03 April 2017

Resep Soto Ayam Kampung a la Mbak Ayu


Resep Soto Ayam Kampung a la Mbak Ayu

'Dear God,  
Thanks for this Beautiful life. 
And forgive me if sometimes It seems as i
I don't love it enough'
 ~ Unknown
 
  
Hidup manusia memang penuh warna. Tidak sempurna. Suka, duka, sedih, tawa, puas, hampa, datang silih berganti mengisi relung hati dan hari-hari yang dijalani. Bulan ini kehidupan saya pun dipenuhi dengan warna-warna tersebut. Minggu lalu, Tuhan memutuskan untuk memberikan ujiannya dan saya harus melaluinya dengan terengah-engah dan berurai air mata. Ibu saya yang satu bulan belakangan ini berada di Jakarta, terjatuh ketika sedang berjalan di basement parkir Mall Pejaten Village. Saya sebagai anak yang seharusnya berjalan mendampingi beliau, selalu siap sedia di sisinya, berjalan tak peduli beberapa langkah di depan 

Kala kaki tuanya terantuk pembatas ban mobil keseimbangannya hilang dan membawa tubuhnya melayang di lantai yang keras, saya pun tak kuasa mencegahnya terjadi. Saat terjatuh, beliau menahan tubuhnya dengan tangan kiri hingga pergelangan tangan tersebut patah. Saya menjerit, mendeprok di lantai basement yang kotor, menatap wajah Ibu yang putih pucat seperti kertas. Hingga kini bayangan beliau terjatuh tersebut terus berputar-putar di dalam kepala, seakan sebuah MP3 rusak yang memutarkan lagu yang sama. Dada saya terasa sesak oleh rasa pedih dan sedih. Seandainya ini sebuah cerita novel, ingin rasanya saya meminta pengarangnya untuk mengetik ulang dan merevisinya.   

Resep Soto Ayam Kampung a la Mbak Ayu

Sabtu ceria itu seharusnya berlalu dengan hal-hal yang menyenangkan, bahkan kami sudah memulainya dengan hal-hal yang menyenangkan. Ibu saya yang berencana hendak pulang ke Paron dihari Minggu meminta untuk diantar ke Lotte Mart, promo diskon weekend di supermarket tersebut memang cukup menggiurkan. Kami tertawa-tawa, membeli oleh-oleh untuk keluarga di Paron, kemudian dilanjutkan ke Mall Pejaten Village mengantarkan keponakan saya, Fatih, yang mengikuti kursus bahasa Inggris disana. Khawatir dengan santernya berita penculikan anak yang banyak diberitakan di media, kami pun mengantar Fatih hingga masuk ke dalam mall dan parkir di basement. Saat hendak kembali ke mobil itulah peristiwa tersebut terjadi.  

Ah, seandainya saya tidak perlu mengajak Ibu turun dari mobil, dan Fatih cukup diantar Mas Dul, supir adik saya, Wiwin, tentu peristiwa kecelakaan tersebut tidak perlu terjadi. Seandainya hari itu Tedy dan Diar, adik saya yang tinggal di Cilebut datang mengunjungi Ibu Sabtu itu tentu kami akan diam saja di rumah dan bermain-main dengan putri mereka, Kirana dan Aruna, yang lucu dan menggemaskan. Seandainya Lotte Mart tidak promo diskon tentu kami tidak keluar rumah sama sekali. Seandainya, seandainya, seandainya. Manusia memang hanya bisa berandai-andai, namun Tuhan yang menggariskan dan menentukan semuanya.  Wallahu a'lam.

Resep Soto Ayam Kampung a la Mbak Ayu
Kemiri (candlenut)

Jakarta Medical Center adalah rumah sakit terdekat dan tercepat yang bisa kami jangkau, mengingat kondisi jalanan di Mampang yang super macet jika Sabtu sore menjelang. Selama di perjalanan tidak ada satupun keluhan yang keluar dari bibir beliau, bahkan tidak ada satupun jawaban ketika saya panggil dengan nada panik. Ibu saya adalah wanita kuat dan super tabah yang pernah saya kenal, bahkan di usia menjelang senja seperti sekarang pun beliau tetap terlihat segar. Namun tatkala menatap tubuh beliau yang lemah bersandar di jok mobil,  wajah yang pucat pasi, mata terpejam rapat, bintik keringat didahi, dan rasa sakit luar biasa yang tergores disana, muka saya seperti tertampar. Saya terkadang lupa bahwa beliau sudah tua! Stroke adalah ketakutan lainnya selain pergelangan tangan patah, mengingat Ibu memiliki penyakit diabetes juga. 

Kami masuk ke IGD dan langsung disambut oleh suster yang mengecek tensi. Tekanan darah beliau drop hingga ke 70, dan infus pun dipasang. Tak berapa lama kemudian adik saya, Dimas, Wiwin dan suaminya, Azy, datang menyusul ke rumah sakit. Berada di dalam bilik IGD yang kecil, dikelilingi oleh keluarga dan menatap Ibu yang tergolek lemah di ranjang rumah sakit membuat hati saya penuh sesak dengan rasa sesal, dan sedih. "Maafkan Endang ya Ma, ini salah Endang. Harusnya Endang jalan disamping Mama," isak saya sambil mencium kening beliau. "Jangan nangis Nduk, nanti Mama jadi sedih," bisik Ibu saya. "Udah, jangan disesali. Ini namanya musibah, yang penting Mama bisa cepat ditangani. Alhamdulillah cederanya tidak yang lebih berat," kata adik saya, Wiwin, yang duduk di ujung ranjang. Walau nada suaranya terdengar tenang tapi saya melihat matanya memerah dan beberapa tetes air mata mengalir di pipinya.

Resep Soto Ayam Kampung a la Mbak Ayu

Kami memutuskan untuk tidak mengabari Tedy karena rumahnya yang jauh di Cilebut dan kasihan dengan anak-anak yang masih kecil jika harus mondar-mandir ke Jakarta.  Tapi saya mengirim pesan WA ke kakak saya, Wulan, yang saat itu sedang berlibur bersama suami dan anaknya di Aussie, untuk berkonsultasi mengenai dokter bedah tulang yang bisa direkomendasikan. Kebetulan kakak saya dan suaminya, Mas Moko, adalah dokter bedah di sebuah rumah sakit swasta di Batam. Sayangnya kakak saya tidak memiliki rekomendasi dokter spesialis ortopedi di Jakarta. Saya dan Wiwin kemudian memutuskan untuk membawa Ibu ke rumah sakit umum Siaga yang memang sering dijadikan rujukan untuk urusan patah tulang  

Biaya operasi dan pasang implant diluar dugaan sangat fantastis besarnya, membuat saya dan Wiwin agak shocked. Jika dikalkulasikan maka biaya keseluruhan termasuk rawat inap bisa mencapai diatas seratus juta rupiah. Kartu kredit yang selama ini jarang dipergunakan akhirnya digesek hingga mentok tembok gubrak, urusan bayarnya akan kami pikirkan kemudian. Kondisi Ibu perlahan mulai stabil, tekanan darahnya kembali normal dan hasil pemeriksaan kardio juga terlihat bagus, membuat kami berangsur-angsur mulai tenang.  Saya pun memutuskan pulang sebentar ke rumah Pete untuk mengambil pakaian dan perlengkapan lainnya untuk menginap di rumah sakit.  Malam itu saya dan Dimas akan stay di rumah sakit menemani Ibu. 

Resep Soto Ayam Kampung a la Mbak Ayu

Menjelang pukul sepuluh malam, Wiwin dan suaminya, datang membawa baju dan perlengkapan buat Ibu. "Ndang, bisa ngobrol sebentar nggak diluar," bisiknya, membuat saya bertanya-tanya dan kembali khawatir. "Wulan minta Mama dibawa ke Batam saja, dia sudah kontak temannya, dokter spesialis ortopedi, buat ngoperasi," penjelasannya di luar kamar membuat saya menggaruk-garuk kepala. Kakak saya memang sempat mengirimkan sederetan pesan di WA mengenai prosedur operasi dan dokter bedah seperti apa yang seharusnya menangani. Beliau agak sedikit concerned dengan  hasil rontgen yang saya kirimkan gambarnya melalui WA karena menurutnya tulang yang patah cukup complicated apalagi usia Ibu yang sudah tua dan memiliki riwayat diabetes. Tapi membayangkan perjalanan ke bandara dengan kondisi Ibu yang seperti ini membuat saya kehilangan semangat. "Tanya Mama dulu, mau atau nggak. Soalnya aku khawatir Mama masih nggak kuat kalau pergi jauh-jauh," jawab saya sedikit ragu.

Walau awalnya Ibu saya merasa keberatan, namun akhirnya setuju setelah kami jelaskan panjang lebar alasannya. Setelah yakin fisik beliau cukup kuat untuk menaiki pesawat, akhirnya diputuskan besok pukul enam pagi kami akan membawa Ibu ke bandara. Berhubung karena Dimas harus kuliah dan Wiwin yang tidak bisa meninggalkan anak-anak, maka hanya saya yang akan mengantarkan beliau kesana. Biaya operasi dan implant yang sudah terlanjur dibayarkan ternyata sangat mudah diklaim kembali. Pihak rumah sakit sangat memahami pembatalan kami dan menganjurkan untuk memprosesnya dihari kerja. Ketika Wiwin mengurusnya hari Rabu minggu lalu, uang dibayarkan saat itu juga dalam bentuk cash! Gubrak!
 
Resep Soto Ayam Kampung a la Mbak Ayu

Akhirnya di Minggu pagi, saya berdua Ibu berangkat ke Batam, untungnya perjalanan sangat lancar dan menyenangkan. Seumur-umur saya yang belum pernah duduk di kursi Garuda business class, kali ini bisa merasakannya. Kru pesawat telah menyediakan sebuah kursi roda dan seorang petugas yang membantu mendorong mulai dari check in hingga naik ke dalam pesawat. Obat pereda nyeri yang diberikan oleh dokter di rumah sakit sangat membantu perjalanan juga karena menurut Ibu saya rasa sakit tulang yang patah sangat luar biasa.  Kami tiba di rumah sakit Awal Bros di Batam pukul setengah sebelas dan langsung ditangani dengan cepat, membuat separuh beban di bahu saya langsung terangkat lenyap. Saya tinggal di Batam menemani Ibu selama 4 hari disana, dan kembali ke Jakarta di hari Jumat. Alhamdulillah operasi berjalan lancar dan saat ini beliau menunggu pemulihan di rumah kakak saya, karena gips yang baru bisa di buka setelah dua bulan.  

Berulangkali saya mengucap syukur kepada Ilahi karena walau bagaimanapun juga kondisi Ibu saya masih lebih baik dibandingkan jika mengalami cedera lainnya yang umum di terjadi pada orang tua jika terjatuh. Saya dan saudara-saudara berjanji next time akan lebih berhati-hati menjaga Ibu. "Ini jadi peringatan keras bagi kita semua Ndang, kita harus lebih hati-hati lagi," kata-kata adik saya, Wiwin, tersebut terus terngiang-ngiang di kepala. Alhamdulillah ya Allah.

Resep Soto Ayam Kampung a la Mbak Ayu

Well saya akhiri kisah minggu lalu ketika tak ada satupun posting saya berikan di JTT, sekarang kembali ke resep yang di-share kali ini. Saya pernah menyebutkan di satu postingan sebelumnya mengenai soto a la Mbak Ayu, beliau adalah asisten rumah tangga Wiwin yang super rajin dan jago memasak, soto adalah spesialisasinya. "Minta resep soto sama Mbak Ayu, suaminya kan jualan soto di Paron," kata Ibu saya beberapa waktu yang lalu kala kami bersiap-siap hendak menyantap soto ayam kampung yang tampak menggugah selera di meja makan. Soto ayam sebenarnya bukan termasuk makanan favorit saya, berbeda dengan soto Betawi yang menurut saya lebih maknyus rasanya. Tapi usai menyantap semangkuk soto berisi mie soun dan sepotong paha ayam tersebut, saya langsung memanggil Mbak Ayu dan mengeluarkan handphone untuk mencatat resepnya

Berbeda dengan resep soto a la Ibu saya yang saya pelajari sejak jaman 'baheula' dari beliau, maka soto a la Mbak Ayu ini memiliki bumbu yang jauh lebih simple. Tidak menggunakan aneka rempah-rempah yang mungkin banyak yang belum mengetahuinya seperti kapulaga, kembang lawang, kayu manis, atau pala. Bumbu soto a la Mbak Ayu cukup bawang merah, bawang putih, kunyit, sedikit merica dan kemiri. Banyak kemiri! "Dulu Ibu mertua ngajarinnya begitu Bu, kemirinya yang banyak supaya kuahnya lebih kental. Rempah-rempah lainnya sedikit saja." Well, dibandingkan saya yang suka memasukkan 'segambreng' serai, jahe, lengkuas, atau daun jeruk di bumbu, maka soto ini irit rempah. Cukup 1 buah serai, 2 lembar daun salam, sedikit lengkuas dan jahe, dan tidak menggunakan daun jeruk. Hasilnya adalah kuah yang terasa lebih light, tidak beraroma menusuk aneka rempah dan sangat segar! 

Resep Soto Ayam Kampung a la Mbak Ayu

Untuk hasil terbaik tentu saja ayam kampung lebih disarankan, diresep ini saya menggunakan ayam kampung a la supermarket yang berukuran kecil dan sebenarnya tidak murni ayam kampung seperti yang banyak dijual di pasar tradisional. Ayam kampung a la supermarket umumnya berasal dari ayam yang diternakkan di kandang, bukan yang berkeliaran bebas di pekarangan (free range), sehingga rasanya pun tidak terlalu gurih. Jika anda menggunakan ayam potong (ayam negeri),  untuk hasil yang lebih kesat, setelah ayam matang direbus bisa digoreng sebentar hingga permukaannya kering, baru kemudian daging ayam disuwir-suwir ketika soto akan disajikan. Untuk resep ini saya hanya memotong ayam menjadi berukuran kecil dan merebusnya bersama bumbu. 

Karena jumlah kemiri cukup banyak, untuk menghindari bau langu khas kemiri maka saya sarankan sangrai (goreng tanpa minyak) terlebih dahulu kemiri yang akan digunakan, baru dihaluskan bersama bumbu lainnya. Selain itu, menumis bumbu halus hingga benar-benar matang juga menjadi kunci untuk menghilangkan bau langu kemiri, membuat bumbu terasa lebih matang dan sedap. Untuk menghindari bumbu mudah gosong kala ditumis, maka gunakan api kecil dan wajan anti lengket, atau tambahkan sedikit minyak. Tips terakhir mungkin tidak disukai oleh mereka yang sedang berpantang minyak, jadi gunakan dua tips sebelumnya ya.

Selebihnya membuat soto ayam kampung a la Mbak Ayu ini super duper mudah dan bisa dieksekusi oleh siapapun bahkan jika anda baru saja belajar terjun ke dapur. Berikut resep dan prosesnya ya. 

Resep Soto Ayam Kampung a la Mbak Ayu

Soto Ayam Kampung  a la Mbak Ayu
Resep diadaptasikan dari Mbak Ayu

Untuk 4 porsi 

Tertarik dengan resep soto lainnya? Silahkan klik link dibawah ini:
Soto Daging Sapi  a la My Mom
Soto Banjar a la Just Try & Taste
Soto Betawi a la Pak Kustandi
 


Bahan:
- 1 ekor ayam kampung, berat sekitar 800 gram
- 1200 ml air

Bumbu dihaluskan:
- 6 siung bawang merah
- 5 siung bawang putih
- 10 butir kemiri, sangrai
- 2 cm kunyit
- 1 sendok teh merica putih butiran

Bumbu lainnya:
- 2 - 3  sendok makan minyak untuk menumis
- 3 cm lengkuas, dimemarkan
- 1 batang serai, dimemarkan
- 2 cm jahe, dimemarkan
- 2 lembar daun salam
- 1 sendok makan gula jawa yang telah disisir halus
- 1/2 sendok makan garam

Pelengkap (optional):
- bihun rebus secukupnya, saya pakai misoa
- irisan halus daun kol
- 1 batang daun bawang, rajang halus
- 1 batang daun seledri, rajang halus
- irisan jeruk nipis
- sambal cabai rawit

Cara membuat:

Resep Soto Ayam Kampung a la Mbak Ayu

Siapkan ayam kampung cuci bersih dan potong kecil menjadi 12 - 14 bagian atau sesuai selera anda. Jika menggunakan ayam negeri, remas-remas potongan ayam dengan 1/2 buah air jeruk nipis dan 1/2 sendok makan garam untuk menghilangkan lendir dan bau ayam. Cuci bersih dan tiriskan. 

Untuk menghaluskan bumbu menggunakan blender dry mill tanpa menambahkan air, rajang tipis semua bumbu yang akan dihaluskan. Masukkan ke blender dan proses. Jika bumbu terlalu banyak maka proses menjadi beberapa bagian. Matikan blender sesekali, dan aduk-aduk bumbu agar pisau mampu berputar. Tekan pulse beberapa kali jika pisau tidak mau bergerak.  

Resep Soto Ayam Kampung a la Mbak Ayu

Siapkan wajan, atau panci anti lengket. Panaskan minyak dan tumis bumbu halus dengan api kecil sambil diaduk-aduk hingga bumbu harum, matang dan tidak berwarna pucat. Masukkan jahe, lengkuas, serai dan daun salam, tumis hingga rempah layu.

Masukkan potongan ayam, aduk hingga rata dan masak hingga ayam terlihat berubah warna menjadi putih pucat. Masukkan 300 ml air dan rebus dengan api kecil hingga ayam empuk dan matang. Jika ayam belum empuk dan matang, tambahkan air kembali dan lanjutkan merebus hingga ayam empuk.

Resep Soto Ayam Kampung a la Mbak Ayu

Tambahkan sisa air, gula jawa dan garam, rebus hingga mendidih. Cicipi rasanya, sesuaikan rasa asinnya.  Masukkan 1/2 porsi irisan daun bawang, aduk rata.  Matikan api. 

Sajikan soto dengan pelengkapnya.  Super yummy!



70 komentar:

  1. Mbk Endang, smoga mamanya cepat sembuh. Resep soto ini sepertinya wajib dicoba, selama ini klo buat soto tanpa santan rasanya mesti kurang nendang..matur nuwun mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Mba Nuzulul! Yep, sotonya maknyus mba hehhehe

      Hapus
  2. Mba endang saya ikut prihatin atas kejadian yang menimpa ibu dan keluarga besar mba endang. Semoga dihapus segala dosa2 nya atas musibah tersebut. Semoga sehat selalu untuk ibu dan keluarga besar mba endang serta diberkahi oleh Allah, aamiin.

    Ps: lg nggak fokus sama resep, fokus sama cerita pembuka *feelingsad

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih ya Mba Juan, amin atas doanya ya. Alhamdulillah kondisi Ibu sudah membaik sekarang, sedang nunggu pemulihan yang agak lama. Thanks ya, sukses dan sehat selalu untuk Mba dan keluarga ya.

      Hapus
  3. Semoga cepat membaik kondisi mamanya Mbak Endang :)
    Namanya musibah nggak bisa dicegah mbak. Jadi bukan salah Mbak Endang juga. Sudah takdir hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Mba Kurnia, amin atas doanya yaa. Yep, memang sudah digariskan seperti itu ya. Sukses dan sehat selalu yaa

      Hapus
  4. Mbak Endang...ikut sedih baca ceritanya....
    Hari ini di sini hujan deras...jalanan banyak yang tergenang...
    Ibu hari ini pulang cukup sore setelah bekerja, karena menghindari motor yang berhenti mendadak karena genangan air alhasil ibu sama bapak jatuh dari motor ditengah banjir...
    Alhamdulillah beribu kali...untungnya ga kenapa2 dan ga luka...
    Semoga Ibu Mbak Endang lekas sembuh dan diberi kesehatan ya Mbak.
    buat Mbak Endang yang sabar ya. Tetep semangat ya Mbak.
    - Vira - Semarang -

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Vira, thanks ya. Amin atas doanya.

      Syukur alhamdulliah Ibu dan Bapak dalam keadaan baik ya Mba, ngeri memang kalau hujan deras seperti itu. Sukses dan sehat selalu untuk Mba dan keluarg ya.

      Hapus
  5. Wah resepnya cukup simple yaa mbak selain itu juga ngak ribet cara bikinnya,rasanya pun pasti juara.Ohya,saya turut prihatin atas musibah yang menimpa ibunda Mbak Endang.Mbak Endang,sebelum diobati ke medis kenapa tidak dibawa saja ke pengobatan alternatif seperti pijat patah tulang H.Naim di Cilandak,Cipete atau Guru Singa di Pondok Kelapa atau mungkin ke kampung Cimande di Bogor.Pengobatan alternatif bisa menjadi solusi berobat selain medis yang harganya cukup mahal dan ribet.Beberapa waktu lalu adik saya terjatuh saat bermain lengan kirinya patah,pengobatannya pun hanya di urut khusus patah tulang dan setelah beberapa waktu kemudian di bawa ke dokter lalu di rekomendasikan untuk di rongsen hasilnya pun mengembirakan karena tulang yang patah sudah tersusun rapi, hanya menunggu tulang menyatu kembali, dokter pun memberikan resep vitamin saja.

    By Dendy

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mas Dendy, thanks sharingnya ya. Mungkin kalau usianya masih mudah masih bs dibawa ke pengobatan alternatif ya, tapi kalau sudah berumur sebaiknya jangan Mas, karena orang tua umumnya perlu dicek tekanan darah, gula darah dan jantungnya, dan rasa sakit tulang yang patah bs diredakan dengan pereda nyeri.

      Sukses dan sehat selalu untuk Mas dan keluarga ya.

      Hapus
  6. Jadi ikutan sedih dan prihatin juga mb.Endang, semoga mama mb.Endang cepet diberi kesembuhan, dan bisa betaktivitas lagi seperti biasanya...Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin dan thanks doanya Mba Luis, sukses dan sehat selalu ya.

      Hapus
  7. Mbak endang, saya ikut mendoakan semiga ibu mbak endang segera pulih dan menikmati masa tua dengan gembira. Amin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin dan thanks doanya Mba Anita. Sukses dan sehat selalu untuk Mba dan keluarga ya

      Hapus
  8. Mbak Endang, turut sedih atas kecelakaan yang menimpa ibu. Semoga ibu mbak cepat pulih seperti sediakala. Jadi ingat sama ibuku yang sudah tua dan tinggal sendirian (saya merantau)... Semoga Tuhan selalu menjaga orang tua kita dari segala marabahaya dan diberikan kehidupan masa tua yang indah/damai/sukacita.... Salam, Gisela

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Mba Gisela dan amin atas doanya ya.

      Kalau sudah kejdian begini saya juga jadi ngeri meninggalkan Ibu sendiri, untung kemarin sedang di jakarta dan penanganan bs cepat Mba, gak kebayang kalau terjadi di Paron.

      Doa saya untuk kesehatan dan keselamatan Ibu ya Mba. Sukses dan sehat selau untuk Mba dan keluarga.

      Hapus
  9. Mb, mdh2an Mama nya cpt pulih ya.. aamiiin YRA

    BalasHapus
  10. Syafakillah ya mba utk ibunya.. Smoga lekas diangkat sakitnya. Dlu bapakku jg pernah mengalami gitu tp tumitnya retak n dibawa ke H.naim utk urut. Krn memikirkan biaya yg ckup besar klo operasi. Memang sembuh sih mba tp agak pincang jalannya n skrg cepet lelah klo jalan jauh. Biasanya klo ditangani dokter insha allah kembali normal walaupun pemulihan yg lebih lama

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin dan thanks doanya ya Mba Lina. Semoga Bapak selalu diberikan kesehatan dan keselamatan ya. Sukses dan sehat selalu untuk Mba dan keluarga.

      Hapus
  11. Semoga mamanya cepat pulih ya mba endang. Amin

    BalasHapus
  12. Mba Endang, saya cuma bisa kirom doa buat Ibu, semoga pemulihannya cepat ya.. Amiin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin YRA, thanks ya Mba. Sukses dan sehat selalu untuk Mba dan keluarga ya

      Hapus
  13. Turut sedih bacanya...smoga ibu cpt sembuh ya mba...

    BalasHapus
  14. Walah mbak, saya jadi gak fokus sama resepnya, udah nangis duluan baca cerita pembuka mbak Endang, jadi keingat Ibu dikampung.Semoga Ibu mbak Endang lekas sembuh ya & semoga Ibu2 kita diberi kesehatan & slalu dlm lindungan Allah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks ya Mba Fitri, amin atas doanya ya. Memang kalau urusan Ibu dan keluarga kalau terjadi sesuatu rasanya kek anggota badan kita sendiri yang cedera ya. Sukses dan sehat selalu untuk Mba dan keluarga ya.

      Hapus
  15. mba endang ikut sedih bacanya.. mba endang jgn merasa bersalah, rasulullah bersabda spt ini
    "jika sesuatu menimpamu, janganlah engkau berkata ‘seandainya aku melakukan ini dan itu, niscaya akan begini dan begitu.’ Akan tetapi katakanlah ‘Qodarullah wa maa-syaa-a fa’ala (Allah telah mentakdirkan segalanya dan apa yang dikehendaki-Nya pasti dilakukan-Nya).’ Karena sesungguhnya (kata) ‘seandainya’ itu akan mengawali perbuatan syaithan.”
    (HR muslim)

    syafahaallaah buat ibunda semoga اَللّهُ segera sehatkan ibunda
    اللّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اِشْفِ وَ أَنْتَ الشَّافيِ لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَماً
    “Wahai Rabb seluruh manusia, Yang Maha menghilangkan penyakit, sembuhkanlah dia. Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan; tiada yg menyembuhkan kec Engkau; kesembuhan yg tdk meninggalkan penyakit yg lain.”
    آمين يارب العالمين
    ummu abdirrahman

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin atas doanya dan thanks ya Mba atas sharingnya yang bagus, sangat saya hargai.

      Sukses dan sehat selalu untuk Mba dan keluarga juga ya.

      Hapus
  16. syafakillah untuk ibunya mba endang, semoga cepat pemulihannya jadi sedih baca ceritanya tetep semangat mba --anni--

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin YRA, terima kasih ya Mba Anni. Sukses dan sehat selalu yaa

      Hapus
  17. ngga terasa ikutan nangis bacanya, mudah"an ibu mba endang cepat sembuh yaa.. jadi keingetan sama emak jg bapak dikampung :(


    btw mba endang, ini resep soto yg biasa saya buat bumbunya simpel tapi mantaaap dan segar, biasanya saya pake ayam negri yg dibeli dipasar klo ada tulang" jg saya masukin aja :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Mba, amin atas doanya ya.

      Yep, tambah tulang2 ayam pasti akan lebih sedap kaldunya ya. Sukses dan sehat selalu yaaa

      Hapus
  18. aaahhhh...jadi sediiihh... jadi kangen mamah... *maklum anak kos.... moga cepet pulih untuk mamanya mba endang... :)
    Resep Soto yang aku cari2 nih mba, simpel di bumbu, ada sisaan daging sapi rebus di freezer, aku masukin aja sama ayam gpp kali ya mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Mba Yuli, amin atas doanya ya.

      Masukkan saja mba, kaldunya akan semakin sedap hehehe

      Hapus
  19. Jadi ikut sedih, mbak... membaca prolognya. Alhamdulillah segera teratasi. Semoga mamanya cepat sembuh dan peristiwa di atas membuat keluarga besar mb Endang yang sudah erat jadi semakin solid dan kompak... aamiin. Jadi ngg fokus sama resepnya, mbak... hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin YRA dan thanks doanya Mba Devy. Alhamdulillah Ibu saya sekarang baik-baik saja, tunggu pemulihannya mungkin yang agak lama ya.

      Sukses dan sehat selalu untuk Mba dan keluarga yaa

      Hapus
  20. Semoga ibu mba Endang segera pulih ya. Ikut prihatin baca kisahnya...

    Btw akhirnya terbit juga resep soto yg ditunggu2 ini a la mba Ayu... dan akhirnya satu ekor ayam kampung yg sudah sekian lama mendekam difreezer akan segera tampil...

    Nuhun ya mba Endang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks ya Mba Agustinah. Moga resep sotonya disuka yaa.

      sukses dan sehat selalu yaa

      Hapus
  21. sedih .. jadi inget mamahku jatuh di dapur dan pergelangan tangannya patah, sudah hampir setahun beraktivitas dg sebelah tangan .. sudah coba urut traditional malah jadi bengkak .. dibawa ke RS untuk pasang pen tapi tidak bisa karena kondisi kesehatannya drop dan mamah agak takut dg RS :( .. semoga mamah mba endang dan mamahku cepat sembuh dan sehat selalu .. aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin dan thanks ya Mba Nisa atas doanya, semoga Mama-nya juga cepat sembuh dan bs berktifitas seperti semula ya. memang kalau orang tua banyak komplikasinya jika harus melakukan operasi besar.

      sukses dan sehat selalu untuk Mba dan keluarga ya.

      Hapus
  22. mbak endang semoga mamanya segera pulih ya. Tetap semangat dan d
    itunggu resep-resep andalan lainnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Mba Yanti, amin atas doanya ya. sukses dan sehat selalu yaa

      Hapus
  23. Mbak Endang, semoga ibunda segera pulih ya. Ibu saya pun pernah patah tulang bahkan hancur, jd hrs diganti yang palsu... alhamdulillah sekarang sudah bisa jalan kembali. Smg ibunda mbak Endang juga sehat kembali seperti sedia kala...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Mba Nina, amin atas doanya ya.

      alhamdullilah Ibu sudah kembali sehat ya dan bs beraktifitas seperti semula ya. sukses dan sehat selalu ya mba.

      Hapus
  24. Mba Endang...turut prihatin atas musibah yg menimpa Ibunda, semoga lekas sembuh pulih seperti sedia kala...aamiin.
    Terimakasih urk resepnya ya mba, insyaaAllah wiken nanti dieksekusi

    ~Sri Han~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin YRA dan thanks ya Mba Sri Han doanya.

      Moga resep sotonya disuka ya. Sukses dan sehat selalu ya.

      Hapus
  25. mbak endang,,semoga mama nya cepat sembuh ya.. aamiin.. makasih untuk resepnya ya mbak.. anak ku pengemar soto.. jadi ini wajib di coba.. makasih mbak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiin YRA dan thanks doanya mba Leonisa.

      Moga resep sotonya disuka ya, sukses dan sehat selalu.

      Hapus
  26. Sedih sekali membaca cerita, mba Endang. Semoga mama mba Endang lekas sembuh dan sehat selalu. Mba Endang juga tetap sehat, sabar dan kuat menghadapi semuanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin YRA, dan thanks Mba Sitti atas doanya ya.

      Sukses dan sehat selalu untuk Mba dan keluarga ya.

      Hapus
  27. Balasan
    1. Thanks ya Mba Nana, sehat selalu juga buat mba dan keluarga ya

      Hapus
  28. Hai mba Endang, semoga mamanya mba Endang lekas sembuh ya mba...semoga semua keluarga diberi ketabahan dan kekuatan.

    Eh mba sedikit kepo neh, dr. Sri Wulandari, SpB itu kan kakaknya mba Endang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin Mba Monica atas doanya, thanks yaa.

      Yep, beliau kakak saya mba hehehe, kenal ya?

      Hapus
  29. Sedih bgt dgr crtny mba... (syafahaallah bwt ibu) sy mo cb resepny nh mba. Maaf nh mba,melenceng dr topik, aq mo riquest nh mba,bkn resep asinan buah dan sayur khas bogor dong mba. Kelihatanny gampang tp hsl yg aq bwt krg memuaskan gt,pdhl udh googling sn sni. Sy jg sdh cr di file jjt sprtiny blm ad atau mmg sy krg jeli melihatny. Tks.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Mba Hariati.

      Asinan buah bogor belum pernah buat mba, hehehe. mungkin nanti kalau ada waktu ya. salam

      Hapus
  30. Dear mbak Endang, ikut bersedih atas musibah yang menimpa ibu. Semoga segera pulih, ya mbak. Salam, Heni

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Heni, thanks ya, amin atas doanya. sukses dan sehat selalu untuk mba dan keluarga ya

      Hapus
  31. Assalamu'alaikum mba endang.. Jadi baper baca cerita mba endang.. Semoga Allah Subhanahu Wata'ala segera memulihkan kondisi beliau ya mba.. Semangat.. Semangat.. Btw ini soto udh 2x saya eksekusi, & suka bgt sama soto ini.. Makasii ya mba.. Soto dagingnya jg top markotop, sup buntutnya ga kalah sama yg diresto2.. Hiihii.. Salam hangat.. Tia

    BalasHapus
    Balasan
    1. walaikumsalam Mba Tia, thanks doanya ya. Alhamdulilah Ibu saya sudah baik2 saja hanya menunggu pemulihan. Thanks sharingnya yaa, senang resep2nya disuka, sukses yaa

      Hapus
  32. Mbak Endang,turut prihatin atas kejadian yg menimpa ibunda tercinta.Semoga saat ini kondisinya sdh jauh lbh baik.
    Saya mau tanya, seandainya soto bersisa sementara kol sdh tercampur di dalammnya apakah aman utk dikonsumsi esok harinya?
    -alvira

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Alvira, thanks yaa. Alhamdulilah saat ini kondisi Ibu saya sudah baik mba, tinggal tunggu lepas gips saja.

      Aman mba, asalkan disimpan di kulkas ya.

      Hapus
  33. Hai Mbak. Baru baca cerita ttg ibu krn lg nyari resep soto. Sedih banget dengernya. Semoga sekarang ibu udah jauh membaik ya mbak. Semoga Allah senantiasa melimpahkan keselamatan dan keberkahan untuk mbak endang dan keluarga. Aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Mba Ghaida, amin atas doanya yaa. Alhamdulilah Ibu saya saat ini kondisinya sudah pulih dan segera akan dibuka gipsnya. thanks yaa

      Hapus
  34. Oh iya mbak saya sampai lupa mau tanya krn tertegun baca kisah ibunya mba endang. Dari keseluruhan resep soto ayam yang pernah mba endang hadirkan di jtt,resep soto ayam yang mana yg menurut mbak endang paling recommended?

    Beberapa waktu lalu saya mencoba resep Rawon a la ibu nya mba endang dan resep tongseng kambing. Alhamdulillah keluarga bilang enak banget. Terimakasih sudah berbagi ya Mbak... ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya soto ayam kampung ini paling sedap dan simple hehhehe. Seandainya saya tahu dr dulu membuat soto ayam semudah ini maka saya dr dulu pakai resep ini mba wakakkak

      Hapus
  35. mbaaaa.. kenapa ya aku kalo masak ayam kampung masih bau? padahal aku udah cuci pakai air mendidih, bahkan ditambah bombay, jeruk sama kayu manis. kira2 pakai apa ya mba biar bau ayamnya hilang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba gosok permukaan dan rongga ayam dengan garam dapur dan jeruk nipis mba, cara ini biasanya saya pakai buat ayam negeri dan ayam kampung supermarket, cukup manjur ya

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...