26 April 2011

Keripik Bawang


Keripik, kerupuk, rempeyek dan aneka jenis makanan kecil yang renyah dan gurih seakan tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat kita. Hampir semua orang di Indonesia menyukai jenis penganan yang digoreng garing ini sehingga variasinya pun sangat banyak. Memang sulit menolak godaannya. Parahnya lagi ketika masuk ke mulut maka mesin penggiling baru bisa berhenti jika satu stoples telah habis dan tandas masuk ke perut. Nah, keripik bawang ini salah contoh camilan yang sulit untuk ditolak dan sering membuat ketagihan. Terbukti ketika saya buat, hanya dalam waktu dua hari habis tak bersisa, padahal hasilnya lumayan banyak lho: satu stoples ukuran jumbo :)


Resep untuk keripik bawang ini saya peroleh dari majalah Sedap, saya pernah posting mengenai kue bawang sebelumnya di Camilan Renyah & Gurih si Kue Bawang. Kedua resep ini ada perbedaan dari bahan yang digunakan dan juga tampilannya. Untuk rasanya, saya rasa tidak terlalu jauh berbeda. Tipsnya untuk keripik bawang ini adalah giling adonan setipis mungkin sehingga keripik garing dan renyah. Untuk mencetak adonan menjadi bentuk bulat bisa menggunakan cetakan kue kering dari alumunium atau penutup botol dengan ukuran kira-kira 3 cm.

Berikut resepnya ya.


Keripik Bawang
Resep diadaptasikan dari majalah Sedap Khusus Pemula, Edisi 59/XI/2010

Bahan:
- 450 gram tepung terigu
 
- 150 gram tepung sagu
- 1/4 sendok teh soda kue
- 1 sendok teh kaldu bubuk
- 2 sendok teh garam
- 4 butir bawang putih, goreng sebentar hingga agak kecoklatan, haluskan
- 4 sendok makan bawang goreng, haluskan
- 2 butir telur ayam, kocok lepas
- 150 ml santan kental 
- 2 sendok makan mentega
- Minyak untuk menggoreng

Cara membuat:
Siapakan mangkuk ukuran besar, masukkan tepung terigu, tepung sagu dan soda kue. Aduk hingga rata. Tambahkan bawang putih halus, bawang goreng, kaldu bubuk dan garam, aduk hingga tercampur. 


Tuangkan santan kental dan telur kocok sedikit demi sedikit secara bergantian  ke adonan tepung. Aduk menggunakan spatula. Lakukan hingga santan dan telur habis. Aduk tepung hingga menjadi adonan setengah basah, kemudian uleni dengan tangan hingga setengah kalis. Tambahkan mentega, uleni hingga adonan menjadi kalis, tandanya adonan tidak lengket lagi di tangan dan mangkuk. 


Bagi adonan menjadi beberapa bagian. Ambil 1 bagian adonan, letakkan di meja datar/talenan yang telah ditaburi tepung terigu kemudian gilas tipis menggunakan gilingan pasta/mie atau menggunakan gilingan dari kayu. Cetak menjadi bulatan-bulatan dengan diameter + 3 cm. Tata diatas loyang yang telah ditaburi tepung terigu agar tidak lengket, lakukan hingga semua adonan habis.


Goreng menggunakan minyak yang agak banyak, tekan-tekan keripik selama proses penggorengan menggunakan punggung sodet/spatula agar keripik tidak melengkung.  Goreng hingga kering kecoklatan, angkat dan tiriskan.


Lakukan hingga semua bahan habis. Dinginkan keripik diatas tissue dapur agar minyak berkurang. Masukkan ke dalam stoples dan tutup rapat. Enjoy!

Source:
Majalah Sedap Khusus Pemula, Edisi 59/XI/2010

6 comments:

  1. Hi Mbak Endang, yg ini bikin kangen kampung halaman, di tempatku namanya krupuk bawang, bener2 gurih , krenyes2 dan nglawohi ( bisa untuk lauk ) hehehe, salam kenal mbak Endang

    Salam,
    Dian

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Dian, yep makan ini gak bisa berenti ya, makannya sekejap bikinnya ini waduhhhh hehehhe

      Delete
  2. hallow mbk endang.
    Dr bbrp resep mbk endang udh bnyk yg saya coba n alhamdulillah sbgian besar sukses.
    Kali ini saya pngn nyoba resep ini n ada bbrp pertanyaan.
    Untuk tepung sagu bs diskip ato diganti tdk?
    Trus soda kue gunanya untk apa?bs diganti yg lain?
    Makasih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Lutfi, coba pakai ganti dengan tepung tapioka saja, saya belum tahu efeknya kalau sagu di skip. Pakai resep kue bawag juga bisa, tapi dibentuk keripik. Soda kue supaya renyah Mba, bisa ganti baking powder ya. Ini resep kue bawang yang lainnya: http://www.justtryandtaste.com/2010/11/camilan-renyah-gurih-si-kue-bawang.html

      Delete
  3. Mbakkkkk...
    Aku udah bikin, renyah banget ya, lumer dimulut. Kalo aku pengen agak keras dikit, biar agak ngelawan dikin di gigitnya itu takaran apa yang harus ditambah/dikurang?
    Aku pengen yang agak krauk krauk gitu lho di makannya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Ayu, mungkin telur kurangi saja jadi 1 dan skip mentega ya. Bisa dicoba walau saya sendiri suka yang empuk hehhehe

      Delete

Heloooo! Terima kasih telah berkunjung di Just Try & Taste dan meluangkan waktu anda untuk menulis sepatah dua patah kata. Walau terkadang saya tidak selalu bisa membalas setiap komentar yang datang, namun saya senang sekali bisa menerima dan membacanya.

Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen anda dalam mencoba resep-resep yang saya tampilan. Semua komentar baik di posting lama maupun baru sangat saya nantikan. ^_^

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan di artikel karena saya menggunakan setting moderasi, namun jangan khawatir, begitu saya kembali ke laptop maka hal utama yang saya lakukan adalah mengecek dan mempublish komentar anda.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan. Jika anda ingin mendapatkan back link maka anda harus menggunakan OpenId atau Name + Url.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try & Taste. Untuk mengajukan pertanyaan dan komentar, anda juga bisa langsung email ke saya di endangindriani@justtryandtaste.com

Saya tunggu komentar, feedback, email dan sharing anda ya. Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Let's we try and taste! ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...