Tampilkan postingan dengan label Olahan Ikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahan Ikan. Tampilkan semua postingan

18 Februari 2025

Cakalang Rabe Rica - Pengalaman di Jayapura


Cakalang Rabe Rica

Dulu, ketika bekerja di perusahaan lama, profesi saya adalah sebagai trainer, tugas utama mengajar staf marketing yang ditempatkan di kantor cabang sebuah bank BUMN. Karena bank BUMN ini memiliki cabang dari Sabang hingga Merauke, maka trainer ditugaskan bergantian di berbagai kota, bahkan hingga ke kota-kota kecil yang hanya bisa dijangkau dengan boat, ferry, atau pesawat kecil. Satu hari, saya mendapatkan tugas mengajar di Jayapura, sendirian.  Berangkat di pukul sebelas malam dari Jakarta, transit sejenak di Biak, dan tiba di Jayapura pagi hari sekitar pukul enam. Bandar Udara Internasional Sentani terletak dekat dengan danau Sentani, ketika pesawat hendak landing maka danau Sentani yang biru kehijauan terlihat dari atas dikelilingi dengan hijaunya pepohonan, begitu indah dan peaceful. 

Pengalaman ini sudah sangat lama berlalu, sehingga rupa Jayapura sendiri saya agak lupa-lupa ingat. Saat itu, seingat saya, Jayapura adalah sebuah kota kecil yang tidak terlalu ramai, dan hanya ada beberapa bangunan besar yang berdiri di sana, salah satunya adalah hotel bintang empat yang saya tempati. Walau berbintang empat, hotel ini berbeda dengan hotel bintang empat umumnya di kota lain di Indonesia. Kamarnya terasa pengap, berbau apak, dan ada kesan tua dan sedikit membuat bulu kuduk merinding, terutama ketika berjalan di sepanjang lorong kamar yang remang-remang. Tidak ada kejadian horor di sini, hanya perasaan saya dan rekan-rekan trainer lainnya yang pernah berkunjung di Jayapura dan menginap di hotel ini. Mungkin saat ini, sudah banyak hotel-hotel berbintang lainnya di Jayapura, tapi saat itu, hanya hotel ini lah yang letaknya dekat dengan cabang bank yang layak ditempati.

Cakalang Rabe RicA


11 Februari 2025

Tom Yum Ikan dengan Nanas dan Kisah Anak Bulu


Tom Yum Ikan dengan Nanas

Anak bulu nomor satu saya, Chichi, punya selera makan tinggi. Tak mudah menemukan makanan yang benar-benar dia suka. Sejak tiga tahun lalu di-rescue dari jalan di depan rumah, hingga detik ini saya tak pernah benar-benar yakin apa sih sebenarnya makanan kegemaran yang aman buat dia. Ketika awal diadopsi, Chichi sudah super picky, dan karena saat itu telah berusia sekitar 3 bulan, saya tak tahu kebiasaan makan dia dulunya kala hidup di jalan, atau saat disia-siakan oleh manusia yang memeliharanya sebelumnya. Saya yakin, seseorang sengaja membuangnya di bak sampah tetangga, karena kejadian orang membuang kucing di jalanan di depan rumah saya cukup sering terjadi. Kucing-kucing yang beredar di jalan Pete, dan yang telah beranak-pinak sejak dulu adalah jenis kucing berbulu hitam putih seperti sapi. Sejak saya tinggal di sana sekitar 10 tahun yang lalu, hanya kucing warna ini lah yang berganti-ganti dan berkeliaran di seputaran area ini. Sementara Chichi memiliki warna abu-abu pasir bangunan mix dengan belang ikan mujair. Warna kucing yang sangat umum di daerah lain, tetapi super langka di jalan Pete.

Tak terhitung sudah berapa banyak merk wet food, dry food, atau makanan yang saya olah sendiri, yang dicoba, semuanya tidak ada yang benar-benar memuaskan hasilnya. Tak terhitung pula berapa sering saya googling mencari makanan kucing favorit, makanan kucing terbaik, atau the best cat food, ketika makanan tersebut dibeli dengan harga mahal hanya akan tersia-sia, karena dia tidak mau. Sekaleng makanan Chichi, lebih mahal dari budget makan siang saya, dan dari sekian banyak jenis cat food yang dicoba, so far yang dia mau makan setiap hari adalah ikan tongkol segar yang dikukus. Ikan tongkolnya bukan sembarang tongkol, harus tongkol besar, segar, jenis tongkol berdaging hitam yang hanya bisa di-provide oleh Mbak Rini, penjual ikan di pasar Blok A, langganan sejak lama. Mbak Rini menjual ikan tongkol premium, bagian kepala telah dibuang, sehingga hanya dagingnya saja yang kemudian diiris-iris dan dijual. Biasanya yang membeli adalah restoran Padang atau warung makan. Sekilo ikan tongkol yang disukai Chichi ini harganya enam puluh lima ribu rupiah, bandingkan  dengan ikan salem makanan saya sehari-hari yang cuman tiga puluh lima ribu rupiah per kilonya.

Tom Yum Ikan dengan Nanas


07 Februari 2025

Pempek Putih Telur - Mengisi Waktu Saat Liburan


Pempek Putih Telur

Setiap ada hari libur panjang, selalu ada saja cerita aneh-aneh dari kawasan Puncak, Bogor.  Kemacetan parah luah biasa dan ujungnya berakhir dengan tragedi. Lucunya, hal tersebut terulang kembali dan terulang kembali, tak jera dan seakan menantang maut menghampiri. Saya bisa mengerti mengapa Puncak menjadi magnet bagi warga Ibukota dan kota-kota sekitarnya. Udara yang sejuk, hijaunya pepohonan, vila-vila yang cantik dan nyaman, pemandangan yang indah, semua itu seakan menjadi tempat healing sempurna bagi warga Jakarta yang telah suntuk bekerja di kantor. Warga Jakarta yang muak hari-harinya diisi dengan pemandangan Ibukota yang semrawut dan udara yang dicemari oleh polusi tingkat tinggi. Puncak menawarkan nuansa berbeda untuk sejenak menyingkirkan itu semua dari dalam benak. Walau harus terjebak di dalam sebuah kemacetan tak berujung dan tak berakhir, walau terpaksa harus menghirup polusi yang ‘tumplek blek’ jadi satu di dalam sebuah jalur neraka yang memakan korban jiwa, semua itu rela dilakukan. Demi sebuah momen yang berbeda.

Dulu, saya mungkin sama dengan ribuan wisatawan yang berjibaku ke Puncak kala libur, berjam-jam dalam kemacetan panjang dimana mobil sama sekali tak bergerak. Menahan diri tidak makan, atau minum agar tidak 'kebelet' harus ke toilet. Tapi kini, sama sekali tak ada terbersit keinginan untuk berkunjung, walau Puncak memiliki pesona yang saya sukai. Suhu yang sejuk dan banyak pepohonan.  Begitu banyaknya kegiatan yang harus dilakukan di rumah, saya tak ada waktu untuk keluyuran ke luar, bahkan pergi ke pasar berbelanja sayuran dan ikan segar pun malas rasanya. Sayur dan buah segar kini bisa dibeli online, sementara ikan segar bisa dipesan ke Mbak Rini, penjual ikan di pasar Blok A, yang dengan senang hati mengantar hingga ke depan rumah. Selebihnya, semua barang belanjaan lainnya dipesan dari  online shop.

Pempek Putih Telur

20 Januari 2025

Spicy Odeng & Arti Kebahagiaan


Spicy Odeng

Dulu, ketika masih tinggal bersama orang tua, kebahagiaan saya simple. Saya paling bahagia ketika Bapak membelikan sepatu baru. Rasa bahagia yang membuncah di dada, yang membuat saya ingin menari dan tak sabar melalui malam itu agar esok pagi bisa berangkat ke sekolah dengan si sepatu. Saya ingat merk sepatu yang lumayan terkenal saat itu dan harganya cukup mahal untuk kondisi perekonomian orang tua saya yang pas-pasan, yaitu Spotec. Sepatu hitam mengkilap yang terlihat gagah di kaki kala dipakai, kuat, dan super awet bertahun-tahun lamanya. Alasan terakhir itulah yang membuat Bapak membelikan merk ini. Sekali beli bisa dipakai selama 3 tahun di SMA, walau sebenarnya harganya cukup menguras dompet.

Malam harinya sepatu saya letakkan persis di bawah ranjang, seakan takut jika besok benda itu raib menguap. Berangkat ke sekolah hati menjadi ceria, dunia terasa indah, cerah, dada terasa plong dan semangat berapi-api. Bukan untuk niat menuntut ilmu, tapi lebih hendak pamer sepatu baru ke teman-teman. Sepatu Spotec ini seakan meningkatkan value saya dari anak keluarga kurang mampu menjadi anak keluarga sedikit mampu. Seakan eksistensi saya mampu terdongkrak bukan karena saya anak paling pintar di kelas, tapi karena kaki saya bersepatu baru. Entah apa yang saya pikirkan saat itu, tapi di usia belasan tahun, usia mencari jati diri, dan usia dimana rasa percaya diri setipis iman saya, maka urusan materi menjadi hal paling penting dalam hidup, di tengah ekonomi keluarga yang susah.

Spicy Odeng


26 Mei 2020

Resep Siomay Keriting


Resep Siomay Keriting JTT

Lebaran tahun ini berlalu begitu saja, tidak meninggalkan kesan. Bahkan aura Lebaran tak saya rasakan selayaknya tahun lalu. Seakan anti klimaks, karena tahun lalu saya dan keluarga menghabiskan waktu berkumpul di Ancol selama 3 hari. Tahun ini kakak saya dan keluarganya tetap di Batam, hanya kami yang berada di sekitar Jakarta yang datang ke rumah Wiwin, adik saya, di daerah Mampang. Saya bahkan tidak memasak makanan apapun sama sekali. Awalnya saya berniat untuk memasak rendang, tapi di last minute saya batalkan karena adik saya berkata stok rendang sejak bulan puasa masih banyak di freezer. Akhirnya saya datang hanya membawa diri dan baju ganti. Untungnya, asisten rumah tangga Wiwin, Mbak Yati, tahun ini tidak mudik ke Cirebon, jadi Lebaran dua hari kemarin kami kenyang dengan masakan beliau. Kami menyebutnya, Yati's Kitchen. Sebagaimana tahun lalu, adik saya menyediakan soto daging, rendang, sambal goreng hati, opor ayam kampung, ketupat dan sayur godog. Plus aneka gorengan seperti bakwan, tempe mendoan dan tahu isi yang menjadi andalan Mbak Yati. Masakan Mbak Yati cocok dengan selera kami semua, dan aneka gorengannya mantap. Selama dua hari perut saya seakan meledak kekenyangan.

Mumpung masih suasana Lebaran, saya ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H. Minal aidin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin ya.

Resep Siomay Keriting JTT


09 Mei 2020

Resep Sempolan Ayam Wortel dan Kebodohan


Resep Sempolan Ayam Wortel JTT

Minggu lalu saya membuat kebodohan fatal, menghilangkan semua file gambar hasil eksekusi resep sejak 11 tahun yang lalu! Semua file tersebut disimpan di dalam external hard disk, dengan satu klik semua isinya lenyap. Inilah akibat bekerja terburu-buru, tergesa-gesa, gegabah, tidak hati-hati, you name it, yang jelas saya berkali-kali memaki-maki diri sendiri dan harus membayar mahal akibat kebodohan itu. Entah apa yang merasuki diri saya saat itu, ketika external hard disk dicolokkan, muncul pop up 'format hard disk anda agar bisa berjalan dengan baik', otomatis jari tangan yang clumsy ini mengklik 'ok'. Teng, tong, dalam lima detik semua file terhapus dan hard disk kembali seperti ketika saya membelinya pertama kali, kosong melompong. 

Lima detik berikutnya saya terbengong-bengong, detik selanjutnya saya meloncat-loncat  panik dan mulai mencari cara mengembalikan memori yang hilang. Hard disk dilengkapi dengan fasilitas auto recovery, ketika muncul pop up selanjutnya 'apakah anda ingin memperbaiki hard disk?', saya klik 'yes'. Muncul gambar berputar tanda sesuatu sedang diproses. Tapi apa? Tidak ada keterangan apapun, tidak ada tanda apapun. Saya tunggu hingga 30 menit, tanda berputar dilayar masih terus berdansa. Stres dan tak sabar (again!), saya matikan komputer dan hidupkan kembali. Saya baru tersadar ternyata tanda berputar-putar yang tak kunjung padam sebenarnya adalah usaha external hard disk untuk mengembalikan kembali semua file yang terhapus. Ketika saya cek, baru ada 100 gambar yang dikembalikan sementara saya memiliki sekitar 750.000 gambar didalamnya. Kali ini saya benar-benar amsyong!

Resep Sempolan Ayam Wortel JTT
Resep Sempolan Ayam Wortel JTT


11 Desember 2018

Resep Siomay dengan Minyak Cabai


Resep Siomay dengan Minyak Cabai JTT

Setiap kali melihat foto pangsit bergelimang minyak cabai di internet, saya selalu ngiler. Bukan ngiler dengan pangsitnya, karena makanan ini tidak terlalu saya suka, melainkan dengan merah meronanya minyak cabai yang terlihat menggiurkan. Jika bersantap di resto dimsum maka minyak cabai seperti ini selalu tersedia di meja. Biasanya saya akan menuangkannya banyak-banyak, karena disantap bersama nasi begitu saja sudah terasa sedap. Rasanya yang manis, asin, sedikit asam dan tidak terlalu pedas membuat banyak orang ketagihan dengan sambal ini. 

Ketika Bertolli Olive Oil meminta saya mengeksekusi 11 resep lokal yang menggunakan minyak zaitun didalamnya, saya memasukkan resep siomay dengan minyak cabai. Okeh, siomay dan minyak cabai sebenarnya bukan makanan lokal, melainkan masakan China yang populer di Indonesia. Tapi  siomay sudah berbaur dengan kuliner lokal sedemikian eratnya sehingga mudah ditemukan disetiap pelosok tanah air, ehem maksud saya, pelosok Jakarta. Di ibu kota, disetiap sudut jalan mudah sekali ditemukan gerobak abang siomay yang mangkal, salah satunya ada yang berjualan persis didepan gedung tempat saya bekerja. Siomay a la lokal umumnya disajikan dengan saus kacang, tapi dengan minyak cabai menurut saya tak kalah sedapnya. Jika minyak yang bergelimang membuat kita terjengit dan enggan menyantapnya, maka menggunakan minyak zaitun sedikit mengurangi rasa berdosa itu. 😅

Resep Siomay dengan Minyak Cabai JTT
Resep Siomay dengan Minyak Cabai JTT


02 Mei 2018

Resep Gulai Masin Ikan Pari Asap


Resep Gulai Masin Ikan Pari Asap

Berkantor di sebelah Mall Ambassador, anda tidak akan kehabisan ide hendak bersantap siang dimana. Food Court di mal dan ITC Ambassador menyajikan aneka makanan dan camilan sedap menarik dengan keragaman yang tinggi. Sudah sekitar 6 tahun kantor tempat saya bekerja, berlokasi disini, setelah sebelumnya bertahun-tahun bertempat di Puri Imperium di Jalan HR. Rasuna Said. Dulu ketika masih di Puri Imperium, pilihan makanan hanya terbatas, biasanya seputar pagar dibelakang kantor yang penuh berjajar gerobak penjual makanan, sekitar 'amigos' (agak minggir got sedikit) kantor KPK lama, atau paling jauh di Pasar Festival. Seminggu sekali setiap hari Jumat, memanfaatkan jam istirahat hari itu yang lebih panjang, kami akan berbondong-bondong ke Mall Ambassador. Kini, perjuangan tersebut tentu saja tidak terjadi lagi, berkantor ditengah-tengah dua buah mal besar, plus seputaran 'amigos' dibelakang kantor, maka ide makan siang selalu mengalir lancar, yang penting uang dikantong tersedia. 😄

Resep Gulai Masin Ikan Pari Asap
Resep Gulai Masin Ikan Pari Asap

02 Maret 2018

Resep Nasi Bakar Teri dan Tempe


Resep Nasi Bakar Teri dan Tempe

Jika bosan dengan sisa nasi putih yang hanya diolah menjadi nasi goreng sebenarnya ada banyak sekali resep simple mengolah nasi menjadi hidangan lain yang laziz. Misalnya saja, pancake nasi, casserole nasi, bola-bola nasi, atau nasi bakar seperti kali ini. Seingat saya, terakhir kali membuat nasi bakar adalah beberapa tahun yang lalu. Walau proses dan bumbunya sangat mudah, tapi proses bungkus-membungkus nasi dengan daun pisang cukup memakan waktu. Alasan itulah yang membuat saya enggan mengeksekusi menu ini, bahkan terkadang sisa nasi lebih baik saya masukkan ke freezer dibandingkan harus diolah menjadi nasi bakar. Nasi yang terlalu lama mendekam di rice cooker terkadang mengeluarkan aroma tidak sedap, sedikit apek, yang membuat selera makan menghilang.

Nah jika berbicara tentang nasi bakar, ada banyak sekali varian, tapi menurut saya semakin simple rasanya justru semakin sedap. Terlalu banyak memasukkan aneka bumbu dan rempah akan membuat cita rasanya menjadi berat dan mudah bosan. Saya pribadi lebih suka nasi bakar dengan suwiran ikan cakalang atau tongkol yang disambal/tumis, ikan asin goreng atau teri dan tempe goreng seperti resep kali ini. Dan yang terpenting jangan lupakan daun kemangi, sepertinya nasi bakar menjadi tidak terasa istimewa tanpa daun rempah yang satu ini. 

Resep Nasi Bakar Teri dan Tempe
Resep Nasi Bakar Teri dan Tempe


10 Maret 2016

Resep Yong Tau Foo dengan Saus Pedas Asam Manis


Resep Yong Tau Foo dengan Saus Pedas Asam Manis

Seratus buah tahu goreng kopong yang dibawakan oleh Ibu saya kala adik saya, Dimas, pulang ke Paron bulan lalu akhirnya lenyap juga dari freezer. Tahu goreng adalah makanan favorit saya, apalagi tahu goreng kopong dari Paron yang mantap surantap rasanya. Berbeda dengan umumnya tahu kopong yang dijual di pasaran di Jakarta dimana kulit luarnya terasa keras dan kenyal, maka tahu goreng Paron terasa lembut sehingga tidak membuat capek rahang kala mengunyahnya. Maklum saja, saya bisa menyantap sepuluh buah tahu goreng sekaligus dalam satu kali kesempatan saja. ^_^

Tahu goreng beku ini tahan berbulan-bulan lamanya di freezer dan ketika dikukus sebentar maka permukaan tahu menjadi lunak dan lembut kembali. Biasanya setiap pulang kantor, saat perut terasa lapar dan nafsu mengemil terasa menggebu maka tahu goreng ini lantas saya kudap bersama cabai rawit atau kecap pedas botolan. Tak heran belum satu bulan mendekam di freezer seratus buah tahu tersebut hampir berpindah semua ke perut saya.  Weekend lalu masih ada lima belas buah tahu tersisa yang mati-matian saya tahan untuk tidak disikat. Ada satu makanan bernama yong tau foo yang ingin saya eksekusi di Minggu pagi itu, dan tahu goreng kopong dari Ibu saya adalah bahan baku yang sangat tepat untuk digunakan.

Resep Yong Tau Foo dengan Saus Pedas Asam Manis
Resep Yong Tau Foo dengan Saus Pedas Asam Manis


10 Desember 2015

Resep Homemade Pindang Ikan Tongkol


Resep Homemade Pindang Ikan Tongkol JTT

Masa kecil saya di Paron tidak lepas dari pindang ikan. Entah berupa ikan tongkol atau jenis ikan kembung dan tamban yang berduri banyak. Lokasi Paron yang jauh dari lautan membuat ikan laut segar sulit diperoleh. Jikalau di Ngawi ada, itupun dengan harga yang sangat mahal sehingga tidak pernah masuk ke dalam list budget Ibu saya. Dulu, ketika pindang ikan ini pertama kali masuk ke pasar di Paron, rasanya luar biasa asin sehingga lebih mirip ikan asin dibandingkan ikan pindang. Kami yang terbiasa menyantap ikan laut segar setiap hari di Tanjung Pinang tentu saja cukup stress ketika harus membiasakan diri makan berlauk ikan pindang ini.

Sebenarnya rasa asin ini hal yang wajar, mengingat garam telah digunakan beribu-ribu tahun yang lampau di dalam proses pengawetan makanan. Nah ikan pindang yang didatangkan dari daerah pesisir harus menempuh jarak yang jauh dan waktu yang lama sehingga harus mampu bertahan  agar tidak mudah busuk di perjalanan. Namun anehnya lambat laun rasa ikan pindang menjadi semakin berkurang asinnya, dan saat ini hanya seperti ikan rebus biasa dengan sedikit rasa asin yang gurih. Kondisi ini sebetulnya patut dicurigai karena bahan pengawet tentunya berperan disini. Bagaimana mungkin ikan dengan kondisi basah mampu bertahan berhari-hari lamanya dengan tampilan tetap fresh serta  aroma yang masih baik jika bahan kimia tidak berperan bukan?

Resep Homemade Pindang Ikan Tongkol JTT


05 November 2015

Resep Super Crispy Fish & Chips dengan Homemade Bread Crumbs a la JTT


Resep Super Crispy Fish and Chips a la JTT

Weekend lalu, pasar Blok A, pasar tradisional andalan saya karena lokasinya yang sangat dekat dengan rumah Pete, untuk sementara direlokasi oleh Pemerintah DKI ke Taman Sambas. Rencananya, pasar lama akan dilakukan revitalisasi dengan konsep modern, dimana di bagian atas terdapat sebuah hotel dan menyambung stasiun layang Mass Rapid Transit (MRT). Menurut salah satu pedagang langganan di pasar, membutuhkan waktu sekitar dua tahun bagi pemerintah untuk melakukan proses revitalisasi tersebut.

Walau lokasi penampungan sementara para pedagang pasar Blok A ini sebenarnya tidaklah terlalu jauh dari rumah, namun tetap saja harus ditempuh dengan menggunakan Metromini atau bajaj. Saya yang terbiasa ketika hari libur berbelanja kebutuhan dapur di pasar dan terkadang bolak-balik dengan entengnya beberapa kali hanya untuk membeli bumbu atau bahan masakan yang terlupa, kini cukup kerepotan dibuatnya. Sejak minggu lalu sebenarnya kulkas saya dalam kondisi hampir kosong melompong, namun hendak menuju ke pasar untuk mengisinya rasanya luar biasa malas. Namun mungkin situasi ini justru ada hikmahnya, membuat saya sedikit berhemat dan akhirnya berusaha mati-matian memanfaatkan sisa bahan di kulkas untuk dipermak menjadi aneka makanan. Salah satunya adalah super crispy fish & chips yang saya posting kali ini. ^_^

Resep Super Crispy Fish and Chips a la JTT
Resep Super Crispy Fish and Chips a la JTT


05 Agustus 2015

Resep Bakso Ikan Homemade dengan Kuah a la Thai


resep bakso ikan homemade dengan kuah asam pedas

So if you can't figure out the future, what do you do? Don't focus on the future. Focus on what you can do right now that will be good no matter what the future brings. Make stuff. Build stuff. Learn skills. Go on adventures. Make friends. These things will help in any future.
~Zen Habits, Leo Babauta

Pernahkah anda merasa ragu saat hendak memutuskan hal penting dalam hidup anda? Bingung memilih antara dua pilihan yang keduanya tidak sempurna, sama-sama memiliki opportunities dan sama-sama memiliki hal yang tidak mengenakkan. Menimbang, menghitung baik buruknya berkali-kali, berkali-kali dan berkali-kali. Mengulur waktu, memanjangkan tempo untuk membuat satu keputusan namun akhirnya anda tersudut dan tetap harus memilih. Hal terutama yang paling ditakutkan saat membuat satu pilihan adalah apa yang akan terjadi di masa depan setelah keputusan tersebut dibuat. Tanda tanya atas kosekuensi dan akibat dari keputusan tersebut yang paling menghantui benak dan menghambat kita membuat suatu pilihan. 

resep bakso ikan homemade dengan kuah asam pedas


02 Juli 2015

Resep Pucuk Labu Kuning Masak Lemak - Hasil Kebun Sendiri! Yeay!



Kebun kecil-kecilan di depan rumah yang dirawat Heni dengan rajinnya setiap hari mulai menampakkan hasil. Tanaman-tanaman terlihat subur walau tanpa pupuk sama sekali. Beberapa bahkan tumbuh dengan sangat masif sehingga menutupi yang lainnya. Contohnya adalah pohon labu kuning yang bijinya saya peroleh dari buah labu yang dibeli di supermarket beberapa bulan yang lalu. Walau saya tidak yakin tanaman labu ini akan memberikan buah yang maksimal namun daunnya yang rimbun ternyata sedap diolah menjadi aneka sayuran. Sudah beberapa minggu ini kami bahkan memanen pucuk-pucuknya yang cantik untuk diolah menjadi santapan berbuka puasa. 

Selama ini saya mengira hanya pohon labu jenis labu siam saja yang sedap untuk dimasak. Karena pucuknya sering saya temukan dijual di supermarket atau pasar tradisional. Batang dan permukaan daun labu siam mulus tanpa bulu-bulu kasar sehingga wajar jika labu jenis ini menjadi alternatif sayuran yang harganya cukup mahal. Tetapi informasi dari Heni yang mengatakan bahwa daun labu kuning pun sering di masak di kampungnya membuat saya tertarik untuk mencobanya. Apalagi pohon labu akan semakin bercabang dan menyumbangkan pucuk yang banyak jika ujung-ujungnya sering di pangkas. Jadi weekend lalu seikat pucuk labu yang segar berakhir menjadi masakan berkuah santan nan laziz bersama ikan asin gabus yang gurih. Sedap, mudah dibuat dan yang ini benar-benar organik. Hm, berkebun memang mengasyikkan! ^_^

Pucuk Labu Masak Lemak
Pucuk Labu Masak Lemak



30 Januari 2015

Otak-Otak Ikan Labu Siam



Persaingan memperebutkan makanan di kantor saya sangatlah brutal. Walau personilnya tidak begitu banyak, namun semuanya rata-rata memiliki nafsu yang besar akan makanan. Tak heran ketika makanan dalam bentuk apapun diceburkan ke tengah-tengah deretan meja, maka kami pun serentak menyerbu, berusaha mendapatkan bagian terbesar, terbanyak dan irisan yang terbaik. Biasanya tidak sampai sepuluh menit maka meja yang tadinya penuh berisi makanan hanya tersisa kotak-kotak pembungkusnya saja. Supaya supply makanan selalu hadir secara teratur terutama disaat-saat krisis ekonomi - seperti di pertengahan bulan - maka selalu saja ada alasan untuk 'mempalak' karyawan lainnya agar menyumbangkan makanan. Alasannya bisa bermacam-macam, mulai dari perayaan hari ulang tahun, anniversary pernikahan, kelahiran anak, rumah baru, gaji pertama karyawan baru, hingga karyawan yang hendak hengkang dari perusahaan. Semua tidak luput dari 'kewajiban' untuk mentraktir. ^_^



11 Desember 2013

Tod Man Pla - Spicy Fish Cake a la Thai



Hasil bersih-bersih freezer yang saya lakukan semalam membuat saya takjub sendiri, tanpa terduga saya menemukan segepok fillet ikan gindara yang membeku disana.  Saking seringnya saya menumpuk bahan makanan di freezer membuat saya terkadang terlupa, benda apa sajakah gerangan yang mendekam disana. Seingat saya, fillet ini diberikan oleh adik saya Wiwin sekitar sebulan yang lalu. Potongan daging ikan berwarna putih ini sedap untuk diolah menjadi aneka makanan tapi kali ini saya akan mewujudkan satu resep yang sudah lama saya idam-idamkan untuk dicoba, tod man pla. Makanan a la Thai ini terbuat dari daging ikan yang digiling hingga halus dan dicampurkan dengan aneka bumbu dan digoreng hingga matang. Sebenarnya mirip-mirip dengan otak-otak khas Tanjung Pinang yang pernah saya posting sebelumnya disini, yang membuatnya berbeda otak-otak dibungkus dengan daun kelapa atau daun pisang dan dipanggang sedangkan tod man pla proses memasaknya seperti perkedel. Namun untuk rasanya, kedua makanan ini super gurih, spicy dan sangat lezat.


11 Maret 2013

Homemade Bandeng Presto



Di pasar Blok A, dekat dengan rumah Pete, ada seorang ibu penjual ikan yang menjadi langganan favorit saya kala belanja ikan dan seafood di pasar. Koleksi ikannya sangat fresh, terjamin baik dan bervariasi. Kalau urusan seafood memang kondisi yang fresh menjadi syarat utama, dan koleksi dagangan si Ibu Yayuk ini memang terlihat jauh berbeda dengan pedagang ikan lainnya bahkan dibandingkan dengan supermarket sekalipun. Tak heran walau harganya sedikit lebih mahal namun peminatnya luar biasa banyak. Saya harus berangkat pagi-pagi sekali jika ingin mendapatkan aneka ikan yang lengkap sebelum diborong oleh yang lainnya. 

Selain ikan segar, si Ibu juga menjual bandeng presto bikinannya sendiri. Nah, bandeng prestonya ini laris manis sehingga datang di pukul tujuh pagi pun alamat pasti terlambat, semua bandeng presto sudah habis terjual. Tidak heran karena bandeng presto buatan Bu Yayuk mantap dan rasanya lezat. Rempah-rempah dan bumbunya  kuat terasa, menggunakan bahan-bahan yang fresh sehingga rasa ikan yang dihasilkan jauh berbeda dengan bandeng presto yang umum dijual. Kelebihan lainnya adalah bebas pengawet dan jika anda beruntung memperolehnya, ikan terkadang masih dalam kondisi yang hangat. Mantap!



15 Februari 2013

Homemade Sarden Ikan Bandeng dengan Panci Pressure Cooker



Sarden kalengan memang sedap. Rasanya yang khas berpadu dengan daging dan tulang ikan yang lembut, memang menjadikan sarden kalengan sebagai teman nasi panas yang sangat pas.  Selain itu makanan ini super cepat untuk disiapkan, hanya dengan menambahkan rajangan bawang merah, bawang putih, cabai rawit dan jahe yang ditumis sebentar, dijamin semua penghuni rumah pasti doyan. Tidak heran waktu saya kecil, Ibu saya paling suka menyajikan makanan ini. Bagi kami penggemar ikan yang tadinya tinggal di Tanjung Pinang, Riau dan tiba-tiba harus pindah dan menetap di Paron, Ngawi, Jawa Timur, dimana ikan laut segar sangat sulit ditemukan, maka sarden kalengan menjadi pelepas rindu yang sempurna. 



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...