03 April 2011

Membuat Kerupuk Ikan (Keropok Lekor)



Makanan ini berbeda dengan kerupuk ikan kering yang banyak dijual di pasar atau supermarket, yang biasanya di kemas dalam plastik aneka ukuran. Keropok lekor merupakan makanan khas Terengganu, Malaysia.  Dalam kondisi basah/belum digoreng kering maka keropok lekor mirip sekali dengan pempek lenjer-nya Palembang. Awalnya saat saya sedang searching di internet mengenai kerupuk ikan, secara tak sengaja saya menemukan resep dan artikel mengenai makanan ini, tentu saja website yang berasal dari negeri Jiran, Malaysia. Nah, kalau ada masakan yang berbau ikan sudah pasti membuat saya penasaran dan bersemangat mencari artikelnya.  Saya coba masuk ke Wikipedia dan pencarian saya diarahkan ke Wikipedia Malaysia, artikelnya sih tidak panjang tetapi yang unik ternyata ada resep mengenai makanan ini beserta cara membuatnya. 


Resep dan cara membuatnya sangat mudah, bahkan ikan yang digunakan juga bukan jenis mahal seperti tengiri. Di resep aslinya jenis ikan kembung, tamban atau layur umum digunakan. Di Jakarta, tidak sulit untuk mendapatkan ikan kembung dan harganyapun terjangkau tetapi untuk bahan keropok lekor ini saya akan menggunakan ikan kuwe karena kebetulan di freezer saya telah lama bercokol fillet kuwe beku. 


Tetapi yang jelas untuk membuat keropok lekor seperti halnya untuk bakso ikan maka diperlukan ikan dengan daging yang berwarna putih. Ikan dengan daging yang putih akan menghasilkan bakso atau adonan kerupuk yang kenyal dan padat, karena ternyata ikan jenis ini memiliki protein aktin dan myosin yang tinggi sehingga membuat daging ikan padat, kompak dan tidak buyar. Ini membuat adonan bakso atau kerupuk menjadi putih, mengkilap dengan tekstur halus dan kenyal. 


Keropok lekor ini bisa dimakan basah atau digoreng kering, semuanya tergantung selera anda. Memang keropok yang basah rasa ikannya lebih nendang dibandingkan yang telah digoreng kering. Untuk menyantapnya, makanan ini lezat jika dicocol dengan saus cabai yang rasanya pedas, asam, asin dan manis. Mantap! Nah, menurut Wikipedia, keropok lekor rebus ini juga bisa diolah menjadi kerupuk ikan yang biasa, caranya adalah keropok rebus yang telah dingin dipotong tipis-tipis dan dijemur hingga kering baru kemudian digoreng maka kerupuk akan mengembang. Untuk versi yang terakhir saya belum mencobanya, karena boro-boro dijemur, begitu keluar dari penggorengan keropok langsung ludes :).

Yuk kita coba saja.


Kerupuk Ikan (Keropok Lekor)
Resep diadaptasikan dari Wikipedia Malaysia - Keropok Lekor

Bahan:
- 300 gram fillet ikan kuwe (resep asli 1 kg ikan parang/kembung)
- 200 gram tepung sagu (resep asli 500 gram tepung sagu)
- + 100 ml air es (resep asli 125 ml)
- 2 potong kecil es batu

Bumbu:
- 1 1/2  sendok teh garam, tambahkan jika kurang asin
- 3 siung bawang putih (resep asli tidak pakai)
- 3 siung bawang merah (resep asli tidak pakai)
- 1 sendok teh gula pasir (resep asli tidak pakai)
- 1/2 sendok teh kaldu bubuk 

Saus sambal:
- 3 butir bawang putih
- 3 buah cabai merah keriting
- 3 buah cabai rawit
- 200 ml air bekas merebus keropok
- 2 sendok makan gula pasir
- 2 sendok makan gula jawa
- 1 1/2 sendok teh garam
- 3 sendok makan air asam jawa
- 1/2 sendok makan tepung maizena, larutkan dengan 3 sendok makan air

Cara membuat:
Jika anda menggunakan ikan kembung/tamban/layur, maka siangi ikan dan pisahkan kulit dan duri dari dagingnya. Haluskan daging ikan, bisa ditumbuk dengan penumbuk bumbu atau seperti cara saya dihaluskan dengan menggunakan blender. Saya masukkan daging ikan, bawang putih, bawang merah, air dan potongan es batu ke dalam blender dan proses hingga halus. 


Adonan di tuangkan ke mangkuk, tambahkan tepung sagu, garam dan kaldu bubuk. Aduk adonan hingga kalis dan dapat dibentuk. Jika adonan masih lembek dan sulit dibentuk maka tambahkan tepung sagu sedikit demi sedikit hingga adonan terasa kalis. Jangan menambahkan tepung sekaligus dalam jumlah yang banyak karena adonan akan menjadi terlalu liat ketika matang.



Siapkan meja datar/talenan, taburi dengan tepung sagu sedikit. Letakkan kira-kira 3 sendok makan adonan diatas talenan dan gelindingkan dengan telapak tangan hingga adonan memanjang dan berbentuk silinder. Kikis adonan yang menempel. 



Sementara adonan dibentuk, anda siapkan panci berisi air, rebus hingga mendidih. Masukkan adonan ke dalam air mendidih hingga mengapung. Angkat dan tiriskan. Biarkan adonan mendingin dan keras. 



Iris miring keropok dengan ketebalan 1/2 cm, goreng dalam minyak panas yang agak banyak hingga kuning kecoklatan. Angkat dan tiriskan. Anda juga bisa langsung menyantapnya dalam kondisi segar,  tanpa digoreng.



Saus sambal:
Haluskan bawang putih, cabai merah keriting dan cabai rawit. Siapkan panci kecil, beri 200 ml air bekas merebus keropok. Rebus hingga mendidih, masukkan bawang putih dan cabai yang telah dihaluskan. Tambahkan gula, garam dan air asam jawa. Aduk-aduk, masak sebentar. Masukkan tepung maizena yang telah dilarutkan, aduk-aduk hingga saus agak mengental. Angkat.


Sajikan keropok lekor dengan cocolan saus cabai yang lezat.  

Source:
Wikipedia Malaysia - Keropok Lekor



19 komentar:

  1. 1. saus cabai pake cabai merah giling aja...baru betul2 halus kayak keropok terengganu :)
    2.terus..asli nya keropok terengganu..warna nya keabu2-an.jd ga usah pake isi ikan putih,
    3. keropok lekor terengganu kalau kenyal tuh..enak dimakan kalau digoreng...kalau ga kenyak enakkan dimakan pas direbus..kayak pempek
    4. saus nya ga encer kayak kuah pempek..sausnya pekat..masak gula merah + cabe giling + garam + asam keping/ asam jawa..masak sampe sausnya pekat
    hehhe...aku tahu soalnya aku asli org terengganu lho :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. Weits, akhirnya saya mendapatkan saran dan komentar langsung dari asalnya haha. Alhamdulilah, makasih ya Kak Ili atas sarannya. Saya dapat resepnya juga dari Wikipedia Malaysia dan kebetulan tertarik karena sepertinya sedap bangetttt. Tapi sekarang jadi lebih pede bikinnya setelaj dapat saran dari Kakak. Ada resep khas Terengganu lainnya kah yang sedap? Kepengen suatu saat saya main ke sana, bisa wisata kuliner habis2an saya kalau disana heheh, salam ya Kak dan selamat Puasa. ^_^

      Hapus
  2. wah wah wah... Jadi pengen ikut buat nih, lama banget udah gak di Malaysia,lama juga gak makan keropok Lekor... walaupun makannya di KL tapi rasa Ganu-nya nggak hilang.. semoga sekali ini walaupun makannya di Aceh, tapi Ganunya juga tetep nendang..
    ah ah.. jom makang kopok lekor..kopok ikang dari Ganu resep kak Endang!
    makasih resepnya kak!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Kak Ahmad, hahha saya belum pernah makan keropok lekor asli Terengganu, waktu ke KL saya gak kepikiran nyobain makananan ini. Kalau lihat2 gambar di google air liur kontan menetes. Nah, semoga setelah resepnya dicoba rasanya mirip2 ya, jadi rasa kangennya terobati hehehe

      Hapus
  3. MANTAB!!! ga sabar nih beli ikan fillet melepas rindu keropok lekor favorite ku. Terimakasih banyak resepnya :)
    Cinta banget deh sama blog Kak Endang ini :)

    DD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo, wah keropok lekor saya belum pernah merasakan versi aslinya, padahal ngiler dot com banget hiiks. Tapi yang ini juga mantap kok hahhaha, promosi. Sip, silahkan dicoba ya, semoga suka ^_^

      Hapus
  4. Mbak, gak ad sagu. Bisa diganti tepung tapioka gak ya?

    BalasHapus
  5. Salam kenal semua,bicara soal keropok lekor jadi kangen malaysia,udah setahun nggak makan keropok lekor di Indonesia,Makasih Artikelnya mbak Endang,bisa buat sendiri dirumah ni.......

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mas Budi, waah senang sekali bisa makan lekor langsung di Malaysia yaaa, buat sendiri juga bisa dan tak kalah sedap kok hehhehehe

      Hapus
  6. Halo mbak..
    Aku belum lama ini icip kerupuk lekor di KL. Beli di daerah sekitar Mesjid Jamek, gara2 lagi liat2 trus kepo karena si abang yg jual kerupuk lekor ini antriannya sampe 'mengular' banget ��. Menurut saya rasanya 'tanggung', gak sekuat pempek, mungkin lebih mirip otak2 ikan, meskipun bumbu cocolnya beda. Mungkin jugaa krn saya beli yang versi pinggir jalan ya, tp yg versi mbak ini saya yakin jauh lebih nendang - spt resep2 mbak Endang yg lain yg nendangnya sampe gol banget, hahaha..
    Kapan2 pingin coba bikin ini juga ah...
    Tengkyu mbak ��
    -Dian-

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba Dian, saya justru belum pernah makan lekor yang asli tapi menurut saya memang gak jauh2 dr otak2 ya, hehehe. Thanks sharingnya ya, moga resepnya disuka. sukses selau ya mba

      Hapus
  7. SALAM AKAK SAYE NAK TANYE NI, SEBAB SAYE PERNA TINGGAL KAT MALEY LAMA SANGAT SEBAB TU SAYA SUKA SANGAT MAKAN KRUPUK NI TA ADDE SAYA JUMPAI KAT INDONEIA ADE TAPI MACAM RASE TAK SAMA SEBAB TU SAYA NAK MINTA TOLONG KALAU BOLEH MACEM NAK BUAT KRUPU NI TAKS , AGUS JOHOR KOLEG MARSAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Kak Agus, saya hanya share cara membuatnya ya, tetapi tidak menjualnya. Jadi mungkin bisa dicoba saja resep diatas ya. salam

      Hapus
  8. Wahh gampang ..hampir sama dgn pempek ...praktek ahhh..terima kasih resep n infonya ya mbak 👍🙏

    BalasHapus
  9. waktu tinggal di malaysia, kropok lekor adalah jajanan pavorit saya, seringgit dapat tujuh potong, hanya saja sausnya beda dengan saus pempek, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. haduuuh Mas Dadan, saya jadi ngiler membalas komentar ini, hahhahah. Resep lekor ini sudah lama diekskusi dan sekarang kok saya jadi pengen bikin lagi, tobaat ^_^

      Hapus
  10. Wah, ini jajanan sy banget waktu di pasar Paser putih Kelantan,klo di Indonesia jajan pentol klo di Kelantan jajan keropok lekor. jd inget masa di kelantan

    BalasHapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...