- Aturan pertama adalah jangan mengaduk adonan terlalu berlebihan. Terlalu banyak mengaduk akan membuat muffin keras dan bantat. Aduk seperlunya hanya agar adonan basah, jadi jika masih ada gumpalan kecil biarkan saja. Adonan muffin memang bukan adonan yang harus bebas gumpalan.
- Ketika mempersiapkan bahan-bahan kue, pisahkan bahan-bahan kering dengan bahan basah dalam mangkuk terpisah. Campur rata bahan-bahan kering dan kocok bahan-bahan basah baru kemudian gabungkan bahan kering dengan bahan basah dan aduk perlahan sebentar saja.
- Jika anda bingung resep mana yang akan anda pilih, ingat-ingat saja bahwa jika banyak mengandung mentega maka muffin akan berakhir mirip cake dan jika kurang mentega maka muffin akan seperti roti.
- Ukur bahan-bahan dengan tepat, gunakan pisau untuk meratakan permukaan sendok atau mangkuk ukur. Ayak tepung dan bahan kering sebelum digunakan dan pastikan baking powder dan baking soda yang anda gunakan masih fresh karena ini sangat menentukan apakah kue anda akan mengembang dengan baik.
- Jika anda menggunakan buah-buah kering dan kacang sebagai campuran, tambahkan jika adonan telah tercampur. Trik agar buah-buah kering dan kacang yang anda gunakan bisa menyebar dengan baik pada seluruh kue sama seperti ketika membuat cake buah. Taburi seluruh permukaan buah kering dan kacang dengan tepung sebelum di campur ke dalam adonan, kemudian aduk seperlunya saja. Apakah adonan yang terbentuk masih kental dan bergumpal? Yup, memang adonan seperti itulah yang anda butuhkan.
- Jangan mengisi cetakan dengan adonan hingga penuh, isi 3/4 cetakan saja. Ini akan membuat permukaan muffin anda ketika dipanggang membulat dengan cantik bukan flat atau bahkan meluber keluar hingga menjadi seperti makhluk rawa. Gunakan sendok es krim untuk memasukkan adonan ke cetakan sehingga ukuran masing-masing muffin sama. Jika masih ada adonan tersisa menunggu giliran dipanggang, tutup permukaan mangkuk dengan plastik wrap atau kain bersih dan masukkan dulu ke kulkas.
- Jika anda menggunakan cetakan muffin, pastikan permukaannya diolesi dengan mentega dan tepung sebelum dituangkan adonan, agar adonan bergerak dengan mudah ketika mengembang. Kalau menggunakan kertas cup, saya biasanya merangkapnya dua lembar. Setelah kue matang, kertas cup terluar yang kotor terkena adonan saya lepas sehingga kertas pembungkus muffin terlihat tetap bersih.
- Pada saat anda memanggang menggunakan cetakan muffin dan masih ada cetakan yang kosong atau tidak terisi semua maka isi saja cetakan kosong tersebut dengan air 1/2 penuh. Trik ini dipercaya akan membuat muffin lebih moist dan menjaga permukaan cetakan tidak rusak. Beberapa bahkan menyarankan agar menyisakan satu cetakan untuk diisi dengan air pada saat memanggang. Tips ini belum saya coba.
- Sebelum membuat adonan, panaskan oven terlebih dahulu untuk memastikan suhu telah ideal untuk memanggang. Letakkan rak di tengah oven.
- Muffin dikatakan telah matang jika permukaannya telah berwarna kuning keemasan dan ketika disentuh terasa sedikit keras. Jika anda memasukkan lidi ke tengah kue maka tidak ada adonan yang menempel di lidi.
- Ketika muffin telah matang, keluarkan dari oven dan biarkan di dalam cetakan selama beberapa menit sebelum melepasnya dari cetakan. Ini untuk mencegah muffin pecah atau terbelah. Letakkan loyang cetakan di atas lap basah agar muffin mudah dilepaskan dari cetakan dan tidak lengket di dasar loyang. Jaga agar jangan terlalu lama membiarkan muffin dalam loyang, 5 menit adalah waktu yang paling pas, lebih lama lagi maka kue akan menjadi lembab.
- Muffin paling lezat jika disantap begitu selesai di buat tetapi bisa juga disimpan dalam wadah rapat di dalam freezer hingga 2 bulan. Jika akan disantap, keluarkan dari freezer, biarkan dalam wadahnya di suhu ruang hingga muffin lembut kembali
Sources:
Tipnut.com, 10 Tips for Baking Muffins
All Recipes.com, Making Muffins
wah, kerennn makasih...
ReplyDeletemention saya donk.. (kalo ad twitter)
pengen konsultasi ttg muffin...
@inejuine
Halo salam kenal. Thanks ya, twitter nggak ada Jeng, coba tanyakan di fan page FB JTT ya. Saya usahakan untuk di balas.
DeleteHi mbak..
DeleteSalam kenal, sy Dena dari Sidoarjo, Jawa Timur..
Makasih buqt tips & triknya ya mbak, berguna bgt bt sy sbg newbi. Perlu bgt info2 spt ini. Secara sy brlajarny g pk kursus2an. Kl resep2ny sy kuplek2 didapur bolrh ya mbak..
Kl mau nanya2 seputar baking, apa ngirim ke sini atau ke fan page mbak..
Terimakasih bny...
Halo Jeng, thanks atas komentarnya. Silahkan kalau resepnya mau dicoba, di daur ulang atau dikuplek2 hehehhe. Saya juga newbie kok Mba, belajar sendiri membuat kue dari baca buku dan lihat video masak, asalkan tekun dan telaten lama-lama juga jadi pintar kok. Mba Dena bisa tanya di sini atau fan page tidak masalah, saya usahakan untuk membalas semuanya. Sukses ya!
DeleteTanpa modal mikser & oven (cuma whisk & kukusan doang) saya rajin nyobain resep2 kue mbak Endang, krn saya gemar banget makan kue2...dan semuanya enaaaakkk...puas banget makannya...hehehe...jadi males beli..kecuali yg bener2 impossible bwt bikin sendiri...saya tunggu selalu posting barunya...thanks ya, mbak...
ReplyDeleteHalo mba, sip, senang membacanya. Membuat kue enak tidak perlu modal peralatan berat dan bahan mahal hehehe. Thanks sharingnya ya. Moga tetap betah di JTT. ^_^
Deletembae, makasiy tips nya :) aq dah 2 ato 3 kali gtu blajar bikin muffin tapi slalu jadinya kayak hujan jamur di musim hujan, jadi banjir & ngait dari satu cup k cup lainnya :-p
ReplyDelete