12 Oktober 2020

Resep Empanada Tuna


Resep Empanada Tuna JTT


Hari ini saya masuk ke kantor. Sejak PSBB diperketat kembali saya hanya bekerja di kantor sekali dalam seminggu, sisanya bekerja dari rumah. Tapi mulai minggu ini PSBB kembali diperlonggar alias PSBB transisi, konon katanya kasus Covid di DKI mengalami penurunan. Jika biasanya restoran hanya diperbolehkan take away dan pembeli tidak diperkenankan makan di tempat maka pada saat PSBB transisi diperbolehkan hanya jumlah pengunjungnya dibatasi. Covid ini memang membuat serba susah, disatu sisi kita diminta untuk stay di rumah, seminimal mungkin meluangkan waktu di luar, tapi disisi lain imbasnya adalah pada perekonomian yang semakin berat berputar. 

Minggu lalu salah satu rekan kantor membagikan sebuah foto yang menunjukkan pramusaji salah satu resto terkenal menjajakan makanan yang sudah dibungkus disebuah jembatan. Betapa terharu saya melihat si Mbak yang mengenakan seragam restoran, dalam kondisi berpanas-panasan duduk di tepian jembatan penyeberangan, disebelahnya tampak sebuah keranjang berisikan bungkusan makanan dengan merk satu resto yang cukup terkenal. Bayangkan, jembatan penyeberangan yang biasanya diisi oleh penjual emperan kini karena minimnya pembeli yang datang ke mal membuat resto-resto terkenal menyasar pembeli dengan cara seperti ini. Bisnis makanan yang membuka restoran tampaknya yang paling terpukul dengan kondisi PSBB ini. 

Resep Empanada Tuna JTT
Resep Empanada Tuna JTT

08 Oktober 2020

Resep Sup Ayam Creamy


Resep Sup Ayam Creamy JTT


Sepertinya tahun ini musim hujan datang sesuai schedule. Memasuki bulan September, hujan beberapa kali membasahi tanah Jakarta dan belahan bumi lainnya di Indonesia.  Tidak sering, mungkin hanya beberapa kali dalam sebulan, tapi cukup untuk menghilangkan debu di permukaan daun dan membasahi tanah yang kering. Memasuki bulan Oktober, hujan mulai datang lebih kerap, terkadang 2 hingga 3 kali dalam seminggu. Saya suka hujan, suka juga dengan kemarau. Masing-masing memiliki plus dan minus yang saling mengisi. Hujan, membuat suasana mellow, gloomy sekaligus romantis, kelebihan lainnya adalah tak perlu menyiram tanaman di halaman setiap hari, artinya bisa irit air, listrik, waktu, dan tenaga. Tapi hujan juga membawa masalah baru, atap bocor apalagi. Minggu lalu ketika hujan turun berjam-jam menghajar  dan membuat jalan Sudirman banjir, saya mendengar tetesan air jatuh di langit-langit. Setiap kali air menetes, hati saya terjengit, was-was menanti tetesannya merembes melewati plafon dan turun ke jajaran kursi yang tepat berada dibawahnya. 

Sejak dulu, rumah bocor adalah makanan sehari-hari kala hujan. Sudah banyak pengalaman mengerikan saya dengan kasus bocor ini. Rumah tua yang saya tempati ini terdiri dari 3 bangunan terpisah yang saling menempel satu sama lain. Ruangan utamanya adalah ruang tamu dan dua kamar, dilanjutkan dengan area belakang berisi dapur dan lantai atas yang memiliki atap sendiri, kemudian bagian ketiga adalah garasi yang saya rombak menjadi kamar, ruangan ini juga memiliki atap sendiri. Masing-masing atap di tiga ruangan ini seakan tak sinkron, sambungannya selalu tak mampu menahan guyuran air hujan walaupun telah ditambal dengan aneka bahan yang entah apa dipakai oleh tukang. Sudut-sudut plafon disetiap ruangan penuh bercak kecoklatan sisa air yang mengering. Sungguh sakit mata saya sebenarnya setiap kali melihatnya.

Resep Sup Ayam Creamy JTT
Resep Sup Ayam Creamy JTT

11 September 2020

Resep Rawoga - Rawon Iga


Resep Rawon Iga JTT

Rumah Paron akhirnya terjual juga. Sejak Ibu saya tinggal di Jakarta, sekitar 3 tahun yang lalu, maka rumah Paron mulai diiklankan untuk dijual. Dua buah banner besar berisi iklan dipasang diatas rumah dan dipagar samping. Ibu saya sudah sepuh dan tak mungkin tinggal sendirian di Paron, walau masih ada beberapa saudara dari almarhum Bapak disana, tapi tak satupun dari kelima anaknya yang menetap di Paron. Bertahun-tahun rumah diiklankan tak ada pembeli serius yang berminat. Beberapa tahun terakhir ini, pasar properti sedang lesu, apalagi properti yang letaknya di desa seperti Paron. Tidak akan bisa mengharapkan pembeli dari luar kota. Biasanya yang akan membeli properti seperti ini adalah tetangga atau warga setempat yang bermaksud memperluas bisnis atau lahan mereka. Beberapa tetangga menawarkan minat, namun harganya tidak kunjung sesuai, hingga akhirnya target harga jual diturunkan. Awal tahun ini, ketika Covid mulai melanda, seorang tetangga yang bisnisnya memang berada di Paron mengajukan penawaran serius. Kami semua setuju dengan harganya dan rumah pun terbeli. Karena PSBB yang ketat beberapa waktu lalu dan berlanjut panjang maka proses jual beli dihadapan notaris terhambat, hingga akhirnya bulan lalu Ibu ditemani salah satu adik saya pulang ke Paron menyelesaikan proses jual beli.

Resep Rawon Iga JTT
Resep Rawon Iga JTT


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...