Nah, ini salah satu hidangan olahan ayam yang saya suka. Kaya bumbu dan rasanya pedas, nendang banget di lidah. Ayam Masak Leilem, masakan dari Manado.
Temen kantor saya, Gary, asli Manado dan ibunya paling sering membawakan lauk ayam ini sebagai menu makan siangnya. Bumbunya ringan, aromanya harum dan rasanya sangat lezat sekali. Keunikan masakan ini adalah tambahan irisan daun leilem di dalamnya. Sayang sekali sulit untuk menemukan daun ini dan biasanya hanya di tanam dipekarangan rumah ibu-ibu Manado, contohnya seperti di pekarangan rumah si Gary. Menurutnya daun leilem bisa diganti dengan daun melinjo karena bentuk dan tastenya agak mirip.
Yah, walaupun tidak se-oke jika dimasak dengan daun leilem, tidak membuat saya putus asa. Karena si Gary lupa terus untuk menanyakan resepnya ke sang Mama, sayapun mencari resepnya di buku. Maka jadilah Ayam Masak Leilem/Daun Melinjo ini. Rasanya, hmmm sedap!
Cara membuatnya pun sangat mudah dan cepat. Bosan dengan ayam yang hanya di goreng dan diopor? Kenapa tidak mencoba resep ayam yang satu ini, dijamin keluarga anda akan mengacungkan jempol semua.
Yah, walaupun tidak se-oke jika dimasak dengan daun leilem, tidak membuat saya putus asa. Karena si Gary lupa terus untuk menanyakan resepnya ke sang Mama, sayapun mencari resepnya di buku. Maka jadilah Ayam Masak Leilem/Daun Melinjo ini. Rasanya, hmmm sedap!
Cara membuatnya pun sangat mudah dan cepat. Bosan dengan ayam yang hanya di goreng dan diopor? Kenapa tidak mencoba resep ayam yang satu ini, dijamin keluarga anda akan mengacungkan jempol semua.
Ayam Masak Leilem/Daun Melinjo
Resep diadaptasikan dari Buku Hidangan Populer Sulawesi Utara Khas Tomohon, Ayam Leilem Bahan:
- 1/2 kg ayam, potong-potong sesuai selera
- 1 sendok teh garam
- 1 sendok makan air jeruk nipis untuk melumuri ayam
- 200 gram daun leilem, saya ganti dengan daun melinjo, iris kasar
- 2 sdm minyak goreng untuk menumis
- 200 ml air
Bumbu iris:
- 1 sendok teh garam
- 1 sendok makan air jeruk nipis untuk melumuri ayam
- 200 gram daun leilem, saya ganti dengan daun melinjo, iris kasar
- 2 sdm minyak goreng untuk menumis
- 200 ml air
Bumbu iris:
- 8 bw merah, iris halus
- 4 bw putih, iris halus
Bumbu dihaluskan:
- 5 buah cabai merah (resep asli tidak ada)
- 4 buah cabai rawit merah (resep asli tidak ada)
- 4 buah cabai rawit hijau
- 1/2 ruas jahe
- 1 batang serai, ambil bagian putih (resep asli tidak dihaluskan)
- 1/2 sendok teh kaldu bubuk (resep asli tidak ada)
- garam & gula secukupnya
Daun bumbu:
- 1 batang daun kemangi, iris kasar
- 1 batang daun bawang, iris kasar
- 1/2 lembar daun kunyit, iris halus
- 4 bw putih, iris halus
Bumbu dihaluskan:
- 5 buah cabai merah (resep asli tidak ada)
- 4 buah cabai rawit merah (resep asli tidak ada)
- 4 buah cabai rawit hijau
- 1/2 ruas jahe
- 1 batang serai, ambil bagian putih (resep asli tidak dihaluskan)
- 1/2 sendok teh kaldu bubuk (resep asli tidak ada)
- garam & gula secukupnya
Daun bumbu:
- 1 batang daun kemangi, iris kasar
- 1 batang daun bawang, iris kasar
- 1/2 lembar daun kunyit, iris halus
Cara Membuat:
Remas-remas ayam dengan air jeruk nipis dan garam 1 sendok teh. Diamkan 15 menit. Sisihkan.
Tumis bumbu halus dan bumbu iris dengan minyak panas hingga harum, masukkan ayam dan daun kunyit, aduk hingga ayam berubah warna.
Masukkan air, garam, gula dan kaldu bubuk masak hingga ayam matang dan air menyusut. Masukkan daun bawang, terus aduk. Masukkan daun melinjo dan masak hingga daun matang dan air habis. Cicipi rasanya. Matikan api.
Masukkan daun kemangi dan aduk. Siap disajikan dengan nasi hangat.
Super!
Remas-remas ayam dengan air jeruk nipis dan garam 1 sendok teh. Diamkan 15 menit. Sisihkan.
Tumis bumbu halus dan bumbu iris dengan minyak panas hingga harum, masukkan ayam dan daun kunyit, aduk hingga ayam berubah warna.
Masukkan air, garam, gula dan kaldu bubuk masak hingga ayam matang dan air menyusut. Masukkan daun bawang, terus aduk. Masukkan daun melinjo dan masak hingga daun matang dan air habis. Cicipi rasanya. Matikan api.
Masukkan daun kemangi dan aduk. Siap disajikan dengan nasi hangat.
Super!

0 komentar:
Post a Comment
Heloooo! Terima kasih telah berkunjung di Just Try & Taste dan meluangkan waktu anda untuk menulis sepatah dua patah kata. Walau terkadang saya tidak selalu bisa membalas setiap komentar yang datang, namun saya senang sekali bisa menerima dan membacanya.
Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen anda dalam mencoba resep-resep yang saya tampilan. Semua komentar baik di posting lama maupun baru sangat saya nantikan. ^_^
Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan di artikel karena saya menggunakan setting moderasi, namun jangan khawatir, begitu saya kembali ke laptop maka hal utama yang saya lakukan adalah mengecek dan mempublish komentar anda.
Saya berusaha memberikan yang terbaik untuk membalas komentar, pertanyaan maupun sharing yang anda berikan. Walaupun saya sama sekali bukan ahli dibidang ini namun saya akan berusaha untuk mencari alternatif solusi berdasarkan pengalaman pribadi maupun dari sumber lainnya untuk menjawab pertanyaan yang masuk. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ternyata saran atau solusi yang saya berikan justru membuat eksperimen anda menjadi gagal.
Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try & Taste. Untuk mengajukan pertanyaan dan komentar, anda juga bisa langsung email ke saya di justtryandtaste@gmail.com
Saya tunggu komentar, feedback, email dan sharing anda ya. Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^
Salam sukses!!