Sawi asin tidak susah ditemukan di Jakarta, ada banyak yang menjualnya dan kualitasnya pun bagus. Mulai dari pasar tradisional, supermarket hingga online shop pun ada. Di beberapa daerah di Jawa dan luar Jawa mungkin susah menemukan awetan sayuran ini, jadi terpaksa kudu dibuat sendiri. Membuat sawi asin tidak susah, tidak juga ribet, kendala utama hanyalah sulit menemukan sawi pahit atau nama latinnya Brassica juncea ini. Sawi untuk sawi asin berbeda dengan sawi umum seperti caisim atau pak choi, sawi pahit memiliki tubuh bongsor, badan kekar, batang tebal dan keras serta daun lebar dan tebal. Rasanya agak pahit dan kurang enak jika diolah dalam kondisi segar begitu saja, karena itu umumnya diolah menjadi awetan sawi entah itu versi asin seperti ini atau versi manis pedas biasa disebut manisan sawi. Tapi di beberapa daerah penghasil sawi pahit maka sayuran ini umum dimasak sebagaimana bayam dan kangkung umumnya entah itu direbus dan dicocol sambal terasi atau diolah di dalam sayur bobor. Saya belum pernah mencobanya, konon katanya bagi yang sudah pernah memasaknya mangatakan rasanya lezat gak kalah dengan sayuran lainnya.
Tampilkan postingan dengan label Fermentasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fermentasi. Tampilkan semua postingan
30 Oktober 2021
13 Desember 2018
Tepache - Minuman Fermentasi Khas Meksiko
Nanas adalah salah satu buah favorit saya, terutama jenis nanas madu dari Subang yang berukuran besar. Kandungan airnya tinggi, teksturnya lembut, dan rasanya manis walau kulitnya masih berwarna hijau. Di pasar Blok A, nanas jenis ini banyak dijual pedagang buah, harganya berkisar antara lima belas ribu hingga dua puluh ribu rupiah. Jika sedang ke pasar, saya biasanya memborong beberapa buah sekaligus. Kulitnya yang tebal membuat nanas menjadi buah yang tahan lama disimpan disuhu ruang bahkan hingga seminggu lamanya dimeja dapur. Jika terlalu banyak, nanas yang telah dikupas dan dipotong saya masukkan ke freezer. Kondisi beku membuat nanas menjadi campuran segar smoothie buah dan sayuran, selain juga sedap menjadi campuran sup ikan.
Seringkali usai mengupas nanas, kulitnya yang segambreng dibuang begitu saja, atau kalau lagi rajin saya masukkan ke dalam pot kompos. Tapi dua buah pot kompos dihalaman sudah sedemikian penuhnya dan belum dimanfaatkan, padahal kompos didalamnya sudah lebih dari enam bulan lamanya. Walau musim hujan telah tiba, semangat berkebun saya belum nongol juga, sehingga kompos tersebut masih tergeletak tak berguna. Ujung-ujungnya kulit nanas pun terbuang. Tapi dua minggu yang lalu kala sedang iseng mencari-cari info mengenai makanan fermentasi, saya terdampar ke minuman bernama tepache dari Meksiko. Nah minuman fermentasi ini terbuat dari kulit nanas dan rasanya asam manis segar.
Seringkali usai mengupas nanas, kulitnya yang segambreng dibuang begitu saja, atau kalau lagi rajin saya masukkan ke dalam pot kompos. Tapi dua buah pot kompos dihalaman sudah sedemikian penuhnya dan belum dimanfaatkan, padahal kompos didalamnya sudah lebih dari enam bulan lamanya. Walau musim hujan telah tiba, semangat berkebun saya belum nongol juga, sehingga kompos tersebut masih tergeletak tak berguna. Ujung-ujungnya kulit nanas pun terbuang. Tapi dua minggu yang lalu kala sedang iseng mencari-cari info mengenai makanan fermentasi, saya terdampar ke minuman bernama tepache dari Meksiko. Nah minuman fermentasi ini terbuat dari kulit nanas dan rasanya asam manis segar.
Label:
Fermentasi,
Minuman,
Nanas
Langganan:
Postingan (Atom)





