31 December 2010

Pecak Ikan Gurame


Ketika saya sedang mem-posting artikel resep ini saya baru saja menikmati sepiring nasi panas dengan pecak ikan gurame sambil bertanya-tanya sendiri, "Apakah ada makanan yang lebih laziz dibandingkan ini"? Dalam hati mengucap syukur atas kuliner Betawi yang mantap habis. Pecak ikan gurame ini hanya satu dari sekian banyak masakan Betawi yang saya sukai kecuali tentu saja, semur jengkol.  Memang sedap saat sedang menyantap semur atau rendang jengkol tetapi setelahnya...? Tobat! Aroma kamar mandi dan bau mulut membuat setengah pingsan (lebay dot com). 

Resep pecak ikan gurame ini sebenarnya hasil browsing beberapa web kuliner dan koleksi buku masakan  di lemari, kemudian saya lantas mencoba untuk melakukan modifikasi sendiri dengan menambahkan beberapa bahan di bumbunya. Hasilnya adalah kuah pecak yang kental, sarat bumbu dan nutty karena saya menambahkan kacang tanah dan mete goreng yang dihaluskan. Untuk ikannya anda bisa menggunakan ikan air tawar lainnya selain gurame, misalnya ikan mas, ikan gabus, ikan mujair atau lele.  Perciki kuah pecak dengan air jeruk nipis, rasa asam segar jeruk cocok sekali berpadu dengan kuah pecak yang kental membuat nafsu makan semakin bertambah.


Pecak sendiri merupakan masakan khas negeri kita, umumnya kita mengenal istilah pecak lele yang berasal dari Jawa Tengah. Masakan ini berbeda dengan versi Betawi-nya yang kali ini saya tampilkan. Di daerah Jawa Tengah dan sekitarnya, pecak lele mengacu pada masakan yang terbuat dari ikan lele yang digoreng dalam minyak yang banyak hingga permukaannya kering, lele goreng ini lantas disajikan bersama dengan sambal tomat dan aneka lalapan. Selain ikan, makanan yang bisa dipecak adalah ayam dan bebek. Berbeda dengan di Jawa Tengah, di Jakarta, tepatnya pada kuliner Betawi, juga mengenal masakan bernama pecak. Protein yang digunakan umumnya adalah ikan, terutama jenis ikan air tawar seperti ikan gurame, gabus, lele atau nila.  Perbedaannya terletak pada bumbu sambal yang digunakan, tidak menggunakan sambal tomat melainkan sambal berkuah yang sarat cabai dan bumbu. Saus sambal atau kuah pecak yang kental ini lantas disiramkan ke atas permukaan ikan goreng. Pecak umumnya disantap dengan aneka lalapan dan sambal terasi. Rasanya fantastis!

Beberapa waktu yang lalu saya sempat menikmati pecak gurami di rumah makan Betawi di daerah Buncit, kebetulan jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah Wiwin, adik saya. Pemiliknya bernama Haji Muhayar. Nah kuah pecak yang ini berbeda dengan resep yang saya tampilkan di sini. Kuah tidak mengandung kacang, tidak kental dan terasa sekali rempah-rempahnya seperti serai dan daun jeruk. Rasanya lumayan lezat dan mirip-mirip dengan gulai ikan. Terus terang saya akui, tidak seperti kuah pecak bayangan saya sebelumnya. Nah jika harus memilih mana yang saya lebih sukai, maka bumbu pecak yang saya tampilkan kali ini menurut saya lebih lezat. Ini menurut lidah saya. ^_^

Wokeh, berikut resepnya ya. 

Pecak Ikan Gurame
Resep diadaptasikan dari berbagai sumber
Untuk 4 porsi

Bahan:
- 1 ekor ikan gurame berat kira-kira 600 gram, bersihkan. 
- 100 ml santan kental (saya menggunakan Kara ukuran kecil)
- minyak untuk menggoreng ikan dan menumis 
- 300 ml air

Bumbu dihaluskan:
- 3 butir cabai merah keriting
- 8 butir cabai rawit merah
- 6 butir bawang merah
- 4 butir bawang putih
- 1 ruas kunyit
- 1 ruas kencur
- 1 ruas lengkuas
- 1 batang serai ambil bagian putihnya
- 1 1/2 sendok teh ketumbar, sangrai
- 1/2 sendok teh merica
- 1 1/2  sendok makan kacang tanah goreng
- 1 1/2  sendok makan mete goreng
- 6 butir kemiri, sangrai
- 1/2 sendok teh terasi

Bumbu pelengkap:
- 3 lembar daun salam
- 1/2 sendok makan garam, lebihkan jika kurang asin
- 1 1/2  sendok makan gula pasir
- Irisan jeruk nipis
- 1 sendok makan kecap manis

Cara membuat:
Bersihkan ikan gurame, bisa dipotong-potong dengan ukuran sesuai selera atau biarkan utuh dan buat beberapa keratan pada permukaan ikan. 

Bumbui ikan dengan: 1/2 sendok teh ketumbar, 1 siung bawang putih, 1 sendok makan garam, 1 ruas kunyit, 2 sendok makan air asam jawa. Haluskan semua bumbu dan oleskan bumbu pada seluruh permukaan ikan. Diamkan 15 menit hingga bumbu meresap. Goreng gurame hingga kering. Angkat dan tiriskan.


Panaskan 2 sendok makan minyak di wajan, tumis bumbu halus hingga harum dan berubah warna. Masukkan daun salam, air, garam, kecap manis, gula dan kaldu bubuk. Masak hingga mendidih sambil diaduk-aduk, tambahkan santan kental. Teruskan memasak hingga kuah santan matang, kuah berkurang dan mengental. Cicipi rasanya. 


Masukkan ikan gurame goreng ke dalam kuah santan. Siram-siram sebentar dengan kuah agar bumbu meresap di ikan. Angkat.


Letakkan ikan di piring saji, perciki dengan air jeruk nipis dan taburi dengan bawang goreng. Pecak gurame siap disajikan. Yummy! 

Source:
Wikipedia Indonesa - Pecak Lele 

8 comments:

  1. mbak gak nahan nih pecaknya, sumbah ngileeeerrrrrr, harus bikin nih,xixixi

    ReplyDelete
  2. Hola Mba Anita, hahahah iya ini asli enak tenan! Gak bohong dah. Bikin makan jadi nambah dan nambah lagi. Warning buat yang lagi diet!

    ReplyDelete
  3. jadi pengen coba bikin, kayaknya mantap punya ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yep, saya akui ini memang mantap habisss

      Delete
    2. Dr kmrn2 penasaran pgn nyoba buat, keliatannya maknyus tenan... Tp berhubung yg ada patin. Jadilah pecak patin. Enak juga... Hmmm. ♏ªKª§Ǐh resepnya ya mba Endang :)

      Delete
    3. Saya yakin pakai patin atau lele juga maknyus Mba hehhee

      Delete
  4. Mba...
    Minta resep Pecak Gurame yg kuahnya bening dong Mba...Jgn yg pake santan atau kacang Mba.
    Makasih banyak ya Mba sebelumnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah ada ya pecak kuah bening wakaka, saya belum tahu. Okeh ntar kudu cari2 dulu resepnya hehehe

      Delete

Heloooo! Terima kasih telah berkunjung di Just Try & Taste dan meluangkan waktu anda untuk menulis sepatah dua patah kata. Walau terkadang saya tidak selalu bisa membalas setiap komentar yang datang, namun saya senang sekali bisa menerima dan membacanya.

Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen anda dalam mencoba resep-resep yang saya tampilan. Semua komentar baik di posting lama maupun baru sangat saya nantikan. ^_^

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan di artikel karena saya menggunakan setting moderasi, namun jangan khawatir, begitu saya kembali ke laptop maka hal utama yang saya lakukan adalah mengecek dan mempublish komentar anda.

Saya berusaha memberikan yang terbaik untuk membalas komentar, pertanyaan maupun sharing yang anda berikan. Walaupun saya sama sekali bukan ahli dibidang ini namun saya akan berusaha untuk mencari alternatif solusi berdasarkan pengalaman pribadi maupun dari sumber lainnya untuk menjawab pertanyaan yang masuk. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ternyata saran atau solusi yang saya berikan justru membuat eksperimen anda menjadi gagal.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try & Taste. Untuk mengajukan pertanyaan dan komentar, anda juga bisa langsung email ke saya di justtryandtaste@gmail.com

Saya tunggu komentar, feedback, email dan sharing anda ya. Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Salam sukses!!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...