27 Maret 2013

Muffin Donat dengan Taburan Gula: Simple but maknyus!


  
"Mengapa ya kue ini dinamakan donat"?, bertanya sambil memutar-mutar sebuah muffin donat di tangan. "Kenapa di pertanyakan"?, menjawab sambil mengunyah dengan penuh antusias dan mata terpejam menikmati. "Karena kan bentuknya tidak bulat berlubang, tidak digoreng walau ada jenis donat panggang juga, tidak menggunakan ragi pada adonannya, dan tidak terasa seperti donat sama sekali", sedikit ngotot memberikan argumen. "Hmm, yah mungkin nama tersebut diberikan karena ada taburan gula pasir di permukaannya, jadi tampilannya mirip dengan donat jaman dulu", membuka mata dan mulai berpikir juga. "Trus kenapa namanya muffin"?, lanjut bertanya untuk menunjukkan rasa ingin tahu walau jawabannya sudah jelas. "Jelas muffin lah, adonan seperti adonan muffin, kamu panggang di loyang muffin, dan teksturnya mirip seperti cake dan muffin. Kenapa masih tanya?", mulai naik darah. "Hmm, yah okeh. Lho kok muffin donatnya habis" ?!, melongo menatap ke piring kosong. "Kamu kebanyakan ngoceh sih, semua sudah aku sikat habis", menepuk perut dengan puas.



26 Maret 2013

Ayam Goreng Cabai Hijau: Cetar Menampar ^_^



Satu hal yang menjadi risiko jika anda memiliki hobi memasak adalah anda akan sibuk memikirkan dan mempersiapkan masakan untuk dibawa jika hendak berkunjung ke rumah salah satu anggota keluarga. Jika umumnya orang lain tidak terlalu memikirkannya dengan serius dan mungkin akan memilih sisi praktis dengan membeli buah tangan di luar maka saya justru sibuk berperang di dapur dengan aneka perabotan dan bumbu untuk menghadirkan satu atau dua masakan yang akan disantap nantinya. Seperti weekend minggu lalu, saya berencana untuk berkunjung ke rumah Wiwin, adik saya, di daerah Mampang, maka sejak pagi saya pun sudah mempersiapkan masakan yang akan dibawa. Saya memilih sup ikan ekor kuning kegemaran Wiwin dan ayam goreng cabai hijau yang kali ini saya posting. Sepanci sup ikan yang saya masukkan ke wadah tupperware langsung amblas dengan cepat, sementara ayam goreng cabai hijaunya justru tidak banyak yang menyentuh. Usut punya usut, mereka ngeri melihat baluran cabai hijau yang memenuhi si ayam, katanya, "Pasti pedasnya cetar menampar!". ^_^ 



25 Maret 2013

Combro: yang ini bukan 'oncom ning njero'



Combro, makanan yang terbuat dari ubi ketela pohon yang diparut, dicampur dengan bumbu nan simple dan dikepal bulat memanjang dengan isian oncom atau tempe pedas di dalamnya, adonan ini lantas digoreng hingga kecoklatan. Makanan ini telah dikenal sejak jam baheula, asalnya dari Jawa Barat, dimana oncom yang menjadi isi combro banyak dihasilkan di sana. Walau berasal dari Jawa Barat, namun bukan berarti di daerah Jawa lainnya makanan ini tidak populer. Masa kecil saya di Paron, Jawa Timur, penuh bertabur snack ini dan saudara kembarnya, 'misro'. Nah yang terkhir ini isinya bukan oncom atau tempe melainkan irisan gula merah. Ketika digoreng maka gula merah akan mencair dan lumer sehingga meleleh dimulut kala misro digigit. Sedap!  Keduanya merupakan makanan murah meriah namun memiliki cita rasa yang mantap. Hanya dengan dua kilo ketela pohon - yang jika di Paron super murah harganya - almarhum nenek saya bisa membuat berbaskom-baskom combro dan misro yang cepat habis diserbu oleh anggota keluarga. Maklum saat itu kondisi sangat sulit dan banyak perut kelaparan yang selalu minta diisi. ^_^



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...