16 April 2011

Kue Mangkuk Ubi Kuning

 
Kue mangkuk merupakan kue tradisional yang telah dikenal sejak jaman kakek-nenek kita atau bahkan mungkin lebih lama lagi dari itu. Kue ini umum dijumpai di pasar-pasar yang masih menjajakan aneka penganan tradisional dan termasuk ke dalam kategori jajan pasar. Kue mangkuk yang dimasak dengan cara dikukus ini sebenarnya hampir sama dengan kue apem, bedanya jika kue apem terbuat dari tepung beras maka kue mangkuk yang memiliki tekstur lebih lembut ini terbuat dari tepung terigu, walaupun ada juga yang menggunakan tepung beras untuk membuatnya dan menyebutnya dengan kue mangkuk juga.



Resep yang kali ini saya bagi untuk anda adalah kue mangkuk yang menggunakan ubi jalar kuning sebagai campuran bahannya. Teksturnya lembut, sedikit kenyal dan legit. Agar warna kuningnya lebih cerah dan terlihat segar maka saya menambahkan beberapa tetes pewarna kuning ke dalam adonannya, jika ubi jalar yang anda pergunakan telah memiliki warna jingga yang cerah maka tambahan pewarna ini tidak diperlukan. Selain ubi jalar, talas kukus yang dihaluskan juga bisa dijadikan sebagai alternatif penggantinya.

Walaupun sangat sedap, sayangnya kue mangkuk yang saya buat ini kurang sukses mekarnya dan tidak secantik kue mangkuk yang terdapat di buku. Kemungkinannya adalah saat mengukus saya tidak mengikuti instruksi yang dianjurkan di buku, bahwa pertama kali kue dikukus dengan api besar selama 15 menit kemudian dengan api kecil selama 15 menit berikutnya hingga kue mekar dan mengembang. Yang saya lakukan adalah dari awal hingga kue matang menggunakan api yang besar. Mungkin saya memang harus menambah jam terbang untuk membuatnya menjadi lebih sukses. Next time :)

Berikut resepnya jika anda berminat.

Kue Mangkuk Ubi Jalar Kuning
Resep diadaptasikan dari  buku 500 Resep Kue & Masakan Kursus Masak Ny. Liem yang Paling Diminati oleh Chendawati - Kue Mangkuk Talas/Ubi Jalar 

Untuk + 20 kue, saya menggunakan 1/2 resep di bawah

Bahan:
Bahan untuk biang ragi:
- 100 ml air kelapa
- 50 gram tepung terigu protein rendah
- 1 sendok makan ragi instan

Bahan kue:
- 400 gram tepung terigu protein sedang
- 400 gram talas/ubi jalar kuning yang dihaluskan
- 400 gram gula pasir
- 250 ml santan instan, saya pakai Kara
- 50 ml air
- 2 kuning telur
- 1 putih telur
- 1 sendok teh garam
- 2 sendok teh vanili bubuk
- beberapa tetes pewarna kuning (optional)

Cara membuat:
Siapkan mangkuk kecil, masukkan air kelapa, tepung terigu dan ragi instan. Campur dan aduk rata. Diamkan selama 20 menit hingga mengembang. 



Siapkan mangkuk mixer, campurkan ubi/talas halus, gula vanili dan garam menjadi satu, kocok dengan mixer kecepatan rendah hingga tercampur rata. Tuangkan biang ragi, kocok hingga rata. 



Masukkan telur, terus kocok hingga tercampur. Tambahkan tepung terigu sedikit demi sedikit sambil bergantian dengan santan dan air. Kocok dengan mixer kecepatan rendah hingga menjadi adonan yang tercampur baik, tambahkan beberapa tetes pewarna kuning dan aduk rata. Matikan mixer. Biarkan adonan selama + 1 jam hingga mengembang. Sesaat sebelum dicetak, aduk adonan sebentar. 


Adonan yang mengembang tampak berbusa dan ringan
Tuang adonan ke dalam cetakan kue mangkuk yang telah dialasi dengan cup kertas hingga 1/2 dari cetakan kertas. Kukus ke dalam panci pengukus selama 15 menit dengan api besar kemudian kecilkan api dan lanjutkan mengukus selama 15 menit hingga kue merekah dan matang. Angkat dan keluarkan dari cetakan kue mangkuk. 



Kue siap dihidangkan selagi hangat.

Source:
Resep diadaptasikan dari  buku 500 Resep Kue & Masakan Kursus Masak Ny. Liem yang Paling Diminati oleh Chendawati - Kue Mangkuk Talas/Ubi Jalar

25 comments:

  1. rita,
    saya tertarik dengan resep mba' diatas, tap kalo tidak pakai air kelapa bisa gak mba'? bisakah dengan air biasa? mksh mba'...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Rita, saya rasa bisa, ganti dengan air biasa dan coba tambahkan 1 sendok makan gula ya agar ragi bekerja maksimal. Moga berhasil ya.

      Delete
  2. kyknya enak tuh. nyam..nyam..nyam..pengen nyoba bwt smg bs sprti yg mba bwt. he...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heheeh, memang ini kue enak banget, sayangnya gak mau mekar ngakak ya. Saya selalu gagal.com kalo mencoba membuat bolu kukus atau kue mangkuk ketawa. Hehehe

      Delete
  3. namanya jg mencoba. jgn coba2 jk takut gagal.hee.. gk tw pepatah drmn tuh. wlpun gk mekar bgt tp warnanya itu jreng bngt jd ttp menarik. yg pnting rasanya khan..! sepiring pasti gk ckp tuk 1 orng. he...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rasanya memang saya akui yummy dan saya setuju yang namanya mencoba jangan takut dengan kata gagal. Thanks!

      Delete
    2. Mba, air kelapanya yg biasa buat diminum (es kelapa) atau air kelapa buat santan. Sama ga sih? Trus kalo ditaro di kulkas efeknya berkurang ga? atau bisa bikin kue bantet ga? Salam, Juliet.

      Delete
    3. Air kelapa muda (degan) atau air kelapa yang buat santan sama saja ya, jadi mendigan air kelapa santan saja karena murah dan bisa diminta di pasar hehehe. Kalo taruh dikulkas sebaiknya ditutup rapat dan cuman 1 malam saja ya, jangan lebih dari itu. Efeknya mungkin adonan tidak akan mengembang sebaik adonan yang masih baru. ^_^

      Delete
  4. Aq BERHASIL! Thnx y mbak resep'a. Skali coba lgs OK hasil'a ;)

    ReplyDelete
  5. Mbak, saya sdh praktekkan resepnya Minggu kemarin, setengah resep. Saya pakai labu kuning, telur ayam kampung, dan santan kental yg sdh saya rebus. Krn tepung terigunya kurang 50g, labu kuningnya saya tambah 50g. Krn putih telur sisa sedikit, saya campur sekalian, tapi saya tdk menambah air. Hasilnya mengembang, tapi wkt saya aduk, agak kental dan molor. Jadi wkt saya masukkan ke dlm cup, agak lama baru jatuh. Rasanya enak, gurih tapi agak kenyal, dan cuma retak2 permukaannya. Petunjuk lain sesuai. Apa memang teksturnya demikian? Lain kali saya akan coba persis resep deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Jeng, adonan yang saya buat waktu itu kental ya tapi nggak susah dimasukkan ke cup. Teksturnya memang agak kenyal Non. Kalau buat bolu kukus yang mekar2 gini saya juga suka gagal, susah mekar hehehe

      Delete
  6. Adonan saya sedikit kekentalan kali ya. Akan coba lagi. Saya kasih teman saya 1 cup untuk icip2, katanya wuenak. Tks, mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba, hmm mungkin juga hanya saja ada jenis bolkus lain adonannya pekat banget. Haduuh, puyeng juga ya wakakka

      Delete
  7. Saya coba kedua kali dan pake ubi jalar putih. Tapi hasilnya lebih memuaskan yg pertama kali pake labu kuning, walaupun agak kekentalan. Yg dikukus pertama tetep retak2 aja, dan yg naik kukusan kedua, malah nggak retak sama sekali. Apakah mungkin krn terlalu mengembang? Permukaannya mengelambir gitu... tapi rasa tetep enak sih. Saya pake dandang biasa, jadi sekali naik cuma 7 cup.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin terlalu mengembang, kue setipe bolu kukus begini biasanya memang adonannya teksturnya agak kental. Tapi saya bisa jadi salah. Saya sudah coba juga dengan ubi jalar, hasilnya gak mau merekah. Tips bolkus katanya gak boleh banyak2 masukin cup ke dandang supaya panas uap air maksimal untuk merekahkan kue.

      Delete
  8. Gampang2 sulit ya. Terima kasih atas infonya. Saya akan feedback hasilnya bila coba lagi.

    ReplyDelete
  9. mba itu ubinya direbus dulu atau gimana ya...

    ReplyDelete
  10. kalo santannya diganti pake susu bisa nggak yaa? hehe.

    ReplyDelete
  11. mbk kalo ubi jalar diganti labu kuning bisa nggak???takarannya apa sama kyk ubi jalar ???

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai mba pipit, belum pernah coba tapi menurut saya bisa ya, takaran sama kayannya

      Delete
  12. Haiii mba Endang. Saya sudah coba eksekusi resep ini, dan hasilnya saya ngakak girang sendiri pas buka tutup kukusan pertama kali krn kuenya ngakak sumringah dan ini kali pertama coba bikin yg spt ngakak2 gini, harap2 cemas jgn2 kena kutukan bolkus sich slama tunggu mateng kuenya. Rasanya seperti roti gitu ya, mbak? dan rasa ubinya saru banget malah hampir tdk terasa. Bila komposisi ubinya dibanyakin drpd tepungnya, kira2 bisa tdk ya, mba? Trm ksh byk---Rosmerry

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Rosemary, thanks ya sharingnya, senang sekali resepnya disuka. Saya sendiri buat gak terlalu ngakak kuenya wakakkak, Mantap dahhh

      Delete

Heloooo! Terima kasih telah berkunjung di Just Try & Taste dan meluangkan waktu anda untuk menulis sepatah dua patah kata. Walau terkadang saya tidak selalu bisa membalas setiap komentar yang datang, namun saya senang sekali bisa menerima dan membacanya.

Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen anda dalam mencoba resep-resep yang saya tampilan. Semua komentar baik di posting lama maupun baru sangat saya nantikan. ^_^

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan di artikel karena saya menggunakan setting moderasi, namun jangan khawatir, begitu saya kembali ke laptop maka hal utama yang saya lakukan adalah mengecek dan mempublish komentar anda.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan. Jika anda ingin mendapatkan back link maka anda harus menggunakan OpenId atau Name + Url.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try & Taste. Untuk mengajukan pertanyaan dan komentar, anda juga bisa langsung email ke saya di endangindriani@justtryandtaste.com

Saya tunggu komentar, feedback, email dan sharing anda ya. Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Let's we try and taste! ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...