09 July 2011

Manisan Mangga Muda


Musim panas atau kemarau seperti sekarang ini maka saatnya buah mangga merajai pasar, mulai dari yang masih mentah hingga yang matang merona. Di Jakarta, mangga muda bukan hal yang sulit ditemukan karena mangga jenis Indramayu hampir sepanjang waktu selalu tersedia di pasar dan toko buah. Mangga Indramayu yang masih muda umumnya dikonsumsi untuk rujak dan merupakan salah satu buah wajib yang dijajakan oleh abang penjual rujak gerobakan di sepanjang jalan di Ibu Kota. Manisan mangga sendiri juga bukanlah makanan yang langka, di supermarket seringkali saya menemukan manisan mangga di jual dalam stoples-stoples kaca, berwarna kuning merona dan terendam dalam air yang terasa manis, asam dan kadang pedas. Walaupun banyak tersedia dan mudah ditemukan, membuat manisan mangga anda sendiri tentunya lebih aman dan terjamin kualitasnya, karena manisan mangga yang dijual umumnya menggunakan pengawet, pemanis buatan dan bahan pewarna kuning, sehingga seringkali terasa getir di lidah dan tentunya berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi terus-menerus.




Untuk membuat manisan mangga versi yang saya posting ini memang membutuhkan waktu yang tidak singkat, hanya saja jika telah jadi maka manisan mangga ini tahan di suhu ruang sehingga anda tidak perlu memasukkannya ke dalam kulkas. Sirup gula yang  kental yang melapisi permukaan mangga berfungsi sebagai bahan pengawet makanan yang efekif. Tentu saja anda tetap bisa menyantapnya langsung tanpa harus menunggu air gula berubah menjadi sirup kental, terutama jika jumlah mangga yang digunakan hanya sedikit sehingga kurang efektif untuk  dirubah menjadi manisan. Manisan mangga ini sering sekali dibuat oleh Ibu saya di Ngawi, ketika musim buah mangga melimpah ruah disana dan harganya pun menjadi sangat murah. Ibu saya biasanya akan membuat sepanci besar manisan untuk bisa dinikmati oleh seluruh keluarga. Sirup gulanya yang kental, pedas, asam dan manis ini juga lezat jika dicairkan dengan air dan ditambahkan es batu ke dalamnya. Pas untuk menyegarkan tenggorokan saat musim kemarau seperti sekarang ini.



Tips untuk membuat manisan mangga ini adalah menggunakan mangga yang masih keras. Hasil terbaik diberikan jika mangga masih setengah matang saat warnanya mulai kekuningan, namun masih mengkal dan masam. Kondisi seperti ini akan menghasilkan manisan mangga yang selain lebih sedap juga terlihat menarik. Jangan menggunakan mangga yang layu atau terlalu matang ya, karena saat terendam air gula akan menjadi sangat lembek sehingga rasanya kurang oke. 

Berikut resepnya ya.


Manisan Mangga
Resep diadaptasikan dari Ibu saya

Bahan:
- 3 buah mangga yang masih mudah, berat + 1 kg, kupas, potong-potong tipis memanjang
- 250 gram gula pasir
- 5 butir cabai merah keriting, dihaluskan
- 3 butir cabai rawit, dihaluskan
- 1 liter air
- 1/2 sendok makan garam

Cara membuat:


Siapkan panci, masukkan air, garam, gula dan cabai halus. Masak hingga mendidih dan gula larut. Biarkan mendingin.

Masukkan mangga ke dalam mangkuk yang agak besar, tuangkan air gula sambil mangga diaduk-aduk dan semua bagian tenggelam dalam air. Tutup mangkuk dan biarkan semalamam.



Hari kedua:
Tiriskan mangga, kemudian masukkan  air gula perendam ke dalam panci dan rebus hingga mendidih dan airnya berkurang hampir setengahnya. Dinginkan.

Siramkan air gula ke dalam mangga, aduk rata. Tutupi mangkuk dan diamkan semalaman.

Hari ketiga:
Lakukan hal yang sama seperti hari kedua, kali ini rebus air gula hingga agak mengental. Dinginkan dan tuangkan ke mangga dan aduk rata. Pada tahap ini mangga menyusut hingga separuh volume semula dan terlihat mengkerut dan berbau alkohol. Biarkan semalaman. 



Hari keempat:
Keesokan harinya jika air gula masih terlihat encer maka rebus kembali hingga kental, dinginkan dan masukkan mangga ke dalam sirup gula yang telah mengental, aduk rata. Mangga siap disantap, dalam kondisi seperti ini mangga tahan di suhu ruang. Masukkan manisan mangga dalam stoples tertutup rapat. Enjoy!

17 comments:

  1. halo mbak endang...sy lagi nih hehe...
    ngiler banget liat manisan mangganya :D sampai sampai sy 2x nyoba buat, ttapi oh tapi dua duanya gagal trus hikssss...
    apa mungkin karena waktu di hari ke3 sy rebusnya di sore hari, bukan pagi hari y mbak?trus emang tercium bau alkohol yg menyengat, tp disertai busa putih kaya jamuran...
    dan sampai skarang sy masih ngiler tiap liat pic manisan ini hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah Mba, kalau keluar busa putih berarti airnya kurang direbus lama. Coba rebus agak lama sampai kental jadi kandungan airnya berkurang, masukkan kembali mangganya. Kalau airnya masih banyak memang akan mudah basi kalau tidak disimpan di kulkas. Kalau mau cara aman, masukkan kulkas saja. Saya suka buat versi simplenya, nggak pakai rebus merebus, tapi saya masukkan ke kulkas, tapi bertahan cuman 2-3 hari ya. Kalau mau lama masukkan ke plastik kecil2 sekali santap, trus bekukan di freezer. Nah ini bisa berbulan-bulan. Biasanya Ibu saya suka banget bikin versi ini kalau musim mangga tiba, karena praktis dan awer. Selamat mencoba lagi ya ^_^

      Delete
  2. ohhh iya juga ya, soalnya meski sy rebus sampe sisa setengahnya tapi belum mengental jga, jadi kurang lama rebusnya yah hehe...makasih pencerahannya y mbak :D

    kalo versi simpelnya bentuknya bisa sama dengan yang punya mbak itu ga?menarik banget soalnya mbak, sampe ngiler hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Jeng, hmm kalo versi simple tampilannya nggak sama, mangganya nggak sampai berkerut2 seperti versi yang ini. Hahaha, kayaknya lain kali kudu direbus sampai airnya benar2 kental ya.

      Delete
  3. mantappp.....♏♏♏åå媪ñÑñ†††ªªåååP .

    ReplyDelete
  4. Mb Endang... Aku udah nyobain resep ini loh,,dan alhamdulillah berhasil,,seneng banget untuk pertama kalinya bisa bikin manisan sendiri.. :D tapi aku pake kedondong mb, karena skrg blm musim mangga,,hehe. makasih mb endang.. :)
    Aku mau nanya ni mb, manisan yang aku buat rasanya menurutku terlalu manis, kalau misal ditambah air bisa nggak mb? mempengaruhi tingkat keawetannya nggak kalo nyimpennya nggak di dalam kulkas? makasih mb :)

    -Amel-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Amel, yep pakai kedondong juga ciamik Mba, saya juga suka bikin dengan kedondong kalau lagi musim. kalau kadar air di dalam buah sudah berkurang, buah terlihat kisut2, biasanya manisan akan awet. Jadi kuahnya bisa ditambahkan air sedikit, tapi jangan sampai encer, kadar gula kurang akan membuat manisan mudah berjamur.

      Delete
  5. Mbak endang apa kabar ( ‾̴̴͡͡ ε •‾̴̴͡͡ʃƪ) ... Mo laporan └A̶̲̅gɪ̣̇ neh.... Secara seminggu ♈g̶̲̥̅̊ lalu bikin manisan mangga ‾ƪ( ^o^)... Tp ӚҞƯ butuh waktu seminggu sampe jadi.... °\(^▿^)/° ... Setelah jadi n ӚҞƯ pikir kemanisan n blm dpt rasa seger ♈g̶̲̥̅̊ ӚҞƯ pingin, ӚҞƯ tambahin perasan air jeruk nipis (sekitar 5 bh).... Tambah suegerrrrr.... Thanx 4 d recipe ya mbak.... Lop u pulllll dah ah

    Eka

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Eka, kabar saya baik Mba. Wow udah musim mangga ya, jadi ngiler nihh. Manisan ini bikinnya memang butuh kesabaran wakakka, wah saya belum pernah tambah jeruk nipis, asem banget pastinya ya. Thanks ya!

      Delete
  6. Lupa mbak.... Jeruk 5 bh Ĭƭй krn ӚҞƯ bikinnya 5kg ƗƗαα=D<=-P"̮.. ƗƗαα=D<=-P.."̮ ƗƗαα=D<=-P.. "̮\=D/ .... Jd kl 1 resep mbak endang ‾ƪ( ^o^) cuma butuh jeruk nipis or jeruk lemon 1 bh saja ( ‾̴̴͡͡ ε •‾̴̴͡͡ʃƪ)

    ReplyDelete
  7. halo mba, artikel manisan ini yang pertama kali membuat saya menemukan JTT... kesininya... saya langsung berlangganan. saya suka masak, walopun baru ini resep yang sempat saya praktekkan :).. ini mba.. saya sudah mencoba melakukan step by step sesuai dengan petunjuk mba Endang... tapi di hari kedua kok air gulanya basi yaa... banyak busanya gitu... n yang jelas bau dan rasanya juga basii... mohon petunjuknya mba... triimmmss

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Alela, kalau menurut saya saat merebus larutan gula bekas rendaman mangga waktunya kurang lama dan kurang kental, sehingga kandungan air lebih tinggi dibanding gula, akibatnya manisan menjadi basi. setiap hari air rebusan harus direbus dikurangi kadar airnya dan akan semakin kental sehingga mangga ketika direndam akan makin mengkerut karena proses osmosis, cairan mangga keluar karena larutan gula lebih pekat. ini terus dilakukan sampai benar2 kental dan mangga tidak mengeluarkan air lagi. kalau air masih encer berarti manisan belum jadi mba.

      Delete
  8. mba, saya desi..
    waktu di diamin 1 malaman itu di taro di kulkas ya mba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak Mba, di suhu ruang saja. Besok pagi harus ditiriskan dan direbus lagi airnya.

      Delete
  9. Mba Endang..
    Mau tau g rahasiaku.:P
    hampir 20 tahun aku g pernah masak memasak..hehehehehe
    kebetulan aku menikah di denpasar dan nemu blogmu. jadilah aku pencitraan terus sama suami kalau aku jago masak. padahal nyontek semua dari blognya mba..wkwkwkwkw
    tak terhitung lg, mulai dari semua cake kukus, cake panggang, sambal sambalan, manisan, berbagai masakan ayam, nasi goreng, berbagai masakan ikan semuanya aku contek dan hampir 85 persen berhasil. Makasi ya mba blognya...
    oh iya yg paling enak itu selai kacangnya mba. disini kacangnya beda sama yg di jakarta atau kota lain. disini lebih besar2 dan lebih legit menurutku (lupa nama kacangnya) mertuaku kasih 1 kilo yg udah di goreng beli di toko gitu, langsung dah jadi selai kacang semua.wkwkwkw.
    aku cuma oseng sebentar biar rada panas dan g di goreng lagi baru aku blender. Josss Gandossss

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Desi, wakakkak saya ngakak bacanya, senang banget trial2nya berakhir oke ya, saya yakin bentar lagi udah gak nyontek resep lagi tapi semua hasil resep sendiri hehehe. Mantap dah, thanks sharingnya ya Mba, sukses selalu ya ^_^

      Delete

Heloooo! Terima kasih telah berkunjung di Just Try & Taste dan meluangkan waktu anda untuk menulis sepatah dua patah kata. Walau terkadang saya tidak selalu bisa membalas setiap komentar yang datang, namun saya senang sekali bisa menerima dan membacanya.

Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen anda dalam mencoba resep-resep yang saya tampilan. Semua komentar baik di posting lama maupun baru sangat saya nantikan. ^_^

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan di artikel karena saya menggunakan setting moderasi, namun jangan khawatir, begitu saya kembali ke laptop maka hal utama yang saya lakukan adalah mengecek dan mempublish komentar anda.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan. Jika anda ingin mendapatkan back link maka anda harus menggunakan OpenId atau Name + Url.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try & Taste. Untuk mengajukan pertanyaan dan komentar, anda juga bisa langsung email ke saya di justtryandtaste@gmail.com

Saya tunggu komentar, feedback, email dan sharing anda ya. Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Salam sukses!!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...