28 Juli 2011

Klappertaart Tidak Dipanggang



Pertama kali merasakan klappertaart, dan itu sudah lama sekali, seingat saya adalah ketika ada teman sekantor yang baru saja kembali dari tugas di Manado. Samuel, teman saya ini, membawa satu loyang klappertaart dengan diameter sekitar 23 cm, dan dalam sekejap mata si kue lezat ini habis, ludes disikat beramai-ramai. Rasanya sungguh sedap. Tekstur kue yang seperti puding ini begitu lembut, lumer di mulut dengan rasa yang manis, ditambah dengan lembaran-lembaran lembut daging kelapa muda dan kacang kenari yang gurih dan ditutup dengan semriwing rhumAhh, saya langsung mengklaim, tidak ada hidangan selezat klappertaart! Mungkin ambrosia, makanan para dewa dalam mitology Yunani seperti ini rasanya, pikir saya saat itu. Sayangnya waktu itu di Jakarta makanan ini sulit ditemui, sehingga kami pasti akan berlomba-lomba memesan jika kebetulan ada teman yang pergi ke Manado, kota si Klappertaart ini berasal.

Kelapa muda yang lembut dan manis

Kini di Jakarta, makanan ini mudah dijumpai dan sering kali menjadi salah satu snack yang disajikan dalam suatu acara jamuan makan. Di kantor saya bahkan seringkali jika ada staff yang berulang tahun maka klappertaart yang dikemas dalam cup-cup alumunium foil dan dilengkapi dengan sendok plastik kecil dibagikan ke seluruh karyawan. Praktis memang, karena kue semi puding dengan tekstur yang lembek ini memang agak merepotkan saat akan disantap. Bahan utama klappertaart adalah kelapa muda yang dibalut dalam adonan lembut yang terbuat dari terigu, susu dan telur. Permukaannya biasanya ditaburi dengan kismis, kacang kenari dan kayu manis bubuk. Umumnya klappertaart juga di tambahkan rhum untuk menetralisir supaya rasanya tidak terlalu eneg




Berdasarkan cara membuatnya maka dikenal dua jenis klappertaart, panggang dan non panggang. Klappertaart panggang biasanya pada permukaannya ditambahkan putih telur yang dikocok hingga kaku. Proses pembuatannya yaitu setelah kue dipanggang setengah matang permukaannya kemudian disemprotkan putih telur kocok, kue lantas dipanggang kembali hingga matang. Cara ini menciptakan kue dengan permukaan seperti mousse/busa yang lembut. Cara kedua adalah tanpa panggang, cara ini tentu saja lebih praktis dan mudah untuk dibuat. Klappertaart tanpa panggang tidak disemprotkan putih telur di permukaannya dan paling sedap dimakan dalam kondisi dingin. Karena itu kue ini sebaiknya dimasukkan ke dalam kulkas sebelum dihidangkan. 

Resep klappertaart ini sebenarnya idenya saya ambil dari vla vanilla untuk kue sus yang pernah saya posting di Kue Sus Isi Vla Vanilla dan Peach Puff Pastry. Ketika saya membuat vla terlintas dalam benak saya betapa teksturnya mirip sekali dengan klappertaart. Dari membaca beberapa literatur tepung custard umum digunakan untuk membuat vla dan puding, kebetulan karena saya memiliki 1 kaleng tepung custard di rak dapur maka saya mencoba untuk memberdayakannya dan ternyata hasilnya tidak mengecewakan. Tepung custard ini berwarna putih seperti tepung terigu, hanya saja ketika terkena cairan warnanya akan berubah menjadi kuning karena mengandung bahan pewarna di dalamnya. Bahan dasar tepung ini adalah krim dan kuning telur dan umum digunakan sebagai pengental pada saus, puding atau hidangan pencuci mulut lainnya. Custard umumnya dimasak dengan teknik double boiler/bain-marie (tim), microwave atau dengan memanaskannya menggunakan panci di suhu yang rendah. Memasak menggunakan custard memerlukan kehati-hatian karena panas yang berlebihan akan membuatnya menjadi menggumpal.

Melihat komponen bahannya, memang harus diakui jika klappertaart mengandung kalori yang tinggi. Karena itu memang sebaiknya disantap dalam porsi kecil dan terbatas. Hmm, sayangnya saya sulit melakukan hal tersebut ^_^.

Berikut ini resepnya ya. 


Klappertaart
Resep diadaptasikan dari Baking with Passion, Bakers & Spice - Pastry Cream, Chesnut mille feuilles

Bahan:
- 50 gram tepung custard (bisa diganti dengan tepung maizena)
- 35 gram tepung terigu serba guna
- 3 kuning telur 
- 1 putih telur
- 1/4 sendok teh garam halus
- 100 ml + 500 ml air kelapa
- 5 sendok makan susu bubuk rendah lemak
- 5 sendok makan gula pasir
- 4 butir kelapa muda, keruk dagingnya
- 1 sendok teh vanila ekstrak atau 1/4 sendok teh vanili bubuk
- 1 sendok teh essence rhum (optional)
- 50 gram kismis
- 30 gram kacang almond iris atau kenari cincang, jika suka
- 100 gram mentega 
- kayu manis bubuk sebagai taburan

Cara membuat:
Siapkan mangkuk, tuangkan air kelapa dan susu bubuk, aduk hingga rata. Sisihkan. 


Dalam mangkuk kecil, aduk jadi satu tepung custard, tepung terigu dan telur menggunakan spatula balon hingga rata dan menjadi adonan yang smooth. Tuangkan 100 ml air kelapa, aduk rata hingga menjadi larutan yang halus.

Siapkan panci ukuran sedang, letakkan panci di atas kompor. Tuangkan larutan air kelapa dan susu, tambahkan adonan tepung dan telur, aduk hingga rata menggunakan spatula balon atau kayu. Masukkan daging kelapa muda, garam, gula pasir dan vanila ekstrak, masak menggunakan api kecil sambil diaduk dengan gerakan searah agar tidak pecah.




Masak hingga menjadi adonan yang kental, tambahkan kismis, terus aduk hingga mulai muncul gelembung letupan tanda adonan mulai mendidih. Matikan api kompor dan angkat. 




Masukkan mentega, aduk hingga mentega mencair dan tercampur rata dengan adonan. Adonan yang terbentuk kental dan smooth. Tambahkan essence rhum aduk merata. 

Siapkan mangkuk-mangkuk kecil, tuangkan adonan ke dalamnya, taburi atasnya dengan almond yang telah dipanggang dan kayu manis bubuk menggunakan saringan kecil agar kayu manis tersebar merata dan tidak berlebihan di permukaan kue. Biarkan uap panasnya menghilang dan masukkan ke kulkas agar menjadi dingin. 

Klappertaart paling sedap dimakan saat benar-benar dingin. Yummy! 

Sources:
Buku Baking with Passion - Pastry Cream
Wikipedia Indonesia - Klappertaart
Wikipedia - Custard



47 komentar:

  1. resep klappertartnya bs nih dicoba utk pemula yg ga punya oven... salam kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai salam kenal juga, yep lebih praktis ya. Thanks

      Hapus
  2. Halo mba endang, saya udah nyoba buat ini, tapi kok klapertart saya ga lembut, trus pas dididihkan di kompor, dia kering dan akhirnya mengumpal alias pecah2. hiks hiks. Apakah api kompornya yang kebesaran ya mba? Soalnya saya udah ikutin sesuai resep. Jadi klapertart saya mirip fla nya kue sus. tapi agak keras dikit.
    - Salam Atiqah -

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba Atiqah, api harus sangat kecil sekali Mba, kalau terlalu besar akan cepat menggumpal dan mengering. Apakah takaran sama? Kalau terlalu kering maka sebaiknya takaran air ditambah. Memasaknya harus terus diaduk dan adonan harus diperhatikan baik2, jika muncul letupan pertama langsung diangkat, tidak boleh ditinggal atau terlalu lama dimasak.

      Hapus
  3. kok ada yg sama yaa :O http://kulinernusantara28.blogspot.com/2012/01/klappertaart-tidak-dipanggang.html
    susi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks atas linknya, waduh bikin saya emosi jiwa banget. Semua di copy total sampai gambar2 dan sourcenya juga tapi gak kasih link back ke saya. Gambar saya di cut dan dihilangkan water marknya. Kapan negara ini bisa maju ya, kalau mental cheating seperti ini dipelihara. Tobat dah!

      Hapus
  4. iya nih mba, aku juga gedeg -_- pdhl mba endang udah cape2 foto, nulis, masak, posting dll eh dicopas plek jiplek tnp linkback ke JTT -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, nangsibb hiks. Thanks ya Non, kayanya resiko blogger di Indonesia. ^_^

      Hapus
  5. udah nyoba resep ini lom? rasanya enakan yang dipanggang apa nggak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah pertanyaan ini maksudnya gimana ya? udah coba resep ini dipanggang belum? gitu kali ya? kalau sudah nyoba resep ya pasti resep diatas sudah di trial.

      Hapus
  6. Mbak, saya mau tny. Itu susu bubuknya knp hrs rendah lemak? Klo pake susu bubuk ons2-an yang dipake buat bikin roti itu bisakah? Atau pake susu bubuk dancow?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan kalau mau pakai full cream, ini karena saya mengurangi kalori saja. bisa pakai susu bubuk kiloan ya, susu bubuk apapun oke kok

      Hapus
  7. mau tanya mbak..kalau saya perhatikan yang panggang atau yang ga panggang, takaran bahannya sama aja tuh..apa kl dipanggang adonannya jadi lebih kering ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba Niniek, sebenarnya sama saja, hanya saja versi panggang permukaan kue memang lebih kering ya

      Hapus
  8. mbak kalau ini ditambah topping putel dan dipanggang bisa tho? mau coba jadi variasi panggang tapi sy sdh jatuh cinta dengan resep yg no bake ini..jadi penasaran..menurut mbak gimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba dwi, belum pernah buat versi pakai topping putel dan panggang ya, jadi gak bs kasih masukan karena mungkin resep klapertart panggang beda sama yang nggak panggang ya.

      Hapus
  9. mbak, Klappertaart yg tidak dipanggang ini bisa tahan berapa hari ya di kulkas?

    BalasHapus
  10. mbak,klo mau dipanggang hrs brp lama? suhunya brp? (pk otrik) mksh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini jenis tidak dipangang ya, mungkin mba harus cari versi panggangnya karena bisa jadi komposisi bahan beda.

      Hapus
  11. Mba, kalau ga pake telur kira-kira bakal merubah rasa ga ya? Thank you mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yeppp, saya rasa tidak akan selezat jika menggunakan telur ya

      Hapus
  12. Mbak, kalau saya ingin buat 15 porsi atau lebih, apakah sebaiknya bahan bakunya dibuat juga menjadi 3 kali lipat? Tolong infonya mbak.
    Terima kasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo, tergantung dengan besar wadah yang akan dipakai ya. Yang jelas kalau mau lebih banyak, maka bahannya tinggal di kalikan saja sesuai porsi yang diinginkan ya.

      Hapus
  13. halo Mbak... air kelapa 600ml itu kira2 dari berapa butir kelapa y...? trima kasih... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba anne, sepetinya tergatung besar kelapanya, bs 1 atau 2 butir

      Hapus
  14. Mbak...
    Ini bisa dibikin rasa2 gak sih? Seperti rasa coklat gitu? Kalo memang bisa, apakah ada bahan yang harus ditambahkan? Lebih baik pakai coklat bubuk/DCC? Dan berapa untuk takarannya? Mau coba aku variasiin nih, makasih ya Mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Ayu, bisa pakai rasa coklat mba, saran saya pakai coklat bubuk atau pasta coklat saja ya. Takarannya mungkin sekitar 1 sendok makan untuk coklat bubuk, kalau pasta coklat tergantung pastanya ya, jadi mulai saja pakai 1 sendok teh ya.

      Hapus
  15. hi mba....kalau kelapa nya beli di abang2 yang jual es kelapa muda bisa kan? atau harus ada kata kunci nya gitu kalau beli di pasar hehehe...makasaih sebelumnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba reni, yepp beli di abang2 penjual kelapa muda ya, minta dikerok sekalian dagingnya. saya belinya juga disana kok dan gak perlu pakai kata kunci ya hehheheh

      Hapus
  16. Salam kenal mb...mau nanya donk utk putih telur d campurkan d mana yaah,,,,makasih sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba ade, dicampurkan saat awal proses membuat custard ya:
      Dalam mangkuk kecil, aduk jadi satu tepung custard, tepung terigu dan telur (telur disini kuning dan putihnya ya)

      Hapus
  17. nice blog.. salam kenal ya, mbak. mo tanya, nih! jumlah daging kelapa mudanya memang harus dari 4 butir kelapa ya, mbak? harus sebanyak itu, kah? tks.

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba, setahu saya kelapa yang sangat2 muda dagingnya cuma sedikit ya. Dan hasil terbaik memang berasal dari daging kelapa yang sangat muda sehingga lembut dan gak keras sama sekali. kalau daging kelapa yang digunakan banyak bs dikurangi takarannya ya

      Hapus
  18. mbak Endang, ijin copas resepnya ya? ohya, adonan terigu g perlu disaring lagi ya, mbak? takutnya brindil2 ( maklum, amatiran hehe), kalau disaring baru dicampur isian kismis dll bisa ga? atau akan merusak adonan? terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mb inge, silahkan mba. silahkan kalau mau disaring mba untuk memastikan adonan benar2 smooth. yep bisa kok setelah dsaring baru dicampur kismis dan diaduk

      Hapus
  19. mbak, ak udh nyoba, setengah resep doank si,hehe takut gagal( walo resep udah ok, ga yakin tanganku bs seperti tangan Mbak Endang hehe). rhum tak skip, atasnya tak tambahi parutan keju,tp g pake kayu manis, soalnya toko bahan kue langganan dua hari tutup,libur, jd pake yang seadanya. nyiapain degannya ya pake perjuangan. tnyata dibeliin sui degan yang kerokannya kasar, jd harus dibersihin kulit arinya yang agak nempel satu satu ( bener bener deh).
    cuma jd 6 cup kecil, satu dah dicomot sama anakku yang kecil pas masih blm masuk kulkas, eh setengah jam kemudian ambil lagi satu. Kataknya g jaminan bisabertahan sampai suami pulang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba inge, thanks sharingnya ya mba. wakaka perjuangan banget membuat klapertaartnya, tapi kalau suskes gak papa yaa, semua capeknya sirna, apalagi kalau si krucil suka juga hahahha.

      ayo buat lagi buat bapaknya yaaa

      Hapus
  20. Salam kenal mbak endang ��
    Seneng bs dpt resep2 yang gampang dan mudah buat pemula ky saya..
    maklum tinggal jauh dr ortu bikin saya kangen sm jajanan ini.
    Dr sekian toko bahan kue yg saya datangin, saya masih blm bs nemuin kenari....hmm kira2 kenari bs diganti pake apa y mbak (biar klapertartnya tetep endess) ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal Mba Novita, thanks ya sudah menyukai resep2 di JTT. Untuk kenari saya biasanya ganti dengan almond slices ya mba, lebih mudah ditemukan di toko dan spm.

      sukses selalu ya! ^_^

      Hapus
  21. Mba tq banget buat resepnya..cocok dan enak banget rasanya :)
    Tp kl mo dibuat teksturny jd lebih padat kira2 yg perlu ditambah takaran terigu atau maizenanya ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mas Divo, thanks sharingnya ya, tambah maizena saja ya, jangan tepung terigu

      Hapus

Heloooo! Terima kasih telah berkunjung di Just Try andTaste. Walau terkadang saya tidak selalu bisa membalas setiap komentar yang datang, namun saya senang sekali bisa menerima dan membacanya.

Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen anda dalam mencoba resep-resep yang saya tampilan. Semua komentar baik di posting lama maupun baru sangat saya nantikan. ^_^

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan di artikel karena saya menggunakan setting moderasi, namun jangan khawatir, begitu saya kembali ke laptop maka hal utama yang saya lakukan adalah mengecek dan mempublish komentar anda.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste. Untuk mengajukan pertanyaan dan komentar, anda juga bisa langsung email ke saya di endangindriani@justtryandtaste.com

Saya tunggu komentar, feedback, email dan sharing anda ya. Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...