20 April 2017

Resep Bubur Kacang Hijau dengan Sagu Mutiara (Slow Cooker)


Resep Bubur Kacang Hijau dengan Sagu Mutiara (Slow Cooker)

Di Mall Ambassador lantai 3, ada satu vendor makanan yang menjual bubur kacang hijau dengan sagu mutiara. Simple, namun rasanya yang legit dan sedap selalu membuat kami datang kesana setiap minggu, tepatnya setiap hari Rabu. Si penjual hanya menjual bubur sedap ini satu kali dalam seminggu saja, jadi ketika hari H tiba kami pun langsung cepat-cepat menuju ke mall. Memang hanya sekedar bubur kacang hijau tapi makanan ini cepat sekali diserbu habis, datang terlambat sedikit maka alamat tidak kebagian.

Karena setiap hari saya selalu membawa bekal makan siang sendiri, maka saat jam makan siang saya jarang keluar kantor, kecuali jika terpaksa harus ke supermarket atau ketika ada keperluan penting. Nah rekan kantor saya, Pak Kustandi, yang super baik, selalu, dan selalu akan membelikan kami bubur kacang hijau yang dibungkus dalam cup gelas plastik. Setiap hari Rabu, walau tidak memesannya, beliau tetap akan membawakannya, nanti kami tinggal membayar sebesar enam ribu rupiah. Yep, berbeda dengan bubur kacang hijau disamping kantor yang setiap pagi mangkal dengan gerobaknya dan hanya seharga tiga ribu rupiah, maka bubur a la mall ini lebih mahal dua kali lipat. ^_^

Resep Bubur Kacang Hijau dengan Sagu Mutiara (Slow Cooker)
Resep Bubur Kacang Hijau dengan Sagu Mutiara (Slow Cooker)

Komposisinya memang hanya kacang hijau dan sagu mutiara, namun karena menggunakan gula aren dan santan kental yang gurih membuat rasa bubur menjadi istimewa. Nah beberapa minggu ini si penjual bubur stop berproduksi, saya yang sejak minggu lalu sudah 'ngiler' dengan bubur yang gurih dan creamy terpaksa membuatnya sendiri di rumah. Hal yang menyebalkan, atau mengenyangkan jika membuat makanan sendiri adalah hasil akhirnya yang 'segambreng' banyaknya. Bayangkan saja, kacang hijau 500 gram dan sagu mutiara 250 gram mampu menghasilkan bubur sepanci terbesar yang saya miliki. Awalnya saya memasaknya menggunakan slow cooker, namun ketika si kacang hijau dan sagu mutiara mekar dengan hebohnya dan memenuhi panci imut slow cooker yang saya miliki, dengan berat hati bubur pun di transfer ke panci lainnyaJika tidak dipindahkan, bagaimana saya bisa memasukkan santan dan mengencerkan kuahnya?

Resep Bubur Kacang Hijau dengan Sagu Mutiara (Slow Cooker)

Memasak kacang hijau menggunakan slow cooker memang menyenangkan, cukup cuci bersih kacang, beri air dan masak dengan posisi 'high'. Hanya membutuhkan waktu kurang dari 4 jam untuk membuat kacang hijau menjadi lunak dan pecah. Selama waktu tersebut, masakan bisa saya tinggal melakukan aktifitas lainnya. Tentu saja kacang hijau bisa direbus menggunakan panci biasa di atas kompor, atau jika ingin waktu lebih cepat maka panci tekanan tinggi cocok untuk mereka yang tidak sabaran. Tapi slow cooker menurut saya menghasilkan kacang yang lebih lembut, lebih legit dibandingkan cara masak lainnya, entah apakah ini hanya perasaan saya saja atau memang seperti itu mengingat kacang direbus perlahan dalam suhu yang rendah. 

Hal terpenting ketika memasak kacang hijau menggunakan slow cooker adalah kecukupan air. Mengingat kacang akan mekar, menyerap dan membutuhkan air yang banyak, maka pastikan jumlahnya cukup. Apalagi jika anda, pemalas seperti saya, yang enggan mengecek panci berkali-kali. Jangan sampai terjadi, hm ini sebenarnya sudah terjadi pada saya, air habis dan kacang hijau belum matang, kemudian menjadi gosong dan berbau sangit yang parah. Satu panci kacang hijau terpaksa saya buang ke tempat sampah. Ukuran standar antara air dan kacang biasanya 1 bagian kacang hijau memerlukan 3 bagian air, ketika kacang hijau sudah empuk dan matang maka air atau santan bisa ditambahkan hingga kekentalan kuah yang diinginkan. Vendor di Mall Ambassador menjual bubur ini tidak terlalu encer, jadi saya juga membuatnya seperti itu, tapi tentu saja kembali ke selera masing-masing ya. 

Resep Bubur Kacang Hijau dengan Sagu Mutiara (Slow Cooker)

Untuk rasa yang lebih spesial, saya sarankan gunakan daun pandan sebagai pengharum dan gula aren sebagai pemanisnya. Abaikan kembang kenanga di foto ya, walau cocok sebagai pengharum kuburan tapi perannya disini hanya sebatas untuk mempercantik foto saja. ^_^ Gula aren memberikan rasa lebih harum, gurih dan sedikit sentuhan kelapa yang tidak ditemukan pada gula merah biasa. Dulu ketika masih kecil saya bahkan suka mengunyah gula aren yang dibawa Mbah Wedhok dari Slambur, kampung halaman beliau. Saat itu camilan sangat langka di keluarga kami, hanya gula aren dan asam Jawa yang selalu tersedia. Gulanya dicetak menggunakan batang bambu, sehingga berbentuk seperti kue putu. Jika di pasar atau supermarket bentuknya mungkin bermacam-macam tergantung alat cetak yang digunakan, jadi pastikan anda membeli gula yang benar. 

Gula aren perlu dimix dengan gula pasir untuk menghasilkan rasa manis yang 'angklek', ini istilah orang Jawa untuk menyebutkan rasa yang kuat pada masakan. Entah mengapa, sebanyak apapun gula aren yang dimasukkan maka tidak akan menimbulkan rasa 'anglek'  jika gula pasir tidak berperan, plus tentu saja sedikit garam. Ini tips Ibu saya, yang memang memiliki taste bagus di makanan.

Sebenarnya rasa bubur ini akan lebih 'nendang' jika menggunakan  santan segar yang baru saja diperas dari parutan kelapa. Tapi, saya paling malas membeli santan segar karena waktu simpannya yang pendek, dan freezer saya terlalu penuh untuk menampung bungkusan santan. Jadi saya menggunakan santan instan kemasan. Ganti santan ini dengan yang fresh jika anda memiliki akses mudah ke santan segar ya. Saya akui sagu mutiara bukanlah makanan favorit, tapi kolaborasinya dengan kacang hijau membuat si sagu menjadi lebih sedap. Sepertinya mereka memang perfect combination. Nah mengingat sebentar lagi sudah memasuki bulan Ramadhan, tak ada salahnya untuk menyajikan bubur kacang hijau dan sagu mutiara ini sebagai menu berbuka puasa kelak. 

Berikut resep dan prosesnya ya.  

Resep Bubur Kacang Hijau dengan Sagu Mutiara (Slow Cooker)

Bubur Kacang Hijau dengan Sagu Mutiara
Resep hasil modifikasi sendiri

Untuk 20 porsi

Tertarik dengan resep bubur manis lainnya? Silahkan klik link dibawah ini:
Bahan:
- 500 gram kacang hijau
- 250 gram sagu mutiara kering
- 3 lembar daun pandan, ikat dan simpulkan
- 2,5  - 3 liter air
- 300 gram gula jawa aren, cincang kasar
- 150 gram gula pasir
- 1 sendok teh garam
- 150 ml santan kental instan

Cara membuat:

Resep Bubur Kacang Hijau dengan Sagu Mutiara (Slow Cooker)

Siapkan kacang hijau, cuci bersih, buang kacang yang mengapung. Masukkan kacang ke dalam panci slow cooker, masukkan 2 liter air. Tambahkan daun pandan, tutup. Set slow cooker di posisi high dan masak selama + 4 jam hingga kacang empuk dan merekah. 

Masukkan sagu mutiara dan 500 ml air,  aduk rata. Masak kembali hingga sagu empuk dan matang, sekitar 1 jam.


Resep Bubur Kacang Hijau dengan Sagu Mutiara (Slow Cooker)

Masukkkan gula jawa, gula pasir, garam, dan santan, karena slow cooker saya tidak mampu menampung maka bubur saya pindahkan ke panci. Jika bubur terlalu kental maka tuangkan sisa air dan tambahkan porsi air sesuai selera, masak dengan api kecil sambil diaduk-aduk sesekali hingga bubur mendidih dan matang. 

Atau jika anda menggunakan slow cooker maka masukkan semua sisa bahan dan masak dalam posisi 'low' hingga matang. Aduk sesekali agar santan tidak pecah.  Angkat dan sajikan.  Super yummy!

Note: air yang diberikan di resep bisa disesuaikan dengan selera, jika dirasa terlalu kental maka tambahkan air panas mendidih untuk mengencerkannya.  Bubur sebaiknya memiliki konsistensi agak kental dan creamy.




19 komentar:

  1. toss sesama pecinta bubur hehe... mba itu porsinya banyak bener apa ndak blenger mba trus habisnya berapa hari wkwkwkwk.... aku naksir slow cookermu maaf gagal fokus itu yg merk apa n kapasitas brp y mba, buat persiapan puasa sepertinya oke klo punya slow cooker, terimakasih mba --anni smg--

    BalasHapus
    Balasan
    1. wakakkaka, iya banyaaak! saya masukkan ke plastik ukuran 1/2 kg, jadi beberapa bungkus, masuk freezer dah mba. Habis mau gimana lagi wkkaka. Slow cooker saya kecil hanya 3 liter mba

      Hapus
  2. Dear mbk endang....
    Langsung ke pertanyaan prtma: bunur sepanci gede buat mbak endang seorang??? Kedua:dapet kembang kenangan dimana...smpe ikut selfie bareng bubur...dan 1 komen: saya udah nyicip burjo mix sagu mutiara waktu tetangga masak segambreng buat posyandu...dan saya kurang chocok...rasanya lbh klop kalo kolaborasi dengan ketan hitam...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mb Rini, wkakakak, berikut jawaban saya:
      1. yeeep, tapi gak langsung habis semua, mblenger. saya bungkus kecil2 dan masuk freezer, masih banyak di kulkas hiiks

      2. kembang kenanga depan rumah hehhee, ada pohonnya, berbunga banyak

      3. haa, beda selera kalau gitu kita wakkakak

      sip! thanks ya

      Hapus
  3. Buat saya... rasanya agak2 gimana gitu kacang ijo tambah sagu mutiara. Lebih suka pake ketan hitam atau dicelup roti tawar, deh. Selera, sih... Btw, suka prop nya kali ini, simple banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Mba Emilia sharingnya, yep beda selera masing2 orang yaa

      Hapus
  4. Wah mantap itu mbak endang.q cm kaget aja mbk endang sendirian kok masak bubur sgitu bnyak.apa ndk mblenger mbak? Kalau msh ada blh lah di kirim ke rumah.suwun dr ibuke naura trenggalek

    BalasHapus
    Balasan
    1. wakakak, saya kalau masak mmg gak bs sedikit mba, udah diusahaka sedikit tetap jadinya buanyak. Bs buat makan 10 orang buburnya hiiks, saya bungkus masuk freezer mba

      Hapus
  5. Mbak Endang, di kampung halaman saya ada yg jual bubur kacang hijau dan ketan hitam. Butiran kacang hijau tetap utuh namun teksturnya sangat empuk. Kira-kira bagaimana ya cara mempertahankan keutuhan kacang hijaunya tapi dengan tekstur yang empuk? Saya sudah mencoba untuk merebusnya dengan panci presto sebentar. Hasilnya utuh, tapi masih kurang empuk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Nisa, saya kurang tahu juga mba, mungkin bs pakai cara mba Irma di komentar di bawah ya.

      Hapus
  6. Bismillah.
    Mbak Endang... saya pernah dapet tips memasak kacang ijo supaya lebih cepat empuk dan irit gas. Caranya, kacang ijo direbus hingga mendidih, kemudian tutup panci, matikan api kompor dan biarkan selama kurang lebih 15-20menit. Kemudian nyalakan lagi api kompor. InsyaAlloh ga lama kacang ijo akan merekah dan empuk.. jadi cepet empuk dan irit gas juga.. hehe

    Irma Krwg

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Irma, wah thanks tipsnya yaa, sangat bermanfaat sekali, mirip ketika merebus ketupat ya, saya juga suka pakai cara itu untuk irit memasak ketupat.

      Hapus
  7. Tos, mba, kata mama saya juga gitu, gula aren harus dicampur gula pasir biar manisnya bagus (bingung jelasinnya) trus kasih garam dikit biar manisnya naik (istilah mama saya, hehe), mungkin biar balance aja ya, mba, jd kalo bikin bubur atau apapun yg butuh gula aren banyak selalu saya mix gula pasir, ga lupa garam. Saya juga kurang suka sagu mutiara, tp pengen nyoba ah, terima kasih resepnya, mba, sukses selalu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Mba Utie sharingnya yaaa, tipsnya sama kek Ibu saya hehehhe. Sukses yaaa

      Hapus
  8. Dear Mba Endang, Saya sudah 2x memasak pakai slow cooker M****O, tetapi kacanganya tidak merekah jika diposisikan pada setelan "low" walaupun sudah 4 jam. Awalnya saya berpikir karena kualitas kacang yang tidak bagus, tetapi ketika dimasak biasa menggunakan panci, kacangnya merekah. Mohon sarannya. Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. kurang lama menurut saya mba, saya pakai posisi high sekitar 3 sd 4 jam, kalau low mungkin 6 jam an ya

      Hapus
  9. Ini makanan kesukaanku sejagat raya ini mba .. percaya ga kl aku bs menghabiskan 500 gr kcg ijo sendirian hahaha .. kl masak burjo seharian ya makannya itu aja ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahhaha, sama mba! seharian makan burjo yaa

      Hapus
  10. Ternyata aku ada temannya juga hahaha ...

    BalasHapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...