07 Mei 2014

Homemade Kaldu Daging - Sedikit repot, tapi berharga untuk dicoba!



Walau banyak merk kaldu instan bersliweran di pasaran namun membuat kaldu homemade anda sendiri ternyata pengalaman berharga untuk dilakukan. Selain rasanya jauh, jauh lebih sedap juga yang homemade tentunya bebas bahan kimia, pengawet dan fresh langsung dari panci di atas kompor anda. Nah beberapa waktu yang lalu saya begitu terobsesi untuk membuat kuah kaldu nendang yang bisa saya pakai untuk aneka hidangan berkuah seperti bakso, sup wonton, dan mie ramen. Poin penting utama agar hidangan a la Japanese dan Chinese menjadi super duper lezat adalah kuah kaldunya yang 'kudu ngaldu banget'. Biasanya, pengalaman yang lalu-lalu,  kuah cukup saya peroleh dari rebusan daging sapi plus kaldu instan bubuk. Hasilnya adalah rasa kuah yang tidak terlalu nendang dan setelah menyantapnya masih menyisakan rasa tidak puas di lidah. Minggu lalu demi resep mie ramen yang ingin dieksekusi saya pun mengubek-ubek aneka literatur mencari cara bagaimana membuat homemade kaldu yang sedap. Walau membutuhkan waktu dan kesabaran namun hasilnya mantap, dan saya pun sudah tak sabar untuk mencobanya di next resep mie ramen yang akan saya eksekusi. 


Bahan utama jika anda ingin membuat kaldu super sedap adalah tulang belulang sapi. Kunjungan saya di pasar blok A menghasilkan sepotong tulang paha sapi sepanjang 35 cm yang dibagi menjadi 3 bagian. Tulang paha mengandung sumsum yang akan membuat cita rasa kaldu menjadi lebih sedap. Selain tulang sapi maka tulang belulang ayam dan beberapa bagian ayam lainnya seperti punggung, sayap atau kepala bisa anda tambahkan karena lemak ayam dan gelatin yang terkandung di dalam jaringan antar sendi selain membuat rasa kaldu menjadi lebih sedap juga meningkatkan kekentalan kaldu.

Jadi dengan sepotong tulang paha sapi, tulang belulang ayam, 4 buah sayap ayam, dan aneka rempah seperti bawang bombay, bawang putih dan daun bawang, serta tentu saja empat jam merebus semua bahan-bahan ini, saya pun menghasilkan 2 liter kaldu daging yang berwarna kuning keemasan, jernih dan rasanya super yummy ketika diuji coba di kuah bakso yang waktu itu juga saya buat. Mantapnya lagi kaldu ini pekat sehingga bisa anda encerkan dengan menambahkan air ke dalamnya.


Satu hal yang terjadi ketika anda merebus daging adalah air rebusan yang keruh dengan banyak kotoran yang mengapung di permukaan kaldu. Biasanya kotoran ini disarankan untuk diambil menggunakan saringan karena selain membuat rasa kaldu menjadi kurang sedap juga membuat tampilan masakan yang anda hasilkan menjadi tidak menarik. Jika anda membuat ramen kuah atau sup wonton maka kejernihan kaldu menjadi poin yang penting. Untuk menghasilkan kaldu jernih seperti foto yang saya tampilkan maka pertama-tama anda harus merebus tulang belulang hingga air menjadi mendidih. Biasanya kotoran yang disebabkan oleh darah yang mengeras akan mengapung di permukaan air. Buang air rebusan yang kotor dan keruh kemudian cuci bersih masing-masing potongan tulang di air mengalir hingga tidak ada kotoran yang melekat. Masukkan kembali potongan tulang, tambahkan aneka rempah dan air bersih kemudian rebus kembali. Hasilnya adalah kaldu jernih, kuning keemasan yang bebas busa dan kotoran. Beberapa literatur menyarankan untuk memasukkan putih telur saat merebus kaldu, putih telur berfungsi untuk menangkap kotoran yang mengapung. Namun menurut saya, membuang rebusan air yang pertama merupakan cara terbaik dan termurah yang bisa anda lakukan.


Saat anda membuat kaldu, perebusan dengan api yang kecil akan menghasilkan kaldu terbaik dibandingkan api besar yang akan membuat kaldu bergolak dalam suhu tinggi. Perebusan perlahan dengan api kecil akan membuat cita rasa kaldu menjadi lebih kuat karena memberikan waktu bagi bahan untuk mengeluarkan cita rasanya berbaur dengan kuah. Semakin lama waktu perebusan maka akan menghasilkan rasa kaldu yang semakin nendang, tapi tentunya juga akan membuat gas di kompor anda cepat habis. Saya sendiri merebusnya selama 4 jam, walau beberapa literatur ada yang menyarankan minimal 8 jam. 

Untuk meningkatkan rasa dan aromanya, maka umumnya beberapa rempah berikut bisa ditambahkan: bawang bombay, bawang putih, jahe, daun bawang, rumput laut, jamur, bay leaf, kayu manis, kembang lawang atau aneka sayuran seperti wortel, seledri, dan kentang. Untuk kaldu kali ini saya hanya menggunakan bawang bombay, bawang putih dan daun bawang, karena saya menginginkan kaldu yang bisa saya gunakan menjadi aneka hidangan berkuah lainnya. Bahan aromatik seperti jahe biasanya digunakan untuk wonton soup; rumput laut untuk ramen; kayu manis dan kembang lawang umumnya digunakan dalam kuah pho khas Vietnam. 


Kaldu yang sudah jadi akan terlihat kuning keemasan, sedikit kental dan tidak mengandung kotoran sama sekali. Anda bisa mengurangi kadar lemak di dalam kaldu dengan membiarkan kaldu menjadi dingin atau cara terbaik adalah dengan memasukkannya ke dalam kulkas. Gumpalan lemak yang beku dan padat akan mengapung di permukaan kaldu, anda bisa mengambilnya dengan sendok atau cara tercepat adalah dengan menyaringnya. 

Kaldu tahan disimpan hingga berbulan-bulan lamanya di dalam freezer. Anda bisa memasukkannya ke dalam ice tray sehingga kaldu membeku menjadi kotak-kotak es yang mudah untuk ditambahkan ke dalam masakan setiap kali anda membutuhkannya untuk menyedapkan masakan. Atau memasukkannya ke dalam kantung plastik yang lebih besar. Saat diperlukan kaldu cukup direbus di dalam panci dan ditambahkan bumbu dan bahan lainnya sesuai dengan resep yang akan anda eksekusi saat itu. Saya sendiri menggunakan sebagian kaldu untuk kuah Sup Pare Isi Daging Cincang yang saya posting beberapa waktu yang lalu. Super yummy!

Berikut prosesnya ya!

Sup Pare Isi Daging Cincang 


Homemade Kaldu Daging
Resep diadaptasikan dari Serious Eats, The Food Lab - The Best Wonton Soup

Untuk 2 liter kaldu

Bahan:
- 2 kg tulang sapi, potong-potong menjadi ukuran yang muat masuk ke dalam panci
- 4 buah sayap ayam
- 500 gram tulang belulang ayam (seperti bagian punggung dan belakang ayam)
- 1 buah bawang bombay, belah menjadi 4 bagian
- 5 siung bawang putih, pipihkan
- 4 tangkai daun bawang, potong sepanjang 3 cm
- 2 liter air untuk merebus, tambahkan jika air berkurang selama perebusan

Cara membuat: 


Siapkan panci, ukurannya cukup besar untuk menampung semua bahan yang akan anda rebus. Masukkan tulang belulang sapi dan ayam. Tambahkan air hingga semua bahan terendam dan rebus dengan api sedang hingga air mendidih. Akan tampak busa dan kotoran yang mengapung di permukaan air rebusan. Biarkan 1 hingga 2 menit bahan terebus. Angkat. 

Note: anda tidak merebusnya hingga matang dan empuk, hanya hingga air mendidih saja. 

Buang air rebusan dengan menyaringnya menggunakan wadah berlubang. 


Cuci satu persatu tulang belulang dengan air mengalir untuk membuang sisa-sisa kotoran yang menempel. Masukkan kembali ke dalam panci. Tambahkan air  hingga semua bahan terendam. Masukkan semua rempah. 

Rebus dengan api kecil minimal selama 4 jam hingga kaldu berwarna kuning keemasan dan kental. Jika air berkurang tambahkan kembali air hingga 2 liter tercapai. Kaldu tidak perlu diaduk-aduk selama proses perebusan.  Angkat dan diamkan hingga kaldu dingin. 

Anda bisa mengurangi lemak di kaldu dengan memasukkannya ke dalam kulkas (chiller) hingga lemak tampak membeku dan mengapung di permukaannya. Saring kaldu dan buang lemaknya. Masukkan kaldu ke dalam plastik-plastik kecil atau ice tray untuk membuat es batu. Bekukan di freezer dan siap digunakan setiap saat anda membutuhkan kaldu untuk menyedapkan aneka masakan.  Yummy!

Sources:
Serious Eats, The Food Lab - The Best Wonton Soup
Wikipedia - Broth



122 komentar:

  1. Sejak pertama kali lihat JTT selalu menyertakan step by stepnya. Bukannya lemak pada nempel tuh di kamera ? Trus udah korban kamera berapa biji mbak Endang, hahahaaa....

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1 kamera belum habis kok Mba, sejak saya mulai blogging sampai sekarang hehhehe

      Hapus
  2. wah praktis juga ya mbak..saya nggak begitu suka dengan kaldu instan karena di dalamnya juga ada MSGnya...makanya kalau mau masak kuah yang pake kaldu musti repot buat dulu kaldunya..dengan tips dari mbak Endang ini acara kaldu mengkaldu jadi makin mudah..musti segera dicoba nih..makasih mbak..jtt emang te o pe be ge te

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Yoengi, makin banyak tulang sapi dan makin lama merebus, makin sedap rasanya heheheh. Kaldu homemade pas buat baby atau krucil ya, supaya gak banyak makan SMG

      Hapus
  3. Wola...INI yg aku tunggu2 mbak!Dari dulu nyobain resep kuah blm nemu yang pas.Klo mbak Endang sdh bilang nendang pasti Enak nih!secara tiap ada acara APA aja dirumah suka bikin bakso buat hidangannya.hm,,,,langsung di eksekusi!makasih lo mbak...moga jadi ladang amal mbak Endang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Ina, kalau mau dipakai untuk kuah masakan lainnya, sebaiknya tambahkan bumbu ya, misal untuk kuah bakso masukkan bawang putih lagi yang banyak ya.

      Hapus
  4. makasih mbak,ini bisa jadi solusi saya,yg kebetulan sejak 4 bln yang lalu harus puasa msg dan penyedap rasa lain nya karena menderita amandel.agak stress juga mencoba-coba bikin kaldu alami sendiri tapi gak menolong rasa sedikitpun.mdh2an resep ini bisa dicoba secepatnya,JTT emang top deh,mempunyai indra ke enam untuk masalahku,hihihi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Nina, memang kalau sudah terbiasa pakai agak susah ya, soalnya lidah gak mau kompromi wakaak, sama kaya saya kasusnya hiiks

      Hapus
  5. Wah, layak dicoba nih mbak! Biasanya u/ membuat kuah kaldu, saya pake kaldu gel Royco, tapi akhir2 ini menghilang di pasaran. Kalau bisa bikin kaldu sendiri yg lebih sehat, kenapa tidak. Terima kasih.
    Sisca - Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. yep kaldu gel susah sekarang diperoleh ya mba sisca, kayanya peminatnya agak kurang ya.

      Hapus
  6. Ribet tapi worth it mba Endang, terima kasiih resepnya... :) Oia, bukunya Mba Endang sudah menghuni rak buku saya.. :D Terus berkarya ya mba...

    Manda

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba manda, waah thanks ya! bikin saya semangat untuk terus trial dan posting hehehhe

      Hapus
  7. Aku rika..sering bgtt bikin kaldu buat baby ku..slama ini porsi kecil jd gampil bgtt pake slow cooker tinggal celup2 malem, subuh tinggal saring trus dimasukin ice tray.maknyusss..kentell bgt.dengan slow cooker insyaallah ga makan watt bnyk kok..apalg pake merk Takahi yg uda beken bgt di dunia per-MPASI-an..hihii *emakmales* Oya..saran mbak,tolong resep2 JTT yg maknyuss smua ini next mgkn lebih diperhatikan dr bahan-bahannya sebisa mungkin mengurangi bahan2 instan,ber-MSG atau pengawet..hehee..maaf mbak,biar kt jg skalian tau mana yg lebih sehat :p Truss..request bikin Kaldu ikan yg maknyuss dan gak trlalu amis dong..makasi mba endang,penyelamat para mahmud (mamah muda) yg baru blajar masak *ngacung!*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai mBa Rika, thanks sharingnya ya, Yep bisa pakai slow cooker untuk cara mudah dan supaya bisa ditinggal2 ya, hanya saja tidak semua pembaca memilikinya ya.

      Untuk sarannya mengenai penggunaan MSG dalam masakan, biasanya saya selalu berikan tulisan optional di belakang bahan tersebut, jadi saya kembalikan ke masing-masing pembaca akan menggunakannya atau menghilangkkanya ya. Sukses selalu ya! ^_^

      Hapus
    2. Kalau tidak punya slow cooker, bisakah dibuat dengan rice cooker biasa? Maksudnya biar hemat gas.

      Hapus
    3. Bisa ya Mba Eva, intinya kan merebus ya.

      Hapus
  8. makasih mbak step by stepnya...sangat berguna :)

    BalasHapus
  9. heey mba endang, ini kaldunya kalo di taruh di kulkas bs bertahan berapa lama ya?makasih ya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak tahan lama di chiller ya Mba, mungkin hanya sekitar 2 hari saja, karena mengandung daging ya. Saya sarankan untuk simpan di freezer ya.

      Hapus
  10. mba Endang, biasanya daging sapi/ayam yang digunakan untuk bikin kaldu itu setelahnya bisa dipake lagi atau dibuang ya? (maaf saya masih amatir sekali soalnya)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Rena, dengan perebusan selama 4 jam atau lebih maka semua bahan yang berdaging akan hancur ya. Untuk kasus diatas sudah tidak saya gunakan lagi karena rasanya sudah tidak ada dan bentuknya juga sudah kurang oke ya. Tapi kalau mau dimanfaatkan masiih tetap bisa kok mba.

      Hapus
  11. Mab maaf oot....gelas yang buat kaldu kayak punya mbak, beli dimana? Mau.....makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba, saya beli di Car**fur dan Ace Hard**ware. keduanya punya hanya beda bentuk, satu bulat yang lain agak persegi ya.

      Hapus
  12. Mba endang, kalau bikin kaldu waktu perebusannya bisa dipersingkat kalau pake presto ga ya? *ngirit gas*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa2 saja Mba, tapi tujuannya sebenarnya merebus lama supaya sari dalam tulang benar2 bisa keluar ya

      Hapus
  13. Bisa dipraktekin nih klo pas idul adha nanti, biasanya dpt tulang2 kaki sapi dan bingung mesti diapain.
    mbak endang, untuk tulang sapi (sekengkel) yg ada sumsumnya itu d cuci dl sebelumnya ato gmn? krn kalo beli sdh dipotong2 sm penjualnya, kalo dicuci, apa g ikut kecuci ya sumsumnya?
    ika fitriani-surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Ika, nggak perlu khawatir, dicuci juga gak papa kok, sumsum itu melekat kuat di dalam tulang, bahkan setelah direbus berjam2 masih susah saja ambil sumsumnya hehhehe

      Hapus
  14. Mbak Endang, kalo bisa diusahakan tiap resep ga usah pake kaldu bubuk ( mksdnya ga usah ditulis optional alias ga usah pake sama sekali ). Tolong diajari masyarakat kita masak lebih sehat. Mengajari org lain utk lebih baik dpt pahala lho mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Thanks ya sarannya, akan diperbaiki kedepan. Hmm, pahala saya rasa urusan yang Di Atas ya wakkakak.

      Hapus
  15. aaaaahh mba endaaang. aylopyuuu.
    ini dia yg aku cari2 dan aku butuhkan. karena kata dokter aku wajib menghindari MSG. smentara aku juga kan sdkit waktu di rumah krn kerja juga. jadi kalau masak yg membutuhkan kaldu suka dilema juga. Karena kalo bikin kaldu dulu pasti waktu keburu habis.

    ternyata baru tau juga pas baca komentar, royco yg gel udh menghilang. aku smp cari2 ke bbrpa supermarket. kirain aku yg ceroboh krn gak nemu di mall segitu gede.hhe

    Btw, aku silent reader nih mba. baru pertama kali komen. tapi udah beberapa resep dari mba udah kucoba dan berhasil \(^,^)/ makasih yaa mba. tetep samangat nulis dan share ke kami. sangat bermanfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Addini, thanks sharingya ya Mba. Silahkan dicoba resepnya ya, walau mungkin kaldu diatas tidak 100 persen bisa menggantikan kaldu roy***co gel dari sisi rasa tapi setidaknya ini lbh alami ya. Sukses selalu!

      Hapus
  16. Dear mba endang, senang skali membaca blogmu. Sy punya saran ttg mebuat kaldu yg di ajarkan tante sy di taiwan. Ketika membuat kaldu usahakan untuk mengeprek pd tulang ayam, memotong kecil2 pd tulang ikan dan sapi. Agar sari2 nya makin keluar. Itu sy lakukan ketika menyetok kaldu buat si baby. Tp sy blm berhasil membuat kaldu seperti mba endang. Sukses terus mba ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba Hesti, thanks sharingnya yaa. nexy time bisa saya coba lagi kalau hendak membuat kaldu homemade hehehe.

      Hapus
  17. Hai mbak Endang yg cantik.. Salam kenal.. Wahh resepna bermanfaat bgt nih buat bikin bubur babyku.. Mbak mau Tanya donk kaldunya nanti ada rasanya ngga? Atau tawa? Soalnya babyku 8month udah tau rasa, jd mst ada rasa Manis/asin gitu.. Mohon pemberutahuannya yaahhh.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba Nina, kaldu ini tawar ya karena belum diberi garam, jadi kalau hendak diolah dalam masakan disesuaikan saja rasanya dan silahkan tambahkan bumbu lainya seperti bawang putih, bwng bombay tumis, merica, pala dll menyesuaikan masakan yang akan dibuat.

      Hapus
    2. Mbak endangkuuu.. Kaldunya udah jadi.. Hmmm wangi banget.. Slama 4jam perebusan bolak balik ke kompor nyium2 wanginya.. Saya cuman pake 1buah tulang paha sama sperempat cakar Ayam, Tp barangnya bombaynya pake 1buah yg besar.. Alhasil jd wangi banget..Kaldunya kentel + kuning being gitu.. Nanti mau ditambahin ke buburnya baby Brennan.. Tengkyu so muuucchh ya mbak resepnya.. Semoga menjadi amalan yg ngalir terus pahalanya.. Mmmuach..

      Hapus
    3. Hai Mba Nina, waah thanks sharingnya ya Mba, senang sekali kaldunya sukses dicoba, moga Brennan suka ya dengan bubur kaldu homemadenya hehhehe. Amiiin atas doanya ya!

      Hapus
  18. Salam kenal Mba Endang, semalam kakak saya excited banget sharing resep dari Web ini Hehe. Nah, sekalian mau nanya mba, Kalau proses yang rebus tulang sampai mendidih, air dibuang semua dan tulang dicuci di bawah air mengalir, apa ga akan mengurangi rasanya mba? Saya baca di beberapa sumber, kebanyakan membuang buih dengan sendok saja, tapi tidak membuang air. Menurut pengalaman mba Endang gimana ya? Karena mau hemat gas, jadi rencananya saya mau pindahin setelah rebusan mendidih ke slow cooker Hehe. Thanks ya, Mba :) keep trying and tasting new recipes yaaaa!

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba Nana, salam kenal juga ya. Yep untuk kaldu homemade ini tahapannya memang seperti itu ya, rebusan pertama air dibuang. Tidak akan mempengaruhi rasa karena rebusan pertama (hanya sampai kuah mendidih saja) sebenarnya hanya membuat kotoran dan darah di bahan menjadi lepas. Mengambil kotoran di permukaan tidak akan menghasilkan kaldu bening dengan rasa lezat karena sebenarnya kotorannya itu menyebar di seluruh kuah. Sari daging dan tulang baru akan keluar ketika tulang direbus perlahan dengan api kecil dalam waktu lama. Slow cooker tentunya lebih praktis ya.

      Hapus
  19. hai mbak endang, ak selalu ke jtt ketika punya bahan mentah tapi ga tau mau di apain dan selalu ada jawabnya di sini hehe.. mbak untuk penggunaan kaldu homemade ini kl ga salah mash bisa di encerkan ya,perbandingannya berapa. misalnya satu liter air perlu berapa blok kaldu beku biar mash berasa kaldunya. tks. fitri-tangsel

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba fitri, kaldu diatas tidak bisa murni menggantikan kaldu instan atau blok dalam soal rasa, karena kaldu instan mengandung MSG ya. jadi harus pakai banyak supaya rasa masakan nendang ya. mungkin 500 ml diencerkan denggan 500 ml air.

      Hapus
  20. Salam kenal mba Endang...saya salah satu pengikut blog JTT,resepnya mba Endang maknyuss semua apalagi selalu diikuti dengan step by stepnya,kita jadi cepat paham..thanks ya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal mba nila, thanks sharingnya ya mba. senang sekali resep JTT disuka ya. sukses selalu

      Hapus
  21. Hai Mbak Endang, tulisanmu selalu keren2 deh. BTW ini setelah matang jadinya berapa liter mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo, hasil akhir berapa liter sebenarnya sudah saya cantumkan di atas daftar bahan ya. Untuk 2 liter kaldu

      Hapus
  22. Hai Mba Endang...
    Aku sudah coba homemade kaldu sapi ini... rasanya mantabs... alhamdulillah buat bakso jd sedaaap dan paling penting sehat karena ga pake msg sintetis..
    makasi mba atas resepnyaaa ^.^

    _Femi

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba femi, thanks sharingnya ya mba, senang sekali resep kaldunya disuka, baksonya homemade sekalian mba, lebih nampolll hhehhehe

      Hapus
  23. Sdh dicoba, mbak! Kemarin saya hanya pakai tulang paha sapi tanpa ayam. Penampakan persis spt di foto, aromanya harum. Masih disimpan di freezer, masih mikir mau dipakai untuk masak apa. Ya, memang sedikit repot....., tapi kalau hasilnya mantap, puas. Terima kasih idenya.
    Sisca - Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Sisca, mantap mba, pakai buat kuah bakso homemade, waduh nampol habis, saya suka resep kuah bakso dengan daun jeruk dan serai di dalamnya. Aduhh ngecesss hehehhe

      Hapus
  24. selama proses perebusan ditutup gak mbak?

    yuni

    BalasHapus
  25. mba, ini masuknya kaldi sapi atau ayam ya? soalnya di campir gitu, apa bisadi fungsikan untuk dua duanya, maksud saya sebagai kaldu sapi maupun ayam. dan kira-kira tahan berapa lama ya? maaf ya mbak, awam banget soal masak masakan. terimakaasiih :)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba, yep memang menggunakan 2 jenis daging untuk kaldu ini. Fingsinya bisa dipakai sebagai kaldu sapi atau ayam ya. Harus dibekukan di freezer Mba, kalau mau tahan lama. Kalau di chiller saya tidak rekomendasikan lebih dari 2 hari. kalau dibekukan dalam ice cube tray atau plastik2 kecil bisa berbulan2

      Hapus
  26. Hai mba Endang...senang bisa menemukanmu pucuk dicinta resep pun tiba *copas mba Endang :D.. btw mba klo tulang sapinya saya ganti pake kaki ayam bisa ga ya mba jadi kayak bikin kaldu ayam gtu mba, kira2 takarannya berapa ya mba? Thx sharingnya mba Endang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Gita, silahkan dicopas ya mba, dan yep bisa diganti dengan tulang atau kaki ayam ya mba, nah takarannya saya yang bingung hahhaha, keknya harus ditrial sendiri ya mba

      Hapus
  27. Mbak endang, sy yenny. Mantapz bener postingan kali ini. Anak2 pd doyan dibikinin bakso n buryam. Kaldu ini pasti nendang buat baksonya. Tapi buat bubur ayam kaldunya gimana cara bikinnya biar sama2 nendangnya...? Thank you:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Yenny, thanks sharingnya ya Mba, moga suka setelah dicoba. Untuk kaldu bubur ayam, memag bumbunya beda ya, paling mudah tambahkan bumbu kari instan saja dan kunyit supaya warnanya kunig ya.

      Hapus
  28. mbak endang, saya kan anak kos. kalo ayam/daging udah direbus buat bikin kaldu gini dagingnya masih bisa dimasak kan ya mbak? maksudnya ga ada rasa yang berkurang atau gimana gitu. hehe makasih mbaaak :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, kalau untuk kaldu seperti ini maka ayam/daging rasanya hambar ya, karena direbus lama, karena itu saya sarankan pakai tulang dan tetelan saja. Tapi kalau mau dimakan ya gak papa dikasih bumbu saja supaya ada rasanya ya.

      Hapus
  29. Hai mbak ...sy dah nyoba bikin kaldunya trus sum sumnya apa dipisah atau di campurkan lagi ke kuah kaldunya, trims

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba umi, saya pisah ya mba, kaldunya bisa dibekukan sedangkan sumsumnya bisa disantap sedniri atau untuk campuran masakan lainnya ya.

      Hapus
  30. Mba endang makasih resepnya mohon info kalo utk ramen apa aja tambahannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba teni, tergantung mba mau buat ramen jenis apa ya, miso ramen atau shoyu/soy sauce ramen. Basic bumbu untuk kuah biasanya jahe, bawang putih, kombu kering (ganggang laut kering), kaldu daging, merica, garam, minyak wijen dan sedikit gula, semua direbus.

      Nah Kalau miso ramen, harus tambah juga miso paste bisa dibeli di supermarket jepang, terbuat dari fermentasi kedelai. kalau shoyu ramen tambahkan kecap asin/soy sauce ke kuah. Isinya tinggal mie kuning/mie ramen, sayuran, telur, dan irisan daging ayam/sapi

      Hapus
  31. komen satu2. Saya mau nambah pertanyaan, semoga masih semangat menjawab ^^v
    1. Bawang bombay apa bisa digantikan bawang merah? Jika bisa, berapa perbandingannya?
    2. Bumbu-bumbu yang digunakan apa tidak ditumis dulu? Kata ibu saya, bumbu harus ditumis agar masakan tidak cepat basi.
    3. Daun bawang itu bawang pre bukan?( yang besar). Atau yang kecil-kecil yang biasanya utk teman makan lumpia itu?
    Saya tunggu jawabannya mbak... terima kasih!
    Yuyun-Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Yuyun, berikut jawaban saya ya:
      1. bisa, saya ganti dengan 5 butir bawang merah
      2, tidak untuk pembuatan kaldu ini, untuk masakan lainnya yang memerlukan ditumis ada instruksti ditumis mba. Kaldu disimpan di freezer jadi tidak ada resiko basi
      3. yang besar ya mba alias bawang pre

      sukses selalu

      Hapus
  32. Halo mbak Endang, salam kenal! Seneeeeeng bgt nemu blog ini. Sy lg praktekin bikin kaldu sapi nya nih mba.. Tapi pake slow cooker. Biasanya brp lama yaa klo pake sc, trus pakenya yg low atau high? Thanks atas sharingnya mba... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Dewi, salam kenal ya mba dan thanks ya sudah menyukai JTT. pakai low sja ya mba, lama memasak kaldu tergantung kekentalan yang diinginkan ya, karena slow cooker maka sekitar lebih dari 5 jam sih oke ya.

      Hapus
  33. Mbak..ini resep ok bgt. Cocok buat baby ku yg bntar lg mpasi. Cm ak mw tny,klo hny ayam aj bs wangi gk yah? pke kerongkong,leher kpla,ceker,sayap dan jeroanny (ati,ampla,usus).
    Trs katany sayap dan leher itu krg baik krna bagian itu biasa utk tmpt suntik mnyuntik vitamin ke si ayam. Bnr bgtu ya mbak?? mohon infonya. Soalny buat baby nih,jd agak kritis ..hahaha.
    Mksih mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba, bisa pakai tulang belulang ayam ya, cuman memang gak seharum dan selezat dari tulang sapi.

      nah kalau untuk sayap dan leher ayam berbahaya, saya memang pernah dengar hal ini cuman belum pernah baca hasil riset yang jelas ya. kalau untuk bayi sebaiknya dihindari saja mba, supaya aman ya

      Hapus
  34. Halo mbak, aku pingin banget bikin. Tapi disini gak ada yg jual tulangan. Ada nya ribs, sama ayam utuh. Jeroan juga enggak ada. Nasib deh :(

    Maria, UK

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba Maria, kalau beli ayam utuh dan hanya diambil dagingnya untuk fillet maka tulang2nya bs dipakai untuk membuat kaldu. Tapi kayanya fillet ayam mending beli saja ya, lebih praktis wkakakka

      Hapus
  35. Halo Mbak, waah kmrn beruntung banget iseng2 mampir ke supermarket. Dapet bone marrow 3 pak @2 tulang 15cm. Aku langsung borong, sama ribs, and sekilo sayap ayam. Cerita nya edisi kalap ©_©

    Aku buat kaldu 2 pak bone marrow sama sayap ayam nya.lake slow cooker. Aku set low 6 jam, terus diangetin sampe lebih 10 jam. Haha bau nya wangiii sampe susah tidur ngebayangin bikin bakso @_@

    Alhasil sumsum tulang nya langsung meluncur mulus gak dikorek2. Sayap ayam nya ampe tulang nya lepas sendiri. Lemak nya Ku buang stlh didinginkan. Tinggal nyari bakso nih (belum punya food processor atau blender mill)

    Halo buat kuah bakso tinggal tambah apalagi ya? Selain bawang putih?

    Maria.UK

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Maria, wakakak itu kaldu pasti sedaaaappp banget. dipakai buat kuah soto juga maknyus

      kalau bakso saya suka kuah yang berempah, ini resepnya ya:
      http://www.justtryandtaste.com/2014/04/bakso-daging-sapi-spesial-versi-lebih.html

      Hapus
  36. moga tuhan memberi pahala atas ilmu yg mba sebarkan,
    mau tanya saya mau bikin warung kuliner kecil2an (mie ayam) kalo sudah pake kaldu ayam,apa enggak usah pake minyak ayam?
    atau sebaliknya? .....biar ekonomis mba tapi rasa maksimal....makasih sebelumnya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba, thanks ya, amiin atas doantya.

      supaya rasa lebih nendang memang minyak ayam diperlukan ya, kalau untuk jualan sy sarankan pakai ya. Kalau mau ekonomis kaldunya diskip sja, atau pakai kaldu standar saja dari rebusan tulang2an.

      Hapus
  37. Dik Endang yang terkasih, saya seorang ibu rumah tangga dengan anak2 yang sudah beranjak dewasa, tetapi saya masih suka juga mencoba resep2 dari segala penjuru, sekalipun tidak bisa berlama-lama di dapur, maklum saya sudah tidak muda lagi seperti dik Endang, saya tidak bisa berdiri berlama-lama di depan kompor. Dan secara kebetulan saya menemukan resep home made kaldu daging ini, saya memang sudah lama sekali tidak menggunakan MSG, mungkin sudah hampir sekitar 15 tahunan saya tidak menggunakannya, dan saya ingin sekali mencoba resep ini. Yang ingin saya tanyakan, apakah selama perebusan kaldu ini pancinya harus ditutup atau dibuka, itulah yang ingin saya tanyakan. sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terimakasih banyak. Resep-resepnya sungguh luar biasa sekali dan banyak memberikan inspirasi kepada orang lain.

    salam hangat,
    Ibu Maria

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Ibu Maria, salam kenal dan terima kasih sharingnya ya. Senang sekali resep JTT disuka dan semoga bisa membantu memasak dirumah ya. Panci saya buka sedikit selama perebusan ya Bu, karena kalau ditutup rapat kaldu akan meluap keluar panci. Pakai api yang kecil ya.

      Sukses dan sehat selalu ya Bu Maria. ^_^

      Hapus
    2. Dik Endang yang terkasih, terimaksih banyak atas jawabannya. Suatu saat saya akan mempraktekkan resep ini, saya masih menunggu waktu yang tepat. Kiranya Tuhan memberkati hasil karya dan kerja keras dik Endang yang sangat berguna tidak hanya bagi para ibu dan juga calon-calon ibu, tetapi untuk semua lapisan masyarakat.
      Salam hangat,
      Ibu maria

      Hapus
    3. terima kasih Ibu Maria, sukses selalu yaa^_^

      Hapus
  38. Kalau pake tulang iga gimana mbak? Nuwun

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa ya mba Indria, tetapi yang lebih enak memang tulang yang ada sumsumnyaa ya

      Hapus
  39. Mba endang, saya pake tulang sapi tanpa sayap ayam, rebusan pertama juga dibuang, kok warnany tetap butek coklat tidak kuning bening kaya mba? Tips nya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. semua tipsnya sudah saya berikan diatas ya mba, bahan harus direbus perlahan dalam waktu yang lama, semakin banyak menggunakan tulang belulang sapi terutama paha yg mengandung sumsum maka kaldu lebih kuning warnanya

      Hapus
  40. sore mba endang,
    aku mau tanya, pada saat penyimpanan kaldu itu kan pakai plastik, lalu di masukkan ke dalam freezer, kaldu akan mengeras karena di simpan pada freezer,
    saat ingin memasak nya, apakah harus di dinginkan terlebih dahulu sampai mencair atau bagaimana mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Mas Yudi, saya masukkan dalam kondisi beku ya, jadi dilepas plastiknya dan langsung ceburin saja ke dalam kuah atau tumisan, akan cair dengan cepat kok.

      Hapus
  41. Salam kenal mb endang...
    Bagian dari tulang sapi yang bagus untuk djadikan kaldu bagian yg mn?
    Bbrp waktu lalu sy buat kaldu saoi dgn tulang bagian lehernya. Kok air kaldunya hitam gitu ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal juga ya,

      menurut saya yang oke bagian paha yang ada sumsumnya ya. Hitam biasanya karena tidak direbus dulu sebentar dan dibuang air kotornya, atau tidak dibuang kotoran yang mengapung selama perebusan.

      Hapus
  42. halo mbak endang mau tanya, kebetulan kulkas saya lagi rusak nih,, trus mau bikin kaldu tahan brp lama kalo tidak taruh dikulkas mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. tidak bisa tahan di suhu ruang ya, kaldu mengandung daging, akan busuk kalau menginap di suhu ruang. Harus msuk kulkas

      Hapus
  43. Makasih mbak Endang buat resep kaldunya..., saya juga sudah beli bukunya lho.. :)
    Mau tanya kebetulan saya di Belanda dan belum ketemu tempat beli tulang sapi. Di toko daging, yang mendekati tulang hanya buntut sapi (oxtail) atau iga. Saya minggu lalu pesan 2 kg oxtail karena saya sangka itu tulang (harga oxtail di sini lebih murah dan saat itu oxtailnya belum dipotong-potong jadi terlihat seperti tulang panjang) :)).
    Pertanyaan saya, untuk kaldunya bisa pake buntut sapi gak ya?
    Terima kasih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Leila, thanks sharingnya ya dan thanks juga sudah membeli buku saya ya. Untuk kaldu bs pakai tulang jenis apapun ya mb, jdi oxtail juga good ya. Memang tulang paha akan memberikan hasil terbaik krn mengndug sumsum dan membuat kaldu menjadi kekuningan.

      Hapus
  44. izin simpan mba, saya mo coba nanti di kos-kosan..

    BalasHapus
  45. Mohon info dunk mbk, gimana cara menyimpan kaldu tanpa masuk kulkas...

    BalasHapus
    Balasan
    1. nggak bisa ya mba, kaldu harus masuk kulkas atau dipanaskan sehari 2 kali ya

      Hapus
  46. mba, sy mau tanya.. untuk 2 liter kuah bakso,butuh takaran berapa sendok kaldu ini supaya pas dan yummy???

    BalasHapus
    Balasan
    1. kaldu ini beda dengan kaldu instan ya mba, yang hanya cukup pakai 1 atau 2 sdt saja.

      kalau mau pakai kuah bakso sebaiknya separuh kuah bakso dari kaldu ini.

      Hapus
  47. Trims Mbak Endang atas resepnya:) Oh ya buat kawan-kawan yang belum bisa lepas dari MSG, sebenarnya bukan hanya berkaitan dengan rasa di lidah, yang paling utama adalah bagaimana kawan-kawan berpikir/menancapkan nilai bahwa tanpa MSGpun masakan rasanya juga enak. Kemudian, terus eksplorasi racikan bumbu yang kita masak. Saya kira selama pengalaman saya, jika bumbunya pas tanpa MSGpun masakan tetap enak dan jangan segan membuat bumbu yang fresh, bukan bumbu instan, walaupun sedikit panjang proses masaknya:)
    Sekali lagi trims Mbak Endang pengetahuannya:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks mba Nia sharingnya ya, sangat bermanfaat untuk pembaca lainnya. sukses yaa

      Hapus
  48. Mbak kl saya mw masak soto ayam pakai 1ekor ayam petelur yg afkir atau ayam kmpng apakah harus 4 jam jg saya ngrebusnya. Trus apakah kl habis diambil kaldunya daging masih bisa dibikin soto n msh ada rasanya.

    Mbak tolong kasih tau resep soto lamongan yg maknyus itu dong apa rahasianya, kl gak ada mungkin bisa kasih referensi webnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi mba Wiwid, kalau mau bikin soto ayam, rebus saja ayam sampai empuk mba, jangan 4 jam ya, menurut saya kaldunya sudah enak kok,

      soto lamongan cob cek resep jtt, googling saja 'soto lamongan JTT'

      Hapus
  49. Terima kasih, mba. Tipsnya manfaat banget. Hehe.. mau tanya dong mba, kaldu ini cocok ga buat dibikin bubur. Nuhun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mas Dedy, thanks ya, senang artikelnya disuka. Yep, untuk membuat bubur bisa ya, justru rasanya akan lebih mantap.

      Hapus
    2. Terima kasih udah dibales mba komentar saya. Rasanya mau nanya banyak soal kaldu. Hahaha

      Hapus
    3. Pakai slow cooker saja, hasil lebih oke dan tdk usah ditungguin seperti ketika memasak di kompor

      Hapus
  50. Mbak Endang, kalo kaldunya dari tulang ayam (ditambah ceker&sayap) tanpa tulang sapi masih enakkah? aku g makan daging merah soalnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Mba Ning, yep tetap enak ya, tapi tentu saja tdk segurih dari tulang2 sapi ya

      Hapus
  51. Hi mba Endang..
    mau nanya kalo saat merebus kaldu, utk menambahkan airnya agar ttp 2lt menggunakan air suhu ruangan atau air yg sdh didihkan terpisah? Apakah ada perbedaannya? Makasi resepnya aku mau cobaa ahh ... makasi sharingnya mbaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Selvi, bisa pakai air panas atau air biasa, tapi saya lebih suka pakai air panas supaya lbh cepat

      Hapus
  52. Mba Endang,, itu bening dan kentalnya karena lemak makin banyak ya? Soalnya makin lama kok kulihat kuahnya makin banyak beningnya yg kaya minyak gitu. gapapa kan ya dikonsumsi?

    Aku pake ayam stelah rebusan pertama masih kluar busa dan darah dr tulang. Gapapa kah dikonsumsi? Atau harus digimanain? Itu busa dari mana ya?

    Sebenernya tiap buang rebusan pertama itu agak sayang. Soalnya air rebusan pertama ada kaldu2nya juga. Takut kaldunya ga sebanyak kalo ga dbuang. Hehehee.. tapi emang misal ga dbuang slain bikin keruh kotor ga cantik, apakah ada pengaruh rasa atau ksehatan?

    Makasi mba.. maaf banyak nanya.

    Oiya,,aku bberapa kali praktekin cake jtt yg pake baking powder. Aku ga punya yg doble action tp alhamdulillah slalu sukses. Makasi ya sharing resepnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. cairan paling atas dan bening itu minyak/lemak ya mba, kalau mau dikurangi supaya lebih low kalori diamkan sampai dingin atau masukkan kulkas hingga lapisan atas membeku dan keras, kemudian bisa dibuang.

      kalau ada busa ya sebaiknya diambil saja pakai serokan dan dibuang supaya kualitas kaldunya lebih jernih

      rebusan pertama itu menurut saya tdk mengandung kaldu, kaldu memerlukan waktu lama direbus baru keluar, rebusan pertama sangat pendek waktunya dan kebanyakan berupa kotoran dan darah

      Hapus
  53. Hai mbak Endang salam kenal...

    saya sering baca resep dari mbak, dan itu membantu banget buat saya...
    untuk membuat kaldu diatas bisa pake ayam potong nggak?
    atau harus ayam kampung?
    trm kasih


    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Erna, salam kenal juga ya. Bisa pakai ayam potong, kampung, tulang2an sapi atau ayam, semua oke ya

      Hapus
  54. Salam hangat mbak, saat mau dimasak kaldu yang sudah kita simpan di freezer, bagaimana cara mencairkannya? Saya membaca literatur tidak baik langsung dipanaskan segala bahan yang beku, mohon pencerahannya.
    Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba, saya biasanya letakkan saja disuhu ruang sampai cair sendiri. Atau kalau besok mau dipakai, malamnya ditaruh di chiller.

      Hapus
  55. Salam kenal ya, mbak! Saya berhasil mengeksekusi resep kaldu ini, memang membutuhkan waktu yang lama dan tenaga yg terkuras untuk membuatnya (lebay dikit ya mbak), tapi itu setimpal dengan hasilnya. Anak" sayapun bisa memakan sup tanpa terganggu dengan aroma aneh dari kaldu yg biasanya dibuat oleh ibu mereka, yaitu saya. Terima kasih ya mbak, semoga mbak tidak lelah untuk memberikan ilmu dan resep masakan untuk ibu" yg sering gagal fokus di dapur, seperti saya. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal Mba Vita, thanks sharingnya yaa, memang membuat kaldu ini lumayan rempong yaa wakakka. Tapi kalau untuk anak2 lebih sehat, dan bs dibekukan dalam wadah2 kecil untuk sup atau kuah bubur nasi.

      Hapus
  56. Halo mb endang,mb saya pernah beli kaldu homemade bentuk gel gt..nah pingin bikin sendiri ada tips ga ya mb biar bisa bentuk gel gt
    tengkyu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Nana, kemungkinan pakai gelatin yang ketika mendignin menjadi gel dan saat dipanaskan mencair, sama seperti ketika kita merebus kaki ayam, ketika dingin dan masuk kulkas air rebusan menjadi padat dan membentuk gel karena kandungan gelatin didalamnya. Hanya perkiraan saya ya, untuk proses membuatnya saya kurang tahu ya mba

      Hapus
  57. Mbak.. aku td malem masak kaldunsekitar jam 11 malem . Tp blm dimasukin kulkas karna niatnya nunggu dingin dulu tp udh keburu malem. Trs pagi nya aku berangkat kantor dan gk kaldunya masih blm smpt di masukin kulkas. Aku pulang kantor jam 9 malam ini. Apakah kaldunya masih bisa dan masih bagus utk dimasukin kulkas atau sudah rusak? Karna sudah diluar kulkas seharian.
    Atau aku bisa angetin kemudian baru masukin kulkas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Yul, kalau sudah terlalu lama di suhu ruang kemungkinan akan rusak, tapi bs dicium baunya kalau berbau busuk sebaiknya tdk dipakai. Tapi kalau masih bau fresh kaldu dan ketika dirasa gak basi sih oke2 sjaa mba.

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...