05 December 2010

Si Tongkat Keju Nan Renyah: Cheddar Cheese Stick


Selama ini karena mengira sulit membuatnya dan takut berakhir menjadi tongkat kayu, saya tidak pernah membuat camilan ini. Apalagi minimart di dekat kantor saya juga menyediakannya. Bahkan beberapa teman kantor saya ada yang menjualnya.  Stick keju yang renyah, gurih dan membuat saya terkagum-kagum sendiri serta bertanya-tanya kiri dan kanan sambil mulut mengunyah. "Kok bisa ya serenyah ini? Gimana cara buatnya? Ada trik khusus tidak?". 

Hari ini saya membuktikan bahwa ternyata tidak sulit lho membuatnya.  Hasilnya juga bisa disandingkan dengan stick keju yang dijual di supermarket atau toko jajanan lainnya. Selain itu dengan modal yang kecil saya berhasil membuat satu stoples besar stick keju. Benar-benar memuaskan. 

Resepnya saya modifikasi dari Natural Cooking Club. Membuatnya juga mudah dan cepat. 

Ayo tunggu apalagi? Daripada membeli di luaran yang kita tidak tahu bagaimana kualitas dan higienitasnya, lebih baik kita buat camilan ini sendiri untuk keluarga di rumah. Cocok dinikmati sambil menonton TV bersama.  

Cheddar Cheese Stick 
Resep diadaptasikan dari Fatmah Bahalwan, Natural Cooking Club, Parmesan Cheese Stick. 

Bahan:

- 300 gram tepung terigu serba guna
- 200 gram tepung sagu
- 150 gram keju cheddar parut (resep asli 100 gram)
- 2 sendok teh garam (resep asli 1 sendok teh) 
- 4 butir telur
- 30 gram mentega

Cara Membuat:
Dalam mangkuk besar campur tepung terigu, tepung sagu dan garam hingga rata. 

Buat lubang di tengah tepung, masukkan telur kemudian aduk dan uleni hingga menjadi butiran-butiran.

Masukkan keju parut, uleni hingga rata. Cairkan mentega, selagi panas siram mentega ke dalam adonan tepung. Aduk dan uleni hingga adonan kalis. Jika adonan masih pecah-pecah dan bertepung jangan khawatir, terus saja uleni hingga semua bahan tercampur dan adonan menjadi kalis. 

Cetak adonan dengan menggunkan cetakan pasta karena lebih cepat. Atau anda juga bisa mengambil sedikit adonan kemudian menggilasnya dengan penggilas atau botol dan potong-potong memanjang. 



Goreng cheese stick dengan api kecil supaya kue matang sempurna dan hasilnya cantik. Angkat, dinginkan dan masukkan ke dalam stoples kedap udara.



Cheese stick siap untuk dijadikan camilan.

Hmm, lezat! 

19 comments:

  1. Blogmu sungguh inspiratif dan bikin pengen cepet2 weekend biar bisa dicobain di dapur rumah :). Mba untuk resep ini bila tepung sagu diganti dengan tepung tapioka apakah bisa? Lagi adanya tepung tapioka. Terima kasih...

    Phoenix

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Phoenix, thanks ya, berarti sama seperti saya maunya weekend mulu supaya bisa praktek bikin ini dan itu hahaha. Yup, bisa diganti tapioka ya. Selamat mencoba! ^_^

      Delete
  2. Ketika membaca dan melihat cantiknya warna ungu di edisi ubi jalar, saya jadi ingat sama eskrim rasa taro yang dibawakan teman oleh2 dari Filipina. Mungkin bisa dijadikan next project untuk mba Endang,hehehe....
    Rasanya enak banget... Lembut, creamy dan berasa banget taro, berasa banget susu. Terutama kalo dibanding eskrim rasa coklat/strawberry yang lebih berasa artificial flavornya.
    Just an idea for u ;)

    Phoenix

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Phoenix, yup, saya sebenarnya kepengin banyak mencoba memberdayakan talas/taro ke berbagai macam olahan. Saya pernah minum jus taro dan rasanya mantap. Sayangnya talas di Indonesia kurang memiliki warna ungu ya.

      Umbi berwarna ungu lainnya yang juga biasa digunakan di cuisine adalah Yam, di US ketela rambat ungu juga disebut Yam. Sedangkan Yam di Asia dan Afrika adalah sejenis tanaman merambat keluarga Diocoreaceae. Ada 3 warna Yam: ungu, putih dan kuning. Yam terkenal di Philipines, disebut 'ube' dan sering digunakan untuk berbagai dessert termasuk es krim.

      Thanks untuk sharingnya ya, nanti saya coba untuk lihat resep2 ubi untuk es krim, mungkin ada yang sesuai. ^_^

      Delete
    2. mb,beli pemotong mie dimana ya?

      Delete
    3. Saya beli alat pemotong pasta ini di supermarket D-Best, Fatmawati, tapi sekarang sudah tutup diganti Lotte Mart. Setahu saya di Mangga dua dan Glodok ada, di toko yang menjual perabotan dapur. di Mall Ambasador lantai food court sepertinya juga ada. Atau coba google saja, kayanya banyak yang jualan online, harganya antara 150 - 200 rb.

      Delete
  3. Assalamu'alaikum..pagii.....untuk sekian kalinya nyoba resep dari mbak...dan hasilnya....enak..enak..enak..enak...resep ini di buat untuk cemilan anak saya usia 10 bulan & buat keponakan. Alhamdulillah hasilnya kejunya brasa banget, lembut dalamnya, 'kranci' di luarnya...oia mbak pas ngegorengnya knp minyaknya jadi pada berbusa ya ? mbak gitu jg gak ? oia..request dari ibu saya di rumah biar agak keras kita harus ngurangin telor, atau mentega ya mbak..? makasih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Assalamualaikum Mba Fitri, wah senang mendengar ada yang suka dengan resep cheese sticknya. Saya maniak bener sama makanan ini Mba, sayang bikinnya capek makannya sekejap wakakak. Iya Mba, kendala yang bikin kesal memang minyak keluar busa, ini karena kandungan telurnya. Hahah saya juga sampai bingung waktu menggorengnya. Betul Mba, biar agak keras kurangi mentega dan telurnya ya. Salam buat Ibunda di rumah ya.

      Delete
    2. hu..'uhh..buatnya lumayan nguras energi, makannya tinggal lep..lep..lep.. :D :D oke deh mbak nanti di coba klo di kurangin telur sama mentega...sip insya Allah di sampein salamnya... ^_^

      Delete
  4. Mba endang resep2nya oke2 loh..udah banyak yg kucobain dan aku suka semua...
    Utk cheese stick ini bisa pake keju quick melt ƍα' ya mba? Soalnya pengen memberdayakan quick meltku aja yg hampir mau kadaluarsa.. Hihiiii...
    Kalo ƍα' bisa kira2 mba endang Άϑά resep yg pake quick melt ƍα'? Terimakasih ya mba sebelumnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai Mba, bisa pakai quick melt, atau keju apapun yang ada ya, yang penting berasa keju wakakak. Thanks sharingnya ya, moga suka dengan resep2 lainnya.

      Delete
  5. hai mba, aku baru nyobain resep ini td. 1/2 resep sih, itu pun kyknya kebanyakan. aku pake penggilingan mie ukuran paling kecil, jadinya banyak. Tp s4 ragu sih, soalnya wktu nguleni, kok ga ada tanda2 kalis ya? msh kering gitu. jd kutambah sdikit air. Alhamdulillah bisa dicetak dan hasilnya memuaskan. mgkn sedikit saran, klo ukuran telur bisa pake gram, soalnya telur skrg kykx udah banyak ukuran. malah sy pernah liat telur ras sekecil telur ayam kampung, hihi...
    tp aku suka blognya mba, banyak cerita dibalik resep soalnya, jd kadang2 kyk baca cerpen :-)
    keep share ya mba...


    mama ochan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba, kalau saya mencatumkan telur di resep berarti telur ayam ukuran besar ya. Saya kalau beli telur selalu mencari yang ukurannya besar. Karena ukuran itu menjadi standar membuat kue. Kecuali kalau membuat kue tertentu dimana takaran putih telur/kuning telurnya harus tertentu, maka saya pasti akan cantumkan gram disana.

      Kalau adonan kering, tambahkan sedikit air, karena sebenarnya kelembaban tepung bisa beda2 juga, jadi pakai feeling juga untuk mengira2nya ya.

      Thanks sharingnya ya.

      Delete
  6. mbak,resep yg memakai margarine/mentega leleh dgn yg tidak di lelehkan bedanya di mana dalam hasil akhirnya?renyahan yg mana?makasih. Maya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Maya, mentega/margarine kudu dilelehkan ya dan disiram panas2 ke tepung, ini yang mmebuat stick menjadi renyah dibandingkan mentega dimasukkan begitu saja tanpa dilelehkan.

      Delete
  7. Talas ungu di wamena banyak mba,,emang rasanya beda dg yg putih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah enak itu buat bikin jus, es krim, dan cake talas ungu. wakakak kepala saya isinya cuman makanan ^_^

      Delete
  8. mbakkkk...judulnya parmesan kok bahannya cheddar ? kan itu dua macam keju yg berbeda ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai, thanks yaa, sudah sya revisi judulnya ya, anyway busway bisa pakai cheddar atau parmesan ya

      Delete

Heloooo! Terima kasih telah berkunjung di Just Try & Taste dan meluangkan waktu anda untuk menulis sepatah dua patah kata. Walau terkadang saya tidak selalu bisa membalas setiap komentar yang datang, namun saya senang sekali bisa menerima dan membacanya.

Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen anda dalam mencoba resep-resep yang saya tampilan. Semua komentar baik di posting lama maupun baru sangat saya nantikan. ^_^

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan di artikel karena saya menggunakan setting moderasi, namun jangan khawatir, begitu saya kembali ke laptop maka hal utama yang saya lakukan adalah mengecek dan mempublish komentar anda.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan. Jika anda ingin mendapatkan back link maka anda harus menggunakan OpenId atau Name + Url.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try & Taste. Untuk mengajukan pertanyaan dan komentar, anda juga bisa langsung email ke saya di endangindriani@justtryandtaste.com

Saya tunggu komentar, feedback, email dan sharing anda ya. Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Let's we try and taste! ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...