18 Desember 2010

Panada Isi Tuna



Di kantor saya yang lama ada teman dari Manado, Arnold, yang suka sekali membawa panada. Panada buatan Ibunya itu memang mantap sehingga walaupun ukurannya jumbo, makan satu pun terasa masih saja kurang :). Kulit panada yang seperti roti goreng terasa empuk di mulut, pas sekali di kombinasikan dengan isinya yaitu berupa suwiran cakalang yang dimasak dengan bumbu yang nendang di lidah. Hmm!

Kangen kepingin mengudap panada, akhirnya saya mencoba membuatnya sendiri. Toh membuat adonan kulitnya tidak beda-beda jauh dengan donat. Untuk cakalangnya saya ganti dengan ikan tuna. Kebetulan fillet tuna beku saya di kulkas masih cukup banyak.  Bisa juga anda ganti dengan ikan tongkol. Rasanya tetap laziz lho. Saya pernah mencoba  abon ikan tongkol untuk isian roti. Nah untuk Roti Isi Abon Ikan Tongkol, resepnya bisa anda klik disini.

Panada yang asalnya dari Manado ini, merupakan sejenis roti goreng yang diisi dengan olahan dari ikan, biasanya ikan yang digunakan adalah cakalang asap. Daging cakalang dimasak dengan aneka rempah dan santan hingga santan mengering dan daging ikan menjadi seperti abon yang basah. Adonan kemudian dibentuk menyerupai pastel besar dan digoreng. Hidangan ini cukup mengenyangkan dan bisa tahan hingga 3 hari.


Yuk kita buat untuk teman nonton tivi di hari weekend, keluarga anda pasti menyukainya.

Panada Isi Tuna
Resep diadaptasikan dari buku Kitab Masakan, Kumpulan Resep Sepanjang Masa

Untuk 15 buah panada ukuran jumbo 

Bahan untuk adonan roti:
250 gram terigu protein tinggi (saya menggunakan Cakra Kembar dari Bogasari)
1 1/4  sendok teh ragi instan (saya pakai merk Fermipan)
1 sendok teh baker's bonus (optional), ini agar adonan roti menjadi lebih lembut.
1 butir telur
50 gram gula pasir
100 ml santan kental
2 sendok makan margarine
minyak untuk menggoreng

Bahan isi:
200 gram ikan tuna, kukus hingga matang dan haluskan dengan menggunakan cobek. (resep asli menggunakan ikan tongkol)
1 ikat kecil daun kemangi, ambil daunnya (saya tidak pakai)
3 lembar daun jeruk, iris halus
300 ml santan 
minyak untuk menumis

Bumbu halus untuk isi:
4 buah cabai merah
3 buah cabai rawit
3 butir bawang merah
2 siung bawang putih
1 batang serai ambil bagian putihnya (resep asli tidak ada)
2 sendok makan air asam jawa
1 sendok teh ketumbar, sangrai (resep asli tidak ada)
1/2 sendok teh kaldu bubuk (resep asli tidak ada)
garam secukupnya

Cara membuat:
Dalam mangkuk besar masukkan terigu, ragi instan dan baker's bonus, aduk hingga ragi benar benar tercampur rata. Masukkan gula pasir, telur dan santan. Aduk rata. Masukkan margarine dan garam. Uleni hingga menjadi adonan yang kalis. Tutup adonan dengan plastic wrap atau lap basah hingga menjadi mengembang. 


Kempiskan adonan, uleni sekali lagi sebentar saja. Bagi adonan menjadi 15 buah. Bulatkan masing-masing adonan dengan menggelindingkannya di telapak tangan agar permukaannya smooth/halus. Tutup kembali adonan dengan plastic wrap atau lap basah. Biarkan mengembang.

Selama menunggu adonan mengembang, kita buat isinya.

Panaskan margarine di penggorengan, tumis bumbu halus hingga harum, masukkan daun jeruk iris. Kemudian masukkan daging tuna yang telah dihaluskan, aduk sebentar. 

Tambahkan santan, garam, air asam dan kaldu bubuk. Aduk dan masak hingga santan mengering. Cicipi rasanya. Angkat.

  
Siapkan alas untuk membentuk panada. Saya menggunakan talenan dari kayu, taburi dengan tepung. Ambil adonan kulit, tipiskan dengan telapak tangan. Isi dengan 1 sendok makan bahan isi. Gunakan ibu jari untuk menahan adonan dari belakang, sementara kedua jari telunjuk menekan isi agar masuk kedalam lipatan adonan. 
Dengan menggunakan garpu tekan-tekan bagian pinggir adonan agar lengket, pastikan sisi-sisinya menempel rapat agar tidak terbuka saat di goreng.


Tata panada di loyang yang telah ditaburi dengan tepung terigu agar tidak lengket. 
 

Goreng panada dalam minyak panas yang banyak hingga kuning kecoklatan dan matang. Angkat dan tiriskan.

Panada siap disantap untuk menemani segelas teh manis hangat atau kopi.



20 komentar:

  1. Balasan
    1. pengempuk roti, skip saja Mba, sekarang saya gak pernah pakai. asalkan air cukup, roti akan empuk kok

      Hapus
  2. Kalo tepung nya pake komachi bisa kah mb? Sy masih punya stok 1 kg komachi, bingung mau diapain..hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa pakai komachi ya Mba, karena panada pada dasarnya mirip denga donat juga ya

      Hapus
  3. Perlu di ksh air jg y bu..atau cukup pakai santan aja

    BalasHapus
  4. Hallo mb .....
    salam kenal ....
    Panada bs disimpan di freezer g ya ??
    Makasih ^-^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo, salam kenal juga.

      Panada yang sudah digoreng ya? yep bs kok dibekukan di feezer.

      Hapus
  5. Panada yg sdh diisi bisa disimpan difreezer gak mbak, trs besoknya br goreg

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba, bisa ya, asalkan ditata jangan bertumpukan supaya gak lengket satu sama lain ya, ketika akan digoreng didiamkan dulu disuhu ruang supaya lemas baru digoreng ya

      Hapus
  6. Mbak endang, mendiamkan adonan rotinya brp lama ya hingga mengembang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. tergantung suhu di dapur mba, makin hangat makin cepat mengembang, biasanya sekitar 1 s/d 1,5 jam ya

      Hapus
  7. Mbak, knp adonan rotinya lengket banget ya? Susah ngulenin nya. Berkali-kali celup tangan ke tepung ttp aja lengket smp sulit digerakin tangannya. Apa memang bgt adonannya mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. yep memang adonannya lengket ya, karena itu hasil akhirny empuk. Jika susah menguleni tambahkan sedikit tepung tapi gak boleh berlebihan nanti keras rotinya

      Hapus
  8. Tanya lg mbak, untuk takaran santan 300ml di adonan isi pakai ukuran brp kelapa? Atau pakai santan instan spt kara saja?

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya pakai santan instan mba, pakai saja santan segitiga ukuran 80 ml diencerkan sampai jadi 300 ml

      Hapus
  9. mbak kalau di tempatku isinya biasanya kacang ijo yang di masak sama gula pasir,pandan dan sedikit garam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yep, di kampung halaman saya di Paron juga seperti itu, tp panada isinya suwiran ikan ya

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...