05 April 2017

Virgin Coconut Oil - DIY & Info Seputarnya (Part 3)


Virgin Coconut Oil - DIY & Info Seputarnya JTT

Karena panjangnya informasi mengenai virgin coconut oil ini maka artikel saya bagi menjadi 3 postingan terpisah. Anda bisa cek postingan pertama dan kedua pada link disini dan disini, dan untuk proses DIY-nya sendiri bisa dilihat pada postingan ketiga ya. 

Setelah dua hari menginap di dalam kontainer plastik, akhirnya tadi malam sepulang kantor saya melakukan panen VCO (Virgin Coconut Oil). Selama dua hari itu penutup kontainer saya buka berulangkali dan ketebalan minyak yang terbentuk di cek. Proses ektraksi VCO dengan cold pressed melalui fermentasi ini sangat mudah dilakukan. Menurut instruksi yang saya baca-baca di internet, membutuhkan waktu 24 jam hingga 48 jam untuk menghasilkan VCO yang bisa dipanen. Semakin panas suhu ruangan maka minyak semakin cepat terbentuk. Ketika didiamkan selama 24 jam tangan saya sudah gatal hendak memisahkan lapisan minyak dan membuang sisa apapun yang berada di dalam kontainer tersebut. Namun lapisan minyak yang terbentuk super sedikit di kurun waktu tersebut dan saya membiarkannya hingga dua hari di dapur, lebih dari waktu tersebut disebutkan minyak akan terasa asam. 

Sepertinya empat butir kelapa hanya menghasilkan VCO yang tidak terlalu banyak dan saya mulai skeptis dengan hasil project DIY ini. Permukaan santan tampak mulai berwarna putih, abu-abu, sedikit kecoklatan, dan terlihat menjijikkan. Baunya? Baunya mirip seperti comberan! Sebenarnya saya sedikit 'ngeri' hendak menyingkirkan lapisan abu-abu aneh ini, tapi misi harus diselesaikan saudara-saudara. ^_^

Virgin Coconut Oil - DIY & Info Seputarnya JTT
Virgin Coconut Oil - DIY & Info Seputarnya JTT

Wokeh, setelah berpanjang kali lebar berbicara mengenai jenis, proses ektraksi, dan manfaat coconut oil yang bisa dibaca pada link disini dan disini, maka sekarang saya akan mengajak anda untuk membuatnya sendiri di rumah. Well, membeli produk jadinya memang lebih mudah dan cepat, tapi saya sangat suka dengan segala sesuatu yang berbau DIY, dan project membuat VCO sendiri menurut saya sangat 'menggairahkan'. Selain itu harga VCO cukup mahal bagi kocek saya dibandingkan dengan membeli santan segar di pasar, plus VCO buatan sendiri tentu lebih terjamin keaslian dan kualitasnya. Jadi weekend lalu kala kunjungan belanja bulanan di pasar Blok A saya lantas membeli juga 4 buah kelapa tua yang langsung diparut dan disantan seketika oleh si abang tukang kelapa. Santan kental tersebut kemudian saya masukkan ke dalam kontainer plastik berwarna putih yang bening, tujuannya supaya ketika minyak terbentuk saya bisa melihatnya dengan jelas. 


Tidak memiliki kontainer seperti ini? Sebuah video di You Tube mengajarkan untuk memasukkannya ke dalam kantung plastik bening yang biasa dipakai tukang bakso untuk membungkus jualannya. Kantung diikat pada bagian ujungnya dan digantung dengan menggunakan seutas tali. Kontainer berisi santan ini sebaiknya diletakkan di tempat yang gelap dan tidak terekspos oleh sinar matahari secara langsung.  Saya meletakkannya di meja dapur. Saat hari pertama santan didiamkan atau disebut proses fermentasi, maka akan terbentuk dua lapisan: lapisan bawah adalah air yang 'bejibun' banyaknya dan lapisan diatas adalah material padat seperti krim. Ketika santan didiamkan selama 24 jam di dapur yang agak hangat suhunya, sebenarnya lapisan minyak mulai muncul, minyak ini terletak ditengah-tengah antara air dan krim. Umumnya instruksi di internet menyarankan mendiamkannya selama 48 jam, jadi saya lanjutkan proses fermentasi tersebut, apalagi lapisan minyak yang dihasilkan masih sangat sedikit. 

Virgin Coconut Oil - DIY & Info Seputarnya JTT
Virgin Coconut Oil - DIY & Info Seputarnya JTT

Empat puluh delapan jam mengalami proses fermentasi  lapisan santan kental pekat yang menutupi permukaan kontainer mulai berubah warnanya menjadi putih, keabu-abuan dan kecoklatan.  Tercium juga bau busuk seperti comberan yang tidak mengalir airnya, namanya comberan pasti tidak mengalir airnya bukan? ^_^ Tutup hidung dan tahan nafas anda, buka jendela dan pintu dapur lebar-lebar, karena saatnya kita akan memanen VCO. Yeaa! Atau beuh?! Proses ini merupakan bagian tersulit dan agak sedikit menjijikkan, jadi saran saya cuci otak kita terlebih dahulu dengan informasi bermanfaat mengenai VCO agar semangat tetap mengalir, dan hey, ini murah meriah^_^

Virgin Coconut Oil - DIY & Info Seputarnya JTT

Selebihnya membuat VCO sendiri di rumah super duper mudah, murah, dan hasil VCO-nya pun sangat berkualitas. Walau lapisan krim diatas minyak berbau busuk, namun minyaknya sendiri sama sekali tidak tercium bau-bauan yang aneh, hanya aroma kelapa yang sangat segar. Ketika saya cicipi, tidak ada rasa asam hanya rasa kelapa yang lembut. Bravo! Minyak ini, yang hanya menghasilkan sekitar 300 ml, akan saya pergunakan di dalam smoothie, dioleskan ke rambut dan permukaan kulit. Jadi kesimpulannya apakah saya akan membuat kembali VCO sendiri? Yep, definietly! ^_^

Berikut ini resep dan caranya ya. 

Virgin Coconut Oil - DIY & Info Seputarnya JTT

Virgin Coconut Oil - Cold Pressed (Fermentasi)
Resep diadaptasikan dari berbagai sumber

Untuk sekitar 300 ml VCO

Bahan:
- 4 buah kelapa tua segar, peras santan kentalnya

Alat yang diperlukan:
- wadah kontainer transparan untuk menampung santan     
- 2 buah kain kasa atau kain saringan tahu yang tipis 
- 2 buah saringan kawat
- beberapa mangkuk kaca untuk menampung hasil minyak
- botol kaca yang memiliki tutup untuk menyimpan VCO   

Cara membuat:

Virgin Coconut Oil - DIY & Info Seputarnya JTT

Siapkan santan, tuangkan santan ke dalam wadah kontainer. Tutup permukaan kontainer dan letakkan di tempat yang gelap, atau meja dapur yang tidak terkena sinar matahari secara langsung. 

Diamkan santan selama 2 x 24 jam untuk mengalami proses fermentasi, atau tergantung suhu dapur anda. Semakin hangat suhunya maka minyak akan semakin cepat terbentuk. Jika minyak belum terbentuk dalam kurun waktu 48 jam maka suhu dapur mungkin terlalu dingin, tambahkan  waktu fermentasi hingga minyak terbentuk.

Saat awal fermentasi maka santan akan terpisah antara bahan padatnya (yang akan mengambang dibagian atas) dan air. Bahan padat seperti krim inilah yang nantinya akan mengeluarkan minyak saat proses fermentasi. 

24 jam pertama santan akan terpisah menjadi 3 bagian, lapisan bawah adalah air yang super banyak, kemudian lapisan minyak yang berwarna bening, dan lapisan teratas adalah bahan padat yang mengeluarkan bau menusuk.

Setelah 48 jam dan ketika lapisan minyak sudah cukup banyak terbentuk, lapisan padat di permukaan kontainer berubah berwarna putih, coklat keabu-abuan maka minyak bisa dipanen. Lebih dari waktu tersebut dikhawatirkan rasa minyak akan asam. 

Virgin Coconut Oil - DIY & Info Seputarnya JTT

Siapkan mangkuk dan saringan yang telah dilapisi dengan kain saringan/kain kasa dipermukaannya. Siapkan masing-masing 2 set. 

Dengan menggunakan sendok ambil lapisan padat dipermukaan kontainer secara perlahan, hati-hati agar tidak mencemari lapisan minyak. Masukkan lapisan padat ke saringan untuk mengekstrak minyak yang masih terdapat disana sebanyak mungkin. Sebaiknya ambil semua lapisan padat sekaligus yang mengambang, sebanyak mungkin, semampu yang kita bisa dan hanya meninggalkan lapisan minyak yang mengambang di kontainer. 

Note: lapisan padat yang terbentuk di permukaan minyak ini berbau seperti comberan, jadi persiapkan diri ketika hendak mengestrak minyak. Buka jendela dan pintu dapur anda lebar-lebar agar bau menusuk ini segara lenyap. ^_^

Dengan sebuah sendok bersih, ambil perlahan-lahan lapisan minyak. Hati-hati jangan sampai air (yang berwarna keputihan dibawahnya) ikut terangkat. Tuangkan minyak jernih ini ke  saringan berlapis kain kasa lainnya untuk menyaringnya hingga benar-benar terbebas dari bahan padat. Masukkan minyak bersih ini ke botol kaca yang memiliki tutup. 

Virgin Coconut Oil - DIY & Info Seputarnya JTT

Pisahkan sebanyak mungkin minyak yang dihasilkan dari menyaring lapisan padat. Jika minyak mulai tercampur air, hentikan mengambil minyak dan diamkan hingga lapisan minyak mulai terpisah kembali dari air di dalam kontainer. 

Lanjutkan kembali memisahkan minyak jika lapisan minyak mulai terbentuk kembali. 

Dalam prakteknya, tidak semua minyak akan bisa terangkat, sebagian minyak akan tercampur air, minyak ini saya pisahkan di mangkuk tersendiri


Untuk minyak yang tercampur air, saya memanaskannya di wajan hingga mendidih sekitar 10 menit, mendiamkan dan mendinginkannya hingga minyak terpisah dari bahan padat yang akan berubah kental seperti gel.   Baru kemudian minyak disaring kembali, cara ini membuat minyak lebih mudah dipisahkan dari material lainnya. 

Buang air berbau di kontainer, dan VCO sebaiknya disimpan di suhu ruang agar tetap dalam kondisi yang cair (liquid). Minyak kelapa murni ini tahan hingga 2 tahun lamanya. Minyak juga bisa disimpan di chiller kulkas, namun akan berubah menjadi padat.  

Selamat mencoba! ^_^

Sources:
Wikipedia - Coconut Oil
Wikipedia - Palm Oil
SF Gate - Refined vs Unrefined Coconut Oil
Livestrong-  What Is the Difference Between Virgin & Extra Virgin Coconut Oil?
Natural News -  Why virgin coconut oil is superior to highly refined, processed coconut oil
Livestrong -  Why Hydrogenated Oils Should be Avoided at All Costs
Food Renegade - How to Choose A Good Coconut Oil  



50 komentar:

  1. Hooo, baru tau deh mba, ternyata kita bisa bikin VCO sendiri yaaa... TFS!

    BalasHapus
    Balasan
    1. yeep, gampang banget, gak kaya jaman nenek kita dulu pakai dimasak lama, hehehhe

      Hapus
  2. Makasih mba, klo beli mahal soalnya, bagus buat rambut

    BalasHapus
    Balasan
    1. yep, mahal dan belum tentu kualitasnya juga, saya pagi ini pakai buat nggoreng telur, enaaak

      Hapus
  3. Halo mba Endang....
    Saya sudah pernah membuat VCO sebelumnya, tapi agak beda sedikit cara pembuatanya sama yg mba buat... Saya dulu ikut training by OL yang diadakan para suhu VCO. Pertama santan kelapa dipisahkan dari air selama 2 jam setelah itu langsung di Mixing kurang lebih selama 20 menit, baru dibiarkan 12 jam. Hasilnya memuaskan dan lapisan padatnya tidak bau comberan seperti mba punya malah wangi dan pengen makan. hhihihihiih
    Oh yah mba penyaringannya dianjurkan mereka memakai kapas.Agar hasil minyaknya lebih jernih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Ega, waah thanks sharing dana tipsnya yaa, saya pengen bikin lagi, ini first trial kalau ada cara yang lebih akan saya coba.

      Mixing maksudnya gimana ya? diblender? atau mixer?

      Hapus
    2. Di Mixer mba... dengan kecepatan tinggi. jadi karena di mixer minyaknya pun cepat muncul tanpa menunggu sampai 48 jam. Dan minyaknya juga akan lebih banyak keluar mba...
      semoga untuk percobaan kedua lebih banyak minyaknya yah mba... cemungut...... hihihihi

      Hapus
    3. mantaaap! thanks yaaa tips dan infonya, saya tadi pagi bikin telor dadar pakai 1 sdm coconut oil, whoaaa rasanya enak! jadi bakalan bikin lagi dan kali ini kudu improvement nih, akan saya coba tipsnya hehehheh

      thanks dan sukses selalu yaaa

      Hapus
    4. Mixer mgkn kali ya, soalnya ini dibahas jg di beberapa tugas http://ikadaluprasetyawan.blogspot.co.id/2014/08/membuat-minyak-kelapa-vco-metode-mixing.html?m=1
      Ini info yg saya dapat

      Hapus
  4. Makasih banyak mba... coba bikin next weekend, soalnya weekend ini arisan.. hehe .

    BalasHapus
  5. Nah ini yang saya mau tahu... karena di video/tulisan yang saya lihat/baca tidak ada keterangan soal bau comberan ini... makasih mbak Endang... harus coba nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahha, iya bau, tapi minyaknya enaak, saya pakai nggoreng telor dadar pagi ini, harum kelapa.

      coba pakai cara Mba Ega di komentar diatas Mba Nina, saya penasaran juga, katanya gak bau

      Hapus
  6. Halo mba endang .. santan diresep ini bener2 hanya santan dr kelapa parut atau dicampur dgn air dl ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. tukang kelapanya nambah air mba, cukup banyak hiiks. Coba pakai cara Mba Ega di komentar diatas, keknya lebih sip. Next time saya mau coba cara tersebut.

      Hapus
  7. Wahh saya suka banget nih mba, khasiat VCO untuk lip balm dan hair mask. Bener2 terasa dan cepat. Dulu pernah coba bikin dgn step2 mirip mbak Endang tapii sedikit sekali minyak yg terbentuk, mungkin kurang banyak santannya dan kurang lama fermentansinya. Gak sabar, akhirnya beli VCO deh hehee. Untuk rambut saya juga sering pakai santan kemasan mba, karena creamy ya teksturnya, enak dioles. Dan yang dari kelapa tua karena lebih oily.. Sebenernya lebih bagus dan ekonomis bikin VCO sih ya hihi apalagi mba Endang udah share kesuksesannya nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Rissa, saya belum pakai buat rambut dan kulit, tadi pagi baru dipakai buang nggoreng telor 1 sdm hahhahaha, enaaak, rasa kelapanya terasa.

      thanks tips dan infonya, pengen dioles ke rambut neeeh hihihi

      coba pakai cara mba Ega di komentar diatas mba, keknya mantap dan yep kelapanya kudu lebih bnyak supaya nendang hasilnya hehhehe. sukses yaaa

      Hapus
  8. Halo Mb Endang, info ttg VCOnys menarik sekali, kebetulan di supermarket di daerah saya jarang ada VCO, sekalinya ada harganya mihil jd tertarik bikin DIYnya, tp kayaknya mau nunggu Mb Endang percobaan yg uda diimprove biar gada cairan baunya, orang rumah sering protes kalo ada bau-bau'an yg aneh hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Mb Nara, langsung saja dicoba mba, cuman dimikser saja dengan speed tinggi dan didiamkan sama seperti cara diatas ya

      Hapus
  9. halo mbaa sy sering bgt baca blog dari dulu dan coba resep2 nya ( yg gampang) ini comment pertama sy. sy jg suka sekali buat vco sendiri. cm caranya agak beda. santannya dimasukkan dulu kedalam freezer selama kurang lebih 2 jam nanti kepisah dantan tebal dibagian atas dan air dibagian bawah lalu tusuk santan tebalnya yg beku sehingga air dibawahnya bisa dibuang (airnya belum beku) setelah itu baru didiamkan selama 24 jam. hasilnya agak bau tp tidak berbau menyengat seperti comberan. malah lebih tercium aroma minyaknya. tp untuk 1 kelapa hanya menghasilkan kurang lebih 50 ml . mau coba yg di mixer jg ah kalau minyaknya lbh banyak. minyaknya awet wangi dan berkhasiat sekali sy pakai buat baby sy dan keluarga kalau ruam iritasi atau kulitnya kering. buat jerawat ditotol cpt kering juga. pokoknya cinta sekali ama vco ini. salam..

    riris

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Riris, yep saya pernah lihat cara mba di you tube. Cuman menurut saya agak menyulitkan memisahkan minyaknya kalau pakai plastik.

      thanks sharingnya ya, saya pakai minyak ini untuk cooking hehehe, rasanya enak dan aroma kelapa

      Hapus
    2. iya mba sy pakai wadah bening atau tempat kaya mba itu diatas. pakai gelas jg bisa. kalau pakai plastik bingung juga. hehe.. malah yg punya mba juga belom kebayang kalau pakai plastik digantung cara misahinnya gimana ya mba. hehe *tulalit.

      saya blm nyoba buat masak mba. di sayang sayang kayaknya gak rela soalnya hasilnya dikit *pelit. coba ah buat masakan baby atau ditambahkan aja di makanan baby yg jd. pernah baca juga kalau anything olive oil can do, coconut oil can do better. cuma di indo lebih ngetrend olive oil ya mbaa.. padahal lebih mahal pulak.

      riris

      Hapus
    3. plastik digantung sampai terpisah santan kental dan cairannya, kemudian ujung bawah plastik digunting sedikt hingga air yang berada dibawah habis, menyisakan santan kental saja. Ujung lubang diikat kembali dan santan kental didiamkan sampai terbentuk minyak. itu yang saya lihat di u tube ^_^

      enak buat nggoreng, tumis dan tambah ke smoothie untuk lemak yang sehat hehehe.

      Hapus
    4. Hai mba thanks bgt ya atas infonya lgsg liat diyoutube. hehe.. iya mba agak susah ya klo pake plastik. dan belum pernah coba. thanks jg sharing tmn2 yg lainnya.

      jd penasaran bsk lgsg mau buat dgn tambahan info dr mba endang dan teman2. tp tetap saya bekukan difreezer selama dua jam agar misahin airnya gampang. kalau menurut pengalaman sy airnya ini yg bs buat tambah bau mba. kalau didiamkan barengan air jd bau bgt. tp kalau santan kentalnya aja yg didiamkan gak bau bgt. saya pakai wadah bukan plastik, seperti yg dibilang mba endang ribet ya pake plastik. nanti santan kental beku diatas, dibawah air. tinggal tusuk santan kental yg beku tuang airnya. lalu mau coba dimixer santan kentalnya baru didiamkan. btw maaf mba kalau gak punya mixer bs pakai blender gak ya?

      thanks, riris

      Hapus
    5. oh iya maaf mbak. kelupaan.. kalau yg pakai cara saya yg hanya mediamkan santan kentalnya saja minyaknya itu ada dilapisan atas. blondonya ada di tengah airnya sedikit ada dibawah. jd tinggal sendokin minyaknya yg diatas. kok bs beda ama punya mba ya.. padahal hampir sama caranya.

      Hapus
    6. thanks mba Riris, sharingnya ya, next time jika mencoba lagi saya akan modif tekniknya sesuai sharing teman2 di postingan ini, sukses yaa

      Hapus
  10. Mba, saya suka minta ibu yg bantuin saya bikin, sepertinya cara bikinnya sama dengan cara mbah nya mba Endang, klo manfaat untuk kesehatannya jg apakah sama klo dipanasin gtu? Btw, hasil minyaknya putih bening gtu jg, engga kekuning2an. Diminum jg bgs, bbrp x sehari. Rambut dan kulit jd bgs

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Astrid, lebih bagus minyak tdk dipanaskan mba. proses membuat minyak cara perebusan itu memasak dalam suhu tinggi dalam waktu yang lama, antioksidan yang terkandung di dalam minyak akan hilang.

      Hapus
  11. Mbaa tanya dong.. Klo minyak glondo kyk apa sih mba? Penasaran deh mba.. Makasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. belum pernah dengar minyak glondo mba, setahu saya 'blondho' ini bahasa jawa untuk menyebut material padat hasil pembuatan minyak kelapa dengan cara santan dimasak sampai terpisah antara minyak dan material padtnya

      Hapus
    2. hi Mbak Endang.. soal blondo - waktu mbah putri saya masih hidup, suka bikin sambel cuman dari rajangan cabe dan bawang (ga diulek) - kadang pake terasi, kadang nggak - dan dipakein santan kental - dimasak sp santannya kering dan jadi belondo.. wiihhh enak pisan.. masih terkenang biar udah puluhan tahun lalu juga. just sharing ^_^

      Hapus
    3. yep sama mba Maria, alm. Mbah saya dulu juga suka bikin sambal blondho. Gurih banget ya

      Hapus
  12. Alhamdullilah, makasih bgt mbak Endang sharing ttg VCO-nya, rambutku kebetulan rontok bgt, dianjurin pake VCO, tapi harganya kok mehong bgt. Segera harus dieksekusi ini mahhhh... Makasih juga buat teman2 lain yang nambahin threadnya mbak Endang dgn info2 yang lebih bermanfaat. Barokallah semuanya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks ya mba sharingnya, senang resep dan info VCO nya disuka, sukses yaa

      Hapus
  13. Hi Mba Endang, salam kenal. Saya salah satu penggemar blog JTT walaupun silent reader hehe. Kebetulan saya juga suka dengan segala sesuatu yang DIY. Seperti alasan Mba Endang pula, saya yg penasaran dgn VCO akhirnya coba bikin sendiri.

    Pernah beberapa kali bikin dengan coba coba berbagai metode, akhirnya saya gabungkan saja. Cara yang saya terapkan: santan dimixer, lalu didiamkan di freezer selama 24 jam, setelah lapisan terbentuk, direbus supaya keluar minyaknya. Tapi memang proses perebusan itu katanya bs mengurangi khasiat vco dan juga memakan waktu sekali, bisa sampai 1 jam lebih hanya untuk 2 buah kelapa :( makanya saya mau coba metode dari Mba Endang yang lebih ringkes :)

    Minyak kelapa ini saya pakai sebagai pelembab badan & rambut, serta make up remover (eyeliner dan lipstik). Sejak itu, saya sudah gak pernah beli body lotion lagi karena minyak kelapa jauh lebih lembab dan alami. Langsung jatuh cinta deh sama khasiatnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga ya mba. Thanks ya Mba Yoe Chien sharingnya, yep menurut banyak artikel dan info yang saya baca VCO seharusnya tdk dibuat dengan cara dipanaskan, jadi metode cold pressed lebih disarankan.

      Hapus
  14. Assalamualaikum.. Hi mbak Endang. Salam kenal.. Saya pembaca setia blog mbak..tp baru kali ini berani komen..

    Kebetulan saya seorang guru d salah satu SMK d Batam yg mempunyai jurusan kimia industri. Dan hampir tiap tahun materi ujian kompetensi kejuruan kami adalah pembuatan sabun dari VCO.

    Klw utk ujian biasanya vco yg kami buat adalah dg cara pemanasan, tp siswa juga di ajarkan membuat vco dg cara lain, diantaranya dg cara fermentasi dg penambahan ragi tempe ke krim santan (airnya di buang). Cara ini cukup 24 jam saja.Hasil yg di dapatkan jauh lebih banyak. Bisa juga dg cara yg di share mbak ega di atas..

    BalasHapus
    Balasan
    1. walaikumsalam Mba Dessy, salam kenal juga ya. thanks sharingnya ya, senang sekali banyak masukan seputar VCO yang saya posting, jadi banyak ilmu tambahan. sukses yaaa

      Hapus
  15. Hi mba Endang salam kenal..
    Saya sdh coba dengan metode mixing.
    Hasilnya lumayan banyak minyaknya sekitar 325 ml, tapi permasalahannya kok beraroma tape jadinya.. Hehehe
    Padahal tdk pakai apa apa, hanya santan saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal mba, thanks sharingnya ya, sukses selalu yaa

      Hapus
  16. Halo Mba Endang, salam kenal aku eni..
    Selama ini selalu jadi silent reader dan diem2 recook semua resep kamu heheheee...
    Tapi untuk yang satu ini aku gatel pengen komen krn setelah baca post ini aku kepengen bikin, setelah baca komen jadi kepo juga sama metode mixing itu. Lalu aku browsing dan ternyata nemu videonya di yutub. Lengkap banget pake cara Mba Endang dan Mba Ega. Ini link nya...

    https://youtu.be/iG7WQsmdMwY

    Note: awas ngantuk pas nonton krn background musiknya yang sunda pisan berasa lagi kondangan

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks Mba Eni sharingnya, yep metode mixing memang katanya lebih maksimal hasilnya ya. thanks infonya yaa

      Hapus
  17. Mba Endang, air yang dipakai untuk membuat santan itu air matang atau mentah ya mba?

    BalasHapus
  18. Saya sdh buat spt cara mba Endang tp di plastik aja. Plastik sy gantung dan didiamkan 48 jam. Air di bawah ga sy buang. Hasilnya bagus koq. Ga ada bau sama sekali. Bau air di bawahnya biasa aja spt bau air kelapa yg rada basi dikit tp sama srkali jauh dr bau comberan mba😂. Blondhonya tetap putih wangi. Nah blondhonya ini bs diapain ya? Sayang euy kalo dibuang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Widia, thanks sharingnya ya. Hm, saya kurang tahu bagaimana memanfaatkan blondo tersebut Mba, yang saya buat soalnya berbau ya hehhehe

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...