03 July 2011

Membuat Kue Mochi


Saat mencoba resep kue mochi ini saya mendapatkan satu lagi pengalaman dengan buku masakan yaitu buku masakan yang terlalu penuh dan sarat dengan ratusan atau bahkan ribuan resep seringkali terlalu praktis dan singkat dalam instruksi sehingga bagi pemula seperti saya yang mengikutinya kadangkala berakhir dengan bencana. Contohnya saat saya membuat kue mochi ini. Kue berbahan dasar ketan dan super lengket ini jika kurang pengetahuan dalam pembuatan di lapangannya bukannya kue lezat yang didapat tetapi lem ketan yang cukup sulit untuk ditaklukkan dan menempel bukan hanya pada jari-jari tangan tetapi juga pada perabot memasak yang digunakan. Ujung-ujungnya hampir separuh adonan mochi berakhir di keranjang sampah karena tidak bisa saya lepaskan dari alumunium foil. Kejadian ini tentu saja menjadi pengalaman berharga bagi saya yang baru pertama kali membuat kue mochi. Walaupun demikian, secara keseluruhan membuat kue ini terbilang tidak terlalu sulit, asalkan kita tahu tekniknya.


Mochi sendiri merupakan kue Jepang yang terbuat dari beras ketan, biasanya mochi dibuat dengan cara memasak beras ketan hingga matang kemudian ditumbuk dengan penumbuk batu hingga halus dan dibentuk menjadi berbagai macam model, umumnya berbentuk bulat atau segi empat. Upacara menumbuk mochi secara tradisional di Jepang di sebut dengan Mochitsuki. Selain dengan cara tersebut, mochi juga umum terbuat dari tepung sejenis beras yang berasa manis (mochiko) yang di beri air dan dimasak dengan cara kukus atau microwave hingga menjadi adonan yang kenyal, lengket dan terlihat sedikit transparant.  

Kacang hijau yang dihaluskan sebagai bahan isi mochi

Di Indonesia, daerah pembuat kue mochi yang terkenal adalah Sukabumi. Kue ini biasanya dijajakan oleh para pengasong di beberapa titik persimpangan jalan di kota Bogor. Kue ini umumnya dikemas dalam keranjang bambu berbentuk segi empat, berisi kira-kira 10 buah mochi. Mochi buatan Sukabumi umumnya berisi adonan kacang yang ditumbuk halus, berukuran sebesar kelereng, permukaan kue ditaburi dengan tepung sagu yang disangrai dan terasa kenyal, legit dan manis kala digigit. Hmm, sedap.


Ketika menikmati kue ini memang sulit sekali untuk berhenti hanya pada dua atau tiga buah mochi saja, sensasi ketika mengunyah dan menelan kue yang kenyal dan manis ini memang membuat ketagihan, namun membayangkan harus ke Sukabumi atau Bogor untuk bisa menikmatinya rasanya terlalu berat. Jadi bagaimana jika kita buat sendiri saja di rumah? Prosesnya cukup mudah dan rasanya pun lezat tak kalah dengan yang dijajakan di daerah asalnya bahkan saya yakin krucil-krucil imut anda di rumah pasti juga menyukainya. Untuk isinya saya menggunakan kacang hijau kupas yang dimasak dengan santan dan gula. By the way, ukuran mochinya saya buat agak besar ya, hampir sebesar telur ayam kampung, maksudnya agar cepat selesai dan segera disantap.  Hmm, yummy!

Berikut resepnya ya.


Kue Mochi
Resep diadaptasikan dari buku Kitab Masakah, Kumpulan Resep Sepanjang Masa - Mochi

Untuk 40 - 50 buah mochi diameter +  3 cm

Bahan isi:
- 150 gram kacang hijau kupas, rendam 1 jam
- 70 gram gula pasir
- 125 ml santan kental (saya pakai santan siap pakai, Kara segitiga yang saya encerkan dengan air)
- 1/2 sendok teh garam
- 1 lembar daun pandan (saya tidak pakai)

Bahan mochi:
- 400 gram, tepung ketan
- 550 ml air
- 1/2 sendok teh garam
- 100 ml santan kental (saya pakai santan siap pakai, Kara segitiga yang saya encerkan dengan air)
- 100 gram gula pasir
- tepung sagu, sangrai secukupnya untuk melumuri kue dan telapak tangan

Cara membuat:
Membuat isi


Tiriskan kacang hijau kupas yang telah direndam selama 1 jam, kukus hingga matang, kira-kira memerlukan waktu 10 menit. 


Masukkan  kacang hijau, santan, gula, garam ke dalam blender dan proses hingga halus. Tuangkan ke dalam panci kecil atau wajan (anti lengket lebih baik). Masukkan daun pandan dan masak sambil diaduk-aduk hingga airnya mengering. Gunakan api kecil saja saat memasak. Jika adonan isi telah menjadi kalis dan bisa dibentuk, angkat dan sisihkan.

Membuat adonan mochi


Siapkan mangkuk, masukkan tepung ketan dan tuangkan 1/2 bagian air, aduk-aduk hingga tercampur rata. Masukkan kembali sisa air dan aduk, hingga terbentuk adonan yang sedikit cair. Siapkan kain bersih, letakkan kain diatas mangkuk, tuangkan adonan tepung ke dalamnya. Peras hingga airnya benar-benar habis. Tampung air perasan tepungnya ya. 


Tuangkan 50 ml air perasan tepung, santan, garam dan gula ke dalam panci kecil, masak hingga mendidih. Aduk-aduk selama dimasak. Angkat dan biarkan hangat. Tuangkan tepung ketan yang telah diperas ke dalam mangkuk, masukkan larutan santan sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga rata. 


Siapkan loyang atau mangkuk tahan panas, olesi dengan minyak atau alasi dengan kertas roti/kertas baking pada permukaan wadah. Tuangkan adonan tepung ke dalamnya. Kukus selama + 20 menit, hingga adonan menjadi kenyal  dan liat serta terlihat agak transparan. 

Note: saya mengukusnya di dalam dandang dengan mengalasi permukaan dandang menggunakan alumunium foil, hasilnya adonan lengket tidak bisa dilepaskan dari foil. Ketika saya paksa tarik, alumunium foil justru sobek dan menjadi bercampur aduk dengan adonan. Benar-benar disaster! Mungkin seharusnya alumunium foil diolesi terlebih dahulu dengan minyak, agar adonan tidak lengket. Namun paling aman menurut saya dengan menggunakan loyang atau wadah tahan panas yang diolesi minyak.

Atau saran pembaca JTT, alasi dengan daun pisang, dijamin tidak akan lengket ^_^


Keluarkan adonan yang telah matang dari kukusan, kita akan membentuknya. Adonan sangat lengket, karena itu selalu lumuri telapak tangan dan jari-jari anda dengan tepung sagu sangrai saat membentuknya. 

Ambil sejumput adonan (+ 25 gram), pipihkan. Letakkan adonan isi di tengah adonan sambil menekannya agar adonan isi masuk dan menempel pada adonan ketan. Tutup dan jepit-jepit dengan ujung jari anda agar rapat, kemudian gelindingkan kue di telapak tangan hingga menjadi bola yang smooth. 


Lumuri kue dengan tepung sagu sangrai hingga seluruh bagian permukaan kue tertutup sagu. Tata di piring saji. Lakukan hingga semua adonan habis. Kue siap disajikan. Sedap! 

Note:
Kue ini sebaiknya langsung habis dimakan saat itu juga setelah dibuat, karena mengandung santan dan tidak tahan lama. Menyimpannya di kulkas akan membuat adonan tepung menjadi keras.

Sources:
Buku Kitab Masakah, Kumpulan Resep Sepanjang Masa - Mochi
Wikipedia Indonesia - Mochi
Wikipedia - Mochi

21 comments:

  1. Hmmm Yumm!! Mari mampir ke http://www.kreasimarie.com/ atau ke http://www.facebook.com/MarieBerkreasi untuk resep kreasi lainnya :) Mampir sekarang ya..

    ReplyDelete
  2. Alasinya pakai daun pisang mas..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yep, betul sekali hehhe, thanks ya. Btw, saya Mba ya bukan Mas. ^_^

      Delete
  3. mbak kalo santan bisa diganti yang lain ga? biar lebih tahan lama

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, saya rasa santan membuat rasa mochi lebih nendang dan gurih ya, mungkin bisa pakai air susu atau air biasa saja.

      Delete
  4. makasih ya mba, saya mau coba nih.. first trial gitu..hhehe

    ReplyDelete
  5. rasa mochi seperti kue ku apa bukan mba?
    susi

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai Mba Susi, yep mirip cuman mochi lebih lembut. lembek dan melar hehhehe

      Delete
  6. terima kasih banyak informasinya. sangat membantu buat saya yang akan memulai usaha rumahan membuat mochi. kemarin saya buat tanpa disaring karena saya pikir tepung yang saya buat sudah bagus (karena merknya terkenal). ga taunya koq malah jadi basah ya, setelah siap disajikan & dilumuri tepung sagu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai, thanks sahringnya. untuk mocho diatas saya membuatnya sama persis seperti resep asli yang saya cantumkan, dan memang prosesnya harus disaring. belum pernah coba yang langsung dipakai.

      Delete
  7. Hi! mba Endang. Aku penggemar berat blog mba, hampir tiap hari aku "jalan2" di sini buat cari ide masakan harian. Sudah banyak resep dari mba yg kucoba dan hasilnya OK. Resep mochi ini yang pertama aku coba dan akhirnya ketagihan bikin soalnya keluargaku suka banget. Oya, sekedar sharing mba, boleh kan? Aku pake sedikit minyak goreng untuk melumuri tangan saat membuat bola2 mochi. Hasilnya mochi bisa disimpan di kulkas sampai 3 hari tanpa menjadi keras. Mba Endang, aku request cara buat mochi es krim dong...Makasi banyak y mba.
    Lenny, Depok

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Lenny, wah thanks tipsnya ya, next time kalau coba lagi saya ikuti saranya. Makasih sharingnya disini ya Mba.

      wah saya belum pernah bikin mochi es krim, malahan baru dengar nih wakkakaka.

      Delete
  8. mbak klo mochi es krim gimana caranya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba, wah saya belum pernah coba buat heheheh. Kalau sudah ditrial pasti akan saya posting

      Delete
  9. mbak di beberapa resep kadang resep mochinya dengan cara membentuk bola dan isian dulu baru dikukus. perbedaannya apa ya mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai mba saya belum pernah coba cara itu ya, hanya saja umumnya mochi yang saya baca selalu mengukus adonan dulu baru diisi

      Delete
  10. Makasih resepnya. Sy sdh buat, hrs sabar ya buat nya hehehehe.
    Waktu sy blender sampai hampir halus air sdh habis jadi sy hanya hangatkan sebentar aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mas Budi, yepppp membuat kue ini memang tobat perjuangannya ya, dari banyak adonan karena lengket sana sini jadi dikit hasilnya banyakan nempel di wadah wakakkak

      Delete

Heloooo! Terima kasih telah berkunjung di Just Try & Taste dan meluangkan waktu anda untuk menulis sepatah dua patah kata. Walau terkadang saya tidak selalu bisa membalas setiap komentar yang datang, namun saya senang sekali bisa menerima dan membacanya.

Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen anda dalam mencoba resep-resep yang saya tampilan. Semua komentar baik di posting lama maupun baru sangat saya nantikan. ^_^

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan di artikel karena saya menggunakan setting moderasi, namun jangan khawatir, begitu saya kembali ke laptop maka hal utama yang saya lakukan adalah mengecek dan mempublish komentar anda.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan. Jika anda ingin mendapatkan back link maka anda harus menggunakan OpenId atau Name + Url.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try & Taste. Untuk mengajukan pertanyaan dan komentar, anda juga bisa langsung email ke saya di endangindriani@justtryandtaste.com

Saya tunggu komentar, feedback, email dan sharing anda ya. Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Let's we try and taste! ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...