22 July 2011

Obsesi Roti 7: Membuat Roti Burger - Burger Bun


Mengapa anda harus membuat roti sendiri jika diluaran banyak sekali dijual roti dengan aneka rasa dengan harga yang terjangkau? Jawabannya adalah karena roti buatan sendiri jauh lebih baik dibandingkan yang dijual di toko roti. Benar-benar fresh from the oven, sehingga cita rasanya sangat lezat. Bagi anda yang belum pernah memberanikan diri membuatnya, saya anjurkan untuk mencobanya. Sekali, dua kali hasilnya mungkin kurang memuaskan tapi percayalah seiring dengan makin banyaknya latihan dan teknik uji coba yang anda lakukan maka roti yang anda hasilkan pun akan semakin membanggakan. Saya bisa mengatakan demikian karena saya telah membuktikannya sendiri. 

Roti yang diolesi dengan puth telur (kiri) dan mentega (kanan)

Sebelum saya membuat blog Just Try and Taste ini, saya tidak pernah membuat roti sekalipun. Bermimpi suatu saat saya bisa membuat roti pun tidak pernah. Beberapa kali saya berniat untuk mengikuti kelas khusus membuat roti tentu saja dengan biaya yang terjangkau, salah satu yang saya incar adalah kursus dari Bogasari di Titan, toko bahan kue langganan, dan berakhir dengan kecewa karena selalu jatuh di hari kerja. Melihat proses pembuatan roti paling banter adalah di televisi, saat acara memasak kegemaran saya yang dibawakan oleh Ibu Sisca Soewitomo muncul dan memperagakan satu resep roti. Anda setuju kan kalau saya katakan beliau terlihat mantap saat menguleni adonan? Ketika adonan mekar dan roti lembut nan cantik pun keluar dari oven, mulut saya akan ternganga takjub sambil dalam hati bertanya "Kok bisa ya?". Namun melihat langsung dengan mata kepala sendiri proses pembuatan roti, belum pernah. Modal saya selama ini adalah banyak membaca buku mengenai making bread, mempraktekkannya sendiri di dapur dan pantang menyerah. 


Menghasilkan roti super bantat yang teksturnya keras sehingga gigi hampir patah saat menggigitnya? Pernah. Roti super liat sehingga Tedy mengeluh karena harus dikunyah dengan penuh perjuangan, sering. Roti gosong karena saya ketiduran saking kecapekan menunggu adonan mengembang, juga pernah. Bagimana dengan adonan roti yang volumenya membengkak menjadi dua kali lipat dari resep? Ahh, yang ini sering. Bukan karena adonan mengembang sukses tapi karena saya merasa adonan terlalu lembek atau terlalu keras sehingga tepung dan air silih berganti saya tambahkan, tanpa saya sadari saya telah memiliki segunung adonan dan sayapun sibuk mencari volunteer yang bersedia untuk menjadi tester-nya. Namun semua itu membuat saya semakin setuju dengan pepatah: "pengalaman adalah guru yang terbaik", karena dari kegagalan demi kegagalan yang dulu saya lakukan, sekarang hasilnya saya rasakan. Membuat roti ternyata proses yang sangat mudah, a piece of cake! 


Nah, kembali ke burger bun ini. Di supermarket besar, dengan mudah anda bisa menemukan roti bulat ini dengan harga yang sangat murah, untuk rasanya saya tidak terlalu yakin akan memuaskan selera anda. Tapi untuk burger bun yang saya posting kali ini saya berani katakan rasanya sama sekali tidak mengecewakan. Lezat! Rotinya lembut dengan rasa manis yang pas, warnanya keemasan karena menggunakan butter dan telur dalam adonannya. Selain itu resepnya juga sangat mudah. Cukup ikuti step by step proses membuatnya yang saya sertakan di bawah dan saya yakinkan kegagalan bukan milik anda. Untuk mendapatkan kulit roti dengan warna keemasan yang lembut maka oleskan mentega menggunakan kuas pada permukaannya. Mengoleskannya dengan putih telur akan menghasilkan kulit roti yang mengkilap dan lebih gelap dibandingkan dengan mentega. Namun jika anda akan menaburkan wijen sebagaimana tampilan roti burger lainnya maka anda harus mengoleskan putih telur agar wijen lengket pada roti. 

Berikut resepnya ya.


Roti Burger - Burger Bun
Resep diadaptasikan dari website King Arthur Flour - Beautiful Burger Bun

Untuk 8 - 9 buah roti burger

Bahan:
- 200 ml s/d 250 ml air hangat
- 2 sendok makan mentega atau margarine
- 1 butir telur, kocok lepas
- 390 gram tepung terigu protein tinggi (misal Cakra Kembar)
- 55 gram gula pasir
- 1 1/4 sendok teh garam halus
- 1 sendok makan ragi instant, pastikan fresh dan cek masa pakainya (saya pakai merk Fermipan)
- Wijen putih secukupnya untuk taburan

Cara membuat:


Siapkan mangkuk besar, masukkan tepung terigu, gula pasir dan ragi instant, aduk rata. Tambahkan garam, aduk rata. Buat sumur di tengah tepung, masukkan air hangat aduk rata tepung menggunakan jari-jari tangan hingga air tercampur, tambahkan telur kocok. 

Uleni adonan hingga tercampur rata dan menggumpal. Tambahkan air sedikit jika terasa terlalu kering. Pindahkan adonan ke permukaan meja yang ditaburi tepung, uleni adonan hingga kalis, tandanya adonan tidak lengket di tangan dan terasa elastis dan lembut. Jika adonan terlalu lengket, celupkan tangan anda di tepung terigu dan terus uleni adonan hingga kalis. 


Tambahkan mentega, uleni kembali adonan hingga mentega tercampur baik dengan adonan, jangan panik jika adonan terasa lembek karena mentega belum tercampur dengan baik. Terus uleni adonan, hingga adonan menjadi lembut karena mentega telah merata. Jika anda akan menambahkan tepung karena adonan yang lengket, jangan tambahkan berlebihan, lakukan hanya dengan mencelupkan tangan ke dalam tepung. Adonan yang ditambahkan mentega akan terasa lebih lembut, lentur dan elastis.


Bulatkan adonan menjadi bola yang smooth, letakkan di mangkuk bekas menguleni adonan. Olesi dasar mangkuk dengan mentega agar tidak lengket. Tutup mangkuk dan istirahatkan adonan hingga mengembang minimal 2 kali lipat. Kira-kira 1 jam-an. 

Catatan: Waktu mengembang adonan tidak bisa dijadikan patokan apakah adonan roti dikatakan telah mengembang maksimal karena banyak faktor yang mempengaruhi seperti suhu, bagaimana cara menguleninya, jenis ragi yang digunakan. 

Jika telah mengembang, kempiskan adonan kemudian buat menjadi  8 atau 9 bagian. Paling mudah dengan memanjangkan adonan, kemudian potong-potong menjadi 9 bagian. Berat masing-masing sekitar 90 gram. Bulatkan dengan cara menggelindingkannya di permukaan meja bertepung menggunakan telapak tangan. Kemudian pipihkan menjadi piringan dengan diameter selebar + 8 cm. 


Tata adonan di atas loyang yang dialasi dengan kertas roti, beri jarak antar adonan karena roti akan mengembang. Tutup permukaannya dengan kain bersih dan istirahatkan hingga roti mengembang dua kali lipat. Jika telah mengembang, olesi permukaan roti dengan mentega jika anda tidak ingin menaburkan wijen pada permukaanya. Atau oleskan dengan putih telur jika akan ditaburi dengan wijen. 

Nah, sambil menunggu roti beristirahat, panaskan oven, set disuhu 175'C. Letakkan rak pemanggang di tengah. 

Panggang roti selama 15 - 20 menit, jika permukaannya mulai terlihat coklat keemasan, segera keluarkan dari oven dan dinginkan di rak kawat. Untuk roti yang tidak ditaburi wijen, olesi sekali lagi dengan mentega untuk menghasilkan permukaan roti yang terlihat lembut dan shiny. Simpan roti dalam plastik tertutup rapat agar terjaga kesegarannya. Roti siap digunakan untuk membuat beef cheese burger yang saya akan posting berikutnya. Enjoy! 

Source:
Website King Arthur Flour - Beautiful Burger Bun

65 comments:

  1. Ternyata pengalaman roti saya tidak se'kaya' Mba Endang.Pertama bikin Alhamdulillah jadi.Temen saya juga ngeluh,2 kali nyoba 2 kali gagal :)
    Bener deh,Mba.Setelah bisa bikin roti sendiri jadi gimana gitu kalo beli roti,hehehe....dulu kukira roti sobek-nya Sa** Roti itu enak sampai saya bisa bikin roti sendiri.Kemaren pas beli,'Kok hambar ya.Lebih enak bikinan sendiri..'.Kata suami,'Ah,Bundi pasti gitu',hehehehe...

    ReplyDelete
  2. Bener banget Mba Dian, saya sekarang nggak pernah beli roti di luar. Setiap kali mau beli selalu terpikir, ah ngapain beli? Bikin lebih oke. Selain lebih enak juga proses membuatnya memang mengasyikkan. Hanya saja memang perlu banyak praktek dan latihan ya hehehe

    ReplyDelete
  3. wah, kayaknya roti ini harus berani dicoba ya mb, untuk sarapan keluarga. soalnya si abang penggemar roti. Harus bener2 diniatkan. habis sering gagal buat roti.

    ReplyDelete
  4. Wakakak, hayo Mba Chanti beranikan diri membuat roti burger sendiri. Gampang banget lho mba, si abang pasti tiap pagi ntar minta sarapan burger mulu ke Bundanya. Siap-siap saja tuh... menguleni ^_^

    ReplyDelete
  5. Alhamdulillah, kemaren sy dah berani nyoba mb. td pagi kami sarapan dengan roti ini + temen2nya. tapi kulit atas rotinya gak coklat seperti punya mb endang, padahal sudah saya kasih mentega n putih telur:( kenapa ya? apa ovennya ya mb? maklum oven tangkring..hehehe....Tekstur rotinya lembut dan padat tapi tdk keras (apa gitu ya mb?, maklum saya sering gagal nih..), gak seperti yang dijual di toko di banda. jadi 1 roti aja udah kenyang. Tq ya mb...

    ReplyDelete
  6. Hai Mba Chanti, betul mba, roti burgernya memang padat namun lembut dan empuk. Untuk mengapa bagian atas tidak berwarna kecoklatan mungkin benar tebakan Mba Chanti, karena menggunakan oven tangkring. Karena roti memerlukan panas atas dan bawah untuk menciptakan warna coklat keemasan yang merata.

    ReplyDelete
  7. bismillah..
    nyuwun sewu mba..heheh..pada umumnya saya klo baking roti biasanya pake air dingin ga pake air anget..emang hasil akhirnya beda ya mba..mohon penjelasannya dari sang expert..interested nig nyoba resepnya burger bun yg diatas apalagi katanya mba endang..nih resep tidak akan gagal bagi pemula seperti aku ini..

    Lia wahyu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Lia, hehehhe jauh dari expert Mba, masih uji coba sana sini dan banyak gagal. Setahu saya air hangat memacu kerja ragi menjadi lebih cepat sehingga proses fermentasi menjadi lebih singkat. Dengan kata lain air hangat membantu ragi bekerja lebih aktif karena suhunya sesuai dengan suhu yang dibutuhkan ragi untuk bekerja. Hasil akhirnya tentunya roti yang lebih empuk dan mengembang. Semoga membantu ya, dan burger bun ini layak dicoba karena guampaaang banget dan yummy!

      Delete
  8. hai mba..saya penggemar blog mu nih, udh banyak resep yg saya coba di blog ini..dan sebagian berhasil :)makasih ya.

    nah sekarang saya mo coba bt bikin roti bun ini...cm apa menteganya bisa diganti dengan margarin? trus pas pemanggangan apa pakai api atas,bawah or api atas bawah?thanks before.

    salam
    eva

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Eva, salam kenal. Thanks atas sharingnya ya. Untuk roti, menteganya bisa ganti dengan margarine. Panggangmnya pakai api atas bawah ya Mba, supaya permukaannya bisa kecoklatan. Jangan memanggang lama2, kalau permukaannya sudah keemasan angkat saja, supaya rotinya lembut. Bungkus dengan kain atau simpan di freezer, jangan di kulkas bagian bawah (chiller), rotinya akan kering dan keras. Moga berhasil ya ^_^

      Delete
    2. mba endang..mau buat laporan..barusan saya sdh buat burger bun nya, cm knp bag atas roti ngga kecoklatan ya..malah msh putih gitu, bag bawahnya sih coklat..padahal udh dioles margarine..n diset api atas bawah 180-an (20 menit)..fyi oven ku masih baru padahal...jd kynya ngga ada masalah bt suhu ovennya.

      tp rasanya muantteep banget..rotinya empuuk manisnya pas..jd dimakan gt aj tanpa tmbah apa2 udah enak..pls advise dong mbak ..pengen penampilannya kaya pny mba endang gitu bag atasnya coklat bagus banget.thanks

      Delete
    3. Halo Mba Eva, coba letakkan rak pemanggangnya di tengah atau jangan terlalu bawah, sehingga panas atas lebih dekat ke permukaan roti. Seharusnya kalau pakai oven dengan panas api atas bawah hasilnya roti dengan permukaan yang kecoklatan. Jangan lupa garam ya, garam membantu permukaan roti kecoklatan. Moga next trial lebih oke lagi ^_^

      Delete
  9. hello mbak.. tahu ga mbak kalau cara buat tortilla (kulit kebab). bagaimana resep dan caranya ya...? mksh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, maaf ya saya telat balasnya, kalau urusan sama kulit tortilla saya dah eksperimen sampai berkali2 hahahha, semua gatot. Karena susah cari masa harina (tepung tortilla yang terbuat dari jagung) saya pakai gandum, hasilnya tortilla kering, pecah dan gak lemas babar blas. Saya dah coba beraneka teknik hahhhaha. Belum berniat coba lagi, takut gatot.

      Delete
    2. halo Bro Efri, wah saya sampai sekarang belum berani bikin kulit tortilla, hahaha. Beberapa waktu lalu saya memang cek juga you tube dan menemukan satu resep yang kayanya oke. Nah mungkin resep yang Efri berikan diatas jga bisa saya coba. Masalah terbesar saya adalah kulit tortilla gak lembab, kering dan pecah2 jadi gak bisa dilipat babar blas. Tapi saya terus terang penasaran juga untuk membuatnya lagi. Thanks atas sharingnya ya. Eh btw, kenapa rotinya gagal semua? ayo ikuti instruksinya dengan seksama. Bagian terpenting adalah ragi yang digunakan. Nah saya ada pengalaman nih, saya selama ini suka pakai fermipan brown, kemasan 1/2 kg, ini ragi aktif dan mantepppp banget, saya gak pernah gagal jika pakai ragi ini. Suatu kektika saya iseng beli fermipan kemasan sachet di supermarket. Nah ternayata saya baru tahu kalau daya aktif ragi yang sachet gak se oke yang kemasan gedhe. Adonan mengembang lamaaaaa banget, hampir 2 jam an dan itu sudah saya pindah2 kemana, mencari tempat terhangat di rumah. Nah mungkin pengalaman ini bisa jadi info juga, gak semua fermipan sachet itu aktif. Sukses selalu ya ^_^

      Delete
  10. mbak, barusan bikin burger bun nya... mantab... jd ndut-ndut. emang enak banget.
    salam, heti

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Heti, yep ini resep burger bun yang paling oke menurut saya. Padat, empuk, enak dan endut hahahha. Thanks sharingnya ya.

      Delete
  11. halo mbak endang, kalo kita pake yg protein sedang-rendah kyk segitiga biru, pengaruh bgt ga sih..soalnya pengen nyobain roti ini tapi tepung cakra nya udh hbs buat praktekin roti tawar I dan roti isi kacang merah (masing2 udh dicobain 2x)lumayan sukses mbak...:)
    trus satu lagi mbak, spy rotinya ga kering dan agak keras esok harinya kan mbk endang bilang dibungkus dgn kain bersih pas keluar dari oven. udh saya cobain, tp rotinya jd keringetan ...p takutnya nt jd jamuran pula..hehehe
    tlg dijawab ya mbak.....Makasih.
    rgrds = dina =

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Dina, bisa pakai segitiga biru kok, tidak terlalu berpengaruh nyata hehehe. Saya biasanya simpan di dalam freezer Mba, dalam plastik tertutup rapat, kalau mau makan saya panasin pakai microwave, masalahnya microwave itu membuat roti kering ketika dingin jadi harus dimakan selagi masih hangat. Kalau habis dalam waktu 2 - 3 hari, setelah roti dingin masukkan ke plastik rapat saja, asalkan gak kena udara roti menjadi tidak terlalu kering.

      Delete
    2. siip mbk endang, thx infonya.
      tetap semangat ngeblognya ya..
      kita jadi ikutan semangat nih...merdeka!
      ==dina==


      Delete
    3. Thanks Mba Dina, wakakak ini kita merdeka dari penjajahan bangsa apa lagi ya?

      Delete
  12. Mba, klo rotinya diisi di tengahnya dgn coklat bs ga? Caranya gmn ya? Thanx

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa diisi dengan coklat, saya biasanya pakai coklat blok, saya potong2 dan masukkan ke tengah adonan. Adonan dibuat pipih dulu baru diisi dengan potongan coklat dan dibulatkan seeprti membuat onde2 ya. Saat dipanggang coklat akan meleleh.

      Delete
  13. Mba makasih banyak udah nulis blog ini, saya ibu muda dan pertama tama kebingungan soalnya ngga bsia masak sama sekali,tapi setelah nikah mau ngga mau harus masakin buat suami (kebetulan sekrang saya juga ngga tinggal bukan di indonesia, tapi di negara non muslim, makanan halal susah jadi harus masak sendiri). eh pas ketemu blog ini saya langsung seneng dan ngikutin, makasih banyak mba, soalnya step nya mudah diikutin dan ada fotonya. makasih sekali lagi mba endang, salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Salam Kenal ya Mba, senang sekali mendengar blog JTT bisa membantu untuk lebih pede di dapur. Pasti sulit banget tinggal di negara yang makanan non muslimnya susah di cari, mau tidak mau kudu masak sendiri. Tapi saya percaya, kalau ada niat dan usaha untuk mencoba, apapun nggak ada yang susah, saya yakin bentar saja udah mahir di dapur. Sukses selalu ya dan makasih atas sharingnya! ^_^

      Delete
  14. halo mbak....
    Saya udah nyoba resepnya, enak mbak tp kok nggak bulet bagus kyk punya mbak? Jdnya malah meleber gt mbak :( apanya yg salah ya?
    Pls petunjuknya ya mbak, ngiler liat penampilan rotinya mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, saya bingung juga Mba kenapa jadi vertikal ya, saya baca2 di beberapa literatur, kemungkinan karena loyang tidak dialasi dengan kertas baking sehingga adonan cenderung menempel di loyang, menghambat roti untuk mengembang ke atas, jadinya burger berbentuk flat karena melebar ke sampaing. Apakah resep diikuti dengan seksama Mba?

      Delete
  15. Diikuti kok mbak, meleber bukan saat baking mbak tp saat didiemin gt (saat proses raginya ngembang). Apa adonan saya terlalu lembek ya? Rasanya sih oke, penampilannya yg nggak oke hehe4x. Nanti saya coba lg deh, doakan berhasil ya mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba, hmm, yep saya rasa mungkin terlalu lembek ya adonanya, coba kurangi dikit airnya, tapi jangan sampai keras ya adonanya, kalau adonan cukup air, roti menjadi empuk. Moga sukses ya

      Delete
  16. Halo Mbak... saya mau coba-in resepnya nih hari minggu besok, thank's ya, tapi saya juga lagi nyari resep roti pzza yang seperti di Paparon pizza itu gimana ya? soalnya klo saya bikin gak bisa seperti itu, mohon sharingnya ya Mbak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Teti, hmm saya lupa pizanya Paparon kek gimana ya hahhaha. Saya kalau bikin pizza hanya pakai resep adonan pizza peter reinhart. menurut saya paling mantep. Ini link resepnya ya. http://www.justtryandtaste.com/2010/11/how-to-make-pizza-its-so-easy.html

      Delete
  17. hallo mba endang...
    kemarin hokkaido milky loafnya sukses,jadi 3 loyang loaf krn kecil2.dan habis dlm waktu 1 hr.diserbu anak2u.katanya enak.
    sekarang mau coba burger bun.kalo ini ga dipake taizong gitu gpp ya mba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Erma, burger bun ini gak pake taizhong tapi hasilnya lembut kok. Thanks sharingnya ya. Moga suka dengan resep burgernya juga.

      Delete
  18. Halo mbak, nanya nih apa sebaiknya gaj pakeal air es soalnya yang sy tau pke air es mbak ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mba Anindi, untuk resep ini pakai air hangat ya. Ada resep2 roti dengan air es ada juga dengan air hangat, basicnya keduanya bisa, air es berguna untuk memperlambat proses fermentasi sehingga ragi bisa bekerja denga maksimal tujuannya agar rasa dan aroma roti menjadi lebih baik, konsekuensinya proses fermentasi lebih lama. Air hangat membuat ragi bekerja lebih aktif dan cepat, namun rasa dan aroma roti tentunya tidak semaksimal jika fermentasi dilakukan lebih lambat.

      Delete
  19. Mba numpang share di instagram ya...

    ReplyDelete
  20. Mau tanya nih,kalo nguleninya pake mesin roti gpp y?:) adonan dimasukin semua jadi 1 gitu y,atau sama kaya pake tangan ada step2nya?makasih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. pakai mesin roti pasti lebih mudah, semua bahan cemplungkan saja jadi satu dan proses sesuai instruksi mesin.

      Delete
    2. Makasih banyak infonya :) kemaren sempet bikin mayonais,jadi aja sebetulnya cuman pas disimpen dikulkas kok jadinya beku,akhirnya g bisa kepake :( gimana cara pemnyimpanan yang bener y?makasih :)

      Delete
    3. Harus dimasukkan wadah tertutup rapat, kalau tidak permukaan mayo akan mengeras. Kalau seluruh mayo beku saya belum pernah mengalaminya heheh, selama ini di kulkas baik2 saja.

      Delete
  21. Berhasil berhasil.. Heheheh
    Makasih yah mba resepnya..
    Punya aku walaupun ga sempurna (karna ga pake wijen dan atasnya ga mengkilat), tapi rasa dan teksturnya juara hihihi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba, ikut happy membacanya, penampilan nanti dulu deh ya, yang penting rasanya hehehhe

      Delete
  22. halo mbak, saya sudah mencoba resep ini.. tapi koq warnanya tidak coklat keemasan gitu ya, sudah saya tambahkan garam, mentega dan pakai oven dengan api atas bawah.. karena tidak coklat itu, saya jadi kelamaan manggangnya.. haha.. jadi rada keras.. kenapa begitu ya mbak?

    makasih mbak.

    salam,
    Jennifer

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Jennifer, nah ini saya bingung juga hehheh. Biasanya kalau pakai api atas bawah roti akan kecoklatan ya. Coba next time pakai olesan kocokan telur saja, jangan hanya pakai mentega. Oven saya pendek, mungkin itu yang membuat panasnya mudah mencapai permukaan roti.

      Delete
    2. haha.. oven saya juga pendek, oven merk kirin tapi gk tau tipe apa.. gk jelas juga napa gk bs coklat..

      Delete
  23. oh ya mbak, ada lagi, apa ada hubungan dengan lamanya saya diamkan ya? sebelum dibentuk, saya diamkan 3-4 jam, setelah dibentuk dalam loyang, saya diamkan 5 jam.. haha.. makasih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah diamkannya kelamaan, hahah. Saya penasaran dengan rasanya, apakah rasanya masih enak? Biasanya kalau kelamaan roti suka berasa getir dan aneh ya. Fermentasi di suhu ruang cukup 1 atau 2 jam saja, dan kalau sudah dibentuk 30 menit cukup kok. Kecuali di dalam kulkas ya, semalaman masih oke.

      Delete
    2. hihi.. rasanya tawar2 gitu mbak.. kek roti prancis yang rada2 keras dan gk berasa.. laen kali coba lagi tapi gk pake lama didiamkannya.. makasih mbak..

      Delete
    3. Yep, terlalu lama fermentasi membuat roti kehilangan cita rasanya. Next time saya yakin akan lebih baik. Semangat! ^_^

      Delete
  24. Hallo mb endang...salam kenal..kemarin aku coba resep dr mbak..dan hslnya...mmmh roti terbaik selama aku praktek bikin roti..hihihi..biasanya kalo bentuknya gk mulus ya keras bs buat batu bata....makasih berbagi resepnya ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haloo Mba Erna, salam kenal juga ya. Sip! Senang burgernya sukses hehhehe, sudah tahu triknya kaaaan, jadi bisa melangkah ke next trial berikutnya (racun mode on). Sukses ya! ^_^

      Delete
  25. Tolongggg.....saya terjangkit virus 'obsesi roti' wkwkwkwk.....makasih banyak bwt mb Endang atas jasa2nya yg ruarrrr.....biasa....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sipp, senang sudah terjangkit virus yang baik, wakakka, moga makin semangat membuat rotinya yaaaa

      Delete
  26. wooooww blognya okeeeh banget nih.... mau nanya nih.. apakah ada resep roti bun dgn GFCF? anak saya autis, dan alergi tepung terigu... terima kasih yaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai Mba, saya belum pernah buat gluten free bun ya, kalau sudah saya coba pasti akan saya sharing

      Delete
    2. terima kasih ya mbak atas respons nya.. saya sudah mencoba dengan tepung khusus utk roti bagi penyandang autis tetapi hasilnya jauuuh dari harapan. terima kasih juga untuk sharing resep2 lainnya.. sangat bermanfaat...

      Delete
  27. terima kasih ya mbak atas respons nya... saya sudah mencoba dengan tepung khusus untuk penyandang autis siap pakai tapi hasilnya tidak sesuai dengan harapan.. sekali lagi thanks utk sharing resep2 lainnya.. sangat bermanfaat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba, memang agak susah kalau membuat roti tanpa tepung terigu ya, kudu trial error komposisinya, saya belum pernah coba juga.

      Delete
  28. salam kenal Mba Endang,aku Fathi,
    baca pengalaman Mba ,aku jadi ketawa sendiri,karena aku juga sering banget gagal buat roti.dari ga tau cara ngulenin,kurang air jd adonan ga ngembang2,bau asem kelamaan fermentasi,main tambahin terigu seenaknya jadi keras bgt,sampe aku berantem sama papa ku lho Mba..hehe jadi curhat nih.kan namanya juga baru pertama kali bikin ya Mba,maklum harusnya.tapi syukur aku sudah 2 kali berhasil..yipie..seneng bgt ya Mba rasanya..puaas bgt..
    Thanks for sharing ya Mba Endang..
    aku ngefans bgt sm blog nya Mba..
    terus berkarya ya Mba..
    salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal Mba Fathi, wakakka jadi ingat pengalaman sendiri juga, roti memang tantangan yang tak kuasa ditolak, pensaran bangetttt. Senang sekali Mba Fathi sudah berhasil membuat roti yang lebih baik. Thanks sharingnya yaaaa. sukses selalu

      Delete
  29. mba...endang..roti burger bunku berhasillll duhh seneng deh sampek dipuji2 suami :D padahal awalnya kelembekan karena cairan akutuangin semua jadi lengket deh akhirnya pake mixer ngaduknya, dengan menambahkan tepung sesuai anjuran mba celupin tangan di tepung alhasilll rotinya muuantappp mbaa...ijin share ya mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Indria, wah selamat yaaa senang sekali membacanya. Kalau sudah bisa membuat bun maka semua roti lainnya juga mudah kok hehehe. Kuncinya roti lembut, jangan menambahkan banyak tepung. Thanks sharingnya ya

      Delete
  30. aku juga sukses mbak,... =) seneng deh,walaupun ada yang kurang sreg,bawah bun ku tak dialasi kertas roti,berhubung diluar hujan. saking semangatnya,hari ini bikin 2 adonan,adonan pertama kurang begitu mengembang,karena gak sabar kepingin segera bakar,adonan kedua,wowww,...... jadi mengkhayal jadi pengusaha roti,deh hahahahha,terima kasih banyak ilmunya,mbak..... =)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Nina, wah senang sekali bacanya, membuat burger sendiri gampang bgt kaaaann, dah gak bakalan beli2 lagi deh diluaran. Kalau ditekuni bisa jadi pemngusaha roti beneran loooo hehhehe

      Delete

Heloooo! Terima kasih telah berkunjung di Just Try & Taste dan meluangkan waktu anda untuk menulis sepatah dua patah kata. Walau terkadang saya tidak selalu bisa membalas setiap komentar yang datang, namun saya senang sekali bisa menerima dan membacanya.

Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen anda dalam mencoba resep-resep yang saya tampilan. Semua komentar baik di posting lama maupun baru sangat saya nantikan. ^_^

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan di artikel karena saya menggunakan setting moderasi, namun jangan khawatir, begitu saya kembali ke laptop maka hal utama yang saya lakukan adalah mengecek dan mempublish komentar anda.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan. Jika anda ingin mendapatkan back link maka anda harus menggunakan OpenId atau Name + Url.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try & Taste. Untuk mengajukan pertanyaan dan komentar, anda juga bisa langsung email ke saya di justtryandtaste@gmail.com

Saya tunggu komentar, feedback, email dan sharing anda ya. Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Salam sukses!!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...