makasih banget utk share resepnya, slm, Rin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Non Rin, yep banyak juga resep biryani yang menggunakan kimis ya, boleh juga ditambahkan jadi ada rasa asem manisnya juga. Original biryani memang berwarna putih dan kuning, hiiks andai bisa minta resep ke itu tetangga hahhaha.

      Beras jasmine thailand sebenarnya beras biasa Mba hanya saja memang dia jenis long grain, bulirnya panjang walau gak sepanjang basmati. Kemungkinan ada jenis beras Thai lainnya yang cocok untuk penderita diabetes ya. Tapi beras basmati memang katanya cocok untuk penderita diabetes karena kadar glukosanya lebih rendah dibanding beras umumnya.

      Memasaknya pakai rice cooker mungkin lebih mudah ya dan gak usah khawatir gosong hehehhe, masak pakai panci begini kudu pakai feeling dan kadar air serta umur beras ternyata ngaruh jga. Beras yang baru panen lebih cepat empuk dibanding beras yang sudah lama masa simpannya.

      Hapus
    2. kemaren sih udah nyoba minta resep nya, cuma yg masak bukan dia, he he he jadi nya musti bersabar dikit. InsyaAllah kalo rejeki bisa dapat ya?
      Baru tau tuh kalo beras baru panen lebih cepet empuk, selama ini tau nya emang lebih enak sih, juga ga cepet basi, karena rin sering juga beli beras ama temen yg punya sawah dan penggilingan padi, jadi tiap bulan dapat beras baru, karena dia nyimpan gabah. Asyik buka blog nya mba, dapat ilmu baru lagi. Thanks ya? slm, rin

      Hapus
    3. Sip Mba Rin, ditunggu share resep Biryani asli Arab nih hahahha. Yep beras yang baru panen lebih enak, wangi dan tahan lama kalau jadi nasi, selain itu juga lebih empuk. memang paling mantep kalo beli langsung dr petani ya ^_^

      Hapus
    4. Ternyata resep nasi biryani nya oleh sijuru masak pake ilmu kira kira...., huaaaa
      Repooott deh..., hi hi hi
      kebetulan malam ini iseng googling cari resep kulit pastel yg enak, ehhh, malah nemu ama resep nasi biryani..., yg kalo ditilik bahan nya dan penampilannya sama dengan nasi kiriman tetangga, oh ya..., dibumbu nasinya dari sijuru masak pake jintan hitam (yg di blog ga pake), dia bilang sih habatussaudah.
      Lucunya tu nama nasi di blog yg ditemukan disebut Nasi Mandhi,
      Ternyata di blog tsb banyak lho mba...., jenis jenis nasi Arab model biryani yg pake beras basmati. Secara di Malaysia biasa kali ya mengkonsumsi beras basmati? Nah ini satu kesempatan Mba..., buat macam2 nasi berbahan basmati, yah itung 2 buat ngabisin beras yg katanya 2 karung itu, he he he he..., peace.
      Ini blog nya : www.kongsiresepi.com/read/3098/0
      www.dapur-mamasya.blogspot.com
      ok, slm, Rin



      Hapus
    5. Halo Non Rin, naahhhh repot tuh kalau ketemu sama ilmu kira2. Hahahha. kaya ibu saya. Kira2 sama cemplung2 tuh. Yep biasanya pakai jintan hitam, hanya saja susah cari bumbu itu disini jadi seadanya saja yang ada didapur. Thanks ya atas infonya, yep kayanya harus banyak uji coba masakan nasi lainnya hehehhe. Sukses selalu ^_^

      Hapus
    6. Saya pernah belajar langsung sama chef dr arab. Tp lupa ga saya catat resepnya. Huwaaaa...
      Tp liat urutan resep mba. Saya batu inget. Chef yg ngajarin saya nambahin jintan hitam (habatussauda). Dia selain pakai kayu manis bubuk, jg pakai kayu manis batangan. Pakai bayleaf jg mba...

      Mari eksekusi bareng2

      Hapus
    7. thanks mba Fitri sharingnya ya, sangat membntu buat yang ingin mencoba resep ini. Moga sukses resepnya setelah dicoba yaa

      Hapus
  2. Hmmm...maknyus nih kayaknya. Btw,'kardamon' itu apa Mba?Kalau nggak nemu di pasar bisakah diskip/diganti ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kardamom, kalau di gambar kedua, rempah2 di mangkuk yang warnanya kehijauan, dalam bentuk pod seperti kacang didalamnya ada biji2 kecil yang harum. Biasa dipakai di masakan india dan timteng. Saya belinya di Carefur, memang agak susah ditemukan. Kalau nggak ada boleh diskip kok hehehe, gpp. Silahhkan dicoba ya.

      Hapus
    2. Kalau ngga salah kardamon itu bisa diganti sama kapulaga deh. Pernah liat di youtube

      Hapus
  3. mbak, kaga pakai saffron mbak?? kira2 berapaan mbak harga saffron per gram nya??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngga, lebih gampang kan? Saya tidak tahu harga saffron, selama ini selalu dikasih belum pernah beli sendiri ^_^

      Hapus
  4. hebat blog ini, ulasan masak2 tapi disertai ceritanya sbgai prolog yang menarik...nais nais! *ngacung lima jempol*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai, thanks ya! moga suka dengan resepnya jg ^_^

      Hapus
  5. Mbak beli berasnya di jakarta dimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba, saya di resep diaatas pakai jasmine ya bukan basmati. keduanya bisa dibeli di car**fur, sayangnya kapasitasnya besar gak bisa beli ukuran kecil hiks.

      Hapus
  6. mba endang..mau ty,knpa dbungkus pke kain..itu kain apa ya..
    maaf ya mba klo pertanyaannya aneh

    BalasHapus
    Balasan
    1. dibungkus kain agar bumbu tidak bercamour di nasi, kita cuma perlu aromanya Mba, nggak perlu sampai dia tercampur dan mebuat susah makan nasinya. pakai kain muslin atau kain tipis untuk dalaman rok atau untuk saringan tahu ya.

      Hapus
  7. cardamom itu bhs indonesianya adalah kapulaga.

    BalasHapus
  8. Weleehhhh mbak.... blog ini bikin aku sakit pinggang gara gara membabi buta pengen nyobain resep2 yg menggoda itu, kemaren aku bikin Empek2 buat anak2 dan bikin siomay ayam buat hubby secara dia gak doyan ikan , hari ini nasi biryani ku baru jadi dan cake nangka nya masih di Oven nyobain yg di bake.... mantab semua rasanya mbak.. sueneng bgt , cuman knapa nasi biryaniku agak kering ya mbak kurang moist, apa karena panci ku gak kututup pake kain sehingga nasinya agak kering.... alhamdulilah bawahnya sukses gak gosong (pake panci bessemer yg tebel bgt itu).... klo rasanya sih ajibb bener... next time aku mo coba pake rice cooker..... thx ya mbak.. aku pasti jd pengunjung setia blog ini.... keep cooking keep sharing.......

    Srie - Melbourne

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Srie, waakkak, jangan langsung dicobain semua Mba, saya juga butuh 4 tahun buat memasak semua resep di JTT wakakkak. Mungkin airnya kurang ya untuk nasinya, next time takaran airnya tambah saja, harusnya kalau pakai panci bessemer hasilnya lebih oke ya. Saya kalau pakai rice cooker kok malah gak mantep jadinya ya wakkakak. Thanks sharingnya yaaa

      Hapus
  9. Trims infox mba, detail bgt penjelasan..gmpang klo mau dpraktekin untuk pemula sperti saya...smoga suami dan anak suka..jdi nambah perbendaharaan resep..smoga ntar bisa jdi koki idola keluarga drmah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Martina, moga sukses diparaktekkan yaa, dan keluarga suka dengan hasilnya. Sip! Cita2nya mulia banget hehehehe

      Hapus
  10. Ngiler bgt liat resep ini,, kalo bikinnya pake panci presto bisa ga sih mba? * gak punya panci teflon wkwkwk ada jg hepikol yg jumbo, mau nyoba rice cooker tp kata mba endang kurang nampol,,
    Mohon info ya mba,, makasiii

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah saya belum pernah pakai panci presto Mba untuk masak nasi, tapi kalau lihat instruksi panci kayanya bisa yaaa, hehehhe.

      Hapus
  11. Kayak nasi minyak palembang mbak yah tp biasanya pake kismis

    BalasHapus
    Balasan
    1. nasi kebuli, nasi biryani, nasi minyak saya rasa masih soaraan ya mba hehehhe

      Hapus
  12. Mba endang, kira2 kalau pakai beras biasa bisa ga ya? Pengen coba cuma bingung sama takaran airnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mba Fitria, bisa pakai beras biasa ya mba, takaran air keknya sama kaya memasak biasa ya.

      Hapus
  13. slm kenal mba endang, aku udh bikin pakai panci tp nasi nya kok msh stgh mtg ya? udh gitu gosong pula hehee.. akhirnya aku kukus lg n jd nya kelembekan hiks.. mgkn aku masukin airnya lbh dr 300 ml soalnya ga aku takar lg. Aku jg udh buat nugget wortel nya mba tp gagal jg hslnya terlalu lembek (again) hiks..hiks.. kyknya hrs sering2 bkin ya mba alias trial n error biar jago kyk mba endang ;)

    irma

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Irma, salam kenal juga ya. Yep memang memasak nasi dengan panci seperti ini memerlukan trik khusus ya, dan kalau air kurang nasi tidak matang dan bagian bawah gosong. Kemudian besarnya api saat merebus nasi juga sangat penting, penutup panci harus dibungkus kain supaya uap tidak lolos keluar dan rebus dengan api kecil agar nasi masak perlahan tanpa membuat air cepat habis dan gosong.

      untuk nugget, coba next time tambahkan takaran daging ayam gilingnya supaya lebih keras ya.

      Hapus
    2. Mbak ikut nimbrung ya,,kalo aku pancinya kualasi lagi pakai panci tebal yg lebih besar,,,habis itu kalau airnya udah kering kecilin apinya sambil sekali2 di aduk,,

      Hapus
    3. thanks mba Eny sharingnya ya, sangat bermanfaat bagi yang mau coba.

      Hapus
  14. Hi Mba Endang ... mo tanya klo susunya itu pake susu apa ya.. susu havermouth ato susu cair biasa atau cream ...thks

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba, saya pakai susu cair biasa yang diamond full cream ya, bisa pakai susu cair apapun asal rasanya gak manis saja ya

      Hapus
  15. Hampir dalam 2 bulan ini, saya sama istri praktik resep JTT setiap weekend. Jadi rutinitas akhir pekan, besok rencananya coba nasi briani... Finger crossed.

    Yang saya suka dari blog ini ada cerita personal di balik semua masakan, more than a cook book Hehehe. Takaran nya pun precise. Referensi dan rujukan pun dilampirkan... Jadi yang minat ke satu masakan bisa kulik itu rujukan nya...

    Terus berbagi ilmu ya mbak Endang.

    drp

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mas DRP, thanks sharingnya yaa, senang sekali resep JTT disuka bahkan menjadi kegiatan mengasyikkan berdua saat weekend. Saya jealous membacanya huaaa.

      Salam buat partner dapurnya yaa. Sukses dan sehat selalu!

      Hapus
  16. Aduh mbak endang....ni resep nasi enak banget. Komentar bokap katanya ini nasi yang paling enak yg pernah dia cicipi di palembang. Di palembang kan banyak jenis2 masakan nasi khas arab atau india ya hehehe..walaupun aku gak bisa bedain apa aja. Ada nasi samin, nasi minyak, nasi biryani...cihuuyy...jadi agak berbunga2 gimana gitu deh mbak..secara baru buat pertama kali langsung di komentari gitu hehehehe... terimakasih resepnya ya mbak...salam dari bunda tita - palembang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Bunda Tita, thanks sharingnya yaa, senang sekali resepnya disuka, saya jadi ikutan berbunga2 padahal bukan saya yang masak wakakakak. Sukses dan sehat selalu ya!

      Hapus
  17. halo, Mbak Endang, ijin mengeksekusi resep ini.
    baru sebelas hari puasa, udah kehabisan ide buat menu yang sehat dan lezat...
    sepertinya sibuk bikin camilan, giliran buat makan utama dah buntu...., karena anggota keluarga fokus di menu takjil ( yang biasanya langsung bikin kenyang)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Inge, silahkan dicoba ya mba, moga sukses dan anggota keluarga suka ya. Sepertinya kalau puasa semua sibuk fokus ke takjil yaa, di kantor saya setiap buka bawaannya makan gorengan hehehhe.

      Hapus
  18. BAhan bahan sudah ada..sayangnya merica hitam cm pny bentuk bubuk..klo dbungkus kain kira2 bubuknya bakal keluar ke kuah ga ya..pdhal cm buat aroma. Klo merica hitam di skip boleh?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mas Indra, pakai merica putih bubuk gak papa kok, gak harus merica hitam ya, saya rasa kalau bubuk tetap akan keluar jika dibungkus kain ya ^_^

      Hapus
  19. Halo mbak,, seneng banget deh pantengin resep2 disini. Mbak, kl daging sapinya diganti daging domba ada perlakuan khususnya ngga ya mba buat dagingnya atau sama saja tinggal tumis dan dijadikan kaldu??? Trimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba tri, yang saya tahu daging kambing gak boleh dicuci supaya gak berbau ya, yang lainnya sama saja ya, langsung tumis

      Hapus
  20. Kebetulan saya keturunan arab klo masak inin nih pinggangku lngsung sakit..jdi kuningnya itu brasal dri safron bukan kunir belinyapun di toko mknan arab.dan klo saya saranin pke yogurt bukan susu sya pake merk biokul no plain..coba deh mantep say dan klo bikin daging kmbingnya pilih yg muda..

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Mba Aisyah, wah makasih atas tipsnya yaa, senang sekali dapat info dari yang ahli memasak nasi biryani. Memang resep sya diatas tergolong jenis yang abal2 wakkka, karena lebih murmer, next time saya akan coba tipsnya kebetulan punya saffron di kulkas. Thanks ya! ^_^

      Hapus
  21. Mb..ini nasi biryani gak pakai daun salam,serei sama daun jerukkah??

    BalasHapus
    Balasan
    1. nggak ya mba ida, kalau pakai daun salam,serei sama daun jeruk nanti rasanya jadi kaya nasi lemak/uduk ya

      Hapus
    2. Mb..hari ini aku sdh cobain resepnya.pokoe sama plek spt resep Endang.hasilnya enaaaaakkkkkkkk...(rencana malah mau aku jual) cuma ada beberapa org yg bilang rasanya aneh.mungkin gak cocok di lidah mereka.trus nasinya kan aku pake beras biasa, enak juga mb.tapi keras ya mb hasilnya.oia rasanya kuat sekali mb..rasa karinya.terima kasih :)

      Hapus
    3. sip mba ida, senang resepnya disuka, heheheh, sukses dengan jualannya ya

      Hapus
  22. Mbak Endang, tadi aku eksekusi resepnya. Ada sengkel 1/2kg dan anakku yg kecil dan bapake doyan banget nasi2 model begini. Aku tetep masak dengan rice cooker, dan hasilnya juga pera. Setengah mateng. Akhirnya daku steam 10menit dan jadi nasi biasa, karena pada kurang suka nasi yang setengah mateng ��
    However, rasanya tetep nendaaang....stop deh beli2 nasi kebuli. Resepnya super easy, hanya sedikit time consuming but it's worth the wait.
    Thanks mbak Endang...

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Mb, thanks sharingnya ya, senag sekali resep nasinya disuka. Sukses selalu yaaa

      Hapus
  23. Mba... jasmine thailandnya merek apa mba? Tau dimana aja yg jual? Beli basmati mulu uang jd menipis, aku gak suka beras indonesia yg pulen. Aku suka beras spt basmati. Kalau jasmine thai teksturnya sm seperti basmati, mungkin aku mau coba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Sari, coba cek di carfur atau lotte mart mba, banyak beras jasmine thai disana, butirannya kecil, langsing dan agak panjang ya

      Hapus
  24. Mbak Endang, kalo kunyit bubuk diganti dgn kunyit segar kira2 pake berapa ruas jari? bubuk karinya bisa ndak diganti dgn bumbu kari instan, misalnya merek Bamboe gitu? daging sapinya bs diganti pake ayam fillet? maaf banyak tanya,,pengen bgt nyoba resep ini krn si kecil suka maksn nasi yg berbumbu, tp bahan2nya trbatas, daging sapi jg lg mahal bgt, hehehe..thx for share mbak..yanti

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Yanti, pakai sekitar 2 cm kunyit segar ya mba. Bubuk kari instan oke ya, silahkan diganti. Yep, bs pakai ayam fillet atau ayam dengan tulang, atau daging lainnya ya, tdk masalah tetap enak kok.

      Hapus
  25. Alhmdulillah mb resep nya mantap sampai suami dan keluarga bilang suru juaalan aj buka usaha nasi bryani.. makasih mb endang smua resep yg sudah saya coba smua berhasil...trima kasih banyak :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. sip, thanks sharingnya ya, senang resepnya disuka, sukses yaa

      Hapus
  26. Mba.. saya sudah eksekusi kemaren.. alhamdulillah suami dan anak" suka.
    Mba, pernah nyoba kalo daging sapi di ganti ayam gak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya ada nasi kebuli ayam mba, kebuli mirip2 biryani tapi gak pakai kunyit ya. sama enaknya

      Hapus
  27. Halo mb endang salam Kenal. Saya selly salah satu pembaca sekaligus penggemar JTT :))
    Mbak saya rencana mau memasak nasi biryani pagi Ini. Dan saya nggak punya panci Teflon.saya adanya panci biasa.rencana mau pake magic com. Berarti kalau pake magic com, setelah margarin dioles,kaldu dimasukkan berikut bumbu kan yaa? Saya agak bingung membaca instruksi yg rice cooker

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Selly, kalau pakai magic com prosesnya sama seperti membuat nasi kebuli, cek resep 'nasi kebuli ayam JTT'. Proses magic com menurut saya sama seperti memasak nasi umumnya. Bumbu ditumis terpisah bersama daging, baru masuk ke magic com, tambah air dan masak

      Hapus
  28. Hallo mba Endang

    Pengen banget cobain bikin nasi ini sendiri,tapi nggak punya merica butiran dan jinten butiran. Kalau pakai yang sudah bentuk bubuk takarannya berapa ya mba?

    Oya saya pernah buat nasi kebuli dengan rice cooker tapi bumbunya malah menumpuk dibawah, padahal sudah diaduk sebelum nyalain rice cooker. Mohon tipsnya agar bumbunya bisa merata. Terima kasih banyak mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Pita, bisa pakai bubuk. Pakai merica sekitar 1 sendok teh dan jintan sekitar 1/4 sendok teh. Kalau bumbu dan daging ditumis dulu terpisah, baru masuk ke rice cooker, tambah air dan aduk, baru masuk nasi keknya gak ngumpul dibawah mba

      Hapus
  29. Hai mba, salam kenal....
    kalau pake bumbu jadi briyani gimana tuh?
    Ada yg di tambah or dikurangi gak bumbu lainnya?
    Thx

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal, belum pernah pakai bumbu biryani mba, mungkin bumbu segarnya tetap pakai ya.

      Hapus
  30. Barruuu aja nyoba resep ini, tp du rice cooker koq nggak bisa mateng, airnya sdh terserap semua tp nasi masih setengah beras. Saya urut sekali lagi resepnya, ternyata berasnya harus direndam dulu ya mbak? Karena saya pakai beras biasa alias lokal, saya pikir nggak usah direndam, alhasil saya kukus lagi, enak juga... Lain kali coba lagi ahhh...tks ya mbak,

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang kendala memasak nasi seperti ini di rice cooker adalah beras belum matang, saran saya tambahkan air lebih banyak dr resep terutama kalau jenis beras banyak menyerap air dan teksturnya agak keras. kalau kurang maatng di rice cooker saya biasanya juga kukus mba

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...