14 March 2011

Tumis Batang Talas & Udang


Tumis adalah teknik memasak sejuta umat, kenapa saya katakan demikian karena hampir setiap mereka yang pernah ke dapur pasti bisa memasak makanan dengan cara ditumis dan pasti pernah memasak tumisan. Entah itu berupa lauk atau sayur. Begitu mudahnya memasak dengan cara ini sehingga hampir semua bahan makanan bisa diolah dengan ditumis. 

Kelebihan lainnya memasak dengan cara ini adalah tumisan memerlukan waktu relatif singkat  untuk mengolahnya, dan makanan yang ditumis juga diklaim lebih 'sehat', jika: Bahan makanan yang digunakan rendah lemak, kaya gizi dan vitamin; Tidak terlalu lama memasaknya terutama sayuran agar vitamin dan zat gizinya tidak hilang; Minyak yang digunakan tidak berlebihan dan menggunakan minyak yang diklaim menyehatkan seperti minyak zaitun, canola, minyak jagung, minyak biji bunga matahari yang kaya akan antioksidan dan merupakan minyak dengan lemak tak jenuh tunggal dan ganda.


Nah, seperti yang saya lakukan kali ini. Tumis batang talas dengan udang ini salah satu menu putus asa yang rasanya lezat dan tandas dalam sekejap, alias banyak peminatnya di rumah Pete. Bahkan Tedy pun yang jarang menyentuh sayur berwarna hijau, kali ini melahapnya dengan antusias dan 'tambo ciek'!. Ah, saya sungguh cinta tumisan.

Berikut ini resepnya yang saya yakin anda semua mengetahuinya.


Tumis Batang Talas dan Udang
Resep hasil modifikasi sendiri

Bahan:
- 2 batang talas, cuci bersih dan iris-iris. Remas dengan 1 sendok makan garam dan bilas dengan air mengalir 2 kali. Tiriskan. (gunakan sarung tangan plastik untuk mengolah batang talas)
- 200 gram udang kecil, biarkan utuh.


Bumbu:
- 3 buah bawang merah, iris
- 2 siung bawang putih, cincang halus
- 3 buah cabai rawit merah, iris halus
- 2 buah cabai hijau besar, iris menyerong tipis
- 1/2 buah tomat merah, iris tipis
- 3 lembar daun salam
- 1 ruas lengkuas, pipihkan
- 1 ruas jahe, pipihkan
- 1 sendok teh garam
- 1 sendok makan gula pasir
- 1 sendok makan kecap manis
- 1/2 sendok makan saus tiram
- 1/2 sendok teh kaldu bubuk 
- air secukupnya (+ 100 ml)
- 1 sendok makan minyak untuk menumis

Cara membuat:
Panaskan minyak di wajan, tumis bawang putih dan bawang merah hingga harum. Masukkan cabai rawit, cabai hijau, daun salam, lengkuas dan jahe. Aduk rata dan tambahkan air. 


Masukkan garam, gula, kecap manis, saus tiram, tomat iris dan kaldu bubuk. Aduk rata. Tambahkan batang talas ke dalam bumbu tumisan, aduk hingga talas layu dan setengah matang. Masukkan udang, aduk rata. 


Masak hingga semua bahan matang, cicipi rasanya. Angkat. 

Hidangkan tumis ini dengan nasi putih hangat. Yummy!




4 comments:

  1. Halo Mbak Endang,
    pernah makan gorengan bangka yang terbuat dari talas blm? kalau kami menyebutnya Bu Jan (bukan bujang yach...hehehe...). Mirip2 bakwan, tapi bahan dasarnya talas, dimakan panas2 pake cocolan olahan cabe tauco atau cabe jeruk sonkit. Kalau sekiranya doyan, tar saya share deh cara bikinnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Lisa, setahu saya Bu Jan ini boss saya di kantor hahahaha. Mbaaa, please minta resep Bu Jan nya, saya sangat tertarik banget, saya suka makanan unik2 dari berbagai deerah yang nggak umum ditemukan. Nah Bu Jan ini saya sama sekali belum dengar, apalagi pakai talas, saya suka olahan makanan dengan umbi2an. Tolong ya Mba Lisa resepnya hehehe. Thanks ya Mba!!

      Delete
  2. Oke deh...berikut resepnya :

    Bahan : 1 buah talas bogor diparut kasar, 2 potongan melintang ikan tenggiri, (bisa diganti ikan kembung/ikan yg minim tulang), 3 sdm tepung terigu, minyak untuk menggoreng, air secukupnya untuk menyatukan adonan

    Bumbu : 4 siung bawang merah ditumbuk halus, 1 ruas jahe dipotong korek api, 2 sdm tauco dibuang airnya dicincang kasar, garam (hati2 dgn takaran/sedikit saja karena tauco sudah cukup asin), micin (sy tidak menyarankan pake kaldu bubuk), lada (diaduk dgn air bersama garam dan micin), 1 sendok teh gula pasir.

    Bahan cocolan :
    - 2 siung bawang putih
    - 5 buah cabe keriting
    - bila doyan pedas, tambahkan 2 cabe rawit
    - 6 buah jeruk sonkit (jeruk pontianak), peras buang bijinya
    - 4-5 sdm gula (sesuaikan takarannya dgn tingkat keasaman cocolan)
    - garam sedikit
    - air hangat kuku

    Cara membuat :
    - Kukus ikan tenggiri hingga matang, buang tulang dan kulitnya, tumbuk halus (jangan diblender), campurkan dengan talas.
    - Masukkan tepung terigu dan semua bumbu, aduk rata lalu masukkan air secukupnya (jangan terlalu banyak) hingga adonan bisa dicomot dan gak buyar.
    - Panaskan sedikit minyak, ambil 1/2 sdm adonan untuk tester. Goreng hingga kuning.
    - Bila rasa sudah pas, tambahkan minyak dan panaskan. Comot adonan dgn sendok sop, masukkan ke minyak dan tekan pelan2 pake sotil agar agak pipih (lebih cepat matang daripada adonan berbentuk bola). Biarkan bentuk bu jan dgn talas yang agak mencuat. Seluruh bagian adonan harus terendam dengan minyak.
    - Api untuk menggoreng jangan terlalu besar agar bagian luar bu jan tidak cepat hangus sedangkan dalamnya belum matang.
    - Bila warna bagian bawah sudah kuning, balik adonan hingga kedua bagian kuning kecoklatan. Angkat, tiriskan. Goreng lagi sisa adonan berikutnya dengan cara yang sama.

    Bikin cocolannya :
    - bawang putih dan cabe ditumbuk halus
    - masukkan ke mangkuk yg berisi air perasan jeruk.
    - masukkan gula, garam dan air hangat kuku, aduk rata. (Note : air berfungsi untuk melarutkan gula dan garam, jadi jangan sampai kebanjiran/jadi sup cabe hehehe)

    Cara mencobanya : comot bu jannya, celupkan ke cocolan, terlalu asem? tambahkan gula, terlalu manis? tambahkan jeruk dan garam.

    Btw, kalau sukses jangan lupa diposting yach Mbak! Good luck.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Woookeeeh Boss, saya bikin besok hari Minggu hahhahha. Sudah gak sabarrrr! Pasti saya posting Mba hehehe. Thuanks!

      Delete

Heloooo! Terima kasih telah berkunjung di Just Try & Taste dan meluangkan waktu anda untuk menulis sepatah dua patah kata. Walau terkadang saya tidak selalu bisa membalas setiap komentar yang datang, namun saya senang sekali bisa menerima dan membacanya.

Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen anda dalam mencoba resep-resep yang saya tampilan. Semua komentar baik di posting lama maupun baru sangat saya nantikan. ^_^

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan di artikel karena saya menggunakan setting moderasi, namun jangan khawatir, begitu saya kembali ke laptop maka hal utama yang saya lakukan adalah mengecek dan mempublish komentar anda.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan. Jika anda ingin mendapatkan back link maka anda harus menggunakan OpenId atau Name + Url.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try & Taste. Untuk mengajukan pertanyaan dan komentar, anda juga bisa langsung email ke saya di endangindriani@justtryandtaste.com

Saya tunggu komentar, feedback, email dan sharing anda ya. Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Let's we try and taste! ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...