10 April 2017

Resep Bebek Betutu Kuah


Resep Bebek Betutu Kuah

Sudah lama saya hendak membuat masakan ini, tepatnya sejak resep ayam betutu panggang yang pernah saya hadirkan resepnya di JTT, bisa diklik pada link disini, banyak digemari pembaca JTT. Masakan bernama betutu ini biasanya hadir dalam dua versi, dipanggang sehingga bumbu menempel di seluruh permukaan ayam atau bebek, atau berkuah nyemek seperti postingan yang saya hadirkan kali ini. Kendala utama hendak membuatnya semata-mata karena malasnya membayangkan mempersiapkan bumbu yang 'segambreng' banyaknya. Yep, jika berbicara mengenai masakan bernama betutu maka bumbunya komplit dan banyak. Bumbu banyak membuat masakan menjadi bergelimang bumbu yang pekat sehingga terlihat menggugah selera. 

Dulu ketika membuat versi panggangnya (saya memanggangnya di oven), semua bumbu saya cincang di telanen hingga kesepuluh jemari tangan terasa terbakar cabai. Orang Jawa menyebutnya 'wedhangan' karena rasa panas seperti 'wedhang' bahasa Jawa untuk minuman yang panas. Alasan saya mencincangnya semata-mata karena blender yang sedang rusak dan saya enggan melakukan proses ulek-mengulek yang sering membuat 'gempor'. Kini saya mengandalkan food processor yang hanya memproses semua bumbu tersebut dalam 1 menit saja. Di resep betutu panggang, bumbu tercincang yang dimasak lama memang akan membuat tampilan masakan menjadi sangat menarik karena gelimangan bumbu kasar yang menempel di seluruh permukaan ayam/bebek, tapi menghaluskannya langsung dengan blender juga akan memberikan hasil yang sama mantapnya. 

Resep Bebek Betutu Kuah

Nah karena bulan lalu sepulang dari Batam saya membawa dua ekor itik berukuran jumbo, maka bebek betutu kuah pun akhirnya saya eksekusi. Yep, saya membawa itik beku dari Batam, semata-mata tergiur dengan promosi Apini, asisten kakak saya, yang mengatakan bahwa itik ternakan tetangganya gemuk dan mantap. Promo yang dijual Apini akhirnya saya beli, jadilah dua ekor itik gendut yang sudah dibersihkan, dibuang kepala dan kakinya, terbang ke Jakarta. Itik tersebut tentu saja dibekukan terlebih dahulu di freezer kakak saya yang untungnya berukuran besar. Masing-masing itik beku seberat 2,5 kg tersebut kemudian dibungkus rapat dengan plastic wrap dan saya bawa masuk ke kabin pesawat. Entah bagaimana reaksi petugas di bandara kala dua itik beku tersebut melalui mesin pemindai, namun pengalaman membawa daging-dagingan dan barang aneh ke kabin seperti ini bukanlah barang baru bagi saya. 

Resep Bebek Betutu Kuah
Resep Bebek Betutu Kuah

Saya juga pernah sukses membawa dua ekor ikan tengiri super besar yang sudah dibekukan dari Batam, karena saat itu harganya sangat murah disana. Pernah juga membawa 3 anak pohon pisang yang saya ambil dari pekarangan kakak saya, karena buah pisangnya mantap. Pohon setinggi 1 meter itu dibungkus rapat dengan kertas koran, saya tenteng dan bawa ke kabin. Sempat dicegat oleh petugas maskapai, namun ketika dijelaskan barang tersebut adalah pohon pisang yang fragile mereka memahaminya. 

Pengalaman agak sedikit 'deg-degan' terjadi ketika saya membawa aneka sosis khas Turki (sujuk/sucuk) dari Swedia dua tahun lalu. Bentuk sosis yang super gendut dan jumbo serta cukup banyak jumlahnya sempat membuat petugas mencegat saya agak lama. Waktu itu saya berpikir jika barang tersebut ditolak maka saya akan menyantapnya sampai 'klenger' saat itu juga di bandara. Namun setelah dijelaskan panjang lebar bahwa benda berbentuk 'aneh' tersebut adalah Turkish sausages, mereka mengerti. Ketika dipindai mungkin tampilannya tampak seperti granat. ^_^

Resep Bebek Betutu Kuah
Resep Bebek Betutu Kuah

Wokeh sekarang menuju ke masakan bernama betutu. Betutu merupakan hidangan khas Bali & Lombok yang menggunakan ayam atau bebek sebagai bahan utamanya. Ciri khas masakan ini adalah campuran bumbu yang beraneka ragam dan melimpah, dan memiliki cita rasa pedas. Menurut Wikipedia, 'betutu' sendiri berasal dari kata dalam bahasa Bali yang berarti campuran bumbu dan rempah tertentu yang umumnya terdiri atas bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, kemiri, cabai, lengkuas, dan terasi. Bumbu kemudian ditumbuk, ditumis bersama minyak kelapa,  dan dimasak bersama bebek atau ayam hingga empuk. Masakan betutu yang original biasanya dimasak dalam waktu 24 jam sehingga bumbu meresap ke setiap serat daging bebek atau ayam. Namun kini sepertinya hanya restoran tertentu saja di Bali dan Lombok yang benar-benar memasaknya hingga selama itu.  

Resep Bebek Betutu Kuah

Sebenarnya walau bebek adalah salah satu unggas favorit saya, namun saya paling enggan memasaknya sendiri di rumah. Sebagaimana masyarakat umumnya yang jarang memasak itik atau bebek sendiri, maka ketakutan terbesar saya adalah bau yang amis dan tidak hilang ketika daging dimasak. Beberapa tips seperti tidak menyertakan lemak yang menempel dibagian belakang itik (brutu), mengosok seluruh permukaan itik dan rongga perutnya dengan garam dan jeruk nipis/lemon, hingga membakarnya di permukaan kompor sudah saya lakukan, namun sedikit rasa amis masih tetap terasa ketika disantap.  Alasan itu jugalah yang membuat saya sebenarnya malas memasak unggas ini, selain tentu saja di Jakarta agak susah menemukan bebek/itik yang fresh. Untungnya masakan betutu menggunakan bumbu beraneka ragam dan melimpah sehingga bau-bau aneh pada itik/bebek sedikit berkurang, plus rasa pedas yang cukup mampu membuat bibir jontor membuat saya sedikit 'lupa' dengan bau dan rasa amis. ^_^

Resep Bebek Betutu Kuah

Bumbu betutu kuah ini tidak berbeda dengan versi panggangnya, bebek yang sudah dibersihkan cukup direbus bersama bumbu tumisan hingga empuk dan matang. Jika bebek belum empuk, maka air ditambahkan hingga daging benar-benar lunak ketika dipencet dengan ujung jari. Untungnya itik yang saya gunakan dari jenis yang masih muda sehingga tidak memerlukan waktu lama untuk membuatnya empuk dan matang. 

Berbeda dengan versi panggangnya dimana kuah dimasak hingga menyusut habis kemudian daging dipanggang di oven, maka di versi ini masakan justru bergelimang kuah yang kental. Rencana awal hidangan ini akan saya sandingkan dengan plecing kangkung dan sambal matah, tapi karena lamanya memasak betutu ini membuat energi saya terkuras maka kedua pendamping tersebut terpaksa dilupakan. Apalagi bau masakan yang menggugah selera membuat saya pun tak sabar segera mengambil piring, dan bersama gunungan nasi merah langsung menyantapnya. Sedap! ^_^

Berikut ini resep dan prosesnya ya.

Resep Bebek Betutu Kuah

Bebek Betutu Kuah
Resep hasil modifikasi sendiri

Untuk 4 porsi

Tertarik dengan resep a la Bali  lainnya? Silahkan klik link dibawah ini:
Ayam Suwir Pedas 
Sambal Matah 
Sate Lilit Batang Serai 

Bahan:
- 1/2 ekor bebek (berat sekitar 1 1/4 kg), bisa menggunakan entog  atau ayam
- + 2 liter air panas

Bumbu dihaluskan atau tumbuk kasar atau cincang halus:
- 8 siung bawang merah
- 5 siung bawang putih
- 2 batang serai, ambil bagian putihnya saja
- 20 buah cabai rawit (cabai rawit merah lebih mantap)
- 5 buah cabai merah keriting
- 2 cm kencur
- 6 buah kemiri sangrai
- 3 cm lengkuas muda (ganti dengan lengkuas biasa dan memarkan saja)
- 2 cm jahe
- 2 cm kunyit

Bumbu & bahan lainnya: 
- 3 sendok makan minyak untuk menumis
- 1 1/4 sendok teh terasi, dihaluskan
- 1 sendok teh merica bubuk
- 1/2 sendok makan ketumbar bubuk
- 3 lembar daun jeruk, sobek kasar
- 2 lembar daun salam
- 2 sendok makan air asam jawa yang kental
- 1/2 sendok makan garam
- 1 sendok makan gula jawa sisir halus
- 50 ml santan kental instan (optional)

Cara membuat:

Resep Bebek Betutu Kuah

Siapkan itik/bebek, bersihkan. Gosok permukaan kulit bebek dengan garam kasar dan air jeruk nipis/lemon, gosok juga rongga perutnya. Untuk menghilangkan bau/rasa amis, buang bagian tunggir/brutu bebek. Panggang bebek di permukaan bara atau api kompor agar bulu-bulu halus di permukaan kulit bebek lenyap. 

Potong-potong bebek sesuai selera, remas-remas daging bebek dengan 1/2 sendok makan garam dan 1/2 buah jeruk lemon/nipis dan diamkan selama 20 menit. Cuci bersih dan tiriskan. Sisihkan.

Panaskan wajan, beri 3 sendok makan minyak dan panaskan. Tumis bumbu halus hingga harum, tambahkan merica, terasi, ketumbar, daun jeruk dan daun salam. Aduk-aduk dan tumis dengan api kecil hingga rempah layu dan bumbu matang, tandanya bumbu berwarna lebih gelap dan tidak basah.   

Masukkan daging bebek, aduk dan masak sebentar hingga daging berubah warnanya menjadi pucat. 

Resep Bebek Betutu Kuah

Masukkan 500 ml air panas, masak dengan api kecil hingga air menyusut. Tambahkan lagi 500 ml air panas dan masak hingga bebek empuk dan matang. Jika air habis namun bebek belum empuk, masukkan kembali 500 ml air panas, dan rebus hingga daging bebek empuk.  Tutup wajan selama masakan dimasak agar cepat empuk.

Masukkan santan kental (optional), gula, garam dan air asam Jawa, dan tambahkan air jika berkurang, hingga masakan cukup berkuah tetapi tidak sampai terendam seperti sup. Masak dengan api kecil hingga semua bahan matang, kuah terlihat mengental, berminyak, berubah warnanya menjadi gelap dan cukup nyemek-nyemek.   Cicipi rasanya dan sesuaikan gula garam sesuai selera. Angkat dan hidangkan panas dengan nasi hangat. Super yummy!

Source:
Wikipedia - Betutu  



22 komentar:

  1. Ah... bebek. Saya kapok mkn bebek sejak dibawain bebek cabe ijo dari Indramayu bbrapa tahun lalu, Mba Endang. Amiiiis banget. Sejak Itu ga mau sama sekali mkn bebek, nyoba masak nya juga ga mau krn ga yakin... �� kaya nya kalo udah ada di JTT wajib dicoba nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener banget Mba Emilia, sebenarnya saya juga rada2 serem masak ini huaaaa. Soalnya pernah masak dan hasilnya bau amis susah hilang, yag ini bumbunya banyak dan pedas, mungkin itu agak menutup bau amisnya ya, walau tiap orang bisa beda2 pendapatnya ya, karena bagi yang sensitif tetep amis keknya wakakkaka

      Hapus
  2. waaah...
    mba endang baru pulang dr batam yah?
    klo aja tau...meet up kita mbaaa
    mau salim sungkem, aku silent reader tapi penyontek ulung resep mba endang.hehhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Mba Puri, iya mba, hehhehe. Waak ini mendadak banget soalnya ke batam, tdk direncanakan heheh. Thanks yaa sudah menykai JTT

      Hapus
  3. Mbak endang ini kalo pake slow cooker gmn bisa gak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa banget mba, lebih mudah, kok saya waktu itu gak kepikiran pakai slow cooker yaa wkkkaka

      Hapus
  4. Ahaaaa.....Betutu kesukaanku bwangeeet ini. Dibuatkan resep oleh ahlinya, so perlu dicoba. Tapi mo pake ayam sajaaaah. Mb Endang memang topmarkotop 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks mba Anna, moga suka resepnya ya, pakai ayam maknyuss mba

      Hapus
  5. Assalamualaikum mba.. kmrn aku bikin ayam betutu tanpa kuah anakku n suami lahap makannnya hehehe.. ada sisa sepotong tak goreng uenak mba sama nyambel bawang nasinya langsung bablas resepmu emang sip markusip mba endang terimakasih ya terus berkarya mba --anni smg--

    BalasHapus
    Balasan
    1. Walaikumsalam Mba Anni, thanks sharingnya yaa, senang resepnya disuka. sukses yaaa

      Hapus
  6. Hai mbak endang, keluarga saya suka masak rica2 entok khas purworejo. Supaya tidak amis, empuk dan mengurangi kolesterol. Biasanya direbus dg pepaya muda krn dulu alm. simbah suka beli entok afkir krn harganya lebih murah. Kemudian dicuci dan ditiriskan baru diolah jadi masakan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mb Deasy, wah mantap keknya yaa, saya sampai ngiler membayangkan rica2 entog. Thanks tipsnya, akan saya coba next trial, masih ada 1 ekor bebek di freezer hiiks

      Hapus
  7. Gokil banget mba sampe pernah bawa pohon pisang masuk pesawat, lol.

    BalasHapus
  8. Mba endang biarpun saya ga begitu suka bebek saya eksekusi resep dengan ayam tetep nendang mba. Terimakasih resepnya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks mba Intan sharingnya yaa, yep menurut saya ayam juga lebih enak hehehhe, sukses yaaa

      Hapus
  9. Ngakak baca bawa bebek di pesawat hahahaha.. Tapi aku juga gitu kok mba. Apalagi pas ibu masih ada, dibawain macam2. Btw gimana mama mba? Semoga sudah membaik ya. Aku doyan betutu. Resep ayam betutu mba endang jadi andalan aku banget. Ntar coba resep yg ini. Thanks for sharing ya mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Mba Harsi sharingnya yaaa. Alhamdulilah kondisi Ibu udah membaik, menunggu pemulihan dan gips dibuka sekitar 2 bulan , hiiks.

      Saya juga doyan betutu banget, pakai ayam keknya lebih enak hahhahah. secara gak jago mengolah bebek.

      Hapus
  10. Mba endang gimana kalau ga pakai santan? Salam kenal ya mba endang, baru pertama kali komen tapi sudah sering nyontek resep JTT ����

    BalasHapus
    Balasan
    1. skip saja santannya mba Rina, tetap enak ya. saya sering buat gak pakai santan

      Hapus
  11. Hai Mba Endang! Versi bumbu terblender ini kliatan lebih mempesona deh menurutku daripada versi bumbu terajang. Anyway, mau cerita dikit nih. Sebetulnya di keluarga kami, betutu ini cukup familiar (karena mertua orang Bali, beberapa kerabat tinggal di Bali...semacam itulah) dan cukup sering dimasak dan jadi kaya occasional treat gitu. Nah, beberapa hari lalu, ayah saya dapet kiriman dari seorang kolega: betutu dari sebuah depot tenar di Kuta. Penghuni rumah gembira, langsung ayam dipanasin dan semua orang berpesta. Semuanya, kecuali saya Mba. Gak ada yang menyadari sih kecuali saya, but I swear to God waktu itu ayamnya berbau mirip bangkai Mba :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Amalia, yep menurut saya juga lebih nendang dan bumbu kelihatan meresap di dagingnya ya kalau dihaluskan.

      Waaak, sayang banget itu ayam betutu, padahal asli dr kuta ya. Teman kantor saya orang bali, beliau bilang ayam betutu kuta terkenal enak hehehe

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...